Misteri Penyakit Jokowi dan Diamnya Negara

Kondisi kesehatan mantan Presiden Jokowi lagi ramai banget diomongin. Bukan tanpa alasan, soalnya secara kasat mata kelihatan banget nih dari fisiknya ada yang enggak beres. Wajahnya tampak bengkak, kulitnya muncul bercak aneh, dan dia juga absen dari beberapa acara penting negara. Sampai sekarang spekulasinya liar banget. Ada yang bilang sakit kulit atau imun. Bahkan ada yang menyebut ini bukan penyakit medis biasa, tapi terkait hal gaib. Serius. Jadi apa sebenarnya yang terjadi sama Jokowi? Di video ini kita bakal bahas tuntas. Pertama, kenapa Jokowi tumin-tuminan absen di acara kenegaraan? Dua, apa sih kata dokter? Tiga, kenapa negara terkesan diam dan enggak ngasih keterangan resmi? Padahal mantan presiden berhak mendapat pelayanan tim dokter kepresidenan. Yuk, kita bahas. [Musik] Jokowi lagi-lagi absen dari acara penting. Bukan cuma sekali, tapi dua kali berturut-turut. Pertama, di hari lahir Pancasila 1 Juni dan Hood Bayangkara 1 Juli. Biasanya mantan presiden tetap hadir di acara kayak gini, tapi kali ini kursinya kosong. Publik mulai bertanya-tanya, “Kenapa Jokowi enggak kelihatan?” Dalam beberapa momen Jokowi emang masih muncul di hadapan publik, bukan di acara kenegaraan, tapi di sekitar rumahnya. Tapi kok ada yang beda ya? Di sinilah spekulasi mulai muncul. Ada bercak merah di kulit wajah sampai leher Jokowi. Wajahnya agak bengkak dan matanya sembab. Warna kulit wajahnya juga enggak rata. [Musik] Spekulasi soal kondisi Jokowi makin liar nih. Mulai dari yang logis sampai yang di luar nalar. Ada yang bilang kena autoimun, ada yang curiga alergi kulit serius, tekanan psikis, sindrom Stevens Johnson. Bahkan ada yang lempar isu mistis kalau Jokowi kena serangan gaib. Sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari tim dokter istana. Yang muncul cuman klarifikasi dari Ajuan Jokowi, Kompol Syarif. Dia bilang Jokowi cuma kena alergi kulit, kemungkinan gara-gara perubahan cuaca waktu kunjungan ke Vatikan. Nah, saat dihubungi kumparan melalui WhatsApp, Syarif bilang Jokowi sehat dan enggak dirawat di rumah sakit. Luhud Binsar Panjaitan lewat postingan di Instagramnya bilang kalau dia udah jenguk Jokowi. Luhud bilang kondisi matan atasannya itu emang belum sepenuhnya pulih. Ia mendoakan supaya penyakit yang diderita Jokowi segera diangkat dan kesehatannya dipulihkan agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Salah satu loyalisnya Silvester Matutina ikut angkat suara. Dia mengaku masih sering komunikasi sama Jokowi nih dan kondisinya sehat-sehat aja. Masih memantau enggak dari jauh bagaimana kesehatan beliau dan? Masih masih beliau mengatakan baik-baik aja. Beliau baik-baik aja, bahagia-bahagia aja. Iya. Namanya alergi kan bisa-bisa aja gitu loh ya kan namanya kena begitu kayak kita kena apa ya namanya alergi cacar atau apa ya kan enggak ada masalah tapi intinya kepada para masyarakat kita yang sebagian itu ee kayak Tuhan aja mereka bahkan lebih dari dokter gitu loh. Jadi jangan sok tahulah apalagi ee mengatakan itu karena kutukan enggak lah. Meski orang-orang terdekat Jokowi menampik, ini tetap enggak bisa membendung isu liar kalau Jokowi kena hal berbau mistis. Apalagi melihat perubahan visi Jokowi yang cukup drastis. Tapi dokter punya pandangan yang berbeda. [Musik] Kalau kita berbicara tentang penyakit ini berhubungan dengan mistis. Zaman dulu tuh ada autoimun ya. Sampai sekarang pun masih banyak sekali autoimun namanya psoriasis. Nah, ketika orang terkena psoriasis itu ada yang dipasum, ada yang dikurung karena misis padahal itu kan autoimun ya. Jadi ini yang dialami Pak Jokowi murni memang medis. Kenapa? ee kondisi fisiknya, ruang kulitnya itu memang ada di teori kedokteran. Jadi menurut hemat saya tidak ada istilah mistis-mistisan dan ini memang murni adalah penyakit