AKU TIDAK MEMILIKI EMOSI DI MINECRAFT!!

Wah, Guys, hari ini aku sangatlah senang sekali. Soalnya aku baru saja membeli mobil baru, Guys. Coba kalian lihat ini, Guys. Di belakang aku mobilnya. Nah, jadi teman-teman ini adalah mobil Lamborghini, Guys. Yang aku beli seharga Rp3 miliar. Ini adalah mobil yang sangat mahal banget guys. Dan di sini aku mau beli mobil ini dengan warna kesukaanku, Guys. Yaitu adalah warna ungu. Nah, jadi seperti ini, ya, Teman-teman. Bisa kalian lihat ini sangatlah keren banget mobilnya. W ini adalah mobil mahal ya, Teman-teman. Oke, gimana kalau sekarang? Langsung aja di sini kita naikin, Guys. Wow, lihat ini suaranya. Oh my God. Kalian tadi dengar enggak, Guys, suaranya brum brum. Suaranya sangatlah menggelegar banget, ya. Nah, jadi guys karena aku di sini sudah membeli mobil mewah di sini aku bakal pamer kepada Kesri dan juga Chiko. Pasti nanti dia sangat tercengang, Guys, ketika aku di sini memiliki mobil mahal. Okelah kalau begitu. Gimana kalau kita ke tempat Kasri dulu aja, Guys. Brom brom brom. Uhuh. Lihat ini, Guys. Mobilnya keren banget. Brom brom. E, bentar, bentar, bentar. Di sini ada Chiko, ada Kri juga, Teman-teman. Kalian ngapain di situ? Waduh, ada Bang Feri di sini. Kita lagi mancing, Bang Feri. Wah, iya, lagi mancing. E, bentar, bentar, bentar. Bang Feri, itu mobil siapa, mahal? Waduh, ini mobil aku, Teman-teman. Aku baru saja membelinya. Aku di sini sangat senang sekali membeli mobil ini. Oh my God, ini keren benar, Bang Feri. Aku jadi pengin naik. Astaga, betul banget, Bapak Erik. Ini sangat keren sekali. Ini mobil mahal banget. Nah, iya betul banget, Teman-teman. Jadi aku itu sengaja menabung ya, Guys ya. Sampai beberapa tahun lamanya untuk membeli mobil ini. Oke. Oke. Kalian pengen tahu enggak, Guys, gimana suaranya? Uh, pengenpengen. Oke, ini dia, Guys. Kita bakal langsung aja naik tuh. Dengar enggak? Oh my God. Ini keren bener, Bang Ferik. Ini sangat badas. Wah, betul banget, Guys. Brom brum. Oke, Guys. Cepat banget mobilnya. Brom brum brum. Astaga, betul. Cepat banget itu. E, Baperi, Baperi di sini aku boleh minjam enggak? Aku jadi pengen minjam mobil kamu. Pengen ngerasain mobil mahal itu gimana? Waduh, betul banget, Bap. Di sini kita mau coba nih. Oh my God, kalian di sini mau coba ya, Pak? Betul,bul. Boleh enggak kira-kira? Oh, tentu saja boleh. Cepat-cepat kalian langsung aja coba. Oh my God, keren sekali nih mobilnya. Brom brom. Wih, keren keren. Oh my god, Teman-teman. Apa-apaan ini? Oh my God. Tidak, tidak. Oh, maafkan aku. Peri. Ha. Ah, tidak, Teman-teman. Apa-apaan ini? Mobil aku malah masuk, Guys. Masuk ke dalam air. E, Bapak Pik. E, tapi kan e yang penting mobilnya masih itu masih bisa dipakai. E, meskipun harus masuk bengkel dulu kalau bisa diperbaiki. Aduh, waduh. Iya, betul banget. Pasti itu bisa diperbaiki. Waduh. Teman-teman, kamu tahu enggak biaya untuk memperbaiki mobil ini itu setara aku membeli mobil baru. Sedangkan di sini aku sudah tidak mempunyai uang lagi. Kikok kita juga enggak punya uang di sini. Aduh, betul banget. Aduh, gimana