TRUMP akhirnya Serang Putin “Tapi lihatlah kenapa para Ahli nilai AS Gagal” Pertempuran Terbesar

President Baru-baru ini atau tepatnya pada 14 Juli 2025, Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan ultimatum 50 hari kepada Rusia. Ia mengatakan jika perang di Ukraina tak berhenti maka akan diberlakukan tarif sekunder hingga 100% bagi negara mitra dagang Rusia. Trump mengaku kecewa pada Putin yang tak segera menghentikan serangannya ke Ukraina. Dan untuk bisa menghentikan Rusia melakukan agresi, Trump pun kini menargetkan negara-negara lain yang berdagang dengan Rusia. Dalam hal ini, Amerika Serikat menyerang China, India, dan negara-negara lain yang jadi mitra Rusia. Menariknya, banyak pakar menilai jika itu saja yang jadi ancaman Trump, itu akan sia-sia. Kenapa? Berikut ulasan di balik serangan Trump yang dinilai tak akan berarti untuk Vladimir Putin. [Musik] mengaku akan menghentikan perang Rusia Ukraina dalam waktu singkat sejak ia menjabat sebagai presiden. Donald Trump pada akhirnya terpukul karena Putin. Nyatanya tak mau mendengarkannya. Dalam beberapa kali kesempatan untuk menelepon Kremlin, Trump selalu dibuat kecewa oleh Putin. Ia gagal menghentikan agresi militer Rusia ke Ukraina. Di mana sebaliknya, serangan-serangan Rusia justru semakin masif. Bahkan baru-baru ini serangan udara terbesar dilancarkan dan sukses menargetkan ibu kota Ukraina Kief. Sekali lagi, itu adalah serangan yang sangat memukul Ukraina dan NATO. Di mana Trump yang merupakan bagian dari NATO langsung bereaksi keras. Ia mengecam Putin dan mengatakan akan memberikan pengumuman besar pada 14 Juli atau Senin kemarin. Nah, setelah ditunggu kita akhirnya mendapatkan jawaban soal apa pengumuman dari Donald Trump pada Rusia. di mana di sini Trump yang tak senang dengan keputusan Putin akan memberikan sanksi sekunder termasuk memberikan sanksi kepada negara mitra Rusia 100 tarif. And I’m disappointed in President Putin because I thought we would have had a deal two months ago, but it doesn’t seem to get there. So based on that, we’re going to be doing secondary tariffs. If we don’t have a deal on 50 days, it’s very simple and they’ll be at 100%. And that’s the way it is. That can be more simple. It’s just the way it is. I hope we don’t have to do it. Pada prinsipnya, Trump ini mengancam akan menjatuhkan sanksi baru kepada pembeli ekspor produk Rusia. Kecuali Moskow menyetujui kesepakatan damai dalam 50 hari. Sederhananya karena Rusia udah enggak mempan dikenai sanksi, Amerika Serikat sekarang menyerang negara-negara yang membeli gas atau minyak dari Rusia. Sebagai info, negara-negara yang melakukannya di antaranya adalah China, India, dan juga Turkey. Tiga negara itu adalah pembeli minyak dan gas terbesar dari Rusia. Trump berharap dengan negara-negara itu tak lagi membeli produk Rusia, maka Rusia akan mengalami masalah dalam ekonomi mereka. Oh ya, selain itu Trump juga bakal meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina. Dirinya mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim senjata ke NATO yang berencana untuk mentransfer peralatan ke Ukraina. Menariknya, bantuan militer untuk Ukraina didanai oleh negara-negara Eropa. Di mana hal itu tak terlepas dari bagaimana Trump mendesak Eropa untuk menanggung beban yang lebih besar dalam pertahanan NATO. And we make the best equipment, the best missiles, the best of everything. European nations know that and made and have speak about them di sisi lain terkait pertahanan yang akan dibayar NATO NATO sendiri mengatakan jika itu logis you that you decis and decision is that you want to bring what it needs to have toend Europeans for which is logical. Menurut laporan, Trump menjanjikan pengiriman beberapa baterai sistem Patriot ke Ukraina melalui kesepakatan NATO. Diperkirakan ada 17 baterai