Roy cs kaget, JKW kembali melapor terus ungkap Fakta ijazah jokowi
gugur karena pihak pelapor tidak mengajukan ee klarifikasi saat diundang dan tiga dinaikkan ke tahap penyidikan. Artinya ada empat laporan dari total enam laporan yang ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Sebagaimana kita ketahui, Saudara Joko Widodo sendiri melaporkan dengan dugaan tindak pidana pencemaran 310 KP, fitnah 311 KHP, dan 27A undang-undang ITE terkait menyerang kehormatan menggunakan sarana IT. Namun di luar itu kami juga menyebut ini penyelundupan hukum ya, Saudara Joko Widodo melaporkan dengan pasal 35 Undang-Undang ITE yang ancaman pidananya 12 tahun penjara. juga pasal 32 Undang-Undang ITE yang ancaman pidananya 8 tahun penjara. Ini yang dulu sering kami sebut ee upaya untuk kriminalisasi karena dimasukkan pasal-pasal yang tidak relevan dengan delik pencabaran dan fitnah dengan target kalau nanti statusnya naik ke penyidikan dan tetapkan tersangka, polisi bisa menggunakan kewenangan untuk melakukan penahanan berdasarkan KUHAP. Karena ancaman pidana yang bisa ditahan itu minimum 5 tahun penjara. Dan dengan dimasukkannya pasal 35 dan 32 Undang-Undang ITE melalui laporan Saudara Joko Widodo ini, polisi nanti bisa mengambil langkah untuk menahan walaupun dalam persidangan pasal-pasal ini tidak tidak terbukti begitu. Dan itulah modus operandi kriminalisasi yang sering kami temui bukan hanya di kasus klien kami hari ini. Yang kedua, laporan-laporan yang lainnya itu dilaporkan ada yang dari Polres Jakarta Selatan yang mengatasnamakan Peradi Bersatu. unik sekali, lucu bahkan aneh. Dia melaporkan di antaranya adalah kabar bohong, pemberitahuan bohong 28 ayat 3 Undang-Undang ITI. Selain itu pidana SARA 28 ayat 2 Undang-Undang IT dan juga pasal 160 KUAP tentang penghasutan. Tetapi pelapor ini sendiri bohong. Dia menuduh kami mengedarkan kabar bohong klien kami ya. Pelapor sendiri mengedarkan pemberitahuan bohong. Apa pemberitahuan bohongnya? Ke mana-mana mengaku yang melaporkan adalah peradi bersatu. Tetapi saat kami diundang klarifikasi, tidak ada satuun laporan dari para pelapor itu yang namanya disebut sebagai atas nama Peradi Bersatu. Ada yang laporan yang diminta untuk klarifikasi itu antaranya yang pertama Andi Kurniawan, yang kedua Samuel Sueken, Kabriani, Lesumanan, dan Kahan Rahayan. Ada satu Samuel Sweket ya. Jadi tidak ada satuun atas nama Pradi Bersatu. Di dalam sebuah diskusi media ketika kami soal itu ya kebingungan begitu dan saya terusang tersinggung karena saya anggota Perhimpunan Advokat Indonesia atau Prad sebenarnya tidak terima ada organisasi dimanfaatkan untuk kegiatan yang bisa kita kategorikan ikut-ikutan mengkriminalisasi begitu. Nah, yang kedua tentu kami harus memberikan sikap terhadap apa yang sudah diumumkan. Sikap kami yang pertama tentu saja ini tindakan yang teralu dini atau bahasa hukumnya itu prematur. Apa prematurnya? Pertama, kasus pencemaran ijazah palsu ini tidak bisa dilepaskan dengan kasus dugaan pemalsuan dokumen yang sudah dilaporkan di Bareskim Mabes Polri. Walau hanya Dumas, kasus di Pareskip itu sampai hari ini belum tuntas. Terakhir ketika 22 Mei, Johandani Rahjopuro selaku Direktur Tindak Pidana Umum Baras 15 PORI menyatakan menghentikan penyelidikan dugaan pidana pemalsuan ijazah saudara Joko Widodo telah dilakukan proses koreksi melalui apa yang disebut dengan gelar perkara khusus di tanggal 9 Juli 2025. Dan gelar itu belum ada hasil yang disampaikan kepada kita pada publik. Harusnya setidaknya menunggu proses gelar ini diumumkan kepada publik. Misalnya kalau gelar itu ternyata menguatkan penghentian penyelidikan, oh berarti dianggap sama dengan hasil yang diumumkan Johandani Rahajapuro. Sebaliknya, jika ternyata gelar menyatakan bahwa penyelidikan ini ada cacat, proses, prosedur, dan substansi dan pihak Biro Wasidik selaku pengawas penyidik memerintahkan kepada penyidik untuk membuka kembali dan melakukan penyelidikan terhadap dugaan tidak pidana pemalsuan dokumen 263 KAP yang dilakukan diduga dilakukan oleh saudara Joko Widodo, maka kasus ini dibuka kembali jadi gak relevan pencemarannya karena apa? Kasusnya jalan gitu. Nah, dari situ kami kemudian muncul praduga. Jangan-jangan semua akan dikondisikan. Pengumuman di bereskip nanti juga hasilnya akan sama sehingga Polda berani meningkatkan penyelidikan ke tahap penyelidikan. Okelah kalau sekenarnya demikian tapi tetap saja harusnya menunggu pengumuman dari Biro Wasil dulu hasilnya seperti apa. Karena ini berkaitan tidak mungkin ada pencemaran ijazah palsu kalau belum dibuktikan ijazahnya asli. Bagaimana kalau ternyata bagaim bagaimana Bang? Habis audio. Nah, ini lagi C. Oh, tutup lagi. Bagaimana nanti kalau ternyata ijazah itu terbukti palsu? Kan enggak enggak ada lagi fitnah, enggak ada lagi pencemaran begitu. Lagi pula sikap kami sudah jelas kami keberatan klien kami disidik dengan pasal pemals apa pencemaran dan fitnah sebelum dibuktikan ijazah ini asli berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap begitu. Jadi ini yang menyebabkan kami menyimpulkan ini prematur dan karena ini prematur meloncat dari proses dan tahapan ini yang kami sebut ada tendensi, ada atensi, ada kepentingan mengkriminalisasi kalian kami melalui peningkatan tahapan dari penyelidikan ke penyidikan. Memang benar laporan Saudara Joko Widodo walaupun dari aduan tidak pernah menyebutkan siapa terlapornya. Dan dalam undangan klarifikasi kalian kami bertanya siapa yang terlapor ternyata masih dalam lidik begitu. Tapi dalam konferensi pes media dan juga laporan dari lima Polres-polres yang lain sudah tegas menyebut nama-namanya. Klarifikasi terakhir itu sudah jelas terlapornya. Artinya apa? Artinya kasus ini memang sengaja ya dipercepat dengan target tertentu dan target yang paling utama adalah ingin membungkam kebenaran. Sebab kalau motifnya bukan ingin membungkam kebenaran, harusnya diberikan otoritas yang sepadan, selevel, seimbang antara pelapor dengan terlapor untuk sama-sama mengobservasi. Dan sebelum mengobservasi setidaknya ijazah itu diberikan hak akses kepada pihak untuk ngecek. Nah, kalau ijazahnya ternyata asli ya sudah klien kami bisa minta maaf. Dan kalau ternyata dia asli dan ingin tetap melanjutkan fitnahnya ya ayo kita ladeni fitnah itu. Tetapi sudah jelas ijazah ini dibuktikan asli. Dan kemarin ada narasi yang menurut saya harus kita luruskan. Katanya pembuktian ijazah palsu itu bisa dilakukan secara bersamaan dengan bergulirnya pasal fitnah dan pencemaran. Ini yang keliru. Untuk membuktikan ijazah Saudara Joko Widodo Asil atau tidak itu ada tiga langkah. Pertama melalui Pengadilan Tata Usaha Negara dan ini sudah tidak memungkinkan karena besikingnya prodek katunnya sudah lebih dari 90 hari. Yang kedua melalui proses peradilan perdata. perdata itu harusnya juga bisa masuk pokok perkara ternyata putusan pengadilan pengadilan negeri Surakarta tidak jauh beda dengan putusan pengadilan negeri Jakarta Pusat yang dulu sudah pernah diajukan gugatan apa itu dinyatakan pengadilan tidak berwenang untuk mengadili kasus ijazah palsu saudara Joko Widodo. Lah kalau pengadilan tidak berwenang lalu ke mana rakyat ini mencari keadilan kalau pengadilan sendiri menyatakan tidak berwenang? Ini kan sama saja ngelempar masalah ini kepada publik. Kita bingung katanya apa? Pengadilan negeri enggak berwenang. Kenapa? Itu kewenangan pengadilan PTUN. Lalu nanti bawa ke PTUN. Pengadilan PTUN enggak berwenang. Kenapa? Karena sudah lewat 90 hari. Lalu ke mana ini rakyat mencari keadilan? Begitu loh. Nah, sekarang satu-satunya tinggal melalui pidana. Nah, kalau melalui pidana untuk membuktikan ijazah itu hasil atau tidak, bukan melalui pasal pencemaran, tetapi 263 terkait pasal dugaan pemalsuan dokumen. Sehingga yang harus diteruskan itu adalah proses di bareskrim bukan yang dipolda. Coba adil enggak klien kami dilaporkan hanya potensi masuk penjara tapi untuk dalam rangka membuktikan ijazah saudara Joko Widodo asli. Ya kan enggak seimbang posisinya karena sudah posisi nanti jadi terdakwah. Sementara hari ini yang tertuduh yang pertamanya harus diadili dulu itu Saudara Joko Widodo yang hari ini prosesnya masih dalam tahap gelar perkara khusus dan belum ada pengumuman. Nah, yang ketiga apa yang kami sebut prematur itu juga kita tahulah ini kan sudah menjadi bukan rahasia publik ya, sudah di menjadi pengetahuan publik. Kasus ini kan bukan kasus Roy Suryo dan kawan-kawan loh. Ini sudah kasusnya rakyat. Kita tahu saat konferensi pes Kombespol Adik Arisan Indardi ketika ditanya oleh media pelapor saudara Joko Widodo saat membuat laporan polisi apakah ya termasuk skripsi melampirkan ijazah asli? Apa jawabannya? Fotokopi. Tadi sudah dijelaskan fotokopi. Hasil atau tidak Pak? Fotokopi. Hasil atau tidak Pak? fotokopi. Lalu pertanyaannya, bagaimana mungkin bukti dari pelapor yang hanya fotokopi kemudian segera dinaikkan tahapannya ke tahapan penyidikan yang ujung daripada penyidikan itu akan ada tersangka harusnya kalau memang mau dinaikkan ya ijazah saudara Joko Widodo yang katanya asli tadi disita oleh Polda Metro Jaya dilakukan tes laboratorium forensik ya lalu hasilnya itu baru dijadikan dasar untuk menaikkan tahapan ke penyidikan. Oh benar ini berarti ada fitnah. Kenapa? Ternyata indikasinya ijazah ini adalah asli. Begitu loh. Bahwa benar sudah ada uji laborator forosik tapi itu dibara screen dan itu hanya Dumas. Kepentingan uji itu untuk Dumas dan sudah digunakan untuk menghentikan Dumas penyelidikan. Tidak bisa hasil dari Barisk dipinjam oleh Polda atau disita oleh penyidik Polda untuk melanjutkan kasus dugaan fitnah dan pencemaran. harus disita oleh penyidiknya berdasarkan LP-nya, LP saudara Joko Widodo itu gitu loh. Lalu kami juga heran, aneh sampai hari ini bertanya-tanya walaupun kami sudah tahu jawabannya. Sejak kapan proses penegakan hukum akses terhadap bukti itu dengan pinjam? Hebat sekali saudara Joko Widodo ini. Kalau yang lainnya disita. Kenapa ada pembedaan terhadap saudara Joko Widodo? Ijazahnya tidak disita oleh bareskin, hanya dipinjam dan kemudian dikembalikan. Dan karena itulah saat gelar perkara khusus biroasidik ya bareskin tidak bisa menunjukkan ijazah. Karena apa? Barang itu cuman pinjaman. Harusnya kan disita. Kalau disita saat Biro Siddiq bisa ditampilkan para suryo bisa lihat dan ternyata asli langsung Pak Ro Suryo minta maaf ternyata asli. Selesai. Faktanya kan enggak demikian. Terus ada naras dibangun. Kami enggak percaya. Nanti dikhawatirkan itu jebakan Batman. Kalau nanti ditunjukkan ya kan nanti akan difoto-foto, ada macam-macam analisis nanti tambah ramai. Itu kan berarti enggak percaya barang ijazahnya asli. Kalau ijazahnya asli apa sih? Susahnya difoto enggak ada masalah. diuji berkali-kali juga dengan foto, dengan analisis apapun kalau asik enggak akan ada masalah gitu loh. Artinya mohon maaf hari ini jika perkara ini berlarut-larut saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia bukan karena klien kami, bukan karena kami lawyer, karena kami memang tugas dan tanggung jawabnya membela klien kami. Tapi ini sumber masalahnya adalah saudara Joko Widodo sampai hari ini tidak mau menunjukkan ijazah yang disebutnya asli itu kepada kita semua. Jadi jangan dibalik-balik. Jangan kita yang kemudian dianggap bikin gaduh, akarnya ada di sana. Kemudian yang terakhir, kami menegaskan bahwa proses yang ada di Polda Metro Jaya itu sebenarnya repetisi pengulangan terhadap proses yang telah dilakukan oleh Barskim. Apa itu? Yakni tidak ada transparasi, tidak menjamin kredibilitas dan pasti tidak ada akuntabilitas. Dan itu yang dulu kami jadikan dasar untuk mengajukan proses permohonan gelar perkara khusus terhadap Dumas yang tiba-tiba gelar perakara sepihak oleh Bariskim dan dihentikan. Dan hari ini Polda mengulangi gelar perkara sepihak. Adik Ari Samito menyatakan sudah gelar perkara tapi gelar perkara yang mana? Kami tidak pernah dilibatkan. Bukti-buktinya sudah lengkap bukti yang mana? Semua sudah ada saksi ahli-ahli yang mana? Makanya kami juga akan mempertimbangkan upaya hukum yang sama sebagaimana sudah ditempuh ee di baris poli untuk melakukan upaya permintaan gelar perkara khusus lagi. Karena apa? Karena terus terang kami tidak mempercayai proses-prosedur dan tahapan yang dilakukan Polda di mana kami tidak dilibatkan setidaknya untuk tahu ini loh tahapannya, ini loh buk-bukinya, ini loh prosesnya, ini loh prosedurnya, ini loh dasar kewenangan kami melakukan penyelidikan. Ini loh hasil kesimpulan dari penyidik terkait proses penyidikan ini loh pemandangan ahli tentang unsur-unsur yang berkenaan dengan pasar kan enggak diberitahu kok juga bersamaan dengan saudara Jokowi pulang seolah-olah ini kado untuk Jokowi. Pak Jokowi ini ada kado. Bapak sudah pulang sudah agak sehat mungkin ya. Ini ada kado. Tahapannya naik ke penyidikan, enggak bisa begitu. Hukum harus tegak lurus. Yang lapor siapapun sekalipun itu yang melapor adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Selamat