Sengit! Rismon VS Ade Blak-Blakan Ungkap Fakta Klarifikasi Mantan Rektor UGM Soal Jokowi Tak Lulus
Yang salah Bapak Jokowi gitu loh. Jokowi jodoh pribadi bukan urusan relawan Jokowi. Biarkan Jokowi yang melaksanakan. Oh tidak bisa saudara pernyataannya viral yang menyebut ijazah Presiden ketu Jokowi palsu. Mantan rektor UGM Sofyan Effendi menarik ucapannya dan meminta maaf. Ditemui di rumahnya di kawasan Depok Sleman, Sofyan Effendi menarik ucapannya tersebut. Sofan menjelaskan jika dirinya tidak mengetahui perbincangannya dengan Rismon dan sejumlah alumni GM disiarkan langsung ke publik. Pasca videonya viral, Sofian mengaku akan dilaporkan ke Bares Kemporri oleh Jokowi Lovers. Itu kan akan menjaga karena saya tidak sebenarnya tidak menyangka itu ee live streaming di YouTube itu disebarkan secara luas. Kalau itu pembicaraan antara sesama UGN sih oke. Merasa terjebak enggak, Pak Sofyan? Heeh. Enggak dijebak tapi kalau difame oleh di ada ya ada di framing omongan saya itu mungkin tapi saya enggak sadar kalau iya pencinta Jokowi Jokowi Lovers itu melalui ketuanya menyatakan akan mensuruh saya karena pernyataan-pernyataan di live streaming itu. Sebelumnya dalam video yang disebarkan Rism Shanipa dan Roy Suryo, Sofyan bercerita bahwa skripsi Jokowi tidak pernah diujikan karena IPK-nya tidak sampai 2,0 hingga UKM tidak pernah mengeluarkan ijazah Jokowi sehingga Jokowi hanya disebut sarjana muda. Dalam surat tertanggal 17 Juli 2025, Sofyan menegaskan pernyataan Rektor UGM Ova Emelia pada 11 Oktober 2022 tentang ijazah Jokowi sudah sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di universitas. Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada buka suara soal pernyataan mantan Rektor UGM Sofyan Effendi terkait keaslian ijazah Jokowi. Wakil Rektor UGM Ari Sujito mengatakan UGM sebagai institusi pendidikan sudah menjelaskan secara proporsional terkait ijazah Jokowi. UGM memastikan Jokowi adalah alumnus Fakultas Kehutanan yang telah melaksanakan seluruh proses studi sejak 1980 hingga lulus tanggal 5 November 1985. Meski menghargai pendapat yang disampaikan mantan rektornya, UGM minta pihaknya tidak diseret ke ranah politik. Saya kira UGM itu sebagai institusi akademik dan dia sudah menjelaskan secara proporsional dan apa yang kita lakukan selama ini adalah bagian dari tanggung jawab akademik dan itu proporsional dan kalaupun tiba-tiba Pak Sofian buat apa podcast dan sebagainya dan kemudian minta maaf dan seterusnya ya itu bagian dari juga tanggung jawab beliau gitu. Karena yang jelas jangan seret juga UGM pada urusan politik soal bloging politik. Setelah video pernyataan mantan rektor bahwa UKM tak pernah mengeluarkan ijazah untuk Jokowi dicabut. Kini upaya pembuktian Ron CS tentang dugaan ijazah palsu Jokowi dipertanyakan. Akankah ditariknya ucapan Profesor Sofyan Effendi itu akan menyeret Rismon pada dugaan penghasutan dan pencemaran nama baik Jokowi? Kita bahas bersama terlapor kasus dugaan pencemar nama baik Jokowi Rismon Sianipar dan pelapor Roi Suryo CS dari Prad Persatu AD Darmawan. Selamat petang Mas Ade. Selamat petang. Selamat petang Bang Rismon. Selamat petang Mbak. Oke Bang Rismon saya punya pertanyaan ke Anda dulu. Saya mau tahu bagaimana awal mulanya Anda berkumpul dengan Prof. Sofyan di video dalam kanal YouTube Langkah Update tanggal 16 Juli. Iya, itu kan pertemuannya tidak didesain sedemikian rupa ya, bahwa saya datang ke Jogja untuk ee sebenarnya ee membersamai ee para alumni Relaama untuk mengantarkan surat kepada Rektor UGM, Prof. ee Emilia dan salah satu atau beberapa dari alumni UGM tersebut meminta saya untuk bertemu dengan ee Prof. Persopian FNI. Dan itu pun sudah saya punda 2 hari karena kegiatan saya yang lain-lain. Jadi, pertemuan tersebut diajarkan tanggal 16 Juli 2025 hari Rabu. Oke, memang