MAHFUD MD & SUDIRMAN SAID BUKA2AN SOAL KASUS KORUPSI RAJA MINYAK RIZA CHALID | TERUS TERANG
Riza Khalid ini sudah lama eh di apa ditengar ya atau bahkan diyakini eh mafia minyak di Indonesia ini. Tapi beberapa pemimpin nasional kita yang semula berjanja akan memberantas mafia itu tidak bisa menangkapi Riza Khalid ini. Jadi ada sikit cerita yang mungkin saya tidak pernah sampaikan di publik. Tiba-tiba saya dipanggil oleh Presiden Pak Jokowi. Iya. Begitu duduk ee beliau menutup sambil menutup mulut begini. Terang-terangan aja siapa di balik ini semua gitu kata Pak Jokowi. Wah, saya kaget kan enggak terus terang saja siapa yang menyuruh ini gitu. Wah, tidak pernah sekalipun saya dipanggil Pak Pres Yusuf Kala untuk membicarakan bisnis beliau gitu. Ini juga yang menurut saya perlu disampaikan ke publik. Seorang presiden mengatakan, “Ya itu nanti bagaimana? Novanto kan orang kuat. H sendirian aja kuat. Reza Hali juga orang kuat. Nah, kalau bersatu kata Pak Presiden ini presiden yang bilang presiden. K presiden. Oh, Pak Jokowi. Yes. Eh, saya tidak pernah sampaikan di publik ya. Dan ini perlu disampaikan karena barangkali momentum bagi Pak Prabowo. Termasuk pada waktu itu upaya-upaya menyelamatkan Setiavanto itu tidak hanya lewat istana tapi lewat Mahkamah Konstitusi. Bagaimana Mas Dirman melihat menilai Pak Jokowi di situ? karena ee beliau ini menunjuk Anda sebagai menteri dan mengamanahkan membereskan mafia migas. Lalu ketika Anda membuka mafia migas, Pak Jokowi justru kelihatan kalau gambaran tadi itu marah. Berarti bukankah Pak Jokowi itu bukannya tidak mendukung malah mungkin membiarkan, Mas. Jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi. Selamat menyaksikan. [Musik] Halo, apa kabar Anda semua? Kita berjumpa kembali di podcast Terus Terang Forum di mana saya senantiasa berbicara secara terus terang dan tanpa basa-basi. pemirsa, ada yang berbeda dalam podcast kali ini karena saya akan membahas isu khusus mafia migas dan upaya kejaksaan untuk membongkar kasus korupsi di Pertamina. Di mana saat ini saya mengundang seorang narasumber tamu yang akan memperkaya perspektif diskusi kita. telah hadir bersama kita Bapak Sudirman Said, mantan Menteri ESDM dan mantan atau sampai sekarang adalah aktivis gerakan anti korupsi. Kita mengenal namanya sejak menjelang dan awal-awal reformasi sebagai bagian penting yang melakukan gerakan-gerakan pemberantasan korupsi baik konsepsi maupun langkah-langkah yang dilakukannya. Baik, seperti biasa mari kita mulai. Saya akan serahkan kepada host kita Pakisal Mustari. Silakan mau tanya apa? ke Pak Sudirman terutama kita akan banyak mendengarkan ke Pak Mahfud dan Pak Sudirman dua-duanya. Eh, terima kasih diundang Masman. Thank you, Mas hadir Mas ya. Eh, Pak Mahfud, saya apa namanya saya tuh punya e penilaian kalau ngelihat Mas Dirman, apalagi di samping Pak Mahfud. Saya melihat ada kesamaan antara Pak Mahfud dan Mas Dirman itu karena dua-duanya tokoh di dalam maupun di luar pemerintahan itu tetap mendobrak status guau. Mas Dirman seperti Pak Afu juga pernah di dalam pemerintahan Pak Pernah Menteri seperti Pak sampaikan dulu era-era awal reformasi Mas Dirman dengan sejumlah tokoh senior itu membentuk apa yang disebutkan masyarakat Transparansi Indonesia Mahfud MTI MTI lalu saya bersama Prof Kusnadi ya waktu itu Profusadi Prof Kusnadi rektor UGM lalu bersama dengan Pak Kunto Mangkus Sobroto ee rekonstruksi Aceh pasa tsunami ya Mas ya betul tahun 2005 2005 Mas Dirman juga pernah apa menangani ee reformasi bisnis TNI dan terutama Pertamina ya Mas ya. Iya. Nah, lalu Pakud dia terakhir seperti Pakud bilang menjadi Menteri SDM 2014. Lalu di sana membongkar papa papa minta saham segala macam Petral lalu dibubarkan tapi akhirnya 2016 diberhentikan oleh Presiden Jokowi. Yang dibubarkan yang dibubarkan. Aduh. Setelah membubarkan sekian banyak Pak Jokowi bubarkan. Eh, Mas Dman terima kasih sekali lagi Mas bisa hadir. Saya terima kasih Profund satu kehormatannya. Saya pengin mulai ke Pak Mahfud dulu Pak. Kita mulai diskusinya. Pak Mahfud, Pak Mahfud itu tanggal 17 Juli kemarin secara terbuka di akun Twitter Bapak, di akun X Bapak memuji, mengapresiasi kejaksaan yang berani menetapkan Muhammad Reza Khalid atau MRC, Pak Reza Khalid itu sebagai tersangka. Saya melihatnya ee apa iya perlu kita apresiasi kejaksaan karena dari dulu sebenarnya kan kita tunggu-tunggu kenapa Riza Khalid enggak dikejar-kejar oleh kejaksaan. Pak Mahfud bagaimana? Ya itu menurut saya kejaksaan apapun motifnya dulu ya. Apakah kan ada orang yang bilang kejaksaan itu sedang ingin membangun citra gak apa-apa. Menurut saya tugas pemerintah itu membagus membangun citra agar diri dan institusinya tu baik dengan cara berbuat baik gitu ya. Mungkin yang jelek pembangun citra tuh citra tuh dibuat-buat seperti sandiwara gitu sehingga seperti terlihat baik. Tapi sebenarnya pencitraan itu menurut saya memang harus dijadikan ee keinginan dari setiap institusi dan pejabat. Saya ingin bercitra baik, tidak jelek di mata masyarakat. Oleh sebab itu, saya harus berbuat baik secara sungguh-sungguh. Saya ingin tercitrakan seorang yang anti korupsi. Oleh sebab itu saya harus benar-benar anti korupsi pada diri saya, pada keluarga saya dan kemudian mendobrak ee tembok-tembok ee bangunan korupsi yang ada di depan kita. Gak apa-apa kita ingin dicitrakan seperti itu. Itu mulia menurut saya. Yang tidak bagus itu orang berpura-pura. He. Nah, dalam konteks ini Kejaksaan Agung apapun penilaian orang apakah itu ingin membangun pencitraan agar dilihat baik gak apa-apa biar dilihat baik karena Anda tahu gak Riza Khalid ini Riza Khalid ini sudah lama ee di apa di tengara ya atau bahkan diyakini bukan sekedar di tengara. Inilah pemain ee mafia minyak di Indonesia ini. Tapi beberapa pemimpin nasional kita yang semula berjanja akan memberantas mafia itu tidak bisa nangkapi Riza Khalid ini. Padahal katanya di situ kuncinya gitu. Godfather-nya katanya ya. Godfather-nya ya. Ada yang nyebut raja. Raja minyak. Sampai ada orang senang menyebut dirinya minyak di dalam sinetron Pak e Pak Pak Ruhud ya. Ini raja dan Citomp saking terkenalnya istilah Raja Menya waktu itu. Sehingga Raja Menya dari Medan katanya itu karena waktu itu memang ada istilah raja itu yang disematkan ke Riza Khalid tapi orang gak pernah bisa menangkap. termasuk pada awal Pak Jokowi ya nanti kita akan mendengar dari Pak Sedirma bagaimana Pak Jokowi sungguh-sungguh ingin ee memberantas mafia minya ini, tetapi pada akhirnya ee para pejuang-pejuangnya yang runtuh dan Pak Jokowi juga sekurang-kurangnya tidak bisa juga menangkap. Iya kan? Tidak bisa menyelesaikan. Orang berspekulasi wah itu karena dapat ini, dapat itu kita tidak tahu. Tetapi sekurang-kurangnya yang terlihat tidak berhasil. He. Nah, sekarang Pak Prabowo anu Kejaksaan Agung ee berani menetapkan Reza Khalid sebagai tersangka dan kita yakin kalau tanpa izin dan sepengetahuan Presiden agak mustahil. Oleh sebab itu sementara ini lepas dari apa nanti di belakangnya kita lihat sementara ini kita anggap ini bagus dan kita mari berbincang dengan Pak Dirman. Sudirman. Mas Dirman, orang yang lebih tahu, yang sangat tahu tentang eh Reza Halid siapa orang ini, Mas? Ya, lebih tepatnya orang yang pernah tahu gitu. Oh, orang yang pernah tahu. Iya. I iya, iya. Dan terus mencermati ya. H. Jadi nama itu muncul sejak saya di Pertamina. Sepulang dari Aceh kan saya diminta bergabung oleh Pak Ari Somarno almarhum di Pertamina kasus tsunami ya. Betul. Ari Sumarno waktu itu di Pertamina Mas ya. Zaman resway berarti ya. He. Jadi kira-kira tahun 2008 lah diminta Pak Arisano bergabung lewat konsultan Mikin namanya Adam SW. Adam SW adalah penulis buku I nen andeting. N meting ya. Kami dekat selama di Aceh karena eh Miken mengirim banyak orang untuk volunteir di sana. Jadi masuklah saya ke Pertamina jadi staf ahli. Terus berapa lama kemudian saya ditugasi untuk jadi corporate secretary. Terus ujungnya menjadi kepala integrated supply chain. H itu VIP ya sinor di bawah direksi lapornya langsung ke Dirut. He. Jadi di situlah mulai kenal nama itu atau mendengar nama-nama itu yang memang sebetulnya kalau dalam istilah populer itu ISC itu dibangun untuk mehalangi atau memberantas yang disebut migas itu. Karena dulunya itu beli masing-masing ke pasar, pengolahan, pemasaran, sekarang diintegrasikan. Kalau ada kelebihan diekspor oleh unit ini juga gitu. Dan belanjanya sehari waktu itu kira-kira 1,5 triliun, Prof. Iya. Hari. Nah, e kita tahu bahwa ada masalah itu dan karena itu Pak Ari memang betul-betul ingin membentuk unit ini dipimpin orang baru, orang luar Pertamina supaya bisa ter apa? Terputus dengan mata rantai. Iya. Kepentingan ya. ee apa yang terjadi pada waktu itu. Jadi memang mereka ini begitu besar kan ee porsinya di Pertamina sehingga ada ketergantungan bahkan belakangan nih setelah saya di kementerian dilakukan audit investigasi kepada Petral itu ternyata dalam satu periode waktu yang cukup panjang 70% kontrak ke Petral Petral akhirnya kan jadi tangan pengadaannya Pertamina nih. Iya. Anak perusahaan Pertamina ya. Betul. yang diminta menjadi ee ee tangan untuk procokurement lah untuk beli ee minyak mentah maupun BP 70% kontrak jatuh kepada perusahaan-perusahaan yang dalam grup itu. Heeh. Dan itu tidak mungkin kalau tidak ada intervensi gitu. Iya. Ee nah proses itu mulai berjalan baik tapi oleh satu situasi Pak Ari berhenti digantikan oleh Bukaren. Unit itu dibubarkan gitu ya ee di era Bukaren dibubarkan di era Bukaren. He. Ee dan ee saya mengatakan pada Bukan Karen, “Bu, saya datang ke sini dulu diminta. Nah, yang meminta sekarang sudah tidak ada.” H. Jadi saya lebih baik mengundurkan diri apalagi tugas-tugas yang diberikan pada saya tidak lagi Mas Dir mundur enggak ada apa-apa mungkin membayangkan bahwa Anda tidak diharapkan lagi di situ sehingga mundur atau gimana? Oh iya karena jelas sekali ini jadi nostalgia h menjelang pengangkatan saya pun sebagai kepala si itu ada demo-demo tiap hari di Pertamina tuh h demonya mukanya muka saya belakangnya anjing monyet gitu. Hm. Sudirman mafia migas pecat Sudirman saat itu sebaliknya di jadi bayangkan menjelang proses sudah ada dan saya yakin itu connected dengan mafia gelombong apa kelompok-kelompok itu gitu termasuk orang-orang di dalam yang salah satu yang sekarang muncul sebagai tersangka adalah ini orang yang sering gangguin unit ini gitu jadi tangannya sudah cukup kuat sangat sangat kuat di dalam gitu ee itu di masa Pertamina kemudiannya saya berhenti. Saya tidak pernah menyangka bahwa 5 tahun kemudian saya diminta menjadi Menteri SDM kan. He. Dan pembukaannya, Prof. ee pembukaan dari Pak Jokowi itu memang ini bagaimana Mafia Migas mengatasinya listrik yang masih terbatas, kilang segala macam. Jadi, Mafia Migas menjadi tema beliau untuk menunjuk Anda sebagai menteri kira-kira gitu ya. kira-kira begitu dan memulai kabinetnya memulai kabinetnya dan kalau kita masih ingat kampanyenya pun mengatakan akan memberantas mafia migas. Betul. Jadi saya merasa bahwa eh ini Tuhan lagi menolong kita nih yang dulu saya selesaikan tapi belum selesai keu diberhentikan pada posisi yang lebih rendah. Sekarang saya merasa lebih punya power untuk menyelesaikan ini dan dalam waktu dekat. Tapi kalau ditunggu Karin sudah ganti ya bukan mengundurkan diri. Oh mengundurkan mengundurkan diri. kemudian diganti pengganti sementara Pak Husein sudah kedengaran Bu Karen ada beberapa masalah Pak dan akhirnya kan kita melihat proses pengadilan se I jadi ee ketika masuk memang salah satu tugasnya mengatasi masalah ini dan sudah pasti saya merasakan bertemu lingkaran-lingkaran yang tadi lagi. He. Kita bersyukur ketika membentuk tim reformasi tata kelola migas, sejumlah tokoh-tokoh kredibel bersedia gabung. Yang mimpin almarhum Faisal Basri. Faisal Basri. Terus itu monumental itu, Mas. Ketika itu orang terhenyak semua. Ada 12 rekomendasi dan semuanya kita laksanakan dalam waktu 6 bulan mereka selesai bekerja kan. Terus termasuk salah satunya adalah melakukan audit investigasi pada petrol dan ujungnya pembubaran itu. Nah, ee apakah dengan itu kemudian selesai? Ternyata kan tidak. Karena dalam waktu 6 bulan kemudian muncul cerita mengenai papa Minra saham. Nah, itu itu yang yang juga ee muncul lagi dan saya persis saya bicara dengan Pak Presiden. H Pak Presiden, menurut saya bangsa ini sedang ditolong Tuhan gitu. Kenapa? Ada dua orang satunya selalu lepas dari jerat hukum. Kasus e-KTP pada waktu kan masih lewat kan? Iya. I kasus sampah, kasus beras, kasus bank waktu itu Jesi Bank Bali kalau enggak salah. Heeh. Sekarang kita ketemu di sini satu lagi orang yang selalu mengkoptasi sistem H yang membuat jalur supply kita tidak efisien yang Bapak sebut sebagai mafia tadi. Jadi kalau saya diikan saja untuk melaporkan pada Polda karena mereka menyebut presiden minta saham gitu. Ee ini kan pencemaran nama baik. He. Sekadar supaya publik tahu bahwa oh memang ada masalah terhadap manusia-manusia ini gitu. H. Jadi, Mas Dirman sebelum melampaikan kepada DPR itu Mas Dirman soal dulu ke Presiden minta izin bahwa ada kasus pamintasan. Iya. Dan saya kan beliau tanya memang ada rekamannya katanya. H saya tunjukin ada transipnya, Pak. Dari mana ini? Ya, dari orang yang bertemu beliau. Dan memang saya sudah lama menyarankan pada orang-orang Freeport pasti akan ditemuin oleh banyak politisi. Oke. Tetapi akhirnya kan yang tanda tangan saya. Saya bilang, “He kalau Bapak-bapak mauembantu saya, setiap ketemu siapapun, tolong sampaikan habis ketemu siapa dan laporkan apa yang dibicarakan gitu.” Iya. Ee supaya saya tidak jadi, saya bilang supaya saya enggak jadi orang bodoh. Harus tanda tangan