nih kalau rumah kita berdua dijual kayaknya enggak cukup uangnya. Waduh, benar banget sih. Eh, terus gimana ini? Astaga, teman-teman. Tidak mobil aku, Guys. Mobil yang baru saja aku beli tadi. Aku belum sempat memakainya cukup lama, Guys. Tapi tak kenapa sekarang udah rusak masuk ke dalam air. Hah. Hah. Sepertinya aku marah kepada kalian. Wah, pergi kali dari sini. Tidak. Ampun, Pak Feri. Ampun, Meri, maafkan kita di sini. Oh my God. Mobil aku, Guys. Itu adalah mobil bagus aku dan mahal. Aku sudah lama-lama menabuk untuk membeli mobil itu. Tapi entah kenapa mobil aku di sini malah masuk air, Guys. Gara-gara dipinjam kesri dan juga Chiko. Astaga. Entah kenapa tadi itu aku habis senang dan setelah itu aku marah-marah dan sekarang malah sedih, Guys. Karena mobil aku masuk ke dalam air. Aku sangatlah sedih sekali. Sekarang aku tidak mempunyai mobil lagi. Astaga. Sepertinya aku harus pulang ke rumah aja, Guys. Soalnya aku sedih banget. Belum juga di sini aku merasakan menaiki mobil itu sangat lama. Tapi sekarang aku tidak bisa menaiki mobil itu lagi, Guys. Karena mobilnya rusak. Sedih sekali rasanya. Oh my God, Teman-teman. Dah, kenapa di sini aku jadi bingung, Guys? Sepertinya di sini aku mati rasa. Ah, aku tidak mau sekarang mau ngapain lagi? Sepertinya ada yang aneh dengan diriku. Hah, di sini aku sangat lapar sekali. Aku di sini ingin makan. Oke, saatnya makan. Nyam nyam nyam nyam nyam nyam. Hmm. Nyam nyam nyam. Enak sekali. Eh, tapi enggak sebegitu enak sih. Entah kenapa rasanya sedikit hambar. Oke, aku di sini masih lapar. Aku ingin makan lagi. Nyam nyam nyam nyam nyam. Aduh, entah kenapa di sini aku sepertinya tidak memiliki emosi lagi. Aku sekarang gak bisa sedih, senang, bahagia, ataupun marah. Ah, aku merasa aneh dengan diriku. Entah kenapa. Woi, Pak Feri, Pak Feri, Pak Feri. Feri cepat keluar. Eh, bentar, bentar, bentar. Itu suara siapa, ya? Hmm, sepertinya itu adalah suara Kesri dan juga Chiko. Mari di sini kita buka pintunya. Wah, halo teman-teman. Kalian di sini mau ngapain? berilaku dan ini ya mungkin cuman lecet dikit sih Bang. Aduh betul tapi ini masih bisa digunakan lagi Periki. Oh jadi gitu ya teman-teman. Mana coba aku lihat. Hmm betul sekali. Di sini mobil aku sudah berhasil diambil lagi. Ah Baperi Bapak Ei bentar. Sepertinya ada yang aneh di dengan kamu. Kenapa kamu seperti pucat gitu? Waduh benar banget. Baperik lihat ini. Pucat benar kamu Bapak. Manyanya aja sama kayak batu ini. Astaga, betul banget. Ada apa dengan kamu? Hmm, aku juga tidak tahu, Teman-teman. Sepertinya di sini aku tidak memiliki emosi lagi. Aku tidak memiliki emosi marah, sedih, senang, atau yang lain gitu. Aku di sini tidak merasakan apa-apa. Semuanya seperti mati rasa dan hampa. Oh my God. Apa-apaan itu? Eri-gri, berarti sekarang Bapak ini tidak memiliki emosi lagi dong. Waduh, ini gawat bener cik kok. E e terus gimana ini? Apa yang harus kita lakuin? Huh, gimana kalau kita coba hancurin mobil ini aja, Tiko. Oh my God. Hancurin mobil. E nanti Bak Feri bisa marah kepada kita lagi. Gimana? Nanti kecew sama