Klaim PSI ‘Resmi’ Jadi Kendaraan Politik Jokowi, Adi Prayitno: Tak Perlu Jabatan, Sudah Jelas…

kataan ataupun pesan kebangsaan yang sudah disampaikan secara utuh oleh Presiden ketuuh Republik Indonesia Joko Widodo. Jokowi sudah blak-blakan di Kongres Partai Solidaritas Indonesia. Ada beberapa pernyataan menarik yang kemudian disampaikan oleh Jokowi. Saya akan bahas bersama dengan Direktur Parameter Politik Indonesia, Mas Adi Praito. Mas Adi, saya mencatat ada dua setidaya kalimat yang menarik sekali. Saya akan full mendukung PSI. saya akan bekerja keras untuk PSI dan frasa kita itu berulang kali digunakan Pak Jokowi. Anda memaknai seperti apa? Ya, saya kira memang satu-satunya momentum yang paling banyak ditunggu dalam kongres PSI hari ini itu adalah sikap secara terbuka dari Jokowi. Itulah yang saya sebutkan. Kalau mau jujur sebenarnya kongres PSI hari ini itu memang menegaskan bahwa per hari ini tak ada lagi perdebatan bahwa Jokowi itu adalah PSI dan PSI ya. Jokowi adalah PSI dan PSI adalah Jokowi. Saya kira perdebatan soal apakah akan menjadi kader, akan menjadi anggota, apakah akan menjadi dewan pembina menjadi tidak relevan karena secara explicitly secara gestur dari statement dan gerakan politiknya Jokowi sudah mempertegas bahwa Jokowi akan mendukung total PSI dan akan bekerja keras untuk PSI. Itu bagi saya lebih dari sekedar kartu keanggotaan. itu lebih dari sekedar apakah struktur partai itu akan berlaku untuk Jokowi. Itulah yang saya sebutkan. Jadi seminggu, du minggu ini memang satu-satunya momen politik yang ditunggu oleh publik adalah soal Jokowi. Karena Jokowi inilah kemudian bicara tentang exposur, bagaimana PSI itu akan dipraksikan di masa-masa yang akan datang. Bagi saya kongres PSI hari ini sampai besok katanya itu hanya sebatas mengkonfirmasi bahwa ini partai adalah partainya Jokowi dipersiapkan bukan hanya lolos di parlemen tapi wajib katanya dan tentu untuk menyongsong bagaimana PSI itu menjadi partai yang besar. Kenapa hal ini menjadi menarik? Karena kita tahu juga sebelumnya Jokowi juga sempat menyebut bahwa sepertinya ada skenario besar yang hendak menyerang Jokowi dan juga keluarganya untuk men-downgrade ataupun mendiskreditkan Jokowi dan keluarga. Apakah kolaborasi antara Jokowi dan juga PSI ini akan mampu membendung dan juga menjadi kontestan baru di perpolitikan tanah air? Kan setidaknya bahwa spekulasi apakah Jokowi akan bergabung dengan partai manapun itu kan selesai hari ini ketika Jokowi secara terbuka secara eksplisit mengatakan akan mendukung secara total PSI. Kalau dulu kan Jokowi dikaitkan dengan Golkar, sempat juga dikaitkan dengan Grindra, sempat juga dikaitkan dengan PAN, sempat juga dikaitkan dengan P3 dan seterusnya. Ketika forum hari ini ada pesan kebangsaan dari Jokowi yang nota BN-nya bukan kader resmi dari PSI. Ini kan jelas bahwa partai ini sebenarnya adalah exposure dan karpet merah yang sengaja dipersiapkan oleh PSI hanya untuk Jokowi. The one and only partai ini kiblat politiknya adalah Jokowi dan tak lebih. I. Nah, yang menarik adalah perataan secara eksplisit kayak gini segala apun yang terkait dengan Jokowi ke depan osur termasuk juga kalau ada kritikan, serangan-serangan saya kira kader PSI akan pasang badan. Karena memang sejak ada konflik politik antara Jokowi dengan PDIP per hari ini juga kader-kader PSI termasuk juga elit-elit PSI adalah mereka yang selalu pasang badan menjadi kardaan terdepan membela Jokowi dari segala bully dan kritikan-kritikan manapun. Oke. Pasca Pilpres setelah Jokowita lagi jadi presiden, sangat kelihatan sekali di media sosial, di media mainstream, dan di debat-debat terbuka yang selalu memberikan dukungan secara total ke Pak Jokowi ya. Tidak ada partai yang lain kecuali PSI. Inilah yang saya sebut Jokowi dan PSI adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Ini semacam mutual interesting, saling menguntungkan dan juga saling membutuhkan satu sama yang lainnya. Tapi yang menjadi menarik Mas Hadi adalah bahwa betul tadi PSI