Hal-Hal Gila Yang Pernah Terjadi Di Sepakbola

Hal paling gila yang pernah terjadi di pertandingan sepak bola pada tahun 2004 saat Olimpiade Atina, ada pertandingan sepak bola antara Tunisia melawan Serbia dan Montenegro. Itu adalah pertandingan babak grup dan dengan skor imbang 1-1 menjelang 10 menit terakhir, Tunisia mendapat hadiah penalti. Penyerang Tunisia, Muhammad Jedidi, maju untuk mengambil tendangan. Sadar bahwa ini bisa menjadi penentu kemenangan. Tapi yang terjadi selanjutnya begitu aneh hingga masih dibicarakan sebagai salah satu momen paling tak masuk akal dalam sejarah sepak bola. Jedidi menendang penalti pertama dengan tenang dan mencetak gol. Tunisia pun merayakannya. Namun, Wasit Charles Aryaima meniup peluit dan membatalkan gol tersebut. Ia melihat beberapa pemain Tunisia masuk ke kotak penalti sebelum tendangan dilakukan. Pelanggaran yang disebut incroman dan itu melanggar aturan penalti. Meski menyebalkan bagi Tunisia, penalti harus diulang. Namun, ini baru awal dari kekacauan yang benar-benar gila. Jedidi bersiap lagi dan mengambil tendangan kedua. Ia mencetak gol lagi, tapi lagi-lagi dianulir. Alasannya sama. Pemain Tunisia masuk kotak penalti terlalu cepat, jadi dia harus menendang untuk ketiga kalinya dan ya dia mencetak gol lagi. Tapi luar biasanya untuk ketiga kalinya berturut-turut golnya dibatalkan lagi karena pelanggaran yang sama. Itu saja sudah cukup gila tapi belum selesai. Pada tendangan keempat, Jedidi menendang. Tapi kali ini kiper Serbia Nicola Milojevik berhasil menepisnya dengan penyelamatan luar biasa. Akhirnya sepertinya semuanya selesai. Walaupun tidak berpihak pada Tunisia, tapi ternyata tidak. Wasit kembali memerintahkan ulang penalti karena kali ini pemain dari kedua tim yang masuk kotak penalti sebelum bola ditendang. Penyelamatan Milojevik pun tidak sah. Sudah terasa konyol ternyata belum juga selesai. Jedidi yang mungkin merasa seperti sedang mimpi buruk mengambil penalti kelima. Kiper Serbia kembali menepisnya dengan penyelamatan hebat. Tapi sekali lagi wasit membatalkannya kali ini karena pemain dari Serbia yang melanggar dan masuk terlalu awal ke dalam kotak penalti. Jadi meskipun kiper dua kali menggagalkan penalti, semuanya tidak dihitung. Akhirnya pada percobaan keenam, Muhammad Jedidi menendang dan mencetak gol. Dan kali ini tidak ada satuun pemain yang melanggar aturan. Gol itu sah. Tunisia unggul 2-1 dan pada akhirnya menang 3-2. Meski hanya tersisa beberapa menit sebelum pertandingan berakhir,

Dalam laga Tunisia vs Serbia & Montenegro di Olimpiade Athena 2004, terjadi salah satu momen paling gila dalam sejarah sepak bola: penalti Mohamed Jedidi harus diulang hingga enam kali karena pelanggaran encroachment dari kedua tim. Tiga golnya dianulir, dua penyelamatan kiper pun sia-sia. Baru pada percobaan keenam, golnya akhirnya sah dan membantu Tunisia menang 3‑2. Sebuah kisah nyata yang lebih absurd dari fiksi.