[FULL] Debat Roy Suryo vs Ade Armando: Anda Ini Yakin Palsu, Kenapa Sih? Buktinya Saja Gak Ada!

waktu [Musik] saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik hasil penyelidikan sudah ditemukan dugaan peristiwa pidana sehingga perkaranya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pemirsa, Polda Metro Jaya telah menaikkan status laporan pencemaran nama baik penghasutan serta penyebaran berita bohong terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi. Laporan Jokowi di Polda Metro Jaya statusnya dinyatakan naik penyidikan dan Polda menemukan unsur pidana. di Solo. Presiden ketujuh Joko Widodo menyambut baik progres pelaksanaan di Polda Metro Jaya seraya membuka indikasi agenda politik di balik kontroversi ijazahnya. Jokowi menduga kasus ijazah dan pemakzulan Wapres Gibran digulirkan untuk menurunkan reputasi politiknya untuk membahas gaduh ijazah Jokowi yang hingga kini masih terus berlangsung sudah hadir di studio kami. Yang pertama ada Bang Ade Armando, politisi PSI. Selamat malam, Bang Ade. Selamat malam, Tas. Iya, terima kasih sudah hadir. Ada Mas Roy Suryo e terlapor kasus. Selamat malam, Mas. Selamat malam, Mbak Tas. Selamat malam sudah dan ada juga Beator Suryadi, politisi PDI Perjuangan. Selamat malam, Pak Beator. Selamat malam, Mbak. Dan juga bergabung melalui sambungan Zoom ada Rifai Kusuma negara, tim kuasa hukum eh Jokowi. Selamat malam ee Pak Rifai. Selamat malam, Mbak Tasya. Selamat malam para narasumber. Iya. Baik, sebelum kita mulai diskusi pada malam hari ini, kita akan sama-sama menyimak informasi berikut ini. [Musik] Presiden Ketu Republik Indonesia Joko Widodo mengaku curiga ada agenda politik terselubung di balik kontroversi ijazahnya termasuk yang belakangan ini menyasar pemaksulan Wakil Presiden Gibran Rakabumi saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu-isu ini ijazah palsu isu pemaksulan. Jokowi menduga salah satu motif agenda besar politiknya adalah untuk menurunkan reputasi politik, termasuk mengaburkan jejak prestasi dua periode kepemimpinannya sebagai presiden. Ini perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade yang ya buat saya biasa-biasa aja. L termasuk isu yang untuk pemakzulan masjid termasuk itu ya. Jadi ijazah palsu pemasulan Mas PR saya kira ada genda besar politik. Terkait kasus dugaan ijazah palsu yang masih bergulir Jokowi memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan Roy Suryo CS melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. Kasusnya pun berproses di Polda Metro Jaya yang kini sudah naik ke penyidikan dan ditemukan indikasi pidana. Pelapornya adalah Saudara Ir. HJW. [Musik] Dalam proses penyelidikan yang sudah dilakukan dalam perkara disimpulkan ditemukan ya hasil penyelidikan sudah ditemukan dugaan peristiwa pidana sehingga perkaranya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Tim liputan NTV melaporkan. Ya, kita langsung mulai diskusi pada malam hari ini. Saya ingin mulai diskusi ini dengan mengutip kata-kata Pak Jokowi. Ini yang terakhir yang di nyatakan kemarin. Ada perasaan bahwa ada agenda politik yang lebih besar. Bang Ande, bagaimana kita memaknai e statement Jokowi ini? Oke. Ee saya akan katakan saya termasuk orang yang memang menduga, mencurigai bahwa ada sebuah ee kekuatan yang lebih besar daripada sekedar apa yang dilakukan oleh Bung Roy dan kawan-kawan. Ya, maksud saya begini, ada begitu banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dan itu seperti satu dan lainnya walaupun tidak berhubungan itu sama-sama mengarah kepada mendelegitimasi ya ee Pak Jokowi dan juga kepada Mas Gibran kan tadi sudah disebut ada dua hal misalnya contoh terbaik adalah ee ijazah palsu itu yang terus-menerus digaungkan dan satu lagi adalah soal pemakzulan yang juga tak henti-henti dilakukan dan pemakzulan itu bukan hanya dilakukan oleh kelompok purnawirawan yang ee berkirim surat kepada ee Presiden Prabowo dan kemudian juga kepada DPR, tapi juga sekarang ada lagi kelompok purnawirawan yang lain yang juga mendatangi beberapa partai untuk meminta untuk mengajukan ee gugatan yang serupa ya. ee di sisi lain misalnya juga ketika Pak Jokowi sakit ya kemudian ada juga serangan terhadap beliau dengan misalnya dokter Tifa ya itu yang mengatakan bahwa dia sakitnya enggak sekedar alergi kulit dan seterusnya. Jadi ini berulang-ulang n memangnya dengan membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu kemudian serta-merta akan mendelegitimasi ee kewapresan Gibran ee secara tidak langsung ya. Karena begini, kan kita selalu tahu atau kita selalu mengatakan bahwa kehadiran Gibran di panggung politik sebagai wapres itu adalah berkat atau ada kaitannya dengan kepresidenan Pak Jokowi. Kan dia bukan ujuk-ujuk tiba-tiba datang ee tapi dia datang karena orang melihat dia adalah putranya Pak Jokowi ya. Nah, jadi ketika ada serangan ke Pak Jokowi itu juga berarti serangan ke Gibran atau bisa dibaca sebagai serangan ke Gibran dan sebaliknya serangan ke Gibran itu juga berarti serangan ke Pak Jokowi kan. Oke. Ee buat saya yang di PSI ya, ketua saya kan ee sampai saat ini adalah Mas Kaisang kan. Serangan-serangan terhadap Mas Kaisang juga bisa dibaca sebagai serangan terhadap keluarga Jokowi. Jadi serangan kepada satu orang bisa untuk tiga orang begitu ya. bisa tiga orang bahkan ke Bob sekarang ya misalnya atau bahkan saya enggak tahu mungkin ada yang Bu Iriana juga dikait-kaitkan ini kan berkelanjutan semua ya itu tidak datang serta-merta hanya dalam satu waktu tapi berkelanjutan dari awal tahun barangkali ya ee dan itulah yang membuat kami banyak para pendukung Jokowi ee menganggap bahwa kayaknya sih ya ada agenda lain nih dari ee di luar soal bahwa ingin memastikan bahwa ijazah Pak Jokowi itu palsu atau asli gitu ya. Oke, Mas Roy. Benar ada agenda memang ingin mendelegitimasi ya. Itu perasaan yang terlalu dalam aja dan itu konsekuensinya kalau memang ada hubungan bapak dan anak, ada hubungan keluarga. Ya, kalau enggak ada hubungan itu kan santai-santai aja. Tapi kalau Mas Roy sendiri dan teman-teman motifnya sebenarnya apa nih untuk membuktikan bahwa ijazah palsu? Siapun siapapun kepala negara kita, siapapun pemimpin kita ya kita ingin yang track recordnya benar-benar bagus ya gitu. Jadi kalau saya sih lihat kena kan banyak juga pertanyaan nih Pak Tas ya kok ee ijazahnya Pak Karno dulu tidak di serang gitu ya Bung Karno jelas Bung Karno itu jelas dari teknis Bandung itu artinya ITB ijazahnya Bung Hatta malah jelas di itu dipasang di University of Rotterdam ya di Erasmus di sana lah kalau siapapun kalau misalnya Bu Mega ya Bu Mega saya appreciate beliau sempat kuliah di UNPAT tapi karena enggak selesai beliau ngakuin saya enggak selesai pakai ijazah SMA aja. Oke. Nah, kalau memang ijazahnya benak ada masalah. Gibran punak perlu khawatir kalau ijazahnya benar. Tapi kalau dia sudah khawatir ya siapa tahu memang ijazahnya juga enggak benar gitu