sesuatu diperintahkan Presiden. Oh, jadi waktu itu Ma’famsudin membuat transkrip itu tidak salah juga ya karena atas permintaan pimpinan agar disampaikan semua gitu mentinya. minta. Jadi dia bukan membocorkan rahasia sebenarnya, tapi memang tugas profesional. Pimpinan saya minta ini saya beri Bapak lalu sampaikan ke presiden gitu ya. Iya. Kan sebelum itu ownernya datang namanya ee ee sudah meninggal tuh ee James Bob kan. H oh Freeport. Freeport. I nah ketika mengenalkan di Rut baru namanya Pak Marus Samamsudin saya sampaikan itu juga minat. Jadi betul sekali Prof. Pak Maruf tidak melanggar hukum karena memang kita meminta supaya bertemu siapapun di-share. Nah, ketika menemukan hal seperti ini kan sesuatu yang menurut saya membahayakan wibawa presiden. Jadi saya sampaikan pada presiden gitu. Eh, Mas tadi Pak Mahfud menyinggung eh Reza Khalid di opening. Em, di mana peran eh mafioso e Reza Khalid ketika Mas Dirman meminta tim untuk membongkar ee apa namanya mafia migas dengan tim apa reformasi itu sampai dengan petral dibubarkan itu posisi Riza Hal itu sebagai apa di situ perannya? Sebagai kalau sekarang disebut sebagai penerima benefit terakhir lah sebagai sebagai pemilik dari semua perusahaan itu beneficial owner lah ya. Roner yang selama ini terus mendominasi pasokan-pasokan migas gitu. Nah, termasuk sesudah Peter dibubarkan katanya masih dia juga ya Peter bubar dia masih lanjut sampai sekarang, Pak. Ini kasusnya ketika cuma namanya aja kan yang dibubarkan. Dan memang saya katakan pada mereka, tolong sampaikan pada teman-teman yang bermain di trading itu karena Anda sudah punya Lok lama, punya modal besar, punya jaringan pasokan, pasti kalau dilakukan secara fair mungkin tetap menang. He. Tapi lakukanlah dengan baik. Karena itu kembali pada waktu saya di Pertamina, tindakan saya waktu mengurus ISC adalah meregistrasi ulang Prof. vendor-vendor saya umumkan lewat tempo tapi lewat Kompas dicegah oleh Karen karena dibatalkan dan itu Karen mencegah. Jadi, jadi ketika saya di SDM saya teruskan langkah itu dengan memperkuat kembali ISC gitu. Kemudian tadi petrol dibubarkan ini berjalan efektif. Apa manfaatnya kalau menurut Pak Ripson tuh sehari penghematannya 250 miliar? Iya sudah diberitakan itu, Mas. 250 dan itu disampaikan di publik kan. Jadi bukan ee begitu berjalan sekian tahun sudah mencatat penghematan kira-kira 6 sekian triliun 6,2 triliun gitu. Jadi angka-angga itu diucapkan di publik. Jadi sebetulnya nyata betul bahwa kalau dilakukan dengan fair siapapun boleh bermain memang kita mendapatkan term yang baik. Jadiut setelah dipetrol dibubarkan menurut yang tadi Mas D sampaikan itu di berita ketika itu diumumkan bahwa Pertamina per hari itu bisa hemat R50 miliar sehari Pak. Sehari. Iya. Jadi kalau misalnya hampir kalau sebulan ya. Iya. Sekarang kan setahun nih Pak. Setahun itu berarti berapa? 360 hari kali 10 kali 250 miliar 900 triliun, Pak. He. Jadi yang digambarkan oleh Pak Jaksa Agung tuh memper ya agak agak dekat ya. Iya. Iya. Kalau kalkulasinya se kurang lebih betul kan. Nah sekarang Pak balik ke Pak Mahfud. Em diyakini sekarang Pak Reza Khalid di Singapura ya. Bahkan Kejaksaan Agung mengatakan bahwa kami sudah ngecek sudah di Singapura. E bagaimana proses hukum bisa dilakukan? Bagaimana bisa membawa dia kembali? Mungkinkah dia membawa kembali dengan mekanisme apa yang ee kalau betul-betul kejaksaan serius untuk mengejar dia, apa masih mungkin Reza Khalid dibawa ke sini untuk di sidik secara hukum internasional itu mungkin meskipun di dalam ee hukum internasional itu setiap warga negara ee setiap negara ee wajib melindungi warga negaranya kan gitu. Nah, persoalannya sekarang kan ada Isu Riza Khalid itu punya dua kewarganegaraan. Ada informasi begitu, Pak? Ada informasi. He. He. Di Indonesia maupun di Indonesia dan Singapura. Singapura. Oh, oke. Tapi anggaplah sekarang ee terlepas dari soal kewarganegaraan, Indonesia itu ee mempunyai perjanjian ekstradisi i sudah ditandatangani tahun 2022 di di Bintan. Oke. Jadi kalau dengan ada perjanjian ekstra di situ berarti setiap negara yang mempunyai buronan itu bisa minta ke negara di mana ee orang itu lari itu supaya di dikirim diekstradisi, dipulangkan ke negaranya untuk diadili. Nah, dalam konteks ini maka kalau betul Riza Khalid itu ada di Singapura itu tinggal aja ee Kejaksaan Agung meminta meminta ee kepada Min Kumham agar kirim surat Menteri Hukum Menteri Hukum agar kirim surat ke Singapura. Saya minta ini orang sudah menjadi tersangka bukti-buktinya ini. Nah, itu harus dilakukan. Memang ada ee ada pengecualian kalau penjahat atau orang yang melakukan tindakan kriminal itu ternyata menjadi warga negara di negara siap lari itu biasanya negara melindungi. Tapi dalam konteks dengan Singapura ada klausulnya. H ya ada klausulnya. Pemerintah Singapura tidak akan menolak permintaan Indonesia untuk ekstradisi jika yang bersangkutan melakukan kejahatan besar. Oh, ada klausul itu, Pak? Ada. Ee satu ee penjujian uang. Oke. Dua, korupsi. H perdagangan orang. Narkoba ada berapa? Ada lima atau enam. itu itu meskipun warga negara sana lalu melakukan kejahatan di negara lain dan negara lain itu minta ekstradisi berdasar perjanjian itu bisa bisa tinggal diplomasi kita. Tapi saya kira Kejaksaan Agung benar sekarang dia masih dalam tahap meminta yang bersangkutan menyerahkan diri dan yang bersangkutan DPU asumsinya dia berada di dalam negeri. Asumsi dulu. asumsinya begitu karena tidak tahu ada di luar negeri kan asumsinya. Oleh sebab itu Kejaksaan Agung ee menyatakan permintaan cekal dulu, jangan-jangan keluar. Kalau ternyata tidak ada sudah di luar gitu baru ekstradisinya kan gitu. Nah, saya kira hukum ada jalannya dan Kejaksaan Agung bisa ee melakukan itu. Dan menurut saya kali ini tidak boleh lolos. Kali ini jadi ini sudah berapa presiden nih lolos terus orang begini. Betul. Betul betul. Iya. kali ini tidak boleh lolos. Mas Dirman tadi Pak mengatakan secara hukum memungkinkan tapi dari sisi apa logika para mafioso, orangor politik, tokoh-tokoh yang terlibat dan segala macam, seberapa Anda melihat kemungkinan bahwa ada probability untuk kembali karena kan akan sangat berisiko bagi banyak orang dan bagi pejabat mungkin ya atau mantan pejabat gimana, Mas ngelihat ini ini kan untuk kedua kali ya. ee pertama pada waktu kasus minta papa minta saham kan kejaksaan sempat turun tangan juga persis dan memanggil berkali-kali tidak hadir. Begitu pun dipanggil di MKD juga enggak hadir. Sekarang yang kedua dan saya sepakat dengan Prof Mahmud kalau kali ini lolos ya betapa lemahnya kita betapa negara karena keadaan sekarang itu kan sebetulnya hampir sulit bersembunyi kan. Iya. kamera di mana-mana, seluruh ee paspor kita pakai sistem elektronik dimonitor oleh ee imigrasi bisa diletak ke mana dia pergi gitu. Nah, ee menurut saya mengakhirnya