MOMON LEBIH MEMILIH ATUN PALSU DIBANDINGKAN ATUN ASLI !! Feat @sapipurba Minecraft
Breaking News. Kabar baik pemirsa-pemirsa karena PS6 sudah rilis dan siap dibeli di toko terdekat kalian. Harganya cuman Rp10 juta dan sangatlah terbatas. Jadi cepatlah beli sebelum terlambat. Demikian breaking news hari ini. Wah, M P6 sudah liris, Mor. Aku mau beli itu baru taruh di rumah aku ya, Monia. Enak aja taruh di rumah kamu. Itu kan duit kita bareng, Tun. Aku juga mau beli dan taruh di rumahku juga ya. Iya sih, memang kita ada tabungan bersama, tapi kan kamu sudah punya PS5, Mon. Ngapain lagi taruh PS6? Gantiannya dong. Enak aja PS5 itu kan aku beli sendiri. Lagian total tabungan bersama kan cuma Rp9 juta doang, Tun. Masih kurang R juta kali. Oh, begitu. Baiklah. Baiklah, begini deh kita buat challenge ya, Monya. Siapa yang duluan mendapatkan R1 juta itu, maka dia akan mendapatkan PS6 itu, Mon. Gimana? Oke, oke, oke, oke. Ayo, ayo, let’s go, let’s go, let’s go. Oke, sekarang kita sudah di tempat mining-mining dan karena momon juga ternyata di tempat yang sama dengan aku. Bamon, tempat ini tempat aku. Kamu pilih kamu kanan apa kiri. Pokoknya jangan mengganggu mining-mining kita, ya. Ngerti enggak? Oke, aku pilih yang kiri dah. Oke, ya. Kalau gitu aku pilih yang tengah ini, ya, Mon ya. Oke. Oke. Sip, sip, sip, Guys. Gak tahu kenapa, teman-teman, aku mencium-cium. Wah, sepertinya daerah sini itu sangat berbau diamond-diamondnya banyak. Emm, di mana ya? Di mana ya? Benar sekali, Teman-teman. Kalian lihat, Guys. Oke deh kalau begitu kita langsung ambil. Kita coba hitung dulu kalau enggak salah, Teman-teman, ya. Satu diamond itu artinya Rp100.000. Berarti 10 diamond itu adalah R1 juta, Teman-teman. Kita cuma butuh 10 diamond, Teman-teman. Ya, coba kita lihat. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Asik, aku dapat P6. Kita gali-gali, Guys. Wi wi. Oh, kaya-kaya kalau begini mah, Guys. Wah, beruntung banget aku di sini, Teman-teman. Memang ya. Hem. Ih, tuh. Dalam sana masih ada lagi. Wow, kita dapat banyak diamond. Kita kaya raya. Beb. Aku senang banget, Teman-teman. Eh, apaan ini? Kok di sini ada cermin, Teman-teman? Hem, kalau K lihat-lihat lumayan ganteng juga diriku. Coba di atas ada apa ini? Apa ini tulisannya nih? Feralim, Doska, Tal Morintel. Apa itu, Teman-teman? Ah, masa boro ah. Kita kembali ke sini untuk mining-maining. Ye, diamondku. Yes, akhirnya aku hidup kembali. Eh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Siapa yang termakan perangkap diamond aku? Oh, itu dia. Mulai hari ini aku akan menjadi kamu. Jadi, aku akan menutup semua tempat ini. [Tertawa] [Musik] Ambil, ambil, ambil, ambil semuanya. Karena diamond-diamond-nya sungguh amat banyak. Yummy, yummy, aku suka diamond. Oke, sudah dapat semua diamondnya dan sekarang saatnya kita pulang. Loh, loh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Bukannya tadi jalan keluar kita di sini ya? Hah? Kenapa tiba-tiba