loh. Jadi kan artinya ini juga ada hubungan ketika kemudian ini resiko loh ya. Ee kemarin ketika dia terpilih gara-gara ada hubungan keluarga dengan Jokowi ya. Sekarang kalau ada serangan ke Jokowi ya jangan sampai kemudian dia merasa wah jong-jangan ini naik ke ya kalau itu enggak ada hubungan keluarga mungkin santai-santai aja kita nyerang siapapun. Misalnya sekarang kita nyerang ke ee apa ee kemarin yang kemarin misalnya kita nyerang ke Pak Prabowo gitu ya misalnya meskipun itu kita hormati enggak. Tapi kan juga enggak ada perasaan wah jangan-jangan nanti serangan ke siapa ya ke keluarganya ya. Karena keluarganya yang enggak ada yang jadi kan ya enggak ada masalah. Tapi kalau kalau boleh tanya karena kan ini memang sebenarnya kalau dari sisi bares krim kan kasusnya sudah dinyatakan ditutupkan ya Mas. Masih ada kemungkinan dibuka lagi karena kemarin ada bukti baru kemudian kemarin ada gelar perkara khusus. Iya. Tetapi kira-kira mungkin bisa dibantu dijelaskan ke publik ini kenapa sih berlarut-larut sekali Mas Roy? Kenapa bertubi-tubi sekali mau membuktikan bahwa berlarutnya? Karena ada yang tidak objektif dan ada yang tidak profesional. Kalau Porli memang presisi ya semua bukti itu kemudian diakomodir itu clear. Saya bukan bagian dari TPUA. Saya adalah ahli yang kemudian diminta bantuan TPUA. Tapi ketika saya diminta bantuan oleh TPUA di bulan Desember saya tunggu-tunggu katanya mau di WAP di bares krim. Ternyata enggak. dan ternyata baris men jalan sendiri berarti dia melakukan ee upaya sendiri gitu loh. Nah, bedanya dengan sekarang yang ada juga di Polda polisi itu tampak banget ya ee berat sebelah. Jadi di satu sisi yang satu sisi itu di ee tanya kemudian dilengkapin berkasan semua sampai 50 saksi. Sementara di pihak sebelah di pihak kami itu tidak diambil yang membantu sama seperti Bares Krim. sampai akhirnya baris tiba-tiba kemarin tanggal 22 Juli ee 22 Mei bikin gelar perkara yang awal itu dan kemudian justru banyak sekali kesalahannya mulai dari tahun KKN yang kemudian dikoreksi sendiri ya 83 atau 85 kemudian ee soal koran yang kemudian tidak presisi bahkan kemudian nilai-nilai ee itu ternyata tidak sesuai dengan KHS yang terakhir ditemukan oleh drter Tifa dan itu saya sudah pegang juga sudah saya lihat ada lima bendel ya ee lengkap ada ijazah ada Kemudian skripsi ada transkrip ada, kemudian sumber-pembayar semua dikumpulkan oleh kakak-kakak kelas saya itu perfect banget. Beda dengan yang kemarin ditampilkan oleh Bares Krim gitu loh. Nah, ini Anda membacanya antara Bares Krim dan Polda ada koordinasi tidak sih, Mas Roy? Harusnya sih e yang namanya polisi pasti ada koordinasi tapi enggak boleh begitu saja. Hasil dibares krim ditutup tiba-tiba dipakai untuk Polda langsung ngegas kan Polda sudah naik jadi sidik. Ini lucu banget loh. S Indonesia harus lihat namanya naik sidik itu harus perfect. Misalnya apa? Ijazahnya harus asli. ijaznya yang disita enggak ada baru berupa fotokopi. Kemudian ee harusnya lab for itu diulang lagi karena lab yang ada di Bares Krim itu baru pada tahap ee Dumas ya, baru tahap penyelidikan bukan penyidikan. Nah, kalau penyidikan harus diulangi lagi dan kemudian nanti proses lagi. Jadi, tidak tiba-tiba sudah saya lihat di SPDP-nya sudah muncul ya. E dan di SPDP ada lokus dan ada tempus yang aneh lagi. Ada lokusnya 22 Januari lah. 22 Januari itu bukan apa-apa ini polisi kok sama sekali enggak profesional ya. Jadi 20 J itu kasus ini belum belum ngapa-ngapain gitu loh. Saya juga belum bersuara di situ. Respon pun juga belum bersuara. Jadi kalau ada kesalahan-kesalahan kayak gini ya jangan heran kalau kemarin pada saat ee klarifikasi ya kami ada yang enggak kami jawab karena enggak ada hubungannya. Gelar eh waktu klarifikasi aja tanggalnya juga salah 26 Maret itu saya belum terlibat sekarang apalagi 22 Januari. Kenapa yang dipanggil tuh ada 12 orang yang dilaporkan? Ini aneh batas. Jadi tolong juga polisi. Saya ingin polisi itu apa ya ee perfect gitu termasuk UGM. UGM juga dengan bukti yang kemarin saya justru kembali bangga terhadap UGM karena ternyata ijazah tahun 5 tuh banget bagus. Kalau ternyata ijazah itu ternyata sama dengan ijazah Pak Jokowi saya fair aja bagus kalau gitu ijazah Pak Jokowi bisa clear makanya kita tunggu. Tapi kalau ternyata ijaznya enggak sama ya ijaz kayak ijazah yang di-upload oleh sahabatnya Bang Adik ya si apa Dian Sandi ya lah Dian Sandinya bisa kena gitu karena yang diupload dian Sandi itulah yang menjadi objek kami. Tidak ada ee watermarknya, tidak ada benang pengamannya ee tidak presisi. Jadi sekarang tinggal pilih kalau ijazahnya Pak Jokowi benar masuk tu Dian Sandi karena dia menggunakan ee apa bisa dijelas dengan pasal 30 dan 30 dia mengupload sesuai itu enggak benar. Tapi kalau ijazahnya memang Pak Joki sama dengan yang Dian Sandi lah ini yang jadi masalah berarti saya boleh tanya boleh ke Bung Roy. Silakan. Dan ini menurut saya kesempatan yang baik sekali karena Heeh. sejak lama saya ingin bertanya pada Anda ini ya dengan senang hati. Jadi jangan cuman ngomong sendiri di Cokro TV gibah ke saya kan. Ini seperang ini seperti biasa menuduh saya gibah. Nah begini. Tapi pertama-tama ee saya bukan kawannya Dian Sandi ya. Oke. Saya bahkan enggak kenal Dian Sandi yang partai satu partai. Iya. Seperti Anda punya teman UGM tapi kan Anda enggak kenal orang UGM gitu kan ya. Jadi ee saya enggak malu dengan Dian Sandi, tapi saya harus katakan enggak, saya enggak kenal dengan dia. Oke. Ya, tapi saya mau tanya ini karena ee buat saya soal apakah KKN, apakah KHS atau macam-macam menurut saya menjadi tidak terlalu relevan sebenarnya karena perbincangan kita yang utama adalah tentang ijazah. Ya. Nah, ee paling tidak kan begini, paling tidak UGM lah. Heeh. sudah menyatakan bahwa dia beliau itu memang adalah lulusan dari UGM. He. Nah, Anda tetap berkeras bukan dia bukan lulusan UGM gitu ya. Nah, tapi selama ini saya barangkali saya yang salah ya, saya tidak melihat Anda menunjukkan sesuatu he yang menggambarkan bahwa dia bukan lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 5. Nah, bukti Anda tuh apa sih sebenarnya? He sama seperti Pak Jokowi buktinya nanti akan kami tampilkan di pengadilan. Kalau saya tanya sekarang sama Anda apa kira-kira? Ada kami sudah pegang sekarang yang selalu disebutkan Mbak Tas ya selalu disebut kalau ah risornya hanya nganalisas digital. Oke saya ikutin itu. Kalau hanya digital sekarang kami pegang bukti analognya. Sekarang kami sudah pegang lima ijazah ril tahun 5 tapi pembandingnya adalah di oleh Dian Sandi bukan nanti kami siap kalau misalnya yang dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi bukan yang ada Anda berkeras sekali bahwa ijazah Pak Jokowi itu palsu oh iya 99% nah ya itu ya nah itu apa sih sebetulnya maksud saya gini karena yang diupload oleh Dian Sandi yang Dian Sandi mengatakan itu asli pada tanggal 1 April itu enggak bisa dipakai kan nah bisa