MARCHINGBAND TNI GAGAH DI PRANCIS SEMENTARA JIRAN GAGAL ATRAKSI NETIZEN:KAYAK ANAK SD LAGI LATIHAN‼️
[Musik] Bro, kalau kita buka media sosial minggu ini, satu hal yang rameai banget. Marching Band TNI tampil gagah di Paris. Sementara marching Band Negara Tetangga malah viral karena lucu-lucuannya. Lu lihat sendiri dah, gua udah enggak kuat lihatnya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Malaka [Musik] sikit sikit [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Netizen langsung gas. TNI kayak Gladiator Internasional, yang satu lagi kayak anak SD baru latihan. Bedanya benar-benar kayak langit sama gorong-gorong. Di perayaan Bastil Day tanggal 14 Juli 2025 kemarin, marching band Taruna Akademi TNI dan AK tampil sebagai pembuka parede militer paling elite di dunia. Ini bukan pareda Agustusan di kelurahan ya, ini Bastil Day, ikon nasional Prancis disiarin ke seluruh dunia. Kontingen Indonesia bukan cuman numpang lewat, mereka tampil dengan formasi rapi, kostum full ornamen budaya, dan lagu Maju Tak Gentar yang langsung bikin merinding satu jalanan Syams Lise. Bahkan Presiden Macron sampai angkat jempol dan nyebutin Indonesia secara khusus. Gila enggak tuh? Nah, di saat Indonesia lagi naik daun, negara tetangga malah dapat sorotan karena hal sebaliknya. Banyak video beredar di media sosial nunjukin marching band Malaysia tampil berantakan di acara resmi. Ada yang formasi miring, ketukannya enggak sinkron, bahkan ada yang salah muter. [Musik] [Musik] Ah. [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Netizen langsung auto ngakak. Ini konser atau kaos kolektif? Ada video viral yang nunjukin barisan marching band yang jalannya zigzag kayak ular mabok. Dan enggak cuma sekali tapi berulang di berbagai acara resmi. Netizen langsung ngebandingin sama penampilan TNI di Paris. Yang ini ngatur formasi ribuan kilometer dari rumah tetap disiplin. Yang satunya di rumah sendiri berantakan. Dan belum kelar, Bro. Muncul kontroversi baru. Marching band Malaysia ketahuan lagi pakai lagu-lagu asal Indonesia. Mulai dari Gundul-gundul Pacul sampai Suwe Ojamu nongol di penampilan mereka. Bukan cuma mainin, tapi mereka ngaku itu lagu warisan Melayu lah. Mentang-mentang liriknya enggak pakai copyright. Jadi seenaknya masalahnya bukan cuma soal siapa lebih rapi atau siapa lebih keren. Ini soal gengsi budaya, Bro. Marching band itu simbol kekuatan, kedisiplinan, dan jati diri bangsa. Ketika TNI tampil sempurna di depan puluhan kepala negara, itu jadi bukti kalau Indonesia bukan cuman punya warisan budaya, tapi juga kualitas manusia kelas dunia. Sementara yang sebelah tiap tahun ribut soal warisan budaya. Reoklah, batiklah, rendanglah, lagu-lagu jaw lah, tapi giliran tampil kacau. Ini yang bikin netizen bilang lu sibuk ngaku-ngaku budaya sementara kita sibuk bawa budaya itu ke panggung global. Dan perlu dicatat ya, Indonesia enggak ngemis pengakuan. Kita kerja keras, kita tampil totalitas, dan dunia yang akhirnya kasih pengakuan tanpa diminta. Itu yang dinamain kelas dunia, bukan kelas drama. Penampilan TNI kemarin jadi headline di berbagai media Eropa. Banyak yang bilang Indonesia tampil paling disiplin dan profesional. Bahkan tentara Prancis pun ikut joget bareng pasukan kita pas latihan nunjukin respek dan keakraban. Itu bukan pencitraan, Bro. Itu bentuk penghargaan sejati. Dan efeknya enggak cuma di dunia maya, diplomasi budaya Indonesia makin kuat. Sementara diplomasi budaya Malaysia makin lemah karena terlalu sibuk klaim tapi enggak konsisten tampil. Ke depannya Indonesia harus terus dorong sinergi budaya dan militer buat tampil bareng di ajang internasional. Biar dunia tahu kita bukan cuma punya gamelan dan tari tradisional, tapi juga punya pasukan elit yang siap tampil di depan siapapun. Dan buat masyarakat Indonesia, ayo kita jaga warisan budaya ini. Jangan sampai kita sendiri enggak bangga budaya, tapi negara lain malah mainin dan klaim. Mulai dari anak muda sampai orang tua harus bangga, harus tahu, dan harus jaga. Jadi, Bro, kesimpulannya simpel. Indonesia enggak butuh klaim