Yuk Naik Gunung Extreme – Tales Beyond The Tomb White Silence Indonesia Part 1

[Tepuk tangan] Hai guys, kembali lagi bersama gua si Miaw A. Kali ini gua pengen mainin sebuah game yang paling banyak dari kalian request yang judulnya adalah Ts Beyond the Tomb White Silence. Buat kalian semua yang suka dengan game horor yang ada jalan ceritanya, sebentar lagi kita akan memulai bermain game Tes Beyond The Tom White Silence. Dan ini adalah episode keempat dari game Tes Beyond The Zoom, ya, Teman-teman. Dan kalau misalnya kalian mau mencari episode pertama dan juga ketiganya, silakan kalian cek aja di description di bawah. Gua sudah tinggalkan link untuk kalian semua nonton. Dan buat kalian semua yang sudah penasaran dengan jalan ceritanya, langsung saja teman-temanku sekalian kita new a game to. Selamat datang di episode keempat Ts Be on the Tomb. Dan ini adalah sebuah episodic horor series ya, Teman-teman, yang menginvestigasi sebuah kejadian nyata. Wow. Kita akan memulai new game. Oke, let’s go. Oke, kalau gua nonton trailernya dan juga baca sinopsisnya, sepertinya kita akan mendaki gunung untuk menginvestigasi sesuatu, ya, Teman-teman. Nah, permasalahannya gunung tersebut bersalju jadi medannya ekstrem ya. Kalau misalnya kalian lihat akhir-akhir ini kan ada yang viral tuh Gunung Rinjani ya kalau enggak salah, Teman-teman. Dan Miaok sendiri, Teman-teman, belum pernah mendaki gunung. One day kali, ya. Tapi kalau udah terlalu tua mungkin aku skip. Ini adalah sebuah game yang terinspirasi dari kasus nyata. Wow. Cuman nama dan tempatnya itu diganti untuk memproteksi korban-korbannya. Hem gua cuma pernah pergi ke Bromo, Guys. Itu pun pakai mobil dan di atas Bromo pakai kuda. Kali ini kita akan diajak ke Russian, 17 Agustus 1993. Wow, tiba-tiba ada naratornya. Tumben biasanya enggak ada. Jadi ada cerita-ceritalah yang tidak bisa diungkap ya, Teman-teman. Siapapun yang mencari kebenarannya tidak akan kembali. Seram sih. Kalau kalian tidak punya pengalaman mendaki gunung, jangan pernah ya, Teman-teman. Karena ya namanya juga nature dan ada banyak banget aturan-aturan dan kode survive lah untuk kita harus pahami terlebih dahulu sebelum mendaki gunung. Makanya kalau emang mau mendaki gunung, preparation-nya harus kuat. Gua salut sih sama yang suka mendaki gunung mapala ya kalau di kuliah ya, Teman-teman. Terus orang-orang yang suka maraton, trail. Wah, GG. Mengetes limit manusia tuh mantap banget. Oke, I really need a hot coffee. Jadi, gua butuh minum kopi hangat. Yah, di tempat yang bersalju seperti ini kayaknya kita butuh ya, Teman-teman. E spasi. Wow. Pertama-tama kita berkunjung terlebih dahulu ke sebuah pom bensin. Mungkin saja untuk mengisi bensin. Dan ini mobil gua. Ayo. Apa, Guys? Ini antara dua Volkswagen kayaknya ya. Ini model-modelnya Volkswagen tapi di depannya guys itu mirip banget sama BMW yang lama yang jadul ya enggak sih? Wes. Ya sudahlah kalau begitu. Yuk mari kita masuk terlebih dahulu. Bahasanya Rusia gua gak bisa baca ini. Open. Oke. Permisi. Halo. Ada ATM. Eh, Bapak yah. Lagi tidur dia, Guys. Enggak enak gua ganggunya. Eh, gimana dapetin kopi? Ini mesin kopi sih. Ini ATM nih kalau mau ambil duit. Wah, ini juga ada nih, Guys. Ini kayak terlihat dingin tetapi harusnya ini hangat atau mungkin dingin. Chiller ini chiller, Guys. Sebentar, gua harus ngapain? Coba gua keliling terlebih dahulu. Cannibal warm. Buat apa nih Cannibal warm? Please call Mr. Brava to fix the broken wack. Ada yang sudah rusak? Ya udah. Bang. Halo, Pak. Abang. Bang, aku butuh kopi, Bang. Wake up the gas station attendant. Uh, Pikabo. Uh, kaget dia. Maaf, maaf, Bang. Tadi juga gua bisa pencet ini, ya. Oh, udah enggak bisa. Ee, punten, Bang. Aku cuma mau hot coffee aja. Ada enggak, Bang? Aduh, kenapa sih datang malam-malam begini? Kamu orang sekitar sini. Oh, enggak. Sor sor gua cuma butuh kopi hangat aja soalnya gua mau berjalan lagi. Mmm, biasanya enggak banyak orang sih yang berkeliaran di sekitar sini. terutama waktu-waktu dekat-dekat ini. Emang kamu mau ke mana sih? Oh, aku mau ke Love Pass Personal Research. Oke. Hm. Eh, emang kenapa, Pak, ada masalah? Dia love, ya? Hmm. Apakah kamu orang yang penasaran juga? Hah? Ya, nama aku adalah Alexi Morov. Buset, aku suka menulis, jurnalis lah tentang pendaki gunung. Oh, wow. Oke, ayahku. Dia salah satu yang suka mendaki gunung dan menunjukkan guide ya di Death Love. Namanya Nikolai. Dia tidak takut dengan apapun. Nikolai enggak tuh, Guys. Ketika aku umur tujuh, yah, dia sudah pergi begitu saja. Oh, mohon maaf, Pak. Maaf mendengarkan ini semua. Eh, but the circumstancer of their deaths were to unusual. Tapi kayaknya kematian mereka enggak biasa gitu loh, Pak. Jadi, aku pengen coba menginvestigasi kasus-kasus itu. Ini kasus apa sih sebenarnya, Guys? Hah? Mereka itu tidak meningsoy. Mereka itu diambil. Hah, maksudnya mereka diambil? Kalau kamu mau mendengarkan aku, Mr. Alexi, ya, kamu pulang saja ke rumah. Kembalilah ke kehidupan kamu. Tidak ada yang bisa kamu temukan di pegunungan tersebut. Hah? Tapi aku datang ke sini tidak untuk menyerah, Pak. Aku