dong kalau diaah Kalau ternyata dia sendiri bilang itu bukan kok. Enggak. Dia bilang asli. Asli pakai. Iya. Asli ditunjukkan ke Jokowi di Solo. Jokowi bilang, “Oh iya ini memang asli.” Ada dia bisa kena loh, Bang. Ada enggak? Saya saya enggak bela Dian ya. Pakai pakai mican. Oh, ya. Saya enggak bela Dian. Kalau Dian salah ya salah aja ya. ada. Tapi maksud saya adalah Anda kalau itu asli, jadi yang ijazah yang Anda bilang palsu, yang mana yang Anda bilang 99% itu kan sisanya tinggal cuma oleh Dian Sandi yang di itu asli pada salah satu enggak itu yang saya bilang palsu 99,9% palsu. Ini maksudnya mau mengatakan bahwa presiden ketujuh kita tidak lulus dari UGM atau ijazahnya? Saya dari awal mengatakan ijazah yang di-upload oleh Dian Sandi di X pada tanggal 1 April yang dia mengatakan buat kalian supaya tenang liburannya nih saya upload ijazah asli itu kata-kata itu punya konsekuensi hukum loh ya karena karena itu ya itulah itu. Jadi kalau kalau kemarin misalnya ketika gelar perkara Bang Ade itu Pak Johandani ee apa KDPUM itu menunjukkan ijazah yang benar i Pak Jokowi syukur-sukur ijazah aslinya Pak Tas ya atau kalau enggak hasil scan ijazahnya dengan PP dan kemudian diprint bukan malah ijazah fotokopi yang ditampilkan di belakang oh itu bagus banget sayangnya kan enggak gitu enggak jadi dengan kata lain sebenarnya Anda belum pasti apakah Pak Jokowi itu lulus pada tahun 1985 dari Fakultas Kehutanan UGM. Kalau berdasarkan bukti itu dan kemudian berdasarkan bukti-bukti yang di-upload oleh apa yang ditampilkan oleh Mbak Res Krim ya menjadi mencurigakan. Apalagi, Pak De? Tambah lagi saya sudah meriksa prime evidence bukti primer yang diberikan oleh Wakil Rektor kepada saya Bu Wening Udasmoro. Saya dr. Rismon dan juga dr. Waktu itu kita teliti skripsinya tidak ada lembar pengesahannya dan skripsinya juga tidak ada nama yang selama ini disebut-sebut sebagai Pak Kasmuco. Makanya buat buat saya itu enggak relevanak mau lulus kan orang harus ke bukan saya hanya bertanya pada Anda. Kan yang Anda persoalkan adalah ijazah ya. Ternyata yang Anda bilang ijazah palsu itu adalah ijazah yang di-upload oleh Dian Sandi. Oke. Kalau ada ijazah Jokowi mana sekarang? Oke. Oke. Saya hentikan dulu ee perdebatan ini. Saya geser dulu ke Pak Beor karena sudah kelihatan agak ngantuk enggak pegang mic dari tadi. Saya geser dulu Pak Beator. Ini Anda adalah politisi PDIP. Anda juga pernah menjabat sebagai staf KSP di era Jokowi. Kemudian Anda juga yang mengungkap bahwa Anda punya bukti ijazah Jokowi itu dibuatnya di kios Paiman Raharjo di Pasar Pramuka. Iya. Apa motif Anda? Motif? Motifnya jalan lurus. mencari keadilan kan kalau memang enggak ini saya kepengin ke senior saya jadi sebentar sebentar saya mau merintis dari sini oke tapi nanti boleh jawab pertanyaan saya ya iya pasti dong jadi gini senior kita sama-sama orang partai kan kita tahu sama-sama pernah jadi calek i sebagai orang yang paham ilmu komunikasi apa yang anda nilai kepada Jokowi 20 tahun tidak mau menunjukkan ijazahnya 20 tahun tidak mau menjaasah itu sebentar itu itu kita tahu proses bahwa ada perintah pelaksanaan undang-undang dan peraturan dengan anggaran yang namanya berita acara verifikasi yang harus dilakukan oleh KPUD, KPU, KPU KPU R itu enggak ada semua. Jadi sebenarnya untuk mencari ijazah ini palsu apa tidak, kita harus cari apakah benar KPUD itu pernah melakukan verifikasi ke universitas. Jadi mereka menerima berkas dokumen dari timnya Jokowi dibawa ke UGM. UGM mengeluarkan arsif untuk mencocokkan. Itu kan tidak dilakukan dan itu bertingkat selama 20 kali 20 tahun. 20 tahun itu mulai di Solo dua kali di Solo sekali di DKI dua kali di DKI. Tidak ada berkas itu sebagai ya sebagai orang partai, sebagai orang yang paham tentang itu. Bole apa maksud Jokowi sampai Ibu Mika bilang kalau punya mbok tunjukin kalau kalau Ahok bilang begini pejabat yang tidak berani menunjukkan ijazahnya berarti dia punya asli palsu gitu loh. Ya pertanyaan saya pertama Anda menyimpulkan dari mana bahwa KPU Solo tidak pernah menerima ijazah dari Pak Jokowi? Oke, saya jawab dan sebelum itu sebentar saya saya lengkapi pertanyaan saya. KPUD Solo tidak menerima ijazah Pak Jokowi ya dari tahun 2005 ya. Iya. Kemudian KPUD Jakarta tidak menerima ijazah dari Pak Jokowi di Jakarta. Iya. Dan terakhir 2000 14 14 eh 2012 di DKI ya. 2014 di Jakarta. KPU pusat itu tidak menerima ijazahnya Pak Jokowi. Nah, jadi gini saya punya kawan yang namanya Taufik yang sekarang juga menggugat di pengadilan doktor ya. Dia kontak karena dia kan kenal dia tokoh di Solo. Dia kontak yang namanya Eko. Dia tanya Mas Eko pada eh Mas Eko pada waktu sori Mas Eko siapa ya? Ketua ketua KPU Solo pada saat itu. Nah, ditelepon kau bilang pada waktu itu Jokowi bawa dua sarjana Dr. Handes sama IR. Nah, terus ditanya apakah Mas Ekong melakukan verifikasi ke UGM? Tidak. Karena seharusnya dia bilang setelah Jokowi menang, dia harus bikin public expose. Saya Jokowi ini keluarga saya, ini e partai saya, ini keluarga saya. Itu dia tidak dilakukan. Ah jadi nyata itu tidak. Terus ya. Terus kedua Mas Taufik tadi telepon Rudi FX yang wakil walikotanya Pak Jokowi. Jokowi Sowo. Mas Rudi pada waktu penyerahan dokumen-dokumennya Jokowi ke KPU apakah ada kadar partai atau diatur oleh partai? Oh tidak. Itu tim 6 tim 8 sekarang yang dilakukan oleh timnya Jokowi itu satu. Ah begitu juga di Jakarta. Enggak. Itu artinya apa? E saya pertanyaan saya jadi tidak ada dokumen itu. Karena tidak ada dokumen tidak bisa dibawa ke UGM untuk pertanyaan saya adalah yang di Jakarta 2012 I itu KPUD Jakarta pernah dicek enggak ya? Yang terima kan juri. Juri kan kawan kita yang ketua KPU KPU KPU KPU terus teman Anda i dan itu tidak mengatakan itu. Anda enggak kenal sebagai orang partai enggak kenal ketua KPU? Enggak. Betul bagus. senior lebih hebat biasanya tahu karena ketua KPU kan. Jadi itu tidak ada semua ya. Jadi kita bisa mengatakan bahwa selama 10 tahun di Solo, 10 tahun di terakhir KPU yang di Jakarta yang KPU pusat juga tidak menerima. Jadi di ketiga tempat 2005, 2012, 2019. Sebetulnya tidak pernah ada ijazah Pak Jokowi di KPUD dan KPU. I ya itu menurut versi Anda ya. Menurut itu memang ada kan kita sudah cek. Iya, kita sudah cek. Iya, kita harus bicara. Jadi begini, jujur ini sekarang kan kawan-kawan di Jogja yang menuntut rektornya itu mencari bukti ada enggak verifikasi dari KPU terhadap ijazah-ijazah itu? Pasti enggak ada. Ya, jadi gini kan Pak ya. Sebetulnya yang sebagai seorang orang yang pernah ikut dalam pencalekan ini yang harus mendapat tanda tangan dari misalnya UGM-nya kan harus tuh ya. Jadi saya menyerahkan ijazah dan itu harus akreditasi dari UGM. Jadi kalau saya kan saya UI nih saya mengajukan fotokop bukan akreditasi koreksi legalisasi legalisasi jauh banget iya membawa fotokopi ijazah saya dari UI maka saya harus bawa ke ee Universitas Indonesia untuk legalisasi. Nah, artinya sebentar nih