GAK NYANGKA!! INI KISAH TERSEDIH AKU DI MINECRAFT!!

Wah, Guys, hari ini aku terlahir sebagai gelandangan, Guys. Coba lihat ini rumahku. Rumahku seperti ini. Ini adalah rumah yang sangat kecil banget. Aku ini masih bocil, tapi aku udah hidup sendiri. Dan di sini aku sangatlah lapar sekali. Aku ingin makan. Soalnya dari kemarin aku belum makan sama sekali. Astaga, perut aku sangatlah sakit banget. Woi bocil-bocil, cepat kerja kamu. Malah diam aja di sini. Cepat-cepat kerja. Waduh. Iya iya. Waduh. Kalau kamu gak kerja aku gak bakal kasih kamu makan lagi kayak kemarin. Aduh. Iya deh. Iya. Di sini aku bakal bekerja walaupun di sini aku tidak mempunyai tenaga. Astaga. Entah kenapa di sini kehidupanku ini sangatlah menyedihkan sekali. Aku terlahir seperti ini. Oke, aku bakal kerja di sini. Nih, kita bakal langsung aja cabut-cabut. Hm, kelihatannya mortalle ini sangatlah enak sekali. Hah, aku jadi ingin makan soalnya aku lapar banget. Nyam nyam nyam nyam nyam. Woi, kamu enak aja. Jangan dimakan itu. Dasar kamu bocil. Iya, iya, maaf. Wah, enak aja. Siapa yang nyuruh kamu makan? Coba langsung aja kamu panen semuanya tanaman ini. Waduh. Iya, maafkan aku. Di sini aku sudah tidak tahan karena aku itu sangatlah lapar sekali. Kita bakal panen-panen semuanya. Kita panen. Kita ambil. Kita bakal ambil semuanya biar aku bisa mendapatkan satu roti untuk makan. Perut aku sangatlah sakit banget. Dan di sini badan aku kurus. Oke, Pak. Aku sudah selesai memanennya. Ini dia. Oh, mantap mantap. Gitu dong kalau kerja. Awas aja ya, besok kamu enggak kerja lagi. Oke, ini dia rotinya. Terimalah. Aduh, mana? Mana? Aku udah enggak sabar ini soalnya aku lapar. Oke, ini dia. Ini dia. Oke, kamu terima tuh satu ya. Waduh, akhirnya di sini aku mendapatkan makan juga. Oke, saatnya aku pulang ke rumah aku yang kecil ini. Dan sekarang saatnya aku makan. Nyam nyam nyam nyam. Yey, akhirnya hari ini aku berhasil makan walaupun cuman satu roti doang dan mungkin aku cuman kenyang untuk beberapa jam saja. Tapi tidak apa-apa yang penting aku bisa makan daripada tidak sama sekali. Astaga. Hidupku sangatlah menyedihkan sekali. Sepertinya ini adalah kisah sedih aku. Gimana kalau langsung aja di sini aku tidur. Oke, aku mau tidur saja kalau begitu. Moi woi weng. Astaga, apa-apaan ini. Bentar bentar. Bau apa ini? Astaga kamu ngelemparin aku telur busuk ya? Bau banget. Benar banget ini. Rasakan ni. Rasakan. Astaga. Apaan ini? Kenapa kamu jahat sekali sama aku? Mentang-mentang di sini aku anak landangan. Kamu seenaknya dengan aku melemparkan telur busuk. Karena di sini bajumu bolong-bolong. Nih. Nih rasa. Astaga. Ini sakit sekali dan bau. Wah, kamu parah banget. Kamu keterlaluan. Sini kamu. Dasar sini kamu. Kamu jangan lari. Astaga. Lihat itu dia malah lari. Sialan banget. Bajuku udah kayak gini malah dilempar sama telur busuk. Astaga. Sini kamu. Kamu jangan berhenti. Sini. E bentarbentar. Ini apa? Astaga. Parah ban. Ah tidak. Astaga itu tadi sangat sakit sekali. Aku terkena ledakan