JANGAN SAMPE NENEK ini BANGUN dari TIDURNYA. – Stasiun Kalimedi Agung: No Way Home

Permisi, Mbak. Saya mau beli tiket pulang ke Bogor, tapi saya enggak punya uang. Mana ini udah malam banget. Maaf, Mas. Tapi keretanya udah enggak ada jam segini. Gini aja, malam ini Mas nginp di rumah saya aja, ya. Oh, gitu ya, Mbak. Saya enggak apa-apa sih kalau Mbaknya enggak keberatan. Enggak apa-apa, Mas. Saya enggak keberatan kok. Makasih banyak ya, Mbak. Aduh, gak bisa tidur gua. Si Mbak tidurnya pules banget. Jadi, selamat datang, Guys, di perjalanan keempat Arif dan Agung. Kali ini di stasiun Kalimedi Agung No Way Home. Udah kayak Spider-Man No Way Home, Guys. Tapi kali ini bedanya Agung ya. Di mana terakhir kali Agung itu udah menjadi pengendali kereta, Guys, ya. Dia terpisah dengan homoannya Arif. Maksudnya temannya Arif. Si Agung naik kereta untuk ke stasiun, Guys. Tapi naik keretanya juga di atas kereta. Jadi tanpa banyak basa-basi, kita hapus iklan dulu. Karena Billy tidak suka iklan. Tapi Billy suka kasih kalian iklan. Oke, sudah dihapus iklannya. Jadi kita bakal langsung mainkan kita di atas keret. Ah, tolong. Ini kalau gua diam gua mundur, Guys. Jadi kita harus hati-hati ya. Ini gimana cara kita ke sini, Guys? Please. Kalau mau masuk ke dalam lewat mana nih? Kalau masuk ke dalam lewat mana, ya? Ya, lewat jendela. Agung. Oke, kita e lihat ke belakang dulu, Guys. Apa kita kita gak bisa lompat lagi, Guys? Jadi mungkin kita akan ikutin kereta ini aja, Guys. Huh, kali ini kita punya inventory, ya. Kita bakal mendapatkan barang-barang, kunci kepala stasiun, kunci gudang, dan lain-lain, Guys. Mungkin coba kita ke depan. Cihuy. Ini pun keretanya namanya kereta cihuy, Guys. Oke, coba kita turun ke bawah, ya. Oh, enggak bisa, Guys. Jadi, kita ke depan aja. Jadi biar aman, Guys. Soalnya kita belum dapat kayak bulatan-buletan itu lagi sih, Guys. Eh, awas jatuh, ya. Eh, mati karena masuk ke sela-sela kereta. Mohon maaf, Guys. Kayaknya kita harus jalan ke belakang, Guys. Karena tadi gua udah gak dapat yang bunder-bunder warna putih itu, ya. Loh, di belakang juga gak ada. Oh, itu ada. Hampir aja, Guys. Oke, kita pencet. Gimana caranya gua masuk, Guys? Tadi giliran gue yang masuk sendiri ke sela-sela mati ya. Ya, mungkin ada caranya sendiri, Guys. Jadi, ini adalah kereta cihuy cihuy. Jadi ini siluman buaya putih, Guys, yang baru kita mainin. E mau dihapus iklannya. Loh, kan gua udah hapus iklannya, ya. Banyak error ya, Guys, ternyata di sini ya. Oke, di sini ada bapak-bapak. Kayaknya gua kayak pernah lihat bapak-bapak ini di suatu tempat ya, Guys. Apa dia yang di Desa Meraung ya? Oke, kita coba jalan dulu ke depan. Bang, ini ini kereta, Bang. Bukan wartek, Bang. Kenapa duduknya begitu, Bang? Emang apa sih? Enggak boleh sombong amat. Lalu di sini ada wanita yang lagi main HP. Oh, mungkin dia dia lagi kangen, Guys, sama anaknya. Jadi dia ngelihatin anaknya. Ini bapak-bapak yang mirip juga sama tadi, ya. Kamu punya kembaran, ya, Pak, ya. Ini juga duduknya kayak di wartek, ya. Seru, ya ngelihatin pemandangan gitu. Oh, ini ada dua ini, Guys. Ada dua quest. Mungkin kita coba ke depan dulu. Wow, banyak kursi kosong. Wow, banyak kursi kosong. Bebas nih mau duduk di mana aja. Jadi bebas nih mau duduk di mana aja. Duh, aku sih inginnya ada yang tidur, Guys. Tapi tidak tidur ya. Matanya kebuka. Dan ini ada siapa ini? Gua gak tahu, ya. Jawa, Jawa, Jawa, Jawa. Oke, kalau gitu kita duduk di sebelah sini, Guys. Yang belum nunjukin tiket, tolong disiapkan tiketnya. Eh, tiket tiket. Ah, saya entar gua sogok aja, Guys. Rp50.000. R000. Ya, kita pura-pura enggak tahu aja, Guys. Kita jadi artinya kalau enggak punya tiket itu mati artinya. Oke, Guys. Mulai sekarang hati-hati kalau kalian naik kereta, ya. Kalau kalian enggak punya tiket nanti kalian mati, guys. Oh no. Eh, Bang, Bang, bagi tiket, Bang. Oh no, Guys. Kita harus mencari tiket. Oh, kita kabur, Guys. Kabur ke lorong selanjutnya. Sebentar. Oh, kita kabur. Kita tunggu di sini aja, Guys. Mungkin loh ini. B oke kita bisa masuk ke toilet. Iyalah, mending. Iyalah, mending pura-pura boker aja. Moga aja, Kak. Dimtain. Oh, pintar juga, Guys. Ini si Agung ya. Jadi kita game kali ini bakal sering menjadi Agung kayaknya. Penumpang naik tanpa membawa tiket akan diturunkan di stasiun terdekat. Enggak apa-apa. Emang itu tujuan Agung. Yang penting nyampai stasiun aja daripada kita enggak nyampai-nyampe dan di hutan menyeramkan itu ya, Guys. Oke, kalau gitu apa kita bisa keluar sekarang? Hei, jangan ngumpet. Mana tiketnya? Eh, aduh. Di mana ya tiketnya? Aduh, iya. Di mana ya? Aduh. Sebentar, sebentar, sebentar, Pak. Sebentar, sebentar. Ayo, jangan pura-pura. Tunjukkan tiketnya. Atau kalau tidak, kamu harus turun dari kereta. Naik dari mana kamu tadi? Anu dari jembatan, Guys. Halo. Naik naik dari jembatan. Ya bener sih, Guys. Kita lompat, ya. Mungkin Bapak ini sampai bingung, Guys, sama kita, ya. Dia enggak percaya kayaknya kita naik jembatan, Guys. Oke, kita diturunkan di stasiun Kalim. Kamu tidak punya tiket sesuai peraturan kamu harus turun di sini. Baik, Pak. Tapi, Pak, ini di mana, Pak? Saya nanti naik apa pulangnya? Iya, Pak. Minta ongkos lah, Pak. Saya ya. Salah siapa naik kereta tanpa bawa tiket? Aduh, Bapak masa Bapak Rp50.000 aja enggak gua kaget, Guys. Tiba-tiba ada muka si Agung ya. Ih, Agung. Gua korek juga nih tompelnya telolet. Tompel kel. Ngomong-ngomong aduh ngomong-ngomong tompelnya Agung makin gede ya, Guys. Ya, kita coba jalan ke sini dulu, Guys. Aduh, belum apa-apa ada Mbak Dini, Guys. Ini mana keretanya menyeramkan lagi? Gua harus ngapain sih? Hampir ketabrak kereta, Guys. Stasunnya mati lampu. Aduh, ngapain sih? Gelap banget sih. Ini stasiun mati lampu apa? Oke, sebentar, Guys. Eh, ini apa, ya? Jelajah seluruh tempat sebelum kamu menyentuh apapun. Baik, jangan menyentuh apapun, Guys, ya. Sebagian pintu rusak, hanya bisa dibuka dari dalam. Oh, gitu. Jadi, kita gak bisa sembarangan masuk. Kita juga jangan menyentuh mbak-mbak ini, Guys. Bahaya soalnya, ya. Oke, kita ke sebelah sini. Semua ini jelas gara-gara Arif. Gara-gara Arif semuanya ini kalau mereka desa Meraung sialan itu kalau enggak ada mereka gue bakalan