buat penonton agar lengkap. Pak Jokowi selama tiga kali itu seharusnya membawa ijazahnya ke universitas ya. Kemudian seharusnya KPUD, KPUD Solo, KPUD Jakarta, KPU Jakarta, RI RI, semua harus memeriksanya. Dan kemudian menyatakan iya Anda betul adalah lulusan dari UGM. Nah, sekarang pertanyaan saya yang terakhir adalah barangkali nih kemudian itu tidak diketahui oleh PDIP tidak itu kan sudah tugas negara ini PDIP terlibat atau PDIP menutup mata atau ingin jadi tugas negara jadi gini partai ya partai partai menerima siapapun calon kandidat ada tim namanya tim pemenangan di situ diperiksa diperiksa periksa lengkap diserahkan kepada lo kepada KPU KPU yang berkewajiban untuk membawa ke kampus sekolah tapi enggak ada yang tahu ya Pak Beator. Saya harus pindah ke ee Pak Rifai. Tapi satu pertanyaan saya tadi belum dijawab. Mengapa Anda tiba-tiba kemudian dari anggota PDIP, Anda adalah ee anggota ee staf KSP juga. Anda adalah orangnya Jokowi kemudian tiba-tiba hari ini menunjukkan bahwa itu ternyata dibuat di pramuka. Kan pertengkaran antara kawan-kawan ini terhadap UGM. Saya ikut ke ke Jogja, saya ikut ke Solo dalam perjalanan kan enggak selesai nih. Terus mereka pulang dari Solo itu melapor ke Dumasnya Barek Krim. Jadi dalam perjalanan saya kalau UGM tidak bisa menjawab apa yang mereka minta dan mereka berarti ada satu tempat satu tempat di mana barang ini diterbitkan. Nah, saya ini Anda sudah tahu sejak lama Anda diam atau Anda baru tahu kemudian Anda tahu setelah perjalanan. Oke. Baik. Saya ke Pak Rifai dulu karena Pak Rifai dari tadi sudah menunggu. Pak Rifai masih bersama kami. I ee masih Mbak dan saya hanya punya waktu satu sesi ini setelah ini dilanjutkan oleh rekan kami. Baik ee Pak Bang. Sama dong Pak Rifai. Oke. Baik Pak Rifai silakan komentarnya mungkin mengamati perbincangan yang tadi ada di studio. Oke. Pertama saya mau komentar dari Pak Betor ya Pak Betor mohon maaf Pak ee cerita Pasar Pramuka pun dari segi hukum ini adalah cerita dari cerita ya. Sekarang juga ada lagi cerita dari Mas Taufik. Mas Tafik teman saya juga ya. Tapi lebih kurang begini deh, kita bicara kalau kami hukum tuh bicaranya basisnya harus jelas. Kalau faktanya jelas baru kita analisis. Kalau faktanya enggak jelas kita buang waktu untuk membahas lebih lanjut. Tapi intinya gini, kebetulan saya juga pengacara yang sering menangani sekretaris-sekretares dan Pilkada di MK. Ee saya kalau melihat agak naif ya sampai tidak ada syarat sarj memenuhi ee apa namanya dokumen pendidikan dalam pencalonan. Ya, menurut saya itu list yang harus di di apa dikontrol oleh KPU. Kedua, itu juga menjadi bahan ee apa namanya serangan dari lawan politik gitu ya. Karena banyak sekali kasus ijazah itu juga naik ke ke MK bahkan ke kepolisian dalam kontestasi Pilkada maupun Pilpres gitu. Jadi kok saya agak ngeyakin dengan pernyataannya Pak Beton. Mohon maaf nih, Pak, ya. Karena itu salah satu yang biasa kita intip, Pak, ya, untuk ijazah itu. Kalau sampai enggak ada sama sekali, wah KPU dari awal sudah sudah bisa digugat sana sini, gitu ya. Karena itu salah satu bah itu satu pertama. Kedua, saya mau komentari ee dari apa Pak Roy nih, Pak. Jadi kembali lagi Pak Roy kan datangnya kan sebenarnya kan di belakangan ya. TPUA sendiri kan melaporkan ke BAR es krim. Artinya harusnya TPUA sendiri percaya bahwa Bareskim akan menangani perka itu secara proper kan begitu. kenampakan itu dia lapor ke sana. Nah, lalu juga harusnya TP sendiri juga menerima hasil lapor. Nah, kenyataannya kan hasil lapornya keluar tidak sesuai kehendaknya lalu dipersoalkan. Sesuai tata caranya juga enggak benar. Saya mengertilah bahwa setiap orang yang dikecewakan tentu akan mencari apa namanya celah-celah untuk dipersoalkan. Saya bisa mengerti itu. Tapi kan intinya adalah temuan-temuan yang ada kan tidak bisa apa namanya mematakan ee apa namanya direct evidence ya dari ee apa e barisk itu sendiri. Karena lagi-lagi loh, Pak, ada dua dari evidence di bariskem ini. Pertama, pernyataan kepersatuan pendidikan yang memang diamanahkan oleh undang-undang sistemnas maupun kaidah-kaidah pesanggung jawab mengeluarkan ijasah dan memberikan keterangan pengganti. Lebih kur itu yang kedua adalah hasil lapor kan terang-benerang secara analog bahwa ini identik. Oke, ada temuan lagi enggak? Engak identik identifikasinya enggak jelas itu ya. Silakan nanti Pak kalau ada bukti-bukti baruikan lagi Pak gitu. Kita sih terbuka kebenaran adalah kebenaran gitu ya. Tapi maksud saya ee dibawa ke proses yang benar. Kalau perlu juga bawa-ahli forensik yang memang menguasai forensik konvensional sama-sama kita dalami gitu loh. Baik, Pak Rifai. Ee saya memahami logika bahwa kalau tadi tuduhannya selama 20 tahun kemudian KPU KPU itu seolah-olah tidak melakukan verifikasi rasanya tidak mungkin. Tetapi ini semua kan sebenarnya bisa selesai ketika Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Mengapa itu tidak dilakukan atau jangan-jangan memang Jokowi menikmati berlarut-larutnya kasus ini dan memang berenang di dalam isu-isu yang terus digodok dan diperpanjang. Iya, cerdas itu. Nah, ini kembali lagi nih, Kandang ya. Ee beritanya ini kan suka sepotong-sepotong. Dengar enggak Pak Andi Wijayanto sendiri waktu itu melihat ijazah aslinya Pak Jokowi enggak bisa ijazah asli. Enggak boleh ijazah asli tetap milik pribadi. Bapak buka rekamannya dibikin itu hanya selembar ijazah dilegalisir. Titik asli itu dimilik pribadi buka rekamannya beliau pernah menjadi calek. Kita ini pernah menjadi calek enggak? yang dibawa-bawa Bapak dengar Pak Wijayanto. Pak bilang pertama betu ada fotokopi regel tapi juga beliau melihat ijazah asli melihat itu kopi fot kopi kopi fotokopi peti kopianto politisi masa dikasihanto yang asli ini ini enggak paham ini enggak paham hukum peraturan oke sebentar Paksirnya pergi Pak Kudanya silakan silakan Pak Rifai bicaranya ada etika Pak J satu persatu biar enak deh pemirsa juga dengarnya nah kedua gitu ya itu kan ijazah-ijazah itu kan ada legalisirnya diserahkan kepada KPU Ah, itu betul ya. Ah, itu betul. Nah, sekarang Bapak bilang enggak tadi. Jangan yang asli tadi kau bilang asli enggak boleh yang asli. Siapa percaya ijazah asli diserahkan Pak? Pak dalam rekamannya Andi Wijayanto Bapak dengar sendiri beliau pernah melihat ijazah aslinya. Saya tahu pribadi kok satu ya. Jadi Pak Jokowi enggak ada persoalan untuk administrasi ini dia tunjukkan. Nah, sekarang selama ini ada juga mengatakan ya sekelompok orang yang muncul tahun menjelang e pilpres ya TPUA lalu menggugat Pak Jokowi ini menjelang Pilpres loh. Jadi ada nuansa politiknya waktu itu. Karena itu waktu itu Pak Jokowi sendiri termasuk kami hukum melihat ini tidak ada esensi dan urgensi apalagi hukumnya pun juga memberikan apa namanya ee landasan untuk kami tidak tunjukkan. Lalu dalam perkembangannya sekarang ini secara jadi proses hukum kalau ingin melihat kita tunjukkan baris ingin melihat jangankan melihat kita serahkan untuk live gak ada persoalan warta ma ketika tapi ya kalau orang tidak ada kepentingan apalagi niatnya tendensius tidak akan kami tunjukkan dengan cara apapun hanya orang bodoh mau menunjukkan sesuatu untuk yang kepentingan bahkan untuk dicoba untuk apa namanya menyerang balik Pak Jokowi jadi kembali lagi diang tapi konsisten kalau hakim yang meminta, polisi yang meminta atau pihak yang netral meminta pasti kami serahkan. Tapi kalau nanti akhirnya memang sampai ke pengadilan akan ditunjukkan ya Pak Rifai. Sesuai komitmen Pak Jokowi terakhir wawancara terakhir akan ditunjukkan ya akan ditunjukkan gitu ya. Oke. Oke. Baik. Enggak ada masalah enggak ada beban buat kami kok. Ada ada masalah apa gitu. Oke. Oke. Baik. Kita harus break dulu sejenak Pak Rifai. Terima kasih untuk waktunya bersama kami. Ini yang terakhir saya mau tanya dulu ya untuk meluruskan nih Pak ya. Tadi kan beliau bilang kok ini poda enggak bener hanya gara-gara fotokopi tahunuskan ini bukan meluruskan malam ini saya komentar dulu enggak atau dipotong terus nih suatu saya pak nih silakan Pak silakan Pak saya komentari ya naiknya ke penyidikan ini bukan karena ijazah tapi keterangan UGM yang menyatakan ijazah Pak Pak Jokowi asli karena lagi-lagi Pak nah Bapak orang hukum atau bukan Bapak tanya Bapak gitu ya Undang-Undang Sistas bilang memang yang berw menyatakan asli itu adalah kepatuan Pak, selama ini kita di MK Pak, enggak pernah ada lapor, Pak. Soal itu sering banget di MK. Bapak buka-buka peran MK tidak pernah pakai lapor MK, Pak. Cukup ke persatuan pendidikan menerangkan lihat administrasinya baru dia bisa naik. Jadi kembali lagi ini sudah bisa naik karena sudah ada bukti yang cukup. Nah, di penyidikan nanti bisa saja ini bukti ditambahkan dengan lapor. Jadi kembali lagi Mbak ya untuk naik ke penyidikan cukup bukti awal dan keteraran UGM menurut saya sudah cukup. Demikian, Mbak. Oke. Oke. Baik, Pak Rifai ini masih bisa lanjut lagi setelah segmen ini atau sudah selesai? Sudah enggak bisa, Pak. Mohon izin semuanya rekan kami. Terima kasih. Baik, nanti masih akan dilanjutkan, Pak Firman. Terima kasih, Pak Rufai untuk waktunya. Coba sampai jumpa lagi. Jangan dulu dong, Mas. Saya juga harus masa sih? Belumlah. Belum 715 masih bisaak bisa. Saya tahan dulu sebentar sebentar lagi nanti pemirsa tetaplah bersama NTV Prime. Kami masih akan kembali sesaat lagi. tinggal berdua [Musik] waktu [Musik] saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik [Musik] untuk menurunkan reputasi politik. Hasil penyelidikan sudah ditemukan dugaan peristiwa pidana sehingga perkaranya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pemirsa, terima kasih Anda masih terus menyaksikan NTV Prime dan saat ini sudah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom Firman Pangaribuan, tim kuasa hukum Jokowi. Selamat malam, Pak Firman. Selamat malam, Mbak. Selamat malam, Bang Betor, Bang Ad. Selamat malam, Bang Firman. Pak Firman tadi menyambung tadi rekan Anda eh Pak Rifai Kusumanegara eh kita masih membahas mengapa Jokowi sebenarnya kan dengan mudah bisa saja menunjukkan ijazah aslinya dan menyelesaikan seluruh polemik ini. Tetapi itu tidak dilakukan. Mungkin Anda bisa bantu menjawab lagi ee Pak Firman. Iya. Sesungguhnya ya saya sapa dulu ya. Selat malam pemirsa semuanya. Sesungguhnya itu keliru ya. Sesungguhnya Bapak Jokowi sudah dengan sangat terang benderang menginformasikan, memperlihatkan ijazahnya di mana-mana kepada awak media, man kepada kami ya, kemudian kepada penyidik gitu ya. Jadi itu salah kalau dibilang tidak pernah menyampaikan itu sudah disampaikan dan penyidik juga sudah mublikasikannya kemarin Tripidum Bares Krim juga sudah menyampaikannya. Jadi kalau ada pernyataan tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah itu keliru ya saya luruskan aja. Jadi itu sudah diperlihatkan. Malah kami dari 2 tahun lebih yang 2,eng tahun lalu lah 2,eng tahun lalu kami sebagai kuasa hukum Bapak di persoalannya yang di Jakarta Pusat dan PTUN kita ee memenangkan proses itu. He. Jadi yang mengakukan ee gugatan tidak bisa membuktikan atau dengan kata lain mereka kalahlah kira seperti itu. Jadi belum ee enggak ada isu mengenai ijazah dan itu sudah disampaikan dan terang sekali enggak ada enggak ada enggak ada hal yang dituttutupi. UGM pun sudah melakukan verifikasi terhadap keapsahan Bapak sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM. Demikian. Oke, Pak Firman. Jadi kalau kemudian sekarang Pak Betor mengatakan oh ada bukti. Kemudian tadi Mas Roy Suryo mengatakan membandingkan dengan lima ijazah lain di angkatan yang sama, angkatan 85, kehutanan, UGM kok beda dengan ee yang kita saksikan beredar saat ini. Apa tanggapan Anda? Ya, bagaimana saya bisa menanggapi hal-hal yang tidak ee bernilai itu karena UGM sendiri yang mengeluarkannya sudah mengatakan resmi sah, dan itu tidak bisa dipungkiri mau nanti dipakai ke siapapun. prosesnya pasti akan UGM didengarkan keterangannya. Apakah benar Bapak Jokowe adalah sebagai alumni UGM telah mengikuti tridarma perguruan tinggi dan akhirnya lulus dengan segala macam mekanisme yang terjadi di internal UGM selama Bapak berkuliah. Saya pikir itu sudah sangat gamblang. Jadi kalau dilari-larikan ke sana kemari saya jadi hanya dari tadi makanya saya senyum-senyum aja kok ini orang pada pelintir sana pelintir sini buat apa gitu loh. Padahal UGM sendiri sudah sah dan itu kita bisa lihat loh, bisa kita lihat gampang diakses. Ketik aja di Google UGM, Fakultas Kehutanan, Jasa Pak Jokowo. Ya sudah jelas hari ini kita ketik ke laman UGM jelas. Jadi kalau dari sini kita sudah jelas, tegas gitu ya, mau ada orang mau ngomong apa ya, saya pikir ya biarin aja gitu loh. Yang penting Bapak sudah melakukan pengaduan di Polda Metro Jaya dan ee akibat dari suatu hal yang merugikan beliau, kita lihat saja nanti. Oke. Apakah ada tersangka yang akan masuk dalam proses ini. Dan jika memang ada hal-hal lain baru ya, ada yang ingin mencoba untuk menarasikan negatif lainnya ya tidak menutup kemungkinan akan ada laporan baru atau ketarik mungkin sebagai saksi paling tidak ee akan hal ini. Saya rasa demikian sementara. Oke, Pak Firman. Ini kan memang di Polda sudah ditingkatkan ke penyidikan dan nanti akan mungkin di ee segera diumumkan siapa-siapa yang jadi tersangka. Kalau dari pihak Jokowi sendiri inginnya tuh sebenarnya seperti apa sih kasus ini berakhir? Jadi karena terlalu banyak orang menarasikan negatif dari 2 seteng tahunnya kurang lebih ya 2 seteng tahun lalu kemudian sudah kita himbau berkali-kali berkali-kali berkali-kali sejak 2 tahun setengah lalu dan nampaknya kan juga diingini oleh pihak-pihak yang katanya melakukan pengaduan di bares krim silakan silakan akhirnya ya kita coba gunakan hukum untuk menghentikan proses ini untuk menghentikan ee tudingan-tudingan atau dugaan-dugaan pencemaran baik dan fitnah atau karakter assassination ini. Iya. Karena