[FULL] Roy Suryo Tanggapi Penyidikan Kasus Ijazah Jokowi: Kami Sudah Pegang Ijazah Asli Alumni UGM!

Kita ke Masro dulu ya. Ini seperti ada ada temuan baru nih. Gitu. Di depan saya masih fotokopi juga tapi katanya asli di belakang gitu ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Pertama-tama terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan media baik media mainstream maupun YouTube dan alternatif juga kepada Saihibul Bait kita ya ee pemilik kantor pengacara Pak Ahmad Yani. Terima kasih dan kepada seluruh tim kuasa hukum ee bidang litigasi di Bapak Petrus Celestinus dan juga nonlitigasi di bawah Pak Ahmad Kosin. Saya update saja ya. Alhamdulillah ee hari ini Senin ya 14 Juli 2025 sudah banyak sekali perkembangan yang ada dan alhamdulillah juga tadi disebutkan oleh Bang Ahmad Kosinuddin ee kami mendengar bahwa ada konon sudah ada tapi bukan konon ya karena diumumkan langsung oleh ee Kabit Humas Polda Metro Jaya Pak Kolonel Ari bahwa sudah naik status penyidikan hanya dengan menggunakan fotokopi klik clear. Kenapa saya mengatakan mengguna fotokopi? Tidak pernah ada bukti baik visual, video, tayangan, maupun bukti yang langsung kehadiran Joko Widodo ke Polda Metro Jaya menyerahkan yang asli. Dia pernah datang membawa sebuah map dan map itu ditekuk-tekuk. Ditekuk-tekuk. Kalau ditekuk-tekuk jelas tidak mungkin untuk ijazah asli. Karena ijazah asli itu kaku sekali dan map-nya adalah map yang sangat tebal. Map kulit. Memang pernah ada seseorang bernama Wahyudi mengantarkan yang konon. Nah, ini saya harus sebut konon karena penampakan enggak pernah kelihatan. Konon sebuah ijazah dalam Dar Kip Mabes Polri ke Baris Krim itu ada orang. Tapi kemudian ee hanya beberapa hari dikembalikan tanpa disita. Jadi artinya kolonel adik Ari ketika ditanya teman-teman media clear betul ditanyakan asli atau fotokopi tadi diulangi berkali-kali oleh Pak Kasunidin. Fotokopi. Fotokopi teman-teman tahu semua dalam hukum fotokopi bukan bukti. Clear ya. Jadi kalau bukan bukti kalau itu hanya berupa fotokopi sangat janggal sekali kalau kemudian ada kenaikan status. Itu yang pertama. Yang kedua, soal kenaikan status adalah kalaupun dipaksakan atau nekad dinaikkan, maka nanti pada yang harus diperiksa pertama adalah pelapor. Joko Widodo harus datang duluan ke Polda Metro Jaya. Bukan kemudian sudah ada sounding-sounding, minggu ini kami akan dipanggil. Itu urutannya salah besar. Joko Widodo dulu harus dipanggil. Kemudian saksi-saksi dari pihak pelapor yang dipanggil duluan. Ahli panggil lagi semuanya. di sana. Dan yang paling menarik ini ada perkembangan dari ahli yang katanya ahli ya yang disebut ahli digital forensik. Pada saat gelar pendapat khusus di Bareskrim dia mengakui dia bukan ahli analog. Jadi kalau dia seni dihadirkan, makan tuh kata-katanya. Buat apa diadarkan? Untuk sebuah bukti yang sifatnya analog. Jadi dia tidak berhak untuk menjadi ahli dalam kasus di Polda Metro Jaya. Kalau itu dipaksakan lucu. Dan dia waktu itu di Bares Krim sebenarnya kami waktu itu bisa menolaknya karena dia tidak mendapatkan surat tugas. Kami, saya dr. Rismon, dr. Tifa, dr. Taufik itu ada di surat tugas yang diserahkan kepada Karwa Siddiq. Ahli forensik yang katanya ahli itu tidak mendapatkan surat tugas. Jadi dia harusnya bisa ditendang keluar. Tapi ke atas kebaikan hati kami, kami tidak menendang keluar karena apa? Kami ingin mendengar apa paparan keahliannya. Ternyata ini fakta, Teman-teman semua dan ini bisa ditanyakan kepada Karwa Siddiq dan seluruh peserta gelar. Tidak ada satuun presentasi ilmiah yang ada. Dia bahkan melakukan adominum menyerang secara