MONYET IBLIS melawan ANOMALI UDIN DIN DIN DUN siapakah yang akan menang ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
Ayo lari Kak, tunggu Kak. Jangan cepat kali larinya. Iya Mio. Mio. Apakah monyet iblisnya menengejar kita, Mio? Ah, enggak tahu, Kak. [Musik] Hah? Kak, Kak, monyet iblis yang mengejar kita, Kak. H Miu yang yang benar, Mio. Iya, Kak. Dia ada di belakang. Baby challin, ayo cepat lari. Jangan sampai kamu ditangkap. Kam kayak tangguh Baby Zelin. Iya Baby Zelin. Ayo cepat lari lari Baby Zelin. Lari sekuat tenaga. Ayo sedikit lagi kita sudah mau sampai di rumah. Ayo Mio. Iya Kak. Kak gawat Kak. Monyet iblis itu semakin mendekat. Hm. Baby sinin hampir ketangkap. Yuk. Ayo cepat. Baby jangan menyerah. Cepat lari. Nah kita sudah mau sampai di rumah nih. Ayo ayo masuk semua ke dalam. Mio kunci pintunya. Iya, Kak. Sudah dikunci. Ayo, ayo masuk ke dalam kamar. Aduh, gawat. Ah, semua sudah aman, kan? Iya, Kak. Baby Cellin. Baby Cellin sudah berhasil. Iya, Baby Celin. Untung kamu larinya kencang. Ah, untung saja kita semua selamat. Ayo, ayo kita lihat kamera. Dia lagi ngapain di luar? Jangan-jangan dia menunggu di luar, Mio. Hah? Kalau menunggu di luar gawat, Kak. Iya, I. Ayo kita lihat kamera dulu. Ayo baby kita lihat kamera dulu. Lagi ngapain itu si monyet iblisnya. Waduh dia menjaga di depan Mio. Gimana kita mau keluar? Hah? Kan benar kan dia ada di depan. Iya Kak. Jadi gimana Kak? E tunggu dulu, Mio. Sabar dulu. Dia sepertinya kesal karena tidak bisa mengejar kita. Hah. Untung saja kita selamat. Lihat dia lagi mengecek keadaan rumah. Heh. Tuh lihat kan dia lagi sebel sepertinya tuh. Eh, ayo cepat pergi monyet iblis jangan di sana terus. Ayo monyet iblis kami juga mau tidur malam ini. Weh, gawat Mio. Ayo Mio, turun ke bawah dulu kita intip. Sepertinya suaranya sudah tidak ada. Mungkin dia sudah pergi. A coba lihat di belakang dulu, Kak. Iya, Mio. Kita intip dari sini dulu. Ada enggak dia, ya? Ah, sudah tidak ada Mio. Sepertinya aman. Ayo kita lihat ke depan. Iya, Kak. Hati-hati, Kak. Iya, iya, Kak. Yuta akan hati-hati. Eh, kita lihat dulu. Mio, suaranya sudah tidak ada. Kak, hati-hati, Kak. Jangan-jangan dia sembunyi di depan. Eh, tunggu dulu, Mio. Tuh, lihat enggak ada. Aman-aman. Dia sudah pergi. Hah, baguslah. Gimana ya? Kita harus kasih tahu Pak Polisi. Kan tidak mungkin kita biarkan begini terus. Nanti pasti akan ada orang-orang yang diserang oleh monyet iblis itu. Iya, Kak. Kita pasti harus lapor, Pak Polisi. Iya, iya. Ayo kita ke kantor polisi. Waduh, monyet iblis kan sudah hilang lama. Kenapa muncul lagi ya? Enggak tahu, Kak. Ah, kata Kagi. Buyo-buyo. Gawat-gawat. Kami melihat anomali monyet iblis. Hah? Anomali monyet iblis? Apaan itu? Itu loh monyet iblis yang giginya taring semua. Uh, menakutkanlah pokoknya. Kami tadi dikejar, kami cepat-cepat lari ke rumah. Untung saja sempat. Wah, begitu ya. Hmm, baiklah kalau begitu. Di mana dia sekarang? Eh, tadi dia ada di depan rumah kami, tapi sekarang tidak tahu karena dia mungkin sudah pergi. Makanya kami bisa ke sini. Hmm, ya udah kalau begitu. Mari kita ke sana lagi. Mungkin dia muncul lagi. Di saat itu akan saya tembak dengan pistol ini. E yang benar kata Takagi? Ya, ya tenang saja. Kalau Kak Takagi yang nembak pasti kena. Ayo, ayo semuanya ke sini jangan takut. Kita lihat dulu di sini ke mana dia pergi. Nanti akan kita serang. Hmm, di sini aman. Di sana juga aman. Mana dia pergi? Yuta, enggak tahu kata Kagi. Kami tadi sembunyi di dalam rumah. Kami terlalu takut untuk keluar mengintip. Hmm. Baiklah kalau begitu. Coba cek ke sebelah sini dulu. Jangan-jangan dia lari ke arah sekolah. Hmm. Wah, memang sejak tadi mencurigakan. Malam hari ini memang beda. Pasti ada sesuatu. Buktinya sudah ada satu kasus. Hmm. Mana ya? Mana nih Yuta? Oh, enggak tahu kata Kagi. Kami lupa. Kami tidak melihat apa-apa. [Tepuk tangan] Heh, apa sih berisik malam-malam hari begini? Hah? Apa itu? [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Hah? Gawat Yuta. Saya dapat telepon dari Bu Io. Hah? Ada apa, Kak? Kata Pagi. Hah? K muncul monyet iblis itu ada di dekat rumah sakit. Hah? Di rumah sakit? Yah, dia muncul di sana dan sepertinya