Effendi Gazali ke Masyarakat: Silahkan ke Perpustakaan UGM Liat Skripsi Pak Jokowi | AKIM tvOne

Selalu saja pemirsa, semakin ke sini semakin seru membahas mengenai ijazah milik Pak Joko Widodo. Tadi sudah sampai pada tahap harusnya publik bisa mengakses lah skripsi itu di UGM begitu ya, informasi publik gitu kan. Hari Senin boleh. Nah, ee Bang Ade, kenapa sih Pak Jokowi kegas sekali juga ingin menunjukkan skripsinya atau bahkan ijazahnya nanti saja kalau diminta oleh penyidik atau di pengadilan saja? Hm. Jadi gini, Mbak Ken, satu-satu nih bicara skripsi, bicara jasa. Sekarang yang bergulat, yang ber ee berpara bergulir di ee apa kepolisian itu ee pencemaran nama baik beliau dan lain-lain sebagainya itu Nai Sidik ya di Polda Metro Jaya. Kalau ini kan lagu lama kaset kusut. Kalau gua bilang kalau berbicara tunjukin dong, tunjukin dikit-dikit. Tunjukin dong, tunjukin dong. tapi enggak tahu tata cara bagaimana sih supaya seorang Yoko mendapat perintah dari pengadilan atau Komisi Informasi Publik informasi publik ya kan yang yang jelas seperti itu kan ah itu itu yang pertama. Yang kedua gini loh Mbak Ken. Intimidasi sudah dilakukan oleh ee Bapak Ir. Joko Widodo. Apa intimidasinya sih? datang ke Solo digeruduk rumahnya bawa masabanya tunjukin jasanya tunjukin jasanya h gantung Jokowi kok intimidasi terhadap maksudnya terhadap Bapak Ins Joko untuk menunjukkan oleh bukan oleh bukan oleh tunjukkan ijazahnya tunjukkan ijazahnya tunjukkan ijazahnya gitu loh jadi itu bukan meminta baik-baik ya itu intimidasi bosah Nah, terus yang kedua kalau diminta baik-baik sebenarnya ditunjukkan B yang masuk siapa? Kan jelas beritanya ada masih buka jaj digitalnya diizinkan masuk dua jangan difoto ya. H wartawan dia kan tunjukin. Iya maksudnya kan ditunjukin kan bares krim poli dikasih enggak dikasih ngecek enggak ngecek keluar enggak keluar datanya kan begitu hasilnya keluar dari poslap artinya begitu analog fisik kan gitu jadi marilah kita berpikir cerdas bangsa ini. Jangan juga gini loh saya datang kalau kalau saya minta baik-baik sama Bang Effendi Bang Effendi tunjukin pasti kasih kan. He. Tetapi kalau saya bilang gantung skripsi palsu, enggak mau dia. Enggak mau juga Pendi lu datang ramai-ramai ngapain? Iya kan? Emang dia kolektor apa kan gitu. Jadi berhenti menarasikan-narasikan hal seperti kalau nanti sudah waktunya ini sudah naik sidik bentar lagi ada tersangka ditunjukin kau. Aku yakin Bapak Joko Widodo akan menunjukkan itu. Mau diapain monggo itu perintah pengadilan kok wajib semua mengikuti. Oke. Oke. Jadi e jadi kasusnya ini di tata caranya kalau minta baik-baik dengan cara yang baik sehingga tidak dibilang tidak cerdas ketika memaksa menunjukkan ijazah Bang Abdullah. Sebentar. He, Mbak. Pada waktu sebelum diumumkan sudah dikembalikan. Kenapa dibes biasanya kalau barang bukti taruh? Kenapa dikembalikan? Bahkan tidak disita kembali lagi loh memang begitu harus disita. Kalau disita itu enggak boleh diambil sampai selesai. Ini sudah diambil kembali. kemarin itu baru apa ya unit apa namanya lab force dikasih kemarin tuh gelar perkara khusus ya semuanya ada konon kabarnya katanya ada UGM pada waktu jam sampai jam . UGM itu enggak ada. Begitu kita sudah selesai, ternyata waktu gelar internal ada UGM. I lah. Ini menarik. Kemudian kan seharusnya ditampilkan. Kami berpikir awalnya bahwa gelar khusus ini ijazahnya kita bahas bareng-bareng. Ini tidak enggak ada ijazahnya tidak