kita. Waduh, tenang aja. Dia katanya enggak punya ekspresi di sini. Kita uji tes dulu. Hmm, boleh juga ya. Mm. E, Bapak, Bapari, gimana kalau aku hancurin mobil kamu? Eh, hancurin mobil aku, mobil ini ya? Hmm. Coba kamu hancurin. Ee, gimana kalau kita langsung hancurin aja, Kri? Ayo, let’s go. Let’s go. Kita hancurin. Let’s go. Let’s go. Kita hancurin nih. Oke. Oke. Ini dia. Kita hancurin mobilnya. Rusak, rusak kamu mobil kita rusakin. Wah, lihat. Bentar-bentar. Kita harus bersiap Fik marah ini. Aduh, iya betul banget. Maafkan aku. Ee, maksudnya apa ini? Ee tidak, mobil aku di sini rusak. Ee sepertinya di sini aku tidak memiliki emosi beneran. Waduh, Cikolit itu datar bener itu, Ciku. Astaga, betul banget Fisah datar sekali. Oh my God, ada yang aneh. Mungkin apa dia tadi terlalu marah, sedih, dan senang. Apakah dari itu tiba-tiba emosinya sekarang tidak ada? Waduh, benar banget sih. K. Heeh. Terus gimana ini biar dia bisa punya emosi lagi? Aduh, aku juga tidak tahu. Aku bingung di sini. Hmm. Aku pun di sini juga tidak tahu. Hah, hari ini terasa sangatlah membosankan sekali. Hmm. Jo, aku jadi ada ide nih. Aduh, ide apaan tuh, Kak Sri? Waduh, gimana kalau kita bawa Bang Feri dulu dan kita bakal ajak dia dari ketinggian terus kita lempar. Kira-kira dia panik atau enggak di sini? Oh, boleh tuh. Boleh. Ah, Kri, aku mau kamu bawa ke mana? Tolong. Mana? Udah, kamu diam aja, Bapak ikutin kita berdua di sini. Ah, iya betul banget. Kamu mau aku jatuhkan ke ketinggian. Oh, ini sangatlah tinggi sekali. Tapi entah kenapa di sini aku tidak merasakan takut. Oh my God. Enggak merasakan takut. Kita lempar aja kah ini Pak. Coba aja lempar. Eh, berua di bawah. Ah, tidak. Aku jatuh dari ketinggian. Ah, di sini aku tidak merasakan apa-apa. Oh my God, sepertinya gagal juga. Kesri lihat Bapak ini juga masih datar dia. Waduh, terus gimana ini? Waduh, ini ada yang aneh. Kesri gimana kalau kita langsung aja bawa ke Pak Profesor? Wah, ayo cepat cepat kita bawa Pak Profesor. Ah, aku mau dibawa ke mana lagi ini? Pak, Pak Profesor, Pak Profesor gawat banget di sini. Bapak Feri tidak memiliki emosi. Coba lihat itu. Wah, halo Feri. Kenapa kamu pucat sekali? Eh, aku di sini tidak tahu kenapa aku pucat. Aku juga bingung. Oh my God, sepertinya ada yang aneh dengan Feri. Sepertinya emosi dia hilang. Kira-kira kenapa bisa emosinya menjadi hilang seperti itu? E, aduh, sebenarnya tadi itu Bapak Erik baru saja membeli mobil mewah. Mobil mahal banget. Tapi aku sama Kri minjam dan tanpa sengaja kita malah masuk air. Mobilnya rusak. Waduh, benar banget. Dan tapi untung saja mobilnya di sini baik-baik aja, Pak Profesor. Nah, betul banget. Tapi sekarang entah kenapa mobilnya sudah rusak. Wah, ini banget kesri Chico. Sepertinya emang benar emosi Fing di sini hilang. Oh my God, Kri berarti benar-benar hilang di sini emosinya. Waduh, terus gimana ini biar kita bisa balikin emosinya lagi? Hm. Bentarbentar, mari. Di sini aku pikirkan dulu. Hmm. Gimana kalau kita langsung aja masuk ke dalam kepalanya Ferix? Kita lihat kira-kira emosinya Feri itu beneran hilang