dan Jokowi saat ini dapat dikatakan sudah tidak dapat lagi dipisahkan. Artinya menjadi satu bagian. Tapi pertanyaannya kenapa Pak Jokowi tidak secara terbuka mengatakan saya akan misalnya menjadi dewan pembina ataupun saya akan terjun langsung menjadi keanggotaan ataupun kepengurusan? Kenapa tidak disampaikan seperti? Ya, sepertinya Jokowi itu sudah melampaui batas-batas struktural kepartaian. Untuk apa masuk jadi dewan pembina menjadi struktur dan menjadi kader partai? Kalau Jokowi sudah bisa mengorkestrasi bagaimana PSI ke depan, kita bisa cek satu persatu. Bahkan logo yang terbaru dari PSI itu adalah pikirannya Jokowi, Partai Super Terbuka. Itu orang tahu sejak beberapa bulan yang lalu ini kan gagasan Jokowi dan bahkan secara fasih Jokowi menjelaskan apa yang disebut dengan Partai Super Terbuka itu tadi. Ada revolusi yang disebut dengan e-voting dan seterusnya dan seterusnya. Nah. Nah, yang kedua kalau kita ma jujur ya, ideologi yang dimiliki oleh PS itu kan jokowisme. Mereka declare sejak lama per hari ini ini mengkonfirmasi dan mempertebal bahwa sebenarnya kiblat politik, imam politik dan bahkan mazhab politik PSI tak lain dan tak bukan adalah Jokowi. Itulah yang saya sebutkan. Bagi Jokowi sudah enggak penting struktur partai. Bagi Jokowi sudah enggak penting apakah akan jadi Dewan Pina ataupun tidak. Karena saya cukup meyakini bahwa nantinya ini bukan hanya soal bagaimana Jokowi bisa mengorkestrasi PSI. Saya turut menduga bahwa akan begitu banyak orang-orang yang selama ini menjadi loyalis dan para pendukung Jokowi mungkin juga akan hijrah menjadi bagian dari PSI. Oke. Makanya tadi saya melihat bagaimana Jog mengatakan bahwa akan ada perubahan yang cukup signifikan terkait dengan struktur partai. Itulah yang saya kira mungkin nanti akan begitu banyak orang relawan paroralisloyalis Jokowi yang per hari ini tidak berpartai akan diborong ke ini partai. Artinya menurut Anda bahwa perombakan besar dalam struktur keanggotaan PSI akan juga ada tangan Jokowi di sana. Ada orang-orang Jokowi di sana. Ya, kalau ma jujur sebenarnya mentor utama, konsultan utama dari PS ini adalah Jokowi bukan yang lain, Pak. Udah enggak ada perdebatan ini, tak ada lagi panggung belakang yang kemudian spekulatif. Per hari ini exposure dan resultante PSI di masa-masa yang akan datang itu adalah Jokowi. Dalam sambutannya Jokowi mengatakan kita sudah mengalami pengalaman kita itu kan menegaskan bahwa sebenarnya secara eksplisitly Jokowi sudah menjadi bagian dari PSI. Bagaimana Jokowi bercerita tentang kita 2019-2014 2024 maksudnya itu adalah bagaimana Jokowi ingin menjelaskan dua kali PSI ikut pemilu dan sangat kelihatan sekali Jokowi itu bicaranya seperti at home seperti di rumahnya sendiri bahwa yang dihadapi itu adalah kader-kadernya semua orang yang tegak lurus bersama Jokowi dan semua nafas politiknya itu adalah nafas politik Jokowi. Oke. Artinya kehadiran Jokowi di PSI dalam tataran yang sangat terbuka pada hari ini sudah sangat terlihat. Ini akan memberikan dampak positif bagi PSI khususnya di 2029. Ya, tentu kalau kita bicara tentang partai politik ya per hari ini tentu ini akan menjadi sesuatu yang positif bagi e PSI. Apapun judulnya Jokowi ini adalah mantan presiden dua periode. Jadi terlepas dari kontroversi, terlepas dari serangan-serangan yang belakangan ini cukup agresif nyerang Jokowi dan keluarga besarnya. per hari ini Jokowi itu adalah sebagai salah satu figur yang relatively popularitas dan elektabilitasnya itu masih kuat di level GR. Dan kita juga tahu bahwa kalau memang Jokowi betul mewarnai partai ini total dan bekerja untuk bagaimana membesarkan PSI, kan kita tahu bahwa bagaimana basis-basis pemilih di Indonesia itu memang dalam banyak hal menggantungkan kekuatan politiknya pada figur tertentu. Pada figur tertentu. Kita bisa cek partai-partai politik besar di Indonesia per hari ini itu kekuatan figur sangat dominan dibandingkan dengan yang lainnya. Magnet Jokowi tentu diharapkan bagi PSI akan membuat bagaimana lecutan untuk melakukan kerja-kerja politik yang terukur, terutama untuk menguji bagaimana PSI ini lulus dan lolos ke parlemen di 2029. Itu kan kita bicara tentang angka-angka statistik di atas kertas. Ada satu keyakinan ketika Jokowi yang mantan presiden popularitas dan elektabilitasnya masih relatif signifikan. Itu akan memberikan dampak positif bagi PSI. At the end, kalau kita bicara tentang bagaimana partai ini lolos ke parlemen, ujung tombaknya adalah kerja politik dan calek-calek yang diusung. Oke, kan gitu jalan ceritanya. Artinya seringki pemilih-pemilih di bawah itu tidak lagi bicara tentang figuritas, tapi yang diukur itu sejauh mana para calek yang di bawah kerja maksimal, kerja total, kerja cerdas, dan meyakinkan pemilih untuk datang memilih partai dan calek yang diusung. Oke. Maka tidak ada sekalipun tidak punya figurci tapi kerja caleknya itu luar biasa dia menang. Contohnya golcard sore itu saya harus kita katakan golcard ini kan tidak punya figur kunci, tidak punya figur signifikan tapi golcard ini selalu langganan setiap pemilu ke pemilu kalau enggak runner up ya nomor tig per hari ini 2024 hasil pilek itu gol carlo nomor dua perolehan pileknya itu kan menunjukkan bahwa mesin politik soliditas dan figur yang diusung itu kuat. Oleh karena itu, bagi saya ya ini adalah bekal yang positif sebenarnya bagi PSI ketika Jokowi sudah menegaskan akan kerja serius dan kerja total untuk membesarkan PSI, tapi waktu dan kerja politiklah yang akan menentukan segala-galanya. Apa? Kerja partai, kerja calek, dan kerja struktur. itu akan menjadi kunci apakah partai ini akan cukup solid dan diterima oleh pemilih. Oke. Saya ingin membahas soal sentilan-sentilan politik yang juga tadi Mas Adi sudah sampaikan di awal bahwa tadi dalam pernyataan ataupun pesan kebangsaan Pak Jokowi ada beberapa hal yang saya garis bawahi. Pertama, ia menyatakan bahwa PSI adalah partai super Tbk. Artinya saham partai dimiliki kader, kemudian juga tidak ada elit dan keluarga. Anda memaknainya ini sentilan politik untuk partai sebelumnya atau seperti apa? Ya, ketika Jokowi bicara tentang tak ada kepemilikan siapapun di partai politik ini kan ingin membalikkan logika partai. Dalam praktiknya sepanjang sejarah reformasi hingga hari ini memang ada yang disebut dengan oligi partai. Bagaana arah partai, kebijakan partai, determinasi partai itu memang dikendalikan oleh sekelompok orang. Bahkan pada level pemilihan ketua umum itu kan biasanya yang memilih pada level misalnya nih DPD ataupun DPW, level provinsi ataupun level kabupaten. Hanya orang tertentu jumlahnya ratusan dan dia akan voting kira-kira siapa yang akan memenangkan pertarungan politik. Jokowi ingin tunjukkan bahwa dengan PSI adanya e-voting pemilihan secara langsung one man one foot ini adalah tradisi baru dalam pemilihan ketua umum partai. Saya kira dalam konteks itu bagus. Bagus. Dalam arti bahwa memang sejatinya partai politik itu tak ada orang yang punya privilege untuk menentukan dan termasuk juga bagaimana ee pergerakan partai di masa-masa yang akan datang. Kalau kita bicara tentang teori-teori politik, Robert Michel, ilmuwan politik selalu mengatakan setiap organisasi itu pasti ada yang disebut dengan oligarki. Oligarki itu adalah ketua umum partai, dia sekjen partai dan elit-elit lain. Di mana partai ini hanya dikontrol oleh beberapa orang. Tapi Mas Diqo, satu hal yang ingin saya katakan kan juga orang bicara dan misalnya dalam tanda kutip mengkritik PSI, betul bahwa PSI ini adalah partai milik kader, betul bahwa PSI ini tidak dimiliki oleh keluarga tertentu. Tapi kan per hari ini kita juga tahu siapa yang menjadi ketua m partai. Oke. Jadi enggak perlu panjang-panjang debatnya. Yang kita inginkan adalah bahwa yang paling penting bagaimana demokrasi kita ke depan itu guyub, sehat, dan semua kepentingan politik melalui partai itu terakomodasi. Dan yang paling penting karena partai politik itu adalah produksi untuk melahirkan calon-calon pemimpin di masa-masa yang akan datang. Kirimlah kader-kader terbaik supaya kalau mereka jadi pejabat publik, jadi presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, walikota, anggota dewan, mereka bekerja dengan maksimal. Bukan hanya sebatas hore-hore, bukan hanya sebatas gimik, bukan hanya show off di medsos, tapi kerjaannya tidak ada. Oke, yang kita butuhkan itu karena apun judulnya di negara kita ini yang bisa mengendalikan dan mengontrol adalah partai politik dengan cara kaderisasi yang mereka lakukan. Oke, kaderisasi itu menjadi harga amati agar partai ini juga bisa memberikan sura bahwa tadi juga sudah ditanyakan Mas Adi dan ini juga akan jadi pertanyaan terakhir apakah kemudian nanti sosok Pak Jokowi ini akan dan PSI-nya akan betul-betul dapat bersaing dengan partai-partai besar yang juga punya tokoh-tokoh misalnya Partai Gerindra dengan Pak Prabowo, PDIP dengan Bu Mega, Demorat dengan Pak SBY akankah mampu bersaing? Ya, saya kira memang PSI akan mengamplifikasi sosok Jokowi yang pernah menjadi presiden dua periode di negara kita. Oke. Mereka akan menyebutkan bahwa Jokowi adalah pemimpin yang baik, punya reputasi yang cukup baik. Sehingga itu akan menjadi tenis mark yang kemudian akan dikapitalisasi sebagai bagian bagaimana PSI itu tentu untuk menyusun bagaimana kekuatan-kekuatan politik mereka di masa-masa yang akan datang. Per hari ini tentu PSI akan mengklaim bahwa punya figur kunci, punya figur sentral namanya Jokowi. Itulah yang saya kira ke depan saya termasuk yang meyakini bahwa semua pergerakan politik PSI, orkestrasi politik ee PSI itu tak lain dan tak lain dan tak bukan adalah Pak Jokowi, bukan yang lainnya. Makanya kalau kita mau jujur sebenarnya bahkan sebelum ada pernyataan resmi dari Jokowi per hari ini dari dulu PSI selalu mengatakan sesuai dengan arahan Jokowi partai super terbuka, partai inklusif supaya terjun ke masyarakat partai yang selalu bergerak dari satu pintu ke pintu yang lain itu bagi saya sangat jelas bagaimana PSI memang menafsirkan setiap ucapan-ucapan politik Jokowi menjadi sebagai sebuah kerja-kerja politik. Makanya saya ingin menyimpulkan sebenarnya dalam dialog kita pada petang hari ini, Kongres PSI hari ini di Solo itu adalah Kongres PSI rasa Jokowi. Oke, singkat saja Mas Adi. Artinya partai lain tidak akan mampu mengakuisisi figur Jokowi. Ya karena memang dari dulu tidak ada partai politik yang mengakuisisi Jokowi kecuali PDIP. Tapi pasca PDIP tak lagi dengan Jokowi mereka sudah putus hubungan politiknya dan dalam banyak hal PDIP sudah mengamputasi bagaimana kaptip market mereka itu tidak ada kaitan dengan Jokowi. Inilah yang sepertinya akan dimanfaatkan secara maksimal oleh PSI di masa-masa yang akan datang menyusun kekuatan politik. Jadi orang-orang para pemilih dan loyalis-loyalis Jokowi pastinya diharapkan supaya memilih dan bergabung dengan Jokowi sebagai bagian kepentingan politik di masa yang akan datang. Oke, tujuannya adalah kerja politik. Itu yang paling penting meyakinkan masyarakat di bawah adalah kunci bagaimana sebuah partai itu besar ataupun tidak. Karena partai kalau hanya jualan figur, jualan jargon, tapi ke bawah dia tidak kerja yang terukur, agak sulit menjadi partai yang besar. Direktur parameter Politik Indonesia, Mas Adi Praitong. Terima kasih atas kehadiran dan jawabannya,

KOMPAS.TV – Setelah Kaesang Pangarep terpilih kembali jadi Ketua Umum PSI, Presiden ke-7, Joko Widodo akan menyampaikan pidato dan memberikan motivasi serta semangat bagi kader PSI.

Seberapa kuat pesan yang ingin diberikan Jokowi pada para kader PSI? Kami akan membahasnya bersama Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno.

Baca Juga Kaesang Tanggapi Kabar Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI, Ungkap Hal ini di https://www.kompas.tv/nasional/605849/kaesang-tanggapi-kabar-jokowi-jadi-dewan-pembina-psi-ungkap-hal-ini

#psi #jokowi #kaesang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/606168/klaim-psi-resmi-jadi-kendaraan-politik-jokowi-adi-prayitno-tak-perlu-jabatan-sudah-jelas