medis. Dilihat dari kondisi fisik, ruang kulit, gejala dan lain sebagainya. Menurut dokter, dugaan paling kuat adalah SJS atau Stepens Johnson Syndrome. Penyakit langka yang bisa bikin kulit melepuh dan rusak parah. Penyakit ini bisa mengancam nyawa dan jelas bukan cuma alergi biasa. Nah, gejalanya apa yang paling khas pada stens ini atau SDF? Luam kulit biasanya sakit. Setelah sakit dia ada lebuh, demam, nyeri tubuh dan luka pada selaput lendir. Khas dari Stepen Johnson ini dia mengenai selaput lembir. Itu kata kunci yang membedakannya dengan penyakit lain. Kemudian perbedaan yang paling mencolok dari Jensen ini adanya mengkonsumsi obat-obatan sebelumnya, bukan makanan ya, obat-obatan sebelumnya. Dan SJS ini tingkat keparahannya dapat mengancam jiwa karena berhubungan denganosa atau selapuk lendir yang saya katakan tadi. Selain SJS, dokter juga menduga ada kemungkinan lain yaitu vitiligo dan psoriasis. Keduanya adalah penyakit autoimun yang karakteristiknya berbeda dengan SJS. Tapi buat mastiin dokter perlu pemeriksaan langsung. Yang bikin publik makin heran sampai sekarang enggak ada penjelasan resmi dari dokter istana soal kondisi Jokowi. Enggak ada siaran pers, enggak ada detail medis. Publik cuman bisa nebak-nebak nih tanpa ada informasi resmi dan valid. Padahal kalau kita lihat ke belakang, transparansi soal kesehatan presiden itu hal yang biasa. Bukan cuma Jokowi, sebelumnya banyak kok presiden yang pernah sakit dan negara pun langsung turun tangan. SBY waktu sudah enggak menjabat misalnya didiagnosis kanker prostat stadium awal dan memilih berobat ke Mayo Klinik Amerika Serikat. Terkait ini Presiden Jokowi mengirim tim dokter istana untuk mendampingi proses perawatan SBY. Gus Dur saat masih menjabat juga rutin dirawat tim medis negara. Semua dilakukan secara terbuka. BJ Habibi di masa kritisnya dirawat intensif di RSPAD dengan update mengenai kondisinya yang dirilis ke publik. Soeharto juga diawasi penuh oleh tim dokter pemerintah dan aparat negara waktu dirawat karena gagal organ. Semua ini dibiayai negara, semua ini diawasi negara dan semua ini dijelaskan ke publik. Ya, soalnya hal ini diatur secara hukum dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2018 tentang dokter kepresidenan. Dalam pasal 3 disebutkan dokter kepresidenan bertugas memberikan layanan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan bagi mantan presiden dan pasangannya yang dilakukan sesuai standar dan prosedur layanan medik. Lalu pada pasal 27 disebutkan bahwa seluruh biaya yang diperlukan untuk layanan pemeliharaan kesehatan baik untuk mantan presiden maupun pasangannya dibebankan ke APBN dan dialokasikan melalui Kementerian Sekretariat Negara. Sampai berita tayang, belum ada satupun keterangan resmi dari pemerintah mengenai penanganan penyakit Jokowi nih. Baik itu dari istana, tim dokter kepresidenan, Presidential Communication Office, maupun dari Kementerian Sekretariat Negara. Presiden-presiden sebelumnya dirawat, didampingi, bahkan diumumkan kondisinya ke publik. Lah sekarang giliran Jokowi kenapa enggak sama? Yeah.

Belakangan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo kerap absen dari sejumlah acara penting kenegaraan. Mulai dari Hari Lahir Pancasila hingga HUT Bhayangkara. Pada saat yang sama, publik ramai memperhatikan kondisi fisiknya—dari kulit kemerahan, wajah bengkak, hingga mata sembab. Tapi sampai hari ini, tak ada satu pun pernyataan resmi dari pemerintah. Minimnya informasi membuka ruang bagi asumsi. Alhasil, spekulasi berkembang tanpa kendali. Apa sebenarnya yang dialami Mantan Presiden Jokowi?
Simak laporannya dalam Lipsus Kumparan. #newsupdate #update #news #LIPSUS

Homepage: https://kumparan.com
X : https://x.com/kumparan
Facebook : https://www.facebook.com/kumparancom
Instagram : https://www.instagram.com/kumparancom