ditunjukkan. Jadi kayak dialog TV kayak gini lah. Ini kan aneh. gelar perkara khusus itu bahkan dinyatakan oleh ketua ee pimpinan gelar itu bahwa gelar perkara khusus salah satu pertimbangannya karena sudah menjadi isu nasional dikatakan enggak ada ekspektasinya kalau sudah isu nasional harusnya ijasahnya dihadirkan harus itu tidak makanya Egi Sujana waktu itu mau saya tahan jangan Bang ini ini ini mau workout dia bahkan bilang ini gelar nothing dia bilang gitu dia mau oke kenapa Pak pertanyaan saya bukan cuma sama Jokowi kepolisian pada gelar perkara itu yang kami harapkan dia menunjukkan ij tidak ditunjukkan satu terus perkap dilanggar oleh mereka dalam perkap sendiri perkap nomor 10 tahun 2009 saya hafal banget ya kan e dalam pemeriksaan laboratorium itu itu ada syarat syarat itu formil maupun apa namanya teknis teknis itu kalau senjata ini ini formil formil itu Satu harus wajib dikatakan situ. Satu ada permintaan. Dua, harus ada laporan polisi. Ini belum ada laporan masih. Oke. Itu yang kemudian kita jadi tahu apa yang kemarin berlangsung diar khusus. Singkat Bang. Iya ini singkat banget ini. Bap ini berita acara pemeriksaan itu pemeriksaan saksi dan tersangka. Tersangka itu pada akhir itu enggak ada. Oke. Terus itu tadi penyitaan ya lah. Terus lagi ee pembanding yang tiga itu harus otentik juga. Sudah dilaporin kan? Sudah dilaporin kan? L bukan laporin digelar kemarin pada waktu saya mau sebut ditahan sebentar ini. Karena apa? Kalau bicara kan kalau dibicarakan identik palsu sama palsu identik. Oke. Apakah ini sudah diuji tiga? Baik. Belum tentu. Oke. Baik, Bung Ege. Kemudian momentumnya kapan harusnya ini Pak Jokowi menunjukkan skripsinya pertama masih sangat banyak orang baik di berbagai kampus itu termasuk UGM juga ini masalah bisa terjadi di mana-mana lah. Universitas lain juga bisa ya ada doktor dan sebagainya. Yang kedua yang mau saya katakan harusnya lagi-lagi masalah ini diselesaikan dengan penuh kegembiraan. Saya kalau dipanggil televisi manapun soal ini saya penuh senyum dan mengingat di wisuda Juvenes Dums mana ijazah mana skripsi perlihatkan. Yang ketiga ada cara yang menurut saya agak keliru tadi yaitu Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik itu diciptakan kami juga ikut mendorong dulu baik untuk menjawab perdata maupun pidana. Jadi artinya sekarang belum terlambat untuk memohon kepada ee UGM lalu nanti ada jarak waktunya 7 sampai 10 hari kemudian memohon kepada kalau tidak dijawab sampaikan ke Komisi Informasi Daerah yaitu di e Yogyakarta. Sesudah itu bersidang di Komisi Informasi Pusat sehingga bisa diberikan jawaban. ini harus diperlihatkan kepada publik karena pernah dipakai pada waktu pengajuan Pilkada. Nah, nah itu sehingga dengan demikian harus diperlihatkan. Enggak bisa lagi orang mengatakan saya kalau perintah pengadilan aja baru saya perlihatkan. Gak bisa. Nah, itu. Nah, yang mau saya katakan terakhir itu adalah begini. Yang menjadi menarik adalah kalau ini sebelum adanya perintah dari Komisi Informasi Pusat nanti misalnya itu kalau e ijazah mungkin orang bisa bilang, “Ngapain lihat-lihat misalnya ya, katakanlah demikian.” Tapi kalau skripsi enggak. Hm. Oke. Karena dalam konteks ilmu di suatu kampus dia menjadi bahan pembelajaran. Ada signifikansi empirik dan signifikansi teoretik yang dipelajari. Tidak hanya oleh orang di kampus itu, tetapi oleh orang-orang di kampus-kampus lain. Bahkan sekarang sudah gampang dilihat