adalah ini kalimat yang saya sampaikan pada Pak Joko Widodo ketika saya dipanggil pertama kali, Pak Presiden, dulu waktu saya di Pertamina juga beresin masalah ini, tapi berhentinya di sini. Hm. Di mana gitu ya, di kantor presiden gitu. Ee kenapa begitu? Karena pasti tadi dengan logika kemampuan seorang yang disebut mafia bisa mendekat dengan siapapun gitu kan. Iya. Jadi itu siklus ini berulang dan saya meyakini itu meyakini bahwa ada proteksi, ada kelonggaran, ada kan dia hadir di acara-acara ee resmi kenegaraan yang dihadiri presiden, dihadiri presiden gitu. He. Jadi, ada segi cerita yang mungkin saya tidak pernah sampaikan di publik pada waktu proses Pak Pemerintah Samam itu lagi memuncak itu kan ee publik sebetulnya sangat senang, sangat memberikan dukungan, apresiasi pada pemerintah gitu. Dan ee tapi di tengah proses itu tiba-tiba saya dipanggil oleh Presiden H. Pak Jokowi. Iya. Saya ingat hari Jumat ee karena berhentinya pertemuan karena azan salat Jumat tidak seperti biasanya kan. Biasanya kan ee beliau di ujung meja terus kami ditempatkan di sudut sebelahnya kan. He. Ee kali itu di tengah meja besar itu beliau di tengah saya di hadapan. Hadap-hadapan. Hadap-adapan. Iya. Dan gesternya memang sudah tidak bersahabat gitu. Tidak nyaman. Begitu duduk ee beliau menutup sambil menutup mulut begini. Ini terang-terangan aja siapa di balik ini semua gitu kata Pak Jokowi. He. Wah. Saya kaget kan. Saya kaget dan saya tidak segera merespon. Saya tarik nafas sebentar untuk menata kata-kata. Pak Presiden, tidak ada yang memerintahkan ini. Ini adalah muni tanggung jawab saya sebagai profesional yang ditugasi membersihkan sektor ini. H dan seluruh langkah-langkah ke MKD, ke KPK itu sudah konsultasi dengan Pak Presiden dan Wakil Presiden. Saya berharap penjelasan itu menurunkan tensi. He. Tapi ternyata pertanyaannya diulang dengan lebih keras. Enggak. Terus terang saja siapa yang menyuruh ini gitu. Oh. Ee jadi di kepala beliau barangkali ada ada soal lah saya didorong oleh kekuatan siapa? Nah, saya menjauh dengan bahasa Jawa sengaja supaya menarik emosilah ee emosi dan perhatian beliau. Mboten wonten Pak Presiden. Ini betul-betul tindakan saya sebagai penanggung jawab sektor ya memang harus menata sektor ini gitu. Kalau ada spekulasi bahwa saya diperintah ini itu izinkan saya menjelaskan saya bertemu dengan Pak JK konsultasi saya sering disebut orangnya Ari Sumarno. Saya sering disebut orangnya ee Safri Samsudin, saya sering disebut sebagai itu semua adalah para mentor yang memang saya berkonsultasi. Saya sebut orangnya bentoros, saya sebut orang-orang senior. Tapi terhadap pekerjaan saya tidak ada satuun yang ma intervensi. Bahkan kalau Bapak curiga mengenai Pak Wapres, tidak pernah sekalipun saya dipanggil Pak Wapres Yusuf Kala untuk membicarakan bisnis beliau gitu. Oh. Ee nah penjelasan itu membuat agak menurun tuh. H. Tapi saya mau cerita ini rupanya proses itu membuat beliau marah sekali gitu. He entah dari siapa. Ee akhirnya saya menyebut Pak Presiden, tapi saya mohon maaf saya tidak happy dengan pernyataan Pak Luhud. Eh kenapa gitu? di di Jakarta Pos ditulis I know the plot behind ministry of NT itu eh itu saya ingat sepulang dari wawancara waktu itu Pak Luhud ada di ruang itu gak enggak adaak enggak ada dan yang yang menarik jawabannya Pak Presiden nih H oh iya Pak Lud mesti bicara begitu karena kan temannya Novanto gitu h jawaban Pak Jokowi iya saya saya sampai kehilangan kata-kata kata-kata speechless ya kok sampai begini gitu. Jadi oh beliau katakan itu ialah mesti mengadakan karena memang Baluhud itu kan sangat khas ya dalam menghadapi ini dan beliau sangat sangat keraslah. Ee jadi saya jelaskan ee situasinya seperti ini dan akhirnya ee menurunlah ee tensinya Presiden dan beliau mengatakan ya pokoknya hati-hati saja karena ini kan yang namanya pekerjaan enggak ada yang sempurna pasti ada ee resiko-resikolah gitu. Terus ini juga yang menurut saya perlu disampaikan ke publik. Seorang presiden mengatakan, “Ya itu nanti bagaimana? Novanto kan orang kuat. H sendirian aja kuat. Reza Hali juga orang kuat. Nah, kalau bersatu kata Pak Presiden ini presiden yang bilang presiden.” Kata Presiden Pak Jokowi. Yes. Ee saya tidak pernah sampaikan di publik ya dan ini perlu disampaikan karena barangkali momentum bagi Pak Prabowo untuk betul-betul berprisi. Engak karena ini forum terus terang. Iya. Iya. Memang tidak perlu, tidak ada yang kita sembunyikan, Masman. Ya, dilanjut Mas. Jadi, jadi saya merasa kalau seorang kepala negara itu kan pimpinan tertinggi, Munya tentara, punya polisi, punya intelijen, punya kesasaan, terus menyikapi dua orang sumber masalah dari republik dengan cara seperti itu ya bagaimana lagi gitu ya. Tapi saya minta kesimpulan apakah akan diteruskan mohon arahan atau bagaimana? Ya teruskan saja kan sudah terlanjur di MKD kan. Hm. Terus azan datang, pertemuan selesai dan diteruskan itu. Tapi saya mulai melihat signal bahwa tidak seperti pertemuan pertama presiden mulai berubah pikiran terhadap mulai. Iya. Termasuk e saya potong ini mumpung saya punya ingatan. termasuk pada waktu itu upaya-upaya menyelamatkan Setian Nuvanto itu tidak hanya lewat istana tapi lewat Mahkamah Konstitusi. Anda ingat kan Novanto tuh kan sudah tersangka, sudah yakin sekali Jaksa Agung Pak Prasetyo waktu itu sudah masuk ini. Tapi tiba-tiba bukti-bukti itu diuji lewat MKP bahwa rekaman yang tanpa izin itu tidak bisa menjadi bukti. Bagaimana tindak pidana kok minta izin gak bisa kan kasus pemerintah saham ya. Iya terus oleh Mahkamah oleh Mahkamah Konstitusi ini dikabulkan kan orang jadi Setio Novanto jadi bebas demi hukum. MK sudah jaksa Agung sudah melepaskan lagi ketersangkaan Setian Nuvanto saat itu sehingga itu yang dijadikan alasan untuk tidak meneruskan ya. tidak hanya lewat presiden bahwa dia orang kuat, tapi juga saya curiga sekarang bahwa itu masuk ke MK. Karena waktu itu saya protes juga lewat media, gimana sih MK? Kok bukti pidana harus minta izin? Kan di jalan-jalan banyak CCTV juga tanpa izin. Kalau orang gitu kan saya kan bilang begitu di media waktu tapi oke putusan MK itu mengikat. selalu saya katakan putusan MK mengikat ya sudah ini demi konstitusionalisme kita MK sudah memutus tapi waktu itu saya sudah mulai curiga ini pasti main ke MK ni kalau saya masih di MK gak mungkin kayak gini dia k periode MK ketuanya siapa Pak itu waktu itu Arif Arif karena 2015 kan ya Mas Dirman itu ya 2015 Arif Hidayat Pak Arif Hidayat kalau diteruskan sedikit ya ee bagaimana pertalian tindakan semacam ini itu yang disebut mafioso itu dengan proteksi seorang pemimpin negara H yang menarik kan dia mundur dari ketua DPR H tapi kemudian difasilitasi untuk masuk lagi menjadi ketua golkar menjadi setelah setelah dari DPR habis itu kembali dan kembali memimpin DR dan itu tidak mungkin tanpa