datang Pak Saididu. Mungkin Bang Tendri agak geser nanti ya juga ee apa namanya Bu Kurnia mungkin agak nyembel sana aja biar tidak ada perempuan di sarang penyamun ya. Nah begitu. Nah Pak Saidido di tempatnya Bu Kurnia aja nah sini. Nah. Iya. Enggak, Bu. Itu bisa nanti lewat sayaat situ ya. Lewatlewat sana, Bang. Bang, ada aksen dari belakang, Bang. Ah, ini resiko kalau terlambat memang begini, Bang. Iya. Ah, sebelahnya aja enggak apa-apa. Geser-geseran, Bang. Mungkin boleh. Iya. Iya. Heeh. Oke. Masih ada satu lagi enggak? Mungkin ada satu yang geser untuk mengganti ya. Heeh. Heeh. Yang penting cukup ya. Baik saya lanjutkan. Jadi ketika kami rencana mengambil upaya hukum untuk mengajukan gelar perkara khusus itu adalah bagian dari proses agar apa yang dilakukan oleh institusi kepolisian yang kita sayangi, kita cintai itu benar-benar transparan, kredibel, dan akuntabel. Sehingga apa? Hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Dan tentu saja terkait apa yang akan dilakukan e tim kami nanti juga ee Bang Rizal Fadilah juga sudah menyiapkan rencana lanjutan terhadap proses digelar perkara khusus. Kami ingin tegaskan ada dua hal yang berbeda. Gelar perkara khusus kemarin itu hanya mengevaluasi proses yang sudah dijalankan oleh Bareski Mabes Pi. Tidak membahas tentang bukti baru apa yang dimiliki oleh pelapor. Tidak. Makanya kenapa Pak Ros Suryo dan Pak Risbon itu masuk itu bukan bukti baru yang dibawa. bukti yang sebelumnya sudah dikirim ke bares krim bagian dari lampiran rumas tapi tidak diperiksa ini kan sudah ada motif kalau begitu hanya memeriksa sesuatu yang menguntungkan dari pihak saudara Joko Widodo yang kesimpulan akhirnya adalah dihentikan sementara dari Pendumas ditinggalkan makanya kita minta gelar perkara lagi lalu dievaluasi apa yang hasil dari Barskip termasuk kita jelaskan ada bukti-bukti ahli keterangan ahli yang kemarin belum sempat diproses oleh Barasip. Jadi begitu tidak terkait noum atau bukti buru baru ya. Nah, adapun terkait bukti baru nanti Bang Riza akan menjelaskan kenapa karena seiring dengan perjalanan kasus ini ternyata makin ke sini makin kita temukan banyak dokumen, keterangan dan selebihnya yang makin menguatkan bahwa ijazah Saudara Joko Widodo ini memang bermasalah. Saya kira itu saja ee penjelasan saya dan mohon maaf Pak Nursam untuk biar lebih tahu dulu mungkin bisa dibacakan dulu oleh Pak Samsir Jalil karena sudah jadi nanti setelah ini pembacaan dulu. Baik saya kembalikan kepada Pak Nursan ya. Ee makasih kita ke itu ya pembacaan penaganannya kan sederhana sebenarnya bahwa sampai hari ini belum ada kepastian soal ijazah Jokowi. Pengadilan hanya menyatakan bahwa tidak berwenam memeriksa. Itu jadi clear. Jadi tidak boleh ada menjustifikasi ini kan sudah selesai gak bisa karena ini belum gitu ya karena tidak masuk di pokok perkara kec kita masuk ke ini ya pembacaan pernyataan ee sikap dari kami. langkah-langkah apa yang akan diis di aja M. Eh, Saudara sekalian, saya membacakan pengumuman Polda Metro Jaya Primatur. Kasus penyemaran dan fitnah ijazah palsu Jokowi tak dapat ditingkatkan ke penyidikan tanpa pembuktian ijazah Jokowi asli. Polda Metro Jaya telah mengumumkan kasus laporan tuduhan ijazah palsu Joko Wii dinaikkan dari tahap-tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal itu telah disampaikan oleh Kabit Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi AD Arisam Indradi pada hari Kamis 10 Juli 2025. Berkenaan dengan hal itu, kami tim advokasi antikriminalisasi akademisi dan aktivis selaku kuasa hukum Roy Suryo, Rismon Sianipar, Zizal Fadilah Kurnia Tri Royani menyampaikan pandangan hukum sebagai berikut. pertama peningkatan status penyelidikan kasus dugaan pencemaran dan fitnah soal ijazah palsu yang diajukan oleh Saudara Joko Widodo ke tahap penyidikan tidak memiliki dasar hukum mengingat seseorang hanya dapat dinyatakan melakukan pencemaran dan fitnah ijazah Jokowi palsu setelah dibuktikan ijazah saudara Joko Widodo asli. Bukti hukum bahwa Jok ijazah Jokowi asli harus berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena hanya putusan pengadilan yang bisa memberikan deskripsi yang otoritatif secara hukum untuk menyatakan ijazah Saudara Joko Widodo. Dalam kasus ini, ijazah Saudara Jokowi Dodo belum pernah dibuktikan oleh putusan pengadilan asli. Bahkan Saudara Joko Widodo hanya bermodal ijazah fotokopi saat membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Hal mana telah ditegaskan oleh Kombes Polisi AD Arisam Indradi dalam konpes menjawab pertanyaan media dengan menegaskan bukti ijazah Joko Widodo yang dimiliki penyidik Polda Metro Jaya hanya berupa fotokopi. Dalam hukum pembuktian, dokumen fotokopi tidak memiliki kekuatan hukum dan bukan termasuk alat bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 184. Kasus dugaan pemalsuhan dokumen ijazah Joko Widodo saat ini sedang diperiksa oleh Biro Wasid Barestrim Polri melalui gelar perkara khusus pada tanggal 9 Juli 2025 lalu. Hingga saat ini belum ada pengumuman hasil atau kesimpulan dari gelar perkara khusus tersebut. Karena itu tindakan Polda Metro Jaya yang meningkatkan status penyelidikan, dugaan pencemaran dan fitnah ijazah palsu Joko Widodo terlalu primatur. Bahkan ada dugaan kuat karena ada pesanan dan desakan dari pihak-pihak tertentu. Mengingat hasil gelar perkara khusus Biro Wasidik Bares Krim Polri dapat memerintahkan penyelidikan ulang kepada Ditpidum Bares Krimp Polri yang sebelumnya telah menghentikan Dumas dugaan ijazah palsu Saudara Joko Widodo. Ketiga, proses gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya soal kasus pencemaran dan fitnah ijazah palsu Joko Widodo dengan hasil meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyelidikan tidak transparan, tidak kredibel, dan tidak akcountable keputusan sepihak tanpa melibatkan klain kami selaku pihak terlapor dalam perkara tersebut. Polda Metro Jaya kembali melakukan tindakan ceroboh seperti yang dilakukan Bareskrim Mabes Poli yang mengumumkan sepihak pengantian Dumas dugaan ijadah palsu Jokowi. Karena itu kami juga mempertimbangkan akan mengambil upaya hukum dengan meminta proses gelar perkara khusus atas peningkatan status penyelidikan ke tahap penyelidikan, dugaan pencemaran dan fitnah yang diumumkan oleh Polda Metro. Demikian pernyataan hukum disampaikan. Terima kasih. Jakarta 14 Juli 2025. Tim advokasi antrminalisasi akademis dan aktif tertanda Petrus Salestinus SH. Koordinator litigasi Ahmad Hozinuddin, SH koordinator nonlitigasi. Sekian terima kasih. Iya. Eh makasih Pak Samsir Jalil gitu ya pembacaan pernyataan siap kita ini kalau kita lihat kita dengarkan seolah-olah ini ada kejar-kejaran gitu ya antara baris krim Polda gitu. Tapi untuk menanggapi kenapa kejar-kejaran seperti nanti Alpa Saidi dulu yang bisa menganalis itu kita ke Pak Drisal Fadilah dulu apa langkah hukum yang akan dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tentu langkah hukum yang akan diambil adalah ee menyampaikan kepada pihak ee bareskrim untuk ee mengambil keputusan. desakannya adalah bahwa ee terdapat unsur pidana pada proses ee penyelidikan di Bares Krim ya dengan terlapor ee Joko Widodo Pasal 263, 264, 266 KUHP. Jadi kita sangat yakin dan akan menyampaikan bahwa penyelidikan yang lalu itu terdapat unsur pidana. Karenanya harus ditingkatkan ke proses lanjutan ke penyidikan sampai ke proses peradilan. Di mana Joko Widodo tentu sebagai pihak pesakitannya atau terdakwanya. Yang kedua adalah tentu saja berkaitan dengan respon terhadap ee peningkatan penyelidikan ke penyidikan tadi yang di ee Polda Metro karena terlibat juga ee pihak-pihaknya adalah kami-kami juga begitu adalah bahwa sebetulnya itu tidak memenuhi unsur pidana ya. Karena apa? Karena satu yang berkaitan dengan ee pencemaran fitnah atau yang diadukan dari aduan oleh Joko Widodo itu tadi harus berbasis dulu pada keputusan tentang asli atau palsunya dokumen. Tanpa adanya keputusan itu tidak akan ada pencemaraan, tidak akan ada juga fitnah gitu. Jadi tidak mungkin. Oleh karena itu, dari mana unsur pidananya sudah terbukti. Lalu yang lima lagi laporan gitu. Pada umumnya di antara para pihak yang dilaporkan atau dimintakan keterangan klarifikasinya menyatakan keberatan atas legal standing daripada pelapor dan itu dituangkan dalam berita acara klarifikasi. Sehingga dengan begitu unsur pidananya di mana? gitu. Jadi tidak ada unsur pidana pada yang lima laporan dan pada satu laporan Joko Widodo. Oleh karena itu ketika dinaikkan ke penyidikan, saya kira ini merupakan yang disebut kriminalisasi gitu. Itulah keberatan dari kuasa hukum tadi yang disampaikan pernyataan sikapnya. Nah, khusus mengenai yang di Bares Krim itu kan belum selesai gitu ya, bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan kemarin itu belum sampai pada konklusi hukum belum gitu kan. Artinya apa? Pada gelar perkara khusus kemarin itu pada tahap kesatu itu baru menerima ee informasi dari penyidik gitu kan. penyidik yang di dalamnya ada penyelidik. Informasinya tidak beda dengan yang diumumkan pada tanggal 22 Mei 2025. Berarti tidak ada sesuatu yang baru, gitu. Bahkan dari pihak kita yang disebut ee pelapor atau pengadu mas begitu menyampaikan keberatan atas pengumuman tanggal 22 Mei tersebut dan itu diungkapkan di ee gelar perkara khusus tadi gitu. Jadi sifatnya sudah ada penyampaian yang belum ada tindak lanjut. Nah, mungkin nanti saya ingin menegaskan tentang ee dasar-dasar pentingnya tindak lanjut itu begitu dalam kaitan dengan pasca gelar perkara khusus yang telah disampaikan kemarin yang sebetulnya dari pihaknya penyidik yang di dalamnya ada penyelidik itu tidak ada sesuatu yang baru selain yang pernah diuraikan 22 Mei 2025. Saya kira itu poinnya. Nah, bagaimana langkah kita akan kita lakukan? Saya kira nanti siang gitu kan pas pertemuan hari ini kami akan khususnya TPUA dan tim kuasa hukum akan datang ke Bareskrip gitu menyampaikan bukti tambahan pendalaman penyelidikan gitu untuk mengambil konklusi bahwa penyelidikan belum selesai gitu ya. Nanti siang kita akan sampaikan itu di Bares Krim khususnya kepada Karo Wasidik Bares Krim Mabes PORI itu siang ini ya. Nah, apa poinnya begini pasca gelar perkara khusus harapan agar proses penyelidikan dapat berlanjut hingga tahap penyidikan dan lanjutannya. Itu yang kita akan mohonkan dan kita desak. Karena alasannya begini. pertama bahwa paparan dan tayangan gelar perkara khusus mengenai adanya tiga ijazah teman seangkatan Joko Widodo yang tidak identik yang diuraikan oleh ahli dr. Rismon dan dr. Roy Suryo. Saya kira itu bantahan itu menjadi poin penting begitu bahwa ijazah tiga teman seangkatan Joko Widodo tidak identik. Jadi berbeda dengan konklusi 22 Mei 2025 yang menyebut identik. Identik dari mana dan siapa komparasinya? Adakah otentikasi dari pembanding? Tidak dijelaskan di dalam gelar perkara khusus. Kami menyampaikan sesuai dengan uraian dr. Suryo khususnya mengenai tiga ijazah itu yaitu Pronojiwo 115, Hari Muliono 116, Sri Murtining Ningsih 117. Patut untuk dijadikan dasar adanya unsur pidana pada ijazah palsu Joko Widodo. Karena dibandingkan dengan ijazahnya Joko Widodo tidak identik. Kalau tidak identik ada unsur pidana gitu. Ini yang disebut dengan dasar kenapa harus ditingkatkan ke proses penyidikan dan seterusnya. Itu yang pertama. Yang kedua, perbedaan nama tanda tangan pembimbing utama ya Dr. Prof. Dr. Ahmad Sumitro pada lembar pengesahan skripsi Yoko Widodo dengan nama tanda tangan disampaikan putrinya Aida Grandburi, Alus Fakultas Huk Kehutanan UGM. Sebagaimana ditayangkan itu ditayangkan juga oleh kita begitu ditayangkan saat gelar perkara khusus dapat pula menjadi dasar adanya unsur pidana pada dugaan ijazah palsu Joko Widodo pada Dumas TPUA. Berarti poin pentingnya unsur pidana ada. Begitu. Ini poin penting. Nah, yang ketiga, adanya temuan mengenai indikasi tim pembuat atau keterlibatan orang tertentu dalam pembuatan ijazah palsu Joko Widodo di Pasar Pramuka pojok. Menjadi alasan bahwa penyelidikan masih harus berlanjut. Itu poinnya. Penyelidikan itu tidak tidak boleh dihentikan. Gelar hasil gelar perkara khusus. tidak boleh sampai pada konklusi menghentikan penyelidikan seperti 22 Mei 2025 yang lalu. Karena ada ini yaitu ditemukannya tim pembuat atau keterlibatan orang-orang tertentu dalam pembuatan ijazah palsu Joko Widodo di Pasar Pramuka. Itu artinya sekarang tesis sudah bergeser. Dulu tesisnya ijazah asli, antitesisnya palsu. Sekarang geserannya, sintesisnya ijazah Joko Widono itu palsu gitu. Antitesisnya asli. Berarti kewajiban membuktikan sudah bergeser, sudah menjadi pengetahuan umum sekarang bahwa ijazah Joko Widodo palsu gitu. Tinggal yang membuktikan asli Joko Widodo itu terbalik sekarang ini pergeserannya gitu. Maka Joko Widodo harus membuktikan asli dan itu belum ada. Maka belum ada dampak hukum bagi kami gitu. Para pihak ini belum ada dampak hukum gitu. Nah, dengan itu kami sampaikan bukti nanti pada siang hari itu satu video podcast topi merah dengan Refle Harun pada RH Channel dengan analisis error level analysis LA, luminance gradient analysis, face compor, face eh recognition dan lain-lainnya yang menunjukkan kan tidak identik dan dugaan kuat palsunya ijazah Joko Widodo. Itu poinnya nanti dari pembuktian itu. Yang kedua, video podcast Darmawan Sepriosa dengan mantan mantan intel ya, Bapak Kolonel Purnawirawan Sri Raja Sacandra dalam acara Madilo Forum Keadilan TV mengenai investigasi pembuatan dokumen palsu di pasar pramuka pojok yang memperkuat dugaan pembuatan ijazah palsu Joko Widodo antara tahun 2012 sampai 2017 2014 begitu di lokasi tersebut. Di lokasi tersebut. Yang ketiga, tayangan dari QNC Opposite Channel mengenai keterlibatan tim inti pembuat ijazah palsu Joko Widodo, yakni David Agus Yunanto, Anggit Nugroho, Muhammad Isnaeni, Widodo, Eko Sulistio, Widaman dan Pakiman Raharjo. Penyebutan nama tersebut patut menjadi alasan pemeriksaan kebenarannya oleh pihak kepolisian dalam rangka penyelidikan atau penyidikan. Konklusinya satu, unsur pidana itu terbukti dalam proses ini. Kedua adalah penyelidikan tidak boleh dihentikan. Jadi, Mabes PORI tidak boleh menghentikan penyelidikan karena masih ada agenda-agenda yang harus diteruskan dalam proses penyelidikan atau penyidikannya. Saya kira itu agenda terdekat kita. Nanti siang ini akan kita sampaikan bahkan kalau perlu kita komunikasikan lebih dalam kepada pihak Karo Wasid Bares Krim Mabes Pori. Saya kira ini yang bisa disampaikan mengenai agenda terdekat. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya ee makasih Pak Risal Fadilah gitu ya. Prinsipal. Ee sekali lagi saya ingatkan teman-teman ini ada banyak tokoh di sini ya. Bahkan yang disebut tadi ee Pak Candra gitu ya, ada hadir juga di sini. Lalu tapi sebelum beliau menanggapi lebih jauh soal di pramuka itu, kita ke Masri dulu ya. Ini seperti ada ada temuan baru nih gitu. Di depan saya masih fotokopi Jawa tapi katanya asli di belakang gitu ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Om Swastiastu. Namo buddhaya. Pertama-tama terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan media baik media mainstream maupun YouTube dan alternatif. Juga kepada Saihibul Bait kita ya ee pemilik kantor pengacara Pak Ahmad Yani. Terima kasih. Dan kepada seluruh tim kuasa hukum eh bidang litigasi di bawah Pak Petrus Celestinus dan juga nonlitigasi di bawah Pak Ahmad Kosin. Saya update saja ya. Alhamdulillah. ee hari ini Senin ya 14 Juli 2025 sudah banyak sekali perkembangan yang ada dan alhamdulillah juga tadi disebutkan oleh Bang Ahmad Kosinuddin ee kami mendengar bahwa ada konon sudah ada tapi bukan konon ya karena diumumkan langsung oleh ee Kabit Humas Polda Metro Jaya Pak Kolonel Ari bahwa sudah naik status penyidikan hanya dengan menggunakan fotokopi. Clear. Kenapa saya mengatakan mengenai fotokopi? Tidak pernah ada bukti baik visual, video, tayangan, maupun bukti yang langsung kehadiran Joko Widodo ke Polda Metro Jaya menyerahkan yang asli. Dia pernah datang membawa sebuah map dan map itu ditekuk-tekuk. Ditekuk-tekuk. Kalau ditekuk-tekuk jelas tidak mungkin untuk ijazah asli. Karena ijazah asli itu kaku sekali dan map-nya adalah map yang sangat tebal. Map kulit. Memang pernah ada seseorang bernama Wahyudi mengantarkan yang konon. Nah, ini saya harus sebut konon karena penampakan enggak pernah kelihatan. Konon sebuah ijazah dalam darah kutip ke Mabes Polri ke Baris Krim itu ada orang. Tapi kemudian ee hanya beberapa hari dikembalikan tanpa disita. Jadi artinya kolonel Adik Ari ketika ditanya teman-teman media clear betul ditanyakan asli atau fotokopi tadi diulangi berkali-kali oleh Pak Kasunidin. Fotokopi. Fotokopi teman-teman tahu semua dalam hukum fotokopi bukan bukti. Clear ya. Jadi kalau bukan bukti kalau itu hanya berupa fotokopi sangat janggal sekali kalau kemudian ada kenaikan status. Itu yang pertama. Yang kedua, soal kenaikan status adalah kalaupun dipaksakan atau nekad dinaikkan, maka nanti pada yang harus diperiksa pertama adalah pelapor. Joko Widodo harus datang duluan ke Polda Metro Jaya. Bukan kemudian sudah ada sounding-sounding, minggu ini kami akan dipanggil. Itu urutannya salah besar. Joko Widodo dulu harus dipanggil. Kemudian saksi-saksi dari pihak pelapor yang dipanggil duluan. Ahli panggil lagi semuanya. di sana. Dan yang paling menarik ini ada perkembangan dari ahli yang katanya ahli ya yang disebut ahli digital forensik. Pada saat gelar pendapat khusus di Bareskrim dia mengakui dia bukan ahli analog. Jadi kalau dia seni dihadirkan, makan tuh kata-katanya. Buat apa diharkan? Untuk sebuah bukti yang sifatnya analog. Jadi dia tidak berhak untuk menjadi ahli dalam kasus di Polda Metro Jaya. Kalau itu dipaksakan lucu dan dia waktu itu di Bares Krim sebenarnya kami waktu itu bisa menolaknya karena dia tidak mendapatkan surat tugas. Kami, saya dr. Ismon, dr. Tifa, dr. Taufik itu ada di surat tugas yang diserahkan kepada Karwa Siddiq. Ahli diil forensik yang katanya ahli itu tidak mendapatkan surat tugas. Jadi dia harusnya bisa ditendang keluar. Tapi ke atas kebaikan hati kami, kami tidak menendang keluar karena apa? Kami ingin mendengar apa paparan keahliannya. Ternyata ini fakta, Teman-teman semua dan ini bisa ditanyakan kepada Karwa Siddiq dan seluruh peserta gelar. Tidak ada satuun presentasi ilmiah yang ada. Dia bahkan melakukan add hominem menyerang secara pribadi Dr. Resmon menyerang saya menyerang teman-teman. Jadi kualitasnya sangat-sangat diragukan yang katanya ahli itu tadi ya kalau itu mau dilakukan. Jadi saya menyebutnya dia ahli sastra. Kenapa ahli sastra? Karanya hanya bisa omon-omon saja. Ya, itu faktor yang pertama yang paling penting. Nah, ini tadi yang sudah dibocorin oleh Pak Sam. Yang kedua, sekarang lebih berkembang dari tadi yang sudah disampaikan Pak Risal Fadilah. Terima kasih. Jadi saya enggak perlu ngulangi karena kami terus dipertanyakan kemarin. Ini kan buktinya harus analog analogalog analog. Harus ada bukti asli. Hari ini Senin 14 Juli 2025, kami selaku princiipal menyatakan kami sudah memegang lima bendel bukti asli ijazah asli dari Universitas Gajah Mada. Bukan hanya fotokopi tapi ijazahnya asli. Jadi ijah bisa pegang bukan hanya ijazah lengkap dengan transkrip nilai lengkap dengan semua bukti-bukti dan diserahkan langsung oleh Terima kasih untuk kakak-kakak kelas saya. mahasiswa UGM yang asli dan itu adalah dari Fakultas Kehutanan yang lulus angkatan 85. Yakni itu pada periode tahun 5 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada yang asli. Ulang lagi ulang lagi. Jadi kami sudah mendapatkan tim hukum termasuk tim advokasi. Kami sudah mendapatkan mohon izin masih di tangan kami karena atas pesan dari yang bersangkutan kami memegang amanah. Betul. Jangan ditunjukkan dulu, nanti di pengadilan baru ditunjukkan. Tapi saya tidak mau hanya omong-omon, saya tunjukkan nanti analisisnya. Jadi fakta ini bukan cuman omon-omon seperti pihak sono ya. Ada lima bendel. Sekali lagi ada lima bendel ijazah plus transkrip nilai asli dari UGM Universitas Gadjah Mada bukan UPP Universitas Pasar Pojok Pramuka ya. yang diserahkan secara baik berjiwa nasionalis oleh kakak-kakak kelas saya. Karena saya angkatan apa? Saya lulus 91. Beliau-beliau itu angkatan 85. Dan tidak hanya dari Fakultas Kehutanan, ada juga fakultas lain tapi tahunnya sama lulus 85. Semuanya asli. Dan apa bedanya? Ternyata perbedaannya sangat tajam dengan yang disebut-sebut ijazah miliknya Joko Widodo. Apa ketajamannya? Ini baru saya katakan. Saya sedikit contoh saja pakai ijazah saya sedikit ya. Ini ijazah asli saya ya. Sebelah kanan kenapa buru gitu? Ini nanti ada analisisnya. Analisis ela. Ini ijazah saya tahun 91 6 tahun setelah ijazah 85. Yang pertama di sini kalau diperhatikan ada yang namanya watermark. Di seluruh bidang ijazah yang dicetak di kertas ada tulisan Universitas Gajah Mada, Universitas Gajah Mada. Jadi di situ ada tulisan Universitas Gajah Mada, Universitas Gajah Mada. Tidak ada di ijazah ini. Clear kehabisan tinta itu, Mas. Tidak ada. Jadi, watermark itu penting sekali. Ya, saya sampaikan bukti ini semacam yang disampaikan dr. Tifa kemarin sore ya. Tapi tetap saya dengan drterak tidak atau belum menunjukkan yang lembar aslinya dulu karena itu akan di pengadilan. Tapi kami menunjukkan analisis. Yang kedua ada yang namanya embos. Itu dikatakan juga di Refli Harun oleh drter Tifa. Embosnya ada di mana? Nanti saya ceritakan embosnya. Jadi, Embos itu adalah logo Universitas Gajah Mada dan itu tidak bisa dibuat di Pasar Pramuka. Enggak mungkin. Ada embos yang ada di situ nembus sampai belakang. Yang ketiga ada benang kertasnya. Jadi, kertas ini genuine ada benang kertasnya. Saya bisa tunjukkan di ijazah asli milik saya. Mohon maaf kalau Anda lihat nama saya kok tidak mirip ya. Kok di situ terbaca Suryo Udoro kan saya Suryo Diprojo. Iya Bapak Ibu saya mendapatkan pergantian nama dari Roi Suryo Udoro menjadi KRMT Roi Suryoto diprojo. Asli juga itu ya dari keraton Pakualaman. Keraton Pakualaman dan keraton Jogja gelarnya tidak bisa dibeli. Asli lain dengan seseorang dari Pasar Pramuka yang tiba-tiba jadi KPH. Kanjeng Pangeran Haryo. Pangeran Haryo dari mana dia ya? Atau ada orang tiba-tiba namanya Pangeran Mangkubumi. Pangeran dari mana dia? Ya. Nah, itu ya. Jadi jangan menyoal-soal nama. Yang ketiga, ada logo di tengah dengan tinta tertentu yang tinta itu unik. Kadang-kadang tinta itu tembus sampai belakang. Kalau yang di aslinya. Karena tinta itu terbuat dari barang yang mahal. Itulah kalau ijazah asli. Dan yang kelima, ijazah saya sudah tidak ada. Tetapi di ijazah tahun sampai dengan tahun 5 memang masih ada yang namanya meterai. meterainya nilainya tertentu. Kalau nilainya salah berarti ijazahnya palsu. Tahun 5 nilai dan warna meterainya adalah tit. Saya sembunyikan dulu untuk bukti nanti di pengadilan. Iah. Jadi teman-teman semua, ada lima kategori perbedaan ijazah asli milik lima bundel. Sahabat-sahabat, maaf kakak-kakak kelas saya almamater yang saya almamater Gajah Mada yang sekali lagi terima kasih kakak-kakakku Anda telah benar-benar ee dan ini undangan juga terbuka untuk semua aktivis, semua alumnus Gajah Mada. Silakan kalau Anda ingin menyerahkan itu boleh ke kuasa hukum, boleh ke kami, boleh ke dr. Esmon atau juga ke drkter Tifa ya gitu. Kami akan simpan sebaik-baiknya dan kami akan rawat sebaik-baiknya. Nah, sesuai dengan janji saya kepada mereka, saya lakukan juga uji ela. Jadi, ini sekaligus jawaban teman-teman semua. Ada seorang yang katanya ahli tapi tidak bisa mengatakan tapi dia hanya enggak bisa aja pakai Ella tapi dia bilang Ela tuh enggak bisa untuk uji digital. Mas, ngaku aja kamu enggak bisa lakukan Ela. Topi topi merah itu adik kelas saya ya. Itu pun bisa melakukan ela gitu loh. Error level analysis. Error level analisis itu artinya apa, Teman-teman? adalah kita menguji ijazah atau apapun kalau itu terdapat ee rekayasa atau terdapat penambahan itu akan error pada bidang gambarnya. Tolong perhatikan ijazah saya ini, Teman-teman semua. Ini adalah ada tulisan ijazah. Kalau di LAA di sini masih ada sisa-sisa tulisan IJA. Masih ada. Masih ada juga logo UGM. Masih ada juga bagian foto saya. Masih ada juga ee tanda tangan dari rektor. Masih ada juga watermark eh sori embosnya sebenarnya masih ada di kelihatan. Inilah ijazah yang disebut milik Joko Widodo di tahun 5 maaf. Kelihatan enggak bedanya teman-teman semua? Ini ini gambar jelas yang masih ada tulisannya. Ini kita cari tulisan ijazah aja enggak ketemu, logo aja enggak ketemu. Bahkan mana enggak ketemu. Artinya ini adalah gambar yang sudah hasil rekayasa. Pak intelijen, Pak Rajasad sangat paham. Ini adalah ijazah saya secara full. Kalau secara ela masih masih. Ah, maaf gini kebalik. Jelas sekali. Bahkan lagi legislasi aja masih kelihatan. Ini tulisan ijazah, ini logo. Ini foto saya ada di sini sekarang. Ini miliknya Joko Widodo. Mana ada kelihatan tidak ada sama sekali. Tidak ada sama sekali. Gelap kayak orangnya katanya. Enggak, Bu. Ya, kita enggak minum tapi asnya tidak ada. Dan hasil analisis era ini saya pertanggungjawabkan kepada dunia akhirat. Allahu Akbar. Tidak ada hasil pada lembar yang disebut miliknya Jokowido. Tidak otentik. Tidak. Tidak otentik. Jadi bukan hanya identik. Dan saya sudah mohon izin kepada yang bersangkutan. Saya tidak tampilkan aslinya, tapi saya tampilkan analisis elanya. Ini adalah ijazah asli angkatan 85 Fakultas Kehutanan seangkatan dengan Joko Widodo. Ada semuanya masih kelihatan tulisan ijazahnya ada, bekas logonya ada, kemudian watermark-nya juga masih ada. Iya. Yang lima juga sama. Eh, yang empat lainnya juga sama. aslinya ada. Jadi saya tidak hanya berani menunjukkan analisisnya. Saya tidak hanya berani digitalnya, analognya ada dan ijazah itu asli semuanya diserahkan langsung oleh masing-masing yang bersangkutan kepada kami ya dan itu siap untuk dipertanggungjawabkan. Artinya apa? Ini adalah bendel bukti yang menambah. Jadi tidak mengurangi Pak menambah bukti yang tadi disampaikan oleh Pak Rizal Fadilah dan bukti-bukti ini siap untuk dibawa juga ke Bares Krim. Siap. Iya. Clear ya. Nah, kemudian sedikit sebelum nanti Pak Kolonel ee apa Candra Rajasa bisa menyampaikan. Saya pun tidak hanya omong-omon. Saya terjun langsung ke Pasar Pramuka. Buktinya ada di salah satu TV nanti malam tayangannya namanya Dipo Investigasi. Oh, Dipo Kompas. Kompas. Dan akan saya presentasikan lusa di acara namanya rakyat bersuara ya bersama dr. Tifa dan bersama Dr. Taufik ya. Itu kami akan cerita detail banget soal ini. Artinya apa? Nanti Pak Jan saya juga sudah mendapatkan bukti temuan yang namanya saya sulit nyebutnya profesor ya karena profesor kok hanya 2 bulan. Dia dapat profesor itu 2 bulan dan itu dia ngaku sendiri dari tukang sapu jadi profesor. Profesornya hanya 2 bulan. Prof. Nah, itu yang itu pun kalau di ee apa halaman Dikti di website Dikti itu juga enggak jelas karena katanya S2-nya di kok bukan pasar pramuka tapi di apa Mustofa Beragama tapi ada yang nyebut S2-nya di kampus lain. Jadi enggak jelas itu ya sekolah dan dia jelas betul masih menyelenggarakan acara halal bihalal di belakang pasar pojok pramuka. Jadi bohong kalau dia mengatakan dia tidak pernah lagi ke pasar sejak tahun 2022. 