berubah jadi obsidian semuanya, Teman-teman? Ya ampun, ini gak bisa H suka obsidian pakai iron iron pickaxe. Ini juga batu. Kalau aku lewat dari sini enggak tahu sepanjang apa. Jangan-jangan sapinya lap. Di mana ini? Aku terperangkap. Eh, tolong, tolong. Aduh, aduh, di sini kok sendirian ya? Aduh, gimana ya? Eh, eh, tunggu. Masih ada satu cara, Teman-teman. Harapan aku tinggal si Momon. Semoga Momon itu menemukan aku, ya, Guys, ya. Ah, ya sudah deh. Aku tunggu bantuan dia dulu deh. Meskipun dia akan menang, ya, Guys, ya. Ah, ya sudahlah. Aku ikhlas, Teman-teman. Meanwh wah dari tadi gak ada itu diamond-diam-nya. Sepertinya aku hari ini bakalan kalah dari Atun nih. Yah, harus kasih PS6-nya nih ke Atun. Aduh, suek nih. Su. Mon. Eh, Mon. Eh, Mon. Mon, Mon. Eh, eh, Atun. Eh, ngapain kamu ke sini? Kamu kan enggak boleh maining di sini. Udah kau. Oh, aku enggak maining kok. Aku sudah dapat 10 diamond. H, kamu udah dapat yah? Aku kalah dong. Ya udahlah, PS 6-nya aku taruh ke tempat kamu aja dah. Pasti dong. Kalau gitu ayo kita pulang. Kita pergi beli sekarang. Wow. Ah iya iya iya. Yes, akhirnya PS6-nya sudah dapat. Wah. Yah. Aku kalah nih. Tuh nanti pinjam-pinjam main ya. Ngapain, Mon? Ih, jangan pelit-pelit lah. PS5 aku aja aku pinjamin. Maksudnya ngapain? Karena aku beli ini untuk kamu, Mon. Tuh, buat kamu tuh. Hah? Serius? Ini buat aku, Tun. Bukannya selama ini kamu selalu pengen PS6? Iya, Mom. Setelah aku pikir-pikir, aku kan sebagai cowok harus mengalah dengan cewek. Lagian aku lebih sering bermain di rumah kamu, ya. Jadi buat kamu aja deh. Waduh, tumben si Atun tiba-tiba jadi anak yang baik. Biasanya kan suka nge-prank. Eh, kamu mikir apa sih? Udah, udah, enggak usah dipikirkan, Mon. Kamu bingung kenapa tiba-tiba aku jadi bayi. Ya, orang bisa dewasa, sih, Mon. Aku udah berpikir dari tadi dan selama ini aku kan sudah banyak nge-prank kamu. Jadi, ini adalah permintaan maaf dariku buat kamu, Mon. Hah. Seri serius? E oke oke baiklah aku terima kalau begitu. Uh ternyata kalau Atun jadi dewasa gini hm cukup mempersona ya. Oke yuk kita main bersama Mon P6nya Mon. Iya iya iya ayo ayo ayo. Oke. Yah kalah ternyata PS6 mainnya susah ya Tun. Iya Mon terlalu realistik dia. Oh no. Eh, kayaknya ini sudah malam banget deh, Mon. Gimana kalau tidur aja yuk? Besok masih ada PR ya, mesti dikumpulin. Musti pagi-pagi ke sekolah. Ah, iya juga ya. Ada PR yang mesti kita kumpulin. Ya udah, Tun. Selamat malam ya. Eh, tunggu PR. Hah, gawat. Aku belum kerjain itu PR-nya sama sekali aku lupa. Aduh. Duuh. Bentar-bentar coba aku cek ya. Kalau enggak salah sih, PR matematika enggak sih? Wi. Oh, iya betul. Aduh, gawat tuh. Aku lupa kerjain. Ah, malam ini aku kayaknya enggak bakalan tidur nih. Harus kerjain PR. Ya udahlah, Tun. Kamu pulang aja dulu. Enggak apa-apa. Oh, enggak apa-apa, Mom. Aku temenin saja toh. Matematika kamu kan biasanya jelek kan. Aku sekalian ajarin deh biar kamu cepat selesainya. Serius, Tun? Bukannya