[FULL] Kasus Ijazah Jokowi, Susno Ketawa ke Roy Suryo: Katanya Ahli Tapi Cerita ke Mana-mana | NTV

dipersembahkan oleh didukung oleh Halo pemirsa, apa kabar Anda di mana pun berada. dari Sabang sampai Merauke, dari Mianga sampai Pulau Rote. Kami berharap Anda tetap dalam keadaan sehat, sejahtera, dan selalu berbahagia. Well, jumpa lagi dalam program kesayangan Anda hanya di Nusantara TV, yaitu Don bersama saya Doni The Keer dan saya Don Boskus Lamun. Bang Don, apa kabar? Baik, sehat, sehat. Semangat tos dulu, Bang. Nah, katanya sekarang harus tos biar enggak selek sebetulnya agak capek juga dengar cerita tentang kontroversi jasa. Aduh, padahal sekarang tetap saya mau bahas itu, Bang. Cuman memang menjadi menarik karena sudah maju ke satu tahap lebih konkretul yaitu ke penyidikan. Betul. Iya. Yang baris krim kan sudah clear. Sekarang kita geser ke Polda ya, Bang ya. Nah, kita mau kulik nih soal Polda tapi kita bahas sama Raja Bares krimnya. Iya. Yang sudah tampil di mana-mana. Betul. Beliau adalah Komisaris Jenderal Polisi Punawirawan Susno Duaji. Kabar es krim tahun 2008-2009. Jenderal Susno. Terima kasih bergabung bersama Donces. Sama-sama. Saya akhir jumpa lagi kita jumpa lagi. Salam pada pemirsa sekalian. Iya. Ini tadi setelah masuk ke tahap penyidikan sebetulnya perlu ada penjelasan tahap penyidikan itu seperti apa dia ya penonton kami dalam sesuatu peristiwa dilakukan penyelidikan. I penyelidikan ini mengumpulkan alat bukti. Iya. Informasi-informasi yang masuk dari pelapor ditingkatkan menjadi alat bukti. Iya. bisa berupa keterangan saksi, bisa berupa keterangan ahli, bisa berupa sacientifik dan sebagainya. Setelah itu lengkap, minimal dua baru menjadi tingkatkan penyelidikan. Apa bedanya penyelidikan dengan penyelidikan? Pada penyidikan itu sudah ada upaya paksa. Contoh boleh melakukan pemaksaan penyitaan. Kalau tidak mau seseorang disita maka dia bisa kena hukum. Hm. Bisa juga seseorang dipanggil satu kali dipanggil tidak hadir, panggil kedua. Panggil kedua tidak hadir jemput paksa. Iya. Tidak harus ada ketiga ya. Tidak. Tidak harus ada ketiga saja. Jadi itulah bedanya antara penyelidikan dengan penyelidikan penyidikan. Kalau penyelidikan itu sebenarnya lebih banyak tertutup, maka bunyi panggilannya pun kalau penyelidikan itu mohon kehadirannya untuk konfirmasi. Konfirmasi. Dan tidak ada sanksi hukumnya itu undangan karena undangan undangan kayak undangan makan siang. Betul. Datang enggak datang. Kalau sekarang bukan lagi undangan begitu. Oh panggilan Heeh. Demi hukum gitu karena ada tulisan jadi pro Yusisia pro. Nah itu dia ada kata itu demi hukum. Demi hukum. Kalau ini demi makan siang. Emang sih katanya dikasih makan siang di Polda ya. Jadi beda ya. Artinya polisi sendiri, Pak Susnos, pasti sudah punya keyakinan sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan. Tadi disebut ada dua dua minimal minimal karena polisi kan punya hak untuk memaksa gitu kan. Iya. Minimal dua alat bukti dan ini pun sudah dilaporkan kepada jaksa penuntut umum bahwa laporan polisi nomor sekian dengan alat bukti yang kami dapatkan ditingkatkan menjadi penyidikan. namanya SPDP, surat pemberitahuan dimulai penyidikan dan mulai itulah jaksa memantau karena ada jaksa konsultasi-konsultannya. Iya. Ee setiap hasil dikonsultasikan konsultasikan supaya dia gampang P21 katanya tidak tidak bolak-balik gitu. Iya. He. Jadi dalam kasus seperti ini sebetulnya sudah makin konkret perkara ini, kasus kontroversi ijazah ini makin mendekati misalnya entah ke pengadilan atau kejaksaan dan kepengadilan dan seterusnya. Iya. Makin terang. Iya. Makin terang jalannya untuk maju ke situ. Tetapi juga ya masih ada peluang bagi orang yang jadi tersangka itu untuk bebas. Betul. Bisa saja nanti surat perintah pemberhentian pendidikan ternyata alat bukti yang didapat itu tidak begitu kuat, tidak saling bersesuaian. Meman bisa dihentikan. Iya. Oke. Jadi proses penyelidikan menemukan alat bukti tapi ternyata di tahap penyelidikan dianggap tidak terlalu kuat atau tidak berkesesuaian. Oke. Nah, kita harus konfirmasi dulu nih Bang Don E Jen Kusno bahwa urusan baris krim sendiri. I sekarang kita fokus ke Polda nih sendiri perkaranya lain. Perkaranya beda begitu. Tapi apakah Jenderal Susno melihat ketika dua perkara yang berbeda ini sebenarnya menemukan satu cela bermuara pada satu kesimpulan yang menyelesaikan dua masalah? Iya. Wow. Persoalan pokoknya kan di selembarik jasad itu yang berhak memakai titel insinyur apa dokter apa MBA MBA bukan kayak saya makin botah aja. makin bisa aja. Tapi kan begini ya, Jenderal Susno ini sebetulnya di Bares Krim kan sudah dibilang sudah gelar perkara lalu kemudian ditemukanlah bahwa itu ijazah itu identik dengan yang lainnya kan gitu kira-kira. Sementara di ee Polda ini kan dibilang ini ada tanda-tanda nih ada unsur pidana sebetulnya kan dengan diksi yang berbeda arahnya sama kan arahnya sama yang dipersoalkan barang yang sama. Iya. Jadi apa yang didapat oleh baris yang berupa kesimpulan dan itu berita acara laboratorium kriminal tidak bisa dipakai oleh Polda. Karena apa? Yang didapat di Baris KM ini kan baru penyelidikan. Uh. Oke. Baru informasi. Polda tidak bisa men-take over hasil laborat itu walaupun diuji ulang tapi berbeda. Oh. harus ulang yang sama dengan laboratorium yang sama, persoalan sama tapi berbeda. Satu, berita acaranya sudah proyustia. Heeh. Heeh. Demi hukum gitu. Kalau yang ini tadi kan untuk informasi. Untuk informasi. Iya. Sekarang kalau kita lihat ya tidak serta-merta misalnya ini entah Roy Surio entah Rismon entah Drkter Tifa itu tidak serta-merta dianggap sebagai tersangka bukan? Tidak. Heeh. Baru sekarang itu ditingkatkan menjadi penyidikan. siapa tersangkanya i kan ada banyak ini. Iya iya iya. Nah kata Pak Suryo, saya bukan saya ahli katanya boleh saja. Nah jenderal ini biar diklarifikasi sekaligus pemirsa kita paham kita bicara soal kontroversi ijazah. Saya pinjam istilahnya banknot ya kan asli atau palsu nanti pengadilan dong ya kan ijazah itu identik di bares krim clear. Sementara di Polda ada unsur pidana tapi kasus pencemaran nambah baik. Nambah baik. Clear ya. Dua kasus berbeda. Nah, tadi Anda menyebutkan Roy Suryo kan statement dia ahli dalam kasus yang di Polda Polda maupun yang berada di Paris karena dia kan bukan pelapor katnya dia betul. Iya. Iya. Nah, tapi dia kan terlapor dia terlapor untuk di sini untuk berpolda. Mengapa terlapor? Karena dikatakan Pak Ro ini ke mana-mana menceritakan tentang objeknya Pak Jokowi. Iya. Pencemaran nama bahwa Pak Jokowi jasa palsu dan sebagainya yang dicemarkan ini merasa ya tercemar gitu. Padahal ijazah saya asli kok dikatakan palsu gitu. Oh iya sehingga saya laporkan. Tapi Pak Roi Soroyo berlindungnya saya kan bukan pelapor saya ahli. Tapi ahli berceritakan ke mana-mana. Iya. Iya. Itu kan kemudian orang selalu mengatakan ada fitnah, ada pencemaran nambah baik. Apa sebetulnya bedanya dua itu? Ya ini kan sebenarnya beda-beda tipis ya. Beda tipis tapi berbeda sekali gitu kan. Kenapa? Kalau misalnya fitnah sesuatu yang tidak dikatakan iya. Misalnya saya kan dikatakan ganteng sekali gitu kan. Padahal saya enggak ganteng kan. Ganteng banget. atau saya dikatakan melakukan suatu perbuatan melawan hukum melawan hukum padahal saya tidakum. Nah, itu namanya fitnah dan mencemarkan nama baik. Nah, kalau fitnah itu berbohong. Nah, menuduh sesuatu yang bertentangan tidak dia lakukan. Iya. Iya, iya. Ya, cuma ini kan jenderal dari statement Polda ini kan sudah masuk penyidikan akan ada tersangka ini proyeksi pasti atau tadi Anda katakan bisa ada tapi kemudian batal atau gimana? Ini harus ada dong. Harus sudah menyedihkan. Kenapa? Menurut polisi iya hanya belum diumumkan saja ya karena dia sudah berani mengatakan ini tindak pidana. I dalam penyelidikan ini dengan penyelidikan setelah menemukan dua alat bukti minimal yang menjadi penyidikan. Setelah penyidikan ini kan untuk menentukan siapa pelakunya. Iya. I. Nah, siapa pelakunya ini mungkin 2 3 hari lagi A B C sebagai tersangka. Yakin ya, Pak? 2 3 hari lagi ya misalnya misal harus itu. Kalau tidak nanti orang bertanya-tanya berani nentuatkan penyidikan kok enggak ada tersangka. I yang disidik siapa? Heeh. Karena ada perbuatan kok tak ada orangnya. Tidak mungkin pelakunya hantu. Bukan umumkan dulu tersangka kemudian dicari. Enggak ya. Oke. Oke. Oke. Iya. Kalau kita melihat perkembangan diri sekali lagi kan banyak yang mengamati ke arah mana begitu. Iya. Kalau jenderal melihat ini kan cerita kita tahu gelar perkara cerita itu sebelumnya sebagai bares krim seperti apa sih sebetulnya gelar karena itu kan tidak dibuka di depan umum seperti apa ini agak agak agak hal yang baru ya hal yang baru walaupun sering dilakukan sebenarnya pada tingkat penyelidikan itu enggak perlu ngundang siapa-siapa karena penyelidikan itu semuanya tertutupul namanya nyelidelidik hilang saya nyelidik Saya selidiki ya. I hilang ke mana Pak Don hari ini? Saya saya mau ke apa namanya restoran Padang ikut deh. Jadi penyelidikan itu sebenarnya tertutup. Nah suatu hal yang baru juga apakah ini akan diterapkan di dalam hukum acara pidana yang baru apa tidak kok penyelidikan ada penghentian. Nah, penyelidikan itu di dalam hukum acara kita tidak ada penghentian. Harus jalan terus. Jalan terus. Nah, sekarang kan ada penghentian penyelidikan. Dasar apa buatnya? Surat edaran Kapolri tahun 2018 bukan UHAP. Kalau surat edaran harusnya lebih lemah dong. Ya, masa Kapori ngatur uhap ya. Penyelidikan itu tidak ada penghentian. Kenapa? Selama itu dilaporkan sudah kalau ada cukup bukti tingkatkan jadi penyidikan. Tidak cukup bukti biar aja dia terbuka. Siapa itu. Nah sekarang kalau ada penghentian ini bagaimana kalau ditemukan ada bukti baru. Bukti baru. Heeh. Mau buka cara bukanya gimana? Hm. Orang enggak boleh ditutup kan? Enggak boleh ditutup. I ini kan belum ada petunjuk, belum ada format membuka penyelidikan. H. Nah, kalau kita tidak setuju dengan penghentian penyelidikan bisa preradilan apa tidak? Tapi kalau penghentian penyidikan tidak setuju bisa preradilan bisa. Nah, kalau tidak setuju dengan penghentian penyelidikan apa makan siang lagi Pak Nun? Lah kalau dia tetap terbuka. Iya. Terus gimana untuk mencapai kata akhir? He. Mencapai kata akhir artinya silakan si pelapor ini nanti kan ada surat pemberitahuan hasil penyelidikan bahwa ini apa apa yang Anda laporkan tidak lengkap. Tolong dilengkapi kalau dia tidak mampu. Tidak mampu sudah berarti Anda tidak mampu melengkapkan apa yang Anda laporkan. Kan bukankah yang melaporkan yang mendalilkan itu harus membuktikan. Iya. Iya. Nah, kewajiban dia dia boleh mencabut atau digantung aja begitu. ini tidak digantung kan karena jalan terus dia kan iya i jalan terus dia melaporkan makanya ini tertutup tidak boleh dicawe-cawekan bahwa hasil penyelidikan kami gini berarti sudah kasihan yang terlapor kan iya kalau mencakut laporan gimana Pak karena ini bukan delik aduan tidak ba cabut-cabutan kan sekali tanam biar tumbuh dia. Iya iya iya iya iya iya iya. Makanya ini bicara tentang kontroversi ijazah Pak Jokowi ini kan ke mana-mana ya ke kiri ke kanan atas bawah biasnya ke mana-mana bahkan banyak sekali orang yang membicarakannya dengan merasa yakin mempunyai masing-masing bukti ya Bang ya menarik begini begitu dikatakan bahwa ini adalah telaah forensik ya saentifik saifik lalu kemudian setelah berhenti di bares krim sekarang kan justru ada pengadilan lag lagi bawa ke pengadilan kan misalnya Rism bawa itu ke pengadilan di Jogja. Iya betul karena katanya ada noum. Novumnya itu adalah cerita apa gitu lupa saya. Tapi kira-kira kalau yang begini kan berarti tidak akan pernah selesai kasus ini. Nopom itu untuk sesuatu perkara yang sudah diputus ya. Oh iya kemudian ditemukan bukti baru dibuka lagi misalnya itu buat yang ingkrah. Iya. Oh inirah aja belum ya. Belum. Tingkat pertama saja belum. Nah, jadi satu. Yang kedua kan tadi apa? Digital forunik. Perlu digital karena yang dipersoalkan ini kan ijazah. Iya, betul. Ijazah ini hasil produk tertulis ini kan ada barangnya analog. Bukan bukan forinsik kecuali yang berada di dalam HP itu. Iya. Kecuali misalnya isi daripada apa namanya tabungan saya berupa duit kan digital itu kan saya transfer digital gitu kan. itu digital ini enggak barangnya ada dan yang asli itu sat hanya satu di UGM enggak ada lagi. Iya dibawa oleh pemilik di bawa pemilik itu yang asli pemiliknya kan terserah dia Pak terserah dia. Nah dipersoalkan mengapa yang menjadi persoalkan adalah membandingkan yang beredar di masyarakat dengan yang ada di pegang. Heeh. Yang di masyarakatnya dapatnya di mana? Oh saya dapatnya dari medsos itu. Karena bisa ngarang juga itu. Bisa. I sayaak pakai kumis kasih kumis era begini bisa dibuat saya umur begini oleh cucu saya bisa dibuat umur 23 iya iya iya saya bilang kenapa kamu mudahkan kakekmu biar laku lagi sekarang kalau saya saya ingin tanya kepada Pak Susno di dalam gelar perkara hal-hal yang begini kan mestinya bisa diketahui bahwa kamu gunakan ee barang atau uji barang yang sebetulnya tidak valid bisa enggak bisa karena yang asli itu kan yang dibandingkan itu kan yang dipegang Pak Jokowiul yang beredar di masyarakat kan enggak tahu sumbernya dari mana. Iya. Tapi mereka yakini itu yang asli. Makanya uji mereka uji digital karena dia tidak pegang yang ini. Ya tidak salah silakan saja tapi nanti begitu ketemu di sini loh yang ini yang asli yang ini yang tidak. Karena satu yang salah Jenderal Bang salah kalau kita tidak mempersilakan Jenderal Susno minum dulu. dulu sambil kita rehat dulu nanti kita lanjutkan dimen berikutnya pemirsa jangan ke mana-mana segera kembali sesaat lagi. dipersembahkan oleh didukung oleh hidup sehat harus seimbang. Gaya hidup tak seimbang seperti stres, kopi, makan pedas membuat asam tubuh berlebih. Cairan asam ini mewakili gaya hidup kita. Pristin 8,6 Plus bantu menetralkannya. Dengan pH tinggi, teknologi Jepang menghasilkan mikromolekul. yang cepat diserap tubuh. Yuk, minum Pristin 8,6 Plus setiap hari. Seimbangkan hidup dengan Pristin 8,6 Plus dipersembahkan oleh didukung oleh. Terima kasih masih tetap setia bersama kami dalam program Donces. Saya Doni theer, saya Don Buskeslan dan Bang Don. Kita juga mengucapkan terima kasih buat penonton setia Donces yang sudah selalu menyaksikan program kita baik di layar Nusantara TV ataupun yang menyimak di channel YouTube official. US ramai ini ramai ini ya kan viral nih tapi viralnya mengedukasi dan jangan lupa juga pemirsa silakan share subscribe dan Anda boleh menuliskan pertanyaan atau komentar terkait topik diskusi kita di episodecast kali ini. Oke, sebelum ke J Sus tentang ini memang banyak sekali komennya banyak tapi Bang Don sebentar saya mau tanya dulu ke Bang Don ya izin ya Jenderal ya ini dari perspektif jurnalisme sebenarnya kalau kita dengar dari Jal Susno kan harusnya sudah selesai ya ya kan ya soal kontroversi ijazah bares krim sudah clear ya kan oke Polda urusan lain tapi menurut Bang Don sebagai jurnal senior kenapa isu ini masih terus berkembang siapa makan siapa Bang sebenarnya Bang wah agak agak susah juga jawabnya dong tetapi kan Ada beberapa pakar, ada beberapa poster yang menyebut ini politisasi jauh dan itu menggerus misalnya reputasi seorang ee mantan presiden, seorang ee presiden Jokowi. Benar atau tidak datanya kita belum punya, tetapi ada diskusi di luar sana soal politisasi itu besar. Iya. Tidak salah dong ya soal tidak salah. Walaupun secara jurnalistik sebetulnya kalau saya diminta atau tim kita diminta untuk mendalami apakah itu asli sebetulnya? UGM sudah jawab. Oke. Polri sudah punya. Iya. Kemudian ee KPUD KPU teman seangkatan yang servis sudah semua sudah. Ah. Terus apalagi gitu sebagai sebagai jurnalis dalam proses pekerjaan itu verifikasi yang begini-begini tidak perlu sampai di tingkat forensik apalagi digital forensik untuk kemudian memastikan 99% mestinya orang percaya gitu itu asli keberandek kebenaran dunia kebenaran manusia sudah selesai harus ilmiah sudah tinggal nanti kebenaran hakiki ya milik Tuhan ya iya tapi kan jenderal masing-masing pihak memilih Kebenaran versinya sendiri-sendiri tidak boleh kan kita standar kita kan kebenaran hukum ya baik pelapor maupun terlapor bersepakat mereka awalnya bahwa yang akan menyelesaikan ini adalah hukumul makanya mereka pilih lembaga Polri tapi setelah di tengah jalan ada ketidakpercayaan pada Polri profesional tidak profesional dibilang kriminalisasi. Nah, makanya tinggalin tadi mau panjang apa mau pendek. Iya. Iramannya apa? Iramanya India. Kalau panjang India itu filmnya istirahat dua kali. Dua kali. Iya iya iya. Tapi Bang Nur sempat bilang kan istilah ini jend kriminalisasi ilmuwan itu kan bagi pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil ee profesionalnya Polri. Komentar jad gimana? Kalau profesional PORI kita lihat ya lembaga laborat Polri ini tarafnya bukan taraf ee ecek-ecek ya. I kita sudah dapat pengakuan internasional. Oke. Bukan karena saya mantan kabaris krim yang bawaan itu tidak jual kecap ini. Karena Amerika pun mengakui. Kemudian sehingga kita pun di dalam membuat sekolah internasional apa namanya tentang teroris itu kan memakai laborat ini. Iya. Sekolah internasional tentang teroris itu ada di Indonesia loh. W ada di ini kan orang enggak ada tahu semua belajar di situ lebih. Saya baru tahu I GCK namanya. ada di Semarang menerima siswa dari beberapa negara termasuk Amerika, Australia. Tenaga pengajarnya dari beberapa negara. Laborat yang digunakan laborat ini. Oh ini sekolah buat anti teroris atau ngajarin teroris nih? Tinggal dua dia. Dia ber lurus ke depan atau belok sini tergantung lagunya. Oke. Menarik ya soal itu tadi juga menarik Bang N soal keyakinan para pihak ya kan. Tapi kan kita harus hormati kalau sekarang bicara Polda ya kan ini kasus pencemaran nama baik. kan. Nah, ini berarti pasti ada tersangka. Iya. Anda bisa prediksi enggak, Jenderal? Siapa yang namanya nama baik dicemarkan? Kan pasti ada yang mencemarkan. Mencemarkan. Cara mencemarkannya bisa tertulis bisa dengan omon-omon. Nah, cara mencemarkannya mengapa? Misalnya ya sesuatu dilakukan orang ini, sikap orang ini A kemudan disebut B. Nah, dalam kes ini ijazahnya yang dikatakan ini ijazahnya si A itu palsu. Padahal si A ini yakin betul bahwa ijazahnya asli atau si A itu berbohong. Berbohong. Ternyata dia tidak bermot dia beneran. Nah, ini dua-dua bilang palsu sama bohong. Nah, dua-dua tapi kenakan pencemaran nama baik. Kemudian alat yang dia gunakan adalah terkait dengan IT gitu kan. Nah, maka kena juga dia dipasalkan undang-undang IT. Terbukti apa tidak tergantung hasil penyidikan yang mana ini nanti. Nah, jadi objek yang sama tentang selembar kertas ini menimbulkan banyak perkara. Hm. Obeknya satu. Satu perkaranya banyak perkara. Padahal gampang sebetulnya. Gampang. Dan ini dilakukan oleh Polri bukan pada level BAS Race Krim, pada level pores pun sering gitu. Kenapa sering? Ijazah orang mencalonkan legislatif palsu. Kemudian ijazah bupati palsu. Banyak yang begitu. Ijazah gubernur pernah gubernur Sumatera Utara kalau enggak salah dulu. Wah siapa namanya? Enggak saya sebut namanya disebut palsu. Karena orang Indonesia tuh senang yang palsu-palsu. Coba begini saya ee kembali lagi cerita tentang ijazah palsu itu banyak banyak. Tapi sekarang Bang Don saya mau minta pendapat Anda berdua Bang sama J Suno. Tapi J Suno bukan sebagai polisi atau mantan gabarlim ya sebagai warga negara saja. Harusnya kan tadi ketika polsek pol selesai tapi kenapa masih berlanjut ya kan siapa yang kemudian memanfaat apa yang diendus oleh generasi yang tebau kalau saya ini kan bukan jurnalis ya kalau jurnalis bisa dia dari kacamata politik saya murni dari kacamata hukum iya bisa juga ini kan namanya kan cari apa namanya apa gitu namanya usaha namanya usaha gitu kalau tidak ada diper perpanjang gini kan sudah jelas ini kan jadi tersangka gitu kan ya misalnya kalau orang jadi tersangka ya kalau bisa dipanjangkan dikit panjangkan dikit oh iya bing tapi jenderal karena saya kan bukan ee jurnalis kan jurnalis karena matanya banyak oh tapi gayanya bisa ilmunya bisa gimana tanya jenderal ini kan bukan perkara yang susah mestinya cepat-cepat cepat selesai iya iya tapi kan melihat gini Ini banyak yang berkepentingan dan banyak yang diuntungkan. Itu diuntungkan mungkin yang tidak pernah dipanggung ya dipanggung yang tidak pernah komentar komentar komentator i apalagi kalau mengomentari sesuatu yang bersifat apa namanya ee apa itu kalau bombing yang misalnya booming viral. Oh viral viral ini 1000% palsu gini-gini kok apalagi dia punya jabatan terkait dengan widang pendidikan misalnya. Iya. Oh, langsung Bapak itu aja mengatakan palsu. Padahal kalau kita dengar teliti ya Jenderal ini banyak yang informasinya itu berdasarkan katanya katanya. Coba bayangkan dan itu ilmuwan. Ilmuwan bayangkan ilmuwan mengatakan katanya, “Oh, dari dia itu saya dengar begini. Dari dia itu saya dengar begini.” Sehingga saya berkesimpulan. Iya. Semua katanya dan ngakunya. Tapi mungkin juga karena sosok yang diserang adalah seorang mantan presiden. Kalau Doni the Keer atau Don Bosco mungkin enggak seramai ini ya. Itu siapa lu? Iya masih lebih ramai Bang Don. Bang Don Junior enggak laku gitu kan. Oke. Tapi e saya mau tanya mumpung belum lupa ini kan dalam kasus-kasus begini ya Jenderal. Polisi itu kadang-kadang menikmati enggak keramen-keramen begitu? Kan ini kan tanya kepada kabar skrip. Kalau saya menikmatinya ya ya hiburan juga gitu. Politicinment satu. Yang kedua kok tapi enggak diumumkan ya kok ada orangnya. Iya iya i. Kalau kita lihat tadi saya katakan sebenarnya level Polres saja membuktikan sesuatu yang asli apa palsu dalam bentuk tertulis dokumen authentik itu enggak sulit-sulit amat. Betul. laboratnya enggak perlu sampai ke laborat forensik mers gitu. Cabang-laborat ini kan ada enam di Indonesia di cabangnya aja bisa. Apalagi ini kayak uang palsu aja kan dirabah diwang terawang ya. Ya. Ya. Ya. Ya. Sudah kelihatan lembaga yang mengeluarkan ada UGM dan UGM-nya bukan icak-icak. Betul. Nah, kualitasnya kan sudah begitu. He. Nah, tapi kalau UGM sudah menyatakan gitu, dikatakan bahwa apa yang dikatakan UGM itu tidak benar, ya tidak apa-apa juga. Silakan dibuktikan. Silakan. Atau yang menuding juga lulusan UGI. Iya. Dan juga kita hargai juga yang menuding begitu dan yang menuding juga harus membuktikan oh buktinya ini ya kita kalau saya kan melihat ini kan tanpa pengetahuan saya. He. Oh. Bahwa ijazahnya ternyata tidak benar. Karena apa? Ya, benar ijazahnya, tapi proses penerbitan ijazah enggak benar karena skripsinya gitu ya. Silakan sehingga saya tahu, oh skripsi gitu. Heeh. Terus pengesahannya gitu sehingga tahu juga saya kan ya merembet-rembet dua semester dapat ini. Iya. Iya. Sehingga habis ngomentari kasus ini kita berhak mendapat gelar master ya. Master dalam kontroversi. Betul. Jadi setelah ijazah skripsi, setelah skripsi KKN. He begitu banyak urusan yang kemudian seolah-olah ini tidak proper semuanya masih nyambung Bang Donala bapaknya nanti anaknya habis itu cucunya katanya ya makanya kan Pak Jokowi mengatakan ini kayak ada agenda besar agenda politik saya enggak tahu kalau polisi melihat itu bagaimana Pak ya karena tadi yang pertama Pak Jokowi mau tak mau suka tak suka kita katakan dia orang besar karena beliau kan Presiden Republik Indonesia dengan 208 80 juta penduduk dan terpilih dua kali. Dan sebelum itu beliau pernah jadi walikota Solo. Betul. Pernah jadi gubernur. Gubernur. Nah, persoalannya apakah KPU Solo ini bodo amat gitu kan. Iya. I kan biasanya kalau KPU kan ngasih ijazah kopinya cap basa. Legalisir harus cap basah gitu. Betul. Iya. Dari kampusnya. Dari kampus. Dua kali walikota tidak boleh persyaratan yang lama. Harus persyaratan. Betul. lagi baru lagi. Apakah UGM-nya keliru lagi? Habis itu nyalon gubernur cap basa lagi. Habis itu nyalon presiden dua kali. Betul. Nah, untung enggak butuh tiga kali seperti lagu jangan sampai tiga kali. Nah, ada satu ee penasaran saya Jenderal Susno. Kalau Polda itu yakin sampai tahap penyidikan dan akan ada tersangka. Sebenarnya kriteria ini biar masyarakat juga tahu ya. Syarat seseorang kemudian layak dijadikan tersangka itu apa? Tersang layak untuk menjadi tersangka syarat menurut hukum acara kita yaitu minimal dua alat bukti. Tapi dua alat bukti ini harus bersesuaian. Iya. Nah, contohnya apa? Satu, hasil laborat forensik. Ini kan saentifik. Nah, kan alat bukti saentifik sudah dikatakan itu. Tapi harus didukung dengan alat bukti lagi. Saksi. Saksi ya. Nah, saksinya apa? Saksi UGM mengatakan yes asli. Hm. Kemudian saksi siapa lagi? Saksi temannya mengatakan yes asli. Karena saksi tidak boleh satu kan. Minimal berapa? Minimal dua. Minimal dua. Nah, sementara yang dipanggil ke Polda itu atau ke bareskrip sudah 40 minimal dua. Nah, antara saksi dengan barang ini harus bersesuaian. Iya. Iya, iya. Ini misalnya saksinya 10 mengatakan itu palsu. Heeh. Yang ini mengatakan asli. tidak bersesuaian ya, ternyata bersesuaian. Kemudian ditambah dengan alat bukti-alat bukti saintifik ee ee yang lain misalnya apa? Bukti pendaftaran, bukti kuliah, daftar nilai kan. Tapi ini saling bersesuaian. Jangan sampai daftar nilainya sama pendaftarannya tahun 2015 kan tapi ijazahnya 1985. Iya. Iya. Kuliahnya 80 sampai 85. He. He. Tapi daftar nilainya 2021 bareng saya. Iya. Iya. Cuma kan kadang-kadang gini, Bang Don. Saya pun kalau ditanya kamu angkatan tahun berapa? Saya sudah lupa karena sudah lama selesai kuliah. Dan yang didengar itu kan bukan cuma kata-kata orangnya atau saksi, tapi kan alat bukti tadi kan. Nah, yang lebih diutamakan itu apakah alat buktinya yang tertulis atau ee kalau orang keterangan saksi bisa berbohong? Kita bertiga ya. Iya. Iya. Bisa berhit bisa bohong. Kalau lupa dianggap misalnya melihat ini ada tulisan apa itu tuh saya katakan ada tulisan down gitu. Nah di situ mengatakan saya melihat tulisannya let’s go. Oke. Satunya melihat nih kan berbohong. Alat buktinya don. Tapi kita bertiga ini bisa saja ngomongkan tidak down. Itu enggak apa-apa. Alat buktinya istirahat dulu gitu ya. Oh bersepakat kita bersepakat dalam kebohongan. Maka saksi itu sebenarnya tidak begitu kuat. Tapi kalau saentific itu enggak bisa bohong. Hasil tes darah saya. Oh, saya ini bukan darah biru tapi O gitu. Darahnya merah po merah. Berarti bukan bangsawan saya ini. Tapi kalau hasil tes darah dari laborat enggak bisa bohong kan. Iya iya iya. Ngakulah saya darah biru keturunan Raden Mas Raden apa tapi saudaranya. Saya tadi itu nonton mantan rektor UGM kan Pak Sofyan Effendian yang kemudian dijadikan juga sebagai alasan ini benar palsu I jadi di situ antara lain mengatakan bahwa enggak di situ tuh BSC BSC si apa iya Pak Jokowi itu cuman kan kalau saya kan kuliah juga Heeh jenderal ada lagi arti betel Bang bekas sopir camat bukan itu kan kasusnya begini tahun 0 kurikulum di perguruan tinggi itu berubah. Heeh. Tidak ada lagi sarjana muda. Bawa ba. Itu sudah sarjana S1. Betul. Saya masuk tahun ‘9 masih masih kira-kira gitu saya Fakultas Hukum ada ijazah sarjana muda hukum. Lalu kemudian 2 tahun lagi saya kuliah baru dapat sarjana hukum. Kalau ini S1 langsung 4 tahun langsung baru kemudian nanti terus S2 gitu. My point is kadang-kadang orang bisa neband pada tokoh tertentu untuk membenarkan hal yang iya menurut faktanya tidak begitu gitu. Iya. Pinjam mulut orang. Iya. I ya. Pak Sufyan kan rektor. Yang perlu kita tanyakan beliau rektor tahun berapa? Iya. Iya. Apakah rektornya dia ini periode 80 sampai 85? Iya. Dan di era keoran beliau apakah masih ada istilah istilah sarjana muda? Sarjana Muda. He. Kemudian di era Pak Jokowi kuliah ada enggak istilah itu? Kalau enggak ada berarti antara apa yang disebutkan ini berbeda dengan ini. Iya. Iya. Tidak berkesesuaian. Karena apa? Walaupun rektor kan namanya manusia bisa saja lupa. Bisa lupa nanti dikatakan oh zaman saya rektor itu harusnya lewat kepen kehutanan dulu. Nah tapi ternyata dia ini tahun 80 sampai 85 itu sudah enggak ada lagi. Maka dulu kalau kita sekolah kan guru-guru SMA itu banyak ba kan. Betul. Betul. Saya masih ngalamin. Ada 15 guru ba-nya berapa? Dokteresnya dikit. Iya iya benar benar. Iya karena dulu boleh ba. Iya. Iya. Iya. Sudah dapat ijazah dan sudah dapat daftar gaji gitu. Sebulnya dari penjelasan jenderal Susno ini kita bisa tahu arahnya kira-kira perkara ini ke mana ya? Iya. Sebenarnya harusnya sudah selesai diskusi kita tapi kan di luar sana tidak semua orang sepakat dan menempuh akhirnya memilih jalur hukum ya kan. Kan mau tidak mau Bang D kita harus percaya kepada apa yang dipikirkan oleh Jenderal Susno ketika di luar meja pengadilan itu ramai sekali. ramai sekali. Sementara sebetulnya situasinya di pengadilan akan begini saja. Jadi kita pertama harus pegang omongan baik perlapor maupun terlapor yang ada di atas meja. Mereka mengatakan akan menyelesaikan jalur hukum. He. Nah, menyelesaikan jalur hukum kalau pidana di Indonesia, pidana umum harus lewat penyidik Polri. Heeh. Nah, karena dia sudah bersepakat gitu, jangan sampai nanti hasil penyelidikan dan penyelidikan Polri dia ingkari sendiri. W enggak percaya sama laboratori poli, enggak percaya sama lembaga ini. Bawa ke internasional. Nah, nah ini kenal dia yang milih di sini kok. Dan memang menurut hukum Indonesia penyelidik dan penyidik tindak pidana umum itu ya Polri. Polri. Iya. Nama ya Polri Polri Indonesia yang baju kuning. Nah, kemudian setelah itu baru masuk ke proses selanjutnya. He. Tapi proses selanjutnya ini kan masih penyidikan satu belum tentu bersalah. Iya. Kalau dia tidak bersalah belum tentu orang jadi tersangka itu. Karena kita Ajas praduga tak bersalah. Begitu dia penyidikan sudah jadi tersangka bisa dihentikan penyidikan. Bu bahkan sudah masuk ke jaksa P21 bisa dihentikan juga penuntutan. H. Bahkan kalau sudah masuk pengadilan ternyata apa yang didakwahkan tidak terbukti bisa bebas hakim nanti kan. Iya. Ternyata sampai di sini juga dihukum masih tidak puas masih bisa banding banding ya. Banding tidak buas kasas kasasi tidak puas PK. Nah, kalau PK tidak puas lagi ya sudah. Artinya belum tentu orang-orang ini bersalah. Kita hormati dia sebagai tersangka. Kita hormati hak-haknya harus kita junjung dan upaya-upaya mereka mencari ee untuk membuktikan apa yang dia kebenaran. Kita kita hormati. Jangan kita salahkan. Misalnya salah satu di antara mereka ini kok nemui Pak Dosen ini ni jangan diatakan wah ini ke situ ke situ cari gara-gara tidak mereka ini kan dalam rangka up pencarian mencari bukti untuk apa yang dia dalilkan iya kita hormati iya silakan aja silakan saja to biaya dia kan iya kecuali minta SPJ sama kita yang penting hormati proses mekanisme hukumnya sesuai dengan kesepakatan kita sebagai warga negara oke ini harus break lag oh ya karena kita bahas harusnya sudah selesai tapi makin panas juga kita perlu dinginkan dengan secangkir air mineral. Aduh ya. E sambil pemirsa juga menyiapkan cangkir minumnya, tetap bersama kami. Done. Segera kembali sesaat lagi. Dipersembahkan oleh. Didukung oleh. Hidup sehat harus seimbang. Gaya hidup tak seimbang seperti stres, kopi, makan pedas membuat asam tubuh berlebih. Cairan asam ini mewakili gaya hidup kita. Pristin 8,6 Plus bantu menetralkannya. Dengan pH tinggi, teknologi Jepang menghasilkan mikromolekul yang cepat diserap tubuh. Yuk, minum Pristin 8,6 Plus setiap hari. Seimbangkan hidup dengan Pristin 8,6 Plus. dipersembahkan oleh didukung oleh. Mari kita lanjutkan pemirsa bincang-bincang kita dalam program Donc bersama saya Doni The Keazer dan saya Don Buskam. Nah, ini Bang Don enggak masuk angin kan Pak yang cerita waktu kalau masuk angin dikeruk. Waktu break tadi ada cerita yang menarik sekali. Saya pengin sekali saya teriakin. Tapi biar jadi rahasia kita ya. Tapi memang Bang Don menariknya nih ya kalau ngobrol sama Jal Susnu nih ya beliau ini kan artikulasenya bagus orang yang enggak ngerti jadi ngerti i kan. Tetapi saya jadi penasaran sebenarnya Bang Don sama Pak Susno. Heeh. Ke mana ini Menali dan akhirnya akan seperti apa kira-kira Jenderal? Jadi masih akhirnya ada tiga. Heeh. I satu di tengah jalan tidak terbukti, tidak cukup kuat alat bukti itu, maka ini akan dihentikan. Bisa dihentikan penyidikan, bisa dihentikan penuntutan. Kedua, bisa prosesnya jalan tapi tidak terbukti maka bebas. Sampai saya tidak ngasih tahu si ACB saya tersangka ya. Siapapun yang jadi tersangka bisa bebas. I yang ketiga bisa tidak sampai ke pengadilan. He ini apa namanya? Justice. Oh. ini eh justice eh apa restor resterative justice pokoknya karena bahasa london restorative iya restorative justice. Heeh. Jadi kalau justice itu berarti ada inisiatif untuk ah enggak perlulah diselesaikan kalian selesaikan sendiri gitu. Ini inisiatif terbesar dari pelapor. Oh. Nah, karena sudahlah kalau sudah sampai sini tangkat penyidikan sudah terbukti tapi kalau misalnya diteruskan kasihan juga toh dulu rakyat saya juga gitu artinya Pak Jokowi yang bisa melakukan itu bisa. Nah, berarti selesai kan Pak Jokowi juga perlu untuk membuktikan ini kan nama baik dia. Iya. Makanya sudah proses hukum kan berbagai kesempatan kita mendengar statement Pak Yokowi akan diselesaikan melalui proses hukum. Siap. Proses hukum ya sudah jalalan aja. Nah, tapi sampai ke mana proses hukumnya? Monggo kita lihat saja apakah akan sampai duduk di pengadilan. Di pengadilan Pak Jokowi kan sebagai saksi kan tidak bisa pengacara hadir di situ. Beda kan datang. Betul. Pada saat kasus pidana begitu Pak Jokowi sebagai pelapor jadi saksi harus dia sendiri. Heeh. Dan penyemaran nama baik tidak bisa diwakilkan pengacara juga. Enggak bisa pakai Zoom juga ya. Enggak bisa Zoom. Oh, oke. Nah, jadi ada tiga. Nah, tiga ini semuanya bagus ya. Artinya kalau dihentikan karena tidak terbukti bagus memang hukum ya kayak gitu. He he. Kalau dibebaskan karena tidak terbukti memang bagus juga karena hukum juga beri kesempatan dengan dimaafkan dengan justice daurah sampung sih peran makan sikong restoris justice. Jadi itu bisa juga. Nah ini tergantung beliau menilainya bagaimana akan menunjukkan kebesaran sebagai negarawan. Apa tujuan dia secara hukum sudah terbukti dan semuanya itu kita lihat saja. Cuman bahasa Pak Jokowi kan saya sudah dihina sehina-hinanya. Iya. Itu berarti sudah parah banget itu. Iya parah banget. Tapi dia masih menunjukkan kebesarannya naik kan. Jadi beliau tinggal memaafkan atau tidak kan kita lihat wait in se bahasa londonya. Tapi kan setiap warga negara punya hak yang sama. Satu itu dengan asumsi orang-orangnya terlapor ini adalah tidak artinya salah gitu misalnya. Iya. Dan juga kita juga satu lagi ya dari pihak sini ya, kita tidak langsung pada kesempatan kita ngobor ini kita men-judge bahwa si ABCD ini bersalah. Betul. Dia masih punya kesempatan untuk mencari bukti-bukti bahwa apa yang dia laporkan, apa yang dia dalilkan terbukti. Monggo saja diajukan pada polisi. Ini kami nemukan ini. Ini kami nemukan saksi. Ini kami nemukan ahli. Ini kami ajukan saja. dan Polri harus adil mengambil sikap ini. Iya. Iya. Jadi makanya apa dua alat bukti minimal yang S tadi bisa saja terbantahkan di tengah perjalanan termasuk juga terhadap apa yang dilaporkan di Mabes Polri yang kata Mabes Polri sudah dihentikan penyelidikannya. Kalau dia dapat informasi baru lagi kirim. Hm. Kirim aja. Maka dengan sendirinya penyelidikan kalau memang buktinya ini akurat itu jalan lagi terbuka lagi. Terkumpul dua alat bukti yang sah maka jadi penyidikan ya. Hm. Misalnya nih misalnya ini berandai-andai kemudian sudah ingkrah ya kemudian ee Pak Jokowi memaafkan bisa enggak? Kalau sudah ingkra kan sudah enggak bisa kan sebelum inkra masih bisa memaafkan. Nah kasusnya selesai gak kalau sebelum inkra perkara sudah jalan. Iya perkara sudah jalan tidak bisa dicabut lagi. Tetapi misalnya dia memaafkan itu termasuk hal-hal yang meringankan. Oh meringankan. Iya. Misalnya terbukti akan dijatuhi hukuman 1 tahun mungkin nanti karena dimaafkan dan sebagainya dijatuhi 6 bulan 6 bulan couring. Sekarang kan zaman couring couring banyak banyak yang bagus courorting jenderal tetapi yang courorting para koruptor itu yang jadi masalah apalagi kalau diobral udah korting diobral lagi. Nah, ini yang masyarakat juga harus tahu jenderal bahwa proses yang sekarang lagi ada di Polda. Karena kan kita juga setiap hari dihujan dengan berita-berita soal ini. Kira-kira kapan ini kemudian mengerucut pada sebuah akhir dari proses? Polda akan statement berikutnya, tindak lanjut berikutnya. Saya berharap Polda karena sudah menentukan ini tingkat penyidikan, berarti kan sudah ada minimal dua alat bukti. He. Mudah-mudahan terkumpul alat bukti lain mengerucut kepada siapa tersangkanya. I karena kalau tidak ini nanti berkepanjangan nanti dianggap orang ya ini kok menikmati juga ini kan. Iya. Polisi juga dianggap menik hati cari panggung ya kan. Jangan sampai institusi saya menerima labeling seperti itu. Segera saja kalau memang sudah cukup alat buktinya tentukan aja tersangkanya. H toh sudah jadi tersangka sebelum dilimpahkan kepada penuntut umum masih ada kesempatan kalau tidak kuat bukti ini untuk dihentikan. Masalah kita kan begini jenderal wacana publik itu begitu ramai i dan itu membuat orang itu agak confusing, itu pusing dan untuk beberapa hal kasus ini merendahkan akal sehat banyak orang gitu loh. Dan menyesatkan menyesatkan. Iya. Kalau lihat begini kan kita betul-betul bergantung pada kepolisian untuk cepat. Maka penegak hukumlah untuk cepat menyelesaikannya. Iya, harus cepat. Kenapa harus cepat? Karena figur yang ini adalah figur orang nomor satu di Indonesia. I tidak terkenal di Indonesia saja tapi seluruh dunia saya kenal. Kemudian figur-figur yang akan jadi tersangka juga figur-figur intelektual semua. Kemudian kasusnya menurut kita ini tidak terlalu sulit. Iya. Karena apa? Lembaran yang dipersoalkan ada. laboratorium kita cukup canggih, saksi ada segala macam ada. Jadi rakyat mengatakan nunggu apaagi? Kenapa kalau ijazah Pak Lurah yang palsu aja kok bisa cepat? Tetapi kan ada juga statement yang mengatakan apa sih susahnya Pak Jokowi memperlihatkan saja secara legal apakah ada keharusan begitu atau pertanyaan itu dianggap normal? Ee secara keharusan tidak. He. Tetapi Pak Jokowi kan sudah pernah melihatkan kan melihatkan tidak mungkin dia memperlihatkannya kepada satu persatu rakyat Indonesia kan. Tapi melalui media ini yang kedua sudah pernah diserahkan kepada ee penyelidik walaupun itu tidak disita. Iya. Dihantarkan. Kalau enggak salah sih yang ngantarkannya siapa? Ada iparnya kan. He. Dihan karena inilah yang dipakai untuk membandingkan. Berarti pas sudah pernah di tangan Alfar. Iya. Iya. Nah, karena pada waktu itu belum masuk tahap penyidikan kan tidak disita kan. Betul. Silakan diambil lagi. Nah, nantinya pada saat akan sidang masuk tahap penyidikan ini ijazah itu disita. Mau tak mau Pak Jokowi harus disita. Kewajiban. Jangan sampai nanti penyidiknya tidak menyita. Atau pernah kami pinjam dulu karena enggak ada di dalam hukum Indonesia barang bukti berupa ijazah yang dulu pernah kami pinjam. Kan gak ada barang bukti berupa ijazah nomor sekian dikeluarkan oleh OGM telah disita dengan surat penyitaan nomor sekian seizin Pengadilan Negeri Jakarta mana? Kasus INkerra bisa dikembalikan kasus inti putusan pengadilan. Barang bukti berupa ini ke mana, barang bukti berupa ini ke mana, barang bukti berupa ijazah dikembalikan kepada pemiliknya. Kan gitu. Termasuk di dalam amar putusan. Iya. Dan barungti itu harus disita, harus dihadirkan di tempat sidang. Nah, kalau karena ini main course-nya itu sebetulnya kan satu lagi barang aslinya. Kalau sekarang orang minta dihadirkan di dalam gelar loh. Gelarnya pun baru gelar penyelidikan. I tidak bisa dikatakan oh barang buktinya pernah kami pinjam. Berita acaranya nanti pun itu berita acara penyitaan. Pak Jokowi diberi surat tanda bukti penyitaan dan satu lembar berita acara penyitaan. Penyitaan pun harus sepersetujuan pengadilan negeri. Pengadilan negeri ya. Ketua ini. Nah, jenderal ini masyarakat harus dikasih tahu bahwa Polri bekerja bertindak profesional tapi kan ada saatnya di mana polisi itu kan urusan dapur enggak mungkin omon-omon ke masyarakat. Nah, apa indikasi atau ciri-ciri bahwa menurut Anda sebagai mantan orang dalam Polri masih di jalur yang tepat bertindak profesional? Eh, pertama dia melakukan ini tidak langsung penyelidikan kan, dia penyelidikan dulu. Setelah terkumpul adat bukti untuk yang di markas besar penyelidikan tidak cukup bukti maka dia hentikan. Walaupun di hukum acara kita tidak ada itu pengentian penyelidikan, tapi ini kan sudah selangkah lebih maju dia lebih terbuka. Iya. Tidak ada gelar pada tahap penyelidikan mengundang pelapor dan mengundang terlapor. Nah, ada. Tapi tim gelar ini berarti sudah kemajuan. Kemudian dia mengatakan dihentikan karena alat bukti untuk peristiwa pidana yang disangkakan tidak ada. H. Nah, ini sudah jalur untuk di Mabes ya. Iya. Untuk yang di Polda ini sudah on the trake juga karena diawali dengan penyelidikan mengumpulkan alat bukti. Setelah cukup minimal dua alat bukti dia tetapkan menjadi penyidikan. Tinggal sekarang menambah alat bukti atau alat bukti ini kuat, saling bersesuaian, menentukan siapa tersangkanya. Pertanyaan awam, jenderal, kenapa tidak komplementer saja? Ini ada Polda punya, ada bares krim punya. Bar ah itu tidak nampak mata, tidak kasat mata. Pasti mereka sudah saling berhubungan apa apalagi jaraknya dekat ya antara kebayoran sama-sama kebayuran ini tidak perlu mampir di warung lagi langsung naik ojek aja sampai kan dan enggak mungkin enggak ada koordinasi komunikasi ya kan profes polisi kita kan profesional dan presisi presisi dan tidak mungkin dia mengatakan hari ini saya berkoordinasi dengan saya habis telepon-teleponan Dan selalu selalu jadi masalah jenderal soal kepercayaan publik pada polisi. Iya. Iya. Kan itu kan polisi mau bilang begini, mau bilang begini tapi banyak juga yang tidak percaya. Itu wajar dan itu bentuk kecintaan rakyat pada Polri. Dan Polri pun junior-junor saya saya harap jangan jangan alergi terhadap ini. Justru pakailah katanya Kapolri makin banyak kritikan, itulah sahabat saya. Oh. Bayangkan kalau Polri kita puji terus, nanti dia terlena dengan pujian. Saya pun kalau dipuji terus lemas gitu. Itu kan yang suka muji-muji saya kan istri saya. Dipuji-puji akhirnya kantung terbuka juga akhirnya lemas. Ya, lemas juga. Padahal sudah tahu arahnya tiap istri muji itu berkehendak. Iya, ada maksudnya. Iya. Meski sudah tahu arahannya tapi tetap aja ya. Tapi kita tahu enggak arahnya ke mana ini Jenderal? ujungnya di mana nih soal bariskrim sama Polda ini? Kalau baris krim kan pasti mereka sudah saling tukar informasi karena dulu bukan barang bukti ya kan di sini kan bukan alat bukti karena masih informasi ya informasi-informasi dari bariskrim yang dibutuhkan oleh Polda pasti sudah diberikan oleh Polda ditingkatkan menjadi alat bukti alat bukti nah sudah bagus sekali ini atau bimbingan teknis lainnya nah karena sifat daripada baris krim itu institusi yang lebih tinggi memberikan bimbingan teknis terhadap perkara yang sedang diti. H tapi ini kan tidak perlu disampaikan masyarakat kemarin saya mengarahkan nanti kelihatan bahwa yang ini pintar, yang ini bodoh. Kompol naskar sudah mengatakan bahwa proses gelar perkara itu sangat e proper gitu. Kalau lihat dengar itu ya pastinya enggak ada soal. Iya kan gelar itu hal yang biasa itu. Ada yang kadang dihadiri orang ada yang tidak. Kan bisa saja nanti jam sekian direktur pinada umumnya kumpul-kumpul. kita kumpulkan saling gimana hasil mengikan itu sudah gelar sebenarnya. Iya iya iya iya iya iya. Nah, ini ada ada satu lagi nih ee saya enggak tahu, Bang Dena Susno karena kalau semua proses sudah dilalui, kita serahkan ke institusi resmi negara, tentu tidak semua orang senang dengan hasilnya. Iya. Ya kan ya? Apa yang bisa Jen Sampaikan kepada mungkin pihak-pihak yang nantinya akan dalam posisi ya tidak bisa membuktikan kebenaran versi dia? Ya, jadi begini ya, kita sudah bersepakat institusi kita adalah lembaga ini, laboratori ini. Ya, berarti kita sebagai seorang pelapor harus bersiap terhadap apapun hasilnya dan itu harus kita buktikan apalagi sebagai seorang yang terdidik ya. Jangan sampai omon-omon beda dengan kenyataan. Kami serahkan kepada penyidik secara hukum apalagi tapi begitu hasilnya begini. Iya. Kalau dibawa ke dunia. Nah, gimana tuh J polisi tidak profesional? Iya, polisinya enggak profesional gitu. Internasional yang mana? Itu Tintin sama polisi internasional yang mana? Polisi internasional di Indonesia kan ada namanya Interpol. Interpol bukan internasional juga. Iya. Atau mau diserahkan kepada polisi PBB? Memang ada polisi PBB menyidik kita kasus ini kan enggak mungkin. Jadi ya sudah mentok. Kenapa tertinggi penyidik di negara ini untuk pidana umum ya mabes poli bares krim ya sudah mentok gitu suka tak harus kita hormati sama apa ada enggak pengalaman Jenderal Susno ketika melihat seorang pejabat tinggi atau mantan presiden lalu kemudian dia yang ada dalam sangkut pautnya dengan perkara ada enggak subjektivitas kepolisian untuk membela atau katakanlah punya preferensi ke iya seorang mantan presiden misalnya kalau dalam menurut undang-undang itu tidak boleh dia tidak bolehal dan ini sudah pernah ditunjukkan pada saat presiden SBY kan betul presiden SBY ee melaporkan seseorang tidak saya sebut kan Presiden SBY karena menyangkut pribadi dia datang ke penjagaan Mabes pencemaran nama baik juga kan duduk di kursinya tidak disediakan kursi goyang kayak gini ini kursus buat Jenderal Sundapor juga Iya. Sama tidak berbeda ya. Gak saya enggak tahu di kursi itu ada kutu busuhnya apa jangan sampai nanti ini wah yang lapor Pak SB harus duduknya di sofa ya tak semua sama dan tunjukkan sama tentang dalam hatinya bagaimana like or dislike kan secara psikologis kan ada perbedaan hadapi presiden pasti ngetiknya agak gemetar. Oke. Tapi intinya kita harus percaya dan kita percayakan kepada Polri dan selesailah. Selesailah. Nah, ya. Kenapa percaya? Karena Polri sudah kita bentuk, kita beli kekuasaan ini kekuasaan kita melalui atas nama hukum. Iya. Kemudian yang gaji juga kita kan gajian potong pajak kan untuk gaji polisi. Polisi profesional. Saya harus akhiri jenderal. Tetapi iya kalau sama J SO enggak terasa Bang Don ya. Tapi satu kalimat Jenderal buat penonton kita edukasi mereka agar mereka juga ee memahami posisinya dari kacamata hukum khususnya dari senior polisi seperti apa. Pertama mari kita berpikir waras ya toh sesuai dengan standar hukum kita. Kita percayakan kepada aparat penegak hukum. Kalau tidak percaya kepada hasilnya masih ada saluran hukum yang bisa kita gunakan. entah banding kasasi kasasi entah pk sebagainya. Kemudian mohon masyarakat Indonesia jangan terbawa omongan seseorang yang tanpa fakta hukum gitu ya. Karena semua orang bebas ngomong enggak bisa mengarang cerita bisa. Oke. Tapi saya lebih pandai orang di luar sana mengarang cerita daripada kita bar sepak bola. Iya, komentator lebih pintar, lebih pintar daripada pemain. Coba kalau dia tendang ke sana giliran dia yang turun belum tentu badannya punya. Tapi Bang Don, saya mau kutip tadi statementnya Jenas Susno berpikir jernih. Karena menurut saya salah satu cara kita bisa berpikir jernih sering mengonsumsi air bersih. Air bersih. Air jernih tentunya ya kan. Oke. Baik. Jerni sudahud. Oke. J. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Jangan rokok Jenderal tidak ada kita diskusi terus di downsa ini lebih mencerahkan. Betul. Saya merasa dapat 8 SKS dari Jenderal Susto langsung e saya dapat 9 SKS. Jadi saya sudah berhak dapat master. Terima kasih J Sto sehat selalu sampai ketemu dan pemirsa kita akhiri jumpa kita dalam downcast di episode kali ini. Jangan lupa kita berjumpa lagi di episode berikutnya. Saya Doni The Keazer. Saya Don Buskeslan. Sampai jumpa. dipersembahkan oleh didukung oleh hidup sehat harus seimbang. Gaya hidup tak seimbang seperti stres, kopi, makan pedas membuat asam tubuh berlebih. Cairan asam ini mewakili gaya hidup kita. Pristin 8,6 Plus bantu menetralkannya. Dengan pH tinggi, teknologi Jepang menghasilkan mikromolekul yang cepat diserap tubuh. Yuk, minum Pristin 8,6 Plus setiap hari. Seimbangkan hidup dengan Pristin 8,6 Plus. Yeah.

https://nusantaratv.com/ – [FULL] Kasus Ijazah Jokowi, Susno Ketawa ke Roy Suryo: Katanya Ahli Tapi Cerita ke Mana-mana | NTV

Polda Metro Jaya mendapati enam laporan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah Ijazah jokowi, Salah satu laporannya disampaikan langsung oleh Jokowi ke Polda Metro Jaya. Penyidik Ditreskrimum Polda telah melakukan gelar perkara terhadap enam laporan, termasuk laporan Jokowi yang dinyatakan Polda Metro Jaya naik sidik dan ditemukan unsur pidana.

Kasus tudingan ijazah palsu Jokowi juga bergulir di Bareskrim Polri, dengan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) sebagai pelapornya. Penyidik Bareskrim sempat menyetop kasus dan menyebut ijazah jokowi asli. Kemudian atas permintaan pelapor dikabulkanlah gelar perkara khusus-nya. Di Solo, Jokowi merasa kontroversi menyoal ijazah sebagai agenda besar politik menyasar reputasi karir Jokowi hingga upaya pemakzulan wapres Gibran.

BKSNTV
DYFNTV

#ijazahjokowi #ijazahpalsu #ijazah #jokowi #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #wapres #kasus #roysuryo #susnoduadji #silvester #bareskrimpolri #bareskrim #yakuphasibuan #rismon #rismonsianipar #joshuasinambela #susnoduadji

Saksikan Nusantara TV di Jakarta 40 UHF | Lampung 42 UHF | Denpasar 39 UHF | Medan 28 UHF | Balikpapan 29 UHF | Batam 48 UHF | Bandung 35 UHF | Yogyakarta 29 UHF | Banjarmasin 45 UHF | Makassar 34 UHF | Surabaya 38 UHF | Semarang 36 UHF | Garut 28 UHF | Cirebon 32 UHF | Sukabumi 32 UHF | Purwakarta 36 UHF | Cianjur Kota 27 UHF | Sumedang 39 UHF | Tegal 35 UHF | Jepara 49 UHF | Banyumas 34 UHF | Malang 34 UHF | Jember & Bondowoso 46 UHF | Banyuwangi 34 UHF | Kediri 36 UHF | Satelit Telkomsat 3720 Mhz | vidio.com | Indihome channel 128 | USeeTV | My Republic | nusantaratv.com/live | Platform Appstore & Playstore

Saksikan live streaming Nusantara TV hanya di https://nusantaratv.com/live
Dan follow akun media sosial Nusantara TV untuk mendapatkan beragam informasi terkini:

Facebook: https://www.facebook.com/nusantaratv
Instagram: https://www.instagram.com/officialnusantaratv
Tiktok: https://www.tiktok.com/@nusantaratvofficial
X: https://x.com/officialntv_
Website: https://nusantaratv.com/