sudah mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari. Oke. Oke. Keberanian kamu patut diancungi, jempol. ini mengingatkanku dengan ayahku. Oh, sangat terhormat mendengarkan hal tersebut ya, Pak. Eh, aku juga membaca tentang Nikolai, Pak. In the death of my place, there is a memorial wall dedicated to them. You are welcome to view it. It contains photograph and original documents. Jadi di tempat ini kayaknya, Teman-teman, ada memorial untuk dedikasi kepada mereka yang mungkin sudah menghilang atau meningsoy ya teman-teman. Kamu bisa melihatnya lah. Oh, tentu saja aku akan senang sekali melihatnya. Iya, of course. Dan kopinya itu mesinnya ada di sebelah sana ya. Oke, terima kasih banyak, Pak. Terima kasih. Terima kasih. Wis baik juga dia guys ya. Biasanya orang baru bangun tidur guys galak ya. Ini mesin kopinya. Exam the case memorial. Eh, case memorial di manakah ini kah? Bukan kayaknya ya, Teman-teman. Case Memorial ini. Wow. Uh, bisa kita mainin. Play WASD move pas to exit. Oke. Eh, Bang main, Bang. Main, Bang. Main. Coba dulu, Guys. Coba dulu. Cannibal warm. Enter. Oh, enter dulu, Guys. Oh, what is this? Waduh, kok dia menghilang? [Musik] Waduh, Guys. Aw, ada teriakannya gitu, loh. Kayaknya gua ma harus memakan mereka semua. Wow, buset, ada teriakan anak kecil, Guys. Ah, perempuan, Guys. W game over. Skor gua 70 lah. Yang main cuma gua di sini. Baiklah kalau begitu. Eh, ini apa nih? Oh, ini ni nih. What is this? Read note. Before we sent off towards the mountains, we made a brief stop in the vast high, the last inhibited village before the fastness of the north worlds. We gather supplies, register our root, and spend one last night under the warm roof. From here on, it will be nothing but snow, wind, and silence, Nikolai. Jadi kayaknya ini adalah sebuah catatan dari seseorang yang mau melanjutkan perjalanannya dia. Tapi mereka e berhenti terlebih dahulu di sebuah village atau desa ya, Teman-teman. Dan ya sebelum mereka berjalan, mereka itu tidur satu hari lah di situ dan juga menggetter supplies yang mereka. I see ini Nikola ini kayak cewek deh. Oke, gua cek-cek terlebih dahulu. Ini bahaya sih memang, Guys, kalau Waduh, itu catatan panjang banget tuh. Helikopter. Ah, jangan bilang harus dieksekusi. Eksekusi lagi apa? Dijemput gitu loh, Guys. Eh, kok eksekusi sih? Apa bahasa Inggrisnya? Harus dijemput lah, ya. After weeks without news, we began a real search over the past region. Today, under the play pale winter light, we found the first sign. remains of the campsite practically covered by snow. The teams transport by helicopter carefully. Aduh, ada yang sudah meningsoy ya, Teman-teman. We found the first body a few hundred meters from the tan. The cold here is cruel as if time it fro something doesn’t feel right. We will keep searching. Jadi, ada orang yang mau menyelamatkan mereka. dan helikopter dikirimkan ke sana, Teman-teman. Mereka menemukan sebuah tenda yang sudah dicover dengan snow dan mereka menemukan mayit 100 m dari tenda tersebut, ya. Dan mereka tetap meearching karena mungkin ada sesuatu yang tidak beres. Hm, aku translatein sebisaku ya, Teman-teman. Mohon maaf nih. Wah, panjang. Tragedy in the Eural Mountains. 1959. Lama sekali. On the night between February 1st and 2. Oke. Nine experience hiker disappeared during the expedition to the mountain. Gua baca secara cepat aja ya, Teman-teman. They were found days later under second tenes that defy any logical explanation. Kayaknya mereka mau memulai sebuah e pendakian gunung. Cuma beberapa hari kemudian, Teman-teman, mereka itu ditemukan dengan sesuatu yang kayak tidak bisa dijelaskan. tendanya mereka kayak sudah dibuka dari luar dan juga e badan-badannya mereka itu tersebar di mana-mana dan juga sudah ke-cover dengan salju. Ada beberapa memakai baju, ada beberapa tidak memakai baju. Waduh, dan ada beberapa ada injury-nya atau luka-lukanya. Waduh. Propose cause arrange. Oke. M panic. Secret military test. Even supernatural events, nothing was confirmed. Jadi mereka kayak mengira-ngira apa yang terjadi di sana. Cuma enggak ada satuun yang bisa mengkonfirmasi apa yang terjadi. Dan di estimasi di sana itu temperaturnya adalah -30 derajat, Guys. Kalian bayangin sedingin apa. Gua aja pengalaman ya 3 derajat aja itu udah dinginnya minta ampun, Guys. Menggigil banget. Ini minus 30 udah kayak apa itu ya? Seperti yang kalian tahu itu adalah Delt Love Pass. Waduh. Oke, kasus ini ditutup karena tidak menemukan suatu pencerahan ya, Teman-teman. Sayang sekali. Udah. Hei, astaga kaget. Those who dare to return there really come back. Same. Jadi, siapapun yang mau ke sana itu jarang banget pulang dengan hal yang sama ya. I will go all the way to find something. Any clue that reveals what happened there. Oke, aku akan pergi ke sana untuk menemukan sesuatu sih. Cuma semoga ajaalah mendapatkan clue untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana. Did you hear that? Apakah kamu mendengarkan itu? Ya, itu cuma suara angin dan juga salju berjatuhan. H kamu kenapa, Pak? Aku tidak apa-apa. Cuma sedikit capek aja. Ngomong-ngomong namaku adalah Mikel. Oke, kamu harus kembali ke apa? Jalanan segera. Aku dengar bakal ada badai malam ini. Oh, terima kasih banyak sudah menunjukkan papan tersebut ya, Mel. Sekarang aku akan mengambil koffe aku dan akan keluar dari sini. Ingat ya, jangan sampai don’t let the voice cloud your mind. Jangan sampai suara me ini gimana? Ini kayak perumpamaan ya. Jangan sampai suara-suara di dalam badan kalian, di dalam pikiran kalian mengganggu mental seperti itulah ya. Hah? Maksudnya apa, Pak? Eh, maaf, maaf. Kadang-kadang aku terlalu banyak bicara sendiri di cuaca seperti ini membuat aku agak sedikit gila. Oh, jangan khawatir. Aku senang sekali kok bertemu dengan Mr. Mil. Tapi jangan ngagetin juga. Aduh. Grab your camera from the car. Hop, gua punya kamera. Oke, mari kita coba cek terlebih dahulu. Kamera. Pencet. Uh, wow. Backpack-nya tuh udah siap banget tuh, Guys. Take a photo of file. Oke, kita bisa mengambil foto, Teman-teman, di fileboard-nya. Pak, boleh izin foto enggak, Pak? Ya, boleh aja. Oke. Ih, cise. Kita bisa foto bapaknya, Guys. Oh, apa namanya? Polaroid ya, Teman-teman. Oh, dibelok-belokin polaroid, Guys. Let’s go. Eh, sor ya kalau misalnya kalian mungkin akan pusing liihatnya. Wah, keren, Pak. Ganteng, Pak. Sekarang kita coba foto terlebih dahulu. Ini untuk bukti kali, ya. Hm. Maaf ya, Teman-teman kalian bakal pusing karena aku akan menggoyang-goyangkan. Digoyang-goyang, digoyang-goyang, digoyang-goyang. Udah selesai. Oke, quest kita sudah selesai kah? Suara apa itu? Oh, sekarang aku butuh kopi katanya. Itu tadi suara apa, Guys? Kayak ada orang yang lagi benerin sesuatu gitu loh. Mau apa, Guys? Black coffee, coffee strong, Cappuccino, coffee or milk? Wow, cappuccino assassino. Waduh, jadi brand rot lagi nih. Mia maaf, maaf, maaf, maaf. Wih, mesin otomatis begini ya. Keren keren keren keren. Agak bangga sih ya, Teman-teman, coffee dari Indonesia itu sering dipakai untuk di mana-mana gitu loh, apalagi di luar negeri. Mari kita minum. W kayaknya enjoy banget gitu loh minumnya. Weh, cuma gua sendiri tidak bisa minum kopi, Guys. Jadi kafein yang masuk ke dalam badanku terlalu strong. Jadi membuat aku tidak sama sekali bisa tidur. Susah sekali tidur. Degdegan juga, Guys. Makanya gua kadang-kadang mengganti kafeinnya dengan teh atau enggak katanya macha ya. Maca juga kafeinnya cukup gede, Guys. Udah kelar belum sih minumnya? Oh, udah mau habis, Guys. Oke, kita habisin terlebih dahulu, ya. Yah, habis deh. Buang sampah dulu deh. Ya udah, sekarang aku akan mengemudi, katanya. Hmm, enggak beli apa-apa lagi kayak snack atau apa lah. Ini aki. Kenapa di sini nih aki nih? Yuk, mari kita jalan lagi. Eh, eh sebentar. Ignition. Oh, maaf, maaf, maaf, maaf. Woi, woi woi woi. Astaga. Astaga, Guys. Sebentar speaker gua sampai jatuh. Hah? Bikin kaget aja speaker gua jatuh. Untung aja gak langsung ke lantai ya. Jadi ngegelantung di kabel gitu loh. Hei, Bang. Kamu menakuti aku Bang? Bang, kamu bisa dengar aku? Oh, maaf maaf aku tidak bermaksud untuk menakutimu. Aduh, kamu Didn’t you see me inside the car? Kamu bukannya ngelihat aku di dalam mobil? Apa coba? Kasih jawaban. Jangan cuma diam saja. Kenapa tuh? Oh, maaf, maaf. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Sudah lama sekali. Oh, sor sori, Pak. Aku aku tidak tahu. Enggak apa-apa ya? Eh, jujur aja. I think it was the best thing that ever happened to me. Ini adalah yang terbaik yang terjadi kepadaku. Kok gitu dia? Tapi ya udahlah enggak apa-apa. Jangan ditanya ya, Teman-teman. Aku bisa mendengarkan dia. Dia melihat aku dari pegunungan seperti Ibu Nature, Mother Nature ya, Teman-teman. Hah? Siapa yang Bapak omongin? penyihir. Dia masuk ke dalam ee pikiran-pikiran orang dan dia berkeliaran di pegunungan tersebut. Mohon maaf, Pak. Tapi aku harus pergi sekarang. Penyihir. Kita akan berhubungan dengan penyihir kah? Tunggu, Guys. Saya bentar conto kamu harus berhati-hati, Mr. Alexi. Tunggu dulu. Kenapa dia tahu nama gua? Betul juga. Ini akan dingin sekali dan bisa mengacaukan pikiran kamu. Tunggu. Bapak kenapa bisa tahu namaku? Dia memberitahukan. Dia memberitahukanku. Jangan bilang dia nguping, Guys. Tadi kan gua perkenalan diri di dalam sana. Dia nguping kayaknya nih. Waduh. Oke, ignition yuk. Segera kita pergi dari sini ya. Uh, bisa mengemudi, Guys. Let’s go. Belum apa-apa kita sudah menemukan orang-orang yang aneh ya. Kayak bapak-bapak yang tidak bisa melihat, terus penjaga tokonya yang bilang kita enggak usah ke sana, jangan pergi ke sana. Karakter kita yang bundle, Teman-teman, karena memang mungkin membutuhkan uang. Jadi dia harus mencari uang dengan baik ya. Hah, landscape-nya bagus sekali. Aku akan mengambil kamera dan me mengambil foto. Grab your camera. Oke, ambil. Let’s go. Terus kita ambil landscape gini-gini. Dulu aku fotografer loh, Guys. Kita ambil dulu nih. Tuh, pakai framing. Cekrek. Wih, pasti keren nih, Guys. [Musik] Oke, kita kipas-kipas. Uh, kan bagus. Ada lagi yang harus gua ambil. I like the photo. I better get going. Oh, dia udah puas dengan foto tersebut ya, Teman-teman. Sekarang