biasanya kamu suruh aku belanja sendiri? Oh, itu kan dulu, Mon. Sekarang aku sudah terbuka pikirannya. Menurut aku, aku harus bisa membantu kamu dalam semua mata pelajaran biar kamu jadi pintar. Wah, Atun, hari ini kamu bersinar sekali. Hmm, berarti 10 + 10. Eh, tadi katanya depan dulu ya. 1 + 1 2. Setelah itu belakangnya tambah 0. Oh, 20. Oke, selesai. Gak nyangka ya aku bisa kelar secepat ini. Oh, iya dong, Mon. Soalnya selama ini kamu terlalu merendah, Mon. Aslinya kamu itu pintar sekali. Waduh, pertama kalinya Atun bilang aku pintar. Emm, makasih ya, Atun. Semua ini juga berkat bantuan kamu kok. [Musik] Oke, baiklah. Kalau begitu aku mau pulang tidur dulu ya, Monia. Bye. Byye. Bye. Bye. Atun. Wah, Atun sekarang ini membuat hatiku dedekan. Apakah aku jatuh cinta ya? Enggak, enggak, enggak, enggak. Hah, tapi Atun sekarang benar-benar sangat mempersona loh. Ah, sudah deh aku tidur dulu. Keterlaluan ini si Momon ini ya. Ya ampun, aku kira dia bakal cari aku. Aku tunggu sampai seharian dia tidak cari sama sekali. Akhirnya aku gali-gali dan muter sampai jauh banget baru bisa keluar ya, Teman-teman ya. H ini pasti karena dia mau monopoli PS6 enggak mau kasih aku main, Teman-teman. Hah, baru cap. Eh, tuh itu si Momon loh. Dia mau ke mana dia? Eh, dia jalan ke depan. Oh, begitu ternyata. Sepertinya dia lagi ketemu orang baru, Teman-teman, ya. Jadi, dia udah punya teman baru. Tinggalkan aku, gitu, ya. Coba kita lihat pakai teropong. Hm. Siapa sih dia ketemunya? Berteman sama siapa sih? Oh, itu orangnya. H ternyata cari orang yang mirip sama aku gitu. Eh, tunggu, tunggu. I, i. Itu kan, itu kan aku, Teman-teman. Loh, loh, gimana ceritanya kenapa aku bisa ada di sana? Tun, ini sarapan hasil buatan aku pagi ini. Kamu makan ya. Wah, Mon. Tapi sejujurnya aku kurang lapar sih. Gimana kalau kita bagi dua aja yuk? Hah, bagi dua? Eh, biasanya atun enggak pernah begini. Tapi kali ini dia benar-benar sangat dewasa sekali. E iya iya baiklah. Waduh sok baik sama Momon pula. Eh siapa yang memalsukan diriku di sana? Kenapa dia harus pura-pura jadi aku? Eh tunggu. Oh no. Jangan-jangan dia ingin menipu PS6-nya si Momon. Wah gak bisa, gak bisa. Aku harus kasih tahu si Momon sekarang juga. Man, Mon, Mon. Y Atun. Kenapa? Eh, Atun. Loh, kok ada dua atun? Iya, siapa kamu? Kenapa kamu berpura-pura menjadi aku? Hah? Berpura-pura? Pintar ya kamu ya, Atun palsu. Aku gak tahu kamu siapa. Tapi jangan kira kamu bisa berbuat jahat sama si Momon. Apalagi mau ambil PS6-nya ya. Mon, Mon, Mon. Aku ini atun asli. Ini orang hanyalah pembohong yang ingin menjati kamu atau ingin mengambil PS6 kamu. Heeh. PS6 justru asli kasih aku PS6-nya. Hah, dia yang kasih? What? Iya, itu PS6 adalah pemberian aku. Mon, Mon, Mon. Kamu jangan percaya sama dia ya. Jelas-jelas dari kemarin kita main PS6 bersama-sama di sini. Dia pastilah yang palsu. Coba katakan kemarin kamu di mana? Atun palsu. Em, aku aku terjebak di tempat mining. Tuh kan