intervensi kekuasaan paling atas. Jadi ini yang saya maksud ee mungkin nanti sebelum kembali kepada soal maf ya i bahwa salah satu peninggalan Presiden Jokowi adalah kerusakan tata kelola, tata etika, tata negara yang menimbulkan segala macam kejahatan terpelihara begitu rupa gitu. Karena signal yang diberikan oleh pimpinan tertinggi ternyata dia melindungi orang-orang yang bermasalah gitu. Nah, ini menurut saya sejarah mesti mencatat dan tidak boleh hal ini dibiarkan dan Mas Jan menjadi saksi atas itu semua ya karena berada di dalam saksi ee terlambat terlibat. Heeh. Satu lagi barangkali dalam ini masih erat kait dengan soal maf ya. Menjelang selesainya audit itu kan orang ramai sudah menunggu kan. Saya dipanggil di dalam ruangan sudah ada dua menteri yang lain. Di situ kelihatannya sudah ada satu signal bahwa itu audit tidak boleh diteruskan. Maka saya ditanya di situ, “Itu bagaimana soal audit ee Petral gitu. sudah hampir selesai, Pak Presiden. Terus dua menteri yang lain diminta bicara kasih pendapat, “Jangan terlalu keras sama mafia nanti memukul balik kita gitu.” Terus ee dua menterinya kurang lebih ngasih pesan begitu. Saya ditanya lagi oleh Pak Presiden, “Gimana Pak Menteri soal ini?” Pak Presiden akhirnya akan terpulang pada Bapak tapi pertama Bapak sudah menyampaikan itu di kampanye. Bapak akan membereskan mafia persis. Yang kedua, publik sekarang sudah menunggu ee bahwa kita tahu melakukan audit atas PETRAL. Jadi sebetulnya ee ee sikap-sikap untuk ngerem gitu ya, memberikan signal bahwa ragu-ragu terhadap pembersihan ini sudah terbaca cukup lama dan ya puncaknya ketika muncul apa minta saham ternyata sikapnya seperti itu. Jadi akhirnya kan Setia Novanto itu masuk tapi bukan papa minta saham tuh kasus IKTP kasus lain gak bisa ngelawak. Oh iya masuknya karena kasus IKTP minta saham kita kecewa semua karena waktu itu sudah tersangka rakyat gembira ini akan mulai terbuka nih persis ee mafia ini siapa tiba-tiba Setian Fato dibebaskan oleh Mahkamah Konstitusi, dilepaskan dari segala hukum karena rekamannya katanya tidak tidak boleh kalau tanpa izin orang yang berbicara sehingga apa yang disampaikan oleh Mas Dirman itu dianggap ilegal Pak yaam karena bukan bukan aparat hukum yang merekam gitu ya Pak Maruf Samsudin yang merekam kalau itu saya bilang buang aja CCTV di jalan itu kan orang kejahatan yang sekarang sedang terjadi kan yang diduga kejahatan kan yang siapa diplomat itu kan sekarang CCTV-nya dibongkar dari detik ke detik detik ini ini detik ini ini kira iya semua bisa dibuka gak usah pakai izin kalau itu kalau kriminel itu kalau versi teman-teman KPK itu sebagian bercerita bahwa akibat kasus Peminta saham itu confident level di KPK naik gitu. He. Jadi ketika mengejar soal KTP itu mereka betul-betul ya ini mesti diselesaikan dan saya kira Tuhan berpihak pada kita sehingga yang menyelesaikan yang listrik itu dan itu yang benjol kayak bakso itu loh yang listrikelnya itu juga episode yang tidak bisa dilupakan undang-undang KPK yang lama Pak Agushan. Betul Mas. Saya mau lanjut lagi tentang ee sikap Pak Presiden Jokowi tadi yang Mas Dirman cerita dan mengagetkan kita sebenarnya itu bagaimana Mas Dirman melihat menilai Pak Jokowi di situ karena ee beliau ini menunjuk Anda sebagai menteri dan mengamanahkan membereskan mafia migas. Lalu ketika Anda membuka mafia migas Pak Jokowi justru kelihatan kalau gambaran tadi itu marah. Berarti bukankah Pak Jokowi itu bukannya tidak mendukung malah mungkin membiarkan Mas ya praktik maf nanti kita tanya Prof Mahfud ya lebih lama saya minta Mas dulu saya masih ingat sidang kabinet pertama ee setelah membuka itu 28 Oktober 2014 setelah membuka dengan salam selamat pagi dan sebagainya terus kalimat arahan pertama dari Presiden adalah saudara-saudara yang hari ini masih menjadi pengurus partai silakan mengundurkan diri gitu. Hm. H itu pengurus partai. Dan kami di sisi kiri ada seorang menteri yang kebetulan kenal lama sisi kan kami saling nendang kaki boleh juga nih kawan gitu ya. Jadi bikin tahu menteri sebelah kiri kanannya itu siapa? Bisa disebut sebelah kanan saya Bu Susi sudah jadi sejarah gak apa-apa. Oh Bu Susi sebelah sini sebelah kirinya Jonan gitu. Oh iya iya tiga-tiganya tiganya ya. Apresiasi apresiasi. Apresiasi. Oh, ini kalau gitu kabinetnya mau ke betul gitu. Itu berarti rapat kabinet pertama di Presiden Jokowi periode pertama. Betul. Jadi memang suasana waktu itu kan suasana reform kan masih ingat kita masih ingat seluruh menteri katanya dicek dulu ke KPK bahkan masuknya saya sebagai menteri karena yang dicalonkan itu diabilosme oleh KPK dan akhirnya muncul nama siapa paling belakang gitu. Jadi menurut saya memang ada pergeseran sikap, perubahan sikap. H ketika awal sebagai figur yang sangat populis ee disebut bukan datang dari kalangan elit. Iya. I terus tidak punya beban terhadap masa lalu. Dan beliau ini kan bukan elit Jakarta kan. Jadi pertemanan yang sifatnya bisnis segala macam itu enggak ada. Jadi kita yakin bahwa akan ada. Terus satu lagi nih contoh saya tulis dalam satu artikel itu hebatnya beliau itu misalnya jalan dari Lampung dituliskan ke Palembang terus ke Aceh gitu. Menteri yang ada keperluannya di Lampung sampai Lampung suruh pulang lu kerja enggak usah lagi lanjut enggak usah ikut. Itu kan satu apa ya luar biasa ya luar biasa gitu. Ee e nanti yang hanya keperluannya di Aceh terbang langsung aja sendiri enggak usah ikut rombongan ketemu di Aceh gitu. Betapa efisien saya tulis luar biasa. Jadi semua tanda-tanda bahwa kita ini akan punya pemerintahan yang baiklah itu di awal muncul tapi kelihatannya ya nanti kita tanya pada the wise man gitu ya. P jawab kelihatannya ketika mulai menyadari bahwa eh kekuasaan itu ternyata besar ee itu makin hari makin ee makin tidak punya apa ee pattern yang yang jelas. Yang paling saya ingat adalah ketika akhirnya pemerintah memutuskan membubarkan komite ASN, Prof. Hm. KASN. Ya, KASN. Padahal komite ASN itu adalah dalam undang-undang disebut sebagai penjaga meritokrasi gitu. Dan berkali-kali disucapkan oleh Paluhud di dalam ee forum-forum itu sudah tunjuk saja itu langsung itu kemauannya presiden apa namanya otoritasnya presiden. Jadi segala rambu-rambu yang membuat governance ini bisa bekerja itu pelan-pelan mulai di dibuang dibabat semua ya. Jadi seperti mobil spionnya dibuang, sepedometernya dimatikan, ee remnya kalau perlu dicopot supaya bisa bisa ngebut. Itu pandangan saya mengenai ee Pak Jokowi dan sampai setelah selesai kan kita terus ngikutin ya. Ee ya makanya kita sayang bahwa ada masa kemasan yang harusnya kita nikmati tapi karena instrumen bernegara tadi dirusak ya jadinya seperti ini. Nah, minta pandangan Prof. Boleh gimana Pak Melanjutkan tadi pertanyaan di periode dua? Iya. Gimana kita Pak Mahfud kan menemani di periode kedua. Iya iya kita dulu memang