BEATHOR SURYADI: JOKOWI MINTA MAAFLAH KEPADA RAKYAT BAWA PULANGLAH SI GIBRAN

Seorang Bitor Suryadi katanya sekarang lagi mengejar bangkernya Jokowi. Apa itu? Diawalin dengan mobil Innova. H kadang-kadang satu, kadang-kadang dua. Malam jalan ke Solo. Ini dari mana? Jokowi dapat dari berbagai kasus termasuk di antaranya reklamasi, kasus tanah. Kalau Pak Jokowi melaporkan juga, Bang. Saya tunggu, saya tunggu. Jokowi belum datang-datang ke Polda. Saya tunggu. Tapi yang datang malah Pak Iman. daripada matinya sakit atau matinya begitu lebih baik mati ditembak masih ditembak di jalan gitu loh karena kita memperjuangkan mati di penjara gitu kan tapi melawan ketidakbenaran gangkar mukaan dong itu dong masa mati sakit kau tahu ini sejarah tahu bang kau tahu dia ada pertemuan-pertemuan antara tim solo tahu aku bang aku ikut bang aku ada di situ bang jadi pertemuan itu diikini sudah tu pertemuan-pertemuan berikutnya di Borobudur 2-2 itu menteng Kalimat pertamanya kami tidak punya dokumen. Maka jawabannya mari kita bikin. Dua orang sudah dipenjara Bambang Tri sama Gus Nur. 6 tahun penjara tanpa barang bukti. Lima orang ini akan ke situ. Hm. Istan akan ke situ. Maafkanlah si Jokowi yang sudah minta maaf. Kekayaannya berlimpah. Yang tadinya tinggal di pinggir sungai. He. Ya kan ada kodoknya kan. Nah sekarang sudah di istana rumah besar. H uang berun-terun. Minta maaflah rakyat. Bawa pulanglah si Gibran. [Musik] Sobat Madilok, kasus ijazah yang diduga palsu yang dimiliki oleh Joko Dodo itu memasuki babak baru. bahwa barunya adalah bukan saja cerita tentang ijazah ini ee yang melibatkan institusi UGM, tetapi juga ada kampus baru, yaitu Universitas Pramuka dalam arti Pasar Pramuka dan ee juga belakangan muncul nama-nama lain bukan saja melibatkan tokoh-tokoh seperti Roy Suryo ee Drk. FIFA ee dan lain-lain, tetapi juga belakangan memunculkan nama seorang aktivis yang saya kenal sejak muda sejak lebih dari 25 tahun yang lalu. Ee kita sebut saja Bang Bitor Suryadi. Hari ini kita mengundang beliau untuk melihat perkembangan kasus ini dan juga keterkaitan dengan pelaku-pelaku yang lain. Hubungannya juga dengan orang lain bukan hanya Pak Joko tentunya yang dalam tanda kutip berhadap-hadapan dengan e pros dan kawan-kawan tetapi juga beliau dengan pihak-pihak lain ya. Selamat datang. Silakan. Bang, ada pertanyaan ini. Pakiman Rharjo katanya sudah menetapkan apa? Melaporkan abang ke polisi sebagai ee katanya penyemaran nama baik dan segala macam itu. Apa tanggapannya Pak? Apa, Pak Iman Raharjo? Iya, saya sebelumnya ke sini dulu. Iya. Saya kagum kalau ee tim di sini menyatakan dirinya Madilok. Saya membaca buku ini umur-umur 20. Bagaimana kita dibimbing oleh buku ini menjadi seorang idealis, pejuang keadilan, membangun kekuatan rakyat untuk mencapai keadilan. Buku ini luar biasa. Waktu itu diterbitkan oleh ee karya Hasta di Tebat. Luar biasa ni buku. Iya. sangat mempengaruhi umur-umur saya waktu muda. Jadi gini, saya bersyukur kemungkinan ada unsur Allah ya, unsur Tuhan terhadap kasus ijazah di pramuka ini. Saya sudah merintis dari A sampai ke z-nya. Hm. Jadi dari A itu sampai ke Z bahwa itu pasti diproduksi di Pasar Pramuka. Satu malam setelah saya menyimpulkan itu, tiba-tiba masuk ee WA dari Mas Roy Suryo terhadap komunikasi dia dengan Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. H. Paiman ini kata Mas Roy terindikasi sebagai penekan atau sejenis teror. Dia ee si Paiman ini dia orangnya Jokowi. Dia dekat sama Jokowi. Dia terganggu dengan gerakan Mas Suryo, Tifa dan ee apa Risman. Dia minta itu diopkan, distopkan dan segala macam dia. Lalu dia menyatakan saya itu pemilik kios. di Pramuka. Saya pemilik kios. Kios dan ternyata kiosnya banyak. Terus dia menyatakan bahwa dia sudah keluar dari pramuka adalah 2000 2002. 2002. Nah, setelah saya ketemu dia, saya kejar. Hm. Kalau Mas benar mundur dari Ya, saya mundur. Terus Mas ke mana? Solo. Dia kenal semua dengan tim Solo itu dan dia kenal dekat sama Jokowi. Berarti dia setelah keluar dari Pramuka, dia balik ke Solo. Dia orang Kelaten. Jadi kan dekat dia orang Kelaten. Klaten. Nah, terus saya kejar dia balik ke Solo. Berbisnis juga I. Jadi dia berhenti katanya dia berhenti dari Pasar Pramuka. He. Nah, terus dia ke Solo karena dia ada sudah menjadi apalah di kampus Mustopo itu. Mustopo apa Kri apa apa gitulah. ada jabatan-jabatan dia. Jadi dia Jakarta Solo. Nah, 2005 Jokowi kan maju menjadi walikota. Heeh. Nah, dari sini kita mulai merintis. Saya tanya dia, kalau 2005 ee Pak Paiman juga masih di Solo, berarti Pak Paiman dong yang bentukin ee apa ijazahnya. Oh, bukan saya, bukan saya. Oke, saya kejar lagi dia. H ah saya tambah lagi dengan informasi dari Mas Taufik. Mas Taufik itu saya minta supaya dia mempertanyakan kepada Mas Eko. He, pada waktu ee dokumen-dokumen untuk Jokowi maju jadi walikota itu apa aja yang dia terima? Ternyata enggak banyak. Cuman dia mengakui bahwa ada yang dokter Andes, ada yang insinyur kata Mas Tofi. Jadi dari situ kita tahu bahwa dokumen ini enggak lengkap. Hm. Si Jokowi ini enggak lengkap. Terus dipaksakan. Ah, Eko tadinya berharap karena dia sebagai ketua KPUd, dia berharap kalau Jokowi ini sudah menang melakukan public expos. Saya Jokowi ini keluarga saya, anak saya segala macam. pendidikan saya, partai saya, ternyata itu enggak dilakukan. Hm. Jadi, mal praktik itu dimulai dari situ. Hm. Seharusnya KPUD itu membawa berkas itu ke universitas atau ke sekolah. Kami dari KPUD ya kan satu dua orang anggota DPUD ketemu dengan pihak universitas tim verifikator ya tim verifikasi KP verifikasi. Jadi mereka datang ini dibawa oleh kandidat cocok enggak dengan yang ada dokumen di universitas atau di sekolah kan dicocokkan maka dibikinlah itu berita acara verifikasi kami dari PKPU di Solo 1 2 3 orang diterima oleh pihak universitas, dekan, doktor apa segalam kan i cap bahwa itu asli ya. Jadi dijelaskan bahwa semua dokumen yang dibawa KPUD cocok dengan arsif yang ada di universitas. Nah, ini enggak ada. Nah, bodong itu. Kalau kita enggak salah ingat itu masalah