atau tidak. Oh my God, kita masuk ke dalam kepala Bang Feri. Wah, iya betul banget. Gimana? Let’s go. Kita langsung aja masuk di sini. W boleh banget itu. Ah, tapi caranya gimana biar kita bisa masuk ini? Wah, tenang saja. Di sini aku mempunyai ender pearl. Ender pearl khusus untuk masuk ke dalam tubuh seseorang. Uh, jadi ada alatnya gitu seperti ender pearl. Wah, iya betul banget. Oke, aku bakal bagi nanti ender pearl-nya. Wah, ini dia Ender Pearl-nya. Cepat, langsung aja kalian ambil. Uh, ini dia cas aku dapat nih. Aku bagi ke kamu. Waduh, mana mana. Oh, aku juga dapat nih. Ee, Teman-teman, sebenarnya ini apa? Aneh banget. Waduh, ini adalah ender pearl Pak Ferik. Di sini aku Kri dan juga Pak Profesor ingin masuk ke dalam kepala kamu. Oh, jadi gitu. Ben banget Feri, karena kita ingin mengecek. Kira-kira emosimu hilang atau enggak di situ. Wah, iya betul banget, Feri. Oke, kamu duduk di sini dulu ya. Eh, baiklah kalau begitu aku bakal duduk di sini. Heeh. Oke, di sini aku sudah duduk. Oke, let’s go teman-teman. Langsung aja kita masuk ke dalam kepalanya Ferry dalam hitungan 3 2 s. Wow, ini dia. Let’s go. Wah, ini dia kesri Chico. Di sini kita berhasil masuk ke dalam kepala Feri. Benar banget. E, bentar-bentar. Ini apa, Pak Profesor? Seperti ada figura-pigora gini tapi kosong. Oh my God. Betul banget. Dan e kalau dibaca-baca di sini ada marah, bahagia, jiji, sedih, takut, dan terkejut. Wuh, apakah ini adalah emosinya Bang Feri? Wah, iya betul banget. Jadi ini adalah emosinya Ferix. Tapi sayang sekali di sini emosinya hilang semuanya. Pah saja Ferix menjadi seperti itu karena emosinya hilang. Oh my God, emosinya Pak Bab hilang. E terus cara kita balikinnya gimana, Pak Profesor? Ini udah kosong, Nak. Betul banget soalnya gawat sekali kalau emosinya hilang. Di satu sisi lain sebenarnya kita jadi enggak risih sih. Karena kan biasanya Bang Feri marah-marah juga ngeselin banget. Ah, betul. Tapi entah kenapa aku juga kasihan sama Bang Feri. Hmm. Jadi sebenarnya untuk mengembalikan emosinya kalian cukup memancing emosi itu. Misalnya yang pertama jika kalian ingin mengembalikan emosi takut kalian itu harus menakut-nakuti dia dengan cara mungkin kalian harus menjatuhkannya ke dalam lava atau kalian langsung aja nyalakan TNT di dekatnya. Otomatis kalau orang-orang biasanya kan itu bakal takut. Pasti nanti itu bisa berhasil kepada F juga. Wuh. Jadi gitu. Pada intinya kita harus memancingnya. Kita harus memancing emosi-emosi dari Bang Ferix yang ada sebelumnya. Iya betul banget. Wah, gimana kalau kita buat Bang Feri? Takut aja, Chiko. Kalau kita temuin emosi marah, nanti kita bisa kena marah duluan ini. Wow, boleh banget itu. Berarti di sini kita bakal langsung aja temuin takut dulu ya. Dan untuk marah mungkin terakhir aja enggak sih? Nanti aku takut dimarah juga. Nah, benar banget. Aku juga takut dimarahin ni Ciko. Daripada kita dimainin, mending terakhir-terakhir aja itu. Ah, boleh banget. Ya udah kalau begitu, Pak Profesor di sini aku mau nyoba nih. Mau nyoba untuk mengembalikan emosi Bang Feri. Oh, boleh boleh. Ya