secara online. Dan tadi Abang Daita mengatakan besok mulai hari Senin Anda bisa lihat ke UGM. Ya. Ee maksud saya begini, Bang. Bang, ada harusnya ada ya? Harusnya ada. Jadi ada di perpustakaan UGM. Besok lihat kemudian kita bisa lihat seperti yang saya kita ramai-ramai ke Jogja berarti nih ya. Nanti kita lihat kita akan lihat ajak TV One tanda persetujuannya ditandatangani oleh pembimbing satu tanggal berapa, pembimbing dua kalau dua pembimbingnya dan ketua jurusan tanggal berapa. Nah, dengan itu ada mungkin salah satu persoalannya sudah selesai ya sebelum nanti sampai ke soal. Tapi kalau ini enggak ada, artinya enggak ada di perpustaka aja. Entah ada di mana. Kemudian tanggalnya juga enggak lengkap cuma ditulis tahun. Loh, tuh masalah loh orang ujian skripsi dari 1 Januari sampai 31 Desember. Fontnya juga beda. Saya enggak sampai ke font lah gitu. Coba ingin bilang, Saudara-saudara sekalian, ada kesempatan datang ke perpustakaan UGM mulai hari Senin, jam buka perpustakaan, lalu lihat skripsi Pak Joko Widedo. Harusnya ada di situ karena itu adalah sumbang ilmu teoretik maupun empirik bagi seluruh bangsa Indonesia dan civitas akademika internasional. Luar biasa. Gembira kan itu nanti kemudian hari Senin kita akan bisa melihat skripsinya Pak Jokowi di UGM. Silakan. Jamjam berapa sih bukan? Oke, nanti kita searching ya. Jam 10. Ya, jam 10 ikut. Karena begini loh, Bang Ade kan ekspektasi masyarakat kan sudah kadung jadi konsumsi publik ya. Ekspektasi masyarakat mungkin kemarin pada gelar perkara khusus Pak Jokowi akan hadir dengan ijazahnya. Tapi kok kenapa tidak juga ya itu masih tetap di pengadilan saja Bang? Ya, makanya saya saya bilang sekali lagi, Mbak Ken, kalau datang itu berdua kayak wartawan, jangan geruduk sambil mau gantung Bapak Jokowi. Oh, enggak benar ini. Ini benar abang, Bang. Bang, saya enggak bisa enggak potong-potong Abang ya. Oke, Abang Abang ini dulu dengerin dulu. Oke, dengerin jelas waktu datang TPUA berapa bis tuh? Jelas kan? Ada. Ada kok. Aduh, kok kita mesti ngomongin itu lagi. Ini ini apa namanya ya? Lagu baru kasih kusut itu aja. Tunjukin tunjukin tunjukin ini aja ini aja. Terus tunjukin tunjukin kok mengintimidasi orang mau nunjukin mau nunjukin apa enggak minta baik-baik aja gitu loh. Kalau memang mau melihat kok kangen banget sama kalau gelar perkara khusus kemarin enggak baik-baik. Gelar perkara khusus. Sekali lagi, Mbak Ken, saya juga hadir di sini dan saya menyampaikan bukan digelarkan saya W saya menjelaskan saya menjelaskan. Aduh susah nih. Oke, sebentar. Nah, jadi gelar perkara itu ya kan itu tidak membahas pembuktian tetapi bagaimana perjalanan satu penyelidikan sudah sesuai enggak loh teknis penyelidikan mereka itu yang dibahas. Jadi bukan bicara pembuktian B. Iya. Fakta-fakta silakan. ee antara pelapor Dumas dan terlapor Dumas menyampaikan fakta-fakta itu. Kalau kalau ada bukti silakan, iya kan silakan ditongoli. Tapi enggak bisa juga kita tuntut pelapor ee terlapor Dumas. Tunjukin dong sekarang dong begini. Enggak begitu. H saya sering gelar perkara khusus. Kenapa enggak ada ini sih, Bang willingness atau keinginan untuk oke ditunjukkan saja begitu kan tidak wajib. Tapi kemudian okelah ditunjukkan sapa mau ditunjukin kepada siapa Mbak ya? Masyarakat. Kepada siapa? Masyarakat kepada siapa? Kepada siapa dulu? Masyarakat kan untuk kemudian kepada Iya. Kepada siapa? Siapa yang pengin ngelihat masyarakat kemudian pelapor maupun