TNT. Wah. Kamu yang meledakkan di sini. Waduh betul banget. Kamu yang membuat kebakaran. Coba lihat ini. E kebakaran. Bukan, bukan, bukan aku. Tadi ada bocil. Ada bocil yang mengganggu aku dan dia meledakkan TNT. Wah, enak aja. Kamu gak usah berbohong di sini. Betul banget. Kamu pasti berbohong di sini. Cepat kita tangkap dia. Wah, bukan. Bukan aku. Astaga, tidak guys. Di sini aku ditangkap. Aku dituduh membakar tempat ini. Padahal yang membakar dan meledakan bukan aku. Cepat ikut kita di sini. Wah, betul-betul kamu jangan banyak alasan. Ayo, cepat cepat. Aduh, tidak, Guys. Aku ditangkap. Hidup aku sangat sedih sekali. Wah, cepat-cepat kamu naik ke atas sana. Aku bakal penjarakan kamu. Tidak, Guys. Di sini aku dipenjara. Cepat cepat masuk. Nah, sudah kamu di sini saja. Oh my God. Penjara apaan ini? Lihat di bawah sini ada hiu. Kalau aku ingin keluar, aku bakal dimakan oleh hiu-hiu yang lapar ini. Oh my God. Lihat, Guys. Aku dipenjara. Di sini cuman ada toilet dan juga tempat tidur. Tidak ada makanan sama sekali. Apalagi di sini aku sudah lapar. Sedih sekali rasanya. Wah, rasakan itu, anak pecundang. Akhirnya kamu dipenjara. Astaga, ini gara-gara kamu. Sebenarnya yang membakar desa ini adalah anak itu, bukan aku. Wah, sudah, sudah. Bisa berbohong di sini. Kamu yang jelas-jelas ada di tempat situ. Wah, betul banget. Di sini aku tidak percaya sama kamu. Dasar anak gelandangan. Ya udah, gimana kalau kita langsung aja pulang kita tinggal anak gelandangan ini. Wah, benar banget nih. Ni rasakan nih telur busuk. Oh my God. Tidak. Astaga. Parah. Benar. Kenapa dunia sangatlah kejam banget sama aku? Sampai-sampai di sini aku ditutup membakar desa. Padahal anak sekecil ini tidak mungkin membakar desa. Yang membakar adalah bocil itu. Astaga. Oh my God. Baiklah kalau begitu. Apapun yang terjadi di sini, aku ingin menjalani kehidupan ini. Aku tinggal di penjara. Walaupun penjara ini sangatlah sempit sekali, tapi tidak apa-apa. Aku pasti bisa menjalaninya. Oke. Oke. Sekarang aku harus ngapain di sini? Aku kebelet. Poop. Aku mau poup dulu di sini. nih. Oke, aku poop dulu, Guys. E, bentar-bentar, sepertinya ada orang itu, Kesri. Coba lihat siapa kira-kira. D aku enggak tahu, tapi di sini dia bau telur. Oh my God, betul banget. Tapi lihat, sepertinya dia itu anak gelandangan. Kita harus membantu dia. Aduh, bentar-bentar. Sepertinya tadi aku ngelihat ada kunci di bawah sini. E, bentar-bentar. Kalian di sini siapa? Aduh, tenang saja. Di sini kita orang baik. Aku bakal menyelamatkan kamu. Oh my God. Serius? Aduh, aku bakal buka pintunya ini. Oh my God, cepat-cepat buka. Astaga, di sini aku sudah bebas. Tapi nanti aku takut dimarahin oleh warga. W udah kamu ikut ajak kita di sini. Wah, betul banget kita kabur dari sini. Ayo, ayo buruan ikutin aku. Oke, oke. Kita harus kabur. Tapi hati-hati jangan menyebrang. Di sini ada hiunya. Ayo kita kabur. Ha, betul banget. Ayo, ayo. Soalnya kita itu sebenarnya juga gelandangan sama seperti kamu, tapi aku di sini melarikan