udah, semoga kalian di sini bisa ya menemukan emosi Ferik lagi. Oke, langsung aja di sini kita keluar. Woh, betul banget. Let’s go. Let’s go. Langsung aja kita keluar. Aku juga udah enggak betah lama-lama. Aku udah keluar duluan, Chiko. Woi, tunggu aku. Aku belum. Ah, tidak, Teman-teman. Pusing sekali. Astaga, di sini kepalaku sangatlah pusing ketika kalian masuk ke dalam kepala aku. Mana tenang aja, Pak. Mungkin bentar lagi kamu bakal punya emosi di sini. Ya udah, pertama-tama kita bakal buat Bapak takut dulu, Ciko. E tapi takutnya dia takut sama apa di sini? Hmm. Gimana kalau kita langsung aja lakukan seperti yang Pak Profesor katakan, kita masukkan ke dalam lava aja. Wuh, ide bagus loh. Sini sini paperik ikut kita berdua di sini. Astaga, aku mau kalian bawa ke mana, Teman-teman? Udah, udah ikutin aja. Aku di sini ingin mengembalikan emosi takut kamu. Benar banget, Bang. Baiklah kalau begitu. Ayo semangat kalian. Aduh. Oh, itu Cik di depan situ udah ada lava tuh. Wah, betul banget. Ayo, ayo, let’s go. Langsung aja kita masukin ke dalam lava. Ah, tidak. Aku mau masuk ke dalam lava. Apa-apaan ini? Uhuh. Ayo kita langsung aja lempar Bang Feri ke lava nih. Wah betul banget. Cepat lempar-lempar. E tidak lava. Kelihatannya ini sangatlah panas sekali. Wah udah tenang aja. Kamu pasti bakal aman di sini. Kamu bakal punya emosi. Eh coba kita lihat. Ee tidak panas panas. W lihat itu. Tapi ketakutan kah ini? Aduh, aku juga tidak tahu. Tapi entah kenapa takutnya itu seperti enggak takut kayak biasanya. Lihat dia masih datar. Banget ini masih datar ciku. Eh, bentar bentar bentar. Terus kita harus ngapain lagi nih? Biar dia panik. Aduh kita angkat ini udah gosong mah peri. Ah, tidak gosong panas. Oh my god. Lihat ini panas banget. Pas aku angkat. Aduh, cepat-cepat masukin air siko. Aduh udah udah udah enggak ini udah enggak gosong lagi. Hm. Kri gimana kalau kita coba? Cara yang kedua yaitu adalah kita coba ledakan TNT di dekat Bang Feri. Uh, itu ide bagus. Gimana kalau kita cari tempat yang luas sih kok? Karena kalau di rumah kita bisa hancur rumahnya nih. Ha. Oke oke oke. Let’s go. Kita cari. Hmm. Di sini aja enggak sih? Oke oke. Di sini udah jauh dari perumahan nih. Oke. Bapak kamu di situ. Eh iya aku di sini. Oke di sini aku bakal langsung aja meledakkan TND di dekatmu. Kamu jangan lari ya. Oke oke aku enggak bakal lari. Wah ini dia Bapak Ri gantinya. Apakah di sini kamu sudah siap aku ledakan? Wah, di sini aku udah siap. Wah, ya udah kalau begitu di sini aku bakal nyalakan. Wah, baiklah. Cepat. Cepat-cepat nyalakan, Ciko. Cepat nyalakan. Oke, ini dia. Wah, Guys. Tapi di sini sebelum kita lanjut, alangkah baiknya kalian klik tombol like dan juga subscribe dulu ya, Guys, ya. Bantu kami, Guys, agar di sini Bang Ferik bisa kembali lagi emosinya. Nah, benar banget tuh. Bantu poliitin dan subscribe yang banyak biar Bang Fedik bisa merasa takut. Wah. Betul banget tuh, Guys. Buruan kalian klik tombol like dan juga subscribe sekarang juga. Hore. Astaga, itu membosankan sekali, Bang Feri. Astaga, betul banget. Jadi kalau begitu di sini aku bakal langsung aja nyalakan. Lari, Kak. Lari. Ah, tidak. Ah, tidak. Kamu dengar itu sepertinya tadi Bapak berteriak. Waduh, apakah kita berhasil di sini? Aduh, aku enggak tahu juga. Tapi malah meninggoy. Wah, tidak. E, kenapa ini dengan aku? Oh my God. Eh, kira-kira berhasil enggak ya, Baki. Bentar-bentar. Itu apa? Ada ungu-ungu, Kesri. Eh, ungu itu bukannya emosi takutnya Bang Feri, ya? Waduh, benar banget Ciko. Itu tadi yang ada di ungu-ungu itu tulisannya takut. Wah, betul banget. Ya udah, kalau begitu langsung langsung aja masuk ke dalam kapal Pak Baberi. Apakah aku bakal masuk Pak Feri? Oh, baiklah kalau begitu. Oke, langsung aja kita masuk. Oke, ini dia Kri kita berhasil masuk. Langsung aja kita pasang di sini. Huh, berhasil nih. E, kira-kira Bab langsung punya rasa takut enggak nih? Aduh, enggak tahu juga ya. Kita bakal lihat nanti. Let’s go, langsung aja kita keluar. Enggak usah lama-lama. E, e, e, bentar-bentar. Kenapa ini dengan tubuhku? Ah, tidak, aku takut. Oh my God. Itu C kok dia jadi penakut di situ? Astaga. Iya, betul banget. Oh my God. Sepertinya kita berhasil mengembalikan emosi takutnya Bang Feri. Eh, Bang Ferik, aku mau ngetes di sini. Coba lihat ini. Wah, tidak. Aku takut banget. Astaga, apa ini? Ini adalah zombie gurun atau khas? Pergi-pgi kamu. Aku sangat takut sekali. Bantu kita cik di sini. Bapaku udah ketakutan nih. Astaga betul. Sepertinya di sini kita berhasil kezri. Wah, benar banget kita berhasil nih. Ah, tidak tidak. Aku takut banget dengan ini. Di sini aku sangatlah sekarat. Astaga, makhluk apa itu? Wuh, akhirnya kita berhasil. Hm. Gimana kalau selanjutnya di sini kita buat emosi senang Bang Feri itu kembali. Huh, benar banget sih kok emosi senangnya di sini. Ah, gimana kalau kita kasih aja diamond yang banyak karena Pak suka diamond di sini. Wah, betul banget. Kebetulan di sini aku juga bawa banyak diamond. Ini dia, Pak, cepat-cepat langsung aja kamu ambil. Astaga diamond. W diamond. Oh, diamond ini sangat banyak sekali. Aku suka. Oh, lihat itu. Sepertinya emosinya mulai kepancing. Tapi sepertinya belum meledak. Itu emosi senangnya. Hmm. Bentar s aku ada ide nih. Kamu tunggu sini dulu. Astaga, mau kamu mau ke mana, Kesri? Ah, udah tunggu aja nih. Aku mau ngambil sesuatu. Astaga mau ngambil apa itu? Aneh sekali aja. Aku juga tidak tahu. Tapi kita nunggu aja Bapak Erik di sini. Oh, baiklah kalau begitu aku bakal tunggu. Woi, Teman-teman. Nging. Wih, lihat ini ada mobil baru. Oh my God. Apa itu? Mobil baru keren banget. Oh my God, mobil baru. E, bentarbentar, apa jangan-jangan mobil ini punya aku, Kesri? Nah, benar banget, Papi. Mobil ini punya kamu di sini. Astaga. Ye, ini mobil aku. Brom brom. Wih, keren banget mobil baru. Ciko, Ciko. Tapi lihat ini, di sini ada sesuatu yang muncul. Astaga. Iya, betul banget muncul. Sepertinya ini adalah emosi senangnya Bang Perry. Wah, benar banget tuh. Wah, gimana kalau kita langsung aja masuk lagi ke dalam kepala Beri? Ayo, let’s go masuk. Oke, akhirnya kita berhasil untuk masuk lagi. Let’s go. Kita bakal pasang