penuh harap kepada Pak Jokowi. Saya periode pertama itu kan dukung Prabowo. Saya ketua timnya. Oh iya. Bukan karena yang satu lebih baik satu lebih buruk. Menurut saya. Saya pada waktu itu pendekatannya Pak Prabowo kan pendekatannya tegas kepada struktural ya. Pokoknya pejabat ini jangan ini ini harus dibersihkan dari Nah Pak Pak Jokowi itu populis rakyat kan. Nah, Pak Jokowi yang menang ya sudah sudah menang gitu. Dan kita berharap pada waktu itu apalagi pada waktu-waktu pertama itu tadi pokoknya nanti ee KPK itu harus kuat. Saya tambah kalau saya anggaran berlipat 10 kali lipat anggarannya penyidiknya akan diangkat 1000 orang gitu. Akan diperkuatlah 1000 orang yang waktu itu kata apa hari-hari pertama jadi presiden dia kan tidak pakai mobil kepresidenan. mau pakai e alfa apa kijang apa gitu ya gak mau dia tapi akhirnya Pak ini terbang dengan pesawat pakai pakai ekonomi tidak di bisnis ya awal terbang pesawat Singapura anaknya wisuda pakai ekonomi pakai pakai apa namanya kelas umum bukan pesawat ke presiden. Kita berharap wah ini bagus nih presiden. Kira-kira kayak Ahmad Jab di Iran sangat sederhana juga pembawanya. Ini ada harapan. Tapi begini lama-lama lalu bergeser ya seperti tadi pertama katakan ketua parpol harus mundur kabinet kabinet tidak masuk parpol. Tapi rapat pertama dikatakan berikutnya ternyata malah orang-orang parpol semua yang masuk. Apa yang terjadi? Begini menurut saya. Pak Jokowi ini orang yang sangat lugu bersih ketika di Solo. Tidak punya pengetahuan tentang pemerintahan dan itu bagus kita isi sambil jalan gitu. Tapi ternyata yang ngisi itu lingkungan-lingkungan kerjanya itu kayaknya kayaknya orang-orang yang tidak punya etikat baik h terhadap negara ini. Sehingga Pak Jokowi dibisiki Pak, Bapak ini panglima tertinggi TNI. apapun Bapak katakan TNI pasti ikut. Ada lagi masukan Bapak, Bapak itu e atasan KOLRI. Kalau Polri macam-macam, Bapak pegang aja kepalanya, Bapak yang nentukan. Nah, di situlah kemudian Pak Jokowi niatnya baik, saya berkuasa. Tapi lama-lama ini bergeser yang masuk ke lingkaran-lingkaran itu mafia yang membisiki. Sehingga semua KASN tadi dirusak TNI. Lalu seperti itu ee kapolri dua kali dua kapolri itu lompat angkatannya luar biasa tuh melewati ee empat atau lima angkat dan itu merusak dulunya orang gak ngerti bahaya kekuasaan orangnya jujur gitu ya pastilah pada waktu itu ya ee ini ee rakyat ingin yang pimpin yang tumbuh dari rakyat inilah orangnya Pak Jokowi inilah orangnya sehingga tadi orang mau jadi masuk kabinet harus lewat KPK dikasih stabilo biru, merah kuning gitu macam periode pertama yang kedua sudah enggak ada lagi ya. Nah, yang kedua itu sudah mulai kuat tapi isu-isu korupsinya masih nak gak ada gak muncul kayaknya cuma sudah mulai anu ini gitu ya. Karena saya punya pengalaman juga mulai e awal-awal periode kedua itu kalau diskusi bagus dengan saya masalah-masalah penegakan hukum yang yang taruhlah anggaplah ee agak ee fenomenal. Oh, kok bisa ini terjadi? Itu didiskusikan dengan Pak Jokowi misalnya kasus apa? Kasus ee pencucian uang di Kementerian Keuangan. Hm. Iya. Pajak 349 triliun. 349 triliun itu orang enggak percaya semua. Saya datang ke Pak Jokowi, “Pak, ini loh, Pak, yang dimaksud pencucian begini ini agregat ini begini dan ini buktinya dari waktu ke waktu ada.” Oh, teruskan aja Pak Mahfud. H makanya saya terus ke DPR karena itu aturan kata kasus Sambo Pakud mendobla kasus Sambo dobla juga Pak Jokowi juga atas atas izin Pak Jokowi ee ee pelanggaran HAM berat yang kemudian mencari jalan tengah sebelum ada jalan sesuai dengan undang-undang yang sekarang kita perhatikan korbannya dulu gak usah pelakunya korbannya dulu kita tolong itu diskusi dengan dia masuk semua didukung Pak Jokowi tapi kemudian di samping itu ada yang di luar ada kelompok lain ya ada kelompok lain He. Misalnya ketika mulai muncul isu he periode perpanjangan presiden ketiga itu kan munculnya baru di bulan April tahun 2022. 2022 April ini kalau main kopol hukamnya bukan beliau mungkin lewat semua. Iya lewat semua itu lewat semua itu tiba-tiba ada apil kepala desa se-Indonesia mau memperpanjang jabatan Pak Jokowi gitu kan. di situ ada Pak Tito hadir, ada Pak Luhud. Kemudian disambung dengan pernyataan-pernyataan para menteri bahwa ini penting. Pak Mfut enggak diundang waktu itu? Gak. Oh oke sudah tahu. Sudah tahu kalau kelompok yang ini hadir agak repot. Terus itu kan terbawa kan masyarakat bahwa ini akan ada perpanjangan 3 periode. Tapi ada juga yang masyarakat menular itu gak boleh termasuk Bu Mega ee sangat keras gak boleh. Pak Joko, Pak, Pak SB juga gak setuju meskipun tidak sekeras Bu Miga. Nah, akhirnya saya pilih jalan samping, Pak. Jalan samping ini ada menteri enam atau tujuh yang sudah kampanye tiga periode. Tiga periode. Saya datang ke Pak Jokowi. Bapak, benar Bapak ini ada isu di luar Bapak mau tiga periode. Ee kalau benar itu kebijakan Bapak nanti ya bagaimana nih cara ngaturnya? Dia spontan Pak Jokowi bilang begini, “Mana gak Pak Mahfud?” saya kan sudah bilang ada menteri nam entar dulu habis itu dipanggil oke empat mata saya minta ketemu di istana Bogor dipanggil saya kan sudah bilang siapa yang ingin yang bilang saya ee memper jabatan itu menampar muka saya mencari muka ke saya atau apalag itu sudah jelas loh Pak kalau sudah jelas nanti Bapak jelaskan ee sendiri gitu terbuka begitu keluar dari istana Karena saya jumpa pers. Jumpa pers itu bohong tuh semua. Saya bilang orang yang mengatakan Pak Jokowi saya baru ketemu sendiri Pak Jokowi gak mau. Saya bilang kelompok penyanyi itu jadi ciut itu. Iya meskipun orang tahu Pak Jokowi itu kalau dengan saya beda beda cara mengatmen dengan orang ini beda. Tapi saya pura-pura gak itu bohong. Pak Jokowi itu baru merintahkan saya manggil kabin, manggil Menteri Keuangan Mopol Hukam, manggil Pak Tito agar segera disiapkan pemilu 2024 dengan sebaik-baiknya. Kan itu yang katakan saya tahu ada jadi berbeda Pak di media itu kelompok ini mengatakan mengatakan tidak gitu. Menteri itu berkampanye lain enam menteri kan itu ya saya kan gak ini ini Pak Jokowi saya bilang. Nah akhirnya mundur kalau gitu diperpanjang 2 tahun kan begitu kan. W alasan habisovid lawan lagi jedet gitu. Sehingga artinya apa? Di Pak Jokowi itu ada kamar-kamar, kamar-kamar logik dan masing-masing treatmentnya beda-beda ya. Mentreat ini begini caranya, mentreat ini begini caranya. Karena dengar saya lancar-lancar aja tuh, Pak. Setiap saya usul itu bagus gitu. Teruskan Pak Mahfud gitu. Bahkan termasuk Undang-Undang Perampasan Aset kan ngumumkan sendiri beliau sayang dampingnya kan. Pokoknya saya minta DPR segera undangkan undang-undang perampasan aset. dan bahkan disebut dua e itu pembatasan belanja uang kartal kan ee artinya terhadap diskusi diskusi dengan menteri itu karena saya sering ketemu sering dipanggil secara berdua