Berakhir Dengan Tragis – Tales Beyond The Tomb White Silence Indonesia (END)

Halo semuanya, kembali lagi bersama gua si Miaw A. Kali ini langsung saja kita akan melanjutkan game horor yang judulnya adalah Ts Beyond The Tomb White Silence. Dan seperti yang kalian lihat di episode sebelumnya, semakin tinggi kita mendaki gunung, semakin banyak hal yang aneh terjadi ya, Teman-teman. dan karakter kita sudah mulai berhalusinasi. Nah, kelanjutannya akan seperti apa? Langsung saja kita akan teruskan untuk bermain game TS Beyond The Tomb White Silence yang satu ini masih mendaki gunung bersama Victor ya. Dan kemarin untung saja si Victor menyelamatkan kita, guys. Karena kita pingsan di dalam goa. Hah, kayaknya ini harus gua skip. Jadi tunggu sebentar. Oke, kita lanjutkan lagi di sini ya, Teman-teman. yang di mana karakter gua lagi tidur-tiduran dan tiba-tiba saja hampir jam 2.00 pagi terbangun. Karena apa? Kayaknya dia kedinginan gara-gara apinya mati. Nah, itu dia. Hah? Apinya mati. Kita akan kedinginan di sini. Dan sorry banget ya, Teman-teman, kalau misalnya memang bahasa Inggrisnya Miaok terbatas. Eh, oke ya. Gua berusaha semaksimal mungkin aja. Kayaknya gua harus mengambil kayu-kayu ini deh. Hah, Victor? Oh, iya. Gua harus mengecek terlebih dahulu. Loh, Pak Victor ke mana, Guys? Kenapa Pak Victornya menghilang? Pak Victor, Pak Victor ke mana? Apakah dia ke belakang cam yang habis kita foto-foto? Coba tak cek-cek dulu nih, Teman-teman. Pak Victor campingnya enggak di sini. Tunggu dulu. Ini apaan? Perasaan kemarin gak ada, Guys. A bu kayaknya enggak ada sebelumnya. Di sini ada yang ngegali bunker ini, Guys. [Musik] Wah, bangker, Guys. Siapa yang cita-citanya hidupnya di bangker? Kalau gua suka bercanda ya, Teman-teman. Gua suka bilang, “Aku pengen hidup jadi bangker yang semuanya sudah ke-upport ya.” Take a photo with a bunker. I need to find Victor. Ada suara. Ada suara, Guys. Tapi gua enggak tahu suara itu dari mana. Victor, kamu ada di mana, Pak Victor? Tolong jangan tinggalkan aku sendirian seperti ini. Aku gak bisa pulang. Kalau Pak Victor tinggalin aku sendirian. Oh no guys. Ada suara-suara. Oh no. Suara apa itu? Jangan bilang polar bear lagi. Kalau kita ketemu dengan wolf atau polar bell sih meninggoy. Pak Victor, Pak. Aduh. Uh, guys, dia menghilang. Gua gak tahu dia ke I see dia di sana. Apakah itu beneran Pak Victor atau jangan-jangan itu adalah tipu-tipu. Kok dia transparan, Pak Victor? Itu apaan? Oh ada suara dari kanan dan kiri, Guys. Seakan-akan memang gunung ini menghantui gua. Ada jejak kaki yang transparan. Halo, ada orang di sana. Kalian lihat saljunya, Guys. Halo. Jangan mendekat ke sini, ya. Please. Shfran kita lari. Itu apaan, Teman-teman? Kenapa dia mengejar gua? Apakah ini cuma mimpi atau jangan-jangan ini kenyataan? Gua gak bisa bedain lagi, Guys. Mana yang mimpi? Mana juga yang kenyataan. Uh, ada mata-mata yang begitu besar, ya. Huh. Apakah gua harus silence tidak boleh berbicara? Ayo lari terus. Mok. Mau sampai k mau sampai kapan gua lari? Oh no no no no no no no no. Buntu, Guys. Buntu, Guys. Jangan bilang ini halusinasi gua lagi. Kenapa enggak nyalain api aja gitu loh. Nah L. Oh. A Victor itu seluid-nya Pak Victor. Dan kita Aku tidak tahu lagi mana yang nyata. Apa yang sebenarnya aku cari. [Musik] Is this my end? Apakah ini akhirnya atau jangan-jangan ini adalah permulaan ini. Jangan bilang selesai nih gameennya nih. Enggak dong. Gua baru mulai belum sampai 10 menit nih. Kalau udah selesai sih