diri. Soalnya para warga yang ada di sini dia itu jahat-jahat. Oh my God. Benar banget para warga di sini jahat-jahat. Kita harus cepat lari dari sini. Keburu ketahuan ini. Astaga. Jadi seperti itu ya. Ya udah kalau begitu lari. Ah, ada hiu. Oke, ini dia. Astaga, hampir saja. Wah, ayo ayo cepat kita harus lari. Oke, oke. Aku harus mengikuti anak-anak ini. Dia itu seumuran sama aku, tapi dia baik sekali. Mau membantu aku untuk keluar dari desa itu. Ternyata aku baru sadar kalau desa itu ternyata isinya orang-orang jahat semua. Astaga, aku malah masuk ke sini. Aduh, ayo buruan. Rumah kita di atas gunung ini. Oh, jadi gitu. Iya, benar banget. Cepat-cepat keburu mereka ngejar kita di sini. Baiklah, kalau begitu aku bakal berlari semampuk aku. Aduh. Ayo, ayo kita harus lewat sini berenang ke atas. Wah, baik-baik. Wah, ayo, ayo, buruan. Ini dia rumah kita. Oh my God. Jadi ini rumah kalian. Kalian selama ini tinggal di sini ya? Wah, iya betul banget. Kita tinggal di sini. Nah, benar banget. Karena di tempat ini jauh dari pemukiman warga. Jadi, di sini juga banyak sumber makanan seperti ya daging-daging sapi. Dan kita juga memiliki sebuah pertanian di sini, tapi masih kecil. Aduh, betul banget. Walaupun di sini banyak sekali tanaman yang mati karena kita jarang merawatnya. Astaga. Jadi gitu ya? Hmm. Tapi ngomong-ngomong tentang pertanian aku itu juga dipekerjakan oleh warga villager bertani. Sepertinya aku bisa deh di sini bertani dan membuat pertanian ini lebih besar. Uh, itu bagus, bagus, bagus. Kalau gitu kita bisa bagi juga di sini. Ah, benar banget. Kita bakal perbesar aja nanti. Kita perbesar pertandingan yang ada di sini biar kita punya cadangan yang banyak. makanannya soalnya. Coba lihat makanan aku di sini sisa dikit banget. Astaga. Iya kah? Di mana makanannya? Ini ini di coba kamu lihat. Oke kita bakal lihat dulu. Astaga betul banget ada tiga makanannya. Betul banget tiga berarti pas untuk kita satu-satu. Wah benar banget. Tapi di sini kalau makanut lapar. Bener. Waduh. Tapi enggak apa-apa biar dia ini bisa makan juga. E serius kalian ingin ngasih aku? Aduh, iya serius. Astaga, kalian berdua di sini sangatlah baik sekali. Soalnya biasanya itu aku untuk bisa makan roti aku itu harus bekerja dulu seharian baru mendapatkan satu roti. Oh my God. Jadi gitu ya. Astaga, itu sangatang menyedihkan sekali. Ya udah kalau begitu ini rotinya ambil. Aduh, baiklah kalau begitu. Oke, aku dapat roti satu. Wah, mantap. Nah, akhirnya kamu punya makanan lagi di sini. Aduh, betul banget. Aku punya makanan lagi akhirnya. H sebenarnya di sini. Astaga, kamu mau bener ini. Kamu harus mandi. Astaga betul. Sepertinya kamu harus mandi dan juga harus memakai baju. Oh, tenang aja. Di sini kita punya baju. Ini kayaknya cocok buat kamu. Astaga, serius? Soalnya aku dari kecil dipakainya baju ini terus enggak pernah ganti-ganti sampai bajunya sobek-sobek. Oh my God. Ya udah kalau begitu mending kamu mandi dulu aja. Aduh, baiklah kalau begitu aku bakal mandi dulu, Guys. Tapi kira-kira di mana ya? Di sini ada air. Soalnya ini kan pegunungan. Oh, di sana ada air. Tapi itu kira-kira jauh atau tidak ya? Bentar, kita bakal cari dulu sumber air yang ada di sini yang tidak jauh biar aku bisa mandi. Hah, akhirnya di sini aku menemukan air juga. Oke, saatnya aku mandi membersihkan badan. Soalnya badan aku bau banget. Gara-gara tadi aku dilempar telur busuk sama anak itu. Anak yang menyebabkan kekacauan, kebakaran yang sangat besar. Dan akulah yang dituduh. Ayo kita mandi. Kita mandi. Bl. Mandi. Mandi. Mandi. Biar aku bersih. Soalnya aku di sini bakal mendapatkan baju baru. Mandi lagi, mandi lagi. Hah. Sepertinya di sini aku sudah bersih mandinya. Gimana kalau kita kembali lagi bersama orang tadi? E bentar bentar aku lupa aku lupa tidak kenalan dan tidak tahu nama dia siapa. Wah sepertinya aku harus kembali dan aku ingin menanyakan nama mereka dan juga sekalian di sini aku ingin perkenalan diri. Oke. Oke, kita bakal kembali dulu. W teman-teman di sini aku sudah mandi, sudah wangi. Coba kamu cium baunya. Hmm, baunya lumayan enak ini. Baunya udah wangi. Wah, betul banget yang tadi. Oke, sekarang cepat kamu pakai bajunya. Ini dia baju. Oh, baiklah kalau begitu aku bakal memakai baju ini. Aku bakal ganti baju ini, Guys. Soalnya ini bajunya sudah robek-robek dan lama. Waktunya ganti. Bentar, aku ganti dulu, ya. Aduh. Iya, iya. Oke, kita bakal ganti dulu, Guys. Kita gantinya di sini. Oke, kita bakal ganti dulu, Teman-teman, bajunya dengan baju baru ini. Uh, lihat ini. Di sini aku sudah memakai baju. Astaga, ini bajunya sangatlah nyaman sekali. Oke, kita bakal kembali. E, teman-teman, ini bajunya sangat nyaman sekali. Terima kasih ya kalian sudah memberikan aku baju. Tenang aja di sini karena Ciko pandai menjahit. Betul banget. Sama-sama. Oh ya tapi sebelum itu aku di sini tidak mengetahui nama kalian itu siapa. Kira-kira nama kalian siapa? Soalnya di sini nama aku itu adalah Ferry. Wah namaku di sini Kesri, si bocah orange. Kalau ini ya kamu siapa ini? Aduh aku Chiko si bocah ayam. Aku suka sekali dengan ayam. Oh kamu Ciko ya? Perkenalkan ya, aku Feri Kesri dan juga kamu Chiko. Waduh. Iya, akhirnya kita sudah saling tahu nama kita siapa. Wah, betul banget. Oh ya, tapi sebelum itu aku di sini bakal ngasih kamu. Ini dia kasur. Kamu bakal tinggal di sini bersama kita. Wah, serius? Aku tinggal bersama kamu di sini. Aduh, iya betul banget. Yeay. Akhirnya aku di sini mempunyai rumah yang lebih besar. Walaupun rumahnya enggak sebesar-besar amat, tapi ini juga ini cukup udahan. Oke, akhirnya aku bisa tidur bersama kalian di sini. Nah, benar banget tuh. Dan ya ini mohon maaf namanya masih batu. Aduh, betul banget masih batu ini. Gimana kalau sekarang di sini kita bagi tugas? Yang pertama-tama adalah kita itu harus memperluas pertanian. Yang kedua, kita harus berburu dan besoknya kita memperluaskan rumah ini. Oh, boleh banget itu. Oke, gimana kalau sekarang? Langsung aja kita bertani, betul-betul cepat ambil alatnya ada