🔴JELAS KETAKUTAN!! Pelatih Malaysia U-23 NGOMONG GINI Usai Timnas U-23 Bantai Brunei (8-0) Piala AFF
Maulana kembali Ahmad Maulana dan syuting Maulana Ahmad Maulana oh Doni Doni Don mungkin Indonesia adalah satu pasukan favourite untuk menjuari kejuan ini kerana kita tahu tekanan dan cabaran daripada pasukan Indonesia. [Musik] Begini pernyataan pelatih timnas Malaysia U-23, yaitu Nafuzi Zain yang mengaku terkejut usai timnas Indonesia U-23 berhasil bantai Brunei Darussalam U-23 dengan skor 8-0 di pertandingan pembuka Piala AFF U-23 tahun 2025. Pelatih asal Malaysia tersebut tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas performa luar biasa skuad Garuda Muda di laga tersebut. Dalam wawancaranya, pelatih Malaysia U-23 yaitu Nafuzi Zain secara terang-terangan mengakui bahwa ia benar-benar tidak menyangka timnas Indonesia U-23 mampu tampil sedominan itu. Jujur saya sangat terkejut bahkan terpanah. Skor 8-0 bukan angka yang biasa di turnamen antarnegara. Itu mencerminkan betapa jauhnya kualitas permainan Indonesia dibanding Brunei. Tapi bukan hanya soal skor, yang lebih menakutkan adalah bagaimana cara mereka bermain. Salah satu hal yang paling membuat pelatih Malaysia U-23 gelisah adalah penampilan gemilang striker muda Indonesia, James Ravens yang mencetak en gol dalam satu pertandingan. Pemain yang sempat merumput di Eropa itu menunjukkan kelasnya dan benar-benar menghancurkan pertahanan Brunei. Saya belum pernah lihat striker U-23 Asia Tenggara seproduktif itu dalam satu laga. James Ravens bukan hanya tajam tapi juga pintar. Pergerakannya sulit dibaca. Jika kami tidak menemukan solusi dalam beberapa hari ke depan, saya takut ia bisa mencetak banyak gol ke gawang kami juga. Namun bukan hanya James Ravens yang menjadi perhatian. Gaya main tikitaka ala Indonesia U-23 yang diterapkan oleh pelatih asal Belanda, Gerald Vanenberg, benar-benar membuat pelatih Malaysia itu kagum sekaligus cemas. Permainan mereka seperti Barcelona, Era Guardiola, penguasaan bola 84% di level timnas U-23 Asia Tenggara itu luar biasa. Mereka bukan hanya memegang bola, tapi tahu ke mana harus bergerak, kapan menyerang, dan bagaimana memanfaatkan celah. Timnas Indonesia U-23 memang tampil sangat dominan dalam laga kontra Brunei. Dengan penguasaan bola mencapai 84% dan intensitas serangan tinggi sepanjang laga, Brunei Nyaris tak diberi kesempatan berkembang. Bagi pelatih Malaysia, hal ini menjadi alarm keras jelang laga hidup mati menghadapi Indonesia pada 21 Juli 2025 mendatang. Yang menambah kecemasan pelatih Malaysia U-23 yaitu Nafuzi Zain adalah kenyataan bahwa di hari yang sama timnya justru tumbang dari Filipina U-23 dengan skor 2-0. Hasil ini membuat moral tim harimau muda goyah. Apalagi mereka akan menghadapi tim Indonesia yang sedang on fire. Kami baru saja kalah dari Filipina dan jujur itu pukulan yang berat. Tapi yang membuat kami benar-benar takut adalah fakta. bahwa Indonesia berada di level yang berbeda. Jika kami tidak berbenah cepat, bukan tidak mungkin kami dibantai juga seperti Brunei. Bahkan pelatih Malaysia U-23 bahkan menyebut bahwa level permainan timnas Indonesia U-23 sudah bukan lagi level Asia Tenggara. Saya harus akui Indonesia U-23 di bawah Gerald Vanenberg bukan tim yang hanya unggul di kawasan. Mereka sudah layak bersaing di level Asia. Mereka terlalu rapi, terlalu kompak, dan terlalu dominan untuk ditaklukkan dengan cara biasa. Begini jalan pertandingannya. Timnas U-23 Indonesia menang atas Brunei Darussalam dengan skor 8-0 berkat 6 gol James Raven yang kemudian terpaksa bermain walau kram. Timnas U-23 Indonesia membantai Brunei Darussalam untuk memuncemen grup Asean Cup U23 2025, Selasa, 15 Juli tahun 2025. Skuad Indonesia lebih dulu mendengar kabar kekalahan Malaysia dari Filipina dengan skor 0-2 pada laga pembuka grup A sore tadi. Garuda Muda dipertemukan dengan tim terlemah pada laga pertama, James Reven dan kawan-kawan tidak memberi ampun. Pelatih Gerald Vanenburg meninggalkan formasi tiga bek yang diterapkan Patrick Clovert dan Shintaong. Perubahan besar dilakukan di sektor kiper di mana Cahya Supriadi dicadangkan dan Vanenburg lebih memilih Muhammad Ardiansyah. Di sektor bek tengah, Muhammad Ferrari masih menjadi andalan dengan ban kapten. Kali ini ditemani nama baru Brandon Shoineman. Babak pertama berakhir dengan keunggulan selusin gol berkat quintrick penyerang Gres Bali United kelahiran Belanda. 