tidak ada perencanaan dan di video tersebut juga saya lebih aktif untuk mendengar ee apa uraian dari Prof. Sofian Effendi mengenai sejarah UGM, nilai-nilai indust. Begitu, Mbak. Oke, Bang Rismon. Pertemuannya tidak direncanakan, tapi pertanyaan saya, Prof. Effendi mengaku tidak tahu menahu direkam dan disebarluaskan oleh Anda. Benar demikian? [Musik] Oh, tidak begitu. juga mungkin ee apa namanya ee Profesor Program Effendi kan mengalami apa namanya tekanan psikologis yang sangat intens ya akibat dari ancaman pelaporan dari Jokow. Tekanan dari siapa Bang Rismon? Siapa yang menekan Profesor Fend? ini hati-hati kan ada ada ancaman ya akan dilaporkan ke stream oleh Jokowi Lovers. Jadi saya pikir kita tetap menghargai ya menghargai mengapresiasi statement keterangan-keterangan dari Profesur Sofan Effendi yang kita orang luar ya bukan orang luar UGM itu tidak bisa mendapatkan keterangan-keterangan tersebut karena keterangan dari Profesor SPEN FNI itu sangat penting karena didapatkan dari internal UGM dan ee profesor-profesor yang pernah mengabdi. Oke. Baik. Berarti menurut Anda klarifikasi dari Prof. Effendi dikeluarkan ke publik karena ketakutan mendapat ancaman dan tekanan. Mas, benarkah demikian ada tekanan katanya? Ah, ini ee saya perlu sampaikan kepada pemirsa Kompas TV ya, bahwa memang ee seperti Bang Rismon ini kan hampir melakukan ee tur hmm ke daerah-daerah. Tour untuk mencari alat bukti. Oke, itu yang kita perhatikan di setiap ee beberapa media sosial ya, mengupdate, memperlihatkan dia kunjungan ke mana ee ke Solo, kemudian ke rumah Pak Kasmujo. Bukan sekali dan dua kali saja ya, berulang kali kayaknya sepertinya dengan e rumah Pak Kasmujo. Terus terakhir kemarin di Solo apa di Jogja itu? Jogja ya. He. Ee ke rumah Pak Sofyan ya. Nah, Pak Sofyan Effendi ini kan rektor tahun berapa gitu loh, Mbak. Oke. Jadi, kita harus tahu dulu rektornya tahun berapa. H. Kemudian, apakah seorang rektor itu mengetahui semua mahasiswanya dengan pasti dan jelas gitu loh. Ah, itu dulu. Nah, pada saat dia menjadi rektor, ya. Oke. Jadi intinya menurut Anda memang tidak ada tekanan itu. Kalau ada tekanan saya rasa tidak ada Mbak karena gini. Tapi kira-kira menurut Anda, kenapa Profesor Effendi bisa mengatakan bahwa Jokowi tidak lulus lalu kemudian tiba-tiba cuma berselah beberapa hari kemudian mengkonfirmasi, mengklarifikasi pernyataannya? Nah, justru di situ kita lihat ketika kemudian menurut Anda bukti yang ingin dicari oleh ee tim Bang Rismon enggak ada zong zong nol zong bukti Anda Bang Rismon bukti Anda zong enggak ada mengada-ngada maksudnya mengada-ngada mengada-ngada Mbak jadi iya ee ee saya bicara dulu Bung Bu Adik jadi gini statementnya oke keterangan dari Profesor Sofian Effendi kan menegaskan bahwa lembar pengesahan skripsi ya yang berisi tanda tangan dosen penguji itu kan benar-benar tidak ada. Oke. Pada saat saya datang ke perpustakaan UGM sendiri, Fakultas Keutangan UGM, maupun ketika diberikan kepada kami pada pertemuan 15 April bicara bicara dengan kebenaran bicara kebenaran Mbak Rismon. Ya, perlu saya sampaikan kepada Rismon bahwa kalau kita berbicara kebenaran tidak perlu dicabut pernyataan itu. Kalau memang begini ee Prof. Prof. Sofan saya tantangin sekarang saya challenge sekarang Prof. Sofyan ya. Apakah dia masih berani mempertahankan pernyataan yang duduk bersama dengan saudara e Bang Krismon? Kalau memang oke, mari kita lihat, kita uji, kita coba laporkan ke polisi karena itu adalah ujaran kebencian dan pengasutan itu. Itu sudah pasti masuk itu, Bang Rismon. Dan gini loh, itu disiarkan tanpa izin. Itu pun Pak Sofyan sebenarnya kalau memang dia mau dia bisa keberatan loh Bang Rismon gitu loh. Nah, dia kan enggak tahu tuh disiarkan itu Bang Rismon Pak saya gantian bicara. Silakan silakan Bang Risman. Iya. Jadi kan berkesuaian bahwa keterangan Pak Profesor ee Sofan Effendi skripsi tersebut tidak pernah diuji. Terbukti secara materi tidak ada lembar pengesahan penguji di situ berkesuaian. Begitu kan menurut daftarnya. Bentar dulu Bung Ad. He Anda saya biarkan kok malah apa ya ke Iya. Enggak. Jadi kita bicara kebenaran Bang ada apa namanya keterangan juga dari Profesor eh Sofyan Effendi bahwa terdaftar sebagai sarjana muda. Dan di Universitas Gadjah Mada itu memang ada empat semester ya seleksi. Kalau ini mereka di bawah dua sesuai dengan keterangan Pak Joko Widodo itu di UII itu kan memang tidak lulus begitu loh artinya. Jadi memang semua kan berkesuaian dan Bung Adlong jangan mengancam-ngancam rektor kami ya. Kami tidak mengancam rektor saudara, tetapi kita challenge kalau memang kalau ini kebenaran Bang Rismon, kalau kita bericara kebenaran Bang Rismon, tidak ada ancaman di situ. Kalau memang benar ya ini Bang Rismon ee kalau memang benar bahwa Pak Sofyan Effendi mengetahui semua dan bisa mengadakan bukti-bukti itu baik saksi-saksi dan lain sebagainya, kenapa takut? Enggak usah dicabut. kita coba adukan ke ke polisi. Oke, gitu loh. Jadi, Bang Resmon sebenarnya kita kembali ke pertanyaan awal saya tadi. Sebenarnya Profendi itu tahu tidak direkam dan tahu tidak bahwa akan Anda sebar luaskan? Oh, iya, Bang. Oke. Tahu. Sangat tahu karena tapi pernyataannya berbeda itu ya yang ada di situ kan bukan hanya saya saja ada anume UGM juga dua orang di sebelah kiri itu kan salah ee dua orang dari apa? rela. Jadi mereka bisa mengatakan yang sesungguhnya. Tetapi kan kita harus mengapresiasi bahwa Profesor Senendi ini sudah berusia 80 tahun. ketika mendengar ada ancaman akan dilaporkan ke barri kita harus paham profesor ini kan pemikir ya penulis pemikir tidak mungkin ya seorang profesor dalam 1* 24 jam itu mengubah ee apanya pembicaraannya kalau tidak ada sesuatu. Jadi Bang Rismon memang punya punya saksi-saksi bahwa saat itu Prof. Effendi tahu direkam, tahu akan disebarluaskan punya ya, Bang? Iya. Iya. Ada dua orang yang ada di dalam video. Ada mungkin 5 sampai tu orang di belakang kamera. Oke, Mas Ad. Tapi saya pikir kita harus tunggu saja dulu Profesor Sopen Effendi untuk menemukan waktunya, menenangkan dirinya sehingga nanti bisa meratakan yang sesungguhnya. Begitu. Oke. Oke. Eh, Masade sampai sej sekarang kita bergeser ke penetapan tersangka di kasus update Polda sudah ada belum? Ya. Ee ini saat ini tadi itu untuk ee pelapor ee dari kita he itu kami sudah memberikan keterangan dua sampai orang. Tadi sudah selesai memberikan keterangan. Tapi kalau ee ditanyakan bahwa kapan penerapan tersangka, saya rasa itu pada saat mungkin biasanya yang terjadi itu pada saat pemeriksaan ee dari pelapor kemudian nanti naik status. Saya rasa sedikit lagi sih karena kita masih ada ber delan atau se Oh, delapan atau se kalau begitu saya bertanya yang lain deh kalau begitu ini kan ee kita lihat kemarin rilis UGM menyatakan saya bacakan ya Mas. Kami menyayangkan pihak-pihak yang telah menggiring beliau untuk menyampaikan opini yang keliru dan tidak berdasar. Apakah ini bisa dikenai pidana penghasutan? Bisa. Bisa. Karena begini, korbang penghasutannya walaupun itu berlangsung penghasutan itu hanya beberapa jam, tetapi faktanya terhasut. Gini loh. Bahwa ee ketika ee saya melihat e Prof. ee Effendi menyatakan itu diutu kanal di YouTube ya itu ee dia menyampaikan ee beberapa jam setelah itu ya itu kemudian ada pencabutan. Nah, kita lihat Rens karena peristiwa terjadinya penghasutan itu hanya beberapa jam terjadi dan itu bisa saja bisa saja kalau memang ada niat-niat teman-teman untuk ee melakukan pelaporan lagi terkait penghasutan ini, ini bisa dengan bukti yang ada. Tetapi yang membuat kami apa ya sayangkan adalah Bang Risman tidak berhenti untuk melibatkan orang lain di sini. Maksud saya Bang Rismon ikuti proses hukum. Saya sangat yakin betul ketika seorang Rismons senipar tidak bersalah tidak mungkin dilakukan penahanan atau tidak mungkin menjadikan tersangka. Itu yang saya jadi jangan terlalu prematur, terlalu maju, terlalu takut. Apa sih yang ditakutkan atau benar? salah dalam penelitian Ros atau ataukah ataukah Bang Rismon juga terhasut oleh Rosurio itu persoalannya gitu loh. I kan atau Bang Rismon yang menghasut R suryo ini kan ini kan kita harus lihat nih. Nah pembuktian sangat sangat mudah nanti di pengadilan ada ada kesaksian e kesaksian itu yang akan dipisah-pisah mereka. Nah kita lihat dari mana nih misalkan sumbernya dari Bang Rismon duluan nanti tunjuk-tunjukan tuh nanti tunjuk-tunjuan. Baik Bang Ris Bang Risma dengan pencabutan pernyataan Prof. Effendi, apakah ini menghilangkan salah satu bukti utama Anda? Oh, ini ini cuma bukti pendukung ya berdasarkan kajian dan berkesuaian dengan keterangan Prof. Effendi dan Bung Had kami tidak takut ya jangan mengirim bahwa kami takut kami mematuhi panggilan ataupun undangan Metro Jaya dan saya telah melaporkan Joko Widodo atas dugaan penyebaran berita bohong terkait ee keterangan Pak Kasmujo. Jadi Pak Jokowi juga harus tunduk dan patuh pada undang-undang dan ee peraturan hukum di bawahnya. Dan saya juga berencana akan melakukan Joko Widodo atas penyebaran berita bohong terkait ee jurusan teknologi UGM yang tidak pernah ada dan saya juga akan melaporkan dugaan instruksi palsu di Polda DIY. Ketiga laporan itu akan saya lakukan. Nah, itu silakan itu langkah hukum, Bang. harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oh iya, itu pasti pasti pasti Bang Rismon. He. Cuman yang saya sayangkan kepada Bang Rismon ini adalah kenapa sih mencari mencari mencari? Selesaikan dululah perkara perkaranya Bang Rismon yang ada ini. Karena mencari itu tidak mungkin bisa juga dimasukkan sebagai ala bukti di situ. Kecuali Anda menerbikan laporan baru seperti di Jogja itu. Tapi apapun itu, Bang Rismon, kami dan teman-teman relawan dan kami juga pendukung Jokowi kami hadapin, Bang. Apapun itu kami karena kami tahu bahwa seorang Bapak Joko Widodo dan ee tidak mungkin mau ee berani untuk e memasukkan ijazahnya pada saat Pilpres, Gubernur, dan Walikota. Oke, Bang Rmon siap diladeni, Bang. Kita fight, Bang. Terakhir, ya. Saya kemarin ke KPUB Solo ya bertemu dengan Nah, itu kan nyari lagi Bang Rismon kan nyari lagi silakan silakan Bang ini ini informasi kunci ini dengan ketua KPUD Solo saat itu ya Bapak Ibu menekankan bahwa di dalam berkas pencalonan Walikota 2005 itu tidak didapati berkas acara pemeriksaan atau berkas acara verifikasi antara UGM dengan KPUD 10. Jadi tidak ada diferenasi ijazah fotokopi legalism yang dipakai oleh laporkan. Laporkan laporkan dong laporkan KPU dong jangan Bapak Jokowi yang Anda laporkan. Salah itu. Yang Anda laporkan KPU dong kan begitu yang tidak memverifikasi berarti itu alministrasi dong. Gimana sih? Kok kok ikut-ikutan relawannya ini? Saya bingung. Iya. Ban Rismon harusnya melaporkan KPU kenapa tidak diverifikasi gitu loh. Gitu loh bos. Jangan dikit-dikit yang salah Pak Jokowi. Dikit-dikit yang salah Bapak Jokowi gitu loh. Jokowi jodoh pribadi bukan urusan relawan Jokowi. Biarkan Jokowi yang melaksanakan. Oh tidak bisa. Itu urusan kami. Urusan kami semua. Urusan kami Bang. Tunggu, kita tunggu kelanjutan. Urusan kami Bang. Kita tunggu kelanjutannya di meja hukum. Terima kasih, Mas. Terima kasih, Om Mas Ade. Terima kasih, Bang Rismon telah bergabung di Kompas Petang. Selamat petang.
KOMPAS.TV – Sengit! Rismon VS Ade Blak-Blakan Ungkap Fakta Klarifikasi Mantan Rektor UGM Soal Jokowi Tak Lulus.
#ijazahjokowi #rismonsianipar #jokowi #ugm #klarifikasi #roysuryo #breakingnews
Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.