2002, maaf 2002. Dia masih 1 Mei 20 2025. Jadi masih beberapa hari yang lalu menyelenggarakan dan menariknya di antara orang-orang yang datang itu Pak Sri lima di antaranya terlibat dengan pembuatan ijazah palsu ini. Clear. Tinggal pengakuan saja. Nanti cara-cara dari Pak Intelijen, cara-cara dari teman-teman semua itu akan buktikan dengan cara elitisasi, dengan cara wawancara, dengan cara tapi yang jelas mereka sudah mulai ketakutan karena bukti-buktinya sudah jelas mengar. Makanya pasar pramuka itu habis sudah ter kalau menurut saya ter tapi kata mereka-mereka dibakar pada akhir 2024 yang kemarin. At last but not least Bapak dan Ibu kita sekarang memang sedang tampak seperti bermain catur ini. Makanya gambarnya catur. Siapa yang cepat, siapa yang menang. Tapi kita semua sedang melawan sesuatu yang sangat jahat. Yang sangat jahat adalah yang mengaku aku sebagai raja Jawa. Ngakunya raja Jawa. Bahkan ada anak buahnya bergerar KPH palsu. Ya, dia tidak pernah. Itu banyak cerita soal raja Jawa itu. Tapi nanti lain waktu diberikan oleh sumber raja Jawa yang sebenarnya. Saudara ada. Jadi artinya apa yang kita presentasikan di sini. Sekali lagi terima kasih para kuasa hukum ya. Kita sama-sama melawan zalim, melawan tenggorak ini. Ya, jahat ini. Ini adalah raja Jawa yang palsu dan itu sudah merusakkan Indonesia dan harus kita lawan. Sekian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Eh, ini saya agak bingung nih. Ini jumpa pers atau apa, tapi yang pasti adalah asli. Eh, terima kasih Pak Samul Jal Bj Pernawiran terima kasih sudah hadir gitu ya. Ee teman-teman sekalian untuk efektifnya sekarang ke pasidu ini apa yang terjadi sebenarnya negeri kita ini kok semakin seperti tidak beradab gitu loh. Saya pers Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Saya pikir bangsa Indonesia harus menyimpan semua dokumen elektronik hari ini. Siapa-siapa yang hadir di tempat ini karena saya menganggap orang-orang inilah yang menyelamatkan bangsanya. Amin. Jadi jangan hilang dokumen ini. Ee saya kemarin nelepon Pak Hosinuddin, “Pak Hosinuddin, kita harus ketemu bangsa ini betul-betul harus diselamatkan karena di titik tikungan yang sangat tajam yang hampir seluruh aparat dan penguasa sudah menempatkan pembohong sebagai pahlawan. dan orang jujur menjual kebenaran sebagai pecundang. Ini titik kurusial yang sangat-sangat bahaya. Kita harus berkumpul apapun resikonya. Apapun resikonya kita harus hadapi. Ee saya memberikan penghormatan dan mungkin ya ngambil contohlah. Katanya raja Jawa ini pantas jadi nabi kata mereka. Tapi ada yang menyatakan bahwa ini ada iblis yang dikirim dari neraka. Iblis yang dikirim dari neraka untuk merusak negeri ini. Dan saya berharap teman-teman ini adalah malaikat-malaikat melawan iblis itu. Iya. Lihat Dr. Suryo tidak lelah hampir 24 jam. untuk berjuang dan saya enggak tahu istrinya ngomong apa. I yang kedua, Dokter Sifa seorang perempuan yang sangat tangguh dengan berbagai tantangan. Dr. Rismon tahu-tahu muncul dari Jepang datang ke Sumatera Utara diterbankan memperbaiki Jawa. Memperbaiki Jawa. Kemudian ada Bu eh Pak Fadila, Pak Risal Fadila. Kita tahu ini adalah pejuang dari dulu tidak pernah kendor apapun. Ibu Kurnia perempuan tangguh Edi Sudana. Saya hanya penggembira di luar dan kita semua akan ada di belakang Bapak-bapak. Insyaallah Bapak jangan kendor satu ee senentipun. Ijazah palsu. Menurut saya ada lima kebohongan yang mau disembunyikan oleh mereka. Mereka bukan hanya Jokowi. Satu kebohongan identitas diri Jokowi sendiri itu yang dia paling takutkan terbuka. Identitas diri kita tahu ceritanya sebenarnya. Dan kalau ini terbuka, maka kita tahu siapa yang membentuk Joko Widodo sebenarnya. Saya pikir publik sudah paham. Yang kedua adalah kepalsuan. Kepalsuan dan bikin kepalsuan putranya yang menjadi wakil presiden itu juga kalau ini terbuka ini akan terbuka. siapa dia ee ee sebenarnya dan kepalsuan-kepalsuan terhadap dinasti ini akan akan terbuka semua. Oh ya. Yang kedua, yang ini adalah yang ketiga adalah kepalsuan pemilu yang sudah dilakukan oleh dia itu juga akan terbuka. Betul. Kebohongan-kebohongan itu akan terbuka. Yang keempat adalah kebohongan korupsi yang ribuan triliun itu akan terbuka. Ribuan triliun korupsi yang terjadi selama ee rezim Jokowi dulu yang adalah yang inilah kebohongan tukang-tukang survei yang sekarang jadi komisaris BUMN di mana-mana. Betul. Jadi kita akan membongkar lima kebohongan. Jadi jangan heran bahwa musuh kita banyak sekali karena banyak sekali yang terancam. Lima kebohongan tadi saya ulangi. Kebohongan identitas pribadi Joko Widodo, kebohongan terhadap putranya yang jadi wakil presiden, kebohongan pelaksanaan pemilu selama ini, kebohongan korupsi ribuan triliun, dan kebohongan survei-survei yang dilakukan selama ini. Ini lima kebohongan. Nah, yang akan ditutupi sebenarnya. Jadi memang musuh kita sangat-sangat berat karena penikmat kebohongan ini itu mulai dari istana sampai kelah. Lurah ya semua. Nah haram haram. Nah di posisi seperti ini saya meminta kepada seluruh rakyat Indonesia tiga hal. Mari kita turun semua untuk membela kebenaran ini dan menggusur kebohongan yang hanya dilakukan oleh satu keluarga dari Solo. Masa kita kalah itu komandannya. Yang lain itu anak semua. Nah, saya pikir Bapak-bapak jenderal pasti mendiri mendengarkan masa kita kalah sama satu dinasti yang tidak jelas. Ya. Yang kedua, kepada seluruh aparat berhentilah aparat hukum menjadi pelindung. Pelindung daripada raja bohong ini betul-betul adalah hati nurani kalian. Saya berharap tiga empat orang yang pernah yang pernah jadi apa namanya pelaku utama ke raja bohong ini mengakulah dua tiga orang saja mengaku saya pikir Anda akan jadi pahlawan menyelamatkan bangsa ini. Jangan sembunyikan terus. Yang terakhir kepada Presiden Prabowo. Kalau tidak mampu memihak kepada kebenaran, minh Bapak diam saja. Enggak usah terlalu, enggak usah melindungi kalau memang tidak mampu. Tidak mampu. Karena sering sekali ada kode-kode dari Solo itu langsung letoi lagi. Percayalah kalau Bapak membela kebenaran, rakyat akan ada di belakang Bapak. Tapi apabila Bapak takut terus dari raja bohong, maka batas rakyat juga ada sabarnya. Kami masih menaruh harapan kepada Bapak, tapi rakyat juga ada batasnya. Kalau Raja bohong ini selalu diistimewakan, maka rakyat akan keluar dengan hati nuraninya. Hanya itu saja dari saya. Hari ini titik titik tikungan yang sangat tajam kepada seluruh rakyat Indonesia. Bersatulah menggusur raja bohong ini untuk menyelamatkan negara. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Turunlah jangan diam demi bangsamu. Coba kita lihat mulai kemarin di Aceh coba diganggu oleh menantunya. di Papua dia coba ganggu lewat ee apa namanya? Lewat oligarkinya dan lewat yang memberikan raja Jawa itu Bahlil. Jadi semua tinggal menunggu waktu akan dihancurkan oleh mereka kalau kita diam. Saatnya melawan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ya. Ee teman-teman saya tidak akan menanggapi lima kebohongan itu ya. Tapi ingin mengingatkan bahwa kalau teman melek informasi ada kasus korupsi di Pertamina dugaan kasus korupsi 286 triliun hampir seteng triliun kan gitu. Itu baru satu kasus celakanya bukannya diperbaiki tapi komisarisnya adalah dari para lembaga survei. Saya ke Pak Sunar saya persakan Purnawirawan gitu ya. Dan saya ingatkan, alhamdulillah kumisnya masih mempesona. Enggak ada yang berani. Jadi enggak ada yang berani nyukur itu. Sok-sokan aja itu. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua. Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang saya muliakan dan saya hormati dan saudara-saudara sebangsa setanah air yang mungkin memonitor melalui media sosial. Seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Saididu, saya di sini sebetulnya sebagai penggembira ya. Karena yang bermain, yang perang mati-mati ini adalah tim penasiat hukum, tim advokasi anti kriminalisasi dan dan sebagainya itu. Ee pada kesempatan ini saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa tanah air. Kami penggembira mendukung penuh semua upaya kerja tim penasihat hukum atau tim advokasi antikriminalisasi yang dilakukan oleh ya oleh pemerintah terhadap anak bangsa yang sekarang sedang menuntut kebenaran. Dan saya enggak mengatasnamakan siapapun karena nanti diprotes. Karena kemarin yang kita membuat forum purnawirawan prajurit TNI. Kemudian ada lembaga mengatakan enggak itu kan hanya sebagian TNI yang katanya apa yang katanya sakit hati enggak kebagian saya enggak ten sebagainya. Karena itu sekarang saya tidak mengatasnamakan siapa, tapi mengatasnamakan diri saya dan teman-teman yang sehati dengan saya untuk mendukung tim advokasi anti kriminalisasi yang sekarang sedang berjalan, terutama yang menuntut ijazah palsu Jokowi di Bresar Krim dan kemudian juga mendukung tim ini yang dikriminalisasi, yang dituntut oleh si Jokowi sendiri gitu. Saya beberapa waktu yang lalu sudah pernah berkata masalah pembuktian ijazah ini sangat mudah. Bahkan saya pernah menantang. Saya kalau dikasih wewenang penuh enggak sampai 2 minggu selesai. Ini saya pernah katakan ini, saya tahu ada kekuatan besar melindunginya. tadi sudah disampaikan mung secara rinci oleh Pak Saididu ini benar terbongkar satu ini mungkin ratusan atau ribuan individu ikut terbongkar dan terbongkar semua kasus kebusukan, kecurangan, kedoliman dari mulai 2014 sampai hari ini. Karena itu mereka sekarang bersatu menghadapi kita. Karena itu saya mengulang lagi apa yang disampaikan oleh Pak Saidi dulu. Mari kita seluruh rakyat Indonesia bersatu melawannya dari Sabang sampai Merauke. Jangan masa bodoh. Jangan masa bodoh. Ini kelanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah didirikan oleh orang tua kita dengan darah dan jiwa. Dan ini juga untuk menjaga kelangsungan hidup anak cucu kita. Jangan diam saja. Jangan takut. Jangan takut ya. Jangan takut. Kalau kita melihat atau mendengar keterangan kronologis dari tim penasihat hukum dari terutama dari Pak Roy Suryo, Pak Kojinudin, Pak Rizal Fadilah sudah terang benderang. Sudah terang penderang kalau Jokowi menggunakan ijazah palsu untuk menduduki jabatan dari walikota, gubernur sampai presiden. Dan sekarang apa menurunkan kepada anaknya yang juga diduga diduga pasti palsu karena ijazah dia cuma sampai SMP. SMA-nya tidak ada. Berarti kalau sudah pakai S1, S2, S3 atau S4 palsu semua. Kalau ada SM4 jadi RT aja SMA, Pak. Jadi RT aja SMA gitu. Jadi justru pada kesempatan ini saya mengajak saudara-saudara sebangsa setanah air jangan masa bodoh. Ini ini menyangkut kelangsungan hidup negara, kelangsungan hidup anak cucu kita. Kita sudah lihat bagaimana hancurnya 10 tahun dipimpin oleh Jokowi. Kalau nanti kelanjutannya terah dia juga yang memimpin. Mau jadi apa negara kita ini? Mau jadi apa negara kita ini? Mau jadi apa anak cucu kita ini? Sekali lagi jangan masa bodoh. Betul. Jangan tidak peduli. Betul. Itulah ee dukungan saya kepada tim dan himbauan saya kepada rakyat. Kemudian kalau saya boleh memberi komentar dengan kasus sedang berjalan ini, saya sebenarnya mendengarkan kronologis penegakan hukum yang ada di Indonesia sejak 2014 sampai hari ini saya perut saya itu mual untung enggak sampai muntah. Karena itu saya bilang, “Jangan masa bodoh.” Kita lihat kematian sekian 800 lebih petugas KPPS. Apa ada penghusutan hukum? Ada. Kasus kematian kilm 50 anak buahnya Habib Rizik. Apa ya? Bukan itu penyidikan atau penyelidikan penyidikan dan pengadilan dagelan. Kemudian kasus Sambo belum lagi para aktivis yang ujur rasa. Kemudian ada kasus kecil-kecil di mana bu maksudnya? kecil dari jumlah korban kecil di Kendari ada mahasiswa tertembak saat unjur rasa enggak jelas Kanjuruan 