tentu ini akan menjadi langkah yang positif, mengedukasi dan konkret. Lantas kalau sekarang dilaporin bilang, “Wah, tidak sebagai seorang negarawan begini, masalah rakyatnya melapor.” Itu kan semua twist-twis yang kita enggak bisa enggak bisa kita tangan semua. Enggak bisa kita bikin semua orang happy. Tapi yang pasti dengan membuat laporan pengaduan di Polda Metro Jaya, artinya Bapak memiliki integritas untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan secara permanen melalui jalur hukum. Mudah-mudahan sudah naik tuh dari penyelidikan, artinya sudah ada peristiwa pidananya. Sekarang ke penyidikan berarti kita akan cari siapa, di mana, kapan, dan sebagainya. Tentu akan ada tersangka di situ. Nah, kita tunggu aja, kita cermatin. Tentu para pihak sekarang ini semakin gencar untuk mencoba untuk apa ya, mengklearkan dalilnya atau malah semakin jatuh akibat ee semakin gencar menarasikan negatif. Walaupun sudah dikatakan oleh UGM Bapak sebagai alumni daripada Fakultas Kehutanan. Saya rasa demikian. Oke. Baik. Saya kembali lagi ke narasumber yang di studio ke Pak Beator mungkin ya. Pak Beator ini kan kalau mungkin publik mencoba saya saya memuji dia dulu. Dia seorang profesional, lawyer yang hebat. E profesional harus begitu meyakinkan begitu apa kata bapaknya ya melayanin klien. Menurut Anda kata-kata dia tadi tidak meyakinkan. Ya, bagi saya dia sudah benar menurut dia. Jadi biarin aja lah. Oke. Ee kalau kemudian sekarang ee saya lagi-lagi mencoba mencoba membantu publik memaknai apa sebenarnya di balik kasus ini ya. Karena kan mungkin kalau orang memandang kasus isu ijazah Jokowi palsu itu ada orang-orang yang hingga saat ini mungkin masih belum mengerti ini ini sebenarnya kasusnya seperti apa dan apakah kemudian publik memahami bahwa ada dua kasus yang sebenarnya berjalan beriringan. Nah, kalau dari Anda sendiri untuk meyakinkan publikat ini terjadi tidak baiknya komunikasi politik di antara ini. Ini senior orang ahlinya komunikasi politik. Dia lulus 19 mungkin boleh bisa dipegang bisa dipegang mic-nya. Dia lulus 1985. Heeh. Dia mau maju ke Solo itu 2005. Ada 20 tahun tidak ada komunikasi Jokowi kepada kampus. Tidak ada berbuat apapun. Tidak ada orang dengar Jokowi itu lulusan daripada kehutanan UGM. Tidak ada 20 tahun itu. Setelah itu dia jadi 10 tahun di walikota. Dia tidak pernah menyandangkan saya rasanya kan orang-orang di UGM ee dosen-dosen membanggakan dong lulusan UGM jadi walikota. Enggak ada. Dia bilang dia punya tim kawan pendaki gunung enggak ada. Jadi dia nih memang lost. Enggak ada enggak ada babat bebet bobot lah kalau kata orang. Enggak ada sejarah. Apa artinya, Pak Betoor? Kalau kemudian begini, kalau katakanlah kemudian memang memang palsu, apa artinya buat Anda dan teman-teman yang saat ini? Kalau saya melihat ini mal administrasi kan ini ahlinya admin. Berarti bukan Jokowi saja yang kemudian disalahkan. Malah ada namanya Dr. Jul. Setelah dia melihat dokumen dari Deni Iskandar itu, ini bukan Jokowi. Berarti ada Jokowiya di tempat lain. Siapa ini? Sumber berkas itu kan dilihatin. Jadi prased bukan Jokowi itu artinya Jokowi yang saat ini bukan Jokowi begitu. Dia bilang di ini tambah membingungkan loh Pak. Betul itu kan Pak Iskandar jadi namanya bukan Jokowi begitu bukan Pak Jul itu suatu saat bawa kemari dokter Dr. Jul Jul yang memperjuangkan kembali ke undang-undang 5 dia datang itu diceritakan ditunjukin kan difotokopi fotokopi fotokopi nih cetak di pramuka itu terus difotokopi fotokopi dibawa ke parta di partai dilihat bawa ke KPU dilihat bawa KPU diantar ke UGM jadi UGM sudah juga punya terus dibawa ke mana- ke mana. Jadi itu dibikin banyak karena kami ini di Calek diwajibkan bikin 10 10 kopi. 10 kopi. Apa tanggapan Anda dari statement tadi Pak Rifai? Cukup menarik dalam 20 tahun ada KPU, KPU, KPU yang kemudian bisa begitu dengan mudah lolos. Bahkan kan ada serangan politik dari lawan-lawan politik yang kemudian sebenarnya gampang saja kalau ijazah itu palsu sudah dijegal di level Jakarta atau di level Solo. Paling gampang itu memang harusnya ke PU karena KPU itu tanggung jawab negara. Jadi semua dokumen yang diserahkan oleh kandidat kepada partai, partai menyerahkannya kepada KPU itu sudah menjadi naskah negara, itu menjadi dokumen negara. Nah, kewajiban KPU itu mencocokkan dengan kampus-kampus atau sekolahan. Pak, ini ada kandidat, ini yang kami terima dari kandidat ini. KPU ngomong. Jadi di hari itu ada berita acara verifikasi. Kami dari KPU 1 2 3 4 diterima oleh pihak UGM 1 2 3 4 Dekan, kepala pejurusan membawa dokumen-dokumen dari kandidat dari partai. Dicucukkan kecil dari kampus mengeluarkan arsif. Ars oh betul ini betul umanya punya Anis ini betul dia lulus tahun sekian angka-angkanya sekian atau oke. Lagi-lagi pertanyaan saya Pak Beator. Mengapa penting bagi Anda untuk membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu hari ini? Kan kita mencari kejujuran bahwa sudah tidak bermakna karena Jokowinya sudah selesai. Dia sudah tidak lagi menjadi presiden. Tapi pengakuan bahwa ada mall administrasi ada kecurangan. Jadi dia memimpin negara ini 20 tahun tanpa dokumen yang jelas. Itu intinya. Nah, dan ini pengakuan ini Anda harapkan akan ada terjadi dari level. Berarti saya ingin tanya senior ini, apakah masih berkomunikasi dengan Jokowi? Kenapa Jokowi selama ini tidak mau seperti Ibu Mega bilang, kalau punya ya tunjukin aja enggak ada urusan hukum. Tidak ada orang-orang mau ditangkap di penjara tidak ada seperti Bambang Tri atau Gus Dur 6 tahun di penjara hanya menyatakan bahwa Jokowi tidak punya dokumen. Saya berharap dari senior ini meluruskan ini karena dia jagonya e paham tentang komunikasi politik. Sampaikan bahwa dosa-dosa Jokowi selama ini kita akuin tapi dia minta maaf. dengan cara dia tarik mundur anaknya. Anaknya cukup Oh, itu tujuannya berarti anaknya enggak cukup berharap Jokowi menarik turun. Anak enggak cukup umur, enggak punya pengetahuan, enggak punya pengalaman, kurang ini, kurang itu. Dia nanti 202 kita dukung sudah punya ijazah, punya pengalaman, punya ini lulus dari Universitas Terbuka. Dukung hak politik dia itu 202. Jangan merobek konstitusi. Saya akan lawan itu. Oke. Lagi-lagi lagi-lagi saya mewakili publik, Pak Berto. Apa yang kemudian membuat Anda yang tadinya orang Jokowi kemudian tiba-tiba begitu ingin membuktikan? Ken curang. Partai dicurangin. Partai dicurangin. Dia di 2015 16 17 dia sudah keluar dari PDI secara real. Dia tidak lagi menjalankan perintah partai. Dia tidak memberintahkan partai, tidak melaksanakan nawa cita. Oke. Dia sudah lari kepala oligarki. Ini instruksi partai. Terserah mau partai mewakili partai atau pribadi. Kadang-kadang saya diad saya di kader partai 20 tahun pasti. Pak, saya bertanya ke Bapak ini Anda bicara dalam kapasitas sebagai pribadi atau diperintah oleh partai? Maunya itu gimana? Enggak ada perintah, enggak ada. Tidak ada perintah dari partai. Bang