di atas. Wah, baik-baik. Let’s go. Langsung aja kita bertani. Kita bakal langsung aja hancur-hancurkan ini biar mendapatkan biji banyak. Oh, jadi gitu ya. Ah, iya betul banget. Oke, kita hancur-hancurkan. Kita hancurkan. Ini dia rumput-rumput biar di sini aku bisa mendapatkan biji banyak. Biar biji ini bisa ditanam dan menjadi gandum. Biar bisa dibuat untuk roti. Nah, benar banget itu. Tapi di sini astaga, bijinya susah bener ini. Aduh, betul banget bijinya emang susah. Astaga. Betul banget. Aku enggak bisa bertani soalnya. Waduh, tenang saja. Serahkan pada aku. Oke, kita bakal buat seperti ini, Guys. Oke, kita bakal langsung aja tanam di sini. Kita tanam. Kita tanam. Soalnya aku udah cukup lumayan ahli sih, Guys, menanam seperti ini. Oke, kita tanam. Kita tanam. Kita tanam. Kita tanam. Dan iya. Oke, tapi ini masih kurang. Kita bakal buat lagi. Oke, ini dia. Kita bakal buat seperti ini. Dan ya, ini dia. Satu lagi. Dan oke, selesai. Lihat pertaniannya di sini makin panjang dan besar. Astaga banget bennya makin besar aja di sini. Aduh, kalau kayak gini pasti di sini kita mempunyai banyak sekali cadangan makanan. Wah, betul banget. Oke, selanjutnya kita harus ngapain? Selanjutnya kita berburu. Kamu kira-kira bisa berburu apa tidak? Aduh, sayang banget. Di sini aku tidak bisa berburu. Oh my God. Aja di sini aku bakal ajarin kamu berburu nih. Nah, benar banget. Di sini kita jago berburu. Waduh, baiklah kalau begitu. Jadi seperti ini Bang Feri caranya kita berburu. Nah itu kan ada pohon tuh di situ. Wah betul banget. Nah kita panah nih. Nanti siap-siap kita berburu dan kita coba panah piw. Astaga parah benar salah woi. Dasar kamu punya orang sialan sakit. Aduh parah benar kalian malah bercanda di sini. Waduh bentarbentar aku bakal buang ini dulu. Tadi caranya gimana ya? Hmm. Ini panahnya di mana itu? Ambil aja di atas. Oh di atas. Kita bakal ambil dulu panahnya di mana? Oh, ini ternyata gimana tadi? Bentar, bentar. Aku bakal panah dulu. Apakah seperti ini? E, bentar, bentar. Aduh, salah. Itu panahnya kurang keras. Astaga. Jadi itu kurang keras ya. Aduh, iya betul banget. Kamu harus menarik anak panah itu dengan maksimal dan seluruh tenagamu. Ini caranya seperti ini. Kita lihat. Oh, jadi seperti itu. Oke, aku harus menarik dengan maksimal seluruh tenaga dan kita bakal tembak. Wah, itu gimana? Oh, itu dia. Itu sempurna. Jadi seperti itu berburunya. Kamu tinggal tembak kepada hewan-hewan aja yang bisa dimakan seperti sapi, ayam, domba, dan lain-lain. Oh, jadi gitu. Nah, benar banget tuh. Ya, gimana? Udah bisa belum? Wah, sepertinya di sini aku sudah bisa ini. Boleh dicoba? Aduh, betul banget. Ayo, let’s go. Sekarang kita berburu. Oke, ini dia guys. Di sini aku dan juga Chiko bakal berburu, Guys. Oke, untuk mendapatkan makanan biar nanti malam aku bisa makan. Tapi guys di sini sebelum aku lanjut alangkah baiknya kalian klik tombol like dan juga subscribe dulu ya guys ya. Bantu aku guys agar di sini kita itu bisa mendapatkan hasil buruan yang banyak guys. Nah benar banget tuh tombol like dan subscribe yang banyak. Wah benar banget guys. Duluan kalian klik tombol like dan juga subscribe sekarang juga ya guys ya. Huh lihat ini Ferik di sini banyak sekali. Ayo kita langsung aja panah-panah kita buru. Wah betul banget banyak sekali di sini. Oke kita panah. Yeay dapat. Aku dapat daging. Aduh. Astaga. Parah. Benar. Aku lagi mana? Malah di depanku. Kamu yang parah. Orang di depannya malah dipanah. Astaga. Das itu dasa makai istri itu suka jahil. Kita panah aja. Gokil. Gokil. Oke aku makan dulu di sini. Aku lapar. Oke ini dagingnya aku makan juga aja. Aku lapar banget soalnya. Huhu. Oke kita bakal panah lagi. Kita berburu daging yang banyak. Kita panah-panah. Astaga, ini kenapa gak bisa dipanah? Oke, bisa. Mantap. Kita bakal langsung aja berburu sapi. Di sana ada banyak sekali sapi. Yey, dapat. Di sini juga. Oke, dapat. Wah, kerja bagus. Ternyata kamu di sini bisa meman Ferry. Aduh, iya betul banget aku bisa berkat kalian ajarin. Wah, bagus. Lihat aku war situ. Waduh, kerenkeren. Oke, ini ada ayam. Aku pengen mana ayam? Rasakan ini ayam. Astaga enggak kena. Oh my God. Ini ayamnya kecil banget. Aku melihat ayam besar tadi. Waduh. Mana? Mana? Waduh. Kayaknya ini ayam besar de itu. Itu bapak ayam besar tuh. Astaga. Enak aja nih aku. Woi. Rasakan ini. Lucu banget. Mereka malah bercanda. Oke. Oke. Kita bakal lihat. Oh, di sini ayamnya banyak. Kita bakal panah. Kenapa enggak terlalu pas? Oke, kita bakal panah lagi. Oke, sudah bisa kita panah lagi di sini. Sepertinya di sini aku sudah mendapatkan banyak sekali daging. Lihat di sini aku dapat daging ayam satu. Lalu di sini aku dapat daging domba dan juga daging sapi. Sepertinya ini sudah cukup. Aku harus kembali kepada Kesri dan juga Chiko. Oke. Oke, kita bakal kembali, Teman-teman. Di sini aku sudah mendapatkan banyak sekali daging. Gimana kalau kita pulang? Wah, boleh banget tuh. Kita bakal pulang di sini. Ayo, ayo, let’s go juga. Nih, bentar lagi udah malam, lihat udah sore. Astaga. Betul. Yaudah kalau begitu ayo kita pulang ke rumah. Let’s go. Let’s go. Sebelum malam hari. Astaga, akhirnya sampai juga. Wah, betul banget. Lihat, udah malam beneran kan? Wah, betul-betul. Nah, sekarang ayo kita panggang dagingnya. Wah, let’s go, let’s go. Kita panggang. Astaga, Teman-teman, ternyata asik sekali ya kalau di dunia ini itu kita bisa mempunyai teman yang baik seperti Kesri dan juga Chiko. Soalnya biasanya itu kan aku cuma sendiri doang kalau malam tidur dan kedinginan. Oke, kita bakal lihat ini makanannya sudah matang atau belum. Ah tunggu bentar ini bentar lagi mata aku jadi pengin ayam bakar deh di sini. Waduh ayam bakar apaan tuh Kri. Astaga enak aja kamu. Dasar ini rasakan-rasakan. Astaga udah kamu jangan kayak gitu sama Chiko. Parah bener kamu. Waduh ngerjain Chico itu enak bener bangeri. Aduh udah udah. Oke. Di sini aku bakal bakar ayam. Nah ini dia. Kita bakal bakar ayamnya soalnya di sini aku sudah lapar banget guys. Habis itu kita