[FULL] Eks Danjen Kopassus Beri Pesan ke Presiden Prabowo soal Kasus Ijazah Jokowi
Saya ke Pak Maijen Sunaro. Saya persekap Mijen Purnawirawan gitu ya. Dan saya ingatkan alhamdulillah kumisnya masih mempesona. Enggak ada yang berani nyukur. Jadi enggak ada yang berani nyukur itu. Sok-sokan aja itu. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua. Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang saya muliakan dan saya hormati dan saudara-saudara sebangsa setanah air yang mungkin memonitor melalui media sosial. Seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Saididu, saya di sini sebetulnya sebagai penggembira ya. Karena yang bermain, yang perang mati-mati sini adalah tim penasihat hukum, tim advokasi anti kriminalisasi dan dan sebagainya itu. Eeah pada kesempatan ini saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa tanah air. Kami penggembira mendukung penuh semua upaya kerja tim penasihat hukum atau tim advokasi antikriminalisasi yang dilakukan oleh ya oleh pemerintah terhadap anak bangsa yang sekarang sedang menuntut kebenaran. Dan saya enggak mengatasnamakan siapapun karena nanti diprotes. Karena kemarin yang kita membuat forum purnawirawan prajurit TNI kemudian ada lembaga mengatakan enggak itu kan hanya sebagian TNI yang katanya apa yang katanya sakit hati enggak kebagian saya enggak tenang sebagainya. Karena itu, sekarang saya tidak mengatasnamakan siapa, tapi mengatasnamakan diri saya dan teman-teman yang sehati dengan saya untuk mendukung tim advokasi anti kriminalisasi yang sekarang sedang berjalan terutama yang menuntut ijazah palsu Jokowi di Bang Krim dan kemudian juga mendukung tim ini yang dikriminalisasi, yang dituntut oleh si Jokowi sendiri gitu. Saya beberapa waktu yang lalu sudah pernah berkata, masalah pembuktian ijazah ini sangat mudah. Bahkan saya pernah menantang. Saya kalau dikasih wewenang penuh enggak sampai 2 minggu selesai. Ini saya pernah katakan ini saya tahu ada kekuatan besar melindunginya. Tadi sudah disampaikan mung secara rinci oleh Pak Saididu ini benar terbongkar satu ini mungkin ratusan atau ribuan individu ikut terbongkar dan terbongkar semua kasus kebusukan, kecurangan, kedoliman dari mulai 2014 sampai hari ini. Karena itu mereka sekarang bersatu menghadapi kita. Karena itu saya mengulang lagi apa yang disampaikan oleh Pak Saidi dulu. Mari kita seluruh rakyat Indonesia bersatu melawannya dari Sabang sampai Merauke. Jangan masa bodoh. Jangan masa bodoh. Ini kelanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah didirikan oleh orang tua kita dengan darah dan jiwa. Dan ini juga untuk menjaga kelangsungan hidup anak cucu kita. Jangan diam saja, jangan takut. Jangan takut ya. Jangan takut. Kalau kita melihat atau mendengar keterangan kronologis dari tim penasihat hukum dari terutama dari Pak Roy Suryo, Pak Kojinudin, Pak Rizal Fadilah sudah terang benderang. Sudah terang benderang kalau Jokowi menggunakan ijazah palsu untuk menduduki jabatan dari walikota, gubernur sampai presiden. Dan sekarang apa menurunkan kepada anaknya yang juga diduga diduga pasti palsu karena ijazah dia cuma sampai SMP. SMA-nya tidak ada. Berarti kalau sudah pakai S1, S2, S3 atau S4 palsu semua. Kalau ada SM4 jadi RT aja SMA, Pak. Jadi RT aja SMA gitu. Jadi justru pada kesempatan ini saya mengajak saudara-saudara sebangsa setanah air jangan masa bodoh. Ini ini menyangkut kelangsungan hidup negara, kelangsungan hidup anak cucu kita. Kita sudah lihat bagaimana hancurnya 10 tahun dipimpin oleh Jokowi. Kalau nanti kelanjutannya terah dia juga yang memimpin. Mau jadi apa negara kita ini? Mau jadi apa negara kita ini? Mau jadi apa anak cucu kita ini? Sekali lagi jangan masa bodoh. Betul. Jangan tidak peduli. Betul. Itulah ee dukungan saya kepada tim dan himbauan saya kepada rakyat. Kemudian kalau saya boleh memberi komentar dengan kasus yang sedang berjalan ini, saya sebenarnya mendengarkan kronologis penegakan hukum yang ada di Indonesia sejak 2014 sampai hari ini saya perut saya itu mual untung enggak sampai muntah. Karena itu saya bilang, “Jangan masa bodoh. Kita lihat kematian sekian 800 lebih petugas KPPS. Apa ada penghusutan hukum? Tidak. Ada. Kasus kematian kilom 50? Anak buahnya Habib Rizik. Apa ya? Bukan itu penyidikan atau penyelidikan penyidikan dan pengadilan dagelan. Kemudian kasus sambo belum lagi para aktivis yang ujuk rasa. Kemudian ada kasus kecil-kecil di mana bu maksudnya? kecil dari jumlah korban kecil di Kendari ada mahasiswa tertembak saat unjur rasa enggak jelas Kanjuruan 130 lebih enggak ada proses. Jadi kalau kita diam saja sekarang dengan kasus yang sekarang sedang di ini sedang diupayakan oleh tim penasihat hukum anti kriminalisasi yang dipimpin oleh Pak Selistulus CS ini. ini akan terjadi lagi dagelan-dagelan yang lalu. Nah, kalau itu berlanjut terus hari ini baru yang tadi