ANGEL KEHABISAN DARAH KRITIS MASUK RUMAH SAKIT || Drama Sakura School Simulator
[Musik] Ya ampun, itu apaan? Merah-merah keluar dari pintu. Air apa itu ya? Aduh, banyak amat. Kok kayak jus semangka ya? Tapi enggak mungkin jus semangka. Masa jus semangka sebanyak itu? Emang siapa sih yang jorok kayak begini? Kok buang air warna merah banyak banget? Jorok banget sih orangnya. Ini mah keterlaluan banget tahu orangnya. Ih, kalau dilihat-lihat mah kayaknya ini bukan jus semangka. Airnya kentel banget kayak darah. Ih. Aduh, kok aku jadi merinding ya? [Musik] Dokter Joko ini gimana? Angel sampai sekarang masih belum ketemu. Semua murid-murid udah pada bantu nyari ke mana-mana tapi tetap enggak ketemu. Emangnya kalau sampai gondoknya Angel pecah, Angel bisa meninggal? Kalau sampai Angel meninggal, gimana, Dokter Joko? Gimana kita jelaskan ke orang tuanya Angel? Dr. Joko. Waduh, kalau gondok Angel pecah, darahnya pasti akan keluar banyak sekali. Kalau sampai darahnya habis, udah pasti Angel bisa meninggal, Ibu Ida. Dan satu lagi, darahnya Angel jangan sampai kena orang lain karena itu bisa menular. Nanti orang yang tersentuh darahnya, dia lehernya juga bisa gondokan loh, Ibu Ida. Aku aku harus kasih tahu Ibu Ida kalau ada cairan aneh di depan ruangan lab. Hah? Hah? Kalau aku bilang, Ma, kayaknya itu darah. Tapi darah siapa, ya? Hah? Hah? Ibu Ida. Ibu Ida gawat ini. Ibu Ida. Ibu Ida harus cepat-cepat ke ruangan lab. Hah. Hah. Ada cairan berwarna merah di depan ruangan lab. Cairan warna merah itu kayaknya darah, Ibu Ida. Cairannya kental sekali. Ayo, Ibu Ida, cepat ke sana. Aku penasaran banget itu apaan? Aku gak berani buka pintunya. Ibu Ida aja yang buka pintunya. Ayo, Ibu Ida. Eh, apa ada cairan kental berwarna merah di depan ruangan lab? Aduh. Perasaan aku kok langsung enggak enak ya? Aduh, Ibu Ida jangan diam aja. Ayo kita langsung ke sana. Jangan bengong. Perasaan aku langsung enggak enak ini. Ayo cepat, Ibu Ida. Ayo, ayo cepat. Ayo larinya cepat. Aku takutnya si Angel juga takut. Kita cepat. Aduh, anak-anak semua pokoknya jangan ada yang sentuh darah itu. Semuanya ngerti enggak anak-anak? Iya. Iya. I iya ngerti ngerti. Ya udah semuanya jauh-jauh ya dari darah itu ya. Enggak ada yang boleh dekat-dekat. Pokoknya semuanya menjauh. Ingat, ingat ya. Pokoknya jangan ada yang dekat-dekat cairan warna merah ini. Jangan ada yang mendekat. Ehh ehh aku berani pastikan kalau ini adalah darah. Aku adalah dokter. Aku enggak mungkin salah. Ini sudah pasti darah. Jangan-jangan jangan-jangan ini darah si Angel enggak sih? Aduh. [Musik] [Musik] Iya, pokoknya jangan ada yang sentuh darah itu. Ngerti enggak, anak-anak? Takutnya itu darahnya Angel enggak boleh kena kulit kita. Ya, anak-anak. Aku harus minta tolong dokter-dokter di rumah sakit suruh ke sini. Aku enggak bisa sendirian, butuh bantuan banyak dokter. Waduh, ada apaan ini? Kok dokter Joko tiba-tiba telepon aku? Jangan pada berisik ya. Aku angkat telepon dulu. Iya. Halo, selamat siang Dr. Joko. Ada apa? Telepon. Dokter Joko lagi di mana? Mobil ambulansnya lagi dipakai ya? Iya. Halo, Bram. Aku mau minta tolong sama kamu, Bram. Kamu cepat-cepat ke sekolahan SD Sakura, ya. Ada