Ade silakan komentar. bilang udah pasti enggak diperintah. Oke. Karena gini ceritanya Bung Beator sendiri saya minta maaf ya. Silakan. Kan di apa? Dicounter oleh orang-orang PDIP sendiri. Oh enggak ada. Yang cerita tentang pasar pramuka. Enggak ada. Siapa? I kan Anda bilang. Iya saya bilang saya kan berintis kan ke partai, ke kader partai. Saya tanya engak gini gini saya mau tanya. Anda termasuk betul enggak Anda kan kalau saya hanya mengandalkan apa yang termuat di media ya. Iya. Betul. Enggak ada bilang bahwa memang sudah biasa ee pen Oh, itu 99. Iya, 99. Semua kader partai yang tidak punya ijazah larinya ke pramuka PDIB lari semua partai termasuk yang dari PAN itu loh yang doktor profesor yang dua kali jadi DPR ternyata dokumennya palsu. Ini betapa busuknya ya berarti politik saya bilang itu dibantah oleh PDIP. Enggak siapa yang bantah? Ini kan sejarah yang saya uraikan. Sejarah sejarah dokumennya PDI pada waktu itu. Dulu kan PDI pakai tatu, pakai akar bahan, jago-jago pasar, jago-jago terminal, enggak punya ijazah. Gini betul dibikin di situ. Saya lengkapi dulu ceritanya. Kemudian Anda mengatakan bahwa ketika Pak Jokowi mau maju tahun 2012 ya, ada tim dari Solo kan? Betul. Datang ke Pasar Pramuka? Enggak. Enggak semua ya? Tapi datang ke Pasar Pramuka. Betul. ya kan itu kan kader iya sebentar saya lengkapi dulu lalu di sanalah itu dibuat i betul ya nah ada seorang tokoh partai karena saya agak lupa-lupa ingat siapa orangnya engak bisa anda harus sebut kebut memainkan itu dongak anda ahli komunikasi sebut dong enggak enggak saya enggak bisa ya sudah enggak bisa anda tuh senior saya mau belok seperti itu. Enggak, saya cuman takut. Bisa tidak ada sampai detik ini orang partai menegur saya. Gak ada. Ya sudah, ya sudah kalau gitu enggak apa-apa. Tapi buat saya cerita-cerita itu sangat janggal bahwa ee Pak Jokowi itu kan sudah maju di Solo tahun 2005. Iya. Kalau memang ijazahnya dibuat di Jakarta tahun 2015, Iya. maka yang tahun 2005 dia pakai apa? Saya cerita sedikit sedikit. Saya kan kenal sama Pak Iman baru nih yang diajaknya makan segala macam. Dia kan bertekanan sama Ro Suryao. Waktu ketemu saya tanya dia, dia menjelaskan bahwa saya sudah keluar dari pasar Pamoka 2002. Saya kejar Pasar Pramuka. Iya, pasar pramuka kan dia punya Kak. Terus saya tanya, “Bapak setelah keluar dari pasar permuka ke mana?” “Solo.” Saya kenal enam orang atau delan orang tim Solo itu semua kawan saya. Saya kenal Jokowi terus saya kejar. Kalau gitu 2005 itu Bapak yang bikin bikin dokumen Pak Jokowi. Oh bukan bukan bukan. Nah sampai situ saya sudah tahu apa sudah tahu apa ya sudah tahu bahwa dia yang tadinya punya kios di pramuka melaksanakan bisnis itu. Terus 2005 dia ke Solo ya pasti bikin itu. Solo jadi menurut dia sendiri profesor dokternya sekarang lagi dipertanyakan masa enggak bisa bikin selempar. Enggak. Bapak mau bilang bahwa pada tahun 2005 I ijazahnya Pak Jokowi UGM itu dibuat oleh Pak Iiman juga di Solo. Solo. Nah, sekarang tahun 2012 ketika beliau ke Jokowi ke DKI, kenapa dia harus bikin lagi? Nah, itu saya bilang ulang. Ternyata yang diserahkan ke KPUD Solo yang diterima Eko itu enggak lengkap. Makanya sekarang kalau kita membaca dokumen seleberan Jokowi dengan ibunya selisih 11 tahun. Mana mungkin Jokowi lahir 11 tahun selisih dengan ibu karena dokumen itu dipercepat untuk dibawa ke DKI. Oh, ini bukan lagi ijazah nih ya. Dokumen ya itu artinya kayak ijazah. Dokumen dokumen itu akte e semua akte kelahiran, pernikahan sama itu dibuat di Jakarta. Jakarta. I. Oke. Nah, Bang Adik, saya harus hentikan perdebatan ini karena tidak tahu siapa yang mana yang benar dan siapa yang salahkan. Saya mau tanya sebetulnya gini. Saya selalu seperti saya tadi katakan di awal, saya ingin tanya sama Pak Mas apa Mas Roy tadi Bung Roy ya. Anda tuh begitu yakin ya seperti juga sekarang Pak Betor begitu yakin bahwa itu palsu. Itu kenapa sih gitu kan? Iya. Nah, sampai saat terakhir tadi Bung Roy pergi dia enggak bisa menunjukkan apa-apa kan. Dia cuma bilang adalah ya. Dan ketika dia sebut ada lima ijazah, ternyata itu kan artinya adalah itu lima ijazah lulusan UGM tahun ‘5 yang menurut dia beda dengan ijazahnya Pak Jokowi. Beda. Iya. Tapi itu kan bukan sesuatu yang dengan sendirinya menunjukkan bahwa oh kalau gitu ijazahnya Pak Jokowi palsu. Oke. Karena UGM sendiri sudah berulang kali bilang itu asli. Oke. Nah, buat kami nih masyarakat Iya. Kalau Anda sangat yakin ya ee Pak Betor sangat yakin ya memang harus ada sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada kita semua. Mungkin mungkin argumentasinya sama. Kalau kita juga ingin yakin Jokowi juga harus menunjukkan ijazahnya kan. Tapi kembali tadi Mas siapa? Firman ya. Bung Firman sudah mengatakan dan yang saya tahu juga begitu cuman saya enggak berani membela Pak Jokowi tadi karena saya belum melihatnya ya. Oke. Tapi memang menurut ee kuasa hukumnya Pak Jokowi sebenarnya sudah berulang kali diperlihatkan. Oke. Termasuk kepada media. Tapi Pak Jokowi meminta agar itu jangan difoto, ya. Kemudian kepada polisi sudah diperlihatkan, kepada kuasa hukum tentu saja sudah diperlihatkan. Tapi lagi-lagi kasus ini tidak berhenti di sana kan. Kemudian ketika Bareskrim mengatakan bahwa sudah dinyatakan asli, itu pun juga tidak berhenti. Saya ingin saya ingin bertanya begini, Bang Ade, karena waktunya sudah sangat terbatas. Saya ingin bertanya adalah mengapa isu ini penting untuk publik dan siapa yang sebenarnya diuntungkan dalam isu ini? Gini, Syah. Menurutku ya, sebenarnya publik juga sudah capek ya. Eh, dan atau jangan-jangan atau jangan-jangan memang Jokowi dan Roy Suryo yang menikmati bergulirnya isu ini. Kalau saya enggak percaya itu. Kalau Roy ini ini menarik ya menurut saya ketika itu ketika Roy Suro mendengar bahwa UGM sudah membuktikan bares krim sudah membukti sudah paling tidak bukan membuktikan menunjukkan bahwa ini asli ini asli kemudian dia juga menyadari bahwa oh yang terekam di media online yang sandi sandi utama tadi itu sesuatu yang oleh sandi sendiri diakui oh ya itu emang bukan yang asli ya seharusnya kalau dalam pandangan saya ketika itulah Roy Suryo mengat katakan, “Kalau gitu saya menarik tuduhan saya.” Ya, saya soalnya enggak bisa buktikan bahwa itu tidak benar, tapi saya sendiri percaya bahwa itu palsu. Misalnya begitu. Iya. Itu menurut saya jauh lebih berwibawa, jauh lebih bijaksana. Tapi saya heran makanya Bung Roy ya, kemudian juga Tifa, kemudian juga Rismon terus berkeras bahwa mereka yakin ini palsu. Kemudian Anda membacanya adalah adalah sesuatu yang tadi dipertanya di awal Anda, ada enggak sih sesuatu di belakang ini semua yang ingin agar ini bergulir terus dan saya yakin dan ini tidak akan berhenti sampai tujuan itu tercapai. Nah, tapi dalam kasus ijazah palsu yang terpaksa berhenti berhenti paling tidak secara legalnya ketika misalnya hakim memutuskan ini dibawa ke pengadilan ya saya enggak suka kalau