juga terlapor? Enggak tahu bangsa Indonesia. Jangan Bapak bahasa Indonesia. Bapak dan kelompok Bapak mau nunjukin ke siap ke mereka? Enggak mau. Oke. Oh enggak mau. Saya sudah ketemu. Saya sudah ketemu. Jam pelayanan Universitas Gajah Mada Perpustakaan dan Arsif. Aduh, itu jam buka layanan Senin sampai Jumat jam. Jam lebih pagi dari pagi kalau kalau ada waktu ke Jogja sudah berangkat dong. Kan mau ketemu dengan Prof juga kan. Iya dong. Tanggal 24 ada. Oh tanggal sekalian aja. Kalau ada waktu dan ada tiket ya saya benar-benar mau karena jam pembukaannya kan jam 08.00 sampai jam 20. Hari Senin besok airport-nya jauh loh sekarang. Iya. Iya. Tapi kan ada kereta ada kereta. lalu mau lihat skripsi karena skripsi itu di mana-manapun seluruh dunia di universitas apapun dia punya signifikansi teoretik dan signifikansi empirik yang berguna bagi seluruh civitas akademika di universitas tersebut di universitas lain dan dunia sehingga orang tahu ya kan apa yang dikaji oleh Pak Joko Widodo atau kita-kita semua itu apa e relevansinya dengan masa lalu dengan masa kini ya kan signifikansi teoretik dan empiriknya itu tadi jadi kita semua siapapun yang sempat khususnya yang ada di Jogja besok jam 0.00 sampai jam 20 bisa ke perpustakaan UGM. Oke. Oke. Khususnya itu kabar baiknya itu kabar baik. Kabar baiknya terlebih khusus harusnya Bang Jogja. Monggo silakan melihat ke sana melihat skripsinya begitu juga untuk skipsinya. Benar saya ikut loh ya ikut ya. Sama-sama. Aduh, ada tiket enggak ya besoknya? Akses sampai mengakses skripsinya, Bang Abdullah mencari tool skripsi Pak Jokowi di situ. Ini nyari skripsi, saya nyari ijazah. Kenapa tidak dimulai dari skripsi saja yang dicari bahwa ya supaya sekalian gitu loh, enggak balak-balik kan saling terkait karena kita bicara mengenai proses itu juga yang disampaikan oleh Prof. Kenapa kok gelar itu tidak menghadirkan? Saya mau tanya zaman ke zaman itu tidak mat ini menarik. Aduh. Pada waktu gelar dikenalkan semua ini dari DPR ini dari semua ini Irwasum ini DPR Ombus KomnasHAM Kompolnas apalagi ada tapi tidak disinggung UGM tapi begitu selesai kita tahunya dari medsos dilanjutkan ada UGM di situ. Pertanyaan saya pagi itu disembunyikan di mana orang UGM ini? Hm. Nah, ini juga timbul pertanyaan. E lihat di media kalau enggak pertanya. Saya gak hadir di situ. Jadi saya hadir. Makanya tanya yang hadir ini karena yang bisa hadir juga kan besok Senin yang sebetulnya bisa hadir bareng-bareng untuk tapi Bangnya tidak tertarik untuk skripsinya. Penginnya nontonnya ijazah aja Bang. Kenapa? Kenapa enggak tertarik gitu? Dulu ada gini, dulu ada ini ijazahku, mana ijazahmu? Dulu ya sudah ada yang posting-posting. Saya rasa sekarang mungkin gini nih. Ee saya enggak tahu kapan apakah saya yang mulai nanti kita posting ini sahnya skripsiku, mana sahnya skripsimu. Nah, gitu loh. Atas keinginan Bang Eend karena beliau mau mengoreksi ini skripsi. Saya enggak mau nyanyi profesor, saya cari yang lain. Oke. Padahal kan kalau skripsi itu kan juga salah satu dong. Karena gini loh, Bang Abdullah. Skripsi ini kan juga salah satu syarat akademik untuk kemudian mendapatkan jasa. Sesudah itu ada kejak supaya Mbak tahu ya. Dulu kan dikatakan ini sudah dihentikan penyelidikan itu. Iya kan? Tapi atas permohonan kami gelar khusus ditinjau kembali termasuk ya laboratoriumnya. Kami berharap aduh habis lihat kita lihat skripsinya gitu kita pikirikir enggak ada zong. Kemudian