Norman Hadinegoro: Isu Ijazah Palsu Jokowi Sengaja Dibiarkan | Sindo Sore | 12/07

Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara atau Pernusa Norman Hadinegoro mengatakan Jokowi memiliki tim khusus untuk isu ijazah palsu. Dan berikut cuplikan perbincangan Norman Hadinegoro dalam podcast Sind News to the Point Aja. Apakah Pak Jokowi itu kalau pas ketemu terakhir ketemu kapan ya ketemu langsung? Setengah bulan yang lalu. Setengah bulan lalu sempat ngobrol 1 bulan yang lalu. Sempat ngobrol juga enggak? Misalnya Pak Nurman ini kenapa sih saya kok diserang sonoin ini suka ada surat-surat gitu enggak? Biarin aja malah kita piara. Oke. Oh gitu loh. Iya. Oke. Saran, Pak ini ke kitaimana contoh misalnya kita tanya tentang Amin Rais. Iya. Heeh. Itu kan nyerangnya kan kayak apa itu? Iya. Heeh. Apa jawaban jawab? Biarin aja yang tinggi jadi sengaja di belah biar biarkan aja. Oke. Oh. Nah, makanya susah nebaknya susah gitu. Termasuk yang ini sekarang ijazah palsu isunya ramai terus ada biarin beli. Nah, ini ini ada dua kemungkinan. Oke. Satu m-back up Pak Pak Prabowo. Heeh. Lu jalan terus gua pasang badan. Oke. Ini Pak Jokowi ya yang dong. Iya. I. Oke. Yang kedua, kalau Pak Pak Perubao enggak nyaman kan dia cepat loh dia ke luar negeri kan ke mana-mana. Ke mana-mana aman. Oke. Dengan wakil presiden yang jaga di Indonesia. H ya kan enggak ada kejadian, enggak ada apa. Ini satu contoh gitu loh. I oke. Nah, jadi Pak Joko itu sudah menyiapkan diri pasang badan untuk Prabowo. Oke. Oke. Sebentar, Bang. Tadi kan ada dua. Satu pasang badan. Yang kedua apa itu? Yang itu tadi dipelihara untuk biar dalam tanda kutip Pak Jokowi tetap ada terus di obrolan atau bagaimana? Oh, tidak. Pak Joko itu sudah skala internasional lah. Enggak perlu dia pasang badan untuk kepentingan yang pembangunan yang sudah dia dia laksanakan. Oke. Harus berkelanjutan. Nah, ini harus lestari dijaga. H bekerja ada yang bagus. Oke. Ya, jeleknya W kasih ke saya aja karena saya sudah terbiasa dihina, terbiasa saya dici maki. Oke. Itu kan yang pasang badan yang pertama. Yang kedua tuh apa, Bang? Kan tadi Pak Jokowi ini ada dua kan ee Bang Nurman bilang yang pertama pasang badan termasuk penjelasan itu tadi. Yang kedua kira-kira apa Pak Jokowi dengan isu-isu isuisu macam-macam ini? Gimana ya? Susah juga saya menjelaskan tadi sudah ada idenya. Iya. Ya. Ya. Ya. Tadi kalau enggak salah sebutnya ee biar ee malah justru saya disebut terus gitu ratingnya naik. Oh enggak. Saya tanya tentang Oke. Amin Rais. Iya. Oh ya. Yang nyerang terus. Pak itu gimana Amin Rais? Biarin aja. Oh, heeh. Ya kan lucu-lucuan aja deh. Oke. Yang benar. Betul. Akhirnya saya sering tampilin Amin Rais. Amin Rais itu lagi mau merebut ganti Gibran kan ketawa semua kan. Oke. Nah, yang sekarang jangan ini sama enggak ijazah kan ternyata Pak Jokowi enggak nanggepin secara langsung kan enggak mau nanggepin kan tapi diam-diam kebul sebagainya. Apakah juga sama perlakunya dengan ketika Amin Ras itu? Ada pernah bisik-bisik itu enggak? Biarin aja tuh. Paling juga sama kayak kamera Rais itu kira-kira enggak? Enggak gini e saya tanya langsung. Iya kan? Heeh. Bahwa di Pak Joko itu ada tim khusus mereka itu. Oke. Oh khusus untuk I masalah negara kecilah. Jadi bagaimana ininya pergerakan saya tanya tentang itu. Jawabannya juga di luar dugaan saya. Heeh. Gimana Pak? Di luar jangka. Iya. Biarkan aja. Itu menaikkan ranting saya. Oke. Itu tuh berarti Oke. Ada konsultannya yang membahas khusus. Sudah, sudahlah ini sudah berarti dimain ya. Wow. Makanya ini ya benar kalau sampai 2029 enggak hilang dong nih apanya? Iya isu ini karena kan ada tim yang mengelola itu kan. Iya ada begini ini negara ya. Kadang-kadang kalau enggak ada isu dibikin isu lah. Iya iya iya. Lu ma punya gawe nih teman nih. Iya iya. Biar rame ya. supaya supaya nyaman gawinya kita bikin isu beginian ini biasa. Relawan Jokowi yang juga ketua umum Solidaritas Merah Putih Silvester Matutina membantah Jokowi memiliki tim khusus untuk isu jasah palsu. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan aktivis Rizal Fadilah menyebut isu jasah palsu justru memberikan citra buruk bagi Jokowi. Kita simak cuplikan dialognya dalam program Sindo sore kemarin bersama dengan rekan Herjuno Saputra. Iya. Saya ee tadi telepon ke Bang Norman. Iya. Dia mengatakan bahwa dia tidak bicara pernah bicara itu ya. He itu dari versi dia. Ee tadi pagi saya telepon dia terus ee bahwa sepengetahuan saya Taroto ada. Saya enggak tahu itu ya kan. Karena apa? Kalau ada tim berarti paling tidak saya ini kan yang boleh dikatakan yang terdepan yang diancam-ancam orang mau dibunuh juga. Pastikan saya pasti ee di diikut sertakan. Jadi selama ini enggak ada. Dan kita ketahui sejak Pak Jokowi ee muncul di Gubernur ataupun Pilpres 2014, isu-isu pembusukan atau isu-isu tidak benar mengenai Pak Jokowi ini anak PKI, Pak Jokowi anak Gerwani, Pak Jokowi ini agamanya bukan muslim i dan sebagainya itu sudah di ee hembuskan ya kan. ee termasuk isu mengenai orang tua Pak Jokowi dan sebagainya. Intinya Pak Jokowi PKI ya kan kita tahu masa Pak Jokowi lahir tahun ee 61 PKI meletus tahun 5 kok anak umur 4 tahun jadi PKI ya itu kan isu enggak benar memang sudah dihembuskan dan selama ini tidak pernah ee ada tim untuk mengelola itu kecuali tim hukum ya dalam hal ini 2014 itu kebetulan saya bersama tim hukum yang melaporkan obor rakyat. Oke, Master. Termasuk sekarang ini tim hukum yang melaporkan mengenai ijazah palsu Pak Jokowi. Ya, intinya itu. Jadi kalau apa yang dikatakan Saudara Norman tadi dia sudah membanta bahwa dia tidak mengatakan itu. Dan saya pun secara logika kalau betul-betul ada pasti saya dilibatkan. Bang Silvester izin saya potong. ee Anda tadi sudah nelepon Bang Norman seperti itu. Beliau membanta tidak menyebutkan itu. Tapi kalau tadi dari tayangan sebelum kita dialog e Norman jelas menyebutkan bahwa ada tim khusus. Terus ee beliau juga pernah bertanya sama Pak Jokowi langsung dan disebutkan biarin aja untuk menaikkan rating saya. Itu gimana tuh? Dia berbohong ya, Bang ya. dan saya sesalkan itu dan memang ee Bang Norman ini bukan orang yang ee intinya untuk pelaporan itu karena kan pelaporan itu ee ee dilakukan oleh teman-teman ee pengacara ya. Jadi ee makanya saya juga tidak yakin karena apa? Karena ee selama saya dan teman-teman atau saya sendiri ketemu Pak Jokowi, Pak Jokowi enggak ada membikin tim itu. Ya. Baik. Makanya saya bilang tadi kalau ini kan mungkin ee Bang Norman ini merasa dia cinta atau dia merasa paling dekat dengan Pak Jokowi. Dia bicara ke media seolah-olah bahwa ini loh saya yang dekat dengan Pak Jokowi yang menanyakan langsung. Jadi ibaratnya saya rasa enggak ada ya dia bohong ya. Slip tang ya Bang ya. kepeleset. Iya. Jadi karena kalau tadi saya telepon dia, dia mengatakan, “Oh, benar ya kan tadi bahkan dia minta maaf.” H dia bilang, “Adinda, dia kan lebih tua dari saya. Saya minta maaf tapi dia bilang dia enggak ngomong.” Nah, itu kan berarti kan dia berbohong di situ. Baik, Bang Silvester, Bang Rizal, sebelum saya ke Bang Rizal, kita coba putar lagi nih kira-kira ee Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara ya ini Bang Norman Hadinegoro ngomong apa? tadi kita simak bersama. Kita ulang lagi biar lebih jelas. Berikut ini. Ee saya saya tanya langsung. Heeh. Hm. Iya kan? Heeh. Bahwa di Pak Joko itu ada tim khusus mereka itu. Oke. Oh tim khusus untuk I masalah negara kecilah. Jadi bagaimana ininya? Saya tanya tentang itu. Jawabannya juga di luar dugaan saya. Heeh. Gimana Pak? Di luar jangkaan. Iya. Biarkan aja itu menaikkan renting saya. Oke, itu tuh berarti oke ada konsultannya yang membahas khusus. Sudah, sudahlah ini sudah berarti dimain ya, Bang Silvester tadi itu pernyataannya. Silakan. I saya enggak bisa membanta bahwa