Mengejutkan! Ternyata Eggie Sudjana Kabur Cari Perlindungan di George Soros?
Sujana itu satu kata pengecut. Ini case-nya bukan masalah hak asasi manusia di sini. Ini case-nya ini adalah murni masalah hukum pidana. Dia mengatakan saya ada Hitman. Kalau Hitman itu saya tahu namanya itu merek obat nyamuk. Kabur dia ke Inggris. Kita tahu kan Open Society e Foundation ini kan George Soros di belakang itu kita tahu bagaimana tahun 8 siapa yang memulai yang namanya ee krisis moneter itu yang dari Thailand bergulir seky bola salju sampai Indonesia I iya iya ya siapa pemainnya yaitu George Soros karena salah satu temannya Pak Jokowi inform ke saya saya ee intens juga berdiskusi dengan dia. I itu mengukan saya teman angkatannya Pak Jokowi. Pak Jokowi yang juga diperiksa dia sudah tiga kali diperiksa di Polda. Pertanyaan saya melaporkan ke Polda DG apakah ini buying time? [Musik] Pemirsa, semakin seru 12 nama calon tersangka tapi sudah ada yang mulai kabur, sudah ada mulai protes bahwa namanya dibawa-bawa inisialnya AS. Tapi ada juga yang lain tambahan calon tersangka yang tiba-tiba muncul. Ada yang mengaku jurnalis, ada juga yang mengaku apalah konten kreator yang jurnalis dadakan. Ya, kita enggak tahu ya apakah benar apa harus diuji juga di dewan pers. Tapi yang menarik ini ada yang kabur ke luar negeri nih. Kita kabur tanda kutip ya bahwa di tengah namanya masuk dalam list ya atau daftar calon tersangka yang harus mengikuti proses penyidikan. Beliau harus angkat kaki menghindar. Ya, kita tahu TRK Record sebelumnya pernah bilang sakit ya. Padahal beliau yang memulai mengenai isu ijazah ini. Nah, malam ini kita akan membahas seperti kemarin janji kemarin ya e setelah acara raket bersuara hari ini saya genap satu minggu dengan waketum Jokowi Mania abang Andi Aswan. Selamat malam abangku. Malam Adinda Dirjan. Irjan sehat ya? Sehat selalu abangku. Sehat. Abang ini bagaimana nih? Ada yang mulai angkat kaki terus di luar negeri nge-vlog gitu, memberi kabar ke Indonesia ini lapor diri ke amnesti gitu. Sepertinya lapor diri atau mencari perlindungan ini si saya buat Igi Sujana itu satu kata pengecut. Oke. Kalau Inggrisnya chicken lah ya. Karena apa? Saya bilang awal ijazah ini pelaporannya itu yang dikatakan di Dumas itu kan oleh Egi Sujana. Iya. Sebagai koordinator TPUA. I ya. Ketika ini masuk proses dalam penyidikan itu, dia kabur ke Malaysia dan alasan sakit. Iya. Iya. Ya. Iya. Dipanggil Bapak enggak alasannya sakit. Kemudian kan diproses lagi kan masuk ke dalam gelar perkara. Iya. Iya. Muncul gelar perkara kok enggak ada yang merasa mereka tidak diundang dan tidak katakanlah tidak dilibatkan gitu loh. Iya. Ini artinya apa? Ya, mereka melempar batu sembunyi tangan gitu loh. Tidak bertanggung jawab atas yang dia ciptakan sendiri. Ah, ya kan ini yang membuat kegaduhan kan awalnya di situ. Iya. Iya, iya. Kemudian yang berkembang gayung bersambut. Iya. Ada seseorang yang pengin merasa dirinya pakar ya ingin mencoba nih mengkorek-korek. Akhirnya saya tahu juga ternyata sejak 2020 he Roy Suryo ini sudah melakukan ee suatu apa ya hipotesa. Hipotesa ya dengan ya memancinglah publik di tweetnya dia itu persis isinya tuh hampir sama apa yang sekarang lagi dibongkar oleh dia gitu loh. Ada ada yang namanya skripsi, ada yang namanya ijazahnya. ada namanya buku tahunan apa artinya apa ini mainreanya sih sebenarnya sudah ada dia ini ingin melakukan sesuatu apa ya melanggar hukum intinya kan seperti itu. 20 24 Februari. Ketika saya tanya ya kapan sih Mas Rroy ini meneliti ijazah pojok ini? Iya. Dia bilang bulan April 2025 ketika melihat postingan dari Dian Sandi. Diandi ya dia melakukan itu ternyata kan menurut saya kan bohong dan dia berusaha mau menjerat Dian Sandi kan dan dia berusaha mengkambing hitamkan Dian Sandi sebagai yang pertama mengupload kan bukan dia yang mengupload pertama justru adalah Roy Suorio. Makanya di konten sebelumnya saya bilang abang juga mengatakan Rur mati langkah. Mati langkah ya kan ini kan enggak benar kayak gitu. Makanya saya bilang ada agenda besar. Benar Pak Joke bilang iya saya juga mengatakan itu 2 bulan yang lalu agenda besar besar. Nah kita tanya Bang soal agenda besar ini kan kita masih berhubungan dengan Pak I Sujana ini ee beliau e menurut Abang apakah beliau mencari perlindunganah? Karena kita lihat bahwa di Amnesti ini ada keterhubungan dengan Open Society Foundation yang di mana di balik itu kan ada Jor Soros. I. Terus kalau kita kaitkan lagi dengan apa yang dikatakan oleh dr sebelumnya bahwa terima kasih kepada orang-orang yang memfasilitasi. Beliau katakan itu saat podcast di Bang R Harun dan semakin menguatkan indikasi bahwa ada orang-orang yang membaking itu. Apakah Jor Soros atau ada orang-orang memfasilitasi. Nah, kedekatan ee mereka dengan Amnesti ini seperti apa yang Abang lihat gitu? Iya memang sih itu haknya dia ya dia mak ini. Tapi kan kita bisa melihat keindonesiaannya mereka gitu. Oke. Oke. Mereka cinta enggak dengan Indonesia? Ya kan? Ini case-nya bukan masalah hak asasi manusia di sini. Ini case-nya ini adalah murni masalah hukum pidana. Siapa sih yang dikriminalisasi? Oke. Oke. Yang dikriminalisasi itu adalah Pak Jokowi. Bayangkan dihina-hina kok. Iya kan enggak beradab mereka ini sebetulnya. Iya. Ya. Tapi dia bisa membalikkan bahwa dia yang dikriminalisasi. He omongan itu sumpah ser apa loh. Iya. Tidak sesuai kalau dia mereka mengatakan bahwa saya ini seorang intelektual, seorang researcher ya yang meneliti di balik ya dari di balik kata penelitian itu. Tapi kan ujungnya itu isinya semuanya fitnah gitu loh. I iya. Coba misalnya Egis Sujana. Iya. Dia mengatakan saya ada Hitman. Kalau hitman itu saya tahu namanya itu merek obat nyamuk. gitu loh. Itu yang saya tahu ya kan. Oke. Datang ke Baresen pakai kursi roda. Iya. Iya. Waduh. Flying victim dilakukan. Iya. Iya. Ngomong berkar-keluar, berbusa-busa tanpa makna. Artinya busuk. Memang begitu artinya. Tapi coba kita setelah itu kabur dia ke mana? Ke Inggris, ke UK, ke London. Melaporkan. dia bikinlah satu podcast atau live gitu kan saya melaporkan kepada Amnes Internasional. Heeh. Ya, silakan saja dia melaporkan kepada itu. Tapi hadapilah persoalan hukum ya yang di mana akan diminta keterangan Pak Egi