keterlaluan ya. Enggak, enggak, enggak. Kayaknya cuma mimpi deh. Oh no. Gua jatuh, Guys. Dan gua sekarang udah kedinginan banget. Apakah gua akan merangkak? Yap, betul sekali. Kayaknya gua harus ke sana ke shelter ya. Ayo, Bro. Nanti kamu hipotermia. Ini juga udah termasuk hipotermia sih. Pandangan udah kabur, bernapas udah susah, badan kayak mati rasa, Teman-teman. Seram. Sedikit lagi. Sedikit lagi. Oke. Harusnya ini lebih hangat dibandingkan di luar. Nice, nice. Kita istirahat dulu di sini ya. Istirahat dulu di sini. Ada orang. Yes, ada orang. Apakah itu Victor? Pak Victor, apakah itu kamu? Tolong aku. Oh, ada api. Beneran, Guys. Itu Pak Victor. Dia nyalain api buat kita supaya kita enggak kedinginan. Akhirnya suhu badan kita mungkin aja menurun, ya. Eh, harus bagaimana ini, Teman-teman? Mari kita berdiri aja terlebih dahulu. Nah, itu dia. Pak Viktor. Pak, apakah itu Bapak? Tolong jawab aku, Pak. Aku tidak mau ke di sini sendirian. Apakah kamu baik-baik saja? Astaga, kamu jatuh dari atas anak ke sini. Bapak ke mana aja? Sesuatu mengejar aku. Ada sesuatu yang salah di sini. I need a moment alone. Oh, aku butuh waktu sendiri tadi. Jadi, Nature was calling Oh, mau pipis atau pupup ya, Teman-teman. If you know what I mean. When I come back, the fire was out and you are gone. Ketika aku kembali lagi, apinya sudah mati dan kamu sudah menghilang. Aku benar-benar melihat sesuatu di belakangku, Pak. Sudah ku bilang Mr. Alexi, pegunungan ini mempunyai rahasia dan mungkin saja kita tuh enggak bakal tahu gitu loh apa yang terjadi dengan para pendaki gunung tersebut. Kita harus pergi sekarang. Aku tidak mau menjadi tanggung jawab bertanggung jawab atas kematian kamu. Enggak, Pak. Kita enggak bisa pulang sekarang, Pak. Aku harus terus melanjutkan pencarian ini. Aku setidaknya mau mencari tahu sampai ke tempat camping terakhir dari para pendaki tersebut. Aku mau mencari tahu gitu loh apa yang terjadi sama mereka. I want to find out what made them try to go back. Oh, aku mau cari tahu gitu loh. Kenapa mereka tuh tiba-tiba mau pulang? Yah, memang sih dunia ini membutuhkan orang-orang seperti kamu yang berani dan juga konsisten, ya, Teman-teman. Jadi, apakah kamu mau tetap menemaniku? Dia geleng-geleng atau iya nih, Teman-teman. Pak Victor, apakah kamu baik-baik saja? Sudah, ambil saja backpack kamu ya. Kita enggak jauh kok dengan tempat camping terakhir mereka. Oke, Pak. Ini dia tas gua. Kita boleh menghangatkan diri dulu enggak sih, Guys? Ini udah kedinginan banget ini. E, oke. Lumayanlah. Hah, badanku sudah mulai hangat, Teman-teman. Jangan kalian ini ya taruh tangan kalian di api, Guys. Walaupun tangan kalian itu sudah mati rasa ya, tidak terasa nih hangatnya. Itu artinya memang kalian udah hipotermia. Huh. Harus kenalin, Guys, ya, gejala-gejalanya supaya kalian terhindarkan dari sesuatu yang jelek. Emm, itu ada tulisan atau perasaan gua doang? Ada catatan ternyata, guys. He definitely doesn’t sleep. I don’t think he ever has. Last night when I went get the water, I saw him talking to someone, but we were alone. He was whispering in a language I don’t recognize. When he saw me, he just smile. A smile that doesn’t belong to this word. Mila. kayaknya ini yang mereka bicarakan itu adalah ketua dari penjelajahan ini ya, Teman-teman. Kenapa dia berbicara dengan siapa dan dia pakai bahasa apa itu? Apakah kamu sudah siap untuk jalan-jalan? Ya udah, Pak. Ayo kita lanjutkan lagi, ya, Teman-teman. Aku tidak tahu lagi mau mencari apa