pribadi Dr. Esmond menyerang saya menyerang teman-teman. Jadi kualitasnya sangat-sangat diragukan yang katanya ahli itu tadi ya. Kalau itu mau dilakukan. Jadi saya menyebutnya dia ahli sastra. Kenapa ahli sastra? Karanya hanya bisa omon-omon saja. Ya, itu faktor yang pertama yang paling penting. Nah, ini tadi yang sudah dibocorin oleh Pak Sam. Yang kedua, sekarang lebih berkembang dari tadi yang sudah disampaikan Pak Risal Fadilah. Terima kasih. Jadi saya enggak perlu ngulangi karena kami terus dipertanyakan kemarin. Ini kan buktinya harus analog analog analog. Harus ada bukti asli. Hari ini Senin 14 Juli 2025, kami selaku princiipal menyatakan kami sudah memegang lima bendel bukti asli ijazah asli dari Universitas Gajah Mada. Bukan hanya fotokopi tapi ijazahnya asli. Jadi ijah bisa pegang bukan hanya ijazah lengkap dengan transkrip nilai lengkap dengan semua bukti-bukti dan diserahkan langsung oleh Terima kasih untuk kakak-kakak kelas saya. mahasiswa UGM yang asli dan itu adalah dari Fakultas Kehutanan yang lulus angkatan 85. Jadi itu pada periode tahun 5 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada yang asli. Ulang lagi ulang lagi. Jadi kami sudah mendapatkan tim hukum termasuk tim advokasi. Kami sudah mendapatkan mohon izin masih di tangan kami karena atas pesan dari yang bersangkutan kami memegang amanah. Betul. Jangan ditunjukkan dulu, nanti di pengadilan baru ditunjukkan. Tapi saya tidak mau hanya omong-omon, saya tunjukkan nanti analisisnya. Jadi fakta ini bukan cuman omon-omon seperti pihak sono ya. Ada lima bendel. Sekali lagi ada lima bendel ijazah plus transkrip nilai asli dari UGM Universitas Gadjah Mada bukan UPP Universitas Pasar Pojok Pramuka ya. yang diserahkan secara baik berjiwa nasionalis oleh kakak-kakak kelas saya. Karena saya angkatan apa? Saya lulus 91. Beliau-beliau itu angkatan 85. Dan tidak hanya dari Fakultas Kehutanan, ada juga fakultas lain tapi tahunnya sama lulus 85. Semuanya asli. Dan apa bedanya? Ternyata perbedaannya sangat tajam dengan yang disebut-sebut ijazah miliknya Joko Widodo. Apa ketajamannya? Ini baru saya katakan. Saya sedikit contoh saja pakai ijazah saya sedikit ya. Ini ijazah asli saya ya. Sebelah kanan kenapa buru gitu? Ini nanti ada analisisnya. Analisis Ela ini ijazah saya tahun 91 6 tahun setelah ijazah 85. Yang pertama di sini kalau diperhatikan ada yang namanya watermark. Di seluruh bidang ijazah yang dicetak di kertas ada tulisan Universitas Gajah Mada. Universitas Gajah Mada. Jadi di situ ada tulisan Universitas Gadjamah Mada. Universitas Gajah Mada. Tidak ada di ijazah ini. Clear kehabisan tinta itu, Mas. Tidak ada. Jadi watermark itu penting sekali. Ya, saya sampaikan bukti ini semacam yang disampaikan dr. Tifa kemarin sore ya. Tapi tetap saya dengan drterak tidak atau belum menunjukkan yang lembar aslinya dulu karena itu akan di pengadilan. Tapi kami menunjukkan analisis. Yang kedua ada yang namanya embos itu dikatakan juga di Refli Harun oleh drter Tifa. Embosnya ada di mana? Nanti saya ceritakan. Embosnya. Jadi, embos itu adalah logo Universitas Gajah Mada dan itu tidak bisa dibuat di Pasar Pramuka. Enggak mungkin. Ada embos yang ada di situ nembus sampai belakang. Yang ketiga ada benang kertasnya. Jadi, kertas ini genuine, ada benang kertasnya. Saya bisa tunjukkan di ijazah asli milik saya. Mohon maaf kalau Anda lihat nama saya kok tidak mirip ya. Kok di situ terbaca Suryo Udoro kan saya Suryo Diprojo. Iya Bapak Ibu saya mendapatkan pergantian nama dari Roi Suryo Udoro menjadi KRMT Roi Suryon diprojo. Asli juga itu ya dari keraton Pakualaman. Keraton