berlebihan. Kita cukup tampil dan dunia yang kasih tempat. Marching band TNI di Paris itu bukti nyata. Enggak cuma soal formasi keren, tapi soal pesan. Inilah Indonesia, disiplin, elegan, kelas dunia. Sementara di belahan lain, klaim demi klaim enggak bisa nutupin fakta. Mau ngaku lagu siapapun, tapi kalau tampilannya kayak anak pramuka baru nyoba marching, ya tetap enggak bisa bohongin dunia. Maka sekarang tugas kita bangga sama budaya sendiri. rawat dan tunjukin ke dunia. Karena kita gak butuh rebutan soal siapa yang punya. Kita udah nunjukin siapa yang paling bisa. Bro, kita tuh enggak kekurangan alasan buat bangga sama Indonesia. Dari ujung Sabang sampai Merauke, budayanya keren, alamnya luar biasa, dan orang-orangnya punya hati yang enggak bisa lu temuin di tempat lain. Bahkan pasukan militernya aja bisa tampil gagah di Paris. Budaya kita ditonton dan dikagumi sama dunia. Tapi sayangnya kita sendiri kadang lupa betapa berharganya semua itu. Jadi mulai sekarang yuk ubah mindset. Jangan cuman ngelihat ke luar negeri terus minder. Lihat ke dalam, lihat reok, lihat pacu jalur, lihat pasukan TNI yang teriak maju tak gentar di tengah kota Paris. Itu semua wajah kita. Banggalah jadi bagian dari bangsa yang kuat, kaya budaya, dan makin diperhitungkan dunia. Karena kalau bukan kita yang bangga duluan. Siapa lagi? Kalau lu ngerasa konten ini bikin lo makin bangga jadi orang Indonesia, jangan lupa klik like, share ke teman-teman lu, dan subscribe biar lu enggak ketinggalan konten nasionalis santui lainnya. Karena dukungan lu sekecil apapun bikin semangat kita makin gede buat terus angkat nama Indonesia.
Marching band TNI kembali membuktikan kualitasnya di pentas dunia. Dalam parade Bastille Day 2025 di Paris, kontingen gabungan Taruna TNI dan AKPOL tampil memukau dengan formasi presisi dan kedisiplinan tinggi. Presiden Prancis Emmanuel Macron secara khusus memuji kekompakan dan aura profesionalisme pasukan Indonesia yang mengawali parade.
Sebaliknya, warganet membandingkan dengan penampilan marching band Malaysia yang kerap viral bukan karena prestasi, tapi karena performa yang kacau dan tidak sinkron. Dalam video yang sempat viral di Johor Bahru, penampilan marching band Malaysia disebut netizen “kayak anak SD lagi latihan baris.”
Tak hanya itu, muncul kontroversi pencurian budaya. Marching band Malaysia terekam membawakan lagu-lagu daerah Indonesia seperti “Gundul-Gundul Pacul” dan “Suwe Ora Jamu” tanpa izin dan tetap mengklaimnya sebagai bagian dari budaya Melayu. Aksi ini kembali memantik kemarahan netizen Indonesia yang geram dengan upaya klaim sepihak.
Penampilan TNI di Bastille Day bukan sekadar parade, tapi simbol bahwa Indonesia tampil dengan prestasi nyata—bukan sekadar mengklaim budaya, melainkan mempertunjukkan keunggulan di panggung global.
📌 Saksikan perbandingan lengkap, fakta mengejutkan, dan reaksi publik dunia.
👇 Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan SUBSCRIBE untuk dukung narasi kejayaan budaya & kehormatan bangsa!
#MarchingBandTNI #BastilleDay2025 #IndonesiaMenggema #TNIHebat #BudayaDicuriLagi #LaguDaerahIndonesia #GundulGundulPacul #MalaysiaKlaimBudaya #NetizenGeram #SuweOraJamu #BastilleDayParis #MarchingBandIndonesia #PencurianBudaya #WarisanBudayaIndonesia #IndonesiaBisa #PrestasiTNI #TNIKePrancis #ParadeMiliter #MarchingBandMalaysia #VideoViralMalaysia #KlaimBudayaMelayu #KebangkitanBudayaIndonesia #PresidenMacron #PenampilanTNI #NetizenVsJiran #BedaKualitas #KomparasiMarchingBand #LaguTradisionalIndonesia #KebudayaanJawa #SoftPowerIndonesia
Follow Tiktok Hippo Academy 👇👇
@hippoacademy.id
⚠️ This video contains AI-generated voice-over created solely for educational and entertainment purposes. It is not intended to mislead or impersonate any real individual. All video footage and images used are sourced from royalty-free platforms and/or Creative Commons sources, with no AI-generated visuals included. This disclosure is provided in accordance with YouTube’s synthetic and altered content policy.
© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.