di sini. Untung saja ada bebatuan ini yang bisa melindungi aku dari kedinginan, ya. Tetapi yang hebat sih Pak Victor sih. Dia gercep banget ya sebagai tour guide yang baik dan juga benar. Dia benar-benar bisa tahu gua jatuhnya di mana dan dia bisa selamatin gua. Itulah respect ya, Teman-teman. Respect menyelamatkan nyawa orang, Bro. Yang di mana belum tentu semua orang bisa. [Musik] Aku harusnya meningsoy, tapi aku dibiarkan hidup. Ada sesuatu yang menungguku di sini untuk mengungkap suatu kebenaran. Bukan dingin yang kut takutin, tetapi sesuatu yang ada di puncak. Huduh, kata-katanya itu loh, Seram. Alright, sekarang kita harus ngapain, Teman-teman? Kayaknya gua harus memperhatikan sekitar sih, karena kayaknya bakal ada clue-clue yang mungkin saja membuat kita mengerti apa yang terjadi di sini. Ketuanya benar-benar berhalusinasi. Atau mungkin dia bisa ngobrol dengan sesuatu yang tidak bisa kita jelaskan ya. Oh wow. Oh wow. All of us. Lenoid dug a hole in the eyes. He said the sound was coming from beneath. A constant humming as if the mountain has a heart. He seems disturbed. He said it was calling. I no longer know who is in danger. Him or all of us. Dimitri. Jadi temannya dia kayak mendengarkan suara kayak detak jantung gitu loh. Makanya dia terus-menerus menggali mencari tahu apakah benar suara tersebut ada di dalam sini atau tidak. Ya tentu saja tidak. Seram sekali. Jangan sampai, jangan sampai berhalusinasi seperti ini ya, Teman-teman. Oke, Pak. Gimana kita udah dekat? Oh, semakin dingin dan juga susah untuk bernapas. Apakah kamu mendengarkan suara juga? Suara-suara yang diantarkan dengan angin-angin. Ah, aku enggak begitu yakin sih benar-benar ya tempat ini tuh mengacaukan pikiran orang. Yah, kamu menemukan kan apa yang kamu cari? Jujur aja semakin ke sini aku semakin pusing dan bingung. Lihat aja sekitar kamu semuanya itu beku dan tempat di sini tuh kayak enggak pernah ada jawabannya. Ada beberapa jalan juga yang memang tidak harus kita ikutin. Ya sudah, hangatkan saja diri kamu ya. Nanti kalau udah selesai kita akan lanjutkan perjalanan kita. Harusnya udah kelar sih. Coba ya gua ke sini terlebih dahulu. Gak bisa. Yuk lanjut yuk. Let’s go. Are you ready? Yes, we can go, my friend. Hah. Sekarang ke mana? Ke campsite terakhir mereka. Padahal ini kalau kalian lihat ya, masih jauh banget dari kata puncak ya. GG sih. Seram banget. Pendaki-pendaki gunung sih mental-mental baja ya. Selain mental baja, fisiknya juga GG Gaming. Loh. L loh kok ke situ? Sebentar, Pak. Tak keliling-keliling dulu. Oh, ada catatan, Guys. Huh. Loh, loh, ada cross di bawah sana. Today Nikita said he found a strange track in the snow like a footprint but facing the wrong way. He didn’t want to look he just said we are already inside now. What did he mean by that? I no longer feel alone even when I am. Ini dia. Jadi katanya ada mereka menemukan suatu jejak kaki yang mengarah ke arah yang berlawanan dan katanya kita udah sampai di dalam sih, cuma dia enggak ngerti maksudnya apa. Hm. Enggak bisa. Harus berputar. Let’s go. Jangan bilang kita didorong nih. Oh, di bawah sana adalah e tempat para pendaki gunung itu ditemukan terakhir dan eh salju sudah meng-cover badannya mereka. Jadi memang kalau pas mau rescue mereka tuh susah sekali. Mereka menderita patah tulang. Terus katanya seperti mereka tuh lagi berantem dengan beruang. Emang ada beruang di sekitar sini? Enggak. Enggak ada apa-apa di sini. Enggak ada hewan yang berjalan di antara gunung