orang seperti Roi Surya harus masuk penjara kembali hanya gara-gara ini. Ya, saya tidak suka Tifa atau Rism dan segala macam itu harus masuk penjara gara-gara ini. Tapi kalau Anda terus-menerus berkeras bahwa ini bohong, ini palsu. Padahal orang itu enggak bohong dan enggak palsu, maka Anda harus menanggung risikonya. Kalau benar, kalau Bung Rismon ini kan tidak pernah secara tegas mengatakan itu tadi ya. Dia cuman bilang bahwa saya tahu bahwa ada pembuatan ijazah di i di Pasar Pramuka. Kan bisa saja 1985 sudah keluar tapi dibikin lagi dicetak lagi. Nah, kalau saja ketika itu sebetulnya Bung Roy dan kawan-kawan menarik saja mencabut membatalkan harus selesai persoalan sudah selesai. Oke. Baik. Saya ke Pak Firman ini karena waktunya sangat terbatas. Pak Firman, dalam ee pandangan Anda atau dalam harapan tim Anda dan juga Pak Jokowi, bagaimana sebenarnya menuntaskan ini semua supaya energi kita mungkin bisa dialihkan kepada sesuatu yang lebih bermanfaat daripada sekedar membahas ijazah Presiden ketujuh asli atau palsu. Jadi memang terima kasih ya. Jadi memang kan kita memiliki hukum ya. Kemudian dalam menyelesaikan suatu persoalan itu kan memang ee hukum menjadi panglima tertinggi ketika ini sudah dihimbal jadi tidak sekonyong-konyong Bapak Jokowi itu membuat pengaduan di Polda Metrojaya dari 2 tahun lalu Bapak sudah menghimbau. Hentikan, hentikan. Kami juga terus menghimbau beberapa saat sebelum Bapak melakukan pengaduan pun juga melakukan himbauan lagi. Tadi seperti yang Bang Adi bilang, andai kata tempo hari dia tidak lanjutkan dan sebagainya tidak semakin menjadi-jadi mungkin tidak ada pengaduan. Tetapi dalam rangka untuk menegakkan integritas Pak Jokowi sebagai ee apa? masyarakat umum yang memang memiliki hak hukum, maka akhirnya Bapak menempuh ee cara-cara hukum yang beretika untuk dapat menyelesaikan ini. Diharapkan polisi Polda Metro Jaya dalam hal ini ee melakukan ee apa namanya penyidikan dengan secara transparan, dengan angkuntabel gitu ya, dengan secara ee menyeluruh ya. Dan saya yakin ee dalam hal ini PORI akan lebih hati-hati, sangat hati-hati karena ini sangat dilihat oleh seluruh publik gitu ya. Kemarin waktu ee beberapa saat lalu gelar pun semua hadir, ada DPR hadir, ada ee biro pengawas semua hadir gitu ya, masyarakat juga hadir gitu ya. Saya yakin ini menjadi satu solusi yang sangat ee baik. Ee walaupun Bapak menyampaikan sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, namun dalam rangka untuk menyelesaikan ini secara baik dan permanen saya saya rasa harus menempuh ee jalur hukum dan saat ini kita tinggal tunggu aja siapa yang akan dijadikan sebagai tersangka pada ee proses penyidikan kali ini. Saya rasa demikian. Baik, Pak Firman. Singkat saja Pak Betor, saya akan saksi kesempatan Anda untuk memberikan pernyataan tapi ini akan jadi closing statement. Bagi saya kekuatan dokumen negara ini ada di KPU. Harus ada satu lembar berita acara verifikasi tanggal sekian hari apa kami siapa-siapa diterima oleh siapa-siapa tanda tangan UGM tanda tangan KPUd. Itu yang menurut Anda akan bisa menyelesaikan karena di situ akan keluar pernyataan bersama itu bahwa dokumen yang dibawa oleh KPUD cocok dengan arsip selesai. He karena mengharapkan Jokowi menunjukkan tadi kan enggak bisa bertahun-tahun kan muter 20 tahun Jokowi enggak pernah menunjukkan. Nah, jalan alternatif terakhirnya adalah ini karena kita akan patuh dengan keputusan berita acara verifikasi itu. Oke. Baik, Bang Adik. Anda melihatnya ini akan berakhir dengan cepat atau masih akan berlarut-larut? Ya, tergantung pengadilannya. ini betul-betul baru akan walaupun belum belum tentu 100% selesai, tapi ketika keputusan diambil oleh pengadilan misalnya menyatakan bahwa ee Bung Roy dan kawan-kawan itu dinyatakan bersalah dan dihukum entah berapa lama itu seharusnya sudah bisa mengurangi secara sangat signifikan keriuhan ya. Oke, itu pun jadi jadi kita akan menyaksikan ini masuk ke pengadilan lah ya. Kira-kira sekarang ini yang kita lihat hampir pasti karena sudah naik ke penyidikan. Oke. Tapi bisa dipotong sekiranya bukti itu ada di KPU dan KPU menunjukkan ada batal itu sidang dan KPU menyatakan ini resmi asli untuk apa lagi di sidang. Oke. Oke. Baik. Kita akan sama-sama saksikan bagaimana perkembangan kasus ini. Sor kan kasusnya adalah pencemaran nama baik. Oh itu enggak yang ini adalah pencemaran nama baik. Tapi soal ijazah tadi itu KPU. Oh iya. Tapi ininya adalah pencemaran nama baik dan ini sudah pasti akan nama baik Pak Jokowi. Baik. Itu kan saya. Oke. Baik. Kita harus selesaikan di sini. Terima kasih, Bang Ade, Pak Beton. Terima kasih dan juga Pak Firman untuk e waktunya bersama kami di NTV Prime. Terima kasih. Selamat malam. sampai ketemu dan pemirsa tetaplah bersama NTV Prime. Usai jeda, rekan saya Desmona Candra akan kembali bersama Anda. Tetaplah bersama kami. [Musik]

https://nusantaratv.com/ – [FULL] Debat Roy Suryo vs Ade Armando: Anda Ini Yakin Palsu, Kenapa Sih? Buktinya Saja Gak Ada!

“Saya berperasaan, memang kelihatannya ada agenda besar politik, di balik isu-isu ijazah palsu, isu pemakzulan,” kata Jokowi di Solo (14/7). Kontroversi ijazah Jokowi timbul tenggelam sejak lama, biasanya timbul lagi ketika Jokowi turun ke kontestasi pemilu. Salah satu motifnya untuk menurunkan reputasi (downgrade). Termasuk (isu pemakzulan) jadi ijazah palsu. Tuntutan ini masih berproses diusung Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Terbaru, mereka mengirimkan surat tuntutan ke MPR, DPR dan DPD menindaklanjuti secara politik.

Motif politik itu kini masuk ke ranah hukum. Bagaimana membaca perjalanan kontroversi ijazah Jokowi yang tengah berlangsung ini?

BKSNTV
DYFNTV

#ijazahjokowi #ijazahpalsu #ijazah #jokowi #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #wapres #kasus #roysuryo #susnoduadji #silvester #bareskrimpolri #bareskrim #yakuphasibuan #rismon #rismonsianipar #joshuasinambela

Saksikan Nusantara TV di Jakarta 40 UHF | Lampung 42 UHF | Denpasar 39 UHF | Medan 28 UHF | Balikpapan 29 UHF | Batam 48 UHF | Bandung 35 UHF | Yogyakarta 29 UHF | Banjarmasin 45 UHF | Makassar 34 UHF | Surabaya 38 UHF | Semarang 36 UHF | Garut 28 UHF | Cirebon 32 UHF | Sukabumi 32 UHF | Purwakarta 36 UHF | Cianjur Kota 27 UHF | Sumedang 39 UHF | Tegal 35 UHF | Jepara 49 UHF | Banyumas 34 UHF | Malang 34 UHF | Jember & Bondowoso 46 UHF | Banyuwangi 34 UHF | Kediri 36 UHF | Satelit Telkomsat 3720 Mhz | vidio.com | Indihome channel 128 | USeeTV | My Republic | nusantaratv.com/live | Platform Appstore & Playstore

Saksikan live streaming Nusantara TV hanya di https://nusantaratv.com/live
Dan follow akun media sosial Nusantara TV untuk mendapatkan beragam informasi terkini:

Facebook: https://www.facebook.com/nusantaratv
Instagram: https://www.instagram.com/officialnusantaratv
Tiktok: https://www.tiktok.com/@nusantaratvofficial
X: https://x.com/officialntv_
Website: https://nusantaratv.com/