darah keluar dari kelas laboratorium nih. Kamu tolong ajak teman-teman yang lain juga ke sini. Takutnya tuh ini darah anak yang lehernya kena gondok. Buruan ke sini ajak teman-teman yang lain ya, Bram. Apa darah dari anak yang kena penyakit gondok? Emang gondoknya pecah. Aduh, jangan sentuh darahnya ya. Apalagi kalau kena ke kulit pasti akan menular loh, Dokter Joko. Iya, iya aku juga tahu. Makanya aku telepon kamu. Ya udah, buruan ke sini ya. Ingat, bawa teman-teman yang lain buat bersihkan darahnya. Lantainya juga mau disemprot antiseptik biar bersih dari kuman-kuman. Waduh, kenapa bisa penyakit godok disuruh ke sekolah ya? Aku mah bingung sama orang tuanya loh. Iya, aku juga bingung mestinya tuh di rumah kenapa bisa ke sekolah? Apalagi gondoknya katanya udah besar banget bisa pecah itu. Aduh, Ibu Ida. Aku takut banget kalau itu darahnya Angel. Ibu Ida kasihan kalau benar si Angel. Jangan ngomong kayak begitu, Johnson. Kita doakan saja kalau ini bukan darahnya Angel. Semoga aja ini cuman cairan biasa yang tumpah dari dalam ruangan laboratorium ya, Johnson. H. Iya. Halo. Halo, Dr. Joko. Kita kita udah mau dekat sekolah ini. Iya, iya. Aku bawa empat orang. Jadi total semuanya ada lima orang. Dr. Joko, aku sudah masuk pintu ke sekolah. Nanti kita berlima langsung naik ke atas ya, Dokter Joko. [Musik] Ayo, ayo teman-teman. Dokter Joko sudah marah-marah. Katanya kita lama sekali. Oh iya, aku juga lupa lagi ruangan laboratorium di mana ya? Aku kan enggak pernah ke sekolah ini. [Musik] Lihat itu, Teman-teman, dokter-dokter dari rumah sakit sudah datang. Ke sini, Dokter. Cepat ke sini. Buka pintunya, Dokter. Dokter, dokter di sini dokter cepat larinya. Kita semua udah penasaran ini darah apa bukan. Ayo cepetan tolong buka pintu lab-nya dokter-dokter. [Musik] Nah, itu dia suara mereka. Iya, aku juga dengar. Ayo cepat larinya, Teman-teman. Ayo cepat. Dokter Joko, dokter Joko, di mana tempatnya dokter Joko? Kami akan langsung bersihkan sekarang juga. Dr. Joko. Aduh, maaf ya kita udah cari-cari tempatnya tadi enggak ketemu. Ternyata di sini tempatnya. Sekali lagi, maafkan kami, Dr. Joko. Aduh, banyak banget ini anak-anak di sini ya. Iya, para dokter-dokter, cepat bersihkan dulu darah-darah ini. Aku mau masuk ke dalam. Aku mau lihat dari mana asal darah ini. Soalnya anak yang terkena godok itu sampai sekarang belum ditemukan. Ingat ya, darahnya jangan sampai kena kulit. Tadi sudah aku ingatkan di bagian kaki untuk dipakai pelapis kulit. Kalau sudah siap, silakan dibersihkan saja ya, dokter-dokter. Ayo buruan dokter-dokter. Ayo, Papa. Cepat cari Angel, Papa. Ayo lebih cepat lagi, Papa. Udah sampai. Papa cepat parkir. Iya, Mama. Ini kita udah sampai Mama. Ini mobil ambulannya pasti dokter Joko yang bawa. Tapi itu kok ada mobil lain ya? Mobil apa ya itu, Papa? Mama penasaran. Udah, Mama enggak usah perhatiin mobil lain. Pokoknya kita ke sini itu mau cari anak kita, si Angel. Kenapa si Mama malah perhatiin mobil itu? Oh, I kan aku penasaran, Papa. Udah, udah. Si Angel ada di ruangan apa sih, Papa? Enggak tahu. Ini Papa juga lagi cari. Katanya di ruangan laboratorium. Bener apa enggak, ya? Aduh. Doter Joko. Dokter Joko. Nah, itu