ini. Ya sudah, ayo kita harus pergi sekarang. Oke. Oke. Aku akan foto terlebih dahulu ya, habis itu kita akan pergi. Yuk, foto lagi. Foto lagi. Oh, ini kalau gua jatuh gimana, Guys? Kita coba enggak sih? Coba enggak sih, Guys? Coba enggak sih? Iseng-iseng enggak sih? Kita coba jatuhin diri enggak sih? Ah, enggak kelihatan apa-apa, Bro. Bawahnya polaroid soalnya. Cukupkah? Aku rasa sudah cukup. Oke, mari kita pergi. Oke, Pak. Oh, gak bisa. Ih, seram banget. Siapa yang takut ketinggian, Guys? Seram banget. H geli geli geli geli ngelihat ke bawahnya itu loh. Untung aja gua cukup pemberani ya kalau misalnya ketinggian-ketinggian gitu. Makanya gua suka kalau misalnya naik wahana-wahana yang tinggi. Dan salah satu wishlist gua juga kan mau skydving, teman-teman. Karena mau challenge gitu loh. Diri gua jatuh dari ketinggian beribu-ribu kaki di udara ke bumi. Habis itu kita mendarat pakai parasut. Tu rasanya seperti apa tuh, Guys? H wei. Woi, woi. Oh no. Berhalusinasi lagi kah? [Musik] Ini game benar-benar bikin gua kaget mulu ya. Enggak ready langsung dikagetin. Kenapa pandanganku merah seperti ini? Seakan-akan badanku sudah lemah. Pak Victor, kamu di mana? Apakah dia adalah Pak Victor? Oh no! Siapa itu? Apakah itu adalah salah satu yang mendaki gunung? [Musik] disekap nih. Jangan bilang dari awal kita naik gunung dengan orang yang jahat lagi. Tapi harusnya enggak sih. Kalau emang Pak Victor jahat, Teman-teman, dia mungkin saja sudah membuat gua meningsoy dari awal, dari makanan, dari TRK, terus kita jatuh juga dari e diselametin di goa kita tersesat diselametin atau jangan-jangan dia itu mau Bu [Musik] Akhirnya bisa ngomong juga, Teman-teman. Itu perjalanan yang sangat mengerikan ya. Kenapa kita tidak bisa berbicara di sana, Guys? Dan juga mendengarkan suara-suara kayak lolongan. Oh no. Oh no. Si Victor aja kaget, Guys. Pak Victor ini kenapa ini, Pak Victor? Apa yang akan terjadi ini, Pak Victor? Pak Victor, what happen tu? Ada mata gara-gara gua ngomong ya, jadi mending soy. Sor sor sor sor sor. Mana gua tahu disuruh diam dulu. Oke, kita udah sampai di sini. Pak Victor, Pak Victor. Ayo Pak Viktor, berdirilah. Jangan kamu menyerah di sini nanti aku pulangnya gimana, Pak Victor? Saatnya kita menyelamatkan Pak Saatnya kita menyelamatkan Pak Victor. Tadi apa yang gua lihat ya? Semua orang menghadap ke atas gunung dan mereka kayak menyembah mereka gitu loh. Oh. Kita harus taruh Pak Victor ini di tempat yang lebih aman. Cuma yang aman itu di mana? Aku gak tahu. Itu kenapa ya, Guys? Warna kuning. Jangan bilang belerang. Yang kita Oh, yang kita lewati itu adalah belerang kah? Sehingga kalau kita cium maka pikiran kita akan terganggu juga. Bisa jadi, Guys. Iya enggak sih? Makanya ada asep warna kuning gitu loh. Yang gua heran kenapa mereka gak pakai cover hidung? kacamata sama cover hidung gitu loh. Biar lebih enak semuanya ke-cover kan. Pak Victor, aku harap kamu bertahan Pak Victor. Aku takut aku gak bisa pulang Pak Victor. Mana Pak Victor bawa makanan yang kurang enak lagi. Ada orang ada orang, Guys, di sebelah kiri. Kalian lihat tuh siapa itu? Apakah kita berdua pingsan? Lagian tadi milih-milih makan sih. Oke, kita bangun. Kita bangun. Pak Victor, kamu di mana? Face to get up. Oh no. Pak Victor yang kita bawa menghilang. Dan di sini kenapa ada batu yang sengaja disusun? Apa? Jangan-jangan di sini ada manusia sebentar. Apakah itu adalah sebuah catatan? Uh, ada tengkorik. Leonid was the first. I saw it. Something come out of the darkness and it wasn’t human that pipip just watch. No one believe me. We are being led to our death. This mountain isn’t made of stone and ice. It’s a life and it wants to us to remember. Serj. Oh no, Serjay. Kamu sudah menjadi tengkorak Serjay. Ya, ini ini pasti ada sesuatu di sini, Guys. Enggak enggak enggak enggak bukan hantu ini. Dan gua mulai curiga dengan Victor sih. Victor, kamu di mana? Ini gak mungkin banget secara alami bisa tersusun seperti ini. Ini pasti ada orang yang membuatnya. Kalian lihat, Guys. Ada batu-batuan kayak begini nih. Sama persis enggak sih pas kita lagi jalan? Oh no. Ini kayak tempat persembahan, Guys. Tuh, ada logo-logo itu lagi. Hah, tempat apa ini? Dan kalian lihat itu. Oh no, guys. Di setiap potnya itu ada ada tengkoriknya. Benar-benar kayak dipersembahkan, Guys. Ada kotak. Hm. Kotak apa ini? Hm. Dia dia menuntun kita ke sini yang di mana ini tidak ada di map. Dia bilang ini adalah pet atau jalan yang kalian bisa lihat. Aku mencium bau smoke but we are miles away any village. He spoke of an altar that only appears to those who I already mark. I don’t want to see that place, Nikolai. Jadi, ada pemimpin mereka yang mengarahkan mereka ke sini dan sepertinya untuk dikorbankan. Oh no, ada suara napas sih, tapi gua gak tahu dari mana ya suara napasnya, Guys. Yap, ini tengkorek nih. Dan juga ada kaset. Mari kita dengarkan kaset ini sambil lihat ke belakang. Tidak ada waktu. Mereka harus membebaskan diri mereka. Gunung ini mau mereka. Kedinginan ini tidak membuatku takut lagi. Aku melihat ada mata yang berbeda. Aku tidak mendengarkan apa-apa. Mereka semua mempercayaiku. Dan sekarang aku harus melakukan apa yang harus kulakukan. Oke. Dia sengaja membawa orang ke atas gunung ini untuk dipersembahkan kepada gunung ini supaya gunung ini tidak ngamuk kah? Orang zaman-zaman dahulu kan kayak begitu, Guys. Dan ini ada logo-logo yang I don’t know, enggak bisa gua jelasin. It looks like a sacrifice ini tempat persembahan, Bro. Harus difoto, ya. [Musik] Take a picture of stone with the symbol already. Did it? Maaf ya, Teman-teman, kalau pusing. Uh, semakin seru ya mendekati akhir. Semakin seru ya, Muh. Ouh, kok terbakar? Haw, di sini lagi dingin banget. Kenapa terbakar? Uh, oh. Ini lagi. Ini lagi. Uh. [Musik] [Musik] Apakah kecurig kecurigaan kita akan tepat bahwa Victor lah yang membawa kita ke sini dan dia akan bikin kita meningsoy. Victor, apakah itu kamu? Wah, nice banget, Guys. Guys, cuma pengen meliput malah jadi korban. Where is Victor? Di mana, Victor? What did I see up there? Was it real? Apa yang aku lihat di atas sana? Apakah nyata? Kenapa aku masih di sini? Kenapa mereka tidak mengambilku juga? Aduh, bayangan itu lagi, Guys. Hei, kamu bisa menjelaskanku? Ada api di sana dan juga ada asap. Apa yang terjadi padaku? Kayaknya dia kehabisan oksigen deh. Ini yang tuh kalian lihat itu bukannya Victor, Guys? Kenapa dia tidak menolongku sekarang? Dia hilang. Aku harus menemukan api. Kita harus mengahatkan diri, Guys. Kalau enggak kita dalam bahaya. itu ada yang gerak. Apakah itu Victor? Atau jangan-jangan selama ini halusinasi gua doang, Guys. Kalau misalnya Victor menemani kita. Bisa jadi. Ini kan yang membuat mereka kembali lagi dan ada beberapa orang yang jatuh. Wah, udah jauh banget. Loh, kok ada rumah? Perasaan tadi kita enggak ngelewatin rumah kayak begitu, Guys. Loh, hilang tempat gua pengen nangatin diri hilang. Oh no. Udah GG Gaming ini, Guys. GG. GG. GG. Gaming. Ini rumah juga akan menghilang. Ini gua lagi berhalusinasi nih. Tuh ada logo [Musik] [Musik] tutup dulu enggak sih? Kalau enggak kedinginan. I’m freezing. I need to stay close to the fire. Ya, kita harus lebih dekat dengan apinya, ya. Tetapi di sini ada beberapa petunjuk kayaknya. Oke, kita mau mulai dari mana dulu, Guys? Ada banyak petunjuk di sini. Oke. Hah, badan kita udah mulai kalem. Ini tape bukan sih? Hah. Nih kayak ada foto ya, foto bersama. Sejak kapan ada rumah di sini gua juga enggak tahu, Guys. Oh, udah bisa nih. Udah selesai. sudah tidur semua mereka semua [Tepuk tangan] sekarang gunungnya berdamai dan aku juga aku pantas di sini Mereka sudah bebas. Ah, kacau, Guys. Kacau, Guys. Kayaknya kita malah ketemunya sama psikopat nih, Guys. Bukan gara-gara mountain-nya ya. Psikopat kayaknya, Guys. Ini foto some members of the expedition. This photo is very old. Bagaimana caranya kamu bisa menemukan foto-foto ini? Ya. Hm. Ada catatan. If he finds out, it’s all over. The truth can come to light, not this time. Kalau dia tahu, maka semuanya akan percuma. Semuanya akan tahu kebenarannya. Tetapi enggak sekarang. Lampunya mati, Guys. Loh, what should I do? Ini udah. Apalagi yang harus gua lakukan? Ini juga udah, Guys. Duduk kah? Gua harus ngapain ini, Teman-teman? Hah? Senter juga enggak bisa. Oh no. Gua juga gak bisa keluar, Guys. Apa kita emang harus stay di sini aja? Kayaknya memang kita harus stay di sini aja, Guys, untuk melihat ini semua, ya. Kamera gua juga enggak ada untuk bukti. Ini backpack gua. Eh, bukan. Ini backpack-nya si Victor. Gua ingat banget, Guys. Modelannya kayak begini. Oh no. Oh no. Guys, Victor sih. Yup. Victor, apa yang terjadi? [Musik] [Musik] itu kayak ada bayangan, Guys. [Musik] [Musik] Ada bayangan lagi [Musik] ini. Victor atau gua? kayaknya gua deh itu karakter gua, Guys. [Musik] [Musik] Mening goy. Terus buat apa gua ke atas sini, Guys? Selama ini apakah si Victor yang jahat, Guys? Dan apakah ketua dari ekspedisi yang naik sebelumnya itu adalah si Victor juga? Menjelaskan semuanya kan pada curiga sama si Victor Tu. semuanya meningsoy. Tapi bukannya enggak ada survivor? [Musik] Oh no. Ya, itu kamera gua sih. Masih gerak. Oh, enggak. Gua kirain bakal happy ending. Tentu tidak. Di jump scare gak nih? Wow, wow, wow. Cuma memang first to Phantom yang kali ini slow pace banget ya, slow pace banget. I thought the truth. Aku rasa aku bisa menemukan kebenarannya. Tapi mungkin berapa kenyataan memang tidak seharusnya ditemukan 5 tahun kemudian [Musik] loh. Eh, apa ini? Daily Mirror. The authorities have officially closed the investigation to the disappearance of local journalist and a mature explorer Alexe Morosov who went missing five years ago in the North Euro Mountains. Morosov 31 tahun dan dia sudah menghilang sendirian ekspedisi yang tidak di-authorize ke Dial Love Past Region. Hmm. Kasusnya ditutup, Guys. Dia menghilang, kasusnya ditutup. Dan sekarang ini adalah beritanya, gitu loh. Dia berharap dia bisa mendapatkan clue atas ada sembilan orang yang meningsoy. Kita kita bisa hitung enggak sih, Guys? Aduh, gua lupa lagi. Dua di camp depan. E gua udah gak enggak kehitung lagi sih, Guys. Kayaknya Victor itu adalah salah satu yang selamat deh. Who know new slite. The case has been declared close. Local authority c extreme weather condition. Ya, dia dinyatakan dia meningsoi gara-gara weather condition-nya terlalu ekstrem. Ya, residence still remember his quiet determination and obsession with what he call unfinished story buried benit the snow. Morosov is now presumed dead. Jadi dinyatakan mening soy. Oh no bro. Terus ini karakter siapa dong? What did you come to this abandoned village my brain? Oh temannya dia mungkin. Mungkin lah ini mobilnya dia, Guys. The car still here. Now it’s a part of the story. I si mobilnya jurnalis yang menghilang. Loh, ini berubah? Tempat ini berubah padahal cuma 5 tahun. I shouldn’t have let you come alone. I’m sorry, Alexi. Aku harusnya tidak membiarkan kamu datang sendirian. Maafkan aku. Suara strange, looks like someone pass through here. Kayaknya ada orang yang lagi ke sini deh. Ada sesuatu di belakangnya yang ditutupin dengan sengaja. Ini ruangan kayak gede banget, Guys. Apakah aku bisa melihat sesuatu di sini? Oh no, ditutup, guys. Gua gak bisa lihat apa-apa. Ya udah, mari kita coba masuk. Mr. Victor Cabens, they say he was the greatest guide in the region. Katanya Victor ini adalah orang yang terbaik untuk mengantar kalian ke gunung tersebut. Ya. Loh, kan apa yang gua bilang, Guys? Dia adalah salah satu orang yang berekspedisi. 1 2 3 4 5 6 7 8 dan yang foto jadi 9. 1 2 3 4 5 6 7 benar yang foto jadi sembilan. Inor of nine monter who dedicate life feeling a dream. Tunggu gua lihat lagi ya. 1 2 3 4 5 6 7 8 I cuma delan guys. Wah gawat gawat. Apaagi nih? Victor 1900 tukar 59. Aduh, gua gak bisa lihat lagi ini apa, Guys. Entar kita cari angle yang berbeda. Yah, gak bisa lihat, Guys. Gua enggak ada senter. Gua gak bawa senter. Gua gak bisa lihat itu. Kayaknya itu adalah foto masa mudanya dia sih. Ah, untuk jalan ke atas sudah hancur. Waduh, dead. which live in the mountains. It’s not human nor spirit. It’s a ancient force timeless. It fit on human presence not the body but the mind the memory. The desperate will to understand it does not kill out necessity. It kills out curiosity. Waduh. As if we were just whisper before something that never wish to be understood. It distorted time, reason, reality. It is the mountain itself or what that mountain keep hidden a concus void. Where the law of life and death no longer make sense, there the cold does not kill. It transform, it will guide them. It will lead them to their faith. Victor D. Wow. Jadi kayak sebuah kata-kata yang dirangkai untuk mendescribe apa yang dia yakinin ketika dia mendaki gunung tersebut. Ya, dia meyakini kalau misalnya ada penyihir yang di mana mengganggu mine. Kayaknya itu adalah bayangannya si Victor sih. Karena gua yakin banget, Teman-teman. Kayaknya dia psycho sih. We out at down. Victor say he knows the way to the last point where the old expedition came. There is something about him. Strange, he doesn’t speak too much, but he knows every turn of this mountain as if he live here as a whole life. Maybe I’m just tired. Still, I converting not to be alone, Alexe. Aduh, ini catatannya si Alexe. Alexi udah curiga, Guys. Kenapa dia tahu setiap penjelajahan ini? Padahal kan enggak ada orang yang suka menjelajah di sini. Cuma sudah terlambat semuanya, Teman-teman. Alexi sudah menjadi salah satu korbannya dia. Dan Iup, udahkah? Oh ya ampun disuruh duduk teman-teman. Yuk coba kita duduk. Catatan apa itu? Were you alone or was there a guide with you? Apakah kamu sendirian atau ada orang yang menemani kamu? Victor, Victor, the love. This, this is impossible. Ini tidak mungkin. Dia adalah yang nge-guide di tahun 1959 ekspedisi dan dia katanya sudah meningsoi 40 tahun yang lalu. Heb bisik-bisik Ah. Gua lagi jaga-jaga nih. Suara apa