130 lebih enggak ada proses. Jadi kalau kita diam saja sekarang dengan kasus yang sekarang sedang di ini sedang diupayakan oleh tim penasihat hukum anti kriminalisasi yang dipimpin oleh Pak Selisulus CS ini, ini akan terjadi lagi dagelan-dagelan yang lalu. Nah, kalau itu berlanjut terus hari ini baru yang tadi saya sebutkan besok, lusa atau yang akan datang bisa saja terjadi pada kita atau anak cucu kita mau kita ini kelompok-kelompok tadi dikatakan mak saya dulu saya ngulang saja katanya ini utusan neraka atau perwakilan neraka dikirim ke dunia gitu. Nah, ini kan kalau dibiarkan berarti dia akan membawa kita ke neraka semua nanti. Apa mau? Sekarang kita lawan. Sekarang kita lawan. Tidak ada yang bisa kita harapkan dari kumpulan orang-orang busuk, curang, pembohong, tidak jujur kalau mereka memerintah atau memimpin negara. Enggak ada yang bisa diharapkan dari orang-orang seperti itu. Saya ingat teman saya pernah ngomong ini, saya sebut aja teman saya ini, Pak Repli Harun. Saya enggak akan mau masuk kelompok pemerintahan yang saya tahu dia duduk di situ dengan hasil kecurangan. Dan saya bilang Samang, “Saya ikutin Pak Remli.” Karena kita tahu penipu, pembohong, manusia serakah dan rakus. Kalau mengelola satu organisasi atau mengelola negara tak ada yang bisa diharapkan untuk rakyat secara adil pasti hanya berpikir perutnya, perut keluarganya, dan perut kroninya. Padahal kita punya hak yang sama untuk menikmati semua kayak alam negara kita yang begitu kaya raya. Karena itulah mari kita berjuang untuk kelangsungan negara dan bangsa kita dan mari kita berjuang untuk anak cucu kita. Dan ingat, tak ada yang bisa diharapkan kebaikan dari orang-orang lisik, rakus, tidak jujur. Tak ada. Jangan terkecoh dengan berita-berita di medsos yang mengatakan, “Oh, Jokowi sudah melakukan ini, pemerintah sudah melakukan ini,” dan lain sebagainya. Itulah komentar saya dan ajakan saya kepada rakyat. Dan kemudian yang berikutnya yang perlu saya sampaikan dipersikat, Pak. Ya, kepada aparat TNI maupun Polri, Anda memang punya kodi etik tunduk setia, taat kepada atasan. Kalau atasanmu itu jalan on the trick sesuai konstitusi. Kalau tidak, Anda tidak punya kewajiban mengikuti perintah atasanmu, malah kau yang akan ikut masuk neraka. Tenori, dan penegak hukum lain. Saya bekas tentara. Jadi, jangan dipotong-potong. Kode etik di PNI dan mengatakan kita harus tunduk setiap taat kepada atasan. Itu sebetulnya ada kelanjutannya. Kalau atasan atau pimpinan on the track dengan konstitusi, keluar dari trek konstitusi lawan. Jangan kamu ikut masuk neraka nanti di akhirat. Itu kepada aparat. Ini saya lihat dalam penegakan hukum sekarang ini yang saya katakan mudah banget membongkarnya tapi kelihatan aparat dalam hari ini polisi melakukan tindakan-tindakannya absurd enggak masuk akal. Enggak malu. Enggak malu. Anda malu keluarga, malu anak cucu atau nanti kalau kau sudah mati dicatat polisi atau penegak hukum mungkin juga ikut TNI dalamnya bongkar gitu aja enggak bisa katanya. Saya enggak percaya yang dikatakan polisi tidak mampu atau tidak profesional. Yang ada polisi dan aparat penegak tidak jujur, tidak adil. Itu fakta yang terlihat. ya karena dia tergabung dalam konspirator melindungi tadi melindungi kebusukan yang sudah sejak 2014 itu. Dan terakhir saya cuma menghimbau atau minta atau teriak kepada Presiden Republik Indonesia ini, Presiden Prabowo. Ke mana Bapak-bapak dengan kasus-kasus yang begitu ringan saja kok. bikin gaduh bangsa ini. Tapi gaduh ini saat ini kalau berlanjut bukan gaduh, Pak. Mungkin kita bisa pecah belah karena aparat yang Bapak kendalikan bertindak tidak jujur dan tidak adil. sudah sangat kelihatan absurd. Ini tadi juga secara rinci sudah disampaikan oleh Pak Saididu. Karena itu sekali lagi yang terakhir ini pemerintah ini ke mana? Ini masalah tidak berat dan jangan buat narasi-narasi yang bikin Bapak sebetulnya Pak Presiden maksud saya tinggi kan sebetulnya malah merendahkan diri Bapak. Gimana narasi macam kabinet saya bekerja baik jangan ngomong apalagi dan lain sebagainya banyak sekali saya kalau disuruh kumpulin sekarang banyak nanti saya ditegur sama pembawa acara terlalu banyak saya ngomong tapi banyak sekali kasat mata mudah diselesaikan kalau presiden mau bersikap jujur adil jujur adil bertanggung jawab sudah lain-lain enggak ada kalau ada yang mengganggu Bapak kalau Bapak Bapak sudah jujur, adil. Saya siap mati di depan Bapak dan banyak rakyat untuk melindungi Bapak, untuk melindungi Bapak Presiden. Jadi jangan takut. Itulah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Jadi ee jujur itu hebat, culas itu setan. Ke Bu Kernia sikat ya. Karena sudah jam mau masuk zuhur masih ada Pak Kolonel Pak Sara. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull ya. Insyaallah saya coba untuk singkat ya untuk menyikapi naiknya ee status penyelidikan menjadi penyelidikan atas laporan Saudara Joko Widodo dan lima relawan pecinta matinya terhadap kami para pejuang ijazah asli bagi semua orang yang sudah mengenyam pendidikan. Ya, kami ingin mengatakan apa yang disampaikan pada hari ini tertera di mata kita semua bahwa mohon maaf kepolisian Republik Indonesia seperti telah melakukan suatu terus-menerus pelayanan kepada Joko Widodo. Ini indikasinya adalah bahwa gugatan PN Surakarta diberi dengan hadiah sebagai NO atau NI on club. Kemudian sebagaimana kita ketahui ijazah dinyatakan identik dan yang ketiga laporan di Polda ditindaklanjuti. Kami ingin mengatakan ini adalah merupakan suatu akrobat politik. Akrobat politik itu apa sih? Kalau kita ingat akrobat itu adalah suatu harusnya prestasi fisik yang luar biasa dalam hal melibatkan kelincahan dan keseimbangan. Ya, ini mengenai sirkus fisik, trik begitu dan ini tidak dibutuhkan dalam penegakan hukum. N oleh karena itu kami ingin mengingatkan kepada kepolisian Republik Indonesia bahwa sesungguhnya kami semua ini yang telah diberikan ee status sebagai terlapor sebelumnya sama sekali tidak pantas untuk diproses hukum. Semua peraturan ditabrak ya sebagaimana yang seharusnya menjadi dasar pertama kali yaitu Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban di mana ayat 1 mengatakan saksi korban, saksi pelaku dan atau pelapor tidak dapat dituntut secara hukum baik pidana maupun perdata atas kesaksian dan atau laporan yang akan sedang atau telah diberikannya kecuali kesaksian atau laporan tersebut diberikan dengan etikat yang tidak baik. Dalam hal terdapat tuntutan hukum terhadap saksi korban, saksi pelaku dan atau pelapor atas kesaksian dan atau laporan yang akan sedang atau telah diberikan. Tuntutan hukum tersebut wajib ditunda sehingga kasus yang ia laporkan atau ia berikan kesaksian telah diputus oleh pengadilan dan memperoleh kekuatan hukum tetap. Dan kita melihat bahwa semua hukum dasar ini ditabrak oleh Kepolisian Republik Indonesia. Saya ingin mengingatkan pasal 19 Undang-Undang Polri atau Undang-Undang Kepolisian, Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri untuk kepentingan umum. Tindakan ini hanya dapat dilakukan dalam keadaan sangat perlu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi kepolisian Republik Indonesia. Pasal 19, Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia harus bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama, kesopanan, kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Kepolisian Negara Republik Indonesia mengutamakan tindakan pencegahan dalam melaksanakan tugas dan wewenang. Demikian dua buah pasal undang-undang kepolisian atau undang-undang Polri yang menurut kami ini pun telah ditabrak. Bapak, Ibu sekalian, sebagai tambahan saya ingin menambahkan kepada Anda karena di dalam gelar perkara khusus kemarin, kuasa hukum dari atau penasehat hukum dari Bapak Joko Widodo itu mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara Dumas yang dilaporkan oleh TPUA dengan perkara yang mereka laporkan di Polda. Saya ingin mengatakan itu suatu kebohongan ya, karena justru laporan tersebut ada dikarenakan ada dumas kami di Bares Krim. Saya menyatakan demikian karena kami adalah saksi hidup yang datang ke Solo bersama Rizal Fadilah dan Damai Hari Lubis. kami adalah orang-orang yang berhadapan dengan Saudara Joko Widodo ya dengan catatan telah berkirim surat sebanyak dua kali yaitu tanggal 24 ee Maret dan tanggal ee 5 April juga berkirim surat ke ee rektorat daripada UGM ya. Nah, jadi kami ingin mengatakan dijawab dengan sangat baik. kami datang dengan baik meskipun harus kami sampaikan dengan jujur bahwa di dalam pertemuan dengan saudara Joko Widodo, kami telah diintimidasi ya kami diintimidasi beberapa kali dengan mengatakan karena ini sudah ramai saya akan menempuh jalur hukum. Ya, kata jalur hukum di situ bukan melakukan suatu gugatan PMH misalnya di pengadilan. Bukan. dan sudah dijawab beberapa hari kemudian setelah kami kembali ke Jakarta dengan laporan yang dilakukan Nabok nyilih tangan yaitu lima orang melakukan pelaporan lebih dahulu mungkin untuk test the water begitu ya. Barulah pada tanggal 30 April 2025 beliau sendiri yang melaporkan ke Polda Metro Jaya. Jadi Saudara Yakub Hasibuan jika Anda mengatakan ini adalah tidak ada hubungannya itu suatu kebohongan besar. Oleh karena itu saya tambahkan sebagai seorang advokat yang disumpah, kami menjalankan tugas kami berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kami mengingatkan saudara kami seintegrated criminal justice system policy Republik Indonesia untuk mengingat kembali surat An-Nisa ayat 135 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.” Jika dia yang terdakwah kaya ataupun miskin, maka Allahlah yang lebih tahu kemaslahatan atau kebaikannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu apa yang kamu kerjakan. Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga kiranya keadilan segera datang. Alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. E berikutnya ter ke Pak Pernaan Samsul jalan pakai mic. Sudah itu kita kalau ada tanya jawab ya saya ini nanti teman-teman pengacara lain yang menjawab ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semuanya. sama saya dengan Jenarako ya kita nih iya apalah ya tapi saya bukan wira saya mendukung penuh advokat ya masuk menerima kuasa Pak iya saya terima kuasa jadi saya juga pengacara juga ya sedikit sayaembagakan diri saya tamatan AMN 65 ya dan kemarin Pak Narko itu kumpul ya siapa Samsar Nah, itu saya tu tahun. Saya baru umur 28 tahun. Kalau menurut hijrahnya 83 tahun 38 tahun. Enggak mau maaf. Ee saya enggak ada lagi. Betul. Apa yang dijuangkan oleh advokat in advokat kita ini yang takut dia takut mati. Karena ini adalah jihad ya. Menjalani melawan kezaliman. Karena ada yang zalim itu kepada kepada kita apalagi kepada bangsa kita wajib untuk melawannya. Kalau gak kuat kita malah mencegahnya dan enggak yang lama-lama iman adalah mendoakannya tapi ini bukan mendoakan kita sanggup untuk melawannya dan atau bilang jenderal kau tadi polisi apa polisi tidak akan mampu ya tahu kan polisi tidur tahu kan itu sudah merepotkan hari ini polisi bangun saya sudah bicara dari mana-mana tuh ya dan kenyataan ini fakta Bukan apa-apa. Hah. Coba diendari itu ada demo itu apa? Datang BRIM bawa senjata loh. Menghadapi rakyat pakai senjata itu kan penakut namanya. Masa bawa rakyat menghadang rakyat demo itu pakai senjata. Enggak ada itu. Dan entah satu lagi saya pernah bicara dengan mantan kasat itu ee Andika itu untuk negara apa Papua itu kan dirubah tadinya apalah namanya ee benderan itu untuk Iran itu Irian itu Iran Jayapura itu Irian Iran Barat itu kan dirubah menjadi KKB kelompok kriminal persiapan Loh, kenapa dirubah mengapa tetap OPM? Karena apa? Kalau sudah menjadi KKB itu adalah anunya polisi dan saya polisi enggak akan mampu. Saya bilang buktinya yang bergerak sana siapa? Pasti tentara TNI dan yang korban yang meninggal yang gugur itu TNI. Polisi enggak ada yang gugur, enggak ada yang tewas karena penakutnya itu. Jadi ini enggak ada. Saya juga terima kasih kepada pengacara-pengacara yang hadir. Mari tetap berjuang. Jangan takut, jangan gentar ya. Dan kami purnawan tidak ada isto. Apa namanya sudah enggak enggak aktif lagi. Ingat prajurit apa yang prajurit tentara yang tua ini tidak akan pernah mati. I also betul. Dan kami tidak akan pernah berhenti berjuang demi negara bangsa dan negara yang kita cintai ini. Enggak ada. Tetap berjuang. Hidupkan ya kebahagiaan kita ini dengan melakukan perjuangan yang terus-menerus. Merdeka. Merdeka. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Terima kasih. Billah taufik walidah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. ke Pak ini karena ini kan yang bongkar Universitas Pojok Pramok. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Saya hanya melengkapi hasil penelitian Mas Roy dan kawan-kawan. Sebagaimana saya sampaikan terdahulu, ada pasar pramuka pojok yang nantinya sebagai saksi sejarah tumbangnya kejahatan Jokowi. Halal bihalal yang dilakukan oleh Paiman ternyata membuka kotak Pandora kejahatan Paiman dan kawan-kawannya di Pasar Pramuka Pojok. Dari foto-foto yang dapat kita ambil, di sanalah terlihat siapa yang ahli tanda tangan, siapa yang ahli ini, dan semuanya ada. Dan itu semua nama-nama sudah ada di Masroy dan di Sentana. Nah, kemudian hasil investigasi saya sebagai mata-mata ya pernah pengalaman mata-mata kemudian verifikasi silang ditemukan pengakuan dari seorang perempuan yang mengatakan bahwa paiman adalah otak yang mencetak ijazah J. Cuma bukan dia, ada ahlinya. Dan ini sebuah pengakuan. Nah, oleh karenanya kenapa polisi takut untuk menyentuh Pasar Pramuka? Karena di situlah akan terbongkar bahwa terjadi sebuah kebohongan yang dilakukan oleh Jokowi. Tapi satu hal lagi yang saya penting saya sampaikan. Jokowi bukan hanya pembohong, tapi dia pengkhianat. Seperti yang Bapak katakan soal Papua bulan Agustus 2024 eh 2014 berdasarkan pengakuan seorang tokoh adat di Papua Barat, Jokowi berkunjung ke Brisbane dan bertemu dengan Prof. Damin Skingsburi. Saya tahu orang ini, saya tahu persis. Menyerahkan dokumen referendum Papua Barat. Anda tahu siapa Damisburi? dia adalah international advisor untukin pada saat diajak pendapat. Setelah itu terjadi peningkatan eskalasi gerakan OP. Ini adalah manuver Jokowi dengan menggunakan Profesor Damin Trisburi. Damin Trisburi juga adalah international advestor untuk gerakan separatis di Indonesia termasuk terhadap GAM dan UPS. saya. Jadi, Pak, kalau kita hanya katakan Jokowi pembohong itu masih kurang. Jokowi ada pengkhianat. Jadi kalau hari ini terjadi kriminalisasi terhadap suara kebenaran yang dilakukan oleh rakyat, diwakili oleh Mas Suryo dan kawan-kawan ya, kemudian dilakukan oleh instrumen hukum di bawah kekuasaan Presiden Prabowo. Jika Prabowo melakukan pendiaman terhadap masalah ini, Prabowo juga ikut berkhianat terhadap republik ini. Terima sekali lagi, Bapak harus ingat ketika Pak Jokowi ngomong depan publik, kemudian publik percaya, dia bingung karena dia sendiri enggak percaya sama omongannya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Iya, mohon maaf. Silakan. Ini ceritanya yang sekarang ini adalah pengalian isu ya. Pengalian isu. Jadi semuanya resur itu dikriminalisasi enggak ada lagi dan itu sekarang ini itu ditemukan bangker ya di sana terkumpul duit triliunan ya. Dan sekarang diamankan oleh Ludut Panjahitan. Luut panjahitan itu pengkhianat. Wah, didukung oleh Hendro Priono. Ya, Hendro Priono itu dia tahu siapa Jokowi tahu dia Jokowi itu PKI. Dia bukan dilahirkan di Solo, tapi dilahirkan di Desa Boyolari. Ya, itu nama Desa Girioto. Semua itu orang PKI.Oot. Ah, jadi ini yang perlu kita sadari bahwa sekarang si Luhud itu ya dia berusaha bagaimana untuk mengambil bangkernya itu supaya jangan diambil oleh yang lain-lain dulu. Makanya ini dialihkan isu ini supaya kita ribut jangan ijazah palsu. Ijazah palsu itu sudah palsu. Jelas ya. Tapi polisi ini ya polisi saya bilang itu polisi itu enggak benar. Maka korupsi juga di partai coklat yang ya korupsinya itu DPR semuanya itu korupsi sudah di DPR itu Ciptaning e siapa Eko Oneng itu banyak lagi itu PKI-PKI dan kita sekarang dikendalikan oleh PKI gaya baru maka kita jadi domba maka kita yang hadir di sini dan semua rakyat bangsa Indonesia jangan terpengaruhi oleh PKI gaya baru kita di debal maka kita sadar sekarang bahwa kita harus tetap berjuang. Insyaallah Allah bersama kita. Amin. Allahu Akbar. Allah. Terima kasih. Baik ee teman-teman sekalian karena waktu gitu ya kecuali nanti kalau ada yang mau bertanya ini semua ada tim lawyer untuk bisa menjawab gitu ya. Ada Bang Samam Bang Samam Serjalin ada Bantenri Bjahmada membeli ini banyak di Bang Medi. Siap gitu ya. Jadi di belakang ini jadi yang tertinggi, yang maha tinggi gitu ya. Baik teman-teman sekalian. Oh iya, tertinggi tertinggi. Ee teman-teman sekalian saya kira kita akhirnya karena mau juga ke Baris Kim dan lain-lain gitu ya. Ee terima kasih atas kehadirannya semua. Sekali lagi ee para tamu yang men-support gerakan teman-teman Mas Roi. Sekali lagi ini bukan perjuangan Mas Roi gitu ya. Bukan, bukan untuk diri apalagi keluarganya sudah terganggu tapi untuk kita semua. Sekali lagi mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam gantung Jokowi semua kecil. Baik, terima kasih Bangsan. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Eh sebagaimana kita ketahui bahwa pada Kamis 10 Juli 2025 yang lalu, Kompes Polik Arisam selaku Kabit eh Humas Polda Metro Jaya mengumumkan peningkatan status dari tahapan penyelidikan ke penyidikan, laporan terhadap klien kami Roy Suryo dan yang lainnya yang sebelumnya dilaporkan oleh Saudara Joko Widodo pada 30 April 2025 yang lalu. Menurut ee Polda Metro Jaya, peningkatan status ini bukan hanya terkait laporan Saudara Joko Widodo, tetapi juga sejumlah laporan dari Polres lainnya yang dilimpahkan atau dikonsolidasi oleh Polda Metro Jaya. Ada lima laporan dari ee Polres yang lainnya dan kami pernah mendapatkan undangan klarifikasi. Namun dari lima laporan tadi, dua dinyatakan gugur karena pihak pelapor tidak mengajukan ee klarifikasi saat diundang dan tiga dinaikkan ke tahap penyidikan. Artinya ada empat laporan dari total enam laporan yang ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Sebagaimana kita ketahui, Saudara Joko Widodo sendiri melaporkan dengan dugaan tindak pidana pencemaran 310 KHP, fitnah 311 KHP, dan 27A Undang-Undang ITE terkait menyerang kehormatan menggunakan sarana IT. Namun di luar itu kami juga menyebut ini penyelundupan hukum ya, Saudara Joko Widodo melaporkan dengan pasal 35 Undang-Undang ITE yang ancaman pidananya 12 tahun penjara. juga Pasal 32 Undang-Undang ITE yang ancaman pidananya 8 tahun penjara. Ini yang dulu sering kami sebut ee upaya untuk kriminalisasi karena dimasukkan pasal-pasal tidak relevan dengan delik pencabaran dan fitnah dengan target kalau nanti statusnya naik ke penyidikan dan tetapkan tersangka, polisi bisa menggunakan kewenangan untuk melakukan penahanan berdasarkan KUHAP karena ancaman pidana yang bisa ditahan itu minimum 5 tahun penjara. Dan dengan dimasukkannya pasal 35 dan 32 Undang-Undang IT melalui laporan saudara Joko Widodo ini, polisi nanti bisa mengambil langkah untuk menahan walaupun dalam persidangan pasal-pasal ini tidak tidak terbukti begitu. Dan itulah modus operandi kriminalisasi yang sering kami temui bukan hanya di kasus klien kami hari ini. Yang kedua, laporan-laporan yang lainnya itu dilaporkan ada yang dari Polres Jakarta Selatan yang mengatasnamakan Peradi Bersatu. unik sekali, lucu bahkan aneh. Dia melaporkan di antaranya adalah kabar bohong, pemberitahuan bohong 28 ayat 3 Undang-Undang ITI. Selain itu pidana SARA 28 ayat 2 Undang-Undang IT dan juga pasal 160 KUAP tentang penghasutan. Tetapi pelapor ini sendiri bohong. Dia menuduh kami mengedarkan kabar bohong klien kami ya. Pelapor sendiri mengedarkan pemberitahuan bohong. Apa pemberitahuan bohongnya? Ke mana-mana mengaku yang melaporkan adalah peradi Bersatu. Tetapi saat kami diundang klarifikasi, tidak ada satuun laporan dari para pelapor itu yang namanya disebut sebagai atas nama Peradi Bersatu. Ada yang laporan yang diminta untuk klarifikasi itu antaranya yang pertama Andi Kurniawan, yang kedua Samuel Sueken, Kabriani, Lesuman dan Kahan Rahayan. Ada satu Samuel Sweket ya. Jadi tidak ada satuun atas nama Prad Bersatu. Di dalam sebuah diskusi media ketika kami soal itu ya kebingungan begitu. Dan saya terusang tersinggung karena saya anggota Perhimpunan Advokat Indonesia atau Pradi dan saya sebenarnya tidak terima ada organisasi dimanfaatkan untuk kegiatan yang bisa kita kategorikan ikut-ikutan mengkriminalisasi. Begitu. Nah, yang kedua tentu kami harus memberikan sikap terhadap apa yang sudah diumumkan. Sikap kami yang pertama tentu saja ini tindakan yang terlalu dini atau bahasa hukumnya itu prematur. Apa prematurnya? Pertama, kasus pencemaran ijazah palsu ini tidak bisa dilepaskan dengan kasus dugaan pemalsuan dokumen yang sudah dilaporkan di Bareskim Mabes Polri. Walau hanya Dumas, kasus di Pareskrip itu sampai hari ini belum tuntas. Terakhir ketika 22 Mei, Johandani Rahajopuro selaku Direktur Tindak Pidana Umum Baras 15 Polri menyatakan menghentikan penyelidikan dugaan pidana pemalsuan ijazah saudara Joko Widodo telah dilakukan proses koreksi melalui apa yang disebut dengan gelar perkara khusus di tanggal 9 Juli 2025. Dan gelar itu belum ada hasil yang disampaikan kepada kita pada publik. Harusnya setidaknya menunggu proses gelar ini diumumkan kepada publik. Misalnya kalau gelar itu ternyata menguatkan penghentian penyelidikan, oh berarti dianggap sama dengan hasil yang diumumkan Johandani Rahajapuro. Sebaliknya jika ternyata gelar menyatakan bahwa penyelidikan ini ada cacat proses prosedur dan substansi dan pihak Biro Wasidik selaku pengawas penyidik memerintahkan kepada penyidik untuk membuka kembali dan melakukan penyelidikan terhadap dugaan tidak pidana pemalsuan dokumen 263 KAP yang dilakukan diduga dilakukan oleh saudara Joko Widodo, maka kasus ini dibuat kembali jadi gak relevan pencemarannya karena apa? Kasusnya jalan gitu. Nah, dari situ kami kemudian muncul praduga. Jangan-jangan semua akan dikondisikan. Pengumuman dibereskan nanti juga hasilnya akan sama sehingga Polda berani meningkatkan penyelidikan ke tahap penyelidikan. Okelah kalau sekenarnya demikian, tapi tetap saja harusnya menunggu pengumuman dari biroasil dulu hasilnya seperti apa. Karena ini berkaitan. Tidak mungkin ada pencemaran ijazah palsu kalau belum dibuktikan ijazahnya asli. Bagaimana kalau ternyata Bang bagi Bang Bang? Habis ya audio. Nah, ini kan lagi Cup lagi. Bagaimana nanti kalau ternyata ijazah itu terbukti palsu? Kan enggak enggak ada lagi fitnah, enggak ada lagi pencemaran begitu. Lagi pula sikap kami sudah jelas kami keberatan klien kami disidik dengan pasal pemals apa pencemaran dan fitnah sebelum dibuktikan ijazah ini asli berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap begitu. Jadi ini yang menyebabkan kami menyimpulkan ini prematur dan karena ini prematur meloncat dari proses dan tahapan ini yang kami sebut ada tendensi, ada atensi, ada kepentingan mengkriminalisasi klien kami melalui peningkatan tahapan dari penyelidikan ke penyidikan. Memang benar laporan saudara Joko Widodo walaupun dari aduan tidak pernah menyebutkan siapa terlapornya. Dan dalam undangan klarifikasi klien kami bertanya siapa yang terlapor ternyata masih dalam lidik begitu. Tapi dalam konferensi PES Media dan juga laporan dari lima Polres-Polres yang lain sudah tegas menyebut nama-namanya. Klarifikasi terakhir itu sudah jelas terlapornya. Artinya apa? Artinya kasus ini memang sengaja ya dipercepat dengan target tertentu. Dan target yang paling utama adalah ingin membungkam kebenaran. Sebab kalau motifnya bukan ingin membungkam kebenaran, harusnya diberikan otoritas yang sepadan, selevel, seimbang antara pelapor dengan terlapor untuk sama-sama mengobservasi. Dan sebelum mengobservasi, setidaknya ijazah itu diberikan hak akses kepada pihak untuk ngecek. Nah, kalau ijazahnya ternyata asli ya sudah kalian kami bisa minta maaf. Dan kalau ternyata dia asli dan ingin tetap melanjutkan fitnahnya, ya ayo kita ladeni fitnah itu. Tetapi sudah jelas ijazah ini dibuktikan asli. Dan kemarin ada narasi yang menurut saya harus kita luruskan. Katanya pembuktian ijazah palsu itu bisa dilakukan secara bersamaan dengan bergulirnya pasal fitnah dan pencemaran. Ini yang keliru. Untuk membuktikan ijazah Saudara Joko Widodo asli atau tidak itu ada tiga langkah. Pertama melalui pengadilan tata usaha negara dan ini sudah tidak memungkinkan karena besikingnya produk katunnya sudah lebih dari 90 hari. Yang kedua melalui proses peradilan perdata. Perdata itu harusnya juga bisa masuk pokok perkara. Ternyata putusan pengadilan Pengadilan Negeri Surakarta tidak jauh beda dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dulu sudah pernah diajukan gugatan. Apa itu? Dinyatakan pengadilan tidak berwenang untuk mengadili kasus ijazah palsu Saudara Joko Widodo. Lah kalau pengadilan tidak berwenang, lalu ke mana rakyat ini mencari keadilan kalau pengadilan sendiri menyatakan tidak berwenang? Ini kan sama saja ngelempar masalah ini kepada publik. Kita bingung katanya apa? Pengadilan negeri enggak berwenang. Kenapa? Itu kewenangan pengadilan PTUN. Lalu nanti bawa ke PTUN. Pengadilan PTUN enggak berwenang. Kenapa? Karena sudah lewat 90 hari. Lalu ke mana ini rakyat mau cari keadilan? Begitu loh. Nah, sekarang satu-satunya tinggal melalui pidana. Nah, kalau melalui pidana untuk membuktikan ijazah itu hasil atau tidak, bukan melalui pasal pencemaran, tetapi 263 terkait pasal dugaan pemalsuan dokumen. Sehingga yang harus diteruskan itu adalah proses di bareskrim bukannya di Polda. Coba adil enggak klien kami dilaporkan hanya potensi masuk penjara tapi untuk dalam rangka membuktikan ijazah saudara Joko Widodo asli. Ya kan enggak seimbang posisinya