ijazah palsu yang melibatkan calon-calon kepala daerah kan memang belum menggema. Iya. Pas Pilkada serentak tahun 2005 kan baru sekitar tahun 2010 mulai muncul satu dua kasus. Iya. Iya. ya termasuk calon gubernur Sumatera Utara ee apa Ucok itu ee siapa namanya tuh yang dari partai kami. Iya. Terus ada Saragi segala macam. Nah, itu kan terusbatalin tuh semua mereka-mereka ya, Pak. Tapi kan baru tahun 2010-an ya. Oke. Jadi si Jokowi ini terganggunya karena muncul Bambang Tri. Oke. Bambang Tri menyatakan bahwa Jokowi itu tidak punya dokumen apapun. He. Terus ditambah lagi dengan mantan rektoran Effendi. Tidak ada berkas data apapun nama Joko Widodo di Fakultas Kehutanan. Dua kekuatan itu menjadi dorongan kita untuk membuktikan. Nah, setelah dia 10 tahun di Solo dengan dia dinyatakan pakai umpamanya dia waktu itu membanggakanlah karena dia kuliah di UGM 5 tahun bolak-balik bolak-balik Solo Jogja. Harusnya dia bangga dong punya insinyur kehutanan. Harusnya bangga dong. I ya kan. Tapi ini enggak ada. Nah kalaupun dia seperti pakai dokter Andre segala macam berarti ngapain dia kuliah di Jogja? Ngapain dia kuliah di UGM? Kok yang dipamerkan Dr. Andis. Oke. Kan gitu. Jadi aneh nih. Nah terus selama dia 10 tahun menjadi walikota, dia enggak pernah tuh ngundang ngundang apa? Pimpinan universitas kampusnya. Kan kalau dia dia mengundang itu kan di kampus ada kebanggaan 2005 2010 nih ya. Iya. Harusnya kan ada kebanggaan. Satu di antara lulusan UGM menjadi walikota SOK ada. Selama dia 10 tahun pun menjadi walikota enggak pernah tuh dia ngundang teman-teman katanya pecinta alam naik gunung mungkin gunung sahari ya kan terus gunung-gunung yang lain tapi enggak ada. Nah, bagi kita sebagai aktivis kampus ya kan kalau datang ke situ kan kita kumpulin teman-teman kita pasti sampai hari ini sampai hari ini. Nah, jadi saya melihat tuh enggak ada. Nah, terus pada 2012 mulai digoncang karena Bambang Trinya sudah dipenjara. Tapi Bang terus melakukan perlawanan bahwa Jokowi tidak punya dokumen. Nah, masuklah di Jakarta tim yang dari Solo yang kata saya yang saya sebut enam tapi saya sebut tiga. Yang tiga lagi dimunculkan oleh Widodonya sendiri sebagai tim. Terus tim Jakarta. Yang tiga ini siapa itu? David. David. Anggit. Anggit. Didodo. Itu yang saya sebut. Tapi ada tiga lagi yang enggak saya sebut. Oke. Nah, terus sampailah tim timnya Jokowi dari Solo itu ketemu sama tim Jakarta. He. Nah, terus kalau bikinlah rapat-rapat khusus, rapat-rapat gelap itu kalimat pertamanya kami tidak punya dokumen. He. Maka jawabannya, mari kita bikin. Mari kita bikin dokumennya. Iya, dokumennya itulah yang saya bawa nama beberapa kawan dari kader itu kan. I. Nah, maka mereka ini ketemu Jokowi karena Jokowi sudah masuk Jakarta. I kan sudah sering masuk ke Jakarta setelah dia mempersiap diri mau jadi gubernur. I. Nah, dari situ saya rintis rintis terus bahwa dokumen-dokumen yang dibikin itu diterima partai sebagai partai besar. ada proses, ada prosedur. Tidak mungkin ada dokumen masuk ke sekretariatan partai. Tidak diteliti. Jadi diteliti dibuka, dibaca, dilihat fotonya sama. Kan gitu. Waktu ini juga buka dilihat fotonya sama tapi diserahkan. Ini diserahkan kepada KPUD yang ini diserahkan kepada KPU RI. Karena kan dia cuman sebentar tuh 2014 eh 2012 dia naik ke presiden kan. Iya. I. Nah, saya kejar Ahok. Hm. Saya tanya Ahok, “Hok, waktu kau jadi gubernur, kau pernah bikin apa penertiban di pasar permuka?” Iya, kata dia. Ah itu ditangkap 23 orang itu di 23 orang ditangkap. Iya. Ditangkap oleh Polres Jakarta Pusat dan Polda. Oke. Nah, waktu saya ketemu si yang ditangkap orang siapa ini? Ee 23 orang ada terdaftar itu. Oke. Nah, saya kejar si Pak Iiman. Bapak kan pada waktu itu 2015 Bapak kan tahu saya enggak ada di situ lagi. Saya sudah di luar saya enggak paham. Oke. Bapak berkawan dengan orang itu bertahun-tahun. Bapak lebih 5 tahun di situ kan? Bapak lebih 5 tahun di situ kan? Ya, ya, ya. Siapa yang Bapak tahu yang sudah ditangkap? Masa enggak bisa sebut dari 23 orang. Saya cuma kenal satu tadi kan gitu. Siapa yang disebut sama ada di rekaman saya lupa. Nah, terus si Pakiman ini lari lagi saya kejar kan. Nah, jadi setelah setelah muncul kelompok Roy Suryo, Risman, Tifa sekitar 2023 itu kan semakin kencang nih perlawanan terhadap Jokowi. Iya. Pasar itu terbakar. Pasar itu terbakar tanggal 2 Desember 2024 baru terbakar itu. Oh. Karena perlawanan semakin banyak. Betul. Nah, jadi itu dibumi hanguskan. Ini hampir sama dengan kantor kejaksaan dibumi hanguskan kan gitu. Nah, kemarin saya dapat informasi Heeh. Nah, jadi ee memang sosoknya dari dari sosoknya si Pak Iiman nih kalau kita bilang ya seperti itulah jagoanlah di Pasar Permoka itu dia sangat kenal dan orang semuanya manggil dia dosen. Jadi anak-anak di situ semua kenallah si Pak Iman ini apa kelakuannya segala macam seperti yang sekarang diberitakan. Nah, beberapa di antara anak buahnya itulah kemungkinan menjadi pelaku itu. H. Nah, jadi kemungkinan ya kemungkinan karena enggak ada orang lain yang berkepentingan selain si Paiman. Nah, jadi saya apa kepentingannya? Kupikir itu tadi kalau dia memang punya kios di situ dan kita sudah melihat dari perdebatan dia dengan Royo. Ditambah dengan anggota intel dari BIN itu Pak Candra itu yang menyatakan bahwa Pak Candra itu sudah melakukan survei mendatangi semua orang bahwa memang Pasar Pramuka itu tuannya adalah Pak Iman. Hm. Nah, dari situ kita menjadi yakin bahwa dia pemilik ini, dia pelaku ini, dan segala macam. Jadi, dia kejar saya di situ. Nah, tapi apapun yang dia lakukan data itu muncul terus. I jadi hari ini tambah lagi nih ada kelompok mahasiswa Mustopo Front gitu kan, Front Perlawanan antara Pakiman. Front Aksi. Ah, Front Aksi mahasiswa Mustopo. Mustopo yang mencoba mengklarifikasi ya. Iya. Nah, ya sebelum kita ke sana ini apa ketika Abang di apa di laporkan ke polisi oleh Paiman itu enggak takut? Enggaklah, itu kan risiko. Hm. Semua perbuatan kan ada risiko. Saya tadinya berharap begini. Saya kan tidak sebagai pernah menjadi ketua prod gerakan prod demokrasi saya enggak mungkin orang mencaci maki saya membilang saya sudah mati dan melapor polisi. Ini kan perdebatan. I. Jadi kita memperjuangkan hak suara kita, hak politik kita. Kata Bang Hariman, kita punya tu 90 yang 10% itu kita serahkan kepada negara, kepada partai. 