alibinya enggak jelas. Eh eh bukan, bukan, bukan begitu loh, Mon. Mon, Mon. Jadi aku bisa jelaskan, Mon. Jadi kemarin sebenarnya aku udah menemukan diamond-nya duluan. Tiba-tiba aku melihat sebuah ruangan. Aku masuk dan aku ngambil diamondnya lagi di sana. Dan gak tahu gimana ceritanya aku tertutup bisa keluar, Mon. Eh, tunggu dulu aku baru sadar ya. Kenapa kemarin tiba-tiba jalan aku tertutup? Ini pasti perbuatan kamu kan Atun palsu? Hah? Aku menjebak kamu? Waduh, Atun palsu ini memang sungguh sangat pintar membuat alasan. Mun, kamu bisa lihat kan kata-kata dia sangatlah tidak bisa dipercaya. Padahal kemarin kita bersama terus. Mon, Mon, Mun. Kamu harus percaya dengan aku, Mon. Kamu harus dengerin aku. Aku yang asli, Mon. Eh, cukup cukup cukup. Eh, baiklah. Setelah aku pikir-pikir, lebih baik aku tes kalian aja. Kalau salah satu dari kalian palsu, kalian tidak akan bisa menjawab ini. Oh, iya betul, betul, betul, Mon. Kamu tes kita berdua aja. Ini cara yang paling benar ya, Mon ya. Wah, ini pasti berhasil, Teman-teman. Ayo, siapa takut. Oke, baah. Aku mau nanya nih, siapa nama hewan peliharaan aku dan kamu dulu yang jawab. Oke, aku tahu hewan peran kamu yang paling kamu sayangi itu adalah si Thomas. Dia adalah sapi-sapi. I, betul sekali. Yes. Sekarang pertanyaan buat kamu. Kenapa kita pindah ke kota baru ini? H, dia enggak mungkin tahu, Teman-teman. Itu adalah pikiran aku. Enggak mungkin dia bisa tahu. Hem. Coba aku pikir. Aku baru ingat. Maaf. Itu semua karena kamu ketakutan pada saat itu. Takut sama Grotes Steif. Loh. L. L l kok dia bisa tahu? Oh, oke kalian berdua benar. Sekarang aku yang pusing. Wah, Mon. Kenapa kamu harus pusing? Sebenarnya gampang kok. Coba lihat saja atum palsu ini. Warna bajunya beda loh sama aku. Menurut kamu yang benar adalah aku atau dia? Heh, warna baju. Coba kita kita. Uh, iya loh. Beda loh. Ya ampun, kok warna baju aku memudar sih? Ngomong-ngomong apa yang terjadi? Duh, iya beda-beda. Kamu atum palsu ya? Bukan Mon, aku beneran yang asli. Kamu harus percaya sama aku, Mon. Enggak, kamu pasti atom palsu. Atom palsu. Aku bukan orang yang senang ditipu. Ya, kalau kamu enggak mau pergi, aku akan panggil Pak polisi sekarang juga. Hah? Polisi. E, kagak, aku, ak aku gak boleh kena tangkap sekarang, Teman-teman. Aku harus menyelidiki masalah ini. Kenapa bisa begitu, ya? Baiklah, kita mundur dulu deh. Oke, aku pergi. Bye. Maaf ya, Tun, tadi sempat aku curigai kamu nih. Oh, iya. Enggak apa-apa, Mall. Ayo kita main lagi yuk. Main lagi. Ayo. Yuk. Dadah, Tun. Besok main lagi ya. Oke. Iya, M. Bye. Oh, itu dia lagi sendirian. Baiklah, kita akan cegak dia sekarang juga. Hei, hei, stop, stop, stop. Hei, kamu atun palsu. Heh, kamu panggil aku? Iya, aku panggil kamu. Kamu itu katakan sekarang juga kepada aku. Apa yang telah kamu lakukan kepada aku? Kenapa warna aku memudar? Baiklah, Atun. Sebelumnya aku mau berterima kasih karena sudah mengeluarkan aku dari cermin kutukan