itu? Kenapa aku tidak tahu kenapa aku ngrecord ini? Aku cuma tidak bisa tidur. Besok kita akan pergi. Aku adalah guidance-nya. [Tepuk tangan] Tapi aku merasa tidak benar. I know this trail. Aku sudah tahu semuanya, tapi kali ini berbeda. [Tepuk tangan] Dingin ini benar-benar menusuk, tetapi aku ngerasa ada yang melihatku. Ada sesuatu yang di sana. Aku [Musik] mendengarkan cerita-cerita dari yang tua-tua. Ada sebuah gunung yang tidak mau diaki. Tapi ada sesuatu di sana yang tidak ada. Kalau kita tidak kembali lagi, itu bukan kecelakaan. Ya, ada beberapa tempat yang memang dibiarkan aja. Jangan dijelajahin, jangan dicari tahu. Dan ini terinspirasi dari kejadian nyata, Teman-teman. Wow. [Musik] Oh, ini sih Victornya. Tadi gua gak salah hitung kan, Guys? 8 atau 9. Gua tiga kali hitung loh, cuma ada delapan di situ. Dan apakah sudah tamat? TS beyond the tomb. White silence. Wow, everybody. We finish the game. Dan itu adalah teman kita yang pergi ya. Wow. GG. Jadi memang game Tes Beyond the Zoom ini berdasarkan e cerita atau kisah nyata ya teman-teman, berbeda dengan Fearce to Fatom. Kalau Fears to Fatom itu biasanya itu adalah cerita-cerita yang dikumpulkan yang belum tahu apakah itu adalah cerita nyata atau cerita yang memang diada-ada. Tetapi kalau first to FOM ini memang semuanya dibuat berdasarkan kejadian nyata yang memang sudah dirubah-rubah lah sama mereka ya. Kalau gua sendiri, Teman-teman, memang ada kepercayaan lah untuk percaya kalau misalnya ee kalau kita di dunia alam sana pasti ada sesuatu yang mengatur gitu loh yang bisa membuat kita kapan saja mungkin terancam. Tetapi sekali lagi yang manusia cuma bisa lakukan adalah belajar dari kesalahan orang lain. Ya, Teman-teman. Kalau memang bersembilan saja pada meningsoi semua, mungkin kalian datang lebih banyak lagi. Dan masa iya sembilan orang yang meningsoi dan orang-orang yang mencari kesembilan orang yang meningsoi ini tidak ada satuun yang menjadi korban. Itu kan suatu tanda-tanya yang besar ya enggak sih? Mereka pakai helikopter, mereka ke sana dan segala macam dan mereka selamat-selamat saja. Jadi ya mungkin ada salah satu dari orang sana yang memang jahat yang memang gara-gara expedition tersebut dia malah menjadi kurang waras, Teman-teman, dan menyebabkan kematian tersebut. Dan akhirnya inilah kejadiannya ya. Kita bertemu dengan orang itu lagi dan kita mendaki gunung dan ternyata orang tersebut juga orang yang jahat. Sayang sekali my friend, badan kita tidak ditemukan sama sekali. So set. Ya udah teman-temanku sekalian terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah nontonin gua bermain game TS Beyond The Tomb White Silence yang satu ini. Dan nanti kita akan bertemu lagi di next video. Bye bye. Pa. W. [Musik]

Perjalanan kita berakhir dengan Tragis di game Tales Beyond The Tomb White Silence ini, padahal kita sudah sampai di tempat terakhir para camper tersebut mendirikan tenda, tetapi memang selalu akan ada plot twist yang terjadi hmmm
#MiawAug #horror #talesbeyondthetomb #Whitesilence #horrorgame

Game : https://store.steampowered.com/app/3655960/Tales_Beyond_The_Tomb__White_Silence/

Video Tales Beyond The Tomb Playlist : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR-o2KOL4HWojPn_gIVhibai

Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt

Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com

Thanks Guys….

Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.tv/markgneverletyougo

https://www.instagram.com/markgtheartist