dia bicara itu. Berarti tadi sebelum saya ee telepon dia itu kan belum ada nih, saya belum lihat. Jadi memang berarti Saudara Norman ini berbohong kepada saya. He dia mengatakan dia enggak pernah bicara itu. Tapi kalau kenyataan secara logika saya bahwa Pak Jokowi tidak mempunyai tim itu. Kalau Pak Jokowi mempunyai tim itu, paling tidak saya ini yang termasuk garda terdepan ya kan. Mungkin Pak Rijal juga tahu ya kan. Bahkan saya sekarang mau diancam-ancam, dibunuh dan sebagainya. Enggak mungkin saya enggak dilibatkan gitu loh. Oke. Baik. Nah, jadi intinya saya melihat dari sini aja Saudara Norman sudah berbohong ya kan kepada saya. Dia bilang dia tidak bicara ternyata ada video ini yang baru kita putar gitu loh. Jadi memang ya itulah kadang-kadang kawan ini kan merasa kawan-kawan merasa beliau yang paling dekat dengan Pak Jokowi. Beliau paling hebat. Bang Silvester, saya dapat poin ya. Saya gariskan bahwa ee menurut saya sepengetahuan saya sih tidak ada tim yang seperti itu. Baik, Bang Silvester. Saya ke Bang Rizal langsung, Bang Rizal. Tadi kita lihat pernyataan eh Bang Norman dan juga dari pernyataan tentang Silvester bahwa ya tadi membantah. Kalau dari Anda sendiri Bang Rizal, e Anda percaya terkait ini atau mungkin Bang Rizal juga tim yang dimaksud mungkin Bang Rizal dibayar berapa mungkin? Iya, Bang Yuno. Saya kira sudah dijelaskan sebetulnya oleh Bang Silvester ya, bahwa yang disampaikan via telepon tadi ternyata bohong gitu kan, membohongi Bang Silvester. Dari ekspresinya Bang Norman itu sangat serius sekali gitu dan seperti sangat meyakinkan akan kebenaran keberadaannya gitu ya. Tapi Bang Silvester tadi sudah mengatakan tidak ada gitu kan tim itu. Memang sebenarnya kalau ada pun itu merugikan Pak Jokowi sendiri sebetulnya itu bakal bukannya ratingnya naik tapi ratingnya bisa anjlok gitu kan kalau kasus seperti ini dimaintenance gitu kan sesuatu yang ee tidak konstruktif gitu. Jadi apakah memang Bang Norman tadi betul gitu kan ee punya ee informasi yang ee valid mengenai keberadaan tim seperti itu atau dia hanya sekedar menunjukkan ee kapasitas dirinya yang dekat dengan Pak Jokowi seperti yang sampaikan Pak Silvester gitu ya. Saya kira itu di internal ee perlu mendapat kajian lebih dalam gitu dan itu bagi publik tentu saja menjadi fenomena gitu kan. Benar enggak ya gitu kan atau saling bohong membohongi enggak ya dengan yang lain. Jadi akhirnya kan menunjukkan tadi ratingnya makin anjlok gitu kalau menurut saya kalau memang itu permainan gitu. Saya kira ini seharusnya bukan Bang Rizal. Tapi kalau kalau kita korelasikan dengan pernyataan Mbah Norman tadi, mungkin dengan ada pernyataan itu lalu asumsi publik bukan. Oh, jangan-jangan Bang Rizal, Bang Roy dibayar gitu untuk mengangkat. Saya kira saya kira tidak tidak ke sana relevansinya gitu kan. Itu di internal gitu maintenance-nya di internal gitu kan di lingkarannya Pak Jokowi bukan di lingkungan luar. Oh kalau di lingkungan luar mah ya saya kira tidak ada konten pembayaran dan sebagainya. Saya kira berbedalah dengan Pak Jokowi yang cukup kuat gitu kan pendanaannya yang sebagaimana orang mengetahui gitu kan. Tapi kalau di yang luar mah ada ingin mencari kebenaran saja. Benar enggak ijazah Pak Jokowi itu asli atau palsu. Hanya itu saja gitu kan. Bahkan kadang-kadang dengan ee segala pengorbanan-pengorbanan yang sifatnya pribadi untuk ee memperjuangkan ee pembuktian dari kebenaran itu gitu kan. Sebetulnya kita ee merepresentasi juga publik yang ingin tahu. Sebenarnya mah sederhana saja kok ingin tahu benar enggak ijazah apa Jokowi itu asli atau palsu?

Yuk Subscribe https://www.youtube.com/@OfficialSINDOnews

Tanggal Tayang: 12 Juli 2025

Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/

Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews

Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi

#SindoSore #ijazahjokowi #tothepointaja