itu. Cadang, ini adalah diriku. Kamu tahu kenapa warna kamu memudar atun? Gampang sekali. Karena aku sudah menggantikan kamu. Otomatis, kamu harus menghilang dari dunia ini karena tidak boleh ada dua atun. Oh no. Dan kalau dilihat dari warnanya em kamu paling punya waktu sampai besok. Hah? Ternyata begitu. Ini semua adalah karena cermin-cermin itu. Aku eh tunggu dulu. Oh iya, sain yang tuh di sana itu adalah mantra dan aku mengeluarkan makhluk yang mengerikan dengan muka senyum seperti begitu. Oh no. Tapi tunggu. Dia bilang dia datang dari cermin. Oke, baiklah. Kalau begitu caranya gampang. Aku tinggal menghancurkan cermin itu. Setelah itu kamu akan meninggoi dan aku akan kembali kepada asalnya. Begitu doang kan? Iya kan? Cermin itu hanyalah tempat mengurung aku. Atun setelah aku keluar maka cermin itu hanyalah pangan saja. Oh ya, setelah kamu menghilang maka aku akan mendapatkan kekuatan aku kembali dan di saat itu aku akan memakan jiwa teman baik kamu yaitu si Momon untuk menemani kamu. Keterlaluan. Ternyata dia juga mau memakan jiwanya si Momon. Enggak bisa. Aku harus kasih tahu si Momun. Baiklah, karena kamu sudah tahu semuanya. Dengan begitu aku pamit dulu mau pulang makan malam ya. Bye. Atun asli keterlaluan. Dia mau makan jiwanya si Momon. Teman-teman kita harus rakin sesuatu nih. Kalau enggak si Momon juga akan ikut termakan. Oke oke oke. Kita harus kasih tahu si Momon, Guys. Oh, itu dia lagi tidur ya, Guys. Oke, oke, oke, oke, oke. Waduh, waduh. Kita gak boleh ketahuan si Atun palsu, Teman-teman. Kita panggil dia pelan-pelan aja deh. Mon. Mon. Mon. Siapa kau? Kamu kayak atun palsu. Ngapain kamu di sini? Hah? Mon, percayalah sama aku, Mon. Aku ini atunnya asli. Jadi, Mon cermin terkutuk pada saat aku mining dan konyolnya aku di sana ada tulisan desain aku bacain Mon ternyata itu mantra dan setelah itu itu atun yang kamu bilang asli itu keluar ya itu dia Mun aku udah lihat mukanya mengerikan Mun dia bohong siapapun kamu meskipun atu suka jahil dengan ak tetap sahabat aku tahu aku enggak suka kalau kamu berusaha menjadi dia menipu aku. Pergi sekarang juga, Mon. Mon, kamu harus percaya sama aku, Mon. Tadi barusan gua ngomong sama dia. Katanya dia sekarang ingin memakan jiwa kamu, Mon. Ayolah, Mon. Percaya sama aku, Mon. Ini atun asli. Warna kamu itu beda jadi aku enggak percaya. Udah, udah pergi. Kalau enggak aku lapor polisi loh. Oke, oke, oke. Aku pergi, aku pergi, aku pergi. Ternyata kalian percaya sama aku, Guys. Tidak ore. Ayo, Tun, loncat ke sini. Wah, aku takut ketinggian, Non. Enggak berani. Dasar kamu penakut. He, hai. Baiklah. Hah, sepertinya setiap usaha aku itu sia-sia, Teman-teman. Aku sudah berusaha untuk kasih tahu si Momon. Tapi si tim Momon lebih memilih bersama dengan atun palsu dibandingkan diriku ini, Teman-teman. Aku sedih banget. Sekarang warnaku aja udah pudar. Sepertinya sebentar lagi aku akan menghilang dari dunia ini, Teman-teman. Tapi sebelum aku pergi, aku ingin mengenang tempat-tempat ini, Teman-teman. Ini adalah patung kita berdua. Hah, aku jadi teringat waktu itu ya aku bangun patung sama dia. Bareng-bareng bangun patung. Tapi karena kesalahan jadi kita sepertinya sedang e kising. [Musik] Menarik juga teman-teman ya. Sangat nostalgia teman-teman ya. Nama ini rumah yang momong bangun buat aku, Guys. Semua ini adalah kenangan kita bersama. Lalu aku jadi ingat nih. Nah, di sini nih. Ini dia nih. Tuh ini adalah kastil-kastilnya. Waktu itu aku secara enggak sengaja meledakkan kastil ini untuk nge-prank dia dan dia marah besar, Guys. Tapi aku sudah menyimpan, jadi tinggal keluar lagi. Wah, semuanya sangat nostalgia ya, Guys, ya. Inilah saat perpisahan kita ya, Teman-teman, ya. Aku sudah makin memudar ini dan aku semakin lama semakin merasa kayak sudah mulai sangat ngantuk. Teman-teman, untuk terakhirnya aku ingin memegang sesuatu yang aku suka, Teman-teman, ya. Karena ini pernah si Momong kasih aku sebagai hadiah, Teman-teman. Ya sudahlah, Teman-teman. Aku pergi dulu, ya. [Musik] Aku merasakan kekuatanku telah kembali. Sepertinya si atun palsu itu sudah menghilang. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk aku memangsa jiwanya si Momon supaya aku bisa berubah menjadi dewa kegelapan. Oh no. Ah. Tidur dulu ah. Mamon. Mamon. Eh. Eh. Apa sih ini? Suara siapa? Eh eh. Enggak ada orang. Momon. Aku di luar. Momon. Di luar? Di balkon. Loh, Tun. Kok ngapain di sana? Eh, tuh. Muka kamu kok aneh banget? [Musik] Sebelumnya aku mau berterima kasih kepada kamu Momon karena sudah mempercayai aku. Eh, Atun, apa yang terjadi sama kamu? Kenapa logat suara kamu tidak seperti biasaannya? Oh no. Iya, kamu benar. Aku memang tidak seperti biasanya karena aku adalah apun palsu. Monster. Tunggu, tunggu, tunggu. Kalau kamu yang palsu, berarti atunya beda warna itu yang asli. Yah, betul sekali. Dia adalah atun yang asli. Pasti kamu bingung kan kenapa warn warnanya kayak gitu? Oh no. Dia redup warnanya karena aku pelan-pelan mengambil jiwa dia dan sekarang dia sudah hilang sepenuhnya. Apa itu Atun asli? Dan aku gak percaya sama atun asli. Tidak. Atun maafkan aku. Enggak usah terlalu bersedih karena sekarang aku akan antar kamu untuk menemani dia. Sini kamu. Tidak. Lo l loh. Kenapa aku tidak bisa buka pintu? Buka pintu. Baiklah kita harus memutar. Oh no. Aku harus cari tempat persembunyian nih. Aduh, rumah ini udah agak aman. Aku harus keluar dari rumah ini sekarang juga. Oke, oke. Cepat, cepat, cepat. Oke, oke. Kita harus cari tempat persembunyian. Hah. Kita masuk dari sini. Hah, mana kamu? Hah, tidak ada. Baiklah. Hah, sepertinya udah lari keluar ya. Maka kita akan mencari dia di luar sana. Dan karena aku tidak mau mencari sendiri, aku akan mengeluarkan anak buahku. Keluarlah kalian. Cari si Momon. Jangan kill dia. Bawa dia ke aku. Karena aku ingin memakan jiwanya. Apa kalian mengerti? Uh, itu dia manggil anak-anak buahnya. Kok harus cepat