dia dokter Joko. Woi, Dokter Joko. Loh, kok ini apaan? Rame banget. Aduh, Dokter Joko itu kenapa dipel? Kok kayak darah ya? Ih, bau amis lagi. Dokter Joko. Hei, suami aku nanya, itu merah-merah apaan? Kenapa kalian semua diam saja? Itu darah apa bukan? Kenapa baunya amis sekali? Kalau memang itu darah, itu darah siapa? Tolong jawab. Jangan pada diam saja, Ibu Ida. Dokter Joko. Iya, iya, bagus. Itu darahnya sudah mulai berkurang terus. Kalau sudah berkurang nanti pel di bagian dalam, ya. Nanti aku mau masuk ke dalam. Cepat, dokter-dokter. [Musik] Dokter Joko, ini udah bisa masuk. Darahnya tinggal dikit lagi, Dokter Joko udah bisa lewat ke dalam, Dokter Joko. Iya, jadi begini, Bapak King. Kita juga belum tahu itu darah siapa. Makanya aku panggil dokter-dokter lain untuk bantu membersihkan darah-darah di depan ruangan lab ini. Ini aku baru mau masuk, jadi biarkan aku masuk ke dalam dulu ya. Jangan ada yang masuk selain aku. Nanti pasti aku kasih tahu kalian semua ya dengan apa yang aku lihat di dalam ya. Jangan ada yang masuk dulu ya. Perasaan aku kok kayaknya enggak enak banget ya. Bukan pasti bukan Angel. Pasti bukan anak aku. [Musik] Iya. Aku mau masuk. Permisi. Waduh, waduh, waduh. Ya ampun, ini kalau lihat dari belakang kayaknya ini tubuhnya Angel. Waduh, jantung aku kok jadi deg-degan ya? Bener enggak sih ini si Angel? Papa, kenapa dokter Joko lama sekali? Mama masuk ya ke dalam. Mama penasaran banget, Papa. Takutnya itu si Angel. Jangan, jangan masuk dulu, Mama. Kan tadi dokter Joko udah bilang nanti dipanggil. Udah, Mama tenangin diri dulu aja ya. Pokoknya Mama enggak boleh ke situ. Tetap di sini dulu aja ya, Mama. Ngerti enggak? Enggak. Enggak mungkin. Kenapa angel bisa bersembunyi di bawah meja? Godok lehernya juga sudah pecah lagi. Ada darah yang keluar banyak sekali. Seandainya Angel ditemukan lebih awal, mungkin Angel masih bisa tertolong. Ini ini kelihatannya si Angel sudah. [Musik] Pokoknya aku mau masuk. Mama jangan masuk dulu, Mama. Pokoknya aku mau masuk, Papa. Doter Joko, kenapa lama sekali? Ini tuh darah siapa sebenarnya? Dokter Joko kok enggak manggil-manggil sih? Enggak, enggak mungkin. Ini enggak mungkin. Eh, Angel, Angel, anak mama. Kenapa kamu bisa kayak begini, Angel? Aduh, kepala aku, kepala aku pusing sekali. Enggak mungkin. Enggak mungkin. Ini anak aku. Ini enggak mungkin. Ya ampun, Ibu Vifi. Ibu Vif pingsan. Aku udah bilang jangan masuk dulu. Kenapa Ibu Vif masuk? Aduh, makin pusing dah aku. [Musik] Aku mau pulang aja. Aku enggak mau tahu masalahnya si Angel lagi. Aku mau pulang aja. [Musik] [Musik] Waduh, kok papa udah pulang? Kenapa papa pulangnya cepat sekali? Ini kan baru jam 11. Siang. Cepat amat pulangnya. Hei, Balmon, kamu udah pulang? Waduh. Itu di pipi kamu apa, Balmon? Itu merah-merah kayak darah tahu. Iya loh, kayak darah itu mah. Kayaknya benar deh darah. Iya kan? Hei Balmon, itu kenapa ada luka? Kamu main di mana sih sampai berdarah pipinya Balmon? Eh, apa? Muka aku ada darahnya. Astaga, janganjangan jangan-jangan. Ini darahnya Angel. [Musik]
#sakuraschoolsimulator
#sakuraschoolsimulatordrama
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo
youku indonesia