atau bertiga dengan Pak Pratikno gitu ya. ini kita kita terpaksa membahas Pak Jokowi, Pak Mahfud karena karena soal mafia migas tadi yang tadi berawal dari itu amanah dari Pak Jokowi gitu ya, Mas. Mas Dirma, saya lanjutkan lagi sedikit ke ee ke Reza Halid. Orang ketika ee Reza Khalid disebut namanya mau dipanggil di MKD enggak bisa, di kejaksaan juga tertutup gitu ya. Bayangan publik orang ini bermasalah tapi kuat sekali sehingga tidak tersentuh hukum. Tapi lalu kemudian dia muncul di di beberapa acara. Acara partai dia ada, acara kepresiden dia ada. Itu artinya memberikan gambaran bahwa dia enggak berhenti sebagai tokoh di balik layar atau tokoh utama memainkan. Iya. Nah, Mas Dirman melihat eh Pak Riza Khalid berani seperti itu karena mungkin merasa bahwa kepala negara tidak mempersoalkan. Bahkan mungkin dia menjadikan itu sebagai backup-nya, dibackingi oleh oleh pemimpin, oleh kepala negara, oleh orang tertinggi di negara. Ini dulu kan tugas saya pertama setelah lulus sekolah kan jadi auditor. Oke. Di BPKP. Kalau auditor tuh mengenal istilah namanya control environment, lingkungan pengendalian. Lingungan pengendalian. Lingkungan pengendalian itu isinya adalah sikap pemimpin, value-nya pemimpin, he tindakan-tindakannya dalam mengangkat orang. Siapa yang diangkat, siapa yang diberhentikan. orang seperti apa yang ada di sekitar dia sampai pada SOP dan anulah bisnis proses itu yang saya lihat dari suasana sekarang adalah lingkungan pengendalian makronya itu sedang terus melorot gitu. Oke. Sehingga tadi kan sebetulnya pada waktu memutuskan ini bukan nostalgia dipecat enggak. Tapi kalau dua orang sedang bertempur oleh satu urusan begitu ya, kemudian yang lagi memperjuangkan kebenaran dikeluarkan tapi yang sumber masalahnya dibiarkan ada di sekitar itu. Itu kan pesan pada publik sebetulnya value seperti apa yang sedang berlangsung gitu. Nah, itu yang membuat para pelaku kejahatan korporasi, para pelaku yang ganggu Pertamina Bu itu menjadi lebih konfiden karena oh ternyata bisa hidup bersama mereka ber dan situasinya memungkinkan untuk justru orang-orang yang ternyata orang-orang yang lagi lagi meluruskan itu dikeluarkan dari sirkel karena itu artinya memang tidak suka penertiban ini gitu. Jadi ee saya tidak tahu apakah Undang-Undang KPK itu direvisi zaman Pak Mahfud atau sebelumnya. Sebelum sebelumnya ya itu juga satu ekspresi kan mau apa gitu dan ternyata sukses tuh melalui proses yang sangat cepat i direvisi, dilemahkan segala macam. Jadi semua tindakan-tindakan yang akhirnya tidak ada pemihakan pada penguatan tata kelola yang ada adalah sebaliknya gitu. Nah, dalam kasus Reza Khalid ini saya kira dia hidup dan terus berada di sekitar kekuasaan karena bahasa memang saya kira bukan hanya membiarkan tapi mungkin membutuhkan topangan. Mungkin membutuhkan topangan topangan karena memang secara ekonomi kan kuat sekali gitu. Kuat sekali. Nah, itu yang yang mungkin nanti bisa dibuktikan kalau tindakan mentersangkan diteruskan dengan ditangkap, dibawa pulang, diadili. Kalau akhirnya misalnya Rezali bisa dibawa pulang dan pemaksaan menyidik, apa yang menurut ee Mas Dirman sebagai orang yang tahu seperti apa mafia itu bekerja yang perlu dibuka di situ dan misalnya harus menyebut nama siapa? Nah, peran-peran peran mana yang harus dia sebutkan supaya untuk menghentikan kalau betul serius kejaksaan dan Pak Prabowo ingin menghentikan mafia migas ini? ee ini yang harus kita katakan sebagai ujian kepemimpinan dari presiden baru ya. Karena pasti tidak sederhana dan orang yang survive sepanjang waktu itu pasti punya ikatan-ikatan ee dengan sejumlah petinggi-petinggi politik. politik. Jadi kalau pengadilannya mau dibuka dengan setransparan mungkin, bisa saja RAL itu akan menyanyi, saya memberikan ini pada sini, menyumbangi ini pada sini segala macam tokoh ini. Jadi, jadi itu sesuatu yang menurut saya delikate. Ee karena itu saya memprediksi nanti kita tanya Prof. Mahfud ee tidak mudah ini menyelesaikannya. Yang saya khawatir adalah yang kita patut khawatir adalah kalau tekanan kepada desa ahli itu atau penersangkaan ini di diperlakukan sebagai tekanan saja. Tekanan supaya kemudian bisa bernegosiasi dengan penguasa yang baru. Karena ini kan siklus begitu siklus 5 tahunan kan. Iya iya iya. Tahun 2009 mau diberesin enggak jadi. Terus 14 mau diberesin muncul lagi gitu ya. Jadi ada ada ruang negosiasi di situ dengan sejumlah orang. kita begitu kembali bukan kita tidak suka ada orang berniaga dan sukses kemudian kaya raya tapi ayo berniaga tapi berniagalah se fair mungkin sehingga tidak merusak sistem yang rusak kan ini tidaknya sistem ada anak-anak muda Pertamina yang masuknya sudah susah payah tapi kemudian menjadi tersangka ramai-ramai itu saya menurut saya kita sendiri juga jadi nah ini pandangan Prof gimana mengenai situasi ini iya Pak Mahfud apa Pak em ee kita melihat sejauh ini kej Kejaksaan seperti apresiasi Pak Mahfud kan serius ya apalagi kalau misalnya bisa ekstradisi ke sini lalu disidang ekspektasi Pak Mahfud yang diharapkan dari dan mungkin Pak Prabowo juga karena orang mengatakan Pak Mahfud bilang enggak mungkin berani mentersakakan tanpa izin Pak Prabowo apa dalam bayangan Pak Mahfud sekarang iya agak sulit membayangkan e penersangkaan ini kalau tanpa izin dan pemberitahuan lah diaksagung tidak harus minta izin itu secara yuridis dia bisa tindak pidana tapi dalam praktik gak mungkin ee tanpa memberitahu presiden kalau menyangkut kakap besar seperti Reza Khalid. Apalagi Reza Khalid itu dulu dulu saya kan ketua timnya Pak Prabowo 2014 itu tim suksesnya. Oh sempat masuk di tim. Iya saya tidak tahu yang mana Riza Khalid. Sampai sekarang gak pernah ketemu rasanya sih. Tapi orang bilang Pak Mafut ada fotonya sama Riza Khalid kok kumpul sama orang gitu. Enggak ada foto loh. Yang mana C bilang C gak tahu enggak merasa pernah ketemu langsung ya? Enggak enggak pernah jadiak perah. Tapi foto-foto di koran ada. Sesudah dia timbul menjadi buron itu. Oh, ini orangnya. Lalu dulu ada fotonya. Memang saya kan tidak tahu dia Riza Khalid. Artinya dia punya kedekatan sendiri. Oleh sebab itu saya berharap kalau Pak izin Pak Prabu sudah mengizinkan ini dan membiarkan Jaksa Agung bahkan sudah sekaligus dikawal oleh TNI kan. Iya. Iya. Menurut saya mudah-mudahan ini tidak tidak dijadikan momentum oleh siapapun untuk pindah kepemimpinan kemafiaan di minyak ini. Berganti pemain, berganti pemain misalnya muda. Karena ini yang dikhawatir sama jangan-jangannya hanya karena ganti pemerintah baru lalu pengin ada pemain baru gitu. Itu bisa ee apa namanya? Bisa saja terjadi. Ee itu doa kitalah. Tetapi saya juga heran loh, Pak itu. Iya, Bro. di Pertamina itu kayaknya memang tempat orang sulit berbuat baik ya. Itu tadi anak orang-orang baik, orang-orang baik tadi jadi tersangka. Saya punya ee dua nama tapi