90 itu hak kita. Jadi kalau kita mau protes, mau apa ya gunakan karena itu hak kita. Nah, jadi ketika saya memperjuangkan untuk menyampaikan pendapat saya tentang pasar pramuka itu hak politik saya. He. Terus dia lawan sama si Paiman. Ya silakan. Itu kan hak politik dia. He. Nah, saya bersyukur karena dia melapor ke polisi. I kan polisi tidak sem apa sekonyong-konyong menyerang saya kan. H kan saya pasti ditanya. Hm. I kan kalau ini prosesnya lanjut lanjut. Nah, dengan dia melapor ke polisi, saya akan menceritakan pada polisi dari A sampai Z-nya kasus ini bagaimana perannya si Paiman segala macam. Dan saya bilang dia juga pakai ijazah palsu. Kalau dia juga bisa membikin untuk dirinya profesor palsu, apa susahnya dia bikin ijazah untuk orang lain? Kan gitu. Atau dia menerima pesanan orang-orang yang mau jadi pejabat. Jadi kan esolan satu, esolen du sekali harus ada sarjana, ada apa kan dia bikin situ dia pesan, dia terima pesanan dia bikin. Bikin sarjana palsu itu gampang. Kertasnya ada, tintanya ada, jenis hurufnya ada. 1 jam 2 jam dia bikin stempel kan legalisir sarjana orang tu langsung. Iya kan? Enggak repot-repot bisa kita membayangkan dulu kita ketika menjadi aktivis apalagi kita suka naik gunung dan segala macam sudah pasti melebihi yang angka 4 tahun. Heeh. Kita kuliah kan pasti 5 tahun 6 tahun. Sekarang bisa sejam ya? Sejam. Iya, Pak Iman aja. S1, S2 itu lebih cepat dari kita. H cobalah kita 4 tahun, dia cuma sekian tahun. Terus dia sendiri nyebut tuh ada videonya kan dia S2-nya sekian tahun. Hm. Terus doktornya terus ya dia punya simpel sendiri gimana ya kan gitu. Nah, ini kan proses ee ijazahnya ee Joko ini kan sudah masuk ke dari tahap penyelidikan ke penyelidikan. Iya. Artinya akan apa? Ada persumikutnya. Nah, tiba-tiba datang seorang Bor jadi seperti menyalakan sumbu api yang baru. Iya. Membakar ini semua. Nah, kalau Pak Jokowi melaporkan juga Bang saya tunggu saya tunggu Jokowi belum datang-datang ke Polda. Saya tunggu tapi yang datang malah Pak Iman. Saya pikir ya apa boleh buatlah kalau pemiman yang datang ya kita layanin. Jadi kan dia itu begini proses itu kalau dia tidak ada kebutuhan politiknya kan enggak diperjuangkan seperti ini. Jadi jejak langkah itu dari Solo sampai ke Wapres. Wapres ini kan akan berkuasa lagi. Nah saya berharap dengan Jokowi karena ini adalah perdata. He. Dan Barisk Krim sudah menyatakan ini dihentikan. Hm. tidak ada ee tidak ada kriminal, tidak ada pidana. H ya kan gitu. Berarti kita minta Jokowi minta maaf kepada bangsa rakyat ini. Kita memaafkan. Iya. Dengan dengan satu titipan tarik mundur si Gibran. Gibran itu enggak cocok dia menjadi wakil persis pada saat sekarang. H umurnya belum cukup, pendidikannya belum cukup, pengalamannya belum cukup, pengetahuannya belum cukup. He dia akan dikuasai oleh konglomerat oligarkioligarki yang ada dia. Bapaknya aja Jokowi dikuasain itu sama keluarganya ini, keluarganya itu kan semua ekonomi tambang sana tambang sini semua orang digusur segala macam. H itu bapaknya apalagi nanti si Gibran. H. Nah saya berharap Gibran ini mencukupin dulu dirinya, membekaliin dirinya cukup. He. 2029 dia punya hak untuk maju jadi wapres, jadi presiden. Siapa yang mau melarang? Kita enggak bisa. Kita enggak punya hak larang karena dia memenuhi syarat konstitusi. Umurnya cukup, pendidikannya cukup, kan pengetahuan, pengalaman kuliah lagi. Kuliah lagi kan ada universitas terbuka. Terbuka dia hujan-hujan juga boleh. Iya. Ya kan terbuka kan. Hujan-hujanan juga dia boleh. Enggak masuk kampus juga boleh. Nah, jadi kita menyarankan supaya negeri ini selamatkan. Masa kita dikuasai oleh keluarga bodong ini enggak punya bapaknya enggak punya anaknya enggak punya terus kita diam aja kita masih hidup kita masih hidup membiarkan ini enggak aku siap atau lebih dari itu untuk melawan dia ini kan proses yang sudah 20 tahun iya orang Solo mengantarkan Pak Jokowi dua kali iya menjadi walikota walikota dan sekali mengantarkan Gibran gubernur enggak sekali mengantarkan Gibran iya orang Jakarta mengantarkan saya juga ikut waktu tu kita semua ikutlah karena pesona dia kan 2012 waktu itu kan sebagai orang ee deso segala macam karena kita tinggal aja Jakarta sejak umur 19 tahun tetapi kita sebetulnya merindukan deso-deso ini tetapi dosonya banyak dosa-dosa politiknya banyak sekali ini apa yang apa ditarget oleh seorang Boradi saya target saya begini saya berharap dengan Jokowi mundur eh Jokowi minta maaf Maaf terus menarik mundur Gibran. Kita membiarkan Prabowo mengambil sikap. Kalau dia kalau dia butuh wapres maka akan ada proses di MPR atau di MK atau dia cukup menggunakan enam atau tujuh menkonya. Berarti kan itu banyak. Atau Prabowo seperti Soekarno pada waktu ditinggal oleh Bung Karno eh Bung Hata tahun ‘7 sampai 67 Bung Karno sendiri. Iya. Nah, kalau Prabowo mampu karena mainnya banyak untuk apa? Iya. I kan dia bisa sendiri aja. Hm. Nah, artinya posisi Wapres ini useless ya. Sama sekali tidak berguna. Enggak ada guna. Sekarang dia cuma nonton-nonton pelengok-pelongok ditanya ibu-ibu dijawabnya lain gitu kan. Jadi kan memang dia belum cukup. Nah, saya khawatir selama Prabowo sibuk ke luar negeri, ke luar negeri, si Gibrani ini bikin bikin kesepakatan-kesepakatan dengan orang-orang oligarki-oligarki itu. Itu terlihat enggak? Terbaca enggak? Kelihatan kan? Mulai dilihat itu. Hm. Si Gibran enggak ngapa-ngapain langak plongo dan menempatkan orang-orangnya. Iya. Jadi kita berbaik hatilah dengan si Jokowi ini. Dia minta maaf karena 10 tahun di Solo, 10 tahun persis presiden enggak punya dokumen. Enggak punya. Jadi juri kan kawan kita, Eko kan kawan kita, Eko langsung jawab, “Enggak ada itu berita acara verifikasi itu.” Jadi kalau sekarang ini UGM masih mempertahankan dirinya bahwa Jokowi ini coba buka dokumen arsif yang ada di UGM. Hm. Ada enggak UGM menerima berita acara dari KPUD Soluh, KPUD DKI, KPUD RI, KPUD RI, eh KPU RI, KPU RI. Jadi KPUD-nya dua, Solo sama DKI. Solo, Solo. Solo, Solo dua kali. Iya. Terus ee DKI datang kemudian RI Ri lagi dua kali. Seharusnya itu ada. Jadi pada waktu ini umpamanya umpamanya Jokowi keras kepala. H kenapa kepalanya kosong? Kata si siapa? Rugi Gerung. Enggak ada otaknya dia. Nah yang punya otak kan ini kiri kanan ini ada si ini, ada si ini. Maka ada orang dikasih jabatan 20 karena Jokowi enggak ada otaknya kan gitu. Nah tapi dia keras kepala enggak mau menunjukkan. Megawati bilang kalau punya tunjukin dong. kan enggak berani. Nah, kita ke rumahnya seorang seorang Bitor Suryadi kan selama ini juga dikenal dengan orang istana toh? Iya. Berkantor di istana. Iya. Komunikasi dengan Jokowi selama ini gimana? Ya dia kan formal begitu aja kan datang satu ruangan dia kumpul ramai-ramai bersama-sama relawan kan. Nah, yang saya mau terobos itu. Heeh. Kalau benar dia tidak berani menunjukkan ijazahnya, baik itu UGM, baik itu apa Jokowi Pribadi enggak mau menunjukkan sampai sekarang. Bahkan dia bilang dia akan menunjukkan ijazahnya. Kalau di pengadilan dua orang sudah dipenjara Bambang Tri sama Gus Nur diproses di pengadilan, dipolisikan, di jaksa, di pengadilan, di hakim. Enggak ada ijazah itu. 6 tahun penjara tanpa barang bukti. Lima orang ini akan ke situ. Hm. Istifa tadi akan ke situ. Hm. Tidak ada barang bukti sekal. Nah, supaya ini tidak berlarut, mbok tunjukkan ajalah surat-surat verifikasi, berita acara verifikasi ya kan. Kami utusan dari KPUD KPU ya kan bernama 1 2 3 4 mendatangi Universitasat ya kan diterima oleh dekan ini kan gitu ini bukti forensiknya ini bukti digitalnya ini foto-fotonya ini suratnya iya stempel h UGM kan selesai iya itu jalan satu-satunya karena Jokowi enggak mau menunjukkan, UGM enggak mau menunjukkan ini negara hukum he terus mau jadi apa negara dibikin peraturan, dibikin konstitusi, dibikin ini tidak pernah diterapkan mau apa? Coba dong UGM bilang, “Oke, kami tidak punya ini. Kami punya dari KPU kan. Tunjukin dong siapa yang tanda tangan di situ kan de tanda tangan atau kepala kepala apa jurusan tanda tangan jurusannya pun enggak ada di situ. Jurusan kayu itu kan.” Nah, jadi kita berpikir alternatif terus. Ketika saya maju menjadi walikota di Paryaman itu saya datang sendiri ke SD SD saya bukan untuk sekalipun itu tidak diwajibkan yang diwajibkan oleh aturan ee tim bukan ee yang diwajibkan oleh tim sukses saya yang justru saya kasih mandat artinya saya tunjuk dia. Ya, saya e menugaskan si A, si B untuk mengatur masalah apa ee legalisir ijazah saya gitu nih. Apakah proses ini terlacak? Saya tiga kali pulang ke Palembang. Ah, abang kan dulu maju ya. Maju DPR kan. Iya. Harus pulang ke Palembang bawa SD. Kita datang sendiri kan ada inisiatif karena ada juga kebanggaan. Iya. Bahwa alumni kampus sekolah ini maju. I ini kejadian pada waktu Mas Taufik telepon ke Rudi. Oke, Mas Rudi. F Rudi. Heeh. E Rudi kan Mas Rudi itu dokumen-dokumennya Jokopi waktu bawa ke KPUDU PKPUD kader kita siapa yang yang ikut? Enggak ada. Jadi yang menyelesaikan enam orang timnya Jokowi itu. Hm. Jadi partai enggak tahu. Begitu juga di Jakarta enggak tahu. Ini juga yang menjadi latar belakang dari eh orang menuduh PD ya efek Rudi apa iya kan sangat kritis terhadap orang menduduk PDI harus tanggung jawab dong. Tanggung jawabnya segitu. Jadi ada mal praktik mal administrasi yang dilakukan enam orang itu. Mereka blok blok blok gitu. Jadi partai enggak ikut. Jadi di Jakarta enggak tahu, di Solo enggak jauh. Enggak tahu bahwa itu ijazah palsu. Ya, artinya efek Rudi yang dalam tanda kutip selalu berbeda pandangan politik terhadap Jokowi ini. Jangan-jangan persoalannya di sana juga. I setelah ini k kan kami kasih tahunya baru kan. Hm. Iya. Ya. Tapi tapi kan ee memang pandangan dia juga berbeda terus kan dengan Pak Jokowi. Apa karena latar belakang ini dengan ketidak autentikan ini. Iya. Bisa jadi. Hm. Maka saya bingung gini, beberapa kali saya lihat di TV tim-tim tim-timnya Jokowi itu yang berdebat-berdebat itu seharusnya mereka dikasih uang yang cukup oleh pihak TV supaya mereka ke Solo. Ngapain ya? Cek itu kan administrasi 20025 itu kan masih ada di Solo. Tanya ada enggak dokumen tentang berita acara? Ada enggak naskah dokumennya Jokowi? Kan di sana tanyanya. He kan gitu. Mereka kan membantah-embantah apa yang kita sampaikan. Jadi kan kita kalau salah kita dipenjara. Iya. Karena disebut ee itu tadi kan fitnahlah apalah. Tapi kalau mereka kan enggak enggak mungkin disalahin kan. Mereka datang aja ke Solo bom kartu Solo, bongkar UGM tanya berita acara. Enggak usah tanya yang lain. Tanya aja berita acara verifikasi ada enggak. Kalau enggak ada kan berarti melakukan kesalahan. Karena KPU itu wajib melaksanakan undang-undang. Betul ya kan? Melaksanakan peraturan dibekalin duit. H mau nginap seminggu, 2 minggu di Jogja ada duitnya dan wajib menyimpan dokumen-dokumen itu karena itu dalam tanda kutip dokumen negara kan. Iya. Iya. Masuk dalam negara itu sesuatu yang sudah masuk ke PU dokumen negara. Nah, itu enggak ada. Jadi di Solo enggak ada, di sini enggak ada. Saya yakin itu pendapat saya. Kalau sekiranya ada yang pergi ke Solo, ada pergi ke UGM mencari berita acara itu ada, saya hormat. Berarti kan saya salah. Tapi kan ada juga yang sudah pergi tapi enggak menemukan. Ah, itu dia. Berarti bukan enggak menemukan memang enggak ada. Enggak ada. 10 tahun di Solo, 10 tahun di RI itu sudah ada. Jadi satu-satunya cara supaya ini clear selesai Jokowi minta maaf. Hm. bahwa 20 tahun dia berkuasa tidak punya dokumen karena kawan-kawannya gitu. Jadi kalau bahasa Inggrisnya seperti itu seharusnya di hari pertama dia pidato bahasa Inggris harusnya dari situ kita mulai ini enggak cocok lulusan UGM kan harusnya begitu tetok tetok gitu kan betok betok petok kan enggak bisa itu. Padahal bahasa Inggris itu kan adalah apa ee mata kuliah dasar. Iya artinya harus wajib pengantarlah. Iya wajib wajib