kabur. Tidak. Ah, kabur. Ah, tidak. Kita kabur mana nih? K sini deh. Tuh, tuh, tuh. Mereka lagi cari aku, Guys. [Musik] Ah, ada satu lagi. Hati kabur. Wah, banyak sekali mereka. Oke, kita ke mana ya? Ke mana ya? Kantor polisi, kantor polisi. Pak Pal, pak Pal tolong. Ah, tidak. Aduh, aduh. Mor, aku datang aku datang. Tunggu, tunggu, tunggu. Aku hancurkan dulu semuanya nih. Mor kau ada creeper. Ah, oke oke. Ah, ah, oke, oke, oke. Ini nih nih saya nih. Pokok mor, mor. Eh, L L. Kamu kok bisa masih hidup? Bukannya udah menghilang ya? Iya, Mon. Jadi sebelum aku menghilang aku pegang itu hadiah dari kamu, Totem of undying. Dan tiba-tiba aku terbangun lagi, Mon. Tapi dalam keadaan yang masih begini, warna aku masih memudar, artinya gua masih bahaya, Mon. Oh, baguslah. Oh, iya, Tun. E, aku mau minta maaf, ya. Oh, udah, udah, enggak usah minta maaf dulu, Mon. Sekarang saatnya aku akan kill itu. Mana itu monster-monsternya? Keterlaluan. Oke, semua udah kelar, Mon. Kayaknya kita harus pisah deh. Kamu cari bosnya di mana? Oh, ada. Kasih tahu aku, Mon ya. Oke oke oke oke oke. Kita fokus ke para bosnya aja deh. Oke, kita harus mencari, Guys. Di mana dia? Di mana dia? Eh, tunggu dulu. Itu. Loh, loh, loh. Bukannya kamu sudah menghilang? Kenapa bisa? Ah, aku malas cerita lagi. Kalau kamu mau nonton, nonton video aku di YouTube ya. Jangan lupa kasih like dan subscribe ya, Teman-teman ya. Bersama dengan kamu. Ah, keterlaluan ini. Tidak mungkin. Kalau begitu aku akan kill kamu dengan kekuatan aku sendiri. Oh, begitu. Baiklah. Ayo sini kamu. H, sini. Rasakanlah. Tidak. Ini tidak mungkin. Yes, aku berhasil. Eh, tunggu. Badan aku sudah kembali warnanya seperti semula nih, Teman-teman. Wei, hore. Hore, Mon. Eh, halo. Gimana? Udah dapat belum? Tuh, lihat aku tuh badanku tuh udah kembali, Mon. Ini udah bukannya palsu nih. Asli nih, Mon. Oh, iya iya iya. Asik, akhirnya kamu kembali. Ye. Loh, itu kan kamu kill-nya gampang banget kan, Tun. Kenapa enggak kamu kill dari awal aja? Nah, itu awalnya aku juga mau kill dia, Mon. Tapi ternyata kalau kill dia masih dalam bentuk akun dan belum sempurna itu gak bisa, Mon. Kasadari buku itu yang aku temukan di tempat-tempat mining. Oh, gitu. Baiklah. Ah, Atun maafin aku ya karena udah bersalah sama kamu. Enggak percaya. Heh, udahlah, Mon. Enggak apa-apa, Mon. Aku udah melupakan itu kok. Yang paling penting sekarang aku mau pergi ambil PS6 aku ya, Mon ya. Oh, iya PS6. Eh, enggak bisa. Itu kan kamu udah kasih ke aku ya. I ya ya. Yang kasih ke kamu kan itu si antum palsu bukan aku. Enggak dong. Itu mah aku udah mau dari awal. Enggak pokoknya itu punya aku. Ya ampun kasih aku. Tidak. Oke teman-teman jadi video kita udah selesai ya teman-teman ya. Kalau kalian suka jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Kita bertemu lagi, Guys, di next video berikutnya, Teman-teman.
MOMON LEBIH MEMILIH ATUN PALSU DIBANDINGKAN ATUN ASLI !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X