karena sudah posisi nanti jadi terdakwah. Sementara hari ini yang tertuduh yang pertamanya harus diadili dulu itu Saudara Joko Widodo yang hari ini prosesnya masih dalam tahap gelar perkara khusus dan belum ada pengumuman. Nah, yang ketiga apa yang kami sebut prematur itu juga kita tahulah ini kan sudah menjadi bukan rahasia publik ya, sudah di menjadi pengetahuan publik. Kasus ini kan bukan kasus Ro Suryo dan kawan-kawan loh. Ini sudah kasusnya rakyat. Kita tahu saat konferensi PES Kombes Polik Aris Indardi ketika ditanya oleh media pelapor saudara Joko Widodo saat membuat laporan polisi apakah ya termasuk skripsi melampirkan ijazah asli? Apa jawabannya? Fotokopi. Tadi sudah dijelaskan fotokopi. Hasil atau tidak Pak? Fotokopi. Asil atau tidak Pak? fotokopi. Lalu pertanyaannya, bagaimana mungkin bukti dari pelapor yang hanya fotokopi kemudian segera dinaikkan tahapannya ke tahapan penyidikan yang ujung daripada penyidikan itu akan ada tersangka harusnya kalau memang mau dinaikkan ya ijazah saudara Joko Widodo yang katanya asli tadi disita oleh Polda Metro Jaya dilakukan tes laboratorium forensik ya lalu hasilnya itu baru dijadikan dasar untuk menaikkan tahapan ke penyidikan. Oh, benar ini berarti ada fitnah. Kenapa? Ternyata indikasinya ijazah ini adalah asli. Begitu loh bahwa benar sudah ada uji laboratorik, tapi itu dibeskrim dan itu hanya Dumas. Kepentingan uji itu untuk Dumas dan sudah digunakan untuk menghentikan Dumas penyelidikan. Tidak bisa hasil dari beriskam dipinjam oleh Polda atau disita oleh penyidik Polda untuk melanjutkan kasus dugaan fitnah dan pencemaran. harus disita oleh penyidiknya berdasarkan LP-nya, LP saudara Joko Widodo itu gitu loh. Lalu kami juga heran, aneh sampai hari ini bertanya-tanya walaupun kami sudah tahu jawabannya. Sejak kapan proses penegakan hukum akses terhadap bukti itu dengan pinjam? Hebat sekali saudara Joko Widodo ini. Kalau yang lainnya disita. Kenapa ada pembedaan terhadap saudara Joko Widodo? Ijazahnya tidak disita oleh bareskim, hanya dipinjam dan kemudian dikembalikan. Dan karena itulah saat gelar perkara khusus biroasidik ya bareskin tidak bisa menunjukkan ijazah. Karena apa? Barang itu cuman pinjaman. Harusnya kan disita. Kalau disita saat biroasidik bisa ditampilkan para suryo bisa lihat dan ternyata asli langsung Pak Rosyo minta maaf ternyata asli. Selesai. Faktanya kan enggak demikian. Terus ada naras dibangun. Kami enggak percaya. Nanti dikhawatirkan itu jebakan Batman. Kalau nanti ditunjukkan ya kan nanti akan difoto-foto. Ada macam-macam analisis nanti tambah ramai. Itu kan berarti enggak percaya barang ijazahnya asli. Kalau ijazahnya asli apa sih? Susahnya difoto enggak ada masalah. diuji berkali-kali juga dengan foto, dengan analisis apapun kalau asik enggak akan ada masalah gitu loh. Artinya mohon maaf hari ini jika perkara ini berlarut-larut saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia bukan karena klien kami bukan karena kami lawyer karena kami memang tugas dan tanggung jawabnya membela klien kami. Tapi ini sumber masalahnya adalah saudara Joko Widodo sampai hari ini tidak mau menunjukkan ijazah yang disebutnya asli itu kepada kita semua. Jadi jangan dibalik-balik. Jangan kita yang kemudian dianggap bikin gaduh, akarnya ada di sana. Kemudian yang terakhir, kami menegaskan bahwa proses yang ada di Polda Metro Jaya itu sebenarnya repetisi, pengulangan terhadap proses yang telah dilakukan oleh Barat. Apa itu? Yakni tidak ada transparansi, tidak menjamin kredibilitas dan pasti tidak ada akuntabilitas. Dan itu yang dulu kami jadikan dasar untuk mengajukan proses permohonan gelar perkara khusus terhadap Dumas yang tiba-tiba gelar perakara sepihak oleh Bariskim dan dihentikan. Dan hari ini Polda mengulangi gelar perkara sepihak. Adik Ari Samito menyatakan sudah gelar perkara tapi gelar perkara yang mana? Kami tidak pernah dilibatkan. Bukti-buktinya sudah lengkap bukti yang mana? Semua sudah ada saksi ahli-ahli yang mana? Makanya kami juga akan mempertimbangkan upaya hukum yang sama sebagaimana sudah ditempuh ee di baris poli untuk melakukan upaya permintaan gelar perkara khusus lagi. Karena apa? Karena terus terang kami tidak mempercayai proses-prosedur dan tahapan yang dilakukan Polda di mana kami tidak dilibatkan setidaknya untuk tahu ini loh tahapannya, ini loh buki-bukinya, ini loh prosesnya, ini loh prosedurnya, ini loh dasar kewenangan kami melakukan penyelidikan. Ini loh hasil kesimpulan dari penyidik terkait proses penyidikan ini loh pemandangan ahli tentang unsur-unsur yang berkenaan dengan pasar kan enggak diberitahu. Kok juga bersamaan dengan saudara Jokowi pulang seolah-olah ini kado untuk Jokowi. Pak Jokowi ini ada kado. Bapak sudah pulang sudah agak sehat mungkin ya. Ini ada kado. Tahapannya naik ke penyidikan. Enggak bisa begitu. Hukum harus tegak lurus. Yang lapor siapapun sekalipun itu yang melapor adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Selamat datang Pak Saididu. Mungkin Bang Tendri agak geser nanti ya juga ee apa namanya Bu Kurnia mungkin agak nyambil sana aja biar tidak ada perempuan di sarang penyamun ya. Nah begitu. Nah Pak Saidido di tempatnya Bu Kurnia aja. Nah sini. Nah. Iya. Enggak, Bu. Itu bisa nanti lewat saya situ ya. Lewat lewat sana, Bang. Bang, ada aksen dari belakang, Bang. Ah, ini resiko kalau terlambat memang begini, Bang. Iya. Ah, sebelahnya aja enggak apa-apa. Geser-geseran, Bang. Mungkin boleh. Iya. I. Heeh. Oke. Masih ada satu lagi enggak? Mungkin ada satu yang geser untuk mengganti, ya. Heeh. Heeh. Yang penting cukup ya. Baik, saya lanjutkan. Jadi, ketika kami rencana mengambil upaya hukum untuk mengajukan gelar perkara khusus, itu adalah bagian dari proses agar apa yang dilakukan oleh institusi kepolisian yang kita sayangi, kita cintai itu benar-benar transparan, kredibel, dan akuntabel sehingga apa? Hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Dan tentu saja terkait apa yang akan dilakukan e tim kami nanti juga ee Bang Rizal Fadilah juga sudah menyiapkan rencana lanjutan terhadap proses digelar perkara khusus. Kami ingin tegaskan ada dua hal yang berbeda. Gelar perkara khusus kemarin itu hanya mengevaluasi proses yang sudah dijalankan oleh Bareski Mabes Pi. Tidak membahas tentang bukti baru apa yang dimiliki oleh pelapor. Tidak. Makanya kenapa Pak Rosuryo dan Pak Risbon itu masuk itu bukan bukti baru yang dibawa. bukti yang sebelumnya sudah dikirim ke bares krim bagian dari lampiran rumah tapi tidak diperiksa ini kan sudah ada motif kalau begitu hanya memeriksa sesuatu yang menguntungkan dari pihak Saudara Joko Widodo yang kesimpulan akhirnya adalah dihentikan sementara dari Pendumas ditinggalkan makanya kita minta gelar perkara lagi lalu dievaluasi apa yang hasil dari Barskip termasuk kita jelaskan ada bukti-bukti ahli keterangan ahli yang kemarin belum sempat diproses oleh Barskip jadi begitu itu tidak terkait no bukti buru baru ya. Nah, adapun terkait bukti baru nanti Bang Rizal akan menjelaskan kenapa? Karena seiring dengan perjalanan kasus ini ternyata makin ke sini makin kita temukan banyak dokumen, keterangan dan selebihnya yang makin menguatkan bahwa ijazah Saudara Joko Widodo ini memang bermasalah. Saya kira itu saja ee penjelasan saya dan mohon maaf Pak Nursang untuk biar lebih tahu dulu mungkin bisa dibacakan dulu oleh Pak Samsir Jalil karena sudah jadi nanti setelah ini pembacaan dulu. Baik saya kembalikan kepada Pak Nursan ya. Eh makasih kita ke itu ya pembacaan penagan kan sederhana sebenarnya bahwa sampai hari ini belum ada kepastian soal ijazah Jokowi. Pengadilan hanya menyatakan bahwa tidak berwenam memeriksa. Itu jadi clear. Jadi tidak boleh ada menjustifikasi ini kan sudah selesai gak bisa karena ini belum gitu ya karena tidak masuk di perkara kec kita masuk ke ini ya pembacaan pernyataan ee sikap dari kami. langkah-langkah apa yang akan di bisa dibacakan aja pakai eh saudara sekalian. Saya membacakan pengumuman Polda Metro Jaya Primatur. Kasus penyemaran dan fitnah ijazah palsu Jokowi tak dapat ditingkatkan ke penyidikan tanpa pembuktian ijazah Jokowi asli. Polda Metro Jaya telah mengumumkan kasus laporan tuduhan ijazah palsu Jokowi dinaikkan dari tahap-tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal itu telah disampaikan oleh Kabit Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi AD Arisam Indra Indradi pada hari Kamis, 10 Juli 2025. berkenaan dengan hal itu, kami tim advokasi antikriminalisasi akademisi dan aktivis selaku kuasa hukum Roy Suryo, Rismon Sianipar, Zizal Fadilah Kurnia Tri Royani menyampaikan pandangan hukum sebagai berikut. pertama peningkatan status penyelidikan kasus dugaan pencemaran dan fitnah soal ijazah palsu yang diajukan oleh Saudara Joko Widodo ke tahap penyidikan tidak memiliki dasar hukum mengingat seseorang hanya dapat dinyatakan melakukan pencemaran dan fitnah ijazah Jokowi palsu setelah dibuktikan ijazah Saudara Joko Widodo asli. Bukti hukum bahwa Jok ijazah Jokowi asli harus berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena hanya putusan pengadilan yang bisa memberikan deskripsi yang otoritatif secara hukum untuk nyatakan ijazah Saudara Joko Widodo. Dalam kasus ini, ijazah saudara Jokowi Dodo belum pernah dibuktikan oleh putusan pengadilan asli. Bahkan Saudara Joko Widodo hanya bermodal ijazah fotokopi saat membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Hal mana telah ditegaskan oleh Kombes Polisi AD Arisam Indradi dalam KPS menjawab pertanyaan media dengan menegaskan bukti ijazah Joko Widodo yang dimiliki penyidik Polda Metro Jaya hanya berupa fotokopi. Dalam hukum pembuktian, dokumen fotokopi tidak memiliki kekuatan hukum dan bukan termasuk alat bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP. Kedua, kasus dugaan pemalsuhan dokumen ijazah Joko Widodo saat ini sedang diperiksa oleh Biro Wasidik Barestrim Polri melalui gelar perkara khusus pada tanggal 9 Juli 2025 lalu. Hingga saat ini belum ada pengumuman hasil atau kesimpulan dari gelar perkara khusus tersebut. Karena itu tindakan Polda Metro Jaya yang meningkatkan status penyelidikan, dugaan pencemaran dan fitnah ijazah palsu Joko Widodo terlalu primatur. Bahkan ada dugaan kuat karena ada pesanan dan desakan dari pihak-pihak tertentu. Mengingat hasil gelar perkara khusus Biro Wasidik Bares Krim Polri dapat memerintahkan penyelidikan ulang kepada Ditpidum Bares Krim Polri yang sebelumnya telah menghentikan Dumas dugaan ijazah palsu saudara Joko Widodo. Ketiga, proses gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya soal kasus pencemaran dan fitnah ijazah palsu Joko Widodo dengan hasil meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyelidikan tidak transparan, tidak kredibel, dan tidak akcountable keputusan sepihak tanpa melibatkan klin kami selaku pihak terlapor dalam perkara tersebut. Polda Metro Jaya kembali melakukan tindakan ceroboh seperti yang dilakukan Barest Krim Mabes Poli yang mengumumkan sepihak pengertian Dumas dugaan ijazah palsu Jokowi. Karena itu kami juga mempertimbangkan akan mengambil upaya hukum dengan meminta proses gelar perkara khusus atas peningkatan status penyelidikan ke tahap penyelidikan, dugaan pencemaran dan fitnah yang diumumkan oleh Polda Metro. Demikian pernyataan hukum disampaikan. Terima kasih. Jakarta 14 Juli 2025. Tim advokasi antrik kriminalisasi akademis dan aktif tertanda Petrus Salestinus, SH, koordinator litigasi, Ahmad Hzinuddin, SH, koordinator nonlitigasi. Sekian, terima kasih. Iya. Eh, makasih Pak Samsir Jalil gitu ya. Pembacaan pernyataan siap kita ini kalau kita lihat, kita dengarkan seolah-olah ini ada kejar-kejaran gitu ya antara baris krim Polda gitu. Tapi untuk menanggapi kenapa kejar-kejaran seperti nanti Pak Saidi yang bisa menganalisis itu kita ke Pak Drisal Fadilah dulu apa langkah hukum yang akan dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tentu langkah hukum yang akan diambil adalah ee menyampaikan kepada pihak ee bareskrim untuk ee mengambil keputusan. desakannya adalah bahwa ee terdapat unsur pidana pada proses ee penyelidikan di Bares Krim ya dengan terlapor ee Joko Widodo pasal 263, 264, 266 KUHP. Jadi kita sangat yakin dan akan menyampaikan bahwa penyelidikan yang lalu itu terdapat unsur pidana. Karenanya harus ditingkatkan ke proses lanjutan ke penyidikan sampai ke proses peradilan. Di mana Joko Widodo tentu sebagai pihak pesakitannya atau terdakwanya. Yang kedua adalah tentu saja berkaitan dengan respon terhadap ee peningkatan penyelidikan kepenyidikan tadi yang di ee Polda Metro karena terlibat juga ee pihak-pihaknya adalah kami-kami juga begitu adalah bahwa sebetulnya itu tidak memenuhi unsur pidana ya. Karena apa? Karena satu yang berkaitan dengan ee pencemaran fitnah atau yang diadukan dari aduan oleh Joko Widodo itu tadi harus berbasis dulu pada keputusan tentang asli atau palsunya dokumen. Tanpa adanya keputusan itu tidak akan ada pencemaran, tidak akan ada juga fitnah