lolos. Paling tak bacanya lumayan. He. Nah, saya berharap jadi jalan solusinya supaya orang lima ini tidak perlu dipenjara. Mereka minta maaf kalau dalam pernyataan mereka menghina Jokowi. Karena apa? Karena kesal. Kesalnya karena apa? Jokowi tidak pernah melakukan sesuatu yang wajar. Tunjuk. Kalau dia tunjuk kan selesai nih. Enggak ada lagi analisa analisa analiso, analiso. Kan sana situ kan enggak ada lagi. He. Kalau Jokowi itu waras. Nah, persalahannya kan dia sudah tidak waras. Jadi yang kita lakukan ini adalah rasionalitas ya kan rasionalitas warga waras. Artinya bagaimana kita harus menghapus dosa-dosa Jokowi kan dia sudah selesai. Masa kita kejar-kejar yang kita mau kejar itu adalah Gibran. Kenapa 10 tahun Jokowi ini ada rusaknya seperti ini? masa diteruskan kibr jadi bangsa negara yang banyak nih jenderalnya banyak nih banyak ya kan profesor dokter banyak membiarkan keluarga Jokowi kegibran berkuasa di republik ini. Terus kita ngapain ini? Kita ngapain? Kita masih sehat masih hidup masih ada. Seorang ambitor suryadi katanya sekarang lagi mengejar bangkernya Jokowi. Apa itu? Ya kan kita juga sudah membiarkan kira-kira berapa bulan, berapa tahun itu yang diucapkan OCCC itu kan. Hm. Bahwa dia punya data lengkap, komplit, akurat, valid. Bahwa Jokowi statusnya ee presiden terkaya, korop. Nah, kita mau buktikan dia sebut Jokowi adalah koruptor dunia. Kita mau tanya mana berkasnya, mana datanya, mana angkanya, mana dari mananya gitu kan. Ini dari minyak ya kan? Ini dari kelapa sawit, ini dari hutan, ini dari kebun atau dari ini dari BTS atau dari Telkom itu ya kan ee Lembong bilang uangnya diserahkan kepada Gibran eh kepada Kaisar. Terus si apa? Si Nadil Makarim juga menyerahkan uangnya ke ini kan semua dibawa ke Solo berarti kan bongkar aja di Solo nanti kalau kita jadi nih kalau saya di dituntut segala macam kita bawa Delco. Delcodelko yang sering membongkar rumah-rumah penduduk digusur-gusur tuh katanya penduduk liar penduduk ini kita pinjam kita bawa ke rumah Jokowi kruk krok ada enggak bangker di sana? Ada dong ada. Ada itu dari mana keyakinan itu? Muncul kira-kiranya kan gitu pastilah. Kalau enggak di mana dia enggak bisa simpan di bank. Dia kan enggak bisa simpan di mana-mana pasti bawa ke rumah. Kita sudah punya contoh. Kemarin orang Mahkamah Agung ya punya uang R20 miliar enggak bisa masuk di mana-mana. Rumahnya penuh dia taruh di dalam mobil itu loh. Mobil titik kemas. Titik kemas ya. Ditaruh di situ uangnya. Terus kita kemarin enggak lihat Wimar 11 triliun yang kantor kantor jaksa sampai penuh sampai ke atas-atas ya kan Wilmar ya Wilmar terus yang itu yang Indro apa ee satu lagi tuh hutan juga I ya i ya nah yang uangnya terliuran juga kan di Cita semua tuh itu kan semua tidak bisa masuk bank tidak bisa kan mereka simpan di bankernya h kan ketangkap tuh jadi di rumah dulu ada juga bekas ketua MK yang uang korupsinya ditaruh di dinding-dinding ya kan. Terus ada juga bekas kepala BPN rumah ee uangnya miliar-miliar taruh kamar mandi kamar mandi di palang rusak padahal dalamnya uang dolar semua. Iya. Nah Jokowi kan pasti berpikir ke situ. Ada yang juga di kolam renang ya. Kolam renangnya ditimbun. Ditimbun karena ada uang di dalam. Iya. Jokowi lebih cerdas kayaknya. Keyakinan itu dari mana, Bang? Ya dong. Masa enggak yakin kita ke mana dong? Orang dari OCCR sudah ada dari kasus perkasus sudah ada. Tom Lembong bicara kan, Nadim bicara, si ini bicara semuanya kan dibawa ke Solo. Hm. Ee ada kesaksian khusus nanti. Nah, waktu jadi gubernur ada gubernur. Jadi gubernur diawalin dengan mobil Innova. Hm. Kadang-kadang satu, kadang-kadang dua. H malam jalan ke Solo. Ini dari mana? Jokowi dapat dari berbagai kasus. He. Termasuk di anaranya reklamasi, kasus tanah, kasus apa sini. Hm. Kan uangnya kan enggak mungkin di bawa saat pas era Hawok justru apa pihak swasta yang disuruh membangun Jakarta ya. Tapi era Jokowi enggak ya. Enggak terlihat ya. Itu dia itu dia apa artinya sekarang pas semangatnya seorang Bor Suryadi itu ke arah mana ini sebetulnya apa pribadiah atau ke masalah korupsi. kita lurus-lurus saja. Hidup ni kan sebentar lagi nih. I jadi kalau kita mau saran nih, he umur kita kan sudah lebih dari umurnya Rasul ya. Ya. Nah, mudah-mudahan kelebihan umur ini bermanfaat. Hm. Kan gitu. Jadi kita minta kawan-kawan yang umurnya sudah di atas umurnya Rasul, ayo sama-sama kita mau ngapain lagi? Di rumah duduk ya kan? Terus ngurusin cucu kan tinggal mati kan? Ngurusin cucu malah ya. Iya kan? Tinggal mati kan. I daripada matinya sakit atau matinya begini lebih masih ditembak masih ditembak di jalan gitu loh karena memperjuangkan mati di penjara gitu kan tapi mulan ketidakbenaran ya gangkar karamukaan dong itu dong masa masih sakit iya iya itu ujungnya ke mana ini kasus Jokowi ini tadi tadi tadi aku kalau aku ujungnya menarik si Gibran Iur iya betul dengan demikian kan proses pemilihan wakil presidennya nya dilakukan MPR berarti kan itu kembali kepada Undang-Undang Dasar 45 ya tanpa Undang-Undang Dasar 45 juga bisa kan memilih itu kan bisa karena dimaksudkan kalau kita bertahan dengan cara sekarang nanti muncul lagi dari gorong-gorong dari sumur jadi presiden. Coba kita enggak tahu kualitasnya yang kita lihat cuma popularitas 80% 70% kan kerjaan lembaga survei kan jadi partai-partai terpengaruh dengan hasil lembaga survei. sebagai survei mewakili 2.800 eh dua du dua dua 1000 280 juta penduduk diwakilin cuman 1240 responden. Iya. I terus menyatakan ini populer ini populer gitu kan ya kan. Terus kita percaya ketua-ketua partai percaya kita enggak lihat kualitasnya enggak keluar apanya kan. He. Jadilah kita pilih yang beginian hasil gorong-gorong. Seorang Gibran ini sebetulnya di mata Bang Bitor seperti apa? Kalau aku lihat dia masih anak polos lah, Mas anak-anak lah. Jadi aku mengak mengapa aku bilang dia harus mundur? Karena dia belum cukup. Hm. Tapi 202 dia punya hak umurnya cukup. Mudah-mudahan sesuai dengan aturan dulu ya. Iyaalah. Umurnya cukup mudah-mudahan pendidiknya pendidikannya meningkat, pengetahuannya meningkat. pengalamannya meningkat, pengetahuannya meningkat, dia juga dapat doktorandus apaapa segala macamlah. Nah, kita dukung dong enggak boleh dong kita larang Gibran maju. Apa hak kita melarang dia? Apa kekuasaan kita? Kan enggak ada. Dia sebagai warga negara ingin maju 202 apakah wakil presiden apa silakan nanti kalau dia menangis syukur. Tapi kalau sekarang enggak. Aku lawan. H. Aku lawan orang hakim yang ada di Mahkamah Konstitusi, profesor, doktor, ya kan? SH, MA. Goblok terhadap kuasanya keluarganya Jokowi. Goblok. Mereka baca sejuta buku. Sejuta buku. Tapi enggak baca apa artinya forvoden. H. Forvoden itu kan dilarang. H. I kan. Betul. Ini yang yang boleh merubah konstitusi itu adalah Presiden dan DPR. He bukan dia. He. Dengan merombak ini kan berarti ada unsur lain-usun lain kan. He he. Iya. Berarti kan orang-orang cerdas, orang-orang profesor enggak patuh, enggak disiplin. Ngapain itu? Kalau aku punya kekuatan, ganti aja nih sembilan orang ini pulang ini ke kampusnya. Udah mereka ngajar situ berarti pilih pilih baru dong. Berarti Gibran di sini korban dong. Siapa Gibran? Ya, ini permainan mereka lah. Kenapa Gibrad kan pada waktu itu kan masih sosok sendirilah kan dia didorong ke sana, didorong ke sini, didorong ke dia ikut aja dia enggak bisa ngapa-ngapain. Yang aku herankan itu mahkamah konstitusi. Iya. Harusnya kalau mereka memang punya hati satu dua orang mundur. Saya menyatakan diri saya mundur jadi hakim Mahkamah Kusi. Tidak sesuai dengan hati nurani saya. Selesai kan diganti 99nya digantilah. H karena mereka sudah begitu atau kalau mereka berani nih saya rencana akan ke sana nantinya itu mereka menyatakan kami cari undang-undang cari peraturan bahwa Gibran harus dibatalkan karena waktu itu kan mereka ditekan mau ke sana nih ke mana nih apa mau rencananya apa nih Bangis kita kan pasang spando pasang pamper kan ya ya kan profesor doktor yaam ya kan kalah sama Gibran kan gitu-gitu aja ya sama Pijar ini sama Pijar atau teman-teman aktivis yang lain Nanti akan kita ajak yang lain. Ya Allah, sayang gitu loh. Iya sayang. Negara ini kalau sekarang kita lihat 10 tahunnya Jokowi begitu rusaknya. Hm. I kan tambang-tambang rusak, pajaknya enggak dibayar, induk enggak enggak bayar, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin kan gitu. Nah, nanti diterusin sama si Gibran. Ini harus kita hentikan. Hm. Bahwa Gibran 2029 mau maju dengan siapa? Urusan dia. Tapi yang ini urusan kita. Kita masih hidup, kita sehat sekarang ini. Iya. Ya kan 2024 ini kan kita kan sini. Nah, ini kita lawan. Saya lebih setuju Prabowo sendirian. Kalau memang dia kuat, bibinnalah negara ini sendirian seperti Soekarno. Kalau dari sisi Prabowo, kenapa Abang lihat masih ada semacam apa ee komentar Abang gimana? Prabowo. Iya, nanti aja. Itu aku ini dulu aja deh. Ini dulu. Nah, artinya kenapa belum terlihat khat apa di era ini beberapa bulan ini kita lihat kenapa belum terlihat apa justru yang menjadi korban adalah yang anti Jokowi lebih banyak dar yang jadi korban ini negara bangsa, rakyat inilah yang jadi korban jelas itu. Iya jelas pemilu kemarin uangnya besar-besaran hasilnya begitu. Hm. Dan kita juga lihat bansos kan bansosnya luar biasa begitu banyak tapi diserahkan 500 triliun. Nah, tapi yang penerimanya adalah ee ee pemain judi online dan segala macam. Iya. Ke sana larinya ada yang 10 tahun, 15 tahun enggak berubah. Iya. Artinya dapat subsidi terus iya dari dari negara dan itu diselewengkan. I itu namanya sogok. Sogok sogok politik. Ee dari kasus yang terjadi dengan apa Tifa Pro Suryo dan segala macam itu harapan Abang ke Baris Kim apa? Ya, itu artinya baris krim ini kan belum belum mandiri dia kalau kita lihat masih di bawah kekuasaan orang Solo itu. H. Nah, saya berharap mudah-mudahan dalam 1 minggu, 2 minggu ini berubahlah keadaan. Hm. Enggak ada urusannya dengan pidana. Dan Barim sendiri sudah bilang enggak ada urusan pidana kan. Kenapa? Kenapa Polda meneruskan? Berarti kan K Polda di bawah kuasa orang lain lagi kan. Hm. Harusnya sudah selesailah ini karena ini masalah akademik dibawa ke rumah hukum. Iya. Iya. Enggak cocok dong. Heh. Enggak tempatnya. Yang yang cocok untuk dipidana itu adalah pembuat ijazah palsu di kiosnya di pasar pojok pramuka. Itu yang melakukan yang lain-lain. Enggak ada munculnya Pak Iman ini. Apa? Apakah ini Tuhan Allah gitu kan Allah yang menggerakkan dia. Kenapa dia terganggu dengan Roy Suryo? H karena dia terganggu. Dia telepon, dia teror, dia marah-marah, dia maki-maki. Itu awalnya. Jadi apa yang saya cari yang menemukan Roy namanya Pak Iman. Karena Pak Iman langsung menyatakan, “Saya pemilik kios.” Nah, ketemu. K bilang. Hm. Ya kan? Saya orang dekat dari enam-enam orangnya yang ada di sekitar Jokowi. Saya orangnya Jokowi. Saya orang dekatnya Jokowi. Selesai kan? Kan kita kenal hubungan kita dengan Pak Iiman ya. Ee Pak Iman juga baik ya. Artinya secara personal enggak ada masalah ya. Sebelum ini aku minjam duit eh aku minta duit sama temanku namanya Ian. Tahu-tahu yang kirim dia. Oh oke. Aku minta 20. He. Dikirim 15. Kok dibilangnya meres? Yang namanya meres itu kalau dari 20 jadinya 100 miliar. Nah, itu baru meres kan. Yang kedua, apa kuasa aku untuk memeras dia? Kan dia kawan pada waktu pertemuan kan salaman, pelukan diajak makan enak kan. Kapan aku meres dia? Tanpa kuperes saja aku dikasih dengan ikhlas. Kok si apa si Abbas-Abas itu siapa namanya? Farhad Abbas. Ah menuduh kita mau meres. Meres dari mana? Kita minta 20 dikasih 15. Karena besoknya kan aku bikin acara kan kadang kadang enggak ada tekanan apa aku juga dapat undangan itu acaranya iya kan undang enggak ada nah kalau dia mau mengasih ya kasih ya biasanya atraktivis ya kita open open iya dong iya dan itu terbuka yang aku herankan kok si paiman jadinya dipakai seperti gituan menekan aku ketawa aja ini kanad abas ini kan pengacara papan atas h dia membela apa pengusaha konglom dia apa membela artis yang tidak mau cerai kan gitu dia nih dia ini orang yang dapat untung jadi tidak ada perkara karena sudah dibayar duluan