ada di sini. Benar. Kalau enggak ada mereka gua pasti lagi leha-leha aja ini di rumah. Oke kita coba ambil ee catatan dulu, Guys. Di sini kamu perlu kunci inggris untuk masuk ke sini lewat lubang udara. Kunci inggris. Oke, berarti kita harus mencari kunci inggris, Guys. Ini ngomong-ngomong tempatnya luas banget ya. Mungkin kita harus benar-benar keliling, Guys. Gua enggak perlu koin-koin. Cihuy. Soalnya gua udah beli koin 5.000, Guys, untuk menghilangkan iklan, ya. Jadi, amanlah, Guys. Oke. Ee ini ada pom bensin, Guys. Bukan Pertamina, ya. kayaknya sih Vivo, Guys. Kalau kalian tahu pom bensin yang warnanya biru dan merah itu Vivo, Guys. Oke, di sini ada catatan lagi. Jerigen harusnya ada di gudang stasiun. Jerigen tuh apa, ya? Jerigen itu kayaknya kayak tempat buat ngisi bensin deh, Guys, yang kotak kecil itu ya. Oke, di sini enggak ada apa-apa. Jadi, kita bakal e lanjut ke rumah-rumah sebelah sini, Guys. Gua gak tahu ini rumah penduduk kah? Tapi aneh banget kalau ada rumah penduduk di dekat stasiun. Enak banget, Guys. Mereka ya, kalau mau pergi tinggal ngesot aja, tinggal jalan. Kita coba ke rumah ini, Guys. Kayak istana presiden, ya, warna putih, ya. Rumah Jokowi kah? Hidup Jokowi. Halo. Oke, enggak ada apa-apa, Guys, di sini. Dan di sini ada rumah Padang. Wah, restoran Padang kah, Guys. Coba kalian tulis di komentar kalau kalian biasa paling suka nasi Padang itu lauknya apa, Guys? Kalau gua ayam pop, ayam panggang, dan tunjang atau kikil itu udah luar biasa ya, Guys. Oke, di sini ada motor loh. Ada kunci. Kamu telah menemukan kunci kepala stasiun. Kunci kepala stasiun. Kasihan banget, Guys. Ada yang kecelakaan. Aku suka darah. Tapi ini bukan kayak manusia deh. Ini kayak zombie, Guys. Ambil dulu catatan. Staff kepala stasiun ini tertabrak mobil. Oh. Oh. Jadi dia kepala stasiun lagi naik kereta. Heh heh heh heh heh heh. Mau kerja ditabrak mobil dan enggak ada yang ngebantuin, Guys. Berarti ini benar-benar stasiun yang sus ya. Enggak ada orang gelap mati lampu. Di sini ada tempat apa ini? dealer mobil kah atau bengkel? Mungkin kita bisa dapat kunci inggris, Guys. Mungkin dari tempat ini ya. Coba kita kelilingin dulu tempat ini. Apakah ada? Halo. Oke, enggak ada, Guys. Jadi, mungkin kita akan ke stasiun dulu dan membuka sesuatu dengan kunci kepala stasiun ini, Guys. Sini juga ada rumah nih. Rumah apa nih? Bisa dibuka kah? Gak bisa, Guys. Ini juga rumah. Uh, ada sesuatu di situ. Apa itu? Kamu telah menemukan kunci masinis. Oke, berarti kita kayaknya harus naik kereta kalau kayak gitu, Guys. Oke, sekarang kita sudah explore eh tempat-tempat di Kalimedi ini. Oh, itu kan bener kan tuh rumah makan Padang. Padang restoran. Oke, coba kita buka pintu ini. Bisakah? Oh, pintu ini tidak bisa dibuka. Kunci kepala stasiun. Oke, enggak bisa, Guys. Kita explore dulu, Guys, di sini. Ada loket. Semua tiket habis. Hah? Mereka enggak jual, Guys. Mereka enggak jual tiket. Huh. Neng. Neng Gelis kenapa nangis, Neng? Perasaan tadi Neng Gelis ada di luar deh. Lagi nongkrong. Kok tiba-tiba Neng ada di dalam sini? Neng. Neng, Neng, jangan