kita harus pergi ya. Dulu setelah kuliah teman-teman gua itu kan bekerja terus setelah bekerja gua itu mendapatkan gaji. Nah gua kumpulkan gaji gua perlahan-lahan untuk memberi kamera dulu DSLR second, Guys. Gak baru. Akhirnya gua belajarlah fotografi. Di situ gua foto-foto terus kayak fotoin teman gua, fotoin diri gua sendiri, foto landscape, foto gedung, terus kebetulan sempat pergi ke Surabaya. Slow and steady. Oh, harus pelan-pelan, Guys. Jangan buru-buru. Ya, sori. Ke Singapore terus di sana, di Singapura. Gua coba foto sana, foto sini. Dan akhirnya jadi YouTuber deh. Hah, begitulah ya perjalanan hidup. Mungkin teman-teman kalau gua enggak jadi YouTuber, gua akan menjadi fotografer. Mungkin. Uh, ketemu rumah. Oke, udah enggak bisa sih maju di depan kita. Turun sini kah? Bisa gak? Bisa ya? Oh, spasi exit. Oke, berarti maju lagi tadi. Hmm, ada beberapa rumah di sini, Guys. Uh, ada satu yang ada cerobong asapnya. Kalau ada asapnya berarti ada orang di situ. Nice conclusion. Permisi. Punten. Dia mau nyari siapa? Mau nyari apa di sini, Guys? Kenapa itu pintunya pendek banget ya? Oh, ini nih. Pintar banget nih pakai beginian ya, Guys. Supaya enggak kena salju. Bagian lobinya bagian depan rumahnya. Pintu rumah depan dah ya. Eh, gua kayak mendengarkan ada orang tadi. Kayak ada orang jalan kaki deh, Guys, di dalam sana deh. Apakah mereka tidak mau membukakan pintu buat aku? [Musik] Apa tuh? Kenapa ada bunyi begitu tuh? I hope aku berada di tempat yang benar. Aku harus menemukan Victor. Victor ya. Di mana Victor, Teman-teman? Uh, ada kuda dong. Kuda loh, loh, rusak. Eh, kambing. Ada kambing, guys, sama kuda. Oh, dapat notification ggak tuh a friend. Hei, big guy. You are doing all right in this cold. Kuda ya, bisa bertahan minus 30 derajat. GG Gaming sih. E, permisi aku mencari yang namanya Victor. Adakah orang di sekitar sini teman-teman yang bernama Victor depan itu? Kayaknya tadi udah deh. Kayaknya yang ini deh. I see. Coba ya kita masuk terlebih dahulu. Uh, cukup Kozi juga rumahnya. Permisi. Mereka memakai kayu mungkin gara-gara kayu itu bisa menetralisir dingin kali ya, Guys. Mungkin kalau tembok kan dia penghantar dingin, tapi kalau misalnya kayu diredam gitu loh dinginnya. Bang, ada orang. Gak lihat apa-apa lagi gua, Guys. Abang yah gak ada orang, Guys. Punten. Astaga. Saya mau cari Pak Victor. Permisi, Pak Viktor. Loh, kok ada orang? Tadi enggak ada, Guys. Ya udah, coba kita dekatin aja, ya. L, ya. Kita tanya, Guys. Ee, permisi, kamu bisa bantu aku? Aku lagi mencari Pak Victor. Hah? kamu menemukannya. Oh, Bapak Pak Victor. Namaku Alexi. Aku mengirimkan surat kepadamu 1 bulan yang lalu. Oh, ya ya. Aku menerima surat tersebut. Benar-benar kamu orang yang penasaran sekali ya dan mau mengambil resiko di pegunungan. Dan kamu harus berhati-hati. Angin salju ini bisa mengacaukan kepala kamu dan membuat kamu berhalusinasi. Aku butuh bantuan Bapak untuk nge-ga di sana, Pak Viktor. Tolong ya, Pak ya. Soalnya aku takutnya kita aku kalau pergi sendiri tidak akan kembali lagi. Wow. Kamu punya ide? What? Oh. Apakah kamu tahu apa yang kamu tuh tanya kepadaku? Ini bukan bercandaan kan? Ini bukan berjalan di sebuah taman loh. Emak-anak muda yang meningsoi itu dengan cara yang sangat sangat sangat tidak baik. Jadi beberapa jejak juga tidak tersentuh. Ya, aku cuma mau membantu, Pak, untuk mencari evidence atau bukti-bukti. Siapa tahu aja kita bisa memecahkan kasus ini dan ada keluarga yang menunggu penjelasan apa yang terjadi di sana. Pak dan cuma kamu yang berani mau mengambil ekspedisi ekstrem ini. Benar bukan? Ya sudah, aku akan eh nge-gide kamu. Tapi kamu sudah di sudah aku wanti-wanti ya. Ini akan menjadi jurni yang panjang dan kamu bisa kedinginan di sana. Oh, terima kasih banyak, Pak. Terima kasih. Aku akan membayar dengan baik, Pak. Aku tidak melakukan ini demi uang. Aku cuma kagum saja dengan keberanian kamu, Mr. Alexi. Ayo, masuk ke dalam. Kita hangatkan diri kita di perapian. Kamu pasti sudah kedinginan. Oh, aku akan mengambil backpack aku terlebih dahulu ya, Pak. Tas aku dulu di mobil sebentar ya, Pak. Rumah dia yang di situ kan berarti. Oke, rumah dia kayak ada yang udah hancur tuh di atas sana. Oh, iya betul, rumah dia tuh, Guys. Ambil backpack dulu. Ini kalau salju berarti bannya harus khusus juga dong. Iya enggak sih, Guys? Alright, sudah selesai. Soalnya kalau ban yang buat jalanan takutnya keslip enggak sih? Yuk, mari kita masuk. Punten. Tutupnya supaya enggak dingin. Wah, ini dia nih ada api. Kamu terlihat capek. Ya udah, kamu istirahat aja sebentar. Aku akan memasak sesuatu yang hangat buat kamu. Besok kita akan pergi pas e subuh, ya. Oh, ya ya, ya, ya. Betul sekali. Quite difficult to get here. Thank you for welcoming me. Cukup susah untuk pergi ke sini. Terima kasih sudah me menjamu aku. Kamu bisa tidur di ruanganku. Aku akan tidur di sofa. Waduh. Loh, aku enggak mau menjadi masalah buat bapak. Enggak apa-apa aku bisa tidur di sofa kok. Enggak, enggak, enggak. Bukan masalah kok. Aku suka tidur di dekat perapian. Kamu bisa taruh barang-barang kamu di ruanganku. Di bagian atas, bagian kanan. Oke. Tapi emang rumahnya dia gak punya kamar yang banyak, ya? Cuma satu kamar aja kah? Hmm, menarik. Coba kita investigasi terlebih dahulu ya, Teman-teman, ruangannya. Tapi ruangannya rumahnya emang enggak terlalu gede sih. Cuma seharusnya ada beberapa ruangan lah ya. Oh, ini langsung tempat tidur. Terus ini toilet mungkin. Oh, iya betul, Guys. Cuma tempat tidur dan toilet ya. Toiletnya sebesar tempat tidur ya mau gimana ya? Uh. Pemanas. I see. Keren juga. Dia ada pemanas, Guys. Waduh. Oke, mari kita baca terlebih dahulu. Victor, I hope this letter find you well. My name? Oh, ini catatan gua yang gua kasih ke Victor ya. Dia adalah seorang jurnalis dan dia itu mau menginvestigasi tragedi yang terjadi di DCH Love Pass beberapa tahun yang lalu. Setelah mengumpulkan banyak banget dokumen dan juga informasi, aku percaya kamu yang bis entar, Guys, yang bisa membantu aku untuk jalan ke regie tersebut. Aku mungkin terlalu banyak. I know many avoid speaking about what happened there. Oh, banyak orang yang tidak mau membicarakan hal tersebut dan aku mengerti kenapa dan mungkin ini akan menjadi sensitif buat kamu. Cuma ya kalau boleh kasih tahulah beberapa story dan juga official report yang relevan ya. Aku cuma mau jawaban aja. Aku akan membayar semua servis perjalanannya dan aku janji akan eh menghormati semua yang kamu omongkan. Aku akan berada di village beberapa hari lagi. Kalau kamu agree, aku akan pergi ke sana. Terima kasih banyak. Oke, kayak gitulah ya, Guys, secara singkatnya. Masuk ke dalam kamar. Kamarnya cukup kozy kok. Taruh backpack-nya di mana? Oh, sini. Nice. Habis itu kita udah mau istirahat kah? Ada lilin. Ada kaset, Guys. Oh, wow. Eh, enggak sopan kasetnya. Langsung diplay begitu aja. [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] Nikolai memberikan beberapa supplies ya. Gunungnya bagus. Aku mempunyai perasaan yang baik. Mungkin saja ini akan menjadi spesial. Kita harus menemukan kaset-kaset ini kah? Hmm, bisa jadi. Enggak ada siaran radio, Guys. Oh, what is that? Kita benar-benar cari tahu informasi loh. Ini enggak sopan sebenarnya, Guys. Cuma ya mau gimana lagi. The mountains called to me. Jadi, gunung tersebut memanggil aku kayak dia mengexpect sesuatu terhadapku. Aku tidak bisa tidur. Aku cuma bisa mendengarkan. Bukan angin, tetapi ada kayak bisikan-bisikan di antara pohon dan suara tersebut bukan suara gua. Dan tidak familiar gitu loh. Siapa suara tersebut? Aku mulai bermimpi ke tempat-tempat yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya dan juga ada beberapa muka yang aku tidak tahu. Sampai-sampai aku baru ingat tentang mereka. Hmm. Cycle repeating itself. I’m just same instrument different name in another time. The cold doesn’t bother me anymore nor the solitude only the silence. When the fate and voice return. It feels home, Victor. Oke, pokoknya dia mulai terbiasa L ya, Teman-teman, dengan tempat ini. Dia merasa ya udah nyaman aja di pegunungan ini. Buset, ini bisa jatuh, Guys. Gak ada penghalangnya. Barang udah berarti kita sekarang bertemu dengan Victor kah? Yo, Bang, semuanya sudah kamu taruh di atas. Oh, iya iya. Benar juga ya, di sini hangat yah. Perapian ini memang sudah tua, tetapi tidak pernah membuat aku kecewa. Sudah, duduk saja sana. Oke, kita duduk dulu, Guys. Eh, enak juga ya. Boleh tukeran enggak, Pak? Hmm. Tempat ini benar-benar sepi ya, Pak. Almost as if time had stopped here. Kayak seperti waktu berhenti di sini. Yah, tidak ada suara di dekat sini. Memang terasa kosong. Semuanya melihat, semuanya mendengar, semuanya menunggu. Terkadang more than we like, terkadang lebih dari apa yang kita suka. Ada sesuatu yang aneh, Pak, di sekitar sini kayaknya. Aku memang merasa seperti diawasin sih. Hm. Pegunungan ini memang mempunyai mata dan ingatan. Kamu akan mengerti pada waktunya. Waduh. Apakah kamu tinggal di sini sendirian, Pak? Hm. Enggak dijawab tuh, Guys. Oh, aku kehilangan banyak teman dan orang-orang yang kus sayangi. Tetapi terkadang semuanya memang harus pergi begitu saja dan aku harus menemukan jalan untuk pulang. Oke, sudahlah. Istirahat saja. Besok akan menjadi hari yang panjang dan dingin. Oke, terima kasih banyak. Selamat malam, Pak Victor. Selamat malam, Alexe. Semoga mimpi kamu membuat lebih ringan ke depannya. Oke, ya. Gua tahu sih mendaki Gunung Salju itu berat banget, tapi kayak enggak ada tuh yang namanya dihibur sedikit ya, Guys, ya. Semuanya kata-kata yang membebankan nih, Guys. Enggak bisa apa ya? Oh, tenang aja. Nanti besok aku akan bantu kamu. Kamu enggak usah khawatir. Aku akan mempersiapkan dengan baik gitu. Enggak tuh. Benar-benar ditakut-takutin, Guys. Seakan-akan memang kita tuh enggak boleh ke sini sebenarnya. [Musik] Huh. [Musik] Dingin. Minus 30 derajat. Enggak kebayang sih, tapi cita-cita gua, guys, one day gua harus pergi ke negara yang memang ada saljunya dan gua pengin menikmati salju tersebut sekali seumur hidup aja belum pernah kan. Dan gua tuh pengen ngelihat pemandangan yang di mana semuanya ditutupin salju gitu loh, Guys. Pasti indah sih. Oke, ini kayaknya keesokan harinya gua gak bisa ngapa-ngapain. Eh, loh, ada burung tuh. kayaknya ada burung tadi. Ada yang aneh kah, Guys? Coba kalian perhatikan terlebih dahulu. Oke, di tanggal 18 Agustus sekarang ya, Vis High Village udah enak tidurnya lah. Kayaknya jamnya enggak gerak deh tadi. Kayaknya jamnya segitu juga. Jangan-jangan gua yang salah lagi. Oke, good morning. Apakah kita akan ngopi lagi nih, Teman-teman? Sarapan sih. Telur pakai roti kayaknya enak deh. Wih, udah siap dia. Kayaknya gua belum siap. Ayo, kita akan pergi sebelum malam nanti akan tiba dan ee bawa ya ini ya makanan-makanan ini. Oke. Iya, aku siap. I’ve set aside some supply for you. We need them. Get your backpack. Oke, ini udah gue siapkan beberapa e supply-suplai buat kamu. Kamu taruh di backpack ya. Alright, jadi gua harus ambil backpack gua lagi. Ambil backpack dulu, Guys. Sudah mau jalan ternyata ya. Udah ready banget dia, guys. Grab the supplies. Ambil ini. Apa nih? Ini ini senter kayaknya ya, Teman-teman. Ini makanan. Kalau ini kayaknya korek. Ya, ini korek. Yap, betul sekali. Apakah kamu sudah siap semuanya? Ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan juga berat. Yah, aku sudah mempersiapkan ini beberapa tahun yang lalu. Aku siap. Hah? Aku boleh ambil foto enggak buat kenang-kenangan? Aku sebenarnya tidak suka difoto, tetapi ya sudahlah kalau emang kamu mau ya. Oke, kita foto dia dulu, Guys. Yah, enggak usah lihat ke sini. Enggak apa-apa kok, Guys. Lebih estetik, ya. Weh, let’s go. Udah, Pak. Mau lihat enggak hasilnya, Pak? Eh, gak kelihatan, ya? Wih, tuh kan keren. Foto-foto miawa. Aug, M. Ih, lihat gak, Pak? Nih. Tuh. Wih, ganteng ya, Pak, ya? Wait, let me get a better angle. Yah, harus harus dari depan kayaknya, Guys. Ya udah dah, better angle. Enggak boleh dari samping, Guys. Harus dari depan kayaknya. Padahal bagus loh foto polaroid terkadang jadi seram, ya. Oke, sudah. Harusnya udah sih, Pak. Nih, wis ganteng kan, Pak. Keren dah. [Musik] Udah siap teman-teman. Kita akan berjalan. Wah mulai salju turun. Enggak pakai sepatu khusus. Kalau gua lihat-lihat kayak sepatu agak tajam-tajam gitu enggak sih, Guys? Perjalanan kita dimulai dan semoga sanya semuanya akan baik-baik saja. Yang pastinya gua dua kali di jump scare, Guys, ya. Pas ngelihat papan billboard dan juga pas masuk mobil dikagetin sekaget-kagetnya. Uh, kali ini ada kayak cinematicnya ya. Itu apaan itu? Ada kayu yang berdiri. Apakah itu penanda? Oke. Hmm. Gua enggak habis pikir sih. Penjelajah-penjelajah gunung ya, Teman-teman, pertama kali kalau mereka ee mendaki gunung udah pasti enggak punya guide kan. Mereka pakai insting doang. Bagaimana caranya kalian bisa naik sampai ke atas? Itu hebat sih. Gua respect banget sama orang-orang seperti itu. The meters indicate your character coat level. Do not let it get too high. The freezing wind. Oke, kita bisa berhalusinasi dan meningsoy ya, Teman-teman, kalau kita kedinginan. Warming point. You can build a campfire. Oh, kita bisa membuat campf. Build a campfire. Oke, ini dia campfire-nya. Yo, Pak, are you alri? Wes ganteng banget nih Bapak nih. Mau foto enggak, Pak? Yah, gak bisa, Guys. Gua kirain gua bisa foto. Jadi kita buat campfire aja terlebih dahulu ya. Ini campf-nya sebentar. Loh, kok ada catatan di sini? Punya siapa ini? This has been the hardest track. extreme cold wind that cuts through the skin and pierce the bone. Jadi, ini adalah kayak TRK yang tersusah soalnya dingin banget, berangin banget dan eh menembus ke kulit dan juga ke tulang-tulang. I know, we are going to make it. We all have experience in climb and survival. In the second day of our expedition, Yuri had to turn back due to several joint pains. Jadi mereka yakin mereka bisa naik ke atas sana ya, Teman-teman. Cuma memang ada teman mereka yang bernama Yuri kembali lagi karena kesakitan persendiannya dia. The rest of us are excited to continue. I know we are going to make it. Mila. Oh wow. Ada dua cewek ya. Bahkan cewek loh, Teman-teman. Yuri dan Mila semua sisanya melanjutkan perjalanan mereka, Guys. Nih, gimana nih caranya? Kayu. Oke, pakai kayu. Taruh terus kita pakai lighter. Wih, nyalakan. Uh, mantap. Pak, mau istirahat dulu enggak, Pak? Lumayan nih. Much better now. I take the opportunity to snap some photos. Oh, wow. Oke, sekarang bisa foto, Guys. Nah, kita foto begini. Wis, kita foto Victor. Oke, kita foto Victor lagi, Guys. Kayaknya model kita kali ini adalah Bapak Victor, ya. Luar biasa sekali ini Bapak Victor ini nih. Kelihatan enggak sih? Enggak kelihatan lagi Pak Victornya. Keren sih. Tuh, kalian lihat, Guys. Lebih lebih bagus bagaimana nih? I’m a terrible photographer. Eh, jangan bilang gitu dong dari belakang ggak sih, Guys? Bagus nih. Kayak gini nih. Wih, ini sih bagus. Bakal gua posting di sosial media gua, Guys, kalau beneran. Kipas-kipas dulu. Maaf kalau pusing, Teman-teman. Tuh, kurang bagus. Apa itu? Bagus banget, Bro. Keren. Oke, Pak Victor. Aku disuruh foto nih, Pak Viktor. Kita selfie lagi, ya, Pak. Ah, cukup belum sih? Eh, kamera. Oke, say cheese. Dah, harusnya udah benar ya. Take a hit point loh. Oh, sekarang quest-nya udah beda lagi ternyata teman-teman. Nih, gua harus mengambil ini nih tempat yang hangat ini. Better try again. Enak aja. Tapi Polaroid challenge-nya memang banyak sih. Tergantung dari fotografernya ya, Teman-teman. Tapi menurut gua Polaroid itu kalian kan terbatas satu Polaroid isinya berapa gitu. Kayak enggak banyak-banyak banget dan kalian harus counting dengan baik dan benar. Polaroid-nya, settingannya semuanya kalau enggak bakal jelek. Loh, udah oke udah guys, Pak Victor lagi mengarah ke sini ya, Pak. We need to keep moving. Find a safe place to set up camp before nightfall. Jadi, kita harus bergerak sekarang untuk mencari tempat untuk bercamping. So, this is the same patok. Feel strange to stand here. Jadi ini adalah tempat e mereka berjalan kah? Aku agak aneh sih berdiri sini. Yes, you still see some old trail markers, stakes and rope. They left them behind. Oke, ini ternyata adalah sebuah marker atau tanda-tanda ya, Teman-teman, tempat mereka lewat supaya kalau orang mau cari lebih gampang. Kamu berpikir apa yang akan terjadi sama mereka. Apakah ada explanation atau penjelasan? Yah, enggak ada jawaban yang benar sih, cuma ya udahlah ayo jalan. Kita harus bergerak sekarang. Oke, baiklah kalau begitu kita gerak sekarang, Guys. Follow picture. By the way, Teman-teman, kayaknya sebentar lagi gua 1 jam nih record. Jadi, gua harus cari sweet spot nih untuk cek ya, apakah perjalanan kita masih lama atau kita akhirin videonya sampai di sini. Penasaran sih sama jalan ceritanya. So far ada yang ngebicarain tentang mother nature, ada yang bilang witch atau penyihir, ada yang bilang mungkin kecelakaan. Tapi ini pemandangannya bagus banget. Wow, GG Gaming. Uh, saljunya lumayan detail juga nih. Orangnya jalan. Coba gua. Uh, iya dong, Guys. Tuh, kalian lihat tuh. Uh, developernya mulai niat bikin game-ennya, Guys. GG Gaming. Hm. Wishlist. Naik gunung sama skyd diving. Berani enggak gua, Guys? Ini kayaknya cocok nih berlindung di dekat batu-batuan. Tapi batu dingin sih. Bebatuan kayak begini dingin sih. Ama kalau kalian mau tidur pasti sakit. Mending tidur di atas salju kayaknya ya. Hah? Kok kayak ada yang ketawain gua tadi. Eh, Pak, ke mana, Pak? Oh, ke sini. Uh, bahkan kita masih belum di puncak. Wow, minus 30 derajat. Gua belum pernah bisa merasakan si itu minus 30 derajat. Sedingin apa itu ya, Teman-teman? Kulit kita bisa jadi kayak gimana tuh? Apalagi kulit muka pasti merah-merah kan? Oh, ini tandanya mereka, Guys. Jadi mereka melewati tempat ini nih. Ada tandanya tuh. Hmm. Eh, itu apaan? Ada yang gerak tadi, Guys, di depan sana. Tinggi banget. Warna hitam. Kalian lihat enggak? Kalian lihat enggak? Jangan bilang yeti lagi. Bang, bang. Abang lihat enggak tadi, Bang? Ada hitam-hitam tadi lewat, Bang. Gua gua enggak salah lihat kayaknya. Ah, aku tidak lihat apa-apa sih. Aduh, Abang percayalah padaku, Bang. Dingin. Kita sepertinya harus mencari tempat berlindung, Bang. Di mana enaknya kita berlindung, Bang? Ini nih sekitar sini ni. Tadi, Guys, ada yang lewat. Gua gak tahu apakah itu game nge-bug atau emang itu yang gua lihat. Ayo, Bang. Cepetan, Bang. Woh, apa nih? Paranoic eventound generate the wind passing over the mountain tops causing physic discomfort and mental distress. It can even trigger panic attack and hallucination. When the microphone is active, remain silence. Stay calm or you will. Oke, nanti kita bisa jadi gila ya, Teman-teman, kalau kita berbicara. Kalau misalnya ada trigger event di sini kita harus diam. Yuk, Bang. Tapi kita coba dulu enggak sih? Uh, ada tempat berlindung di sini. Udah dibikin lagi. Enak juga nih. Ee bikin kah? Nah, betul. Eh, kok enggak bisa? Loh, L loh, kok gak bisa, Pak? Bang, this is where they found the first body just beneath the tree next to the remains of fire. Jadi ini e badan pertama yang mereka temukan. There are crosses. Why they bur? Oh, ada kayak salib. Kenapa mereka dikubur di sini? Oh, ini no only mark. Oh, cuma tanda aja katanya, Guys. They were found half naked. Oh no, barefoot. Jadi mereka ditemukan setengah telanjang dan tidak memakai sendal. Kayaknya mereka berlari dengan panik deh. Hah, dengan kondisi sedingin ini, bagaimana caranya seseorang melepas bajunya mereka di tengah salju seperti ini? Beberapa orang bilang mungkin hipotermia. Waduh, ini enggak tahu nih apa namanya. Paradoxial undressing. Others they don’t believe it just the cold. Mungkin saja dia berhalusinasi kayaknya ya, Teman-teman. Mereka tidak percaya kalau misalnya cuma kedinginan. And the cabins hunters. Yes, used to be. No one comes here anymore. Not for years. The place is avoided. Ada beberapa orang yang menjadikan tempat ini tuh sebagai tempat untuk berlindung sementara lah. Tetapi sekarang tidak dipakai lagi. Banyak orang yang menghindari tempat ini. Hah. FeS like hasn’t since life in decades. It’s unsettling. Tidak nyamanlah ya teman-teman mendengarkan ini semua. They say this place changed after the night. Some believe the mountains are cursed. I don’t know what to believe. anymore. Ada beberapa orang yang bilang kalau misalnya semuanya sudah berubah semenjak malam itu. Ada beberapa orang juga bilang kalau misalnya ee pegunungan ini sudah dikutuk. Cuma ya gua gak tahulah mau percaya yang mana. Ngomong-ngomong ayo kita akan bergerak lagi. Oh oke oke. Aku akan mengambil foto terlebih dahulu sebelum kita pergi. Take a photo. [Musik] Oke pas banget tuh disuruh foto markm marking-nya ya. Oh udah mulai kedinginan. Udah setengah guys. Hati-hati enggak sih? Udah tuh. Uh, megang kartu fotonya aja udah gemeteran tuh, Guys. Kita gak boleh masuk. Apa ya, Bro? Masuk dulu. I like the photo. Yes, of course, my friend. Berlindung dulu ggak sih? Apa nih? Astaga, apaan itu? Tiba-tiba kita di dalam rumah. Today is the third day of climbing. We can barely feel our fingers, not even on the glove. He keeps saying he knows the way, but he doesn’t seems to sure anymore. Jadi, hari ini adalah hari ketiga kita untuk mendaki gunung. Tetapi tangan-tangan dia, Teman-teman, sepertinya tidak terasa lagi walaupun memakai e sarung tangan. dia kayaknya tahu mau ke mana, tetapi kita tidak percaya lagi dia itu mau ke mana. Dia tidak berbicara yang banyak, dia tidak bereaksi dengan beberapa komentar dari kita dan kayak berjalan sendiri gitu loh keluar dari grup selama berjam-jam kemarin. Ketika dia kembali, he was weight up to his knee and holding something he hide in his coat. Jadi dia kayak basah dan dia menyembunyikan sesuatu lah di jaketnya dia. Dia tidak makan apa-apa. Dia cuma berdiri di situ melihat ke arah salju dan aku tidak tahu apakah dia sakit atau cuma ketakutan untuk ngomong sesuatu. Nadia cewek lagi loh. Semuanya cewek di sini, Guys. Oh no. [Musik] Oh, ada senter. Gua baru tahu kalau ada senter, Guys. Bro, boleh enggak, Bro? Api dulu, yuk. Nah, ini kan enak nih. Nah, nah, nah, nah. Gini kan enak, Guys. Jadi merasa hangat ya gua. Tebakan gua tadi kita berhalusinasi sih melihat kayaknya ada rekaan-rekaan yang terjadi. Cuma gua melihat kayak ada merah-merah merah merah terus tiba-tiba semuanya jadi berubah. Kenapa ya? Why? Why ini? Kenapa enggak turun? Turun enggak sih, Guys? Oh, I turun. Turun. Turun sampai habis, ya. Sampai habis, ya baru kita pergi, Guys. Kita harus siap-siap terlebih dahulu. Harus menghangatkan badan kita sebelum kita pergi dari sini. Kalau enggak sih, GG Gaming. Kalian juga lihat kan ada beberapa orang yang mendaki gunung terus saking dia kedinginannya, dia itu pegang air panas dan dia tidak merasakan apa-apa. itu bahaya banget loh, bisa kena luka bakar, Guys. Jadi memang harus pelan-pelan untuk menurunkan suhu badan kita. Tidak boleh instan, Guys. Karena ketika suhu badannya udah normal, baru dia akan ngerasa tuh sakit tuh memegang sesuatu yang sangat panas. Alright, sudah kelar. Apakah kamu baik-baik saja? Ya, aku baik-baik saja, cuma agak sedikit capek aja. Yah, take your time. Just let me know when you are ready to continue. Enjoy aja terlebih dahulu. Ya udah kalau gitu kita coba cari beberapa hal lagi ya, Teman-teman. Nih, bisa masuk ke sini nih. Uh, tuh kan. Ada beberapa catatan lagi, Guys. Ini hitam-hitam yang gua lihat. Yeti kah? A strange photo. It’s kind of blurry. kayak Yeti, Guys. Bawa pulang enggak sih? tempat-tempat tidur ini. Oh, oke. Rekaman, Guys. Let’s go. Mari kita dengarin. [Musik] Kompasnya rusak beberapa menit. Ivan mendengarkan ada suara langkah kaki tetapi tidak ada footprint. Mungkin angin, mungkin bukan. Kadang-kadang gua merasa hutan mendengarkan. [Musik] [Musik] Yap. Guys, apa kita cari tahu terlebih dahulu nih endingnya di mana nih? Apa kita ending di sini dulu nih? Bentar ya gua ke Bang gak mau berteduh dulu Bang. Kuat banget dia ya. Dia udah terbiasa sih kitanya yang belum biasa. Bentar ya teman-teman gua cek terlebih dahulu. Ya udah teman-temanku sekalian sepertinya memang ini cukup panjang perjalanan kita di dalam game TS Beyond the Tomb White Silence. Dan ya, episode kali ini sampai di sini aja terlebih dahulu. Ditunggu next video, Teman-teman. Apakah kita bisa mengungkap misteri dari game yang satu ini atau tidak di next episode ya. Wow, semakin penasaran. Tetapi kita harus menunggu episode selanjutnya. Thank you so much buat kalian semua yang udah nontonin gua bermain game yang satu ini dan kita akan bertemu lagi di next video. Bye bye. Pa. W. [Musik] Yeah.

Misteri Tales Beyond The Tomb White Silence kali ini akan mengajak kita untuk naik gunung yang extreme, dimana jalannya akan terjal dan dingin banget karena salju dan angin dingin, kita kesana untuk mengungkap misteri orang hilang, yuk let’s go
#MiawAug #horror #talesbeyondthetomb #Whitesilence #horrorgame

Game : https://store.steampowered.com/app/3655960/Tales_Beyond_The_Tomb__White_Silence/

Video Tales Beyond The Tomb Playlist : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR-o2KOL4HWojPn_gIVhibai

Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt

Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com

Thanks Guys….

Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.tv/markgneverletyougo
https://www.twitter.com/markgmusic
https://www.instagram.com/markgtheartist