bahagia itu di sini. Yeay, berhasil. Nah, benar banget. Selanjutnya kita bakal cari yang mana, Jiko? Hm, ada marah, jiji sedih, sama terkejut. Oke, berarti gimana kalau kita coba terkejut dulu aja, habis itu jijik e atau sedih dulu ya? Nah, habis sedih jijik, habis jijik marah. Marah yang terakhir. Nah, benar banget tuh. Gimana? Langsung aja kita keluar nih. Oh betul betul. Let’s go. Oke ini dia guysnya kita berhasil keluar juga. Dan sekarang Bapak Fiik memiliki dua emosi yaitu adalah emosi bahagia dan juga emosi takut. Wuh gimana kalau kita sekarang membuat Bang Ferix terkejut sih kok? Pasti itu mudah benar kalau terkejut. Oh my God. Tapi aku gak tahu caranya gimana. Kamu tahu enggak Kri? Aku tahu Ciko. Bak Feri kamu ngadap ke mobil dulu. E aku hadap ke mobil. Ee baiklah, di sini aku bakal menghadap ke mobil. Waduh, Jiko. Langsung aja kita mulai nih. Kamu pancet yang ini dan aku nanti pencet yang satunya. Oh, betulbul. Okelah kalau begitu. Wah, Pak Bapari cepat kamu berbali. Ee, tadi aku melihat sesuatu seperti hmm ini aneh banget. Ini apa maksudnya? Nah, kita bakal pencet dulu nih, Bapik. Dan ini bakalan kejutan nanti bakal muncul hadiah di sini. Nah, iya betul banget. E sebenarnya bukan hadiah si Kri melainkan ini adalah membuat kaget Pak Feri biar emosinya keluar nanti. Benar banget. Ini adalah prank kita selanjutnya Chiko. Oke. Oke. Langsung aja di sini kita nyalakan. E e bentar bentar bentar. Ah aku kaget banget. Suara apa itu? Seperti ada suara Creeper. Tapi mana Creepernya? Ah. Ah. Aku kaget ada suara naga besar banget. Wow. Kasiri sepertinya udah berhasil tuh. Oh my God. Nanti kalau lihat di sini ada warna orange nih. Ini jangan-jangan emosi terkejutnya. Betul banget. E, gimana kalau kita coba lanjut aja, Kesri? Nanti masangnya terakhir aja. Nah, benar banget. Gimana kalau kita memberikan emosi sedih sekarang, Chiko? Oh, betul banget. E, tapi emosi sedih gimana? Aku masih bingung ini. Coba kamu lagi aja, Kri. Hmm, tenang aja di sini. Aku memiliki kisah sedih. Jadi seperti ini, Bapakik. Pada zaman dahulu ada seekor anak kucing. Dia memiliki induk dan anak kucing itu astaga dia kasihan benar kelaparan dan dia hidup di pinggir jalan di tempat sampah. Dan induknya akhirnya mencari makanan. Ketika mencari makanan tiba-tiba di situ ada truk dan induknya ditabrak. Kasihan benar anak kucing itu. Akhirnya anak kucing itu meninggal dan dia mati kelaparan. Astaga kasihan sama. Oh my god. Itu sangatlah menyedihkan sekali ceritanya. lagi di situ anak kucing itu tinggal sisa tulang doang. Oh my God. Aku jadi kasihan dengan anak kucing itu dan juga induknya. Itu adalah cerita yang sangat sedih sekali. Wuh, lihat ini casri emosinya Bang Feri yang sedih udah muncul. Waduh, benar banget sih. E berarti di sini kurang emosi apa nih? Kurang jijik sama marah doang. Ah, betul banget. Oh, aku punya ide. Kalau jijik. Oke, di sini aku bakal langsung aja taruh di sini. Oke, ini dia baperi. Itu menjingat sekali. Astaga ini jiji banget. Ulat bulu. Betul banget. Kamu mau lagi kan? Ni aku bakal kasih banyak jining. Ulat bulu