gitu. Jadi tidak mungkin. Oleh karena itu, dari mana unsur pidananya sudah terbukti. Lalu yang lima lagi laporan gitu. Pada umumnya di antara para pihak yang dilaporkan atau dimintakan keterangan klarifikasinya menyatakan keberatan atas legal standing daripada pelapor dan itu dituangkan dalam berita acara klarifikasi. Sehingga dengan begitu unsur pidananya di mana? gitu. Jadi tidak ada unsur pidana pada yang lima laporan dan pada satu laporan Joko Widodo. Oleh karena itu ketika dinaikkan ke penyidikan saya kira ini merupakan yang disebut kriminalisasi gitu. Itulah keberatan dari kuasa hukum tadi yang disampaikan pernyataan sikapnya. Nah, khusus mengenai yang di Bares Krim itu kan belum selesai gitu ya, bahwa gelar perkara khusus yang dilakukan kemarin itu belum sampai pada konklusi hukum belum gitu kan. Artinya apa? Pada gelar perkara khusus kemarin itu pada tahap kesatu itu baru menerima ee informasi dari penyidik gitu kan. penyidik yang di dalamnya ada penyelidik. Informasinya tidak beda dengan yang diumumkan pada tanggal 22 Mei 2025. Berarti tidak ada sesuatu yang baru, gitu. Bahkan dari pihak kita yang disebut ee pelapor atau pengadu mas begitu menyampaikan keberatan atas pengumuman tanggal 22 Mei tersebut dan itu diungkapkan di ee gelar perkara khusus tadi gitu. Jadi sifatnya sudah ada penyampaian yang belum ada tindak lanjut. Nah, mungkin nanti saya ingin menegaskan tentang ee dasar-dasar pentingnya tindak lanjut itu begitu dalam kaitan dengan pasca gelar perkara khusus yang telah disampaikan kemarin yang sebetulnya dari pihaknya penyidik yang di dalamnya ada penyelidik itu tidak ada sesuatu yang baru selain yang pernah diuraikan 22 Mei 2025. Saya kira itu poinnya. Nah, bagaimana langkah kita akan kita lakukan? Saya kira nanti siang gitu kan pas pertemuan hari ini kami akan khususnya TPUA dan tim kuasa hukum akan datang ke Bares Krip gitu menyampaikan bukti tambahan pendalaman penyelidikan gitu untuk mengambil konklusi bahwa penyelidikan belum selesai gitu ya. Nanti siang kita akan sampaikan. itu di Bares Krim khususnya kepada Karo Wasidik Bares Krim Mabes Pori itu siang ini ya. Nah, apa poinnya begini pasca gelar perkara khusus harapan agar proses penyelidikan dapat berlanjut hingga tahap penyidikan dan lanjutannya. Itu yang kita akan mohonkan dan kita desak. Karena alasannya begini. pertama bahwa paparan dan tayangan gelar perkara khusus mengenai adanya tiga ijazah teman seangkatan Joko Widodo yang tidak identik yang diuraikan oleh ahli Dr. Rismon dan Dr. Roy Suryo. Saya kira itu bantahan itu menjadi poin penting begitu bahwa ijazah tiga teman seangkatan Joko Widodo tidak identik. Jadi berbeda dengan konklusi 22 Mei 2025 yang menyebut identik. Identik dari mana dan siapa komparasinya? Adakah otentikasi dari pembanding? Tidak dijelaskan di dalam gelar perkara khusus. Kami menyampaikan sesuai dengan uraian dr. Suro khususnya mengenai tiga ijazah itu yaitu Pronojiwo 115, Hari Mulyono 116, Sri Murtingsih 117. Patut untuk dijadikan dasar adanya unsur pidana pada ijazah palsu Joko Widodo. Karena dibandingkan dengan ijazahnya Joko Widodo tidak identik. Kalau tidak identik ada unsur pidana gitu. Ini yang disebut dengan dasar kenapa harus ditingkatkan ke proses penyidikan dan seterusnya. Itu yang pertama. Yang kedua, perbedaan nama tanda tangan pembimbing utama ya Dr. Prof. Dr. Ahmad Sumitro pada lembar pengesahan skripsi Yoko Widodo dengan nama tanda tangan disampaikan putrinya Aida Grandbur Fakultas Huk Kehutanan UGM. Sebagaimana ditayangkan itu ditayangkan juga oleh kita begitu ditayangkan saat gelar perkara khusus dapat pula menjadi dasar adanya unsur pidana pada dugaan ijazah palsu Joko Widodo pada Dumas TPUA. Berarti poin pentingnya unsur pidana ada begitu. Ini poin penting. Nah, yang ketiga, adanya temuan mengenai indikasi tim pembuat atau keterlibatan orang tertentu dalam pembuatan ijazah palsu Joko Widodo di Pasar Pramuka pojok. Menjadi alasan bahwa penyelidikan masih harus berlanjut. Itu poinnya. penyelidikan itu tidak tidak boleh dihentikan dalam hasil gelar perkara khusus tidak boleh sampai pada konklusi menghentikan penyelidikan seperti 22 Mei 2025 yang lalu. Karena ada ini yaitu ditemukannya tim pembuat atau keterlibatan orang-orang tertentu dalam pembuatan ijazah palsu Joko Widodo di Pasar Pramuka. Itu artinya sekarang tesis sudah bergeser. Dulu tesisnya ijazah asli, antitesisnya palsu. Sekarang geserannya, sintesisnya ijazah Joko Widodo itu palsu gitu. Antitesisnya asli. Berarti kewajiban membuktikan sudah bergeser, sudah menjadi pengetahuan umum sekarang bahwa ijazah Joko Widodo palsu gitu. Tinggal yang membuktikan asli Joko Widodo itu terbalik sekarang ini pergeserannya gitu. Maka Joko Widodo harus membuktikan asli dan itu belum ada. Maka belum ada dampak hukum bagi kami gitu. Para pihak ini belum ada dampak hukum gitu. Nah, dengan itu kami sampaikan bukti nanti pada siang hari itu satu video podcast topi merah dengan Refle Harun pada RH Channel dengan analisis error level analysis luminance gradient analysis face compor face eh recognition dan lain-lainnya yang menunjukkan tidak identik dan dugaan kuat palsunya ijazah Joko Widodo. Itu poinnya nanti dari pembuktian itu. Yang kedua, video podcast Darmawan Sepriosa dengan mantan mantan Intelbin ya, Bapak Kolonel Purnawirawan Sri Raja Saandra dalam acara Madilo Forum Keadilan TV mengenai investigasi pembuatan dokumen palsu di pasar pramuka pojok yang memperkuat dugaan pembuatan ijazah palsu Joko Widodo antara tahun 2012 sampai 2017 2014 begitu di lokasi tersebut. Di lokasi tersebut. Yang ketiga, tayangan dari QNC Oposite Channel mengenai keterlibatan tim inti pembuat ijazah palsu Joko Widodo, yakni David Agus Yunanto, Anggit Nugroho, Muhammad Isnaini, Widodo, Eko Sulistio, Widaman dan Pakiman Raharjo. Penyebutan nama tersebut patut menjadi alasan pemeriksaan kebenarannya oleh pihak kepolisian dalam rangka penyelidikan atau penyidikan. Konklusinya satu unsur pidana itu terbukti dalam proses ini. Kedua adalah penyelidikan tidak boleh dihentikan. Jadi, Mabes PORI tidak boleh menghentikan penyelidikan karena masih ada agenda-agenda yang harus diteruskan dalam proses penyelidikan atau penyelidikannya. Saya kira itu agenda terdekat kita. Nanti siang ini akan kita sampaikan bahkan kalau perlu kita komunikasikan lebih dalam kepada pihak Karo Wasid Bares Krim Mabes Pori. Saya kira ini yang bisa disampaikan mengenai agenda terdekat. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham warahmatullahi wabarakatuh. Ya ee makasih Pak Risal Fadilah gitu ya prinsipal. Ee sekali lagi saya ingatkan teman-teman ini ada banyak tokoh di sini ya. Bahkan yang disebut tadi ee Pak Candra gitu ya, ada hadir juga di sini. Lalu tapi sebelum beliau menanggapi lebih jauh soal di pramuka itu, kita ke Masri dulu ya. Ini seperti ada temuan baru nih gitu. Di depan saya masih fotokopi juga tapi katanya asli di belakang gitu ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Pertama-tama terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan media baik media mainstream maupun YouTube dan alternatif. Juga kepada Saihibul Bait kita ya ee pemilik kantor pengacara Pak Ahmad Yani. Terima kasih. Dan kepada seluruh tim kuasa hukum eh bidang litigasi di bawah Pak Petrus Selestinus dan juga nonlitigasi di bawah Pak Ahmad Kinudin. Saya update saja ya. Alhamdulillah. ee hari ini Senin ya 14 Juli 2025 sudah banyak sekali perkembangan yang ada dan alhamdulillah juga tadi disebutkan oleh Bang Ahmad Kosinudin ee kami mendengar bahwa ada konon sudah ada bukan konon ya karena diumumkan langsung oleh ee Kabit Humas Polda Metro Jaya Pak Kolonel Ari bahwa sudah naik status penyidikan hanya dengan menggunakan fotokopi. Clear. Kenapa saya mengatakan mengenai fotokopi? Tidak pernah ada bukti baik visual, video, tayangan, maupun bukti yang langsung kehadiran Joko Widodo ke Polda Metro Jaya menyerahkan yang asli. Dia pernah datang membawa sebuah map dan map itu ditekuk-tekuk. Ditekuk-tekuk. Kalau ditekuk-tekuk jelas tidak mungkin itu ijazah asli. Karena ijazah asli itu kaku sekali dan map-nya adalah map yang sangat tebal. Map kulit. Memang pernah ada seseorang bernama Wahyudi mengantarkan yang konon. Nah, ini saya harus sebut konon karena penampakan enggak pernah kelihatan. Konon sebuah ijazah dalam darah kutip ke Mabes Polri ke Baris Krim itu ada orang. Tapi kemudian ee hanya beberapa hari dikembalikan tanpa disita. Jadi artinya kolonel adik Ari ketika ditanya teman-teman media clear betul ditanyakan asli atau fotokopi tadi diulangi berkali-kali oleh Pak Kasunidin. Fotokopi. Fotokopi teman-teman tahu semua dalam hukum fotokopi bukan bukti. Clear ya. Jadi kalau bukan bukti kalau itu hanya berupa fotokopi sangat janggal sekali kalau kemudian ada kenaikan status. Itu yang pertama. Yang kedua, soal kenaikan status adalah kalaupun dipaksakan atau nekad dinaikkan, maka nanti pada yang harus diperiksa pertama adalah pelapor. Joko Widodo harus datang duluan ke Polda Metro Jaya. Bukan kemudian sudah ada sounding-sounding, minggu ini kami akan dipanggil. Itu urutannya salah besar. Joko Widodo Dodo harus dipanggil. Kemudian saksi-saksi dari pihak pelapor yang dipanggil duluan. ahli panggil lagi semuanya di sana. Dan yang paling menarik ini ada perkembangan dari ahli yang katanya ahli ya yang disebut ahli digital forensik. Pada saat gelar pendapat khusus di Bares Krim dia mengakui dia bukan ahli analog. Jadi kalau dia seni dihadirkan makan tuh kata-katanya. Buat apa diharkan? Untuk sebuah bukti yang sifatnya analog. Jadi dia tidak berhak untuk menjadi ahli dalam kasus di Polda Metro Jaya. Kalau itu dipaksakan lucu. Dan dia waktu itu di Bares Krim sebenarnya kami waktu itu bisa menolaknya karena dia tidak mendapatkan surat tugas. Kami, saya dr. Rismon, dr. Tifa, dr. Taufik itu ada di surat tugas yang diserahkan kepada Karwa Siddiq. Ahli digital forensik yang katanya ahli itu tidak mendapatkan surat tugas. Jadi dia harusnya bisa ditendang keluar, tapi ke atas kebaikan hati kami, kami tidak menendang keluar. Kenapa? Kami ingin mendengar apa paparan keahliannya. Ternyata ini fakta, Teman-teman semua dan ini bisa ditanyakan kepada Karwa Siddiq dan seluruh peserta gelar. Tidak ada satuun presentasi ilmiah yang ada. Dia bahkan melakukan adominum menyerang secara pribadi Dr. Resmon menyerang saya menyerang teman-teman. Jadi kualitasnya sangat-sangat diragukan. yang katanya ahli itu tadi ya kalau itu mau dilakukan. Jadi saya menyebutnya dia ahli sastra. Kenapa ahli sastra? Karanya hanya bisa omon-omon saja. Ya, itu faktor yang pertama yang paling penting. Nah, ini tadi yang sudah dibocorin dikit oleh oleh Pak Sam. Yang kedua, sekarang lebih berkembang dari tadi yang sudah disampaikan Pak Risal Fadilah. Terima kasih. Jadi saya enggak perlu ngulangi karena kami terus dipertanyakan kemarin. Ini kan buktinya harus analog analog analog harus ada bukti asli. Hari ini Senin 14 Juli 2025 kami selaku prinsipel menyatakan kami sudah memegang lima bendel bukti asli ijazah asli dari Universitas Gajah Mada. Bukan hanya fotokopi tapi ijazahnya asli. Jadi ijah pegang bukan hanya ijazah lengkap dengan transkrip nilai lengkap dengan semua bukti-bukti dan diserahkan langsung oleh terima kasih untuk kakak-kakak kelas saya mahasiswa UGM yang asli dan itu adalah dari Fakultas Kehutanan yang lulus angkatan 85. Yakni itu pada periode tahun 5 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada yang asli. Ulang lagi. Ulang lagi. Jadi kami sudah mendapatkan tim hukum termasuk tim advokasi. Kami sudah mendapatkan mohon izin masih di tangan kami karena atas pesan dari yang bersangkutan kami megang amanah. Betul. Jangan ditunjukkan dulu nanti di pengadilan baru ditunjukkan. Tapi saya tidak mau hanya omong-omon. Saya tunjukkan nanti analisisnya. Jadi fakta ini bukan cuman omon-omon seperti pihak sono ya. Ada lima bendel. Sekali lagi ada lima bendel ijazah plus transkrip nilai asli dari UGM Universitas Gadjah Mada bukan UPP Universitas Pasar Pojok Pramuka ya yang diserahkan secara baik berjiwa nasionalis oleh kakak-kakak kelas saya karena saya angkatan apa? Saya lulus 91. Beliau-beliau itu angkatan 85. Dan tidak hanya dari Fakultas Kehutanan, ada juga fakultas lain tapi tahunnya sama lulus 85. Semuanya asli. Dan apa bedanya? Ternyata perbedaannya sangat tajam dengan yang disebut-sebut ijazah miliknya Joko Widodo. Apa ketajamannya? Ini baru saya katakan. Saya sedikit contoh saja pakai ijazah saya sedikit ya. Ini ijazah asli saya ya. Sebelah kanan kenapa buru gitu ini? Nanti ada analisisnya. Analisis ELA ini ijazah saya tahun 91 6 tahun setelah ijazah 85. Yang pertama di sini kalau diperhatikan ada yang namanya watermark. di seluruh bidang ijazah yang dicetak di kertas ada tulisan Universitas Gadjah
Roy Suryo kaget, jokowi Perlihatkan ijazah asli Gelar perkara ijazah palsu
#ijazahpalsu #beritaterkini #kasusijazahpalsujokowi
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo