TENTARA ISRAEL BERBALIK MELAWAN NETANYAHU!? Serangan Ke Gaza Mendadak Terhenti!

Allahu Akbar. Pernahkah Anda bayangkan ratusan tentara cadangan dari Israel Defend Force atau IDF yang seharusnya menjadi benteng pertahanan negara membangkang? Ya, mereka yang seharusnya tak gentar menghadapi musuh kini memilih untuk angkat senjata demi menghindari perang di Gaza. Bahkan seorang komandan peleton ikut dalam gerakan ini. Sebuah tindakan yang mengancam kehormatan militer Israel. Akibatnya, mereka dihukum penjara 20 hari, tetapi itu hanya permulaan dari gelombang ketidakpastian. Tapi ini bukan soal pembangkangan biasa. Ini adalah pertanyaan yang mengguncang dunia militer. Apa yang membuat tentara Israel yang dikenal dengan kekuatan dan kedisiplinannya mulai takut? Apakah mereka mulai merasa cemas dan tidak yakin lagi dengan kemampuan mereka di tengah medan perang yang semakin suram? Brigade Alkasam sayap militer Hamas telah membuktikan kekuatannya dengan serangan yang mematikan dan penyergapan yang menghancurkan pasukan IDF dalam jumlah yang besar. Setiap serangan mereka menandai keretakan dalam ketangguhan Israel dan semakin banyak tentara IDF yang jatuh. Tentara tentara ini yang dilatih untuk melindungi negara mereka mulai merasa ketakutan. Apakah mereka akan menjadi korban berikutnya? Dalam laporan CNN yang mengejutkan, lebih dari 130 tentara cadangan IDF memilih untuk membangkang dan menolak bertugas. Mereka menandatangani surat terbuka kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan dengan tegas menyatakan penolakan mereka untuk ikut berperang. Ini bukan hal yang sepele. Di tengah krisis pasukan, lebih dari dua peleton tentara memutuskan untuk meninggalkan medan perang. Dan yang membuatnya semakin memprihatinkan, penolakan ini terjadi di tengah kebangkitan Hamas di Gaza ketika Israel benar-benar membutuhkan lebih banyak pasukan untuk melawan kelompok militan tersebut. Mengapa tentara Israel yang terlatih ini memilih untuk tidak membela negara mereka sendiri? Beberapa tentara yang menolak bertugas mengungkapkan bahwa mereka merasa pemerintahan Netanyahu telah mengabaikan Sandra dan menurunkan prioritas mereka. Bagi mereka, penderitaan para Sandra dan keluarga mereka tidak bisa diabaikan lagi. Mereka merasa tak bisa berperang tanpa tujuan yang jelas. Terutama ketika mereka merasa pemerintahan Netanyahu tidak menggunakan militer sebagai alat untuk mencapai perdamaian yang sesungguhnya. Sebagai tentara, mereka merasa ada batas moral yang tak bisa mereka langgar. Komandan Peleton IDF Ron Viner yang menentang perintah Netanyahu untuk bertempur di Gaza menyatakan bahwa tujuan perang ini bukan untuk menyelamatkan Sandra atau untuk mencapai perdamaian. Fener menyebutkan dengan tegas bahwa tujuan perang ini hanya untuk menaklukkan Gaza dan mempertahankan kekuatan politik pemerintah. Sebagai akibat dari penolakan ini, Feer dijatuhi hukuman penjara selama 20 hari. Di sisi lain, Yotamville, seorang perwira korps lapis baja yang terlibat dalam operasi Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober merasa bahwa pemerintah Netanyahu gagal memanfaatkan kekuatan militer untuk mencari solusi damai. Setelah 230 hari bertugas, Vil akhirnya memutuskan untuk berhenti bertugas di IDF karena ia merasa tidak ada lagi harapan untuk perdamaian melalui cara militer ini. Ada indikasi kuat bahwa ratusan tentara IDF yang memilih berhenti bertugas terpengaruh oleh dominasi Brigada Alkasam. Dalam video ini terlihat dua pasukan Alkasam yang sedang mengamati pergerakan Tengkava milik dari IDF di Kanunis. Setelah menunggu momen yang tepat, salah satu pasukan bergerak mendekati tank dan menaruh bom di belakangnya. Setelah meletakkan bom itu, pasukan Alkasam yang bertugas menyulutnya menghancurkan tank Mercava dengan ledakan dahsyat yang menewaskan tentara IDF. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Di lokasi yang sama, Brigada Alkasam mengklaim telah berhasil menghancurkan tiga pengangkut personil lapis baja IDF. Dengan menggunakan RPG7 dan Rudal Ali Yasin 104 buatan mereka, Alkasam melancarkan serangan presisi kembali mengguncang pasukan IDF yang sedang beroperasi di Gaza dan menambah kerugian besar bagi mereka. Di Gaza Utara, pasukan Alkasam kembali beraksi. Dalam serangan yang berlangsung, penembak jitu mereka melumpuhkan pasukan IDF yang sedang mengoperasikan buldozer D9 untuk meratakan bangunan-bangunan Gaza. Tak hanya itu, penembak Jito Alkazam juga berhasil menewaskan tentara IDF yang tengah bersembunyi di sebuah gubuk. Bahkan di serangan yang sama mereka meledakkan sebuah tankmer cava menggunakan RPG7 dan rudal Alyasin 104. Serangan ini menambah daftar panjang kerugian yang diterima Israel sejak dimulainya pertempuran pada 7 Oktober. Kembali ke Kanunis, Brigada Alkasa melancarkan serangan besar lainnya. Kali ini dengan bom rakitan yang bisa diledakkan jarak jauh menghancurkan sebuah ekskavator yang sedang beroperasi dan beberapa tankmer cava milik IDF yang terparkir. Begitu bom itu meledak, asap tebal langsung menguak menandakan bahwa daya ledak bom perakitan ini sangat tinggi. Meskipun tidak terlihat langsung, kemungkinan besar ekskavator dan tank merkacava Israel tersebut kini hanya menjadi rongsokan yang hancur lebur. Serangan-serangan antara IDF dan Brigada Alkasam memang sering terjadi di Kananyun. Dan dalam beberapa insiden terlihat jelas bahwa pasukan IDF kesulitan menghadapi serangan Hamas. Dalam aksi saling serang di sebuah bangunan, pasukan IDF terlihat mundur dari posisi mereka, meninggalkan perlindungan dan hal ini menggambarkan bahwa Alkasam memang bukan tandingan mudah bagi mereka. Apakah ini yang membuat ratusan tentara IDF akhirnya memilih untuk berhenti beroperasi di Gaza? Apakah rasa takut dan kebingungan ini yang memicu gelombang penolakan di dalam tubuh militer mereka? Di wilayah Jabalia Gaza. Penyergapan besar terekam jelas antara pasukan IDF dan Brigada Alkasam. Ketika pasukan IDF berhadapan langsung dengan Tengka Cava, Alkasam tidak mundur meskipun berada dalam ancaman. Dalam pertempuran ini, IDF mengalami kerugian besar. Salah satu tentara mereka terluka parah dan harus dibawa menggunakan tandu dan dimasukkan ke kendaraan lapis baja untuk dibawa ke rumah sakit militer. Serangan ini kembali menambah luka besar bagi pasukan Israel yang semakin terdesak. Dalam rekaman berikutnya terlihat pasukan Alkasa memegang RPG7 yang dipasangi dengan rudal Alyasin 104 yang dipersiapkan untuk menyerang pasukan IDF yang bergerak di bait Lahia. Setelah mengetahui lokasi persembunyian pasukan IDF, Brigade Alkasa melepaskan serangan mematikan dengan rudal aliasin 104, sebuah senjata yang sangat efektif dibandingkan senjata konvensional. Hanya dengan satu tembakan, Brigada Alkasam mampu menghancurkan lebih banyak pasukan IDF membuat mereka kesulitan melancarkan balasan. Ini adalah bukti betapa mengerikan dan terorganisirnya serangan dari sayap militer Hamas yang terus mengguncang kekuatan militer Israel. Kali ini Brigada Alkasam kembali memperlihatkan kekuatan militer yang mengerikan dengan strategi yang sangat rencana. Mereka menanam dua bom berat jenis explosively form penetrator yang diberi takib tepat di belakang Tengker Cava dan bulldozer lapis baja D9 milik IDF. Begitu bom itu meledak, asap hitam mengental di udara menandakan daya ledaknya yang luar biasa. Serangan itu mengakibatkan kendaraan militer Israel yang terparkir tak bisa bergerak lagi dan mungkin pasukan di dalamnya harus menerima nasib yang tragis akibat ledakan besar tersebut. Serangan Brigada Alkasam tidak berhenti di situ. Di Bukit Almantar, tepat di timur Alsujaya, pasukan Alkasam menggunakan artileri berat untuk menggempur IDF yang tengah beroperasi di wilayah itu. Serangan ini menciptakan kerusakan besar. Meskipun tidak ada laporan pasti mengenai dampaknya, yang jelas operasi IDF di area tersebut dihentikan. Keberhasilan serangan ini menegaskan bahwa Alkasam mampu mendekati dan melawan pasukan IDF yang lebih besar dengan taktik yang canggih. Di Kanonis, serangan Alkasam kembali merenggut nyawa pasukan IDF. Dalam serangan yang sangat berani, sebuah bom dilemparkan ke dalam kendaraan lapis baja Neymar milik IDF yang menewaskan tujuh tentara dan melukai 15 lainnya dengan serius. Serangan ini mengakibatkan kerugian besar bagi IDF. menghancurkan salah satu kendaraan lapis baja dan tank mva yang sulit digantikan. Ini adalah bukti bahwa Hamas terus menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi pasukan Israel menyebabkan kerugian tak terhitung bagi Israel di Gaza. sah

Dalam video ini, kami mengungkap laporan mengejutkan dari dalam Israel: sekelompok tentara menolak perintah untuk terus menyerang Gaza, bahkan dilaporkan mulai berbalik melawan kebijakan Netanyahu. Apakah ini tanda kehancuran internal Israel?

🔴 Apa penyebab tentara Israel mogok dan menyerah?
🔴 Apakah ini berarti kemenangan moral bagi Gaza?
🔴 Bagaimana respons Netanyahu atas krisis ini?

For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler

For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer

#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.