ketika amerika di kritik PBB, #konflik #america #unitednations #international #biangkerok #israel

Saat salah satu anggota PBB ingin menyampaikan kebenaran dan ingin menuntut Israel agar diberi hukuman atas kejahatannya di Gaza, Amerika Serikat malah memberikan sanksi terhadap orang ini. Dia adalah Francesca Albanisi, seorang anggota PBB dari Italia. Dalam laporannya, Albanese menuding Israel sengaja menembaki warga sipil yang sedang mengambil makanan serta menuding bahwa Israel memblogade menahan barang logistik masuk ke wilayah Palestina agar warga Palestina mati kelaparan. Bukti itu disampaikan dengan data yang jelas dan akurat. Selain itu, Albanesi meminta kepada Amerika Serikat untuk bertanggung jawab karena mendanai biaya perang Israel. Dengan sebab itulah Albanisi melaporkan ke Dewan HAM PBB di Jenewa. Dalam pernyataannya Albanese ada sekitar 60 perusahaan Amerika yang mendukung genosida rakyat Gaza melalui Israel, salah satunya perusahaan Amazon dan Microsoft. Mengetahui itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Doroth Si mengirim surat resmi ke Sekjen PBB, Antonio Guteres untuk memecat Francesca Albanese. Amerika mengatakan bahwa Albanese anti Smith, pendukung teroris dan penyebar fitnah terhadap sekutu Amerika Serikat. Untungnya PBB menolak tunduk atas tekanan itu. Antonio Guteres menegaskan bahwa dirinya tidak punya wewenang karena posisi Albanes dibentuk dan dilindungi Dewan PBB bukan dari Sekjen PBB. Mendengar hal itu, Amerika keras kepala mencari cara sendiri untuk menghukum Francesca Albanis yaitu dengan memberikan sanksi membekukan semua aset harta Albanis di Amerika. Juga sanksi terhadap keluarga Albanese dilarang masuk ke Amerika Serikat. Mengetahui itu, Francesca Albanesi berkomentar di depan media. Ini bukan tanda kekuasaan. Ini tanda rasa bersalah. Artinya Amerika membongkam kesalahannya di Gaza yang sudah jelas terbukti bersalah. Langkah Amerika ini mendapat kritik dari salah satu komisaris tinggi PBB untuk HAM, Walker TK. Ini tindakan berbahaya yang bisa mengancam independensi pelapor khusus PBB dan menekan kebebasan pelaporan. Amnesti internasional pun berkomentar bahwa Amerika telah melakukan intimidasi terhadap penegakan HAM. Ini harus dihentikan. Terungkap sudah siapa Biang kerok sebenarnya. Bagaimana menurut kalian? Yeah.