paparan dari polisi sama paparan dari lawyernya Jokowi substansinya mirip-mirip. Saya bilang apa ini belajar bareng atau gimana gitu. Mirip-mirip. Oke. Dan ingat ini lagi Dumas belum laporan. Padahal syarat laboratorium harus ada laporan lah. Ini gimana coba? Enggak ketemu. Oke. Oke. Jadi kalau Bang Abdullah dan teman-teman tetap mau fokusnya di ijazah saja tapi kalau kita mungkin bisa bagi tugas ya. bagi tugas karena sekali lagi masih sangat banyak orang baik di universitas kita tidak hanya bicara satu universitas banyak universitas mau lihat skripsi ke sana sekarang giliran Bang menutup singkat oke tugas kami iya kan bagaimana bisa segera tersangka oh itu itu targetnya segera tersangka biar semuanya terjawab di peradilan apa 12 nah itu Saya mendapatkan saya belum pegang SPDP-nya katanya berapa orang ada saya punya berapa kalau saya belum pegang tu 12 youtuber YouTuber kena semuaah habis gini TV One kena jugauh kalau ini oke kita hanya menghadirkan informasi kepada publik ini kalau yang ini saya mau anu ya kalau boleh nutup tapi silakan tergantung dari saya mau bilang gini kalau kasus pemalsuan skripsi dan ijazah semakin ditutup-tutupi semakin panjang semakin dalam terperosoknya enggak ada titik keluar percaya saya karena secara akademis universitas ataupun para dosen dan civitas akademika itu menciptakan kebenaran melawan kebohongan dia tidak boleh menciptakan kebohongan betul ada konsekuensinya bagi nama baik universitas dan lain tentu saja kita enggak bisa melihat satu kasus ini ya ada kasus disertasi dan lain sebagainya gitu tapi Mau saya katakan ini kalau ditutup-tutupi dengan cara gali lubang tutup lubang gali lubang tutup lubang tidak ada ujungnya percaya saya semakin dalam terperosot baik tidak ada ujungnya tapi ini harus ada ujungnya pembahasan malam ini ya terima kasih malam hari ini Bapak-bapak semuanya kita tunggu nanti bagaimana hasil pertemuan Bang Ege ee dengan e Prof Sofan Effendi tanggal 24 tapi nanti Senin mungkin kita bisa bareng-bareng ke Jogja pas saya libur juga oke kita nanti coba cek skripsinya Pak Jokowi Buat yang jaga perpustakaan di UGM. Siap-siap Senin. Siapa tahu besok teman-teman dari seluruh Indonesia ada yang datang mau melihat Senin R di perpustakaannya. Terima kasih Bapak-bapak semuanya. Bang AD, Bung EG, Bang Abdullah. Terima kasih

AKIM, https://www.tvOnenews.com – Effendi Gazali ke Masyarakat: Silahkan ke Perpustakaan UGM Liat Skripsi Pak Jokowi | AKIM tvOne

Pernyataan mengejutkan datang dari mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002-2007, Prof. Dr. Sofian Effendi, yang menyebutkan bahwa mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi tidak pernah lulus sarjana. Namun, tak lama pernyataan tersebut beredar luas, ia secara resmi menarik ucapannya.

Tak hanya itu, Prof. Dr. Sofian Effendi bahkan memohon agar rekaman wawancaranya dihapus dari peredaran. Hal tersebut tertera pada pernyataan tertulis bermaterai yang dirilis pada Rabu (17/7/2025), di mana Prof. Dr. Sofian Effendi secara spesifik meminta agar videonya ditarik.
#jokowi #ijazahjokowi #ijazahpalsu
AKIM01
GUS01
AML01

Saksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live
Dan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:

Facebook – https://www.facebook.com/tvOnenews
Instagram – https://www.instagram.com/tvOnenews
Twitter – https://twitter.com/tvOnenews
TikTok – https://www.tiktok.com/@tvOnenews
Website – https://tvOnenews.com