bakal tidur ya. Habis ini betul banget. Dan besok kita harus mengumpulkan kayu yang sangat banyak untuk kita buat untuk memperluas rumah ini. Kita bakal membuat rumah yang sangat besar. Oh, jadi gitu. Kalau gitu aku mati duluan. M. Astaga. Ya udah kalau begitu aku bakal nunggu sampai makanan ini matang dulu soalnya aku lapar banget. Kita bakal tunggu dulu. Entah kenapa ini seatah lama sekali. Oh ini dia sudah matang. Yeay. Saatnya makan. Nyam nyam nyam nyam nyam. Astaga ini enak sekali banget. Cot ini dagingnya. Langsung aja dimasak semuanya. Ah, betulbetul. Nah, sekarang let’s go kita tidur dah malam. Ah, baiklah kalau begitu di sini kita bakal tidur, Guys. Oke, selamat malam semuanya. Mi m. [Musik] Oke, Teman-teman, akhirnya di sini kita sudah bangun. Wah, betul banget. Sudah bangun kita. Ayo sekarang kita menebang pohon untuk membuat rumahnya seat besar. Oh, let’s go. Let’s go. Oke, di sini aku bakal menebang pohon. Oke, kita tebang pohon yang jauh aja ya di sini. Nah, ini dia. Kita tebang-tebang pohon. Tebang semuanya. Kita bakal kumpulkan kayu yang sangat banyak sekali. Kita tebang semuanya. Kita tebang pohon untuk buat rumah. Rumah cari kayu. Aku bosan rumah batu. Waduh, betul banget. Aku juga bosan rumah batu. Kita bakal membuat rumah kayu yang sangat bagus sekali. Oh, Ferix. Sepertinya di sini aku sama Kesri sudah mendapatkan kayu yang sangat banyak. Kita pulang dulu ya untuk membuat pondasinya. Nah, benar banget. Di sini aku bakal pulang dulu. Aduh, baiklah teman-teman aku bakal carikan kayu yang banyak. Aduh, iya tolong ya cari ken kayu yang banyak. Aduh, baik-baik. Oke, oke, kita bakalan langsung aja cari kayu yang banyak soalnya kesri sama Chiko dia sudah kembali ke tempat untuk membuat pondasi rumah yang kokoh dan besar. Oke, kita bakal langsung aja tebang-tebang lagi kayunya di sini. Kita tebang semuanya. Wah, coba lihat ini di sini kita menemukan markas. Pasti ini adalah markas bocil-bocil itu. Wah, betul banget. Pasti ini adalah markas bocil-bocil itu. Gimana kalau sekarang langsung aja kita cari bocilnya di mana dan kita tangkap, kita penjarakan saja. Wah, betul banget itu. Let’s go. Let’s go. Langsung aja kita cari. Aduh. Ayo, Kesri. Kita langsung aja buat di sini. E, bentar, bentar, bentar. Itu siapa, Kesri? Aduh, itu sepertinya para warga. E, e, kita harus lari enggak sih di sini? Masa enggak betul banget kita harus lari. Woi, kamu bocil kamu enggak usah lari. Sini kamu. Ayo kita kejar dan kita tangkap. Ah, tidak. Di sini aku ketangkap juga. Kita bakal dipenjara kalau kayak gini. Ciko, astaga, betul banget. Siapapun itu, tolong aku. Tolong. Wah, Bang Erik tolong kita di sini dicuri. Wei, kamu dasar diam-diam. Kamu enggak boleh berisik. Ayo, cepat. Kamu harus ikut aku di penjara. Aduh, tidak tebang-tebang pohon yang banyak. Bentar, bentar, bentar. Tadi itu aku mendengar ada suara teriakan. Sepertinya itu adalah teriakanri dan juga Chiko. Astaga, apa yang terjadi? Aku harus pulang sekarang. Oke, kita bakal lihat apa yang terjadi. Kesri, Chico, kamu di mana? Astaga, apa-apaan ini? Tadi perasaan dia itu ingin membangun rumah di sini. Membangun pondasi, tapi entah kenapa di sini tidak ada. Astaga, ke mana mereka? Apakah mereka berdua sudah diculik? Oh my God. Aku sekarang harus bergegas ke desa. Let’s go. Aku harus ke desa. Harus menyelamatkan mereka berdua. Pasti mereka berdua telah diculik oleh orang para warga jahat itu. Oke. Oke. Kita harus ke sana sekarang juga secepatnya sebelum nanti terlambat. Tidak. Tolong aku dipenjara. Huhu. Padahal di sini kita tidak salah apa-apa. Aku lepaskan kita di sini. Ya, aku adalah penguasa hutan. Lepaskan kita ini. Wah, rasakan itu. Dasar kamu adalah bocil yang membuat kerusakan di desa kami. Rasakan akibatnya. Sepertinya aku harus menemukan satu bocil lagi. Yaitu bocil yang membuat desa ini kebakaran. Wah, betul banget itu. Let’s go. Langsung aja kita cari sekarang. Wah, benar banget. Ayo, ayo kita cari sekarang juga. Kita harus bergegas. Astaga, coba lihat itu. Itu adalah teman aku, Kesri, dan juga Chiko. Ternyata dia beneran di penjara. Ini semua gara-gara warga jahat itu. Astaga, orang-orang di sini emang jahat banget. Wah, lihat. Itu bukannya bocil tadi ya? Bocil yang menyebabkan kebakaran. Wah, dasar ini dia bocilnya ke sini. Kamu jangan kabur. Rasakan ini. Dasar bocil. Rasakan. Rasakan. Rasakan ini. Wah, akhirnya kamu habis juga sekarang. Langsung aja di sini aku menyelamatkan Kie dan juga Chiko. Woi teman-teman. E bentar bentar aku suelamatkan kita kan di sini. Aduh iya selamatkan aku Pak Peri. Aduh tenang saja aku pasti akan menyelamatkan kamu. Tapi aku bakal cari cara dulu. Oh ternyata di sini ada tuas. Bentar aku buka tuasnya. Aduh cepat-cepat buka. Yeay. Akhirnya aku bisa bebas. Wah. Betul banget teman-teman. Sepertinya markas kita yang di sana itu udah enggak aman. Gimana kalau sekarang kita kabur yang jauh aja dari desa ini? Astaga, betul banget. Ayo kita kabur yang jauh. Aduh, aku takut ketangkap lagi ini. Nah, betul banget. Maka dari itu di sini kita harus kabur juga yang jauh dari sini yang paling jauh banget. Aduh, betul-betul. Ayo, ayo kita kabur sekarang juga dan kita bakal membuat kehidupan baru selanjutnya. Nah, betul banget. Kita akan membuat kehidupan baru ya, Guys ya. di tempat baru juga nanti. Ayo teman-teman kita harus lari terus jangan berhenti. Dan oke guys, jadi itu dia untuk video kali ini. Terima kasih buat kalian ya sudah nonton sampai akhir ya guys ya. Oh ya guys jangan lupa klik tombol like dan juga subscribe dan nantikan video kita selanjutnya. Video yang sangat seru pastinya. Oke, see next video, guys. Bye bye semuanya.

GAK NYANGKA!! INI KISAH TERSEDIH AKU DI MINECRAFT!!

Bantu Ferix dengan cara Subscribe dan Like
https://www.youtube.com/channel/UC0h-iwNnnnUr6PxrkmPtqmA

#Ferix #minecraft #minecraftindonesia

IKUTI JUGA :
▶IG : https://www.instagram.com/fearless_frx?igsh=Y3VsNGx5bnZuZ3Bn
▶Tiktok : https://www.tiktok.com/@ferixxmc?_t=8lK2JkzwgMK&_r=1
▶Email : ferixxmc@gmail.com