saya sebutkan besok, lusa atau yang akan datang bisa saja terjadi pada kita atau anak cucu kita mau kita ini kelompok-kelompok tadi dikatakan Pak Said dulu, saya ngulang saja katanya ini utusan neraka. atau perwakilan neraka dikirim ke dunia gitu. Nah, ini kan kalau dibiarkan berarti dia akan membawa kita ke neraka semua nanti. Apa mau? Sekarang kita lawan. Sekarang kita lawan. Tidak ada yang bisa kita harapkan dari kumpulan orang-orang busuk, curang, pembohong, tidak jujur kalau mereka memerintah atau memimpin negara. Enggak ada yang bisa diharapkan dari orang-orang seperti itu. Saya ingat teman saya pernah ngomong ini, saya sebut aja teman saya ini, Pak Repun. Saya enggak akan mau masuk kelompok pemerintahan yang saya tahu dia duduk di situ dengan hasil kecurangan dan saya bilang saya ikutin Pak Rebli karena kita tahu penipu pembohong manusia serakah dan rakus kalau mengelola satu organisasi atau mengelola negara tak ada yang bisa diharapkan untuk rakyat secara adil pasti hanya berpikir perut perutnya, perut keluarganya dan perut kroninya. Padahal kita punya hak yang sama untuk menikmati semua kaya alam negara kita yang begitu kaya raya. Karena itulah mari kita berjuang untuk kelangsungan negara dan bangsa kita dan mari kita berjuang untuk anak cucu kita. Dan ingat tak ada yang bisa diharapkan kebaikan. dari orang-orang lisik, rakus, tidak jujur, tak ada. Jangan terkecau dengan berita-berita di medsos yang mengatakan, “Oh, Jokowi sudah melakukan ini, pemerintah sudah melakukan ini, dan lain sebagainya.” Itulah komentar saya dan ajakan saya kepada rakyat. Dan kemudian yang berikutnya yang perlu saya sampaikan dipersikat, Pak. Ya. I kepada aparat TNI, maupun Polri. Anda memang punya kode etik tunduk setia taat kepada atasan. Kalau atasanmu itu jalan on the trick sesuai konstitusi. Kalau tidak anda tidak punya kewajiban mengikuti perintah atasanmu, malah kau yang akan ikut masuk neraka. Ten pori dan penegak hukum lain. Saya bekas tentara. Jadi jangan dipotong-potong. kode etik di TNI dan poli mengatakan kita harus tunduk setiap taat kepada atasan. Itu sebetulnya ada kelanjutannya. Kalau atasan atau pimpinan on the track dengan konstitusi, keluar dari trek konstitusi lawan. Jangan kamu ikut masuk neraka nanti di akhirat itu kepada aparat. Ini saya lihat dalam penegakan hukum sekarang ini yang saya katakan mudah banget membongkarnya tapi kelihatan aparat dalam hari ini polisi melakukan tindakan-tindakannya absurd enggak masuk akal. Enggak malu. Enggak malu. Anda malu keluarga, malu anak cucu atau nanti kalau sudah mati dicatat polisi atau penegak hukum mungkin juga ikut TNI dalamnya bongkar gitu aja enggak bisa katanya. Saya enggak percaya yang dikatakan polisi tidak mampu atau tidak profesional. Yang ada polisi dan aparat penegak tidak jujur, tidak adil. Itu fakta yang terlihat. ya karena dia tergabung dalam konspirator melindungi tadi melindungi kebusukan yang sudah sejak 2014 itu. Dan terakhir saya cuma menghimbau atau minta atau teriak kepada Presiden Republik Indonesia ini, Presiden Prabowo. Ke mana, Bapak, Pak, dengan kasus-kasus yang begini? Ringan saja kok. bikin gaduh bangsa ini. Tapi gaduh ini saat ini kalau berlanjut bukan gaduh, Pak. Mungkin kita bisa pecah belah karena aparat yang Bapak kendalikan bertindak tidak jujur dan tidak adil. sudah sangat kelihatan absur ini tadi juga secara rinci sudah disampaikan oleh Pak Saididu dan itu sekali lagi yang terakhir ini pemerintah ini ke mana ini masalah tidak berat dan jangan buat narasi-narasi yang bikin Bapak sebetulnya Mbak Presiden maksud saya bisa tinggi kanak dia sebetulnya malah merendahkan diri Bapak gimana narasi kasih macam kabinet saya bekerja baik apalagi dan lain sebagainya banyak sekali saya kalau disuruh kumpulin sekarang banyak nanti saya ditegur sama pembawa acara terlalu banyak saya ngomong tapi banyak sekali kasat mata mudah diselesaikan kalau presiden mau bersikap jujur adil jujur adilul bertanggung jawab dah lain-lain enggak ada kalau ada yang mengganggu Bapak kalau Bapak sudah jujur adil saya siap mati di depan Bapak Bapak dan banyak rakyat untuk melindungi Bapak, untuk melindungi Bapak Presiden. Jadi jangan takut. Itulah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Jadi ee jujur itu hebat, culas itu setan. Ke Bu Kernia sikat ya. karena sudah jam
JAKARTA, KOMPAS.TV – Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko memberikan pesan kepada Presiden Prabowo untuk bisa menyelesaikan kasus Ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi.
Hal ini disampaikan Soenarko dalam konferensi pers pada Senin (14/7/2025).
“Pemerintah ini kemana, ini masalah tidak berat,” ujar Soenarko.
Produser: Theo Reza
#tpua #roysuryo #ijazahjokowi #breakingnews
______________________________________________________
Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews