Andi Azwan Ungkap Agenda Tersembunyi di Balik Polemik Ijazah Jokowi |Rakyat Bersuara |16/7|
langsung menganggapi ee Bung Pitra. Sebelumnya Pak Taufik ini adalah penggugat ijazah Pak Jokowi di PN Surakarta. Tapi kemudian hakim menyatakan bahwa gugatannya gugur, tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima sesuai dengan permohonan Pak Jokowi. Kabarnya begitu ya. Jadi Pak Jokowi itu memohon supaya ee sesuai dengan pernyataan keberatan Pak Jokowi bahwa gugatan saya tidak dapat diterima. Kalau saya lebih lebih tepat mengatakan Pengadilan Negeri Surakarta tidak berani menerima gugatan. Oke. Itu diputuskan di putusan sela. Di putusan selainya begini ee Bang Aiman. Putusan sela itu di dalam satu proses baru memeriksa formal gugatan, surat kuasa, kemudian dia alamatnya di mana baru di situ. Jadi belum kepada substansi atau materi. Nah, sekarang boleh saya tanggapi saya kasih. Saya hajar dia kamu dengan tiga hal. Ajar dengan argumentasi. Saya tangan Anda untuk menghajar saya pengacara mawar tidak pernah gentar. Tapi taruh dulu dong taruh dulu. Oke. Itu kan sudah ko kan takut juga saya potong untuk bicara debat. Ya sudah saya taruh nih kita suportif ya. Jadi yang pertama benar atau salah itu kalau kita bicara proses yudikasi itulah dijalankan oleh Mahkamah Agung. Makam Mahkamah Agung menjalankannya lewat alat-alat mereka. Apakah pengadilan negeri, pengadilan tinggi, pengadilan TUN dan sebagainya. Dan hingga hari ini belum ada justifikasi yang mengatakan ijazahnya Pak Jokowi asli atau ijazahnya Pak Jokowi palsu. Itu yang pertama. Jadi saya saya berikan kepada kamu. Kemudian yang kedua, kalau tadi mengatakan bahwa apa namanya? Polisi ee mengatakan fotokopi. Iya, fotokopi. Polisi menerima bukti bahwa di dalam penyelidikan itu belum ada alat bukti. Karena sesuai 184 alat bukti itu adalah bukti, keterangan saksi, keterangan ahli, kemudian petunjuk dan keterangan terdakwa itu sama sekali belum ada. KUAP ya. Iya. KUHAB. Jadi itu belum ada. Nah, kemudian yang ketiga kita harus berpedoman kepada pasal tentang legalitas. Semua undang-undang yang memuat sanksi pidana itu ada asal legalitas pasal 1 ayat 1. Kemudian di Undang-Undang Korupsi atau sori di Undang-Undang Pidana terbaru Undang-Undang 1 2023 yang berlaku 3 Januari 2026 itu mengata pasal 2 ayat 1 nulum delektum nuna senopia legunali tidak ada pidana tanpa ada kesalahan lebih dulu. Pertanyaan saya memang pernah dibuktikan dia bersalah memang pernah dibuktikan Resmon bersalah dan memang pernah dibuktikan Jokowi benar. Jadi tempat yudikasi yang paling tepat adalah membawa ijazah oke ke pengadilan. Sebentar. Apakah pernah dibuktikan Pak Jokowi benar? Kan UGM sudah pernah menyampaikan bahwa ijazahnya asli. Apakah itu bisa digunakan? Oke, pertanyaan bagus. Saya ingin mengatakan apakah UGM itu lembaga yudikasi bagian dari Mahkamah Agung? Apakah polisi itu bagian dari Mahkamah Agung? Kenapa bisa mengatakan identik tidak identik? Asli tidak asli tidak boleh sorong dulu dulu anda ini sudah banyak ngomong-ngomong yang enggak jelas ya. Yang pertama saya ingin luruskan terlebih dahulu yang dikatanya penyelidikan itu tidak berhak menerima bukti. Anda salah besar, Anda ini omong kosong. Bagaimana mungkin tidak menerima bukti ituara polisi berdebatkan bukan dia ini sesat ini berdebat dengan legalitas. Oke. Jadi kalau kita pendekatannya asas legalitas yang berwenang membuktikan itu adalah pengadilan. Jadi yang terbaik menurut saya ijazah Pak Jokowi dibawa ke persidangan dan bukan polisi. Kalau polisi menyatakan dengan pidana itu berbeda. Ngerti enggak dia kata akses aktor inkambi ngerti enggak akor ink? Kalau dia nyukur saya nyukur kamu. Kamu gitu jangan dipotong jangan enggak usah dipotong-potong. Bukan dia ini berpikir sesat gitu loh. aturan main saya tidak bawa pribadi tapi Anda membawa pribadi soalnya anda ini ahli hukum apa gitu loh bang jelas kita ini presid enggak boleh dipotong ah dia ini bawa-bawa ke rambut pakai akhlak ini rambut mahal bosar sebentar sebentar ya oke sini saya mengatur harus lalu lintasnya terkait dengan argumentasi ini bicara soal bagaimana argumen hukum tapi dia menyerang polis argumen entasinya yang katanya penyelidikan itu tidak ada tidak berhak menerima bukti. Anda salah, bagaimana tidak berhak menerima bukti dalam membuat LP? AD harus ada bukti Mahkamah Konstitusi nomor 10 itu ngapain ada buktip gitu loh. Mengkritik lembaga negara, mengkritik pejabat negara itu tidak dilarang. Anda enggak paham dalam perdata bagaimana Anda mempetisi tapi Anda tidak menguasai tolong luruskan itu berbeda gitu supaya supaya enggak kacau nih. Tolong jangan jelasonglah dengarkan dong. Oke. Oke. Baik. Baik. Karena dia menunjuk saya, makanya saya jawab lain halnya dia tidak menyap nama saya gitu loh. Silakan dikit lagi saya berikan kesempatan 1 menit lagi. Oke. 1 menit saya cukup saya hitung. Tapi jangan potong loh ya. Jadi dipotong. Jadi jadi saya ingin sampaikan polisi itu di hari ini menjadi hukum yang hidup. Dia menjadi penyelidik, penyelidik, penuntut dan hakim. Mengatakan guilty or not guilty. Asli atau tidak asli itu tidak benar. Dan kalau saya dikatakan apa namanya menghina polisi, enggak ada lembaga negara, enggak ada polisi bilang asli. Lembaga negara, pejabat negara itu boleh dikritik sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 105. Jadi sekarang enggak ada lagi delik menghina pejabat negara, delik menghina lembaga negara. Mereka diberi APB, Pak. Bukan asli. Polisi itu menjadi hukum yang hidup. Tidak boleh. Negara demokrasi yang benar ada proses yudikasi. Mahkamah Agung itu lembaga legislatif bersama pengadilan tinggi, pengadilan negeri, Tun dan sebagainya. Polisi itu bagian dari pemerintah. Oke. Baik. Itu itu. Oke. Baik. Saya Bung Ani dulu. Bung Ani ada yang mau sampaikan. Silakan ya. Terima kasih, Bang Aiman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Mungkin di sini yang representasi Pak Jokowi adalah kami ya dari Jokowi Mania di sini. Jadi di bawah kursi ini saya mengamati semua apa yang terjadi. Saya akan membahas dulu dari Bung Roy Suryo tadi mengatakan mempunyai lima ijazah asli dari teman-teman yang seangkatannya Pak Jokowi. Kenapa tidak dibawa pada waktu gelar perkara? Tunggu dulu sebentar. Satu ya. Kenapa tidak dibawa kepada gelar perkara? Jokowinya juga enggak pernah bawa. Nah, itu kan jawaban yang enggak cerdas loh. Iya kan cerdas enggak jawaban saya Jokowi sampai hari enggak pernah tanya kenapa tidak dibawa pada gelar perkara itu adalah hak saudara ya untuk bisa menampilkan no baru sesuai pasal 41 KUAP. Betul enggak? Oke. P satu tunggu dulu yang kedua. Betul enggak? Betul enggak jawaban saya enggak. Jokowi juga enggak pernah bawa sampai detik ini. Kata siapa? Baras Kim sudah terima yang asli. Di situlah diuji dengan analog ada dengan kimia dengan fisika dengan para ahli itu. Anda yang mengatakan bahwa Anda ya kan Anda mengatakan yang diuji adalah Anda adalah bukan analog gelar perkara enggak saya ada di belakang saya dengar saya dengar dengar enggak bisa saya dengar saya di belakang lantai 10 lantai 10 saya ada yang bercerita yang bohong itu anda saya dengan tim kuasa hukum kita membagi semua tugas kok bisa ngomong kita membagi tugas oke saya tanya kenapa Anda tidak bawa Satu, itu adalah kekuatan secara politik Anda, kekuatan secara evidence Anda untuk menguatkan argumen-argumen Anda. Poin satu. Oke, poin dua. Saya mau tanya, Mahasurio untuk menangani kasus ijazah Joko ini sejak kapan? Tanya ke siapa? Saya enggak ya mengecek ini pas saya ngecek semenjak si orang namanya Dian Sandi itu memposting pada 1 April. Saya punya data di Twitter tolong ditampilkan. Loh enggak apa-apa itu kan saya komen aja. Iya tolong ditampilkan. Silakan tampilkan. Oke. Sekarang saya tanya itu Twitter-nya siapa? Oke. Tuh. Februari 24 2020 KMT Ro Sturio. Oke. Bentarentar saya bacain. 21 Februari 2020. Oke. Iya benar. 20. Oke. Kenapa bukan 2025 dong? Kenapa? Kenapa? Apa yang salah dengan itu? Ya, bukan namanya salah. Anda sudah memposting itu berarti Anda sudah tahu sebelumnya. Loh, lah. Iya tahu kan saya tah. L. Kenapa Anda mengatakan 2025? Saya baru neliti aslinya ijazah itu yang dikatakan asli itu kalau ini kan fotokopianya adalah ingin men-switch untuk menyalakan ada apa yang saya katakan ini benar apa enggak ya. Jadi lihat sebenarnya sungkan harus posting karena ini bukan haknya tapi karena saya tetap objektif dan tidak ada suusan itu hal yang kami dibatas memang ada salah ketik harusnya SMPP 40 ini tulisannya SMA 6 artinya Anda ini bukan pada 2025 Anda sudah melakukan ini 2020 tidak ini kan bukan yang diit oleh Dians enggak bisa anda berbohong ini sudah jelas ada bukti apa yang bohongak ini bukti sebentar Bung Andi Kalau yang ini apa salahnya? Itu yang saya mau tanyakan. Ee apa apa kenapa ini menjadi penting 2020 dan saya tanya sejak kapan meneliti ini? Yang saya teliti dian Sandi itu 1 April kan Anda enggak tanya loh. Iya 1 April. Tapi Anda sudah memposting itu 2020 enggak ada masalah apa bukan masalah anda posting ketika Jokowi masih 2020 artinya bukan 2025 ada. Artinya apa? Apa yang bisa Anda sampaikan? Artinya ya dia sudah melakukan hal ini 2020 bukan pada saat 2025 ya. Enggak ada masalah. Enggak ada masalah. Engak ada masalah. Enggak bukan masalah masalah. Ya, benar kan? Loh, enggak ada masalah. Enggak. Saya tanya benar atau tidak? 2025 baru ini Bang saya ingin ini biar tegaskan ajaak ada yang salah. Andi Aswan ingin buktikan bahwasanya kalau dia kalau Roy Suryo kan bilang ya itu dia dapat dari postingan si itu tadi Dian Sandi. Dian Sandi itu kan baru ma posting 2025. Artinya Andi Aswad ingin bilang bahwasanya Ryo cari kambing hitam dalam kasus ini untuk mentersangkakan Dian Sandi itu maksud dia gitu loh. Artinya jangan cari kambing hitam dalam kasus ini. Anda harus jangan tel bertanggung jawab karena dari 2020 jangan ditarik orang lain sudah merencanakan untuk itu. Ini namanya analisis enggak? Itu bahasanya kan jelas sebenarnya sungkan harus diposting karena bukan haknya karena bro. Objektif. Apa salahnya ini Anda bermain dengan berkata-kata itu. Ini sudah bukti ini bukti yang dilaksanakan oleh Anda bahwa Anda itu barisan sakit hati kan gitu loh. Gimana enggak di bahasa Indonesia apa 2020 nih artinya ya intinya bahwa enggak ada masalah. Ada agend, ana mau mengatakan bungi, ada agenda yang dimiliki oleh Bung Rosyo. Itu kecurigaan Anda. Sudah pasti itu. Oke. Isu hangat kadang bikin penat apalagi kalau kita tidak bisa mencerna dengan cermat. Jangan lupa secangkir kopi hangat yang nikmat untuk menemai kebersamaan dalam program rakyat bersuara bersama saya Aiman Ucaksono. Saya akan segera kembali. [Musik]
Yuk Subscribe https://www.youtube.com/@OfficialSINDOnews
Tanggal Tayang: 17 Juli 2025
Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/
Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi
#sindonewstv #rakyatbersuara #andiazwan #ijazahjokowi