gak usah saya sebut orangnya nih sebelum jadi Dirut Pertamina baik saya kenal baik orang itu sahabat Pak Mahfud. sahabat saya, sahabat saya yang satu saya kenal dari dari media, kenalnya ya begitu-gitu akhirnya di penjara juga. Saya sudah dipertaminnya ada teman saya bagus sekali berhasil ee memajukan BUMN di sebuah daerah di Jawa Timur. Bagus sekali. Lalu ee sesudah itu masuk ke Pertamina karena baiknya. Nah, sesudah di dalam saya dengar banyak kasus-kasus di lapak itu. Teman Bapak itu katanya, “Waduh, dulu sebelum masuk nyembah-nyembah minta ketemu ini ketemu itu, Pak. Saya sudah ini sekarang ditelepon aja gak mau dan kasusnya banyak tuh main-main uang si asar dan sebagainya dan sebagainya gitu. Sehingga saya pikir Pertamina tuh harus gimana caranya ya agar ya karena orang baik-baik masuk ke sana harus meskipun itu bukan hanya di Pertamina hakim juga yang baik-baik dulunya banyak sesudah masuk ke pusat dekat-dekat pusat kekuasaanut ya. Jadi jadi ketangkap juga hakim-hakim yang dipilih ee apa namanya oleh DPR lah karena pertimbangan perilakunya baguslah sesudah masuk Jakarta rusak juga ternyata. Karena di sini banyak. Tapi ini enggak boleh menghalangi anak-anak muda hebat-hebat masuk pertaminal Pak mereka ketakutan. Iya. Pasti banyak yang hebat-hebat di dalam masih tetap on the track mereka ya masih selamat. Tetapi maksud saya pertamin ini kasus kan bersambung-sambung enggak boleh selesai dan selalu orang-orang yang tadinya baik ini menjadi rusak. Begitu. Mas Dirman. Dalam kondisi hukum kita yang masih karut-marut seperti sekarang, lalu tata kelolanya masih centang berenang, apa jadinya yang diharapkan yang bisa kita lakukan oleh misalnya orang-orang yang dari kalangan ee akademik gitu ya, civil society untuk terus membenahi negeri ini. Iya. Eh, sedikit komentar Sol Pertamina itu ee saya mendiri SDM terus terjadi pergantian direksi kemudian mereka bikin retrat direksi dan komisaris. Saya datang diundanglah. Saya ingat salah satu kalimat saya itu begini, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, bisa enggak kita memberhentikan sindrom Ken Arok di Pertamina? Heeh. Jadi ada suasana kalau sudah jadi VP kepengin segera jadi SVP. Begitu jadi SVP kepengin segera jadi direksi. Begitu jadi direksi pengin segera jadi diut. Kadang-kadang dengan mencelakakan kawan kawan. Tapi yang lebih penting adalah saya bilang Pertamina ini sering menjadi killing field bagi orang-orang baik. Persis seperti Pak Mahfud tadi. Beri benarnya. Jadi orang yang tadinya bagus, jujur, begitu masuk melihat sebesar itu volumenya jadi seperti mabok, seperti ee pekilangan keseimbangan. Pekilang keseimbangan. Sebagai contoh ee saya pernah di rut pindat kan, Mas? Iya. He Prof. Itu investasinya pindah setahun R50 miliar. Itu sudah toplah. Tapi mari kita lihat Pertamina CSR-nya saja. Pada waktu saya di sana itu setahun kalau 2% dari keuntungan itu sama dengan 600 miliar gitu. Astaga. Jadi JSR JSR jadi bagaimana yang dari pengadaan 1, sehari? Jadi volume transaksi itu memang melimpah ya terlalu menggoda. Jadi memang begitu sampai ke ketinggian tapi terutama sebetulnya karena itu ee intervensi dari kepentingan-kepentingan luar yang lebih tinggi tinggi yang yang membuat mereka kadang baik orang-orang baik harus lebi orang baik harus berbuat jelek. Nah sekarang bagaimana ngelihat situasi? Iya mungkin agak jauh tapi saya ingat ingat cerita kaisar Jepang ketika selesai di bom sekutu kan. He. Yang dicek adalah coba dicek jumlah guru berapa. Heeh. Itu artinya pendidikan, Mas. Hm. Jadi menurut saya yang sekarang perlu kita lakukan adalah orang-orang seperti Prof ini harus terus membina yang muda-muda. Ee ibaratnya itu kalau ini adalah suatu kebakaran, kita tidak mungkin terus-menerus mengejar apinya, tapi bisa membuat cincin untuk mencegah lebih meluas lagi. Nah, yang saya lakukan sekarang ini lewat IHN, Prof. juga pernah mengisi di forum itu Institut Harkat Negeri. Harkat Negeri itu mengajak teman-teman Buddha berproses ee memikirkan kepemimpinan, memikirkan aspek-aspek kenegaraan. ada beberapa program training termasuk trisectolis program, kemudian ada kelas kepemimpinan itu kalau kita terus melakukan apa ee katakanlah edukasi ya kepada kawan-kawan muda, mungkin salah satu yang bisa kita kerjakan dan ee memang hasilnya tidak akan sekarang, tapi selalu persiapan-persiapan bagi masa depan itu menurut saya penting untuk dilakukan dan pendidik seperti Prof Mahmud saya kira akan punya pengaruh lebih besar kalau kita bisa menjangkau anak-anak muda itu. Pakud ya sama. Tapi pendidikan itu kan perlu waktu. Iya. Investasi lama waktu lama. Jadi memang pendidikan harus ditata. Lalu kita juga harus banyak melakukan diseminasi tentang apa konsep-konsep pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Tapi pada waktu yang sama juga proses penegakan hukum itu harus harus dilakukan. Tidak harus menunggu orang-orang yang Iya. Jalan bareng. He. Taruhlah ini yang sekarang ada itu semuanya kan produk pendidikan supaya menyadari aja. Iya. Sekarang nah yang masih yang masih digodok di kawah candra di muka pendidikan tuh kita bekali gini sehingga sampai lihat janganjangan seperti itu gitu. Jangan jadi seperti itu gitu ya. I kayaknya kayak orang Jepang itu kan tidak langsung sembuh kan waktu itu kan masih perlu bantuan luar negeri juga sampai akhirnya dalam waktu tidak terlalu lama karena komitmennya pada kejujuran pendidikan yang benar itu Jepang menjadi negara yang sangat maju. Oke cukup saya kira Pak AFud Pak Sudirman thank you Mas terima kasih kasih banyak. Oke, Pak Sudirman dan para pemirsa. S terima kasih. Sekian dulu untuk minggu ini. Kita akan jumpa lagi nanti dalam kasus berikutnya atau dalam ee podcast Terus Terang Pekan Depan. Jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia. Jika ada ketidakadilan, mari kita perbaiki. Selesai.
Raja minyak Riza Chalid akhirnya ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi Pertamina.
Terus Terang episode ini, Mahfud MD kedatangan tamu spesial, Sudirman Said, Menteri ESDM era Jokowi-JK yang membongkar kasus Papa Minta Saham dan mengusulkan pembubaran Petral, yang semuanya ditengarai melibatkan Reza Chalid. Jokowi berang, Sudirman akhirnya dipecat oleh Presiden.
Apa peran sentral Riza Chalid dalam praktik lancung tata kelola dan mafia migas saat itu? Adakah kaitannya dengan Jokowi?
______________________________________
#terusterang #terusterangmedia #terusterangmahfudmd #korupsi #hukum #mafiamigas #migas #mahfudmd #sudirmasaid #rizachalid #jokowi #prabowo #pertamina
______________________________________
Info konten terbaru, saran serta masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD https://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1
Isu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/
Konten ini diterbitkan oleh: PT TERUS TERANG MEDIA