nangis. Dia gak suka didekatin, Guys. Neng, udah jangan nangis mulu. Heran ini si Eneng nangis mulu, Neng. Saya lagi nyari barang di sini, Neng. Neng baik-baik ya di situ ya, Nang ning nang ning neng Ning. Benar-benar ya, Guys. Padahal gua enggak menyentuh gitu. Gua belum nyentuh loh, Neng. Megang aja enggak. Udahlah, Neng. Apa gua harus keluar dari sini, ya, Guys? Di sini benar-benar gak ada barang sih. Kayaknya kita harus kabur aja, gak sih? Keluar aja ya. Gua lebih suka di luar sini. Dan ada lagi, Guys, di sini. Mungkin kita masuk lagi. Apa sih, Neng? Kok kamu ada di dalam lagi? Oke, coba cek tong sampah apakah ada sesuatu, Guys. Ini aneh banget sih, Guys. Gua gak ngerti si Neng ini maunya. Ah. Loh loh loh loh nengnya ada di situ tiba-tiba Mbak Dini. Oke, kita mending kabur, Guys. Coba cari ruangan lain, ya. Coba kita masuk ke sini bisa enggak? Pintu ini tidak bisa dibuka. Baik, enggak apa-apa. Gggak apa-apa. Oh, ada zombie. Ah, pintu ini tidak bisa dibuka. Ini apa? Pintu apa ini? Oke. Oke, gua bisa masuk sini, Guys. Alhamdulillah. Ya ampun, Guys. Di luar ada zombie. Oke, di sini ruangan kayak ruangan kepala masinis juga, kepala stasiun. Kunci gudang ketinggalan di ruang penjualan tiket. Oh no. Jadi, kita harus ke ruang penjualan tiket untuk mendapatkan kunci gudang. Kunci gudang itu di sini kah? Ini apa ini? Uh, bau apa ini? Bau apa ini? Mati gua. Gak bisa bernafas gua kalau kayak gini. Ih, banyak mutil badan-badan orang. Apa ini? Pantat. Gigi tengkorak ada yang ngejar kita kah, Guys. Si Agung mau muntah, Guys. Kasihan. Kita cuma punya waktu 37 detik untuk kabur dari sini, Guys. Sabar, sabar, Gung. Loh. Oh, kayaknya kita salah, Guys. Kita malah turun di sini lagi. Oke, Guys. Kita naik lagi. Soalnya tadi kita salah jalan. Mati gua. Jadi, ruangan ventilasi-ventilasi ini tuh mengarah ke ruangan-ruangan yang gak bisa dibuka dari luar, Guys. Jadi, mau enggak mau, Guys, kita harus ee menelusuri satu-satu ya. Kita di rumah sakit. Jangan dekat-dekat, Mbak. Dini, apa ini maksudnya? Oke, di sini ada catatan. Kita baca dulu. Masker biasanya ada di sini, tapi kamu perlu nemuin semua tiga kunci. Kunci apa, by the way, dari tadi ini enggak ada kunci. Oke, kita coba keluar dulu, Guys. Lewat sini. Loh, ini mah balik lagi. Aduh, jangan bilang ada zombie. Wala we, Guys. Ada zombie lagi. Itu zombie saha sih, Mang? Udah, Mang. Jangan ngejar saya mulu Mang. Aduh, bentar guys, kita balik lagi salah jalan lagi. Oke, tadi kita sudah ke rumah sakit, sekarang kita coba ventilasi. Oh, di sini catatan lagi. Oh, ini mah yang tadi. Oke. Uh, di bawah apa? Kita coba ruangan ventilasi yang depanas ini. Ini tuh kayak kepala orang tengkorak, tapi gede banget, Guys. Ini kakinya, Yo. Ini bukan bagian tuh tangannya gede banget. Ini bukan bagian kepala manusia biasa sih, Guys. Ini kayak bagian kepala gua gak tahu monster kah? Aduh. Kiri kanan ada. Coba di sini, Guys. Yang ini, Guys. Tunggu sejenak, ya. Elah, Guys. Kita kembali lagi ke sini. Ya, adik-adik, ini game membingungkan banget gitu loh. Aduh, ada zombie lagi di situ. Ada Mbak Dini di sini. Ih, cerik