7-0. Reven melakukan berbagai jenis finishing dalam lima gol tersebut. Dari kaki kanan, kaki kiri, titik putih yang kurang hanya gol dari kepala. Pada kickof babak kedua, Vanenburg langsung mengganti empat pemain. Yardan Yavi, Firman Juliansyah, dan Altaf Indi mendapatkan reward setelah bermain reguler di Liga 1 musim lalu. Sedangkan Frankie Misa bermain di Liga 2. Sayangnya, pergantian tiga personil di lini serang itu langsung menurunkan kualitas passing, crossing, dan finishing Indonesia. Lebih sedikit peluang tercipta dan jauh lebih sedikit gol yang terjadi. Gol tambahan tercipta pada menit ke-62 ulangan gol keempat saat Muhammad Ferrari melepas umpan lambung yang direbut Raven mengalahkan bek mungil Brunei. James Raven hanya mendorong bola agar memantul melewati kiper dan sapuan bek Brunei hanya terlambat beberapa cmer. 8-0. Terdapat pemandangan tidak mengenakan pada akhir babak kedua saat Reven terpaksa menetap di lapangan walau hanya bisa berjalan kaki dan tidak mampu mengejar bola. Hal itu lantaran Vanenburg sudah melakukan pergantian lima pemain sehingga tak ada kuota untuk menarik keluar Ren. Indonesia bisa tampil ganas kalainkan pemain utama tetapi level langsung menurun setelah pelapis diturunkan. [Musik] Berita kedua begini. Pernyataan pelatih Brunei Darussalam U-23 yaitu Aminuddin Jumat yang mengaku terkejut dengan permainan timnas Indonesia U-23 di pertandingan fase grup Piala AFF U-23 tahun 2025 antara timnas Indonesia U-23 melawan Brunei Darussalam U23 pelatih Brunei Aminuddin Jumat. Bukan hanya karena kekalahan timnya, tetapi karena penampilan luar biasa dari timnas Indonesia yang disebutnya sudah jauh meninggalkan level Asia Tenggara. Dalam konferensi pers pascalaga, pelatih Brunei tampak tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia dengan jujur mengakui bahwa skuad muda Garuda tampil dengan kualitas dan intensitas yang belum pernah ia lihat sebelumnya di kawasan Asia Tenggara. Saya tak bisa berkata-kata. Indonesia U-23 bermain di level yang berbeda hari ini. Mereka bermain dengan kecepatan tinggi, kedisiplinan yang luar biasa, dan pemahaman taktik yang sangat matang. Ini bukan lagi tim yang kami hadapi beberapa tahun lalu. Salah satu hal yang paling membuat pelatih Brunei terkejut adalah bagaimana pelatih baru Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenberg berhasil membentuk tim yang begitu solid dalam waktu singkat. Vanenberg yang merupakan legenda sepak bola Belanda baru saja diangkat sebagai pelatih kepala. Namun dampaknya sudah terasa begitu kuat. Saya tidak percaya ini adalah tim yang baru dibentuk oleh pelatih yang juga baru. Bahkan pelatih baru timnas Indonesia U-23 yaitu Gerald Vanenburg seperti sudah mengenal anak-anak ini selama bertahun-tahun. Formasi 422 yang ia terapkan sangat tak lazim di Asia Tenggara. Tapi dia berhasil membuat sistem itu hidup di lapangan. Formasi 422 yang diusung Gerald Vanenburg tidak hanya unik, tapi sangat efektif. Dua gelandang bertahan menjaga kedalaman, dua gelandang serang memberi tekanan, dan dua striker menjadi ujung tombak mematikan yang terus membuat barisan pertahanan Brunei dalam tekanan. Performa luar biasa. Timnas Indonesia juga tidak lepas dari duet mematikan di lini depan. Hoki Caraka dan James Ravens. Keduanya tampil penuh determinasi, cepat dalam transisi, dan mampu menciptakan peluang dengan kerja sama yang rapi. Saya harus akui Hoki Karaka dan James Ravens benar-benar luar biasa. Mereka saling mengisi, saling memahami pergerakan satu sama lain. Bek, kami benar-benar kewalahan terutama saat Indonesia melakukan serangan balik cepat. Serangan yang dibangun oleh kedua striker ini seringki dimulai dari lini tengah yang dikomandoi empat gelandang energik. Hal inilah yang membuat Brunei tidak hanya kesulitan bertahan, tapi juga kehilangan kendali atas tempo pertandingan. Empat gelandang timnas Indonesia yang turun sejak menit awal. Robi Darwis, Tony Firmansyah, Arkan Fikri, dan Victor Detan bermain begitu padu. Mereka menjadi fondasi permainan Indonesia bukan hanya dalam bertahan, tapi juga dalam membangun serangan dan menjaga ritme. Saya benar-benar kagum dengan empat gelandang mereka. Mereka bermain tanpa ego, semua tahu tugasnya. Roby dan Tony sangat kuat di pertahanan. Sedangkan Arkan dan Victor rajin membuka ruang dan melepaskan umpan-umpan terobosan yang sangat berbahaya. Tidak jarang kombinasi keempat gelandang ini membuat pertahanan Brunei harus bekerja ekstra keras. Beberapa kali mereka berhasil membelah lini tengah Brunei dengan umpan 1-2 yang cepat. disusul dengan pergerakan taktis ke area sepertiga akhir. Jika lini tengah adalah dapur serangan Indonesia, maka lini belakang mereka adalah benteng baja. Keempat bek timnas Indonesia, Brandon Shoineman, Kadek Arel, Muhammad Ferrari, dan Kakang Rudianto menampilkan permainan defensif yang disiplin dan taktis. Saya tidak menyangka akan begitu sulit menembus pertahanan mereka. Semua bek Indonesia bermain dengan fokus tinggi. Mereka sangat cepat menutup ruang dan beberapa kali melakukan penyelamatan penting di kotak penalti. Bahkan ketika Brunei mencoba mengubah strategi dan bermain lebih direct di babak kedua, pertahanan Indonesia tetap tangguh. Muhammad Ferrari dan Kakang Rudianto selalu sigap mematahkan bola-bola udara. Sementara Brandon dan Kadek aktif menjaga sisi lapangan dengan agresivitas tinggi. Namun puncak pernyataan Aminuddin Jumat datang saat ia mengakui bahwa Timnas Indonesia U-23 sudah melampaui level kompetisi Asia Tenggara. Ia menilai bahwa gaya bermain dan pemahaman taktik skuad Garuda Muda sudah setara dengan tim-tim Asia Timur atau Timur Tengah. Level mereka bukan lagi ASEAN. Tim ini bisa bersaing di Piala Asia U-23 dengan permainan seperti tadi. Saya rasa kita sedang melihat generasi emas Indonesia yang baru. Pelatih baru Timnas Indonesia U-23 yaitu Gerald Vanenburg membawa aura Eropa ke tim ini. Dia membentuk tim bukan hanya untuk menang, tapi untuk mendominasi, mengontrol, dan menampilkan sepak bola modern yang rapi dan memikat. Pujian yang dilontarkan oleh pelatih Brunei U-23 yaitu Aminuddin Jumat bukan hanya menjadi pengakuan atas kemenangan Indonesia tapi juga menjadi validasi bahwa sepak bola muda Indonesia sedang berada di jalur yang benar. Dengan kombinasi pelatih kelas dunia, pemain-pemain muda bertalenta, serta sistem permainan yang sudah mulai matang, timnas Indonesia U-23 tampak siap untuk menatap kompetisi yang lebih besar dari level Asia Tenggara ke panggung Asia bahkan dunia. Pertandingan melawan Brunei mungkin hanya langkah awal di Piala AFF U-23 tahun 2025. Namun jika performa luar biasa ini terus konsisten, bukan tak mungkin Indonesia akan menutup turnamen ini bukan hanya dengan trofi, tapi juga dengan status sebagai tim yang menakutkan di masa depan. [Musik]
———————————————————————–
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2023, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u20, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2023, hasil piala aff 2023, fifa matchday, piala aff, timnas u20, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, jadwal timnas indonesia, kualifikasi piala asia u20, piala asia u17, fifa matchday,
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo