BABAK BARU SERANGAN IRAN DIMULAI!? Netanyahu & Trump Dimusuhi Dunia, Israel Status Darurat!
Dunia belum bisa bernafas lega. Kenapa? Karena aroma perang sudah kembali menyengat di Timur Tengah. Setelah rentetan serangan mematikan di Juni kemarin, Iran diam-diam menguatkan barisan. Israel sibuk memanggil sekutu dan dunia hanya bisa menebak siapa yang akan meledak lebih dulu. Apakah ini akan jadi perang besar atau cuma gertakan senjata? Kita mungkin hanya bisa menebak-nebak, tapi inilah yang harus kita waspadai sekarang. Persiapan perang jilid dua. Tapi sebelum kita bahas siapa yang siap perang, kita harus mundur sedikit. Karena akar dari semua ini bukan cuma soal roket dan rudal. Konflik ini punya sejarah panjang dan yang kemarin disebut perang 12 hari hanyalah satu bab dari buku besar yang belum selesai. Oke, perang 12 hari mungkin sudah berhenti, tapi yang kita semua tahu ini belum selesai. Gencatan senjata memang diumumkan, tapi terasa dipaksakan dan rapuh. Salah satu alasan kenapa gencatan ini dinilai rapuh adalah karena Palestina. Selama Gaza terus dibombardir, selama rakyat Palestina tidak merdeka, Iran tidak akan diam. Sejak 1979, dukungan Iran terhadap Palestina bukan basa-basi. Baginya, membela Palestina bukan cuma kewajiban politik, tapi juga kewajiban agama dan nasional. Itu sebabnya Israel akan selalu berada dalam radar Iran. Bahkan saat senjata mereka sedang diam, niat mereka tidak padam. Dan baru-baru ini sebuah sumber anonim menyebut bahwa Iran tak hanya siap untuk perang berikutnya, tapi juga siap menjadikannya sebagai perang terakhir. Anjaman ini jelas dan pertanyaannya sekarang adalah sejauh mana Iran benar-benar siap untuk menepatinya. Iran sudah lama jadi sorotan karena isu nuklir. Bertahun-tahun mereka dituduh diam-diam mengembangkan senjata pemusnah massal. Dan bertahun-tahun pula mereka berdiri di mimbar internasional membantah semuanya. Kata mereka program nuklir Iran hanya untuk kepentingan sipil, energi, dan riset medis. Tidak lebih. Tapi situasinya berubah drastis. Pasca perang 12 hari, nada Iran tak lagi terdengar defensif. Sekarang mereka bicara dengan nada berbeda, tegas, terbuka, dan tanpa basa-basi. Mereka menyatakan siap mengembangkan senjata nuklir. Bukan untuk menyerang, katanya, tapi untuk mencegah, untuk memastikan kalau tidak ada musuh yang berani menyerang duluan. Lalu muncullah klaim soal senjata baru, sebuah alat canggih yang dijuluki game changer. Rudal yang disebut bisa menembus sistem pertahanan tercanggih Israel. Melewati Iron Dome, menghancurkan Ero dan langsung menuju jantung target. Lebih mengkhawatirkan lagi, Iran mengaku sudah menemukan titik lemah dalam pertahanan Israel. Bukan celah besar, tapi cukup untuk jadi pintu masuk kehancuran. Sebuah lubang kecil yang bisa meledakkan segalanya. Klaim ini makin panas setelah laporan intelijen mengungkap 400 kg uranium Iran yang sudah diperkaya hingga 60% hilang. Angka ini bukan main-main. Jumlah yang cukup untuk membuat 10 senjata nuklir dan tingkat pengayaan tinggal selangkah lagi. 30% lagi menuju standar militer. Waktu yang dibutuhkan Iran mungkin bukan lagi bertahun-tahun tapi bulan. Dan jika benar boom. Kita akan melihat kiamat yang sebenarnya. Spekulasinya, uranium ini sudah diamankan dan dipindahkan beberapa hari sebelum serangan Israel. Dan yang paling menguatkan dugaan ini adalah citra satelit yang menunjukkan aktivitas logistik intensif di beberapa fasilitas rahasia Iran. Tapi yang membuat semuanya makin gelap adalah ini. Para inspektur nuklir dari IAEA yang sebelumnya mengawasi fasilitas Iran telah pergi. Mereka adalah satu-satunya mata internasional yang selama ini memantau program nuklir. Dan kini tak ada lagi yang tahu apa yang sedang mereka rakit atau seberapa dekat mereka dari senjata nuklir pertama. Iran mungkin terlihat sendiri, tapi kalau bicara soal senjata mereka punya banyak teman. Rusia misalnya, negara ini sudah lebih dulu mengirimkan sistem pertahanan udara S400 ke Iran. Salah satu yang paling ditakuti dunia. Dan yang paling ditunggu, jet tempur SU35, pesawat tempur generasi 4 plus buatan Rusia disebut sudah dipesan dan tinggal tunggu waktu dikirim. Tapi Iran tidak berhenti di situ. Mereka juga mengincar J10C atau J10C buah pesawat tempur Cina yang dijuluki pembunuh