siap dikirim dari stok Eropa. Selain baterai, paket ini juga mencakup rudal Patriot atau PAC2, PAC3 sebagai bagian dari sistem udara. di mana sumber dari IOS menyebut rencana tersebut juga meliputi rudal jarak jauh yang mampu menjangkau dalam wilayah Rusia. Kemungkinan rudal tambahan atau varian Patriot dengan jangkauan lebih luas. Di sisi lain mendengar pada akhirnya Amerika Serikat mengirimkan senjata dan mendukung mereka, Zelenski pun mengucapkan terima kasih atas keputusan dari Trump. Meskipun sebenarnya kita tahu Trump punya kepentingan di sini, ia enggak akan membantu cuma-cuma. Мы говорили продуктивно. Я вдячний президенту Трампу за готовність підтримувати захист життів наших людей. Ця війна, вона триває тільки через Росію. Serangan sekunder тариф Trump tak akan berdampak. Saat Trump mengatakan akan memberikan pengumuman besar pada Senin, 14 Juli, banyak pakar menunggu-nunggu apa langkah besar yang akan diambil Trump. Tapi saat Trump akhirnya mengumumkan tarif sekunder termasuk ke negara-negara yang mengimpor barang Rusia, banyak yang menilai ini tak akan berarti. Analisis dari state.com bahkan menilai jika pengumuman Trump ini adalah kabar baik bagi Putin. Dijelaskan, awalnya para investor di bursa Moskow memperkirakan Trump akan mengambil tindakan lebih keras daripada yang dilakukannya. Dan saat tahu pengumuman Trump Senin kemarin, Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia Konstantin Kosachav menilai jika ini saja yang Trump katakan tentang Ukraina hari ini, itu hanyalah omong kosong belaka. Ini sama sekali tidak mempengaruhi suasana hati kami. Banyak pakar ekonom menyoroti bahwa meski Amerika Serikat menerapkan tarif terhadap pihak ketiga, hal itu tak akan terlalu berpengaruh. Hubungan China dan Rusia terlalu kuat. Seperti dilaporkan CNN, China tidak akan membiarkan Rusia kalah dari Amerika Serikat dalam pertempuran ini. Dan China adalah negara dengan pembelian gas dan minyak terbesar dari Rusia. Selain itu, Rusia juga masih memiliki Brazil yang juga sudah memiliki hubungan buruk dengan Amerika Serikat yang bisa jadi pembeli tanpa takut tarif dari Trump. Sederhananya, efek serangan Trump terhadap ekonomi Rusia diperkirakan minimal. [Musik] Rusia percaya diri. Mendengar pengumuman Trump baru-baru ini, juru bicara Kremlin, Demitri Peskov menegaskan bahwa meski Trump menyebut biaya akan ditanggung Eropa, esensinya adalah bahwa dukungan militer Amerika Serikat ke Ukraina tetap berjalan, termasuk senjata, amunisi, dan peralatan lainnya. Rusia menegaskan keterlibatan Amerika Serikat dalam pertempuran ini. Sementara soal tarif sekunder, media Kremlin dan negara Rusia juga cenderung meremehkan retorika Trump. Menganggapnya sebagai retorika tanpa bobot. Di mana menurut Ruters, nilai tukar rubel dan pasar saham Rusia justru menguat. Setelah pengumuman Trump, rubel naik 0,8% dan pasar saham naik 2,7%. Pemulian rubel dan pasar saham menunjukkan bahwa ada keyakinan pasar bahwa ancaman ini belum berdampak langsung. Menariknya seperti data yang disajikan oleh CNN, serangan Rusia justru makin intens ke Ukraina sejak Trump mengancam Putin. Ini menggambarkan jika Rusia nampak percaya diri dengan kemampuan mereka meski Amerika Serikat mendukung Ukraina. [Musik] Pada akhirnya apa yang disampaikan Trump soal tarif dan dukungannya pada Ukraina justru membuat kesepakatan damai sepertinya masih akan jauh untuk dicapai. 50 hari bukan waktu singkat dan apapun bisa terjadi. Tapi jelas di lapangan hingga saat ini pertempuran masih terjadi dengan Rusia terus menyerang Ukraina. [Tepuk tangan] [Musik] [Musik]

======================================
Part of GLNEWS
Website: https://glnews.id/
Instagram: https://www.instagram.com/glnews_ig/
Tiktok: https://www.tiktok.com/@glnewsofficial
Facebook: https://www.facebook.com/glnewsfootball/