bae. Cerik dia nangis bae. E, cerik itu artinya nangis, Guys. Dalam bahasa Sunda, ya. Oke. Oke, kita coba ke sebelah sini, Guys. Di sini ada catatan besar tumben nih. Kamu perlu masker untuk bernafas lebih enak. Oh, begitu. Jadi kita pertama harus cari masker dulu, Guys. Tapi masalahnya maskernya di mana? Coba kita ke sebelah sini, Guys. Apa ini? Buset, itu kaki gede. Oke, coba ke sebelah sini. Tunggu sejenak. Nah, ini ruangan baru nih, Guys. Apa itu? Ada sesuatu yang tersembunyi di situ. Kamu telah menemukan kunci gudang. Nice, kita udah dapat kunci gudang. Eh, kayaknya udah enggak ada apa-apa lagi, Guys. Di sini ini kayak ruangan monitor, ya. Nah, saatnya kita mencari. Heh, wih, apa itu? Kuyang. Astaga, ah, ada pocong juga. Kunci gudang, pembatalan tiket masuk dulu. Aduh, ada kamu lagi. Kita harus ke gudang dulu, Guys. Ke gudang, ya. Keluar. Kalau keluar ada mereka enggak? Aduh, pocong-pocongnya banyak ya, Guys. Aduh, matilah gua. Pelayanan pelanggan. Jangan. Ah, ada zombie juga. Gudangnya di mana? Toilet pria, toilet wanita. Bang, tolong, Bang. Jangan, Bang. Gudang itu gudang. Ah, alhamdulillah. Gudang. gameennya gua takut, Guys. Soalnya hantunya bukan cuma sebiji ya, sek. Oh my God, Guys. Ada di dalam, guys, kuyangnya, Guys. Itu ada HP ada HP. Ambil. Eh eh lu gila ya, Guys. Inilah penampakan. Wow. Wah, benar-benar game dakjal, Guys. Kalau ada kuyang, gimana cara gua ngelewatinnya? Gila. Ambil HP, Guys. Ini gua mati sih, guys. Guys, ini gua fix mati sih. Ah, zombie. Malah mereka ketawa-ketawa lagi, Guys. Ambil HP-nya dongo, Billy. Aduh, mampus gua. Mampus gua guys. Mampus gua guys. Mampus gua guys. Aduh mbak di ini loh loh loh guys tembus pandang guys. Di luar nalar guys. Gua gak bisa ambil HP guys. Oke ambil HP. Kamu telah menemukan HP. Oke, gua udah menemukan HP dan saatnya gua keluar ya. Nah, terus kalau uh ei apa ini? Kepala stasiun tahu kuncinya di mana? Kepala stasiun. Wah, kepala stasiun. Itu kan kepala stasiun. Oke, kita ke sini, Guys. Aduh, ini kita sambil dikejar-kejar gila. Oh, kita harus masuk kereta kah? Ternyata kuncinya tidak berfungsi. Kamu perlu linggis nenek. Hmm. Linggis nenek enggak tuh? Ini lokomotif bisa jalan? Aduh, ini lokomotif bisa jalan gak, ya? kali ya. Bisa gua naikin kali ya. Lokomotif apa ya ngomong-ngomong ya lokomotif ya? Aduh guys, ini gua dikejar semuanya guys. Gimana ngelewatinnya? Untung larinya Agung secepat kilat jadi engak bisa ditangkap. Sebentar Guys. Gua harus berpikir guys. Kunci masinis, kunci gudang, kunci kepala stasiun, kunci masinis. Kita harus mencari linggis nenek, Guys. Linggis baba. Aduh. Aduh. Du pocong semuanya deh. Capek banget, Guys, ngejarin gua semuanya, Guys. Toilet pria apa coba? Kita ke toilet pria bisa enggak? Kuncinya tidak bisa dibuka. Ya udah, kita ke toilet wanita. Enggak bisa juga ke toilet waria sekar sekalian ya. Oke, ini gudang, Guys. Kita gak bisa ke gudang. Oke, kita ke lokomotif sebelah sini lagi sambil ngebaca catatan dengan cepat, Guys. Kau pasti e kunci pasti ada di sekitar bangunan atau dekat tiang bendera. Oke, kita harus mencari tiang bendera. Jelajahi seluruh tempat sebelum kamu menyentuh apapun. Aduh. Aduh, tiang bendera. Cintai benderamu. Minum bendera tiap hari. Gua ngomong apa? Gua gak tahu, Guys. Karena gua sambil dikejar. Ya, kita harus mencari tiang bendera. Eh, ini udah mau udah mau pagi loh. Udah bakal mau ada matahari loh. Mending kalian pergi jauh-jauh ya. Oke, guys. Kita ke tiang bendera. Oh, ini tiang bendera. Mana tiang bendera? Hah? Mana? Katanya ada di tiang bendera. Penipu. Penipu. Aduh, Guys. Enggak ada, Guys, kuncinya atau apapun itu di sekitaran tiang bendera cenah. Ini pintu apa ini? Ini gudang ya? Gudang ya? Pakai gudang dulu. Kita kan udah menemukan HP, Guys. Ini udah enggak ada apa-apa lagi di sini, ya? Wah. Oke, keluar. Keluar. Keluar. Keluar. Keluar dulu. Keluar. Wah, semuanya nungguin gua di luar, Guys. Naik kereta. Kamu perlu linggis nenek. Wah, benar-bener ye. Masalahnya linggis nenek di mana? Kocak. Aku butuh linggis nenek. Coba kita ke gorong-gorong lagi, Guys. Oke, kita keegorong-gorong lagi, ya. Coba kita cari masker. Cari masker. Oke, coba kita cari masker. Uh, bawa apa ini? Oh, iya. Mati gua. Sekarang kita bisa, Guys. Kita kan ah menemukan tiga kunci. Nah, kita saatnya ke rumah sakit. Nah. Nah, di sini nih kunci ini nih. Ha, di mana ya maskernya ya? Nih masker biasanya ada di sini, tapi kamu perlu nemuin semua tiga kunci. Aku sudah menemukan tiga kunci. Lalu apa yang harus aku lakukan? Merobek celana seperti ini. Masuk sini kah, Guys? Mbak Dini boleh minta masker enggak, Mbak Dini? Oh, ini kah ada sesuatu yang menyala, Guys. Kamu telah menemukan masker. Alhamdulillah, Guys. Saatnya kita keluar. Nah, kita naik lagi, Guys, ke gorong-gorong. Aduh, masuk. Oke, hampir, hampir aja, Guys. Bertubrukan, bercipokan dengan pocong. Oke, kan gua udah pakai masker, ya. Kan gua udah pakai masker, ya. Oke, kita ke sini dulu, Guys. Kita ke gorong-gorong sebelah sana ya. Karena kita udah punya masker. Gua pikir dengan punya masker loh, salah salah salah. Gua pikir dengan punya masker bakal gak ada waktunya lagi. Ternyata mungkin waktunya agak lebih lama sedikit aja, Guys. Nah, kita perlu ke sana, Guys. Harusnya, Guys. Tapi enggak tahu cara ke sana tuh gimana gitu, ya. Ke siniah. Oh, bisa ke sini, Guys. Bisa ke sini. Bisa ke sini. Aduh, ruangannya banyak banget ya. Oh, ini ini cuma bisa dibuka pakai kunci inggris. Oh, jangan jangan jangan ke situ dulu. Jangan ke situ dulu. Satu nol. Oke, gua mengerti, Guys. Gua mengerti, Guys. Jadi, kita harus e ngelewatin yang kipas itu tadi. Sebentar. Jadi, jalannya itu adalah ke sini ya. Lalu, kita ke kanan. Setelah itu kita ke kanan lagi, lalu kita ke kiri. Ih, kaki gede menyeramkan. Nah, baru kita lewat sini, Guys. Sepertinya ini rusak. Waduh. Terus di mana kita bisa dapat kunci I? Kunci linggis, kunci inggris. Nah, ini enggak bisa, Guys. Harus pakai kunci inggris, ya. Nah, mungkin ke sini kah? Sepertinya ini rusak juga. Baik yang ini ruangan lu perkosa aja gua sekalian ambil kunci ambil kuncir guys. Hampir kena. Ah ada pocong. Gua cek dulu, Guys. Gua cek dulu, Guys. Gua cek mereka dulu, Guys. Gua cek dulu. Pocong time. W. Yang ini salah. Salah ruangan, Billy. Kamu salah ruangan. Oke, baru nanti itu bisa dipakai pakai kunci inggris. Oke, nice. Kalian bayangin kalian turun gorong-gorong, tiba-tiba dikepung sama kuyang dan pocong. Udah, pemilih saja aku Mas, dan Mbak. Oke, saatnya kita membuka dengan kunci inggris ajaib. Oke, kita cepat-cepat dulu, Guys. Kita udah punya kunci Inggris. Baik. Oke, kita ke kiri. Setelah itu kita ke kanan. Setelah itu kita ke kanan lagi. Lalu kita ke sini. Harusnya kita bisa buka ventilasi di sebelah sini, Guys. Karena kita udah punya kunci inggris, ya. Nah, ini ini. Nice. Oh my God. Kamu telah menemukan linggis. Ini nenek kanibal, Guys. Nenek di Desa Meraung Kidul. Dia habis makan manusia, makan kaki, makan tengkorak, leher, kaki. Nina bobo. Anjay, ternyata nenek kanibal ini yang nguasai stasiun ini ya. Ternyata nenek kanibal ini yang nguasain stasiun ini. Jadi ini guys bentukan nenek kanibal guys. Coba kalian tulis di komentar kalau kalian e neneknya nenek kanibal ini kalian mau enggak, Guys? Oke, gini, Guys. Kita udah punya kunci linggis. Berarti saatnya sekarang kita harus ke kereta, Guys. Ya, ini gua gak tahu pintu mana yang harus gua keluar, Guys. Sinah. Oke, kita udah sampai di sini. Saatnya kita ke kereta. Kereta, kereta. Ada pocong. Mati gua. Ada nenek kanibal sekarang, Guys. Astaga. Enggak nenek kanibal, enggak pocong, enggak zombie, semuanya aja nafsu sama gue. Oke, kita masuk kereta. Nice, kita udah masuk kereta. Naik kereta api. Tut tut. Siapa hendak turun ke Bandung, Surabaya? Bolehkah aku naik percuma? Ayo kita tinggalkan mereka dan K terkunci. Kamu butuh bahan bakat. Kenapa enggak dari tadi lu bilang gua butuh bahan bakar? Hah? Kenapa sekarang butuh anen kanibalnya tiba-tiba dari situ, Guys. Nek, jangan, Nek. Udahlah, Nek. Aduh, mana larinya kencang, Guys. Gak bisa, Guys. Gua butuh jerikan. Nenek ditabrak kereta. Nenek dajal kagak bisa ditabrak kereta. Kurang ajar lu, nenek. Ya, Guys. Jerigen tadi di mana, ya? Jerigen ya? Oke, kita harus ke stasiun dulu, Guys. Eh, bukan ke stasiun, ke pom bensin dan kita mencari petunjuk Jerigen itu di mana, Guys? Cuma Mbak Dini loh, Guys. Sebenarnya yang baik dan ramah dia tidak mengejar tuh, Guys. Kalian kalau mau jadi cewek harus berkelas seperti Mbak Dini, enggak ngejar-ngejar. Tapi kalian duduk diam dan biarkan pria yang mengejar kalian, Guys. Anjay. Oke, ini ada ada ini ya, bulat-bulat putih. Gua udah gua udah ninggalin Arif dimakan buaya-buaya itu. Iya, tetap aja gu tetap aja gua apes. Apalagi kalau gua nolongin dia. Apalagi kalau gua nolongin dia. Mampus kali. Udah mampus gue sekarang. Oke, kita dapat catatan, Guys, di sini. Jerigen di mana? Jerigen Jerigen harusnya di gudang stasiun. Di gudang. Bagus. Tadi gua ke gudang bukan ada Jerigen, adanya kuyang. Oke, guys. Kalau gitu kita ke gudang dulu ya. Ke gudang. Kita ambil jerigen, ambil bensin langsung cus. Goodbye everybody. Oke, kita ke gudang dulu, Guys. Tapi masalahnya banyak rintangan-rintangan yang harus kita lewati semuanya ya. Karena mereka semua udah nunggu di pagar dan gua udah di sini sekarang dan mereka tidak akan malu untuk Nen kanibal masuk. Mana Jerigen? Mana Jerigen? Mana Jerigen? Gila, enggak ada Jerigen. Oke, kita gocek dulu. Gua cek sini lu, sini lu. Nah, nice, nice, nice. Mana Jerigen? Anjay. Kagak ada Jerigen. Wah, di mana Jerigen-nya? Bukan HP kali. Jerigen Oh my God. Enggak ada Jerigen di sini. Di mana gua? Enggak mungkin sebut de. Ternyata kamu di situ. Kamu mau sembunyi dari Billy Jerigen kamu gak bisa sembunyi dari pilih ya. Woi, kuyang sini lu. Woi. Eh, kuyang merah sini lu. Sini. Enggak sini enggak? Sini cipok sini sini ikutin aku. Oke. Gua cek gocek gocek. Jeri jangan kamu menemukan jerigan. Oke, ambil bensin. Bensin. Aku ingin mencium bau bensin sekarang. Betapa senangnya gua, Guys, ketemu Jerryen. Walaupun jalannya agak jauh, tapi tidak apa-apa. Ya, sini pocong. Yuk, semuanya sini yuk. Ikutin aku yuk. Emangnya aku takut sama kalian? Enggak. Enggak takut. Kalian bau semuanya ya. Kalian busuk ya. Kalian korengan semuanya. Diam. Kamu telah menemukan bahan bakar ajaib. Nice. Oke, akhirnya kita sudah bisa kabur. Tinggal menggocek para hantu-hantu dakjal ini, Guys. Yipi. Kasihan nenek. Kasihan zombie gak bisa ke sini ya. Tuh, tuh tuh tuh. Kasihan gak bisa ngelewatin pagar. Katanya hantu tapi bukan. Kasian kalian ya. Ya udah kalau gitu kalian tinggal selamanya aja di stasiun Kalimedi. Aku mah mau naik kereta. Udah cai cien semuanya. Dadah. Bye bye. Depo Kalimedi saatnya naik kereta. Yipi. Mbak Dini sekali lagi saya tekankan untuk minggir dari situ atau enggak saya tabrak. Aku tahu kamu baik. Kamu cuma bisa menangis karena kehilangan anakmu. Udahlah udah langsung tabrak aja. Mbak ini perjalanan keempat berjalan dengan lancar, Guys. Datang naik kereta, kabur naik kereta. Agung si pengendali kereta. bersambung doang. Jadi, guys, itulah perjalanan Agung di stasiun Kalimedi di mana dia ya cuma e dikeluarin simpel ya, Guys. Cuma karena enggak punya tiket disuruh keluar di e turun di stasiun Kalimedi ini. Tapi ketemu dengan banyak hantu sebelum-sebelumnya ditambah nenek kanibal, Guys. Dan kabur lagi naik kereta. Tolong nih jangan dibawa ke stasiun horor lagi ya. Tapi itulah, Guys, perjalanan keempat. Coba kalian tulis di komentar hantu yang dari semua tadi yang paling seram yang mana, Guys? Dan setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan kita di Pesugihan Sate Gagak. Jadi, buat kalian yang mau melanjutkan petualangan Arif dan Agung, tulis di komentar, Guys. Lanjutkan, Bang. Dan pelajaran yang bisa diambil dari stasiun Kalimedi adalah jangan naik kereta lewat jembatan. So, segitu aja, guys. Stasiun Kalimedi. Gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka bisa like dan komen. Aku Bilal pamit dulu. Sampai jumpa di perjalanan kelima. Bye bye.

Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!

Game : Stasiun Kalimedi Agung: No Way Home

Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!

Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛
https://www.tiktok.com/@billyberak

Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com

#billysamuel #billy