Rafal. Masalahnya Israel tahu itu. Israel langsung bergerak menekan Cina agar tidak menjual J10C ke Iran. Tapi desakan itu datang terlambat. Laporan intelijen menyebut sehari setelah Israel meluncurkan serangan ke Iran, Cina langsung merespon dengan mengirim sistem rudal anti pesawat HQ16 dan H117E ke Iran secara diam-diam. Dan mungkin itu juga yang akan dilakukan untuk mengirimkan J10C ke Iran secara diam-diam. Belum lagi sistem navigasi Baido juga dilaporkan sudah aktif digunakan oleh militer Iran. Sistem ini bahkan diklaim lebih canggih dari GPS Amerika dan yang paling mengkhawatirkan bisa mendeteksi jet siluman. Dan jangan lupa satu hal lagi, Korea Utara. Negara ini mungkin sunyi, tapi kerja samanya dengan Iran khususnya di bidang rudal semakin menguat. Teknologi rudal balistik, sistem peluncur sampai desain hulu ledak semuanya mengalir diam-diam. Jadi kalau perang benar-benar meletus, Iran mungkin tak akan sendirian. Dan ini membuat segalanya jauh lebih berbahaya. Tapi tentu saja Israel tidak sendirian. Setiap kali konflik dengan Iran memanas, sekutu-sekutu lamanya langsung bereaksi. Dan kali ini pun begitu, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Amerika Serikat sudah menyatakan dukungan penuh dan terbuka. Tak sekadar pernyataan diplomatik, tapi langsung berupa aksi nyata penyetujuan penjualan senjata lebih dari 500 juta dolar. Isi paketnya amunisi dalam jumlah besar dan peralatan tambahan yang bisa digunakan dalam konflik berskala luas. Ini sinyal bahwa Amerika siap pasang badan jika situasi gawat. Jerman juga bergerak dalam dua pekan perang Israel dan Iran. Bersama dengan Amerika tercatat 14 pesawat kargo militer tiba di Israel. Semuanya membawa peralatan tempur. Detail isinya memang tidak dipublikasikan, tapi yang jelas Jerman tidak hanya berdiri di belakang, melainkan ikut menyuplai langsung ke garis depan. Dan diam-diam Inggris pun terlibat. Laporan menyebut awal Juli kemarin, sebuah pesawat cargo RAF A400M mendarat di Tel Afif. Tidak dijelaskan apa yang dibawa. Tapi melihat konteksnya kemungkinan besar itu adalah senjata. Dengan tiga kekuatan besar ini, Amerika, Jerman, dan Inggris berada di sisinya. Israel kini seperti payung baja yang membentang di atasnya. Dan ini artinya kalau perang benar-benar pecah, bukan cuma Iran yang bersiap dengan sekutu. Israel pun punya aliansi yang siap turun ke gelanggang. Tapi yang harus juga kita tahu, Iran tak tinggal diam setelah perang 12 hari. Mereka belajar cepat menganalisis, menghitung ulang kekuatan lawan. Dan yang lebih penting, mereka sekarang tahu titik lemahnya Israel di mana, bahkan Amerika juga. Dalam waktu singkat juga Iran mulai memperkuat pertahanannya. Sistem radar ditingkatkan, rudal-rudal jarak jauh disiapkan. Dan seperti yang sudah kita singgung tadi, mereka masih menyimpan banyak stok senjata canggih, rudal-rudal dengan daya rusak tinggi yang diklaim mampu menembus pertahanan udara Israel. Bukan cuma itu, serangan sebelumnya memberi Iran gambaran jelas di mana Irendom bisa ditembus dan kapan waktu terbaik untuk melancarkan gelombang berikutnya. Artinya apa? Kalau perang benar-benar pecah, Iran sudah tidak lagi buta. Dan kali ini mereka tidak akan bertindak sendirian. Ada sekutu, ada kekuatan baru, dan ada keyakinan bahwa ini bukan cuma perang biasa, ini bisa jadi perang hidup mati. Yang paling mengkhawatirkan, konflik ini berpotensi meluas. menyeret negara-negara lain ke dalam lingkaran api dari Timur Tengah ke Eropa bahkan mungkin Amerika langsung. Satu ledakan bisa memicu lima. Satu negara terseret bisa berarti satu blok aliansi ikut terlibat. Dan kalau semua itu terjadi, maka kita tidak lagi bicara soal Iran dan Israel, tapi soal dunia yang terperosok ke dalam perang habis-habisan.
Dunia belum bisa bernapas lega. Kenapa? Karena aroma perang sudah kembali menyengat di Timur Tengah. Setelah rentetan serangan mematikan Juni kemarin, Iran diam-diam menguatkan barisan. Israel? Sibuk memanggil sekutu. Dan dunia, hanya bisa menebak, siapa yang akan meledak lebih dulu. Apakah ini akan jadi perang besar? Atau cuma gertakan senjata? Kita mungkin hanya bisa menebak-nebak. Tapi inilah yang harus kita waspadai sekarang, “Persiapan Perang Jilid Dua”.
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.