Pakualaman dan keraton Jogja gelarnya tidak bisa dibeli. Asli lain dengan seseorang dari Pasar Pramuka yang tiba-tiba jadi KPH. Kanjeng Pangeran Haryo. Pangeran Haryo dari mana dia ya? Atau ada orang tiba-tiba namanya Pangeran Mangkubumi. Pangeran dari mana dia? Ya. Nah, itu ya. Jadi jangan menyoal-soal nama. Yang ketiga, ada logo di tengah dengan tinta tertentu yang tinta itu unik. Kadang-kadang tinta itu tembus sampai belakang. Kalau yang di aslinya. Karena tinta itu terbuat dari barang yang mahal. Itulah kalau ijazah asli. Dan yang kelima, ijazah saya sudah tidak ada. Tetapi di ijazah tahun sampai dengan tahun 5 memang masih ada yang namanya meterai. meterainya nilainya tertentu. Kalau nilainya salah berarti ijazahnya palsu. Tahun 5 nilai dan warna meterainya adalah tit. Saya sembunyikan dulu untuk bukti nanti di pengadilan. Jadi teman-teman semua, ada lima kategori perbedaan ijazah asli milik lima bundel. Sahabat-sahabat, maaf kakak-kakak kelas saya almamater yang saya almamater Gajah Mada yang sekali lagi terima kasih kakak-kakakku Anda telah benar-benar ee dan ini undangan juga terbuka untuk semua aktivis, semua alumnus Gajah Mada. Silakan kalau Anda ingin menyerahkan itu boleh ke kuasa hukum, boleh ke kami, boleh ke dr. Esmon atau juga ke drkter Tifa ya gitu. Kami akan simpan sebaik-baiknya dan kami akan rawat sebaik-baiknya. Nah, sesuai dengan janji saya kepada mereka, saya lakukan juga uji ela. Jadi, ini sekaligus jawaban teman-teman semua. Ada seorang yang katanya ahli tapi tidak bisa mengatakan tapi dia hanya enggak bisa aja pakai Ella tapi dia bilang Ela tuh enggak bisa untuk uji digital. Mas, ngaku aja kamu enggak bisa lakukan Ela. Topi topi merah itu adik kelas saya ya. Itu pun bisa melakukan ela gitu loh. Error level analisis. Error level analisis itu artinya apa, Teman-teman? adalah kita menguji ijazah atau apapun kalau itu terdapat ee rekayasa atau terdapat penambahan itu akan error pada bidang gambarnya. Tolong perhatikan ijazah saya ini, Teman-teman semua. Ini adalah ada tulisan ijazah. Kalau di LAA di sini masih ada sisa-sisa tulisan IJA. Masih ada. Masih ada juga logo UGM. Masih ada juga bagian foto saya. Masih ada juga ee tanda tangan dari rektor. Masih ada juga watermark eh sori embosnya sebenarnya masih ada di kelihatan. Inilah ijazah yang disebut milik Joko Widodo di tahun 5 maaf. Kelihatan enggak bedanya teman-teman semua? Sangat beda ini. Ini gambar jelas yang masih ada tulisannya. Ini kita cari tulisan ijazah aja enggak ketemu, logo aja enggak ketemu. Bahkan mana enggak ketemu. Artinya ini adalah gambar yang sudah hasil rekayasa. Pak intelijen, Pak Rajasa sangat paham. Ini adalah ijazah saya secara full. Kalau secara ela masih masih. Ah, maaf gini kebalik. Jelas sekali. Bahkan lagi legislasi aja masih kelihatan. Ini tulisan ijazah, ini logo. Ini foto saya ada di sini sekarang. Ini miliknya Joko Widodo. Mana ada kelihatan tidak ada sama sekali. Tidak ada sama sekali. Gelap kayak orangnya katanya. Enggak, Bu. Ya, kita enggak minum tapi tidak ada. Dan hasil analisis era ini saya pertanggungjawabkan kepada dunia akhirat. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Tidak ada hasil pada lembar yang disebut miliknya Joko Widodo. Tidak otentik. Tidak. Tidak otentik. Jadi bukan hanya identik otik. Dan saya sudah mohon izin kepada yang bersangkutan. Saya tidak tampilkan aslinya, tapi saya tampilkan analisis elanya. Ini adalah ijazah asli angkatan 85 Fakultas Kehutanan seangkatan dengan Joko Widodo. Ada semuanya masih kelihatan tulisan ijazahnya ada bekas logonya ada, kemudian watermark-nya juga masih ada. Iya. Yang lima juga sama. Eh, yang empat lainnya juga sama. aslinya ada. Jadi saya tidak hanya berani menunjukkan analisisnya. Saya tidak hanya berani digitalnya, analognya ada dan ijazah itu asli semuanya diserahkan langsung oleh masing-masing yang bersangkutan kepada kami ya dan itu siap untuk dipertanggungjawabkan. Artinya apa? Ini adalah bendel bukti yang menambah. Jadi tidak mengurangi Pak menambah bukti yang tadi disampaikan oleh Pak Rizal Fadilah dan bukti-bukti ini siap untuk dibawa juga ke Bares Krim. Siap. Iya. Clear ya. Nah, kemudian sedikit sebelum nanti Pak Kolonel ee apa Candra Rajasa bisa menyampaikan. Saya pun tidak hanya omong-omon saya terjun langsung ke Pasar Pramuka. Buktinya ada di salah satu TV nanti malam tayangannya namanya Dipo Investigasi. Oh, Dipo. Kompas. Kompas. Dan akan saya presentasikan lusa di acara namanya rakyat bersuara ya bersama dr. Tifa dan bersama Dr. Taufik ya. Itu kami akan cerita detail banget soal ini. Artinya apa? Nanti Pak Jang. Saya juga sudah mendapatkan bukti temuan yang namanya saya sulit nyebutnya profesor ya, karena profesor kok hanya 2 bulan. Dia dapat profesor itu 2 bulan dan itu dia ngaku sendiri dari tukang sapu jadi profesor. Profesornya hanya 2 bulan. Profesor ya. Nah, itu yang itu pun kalau di ee apa halaman Dikti di website Dikti itu juga enggak jelas. Karena katanya S2-nya di kok bukan pasar pramuka tapi di apa mustofa beragama tapi ada yang nyebut S2-nya di kampus lain. Jadi enggak jelas itu ya sekolah dan dia jelas betul masih menyelenggarakan acara halal bihalal di belakang pasar pojok pramuka. Jadi bohong kalau dia mengatakan dia tidak pernah lagi ke pasar sejak tahun 2022. 2002, maaf 2002. Dia masih 1 Mei 20 2025. Jadi masih beberapa hari hari yang lalu menyelenggarakan dan menariknya di antara orang-orang yang datang itu Pak Sri lima di antaranya terlibat dengan pembuatan ijazah palsu ini. Clear. Tinggal pengakuan saja. Nanti cara-cara dari Pak Intelijen, cara-cara dari teman-teman semua itu akan buktikan dengan cara elitisasi, dengan cara wawancara, dengan cara tapi yang jelas mereka sudah mulai ketakutan. Karena bukti-buktinya sudah jelas mengar. Makanya pasar pramuka itu habis sudah ter. Kalau menurut saya terapi kata mereka-mereka dibakar pada akhir 2024 yang beren. At last but not least, Bapak dan Ibu, kita sekarang memang sedang tampak seperti bermain catur ini. Makanya gambarnya catur. Siapa yang cepat, siapa yang menang. Tapi kita semua sedang melawan sesuatu yang sangat jahat. Yang sangat jahat adalah yang mengaku aku sebagai raja Jawa. Ngakunya raja Jawa. Bahkan ada anak buahnya bergerar KPH palsu. Dia tidak pernah. Itu banyak cerita soal raja Jawa itu. Tapi nanti lain waktu diberikan oleh sumber raja Jawa yang sebenarnya. Saudara ada. Jadi artinya apa yang kita presentasikan di sini. Sekali lagi terima kasih para kuasa hukum ya. Kita sama-sama melawan zalim, melawan tengkorak ini ya jahat ini. Ini adalah raja Jawa yang palsu dan itu sudah merusakkan Indonesia dan harus kita lawan. Sekian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Eh, ini saya agak bingung nih. Ini jumpa pers atau apa, tapi yang pasti adalah asli. Eh, terima kasih Pak Jal MJ Pernawan, terima kasih sudah hadir gitu ya. E teman-teman sekalian untuk efektifnya sekarang ke pasidu ini apa yang terjadi sebenarnya negeri kita ini kok semakin seperti tidak beradab gitu loh. C Pak

KOMPAS TV- Roy Suryo Tanggapi Penyidikan Kasus Ijazah Jokowi: “Kami Sudah Pegang Ijazah Asli Alumni UGM!”

#roysuryo #ijazahjokowi #breakingnews #jokowi

Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.