dia menyerang dokter gawat-gawat ini. Ayo, cepat, kita harus segera ke sana. Hm, ayo. Eh, ini yang mana? E, ada, Kak, di belakang. Ah, ayo cepat. Yang penting kita harus segera sampai dulu di rumah sakit biar tidak ada lagi orang-orang yang diserang oleh monyet iblis. Ah, mudah-mudahan monyet iblisnya masih di sana. Ayo, ayo semuanya ayo lari ke sini. Iya, kata Kagi. Ayo cepat, Kak. Iya, sabar. Ini sudah mau sampai. Hah? Mana monyet iblisnya? Berani-beraninya dia datang ke sini. Ah, itu dia. Kali ini kamu tidak bisa lolos lagi, Monyet iblis. Hmm, ternyata kamu seperti ini ya bentukannya. Hah, cukup menyeramkan juga sih. Iya, iya, kata Kagi. Monyet iblis itu menyeramkan. Hmm, tenang saja malam ini kamu akan saya habisi. Ponjet iblis. Wih, rasakan pistol ini. Makan pelurunya. Hah? Dasar kamu ini. Berani-beraninya berbuat onar di kota Sakura. Rasakan ini. Eh, eh. Waduh, kebal juga nih Main iblis. Uh, rasakan. Coba saya tembak saja kepalanya. Eh, eh, uh, uh, wah, tidak bisa. Gawat Yuta. Tidak bisa. Hah? Maksudnya apa? Kak tahu lagi. Dia kebal peluru. Hah? Kebal peluru? Iya, dia kebal peluru. Saya sudah lepaskan tembakan banyak kali, tapi tetap tidak tidak berefek. Ayo lari lari lari semuanya. Ayo, ayo semuanya lari. Masuk ke dalam kantor polisi. Eh, Kak Takagi monyet iblisnya mau ngejar kita. Iya, makanya. Ayo cepat lari semuanya masuk semuanya ke dalam kantor polisi. Buyo, buyo ayo cepat masuk ke dalam. Hah, kenapa kita dikejar monyet iblis? Hah, yang benar? Iya, ya, iya. Masuk semuanya ke dalam. Ayo cepat sembunyi-sembunyi di sini. Aduh, gawat gawat Pak Ken. Kita dikejar monyet iblis. Hah, monyet iblis sudah muncul ya? Iya, iya dia sudah muncul. Ayo semuanya merunduk-merunduk. Jangan sampai kelihatan dari jendela nanti kita bisa di diserang. Hah, untung saja dia tidak kejar kita sampai ke sini. Hah, mudah-mudahan saja dia sudah pergi. Gawat ini gawat betul-betul eh betul-betul tangguh. Tidak bisa melawannya hanya dengan pistol. Hah, bagaimana ya yang harus dilakukan ini? Dia tidak punya senjata lain lagi. Wah, akhirnya saya bisa kembali lagi ke kota Sakura. Hm. Siapa yang mau menjadi lawan saya? Kali ini saya sudah muncul dengan kekuatan penuh. Saya sudah berlatih selama 5 bulan. Hah. Saya akan melawan siapa saja yang muncul di kota Sakura ini. Ah, ayo siapa yang berani? Muncullah menjadi lawan saya. Saya akan menguji kekuatan saya. Hm. Hah. Sepertinya di sana ada sesuatu. Ah. Ayo saya akan menjuk ke sana. Hah. Siapa kamu? Wajahmu jelek sekali. Hah? Tapi tenang saja, malam ini kamu akan saya habiskan. Hah. Rasakan kekuatan saya. Kekuatanun. What? Rasakan ini. Ahah. Ampekkan. Tambahkan jet. Tembak lagi. Ah. Rasakan ini pukulan kekuatan dari wajah. Eh, masuk kali ini. Uh. Aduh. Aduh. Ih. Pakai apa nih? Waduh, dia curang. Dia pakai pakai pisau. Oh. [Musik] Eh, Teman-teman, saya mendengar ada perkelahian di sana. Oh, iya iya. Ayo kita lihat, kata I ya. Ayo kita lihat siapa yang berani-beraninya melawan monyet iblis. Ayo kita lihat Pak Ken. Eh iya iya Takagi. Kita lihat dulu. Hah itu kan Anomali Udin Dindun. Waduh dia saja sampai kalah. Hah yang benar? Iya dia sampai kalah. Gawat ini. Berarti benar-benar kuat monyet iblis ini. Ayo lari lagi. Kita harus sembunyi lagi. Ayo semuanya masuk ke dalam kantor polisi lagi. Aduh gawat-gawat. Ini benar-benar bukan lawan kita. Iya. Bahkan Anomali Udin Dindun yang sekuat itu saja bisa dikalahkannya. Iya, bagaimana ini? Waduh, kita tidak punya cara lain lagi. Gimana dong? Apa kita harus selamanya bersembunyi di sini? Eh, iya iya iya, kata Kagi. Gimana kita harus pikirkan cara untuk melawan monyet iblis jahat itu. Yah, benar sekali. Hah, gimana caranya? Anomali sekuad tidur saja kalah dibuatnya.
Hai teman teman tonton terus ya video sakura school simulator dari loli gaming jangan lupa subscribe agar dapat video sakura school simulator terbaru dan drama sakura school simulator lainnya serta id props sakura simulator terbaru ya…
#sakuraschoolsimulator #gamesakura #yutamio #sakurahorrorstory #sakurahantu #updateterbarusakuraschoolsimulator #sakuraschoolsimulatornewupdate #yutadanmio #yutadisunathantu #anomalibrainrot #tungtungtungsahur #brrbrrpatapim