jijik banget. Aku merinding. Merinding banget aku, Guys. Tapi cikok berhasil itu. Wah, betul banget yang berhasil. Waduh, lihat itu ada kristal warna hijau tuh. Wah, betul banget, Mas. Itu emosinya. Yeay. Berarti kita tinggal satu lagi nih, KT, yaitu adalah emosi marah. Hm. Tapi aku gak punya kamu ada ide? Mana emosi marahnya tuh? E, bentar, bentar, bentarri, aku mau nanya sesuatu. Nah, tadi mobil mewah itu kamu dapat dari mana? Eh, sebenarnya rumah Bang Fik jual di situ. Oh my God. Kamu jual terus kamu beli mobil mewah itu K sebagai gantinya. E, benar juga sih, Cikok. Gimana lagi biar Bapakik bisa senang? Oh my God. Jadi mobil mewah ini adalah hasil kamu menjual rumah aku. Kesri. Apa-apaan ini? Dasar kamu itu berhasil. Oh my God. Dia marah itu. Oh tidak. Di sini aku sangatlah marah. Wah. Wow. Lihat itu kesri. Sepertinya kristalnya sudah muncul. Yeay. Kita berhasil sudah mendapatkan semua emosinya Bang Ferix di sini. Nah, benar-benar gimana? Langsung aja kita pasang Chiko betul-betul langsung kita masuk. Oke guys, ini airnya di sini kita bisa masuk. Oke langsung aja kita pasang yang pertama terkejut. Nah, habis itu sedih di sini. Oke, lalu jiji. Oke, ini dia. Dan yang terakhir marah. Nah, oke sudah udah lengkap emosinya Bang Fi. Nah, benar banget. Harusnya Bang Feliku udah kembali normal ini. Ah, betul-betul. Let’s go. Langsung aja kita keluar. Kita lihat. E, bentarbentar. Kenapa ini? Ah, ah, ah, tidak. Aku takut. E aku kaget. Ah. Aku sangatlah senang sekali. E iya. Aku jinjik di sini. Di sini aku sangatlah sedih dan entah kenapa aku parah. Oh my god. Lihat itu kenry. Sepertinya warna bapar sudah kembali lagi. Waduh benar banget. Akhirnya bap kembali normal. E tapi tapi di sini kita punya satu masalah Ciko. Oh my God. Apa itu masalahnya? Eh, terus mobil ini sama rumah Bang Feri gimana? Wah, iya betul banget itu mobilnya. Kenapa kamu menjual rumahku Kesri untuk membeli mobil ini? Dasar kamu di sini sudah menghancurkan mobilku yang satunya dan hah di sini aku sangat parah. Ah, rasakan lari. Aduh, lari gawat banget. Hah, dasar aku sangat marah sekali kepada kalian. Jangan kabur kalian. Woi, lari. Astaga. Lari-lari kabur. Waduh, parah benar kalian berdua. Kalian malah menjual rumah aku dan sekarang aku tinggal di mana? Kamu bisa tinggal di mobil? Tidur di mobil, Bang Feri. Ah, betul juga tuh. Enak aja di mobil itu sempit tahu. Dasar rasakan ini aku tanam. Aduh, tidak lagaki. Dan oke, Guys. Jadi, itu dia untuk video kali ini. Terima kasih buat kalian yang sudah nonton sampai akhir ya, guys, ya. Oh ya, Guys, jangan lupa klik tombol like juga subscribe dan nantikan video kita selanjutnya. Video yang sangat seru pastinya. Oke, see you next video, guys. Bye by. by

AKU TIDAK MEMILIKI EMOSI DI MINECRAFT!!

Bantu Ferix dengan cara Subscribe dan Like
https://www.youtube.com/channel/UC0h-iwNnnnUr6PxrkmPtqmA

#Ferix #minecraft #minecraftindonesia

IKUTI JUGA :
▶IG : https://www.instagram.com/fearless_frx?igsh=Y3VsNGx5bnZuZ3Bn
▶Tiktok : https://www.tiktok.com/@ferixxmc?_t=8lK2JkzwgMK&_r=1
▶Email : ferixxmc@gmail.com