oleh kliennya sementara nanti di ujungnya damai kan begitu separat ini. Nah, dengan aku dia mudah apa aku enggak ada duit orang aku duit aja minta. Jadi aku tuh minta sama temanku Indra Yan Yan Iskandar ini adalah aktivis pijar juga sudah cukup makmurlah ya kan karena dia sudah cukup makmur aku tanya Jan bantu i dia bilang rupanya itu ditransfer dia ke Pak Iman pada waktu bertemu Pak Iman ikhlas iya ya i iya kan maka dikasihnya kan enggak adaus tekanan kecuali kalau aku adalah preman ya kan aku preman jagoan pasar pramuka Kan gitu seperti dia meres kau kasih aku cuma 15 aku minta ah kan gitu atau aku jadinya minta engak enggak jadi 15 minta 100 triliun gitu kan aku enggak ada gitu-gituan aku nganggap ini wajar-wajar tapi dipolitisir nah kalau nanti aku dibawa ke Kapolda aku tanya Pak Kapolda, Pak Kapolda kan tahu pemerasan itu bagaimana kita bukan preman bukan aparat hukum yang nakal kan yang biasa meres-meres itu kan itu. aparat hukum yang nakal. Pak, Bapak punya perkara ini Pak, Bapak bisa dituduh pasal sekian sekian sekian kan gitu kan damai. Kalau kita apa sosok paiman ini kan terkenal juga pemurah juga artinya dia bagian dari civil society sebetulnya. Kenapa tiba-tiba galak begini? Jadi itu makanya ketika dia bantu aku berarti ini orang baik kan. Iya kan? Karena aku dengar Pak Iiman ini orang baik. Makanya kawan aku Ian itu kan ya Bang nanti aku bantu. Rupanya di yang bantu itu Pak Iiman. Pertanyaannya kenapa jadi Pakiman yang bantu? Berarti kan Pak Iman orang baik. Iya karena ketika dia juga masuk ke pemerintahan segala macam kita juga menunggu tidak menjadikan dia lawan kan. Sehingga pun bukan aktivis bukan orang partai politik bukan siapa-siapa juga tapi ketika dia karena kita anggap sosoknya. Oh artinya kita terima kan. Jadi dia mau menggertak aku, dia pikir aku takut dengan yang begini-beginian. Iya. Jadi waktu kami makan, Hm. Bisor melakukan apa? Minta maaf. Aku minta maaf karena dataku masih tipis, masih sedikit kan. Aku bilang sama dia, “I kan tapi kalau dataku cukup ya aku terusin. Aku terusin kan.” Terus dia angkat lagi kasus aku minta. Yang minta uang tuh kan Ian. Aku kan mintanya sama Ian. I yang kirim dia. K. Terima kasih dong. Iya. Iya, karena katanya dia orang baik. Terus kalau dibilang aku meres, meres dari mana? Meres itu kalau dari minta 20 jadinya 100 triliun. Ini dikurangin sama dia dari 2015 kacau juga di Suiman. Aku yakin ini pasti ada orang lain yang bisik-bisik dia. Mereka mau nuntut aku apa sih? H dibawa ke polisi. Pak polisi mau meriksa aku apa? Ya, kecuali kecuali sudah ada muncul kasus ini duluan sekarang baru ngomong sama dia dan ua-ua kalau aku bisa menghentikan perkara nah itu kan aku kan enggak bisa ini kan sudah perkara rakyat bahwa ijazah palsu itu dicetak di pramuka di kios itu pemiliknya si itu kan selesai aku sudah enggak ada urusan ini. Maka aku bilang, “Aku anggap masalah percetakan ijazah ini aku sudah selesai, sudah tutup.” Karena aku rintis dari A sampai Z. Dari Solo terus ke Ji terus aku sampai ke sini kan temulah tempat itu pasar pramuka. Hm. Tapi aku belum tahu siapa pelakunya dari pihak pramuka. Ternyata ada kios, ternyata ada pemiliknya, ternyata ada orang Jokowinya. Selesai. Masa aku mau kejar-kejar ini lagi. Aku sudah enggak ada lagi. Bagi aku masyarakat sudah tahu bahwa aku bukan pembohong. Yang katanya katanya katanya katanya ini buktinya gitu loh. Buktinya ada kios, ada pemiliknya kan gitu. Orangnya siapa, punya siapa kan selesai aku enggak perlu dong aku terus-terusan. Nah, syukurnya baiknya lagi ini dengan si Paiman dibawanyaalah ke Polda. Polda nanti kan akan mencari kan di mana kios kau kan gitu. Ada berapa kau punya kios kan gitu. Kapan kau cetak? Tanggal berapa? Bulan berapa? Tahun berapa? Benar enggak? Udah benar-benar pindah. Ah itu dialih tangankan ke yang lain. Iya. Iya. Jadi si Paiman ini nanti bertanggung jawabnya sama Polda. Heeh. B dan sama malernya dan ada serangan balik juga kan. Iya. Iya. Bahkan dengan kita selesai. kita enggak ada urusan sebenarnya dengan ini. Yang menjadi urusan aku itu ketika perdebatan keras antara UGM terhadap tiga orang ini, terhadap Roy Suryo, terhadap eh Risman, terhadap Syifa ini kan keras. Aku datang ke Jogja, aku datang ke ini bertengkaran ceras ini mengaku ini kan waktu mereka datang ketemu rektorat kan begitu tuh pertengkarannya. Di perjalanan pulang kan aku tanya orang ini yakin sekali bahwa yang dibawa itu cara apa? palsu yang mereka bahas ini tiga orang ini palsu. Tapi ke OGM mempercayai diri bahwa ini punya kami. H kan gitu. Padahal sudah dibilang kertasnya beda. Ini kan 1985 harusnya kan. Sementara yang yang ditampakkan itu kan sudah tahun 2000-an. He. Kalau 1985 kertasnya enggak begini, harus begini. Huruf-hurufnya begini, formatnya begini, tintanya begini kan gitu. Berarti kan ini cocoknya yang pramuka bukan yang UGM. Tapi UGM ngaku itu punya dia. Polisi juga wariskan mengaku ini punyanya punyanya UGM. Kan begitu. Aku di perjalanan bertanya-tanya. Ah kalau enggak UGM enggak ngaku itu enggak ngaku aku bertanya kalau gitu di mana ini dicetak? Hm. Gua telusurin. Hm. Gua tanya kader-kaderai. Eh ini sudah ramai-ramai nih ijazah palsunya Jokowi. Apa kalian tahu? Iya Bang. Si anu, Bang. Si anu, Bang. Gue cari, gua temuin. Kau tahu ini sejarahnya? Tahu, Bang. Kau tahu dia ada pertemuan-pertemuan antara tim Solut JK. Tahu aku, Bang. Aku ikut, Bang. Aku tidak ada di situ, Bang. Jadi pertemuan itu di Cikini sudah tu pertemuan-pertemuan berikutnya di Borobudur 2-2 itu Menteng kan. Jadi clear kan ketemu. Ada ada tim Solo itu ada tim Jakarta itu ada di Pramuka. Sampai situ aku berhenti pramuka kan banyak dan itu sudah terbakar. Oh, kulacak lagi 2015 sudah pernah di operasi sama Ahok sama Polda sama tertangkap 23 orang ya kan gua kejar itu. He. Nah, waktu ketemu sama si apaan kemarin waktu diajak makan tanya kau kenal enggak dua psikor? Sudah bilang enggak enggak enggak aku kenal satu ya sudah satu. Berarti kan kau kau bertahun-tahun di situ kan kau tahu siapa-siapa yang ditangkap kan kau pasti kenal. Nah, aku kejar itu kan. Nah, terus aku berkesimpulan sudah urusan percetakan ijazah palsu pramuka itu tutup. Hm. Pak Iman buka lagi, buka lagi, buka lagi dan semakin terbuka. Iya. I ya. Nah, jadi aku sebagai mantan ketua prod tidak boleh melaporkan urusan politik. urusan perdebatan, urusan dialog ke polisi. Kau bertengkar, tengkar. Siapapun orang yang berarti menolak kau, kau lawan. Kau bawa data bukan kau bawa ke polisi. Di mana otak kau sebagai aktivis? Kan begitu. Kita punya guru ya kan Taufik Kimas Buyung Nasution, Hariman Sar ada di foto-foto kan semua. E kepala bin aja kita hajar kan paling dia telepon kan. Eh kau kenapa marahin aku? Kan artinya gak di tokoh-tokoh yang kita sebut tadi juga enggak bakal melaporkan balik kita kan. Iya. Iya. Karena ini ada di ruangan publik. Malu kita sama tokoh-tokoh yang ada di sini. Urusan perdebatan politik kok dibawa ke polisi. Kacau. Enggak mau aku. Dibilang orang aku sudah mati. Biarin aja. Aku cari cara bagaimana aku menjawab aku masih hidup. Nah ini bagian daripada jawaban aku terhadap orang yang bilang aku mati. Aku masih hidup. Masih cuap-cuap di lokasi hidup. Berarti kan dia salah mengatakan bahwa aku sudah mati. Iya. Iya. Bukan aku bawa dia ke polisi. Oke. Oke. Kan gitu. Nah, jadi bagi aku ini clear. Jadi sekarang itu kita harus berfokus kepada dua. Hm. Berhari-hari nanti kita demo di Mahkamah Konstitusi atau demo di depan kantor Wapres. Mundur kau Gibran 2009 tantangan kau kan gitu. kita akan dukung kau 202 kan gitu. Tapi sekarang kau mundur karena kau belum cukup umur, belum punya. Saya enggak bisa membayangkan ini apa ketika Prof. Dr. Pak Iman Draharjo mengusik balik seorang Mitor Suryardji. Nah, dua-duanya kawan ini Pak itu saya saya apa artinya dua-duanya kawan. Bang apa Bang itu saya enggak bisa membayangkan seorang Bitor memegang toa lagi. Apa itu yang dilakukan? Arti kalau ada kekuatan itu akan panas lagi nih situasi. Kalau aku sih ya atau bukan hanya tua tapi sekedar spanduk aja. Kalau sudah seorang bitor yang membawa itu apa yang terjadi? sepanduknya nanti hakim Mahkamah Konstitusi cari undang-undang, cari pasal undurkan si Gibran atau nanti di depan kantornya Gibran. Gibran mundur pulang kampung kau belum cukup umur kau gitu. Gitu aja. Kalau dengan Pakiman aku sudah enggak ada. Dia ngajak aku makan makannya makan enak. Iya. Iya. Ya kan? I aku suka ya. Tapi dia politisir bahwa aku minta maaf. Benar aku minta maaf karena aku ada kekurangan data. Harus minta maaf dong karena dia abang memfitnah aku. Ah gak boleh dong kalimat itu. Aku tidak memfitnah kau. Aku datang. Aku datang. Kujelaskan bahwa aku bukan fitnah tapi dataku kurang. Kalau dataku cukup aku akan lawan terus. Karena kan sekarang sudah cukup. Sudah masukan dari aktivisnya Mustofo, alumninya Mustofa, dari yayasan. Cukup dong bawa dia begini begini kan dari UGM lagi banyak lagi masukmasukan. Aku minta juga pada UGM karena sekarang kan demotrasinya sudah besar-besaran itu bukan produk UGM. Kalau memang UGM punya hanya satu data aja kau keluarkan kertas KPU kan ada tulisan apa umum kan tanda tangan siapa yang menerima tim itu. Itu aja. H kalau kau memang punya. Jadi kalau sekarang kau mau menutup diri sebenarnya karena memang ijazah itu tidak ada sudah kau bikin ini segera bikin telepon orang KPU ayo kita tanda tanganin salat sudah terus kan selesai artinya seorang Bor tuh sedang menunggu jeep berikutnya dari Jokowi iya aku tetap minta maafkanlah si Jokowi yang sudah minta maaf kekayaannya berlimpah yang tadinya tinggal di pinggir sungai H ya kan ada kodoknya kan He. Nah, sekarang sudah di istana, rumah besar, uang bertrun-terun. Minta maaflah kepada rakyat, bawa pulanglah si Gibran. Biarlah negara ini berproses dengan demokrasi yang benar. Kan gitu. Ini kan merusak demokrasi dengan nam merusak merusak konstitusi segala macam. Dia kan sudah hebatlah di Covid ini kan. He. Semua aparat masih takut sama dia ya kan. Relawannya ada jutaan kan masih banyak. Ngumpung mumpung ya masih ya mundur mundurlah sebentar lagi kan 2029 si Gibr sudah lengkap lengkap ee pendidikannya ya kan lengkap pengetahuan pengalaman apa segala macam. Oke pikir cukup situ aja. Oke. Berbicara dengan ee Witor Suryadi itu seperti kita berbicara dalam pelatihan-pelatihan para aktivis. Artinya yang muncul di dalam nada suaranya itu adalah semangat yang begitu kuat terhadap perubahan untuk melawan hal-hal yang merusak bangsa ini. Korupsiah, kebohonganah, ketidakadilan dan ketidakadilan. Ya, karena itulah seorang Boradi dan tentu kita akan melihat kah berikutnya di dalam kesempatan kesempatan yang lain. Terima kasih dan tetap berpikir merdeka 100%. [Musik]

Pengakuan mengejutkan muncul di tengah panasnya kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengakuan tersebut datang dari Politisi Senior PDI Perjuangan Beathor Suryadi.

Beathor mengatakan bahwa ijazah Jokowi diduga dibuat di Pasar Pramuka. Tak hanya itu, ia juga menyebut akan memeriksa banker di rumah Jokowi.

Apa sebenarnya isi banker tersebut? Dari mana dugaan ijazah Pasar Pramuka datang? Apa tujuan Beathor mengungkap semua hal itu ke publik?

Podcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung dari sumbernya.*

Host: Indra J Piliang – Sejarawan
Narasumber: Bambang Beathor Suryadi – Politisi PDI Perjuangan

For Partnership, Please Contact:
https://wa.me/628119899090

Dapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!
Playstore https://tinyurl.com/forumkeadilanplaystore
AppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps
Portal https://forumkeadilan.com/

Apakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda! Ikuti kami sekarang di:
YouTube https://www.youtube.com/@forumkeadilanTV
Instagram https://www.instagram.com/forumkeadilantv
FB https://www.facebook.com/forumkeadilandotcom
Tiktok https://www.tiktok.com/@forumkeadilantv

#beathor #ijazahjokowi #pasarpramuka #gibranrakabuming #jokowi #paiman #madilog #forumkeadilan #pdiperjuangan #politiki #podcastpolitik #ijazahpalsu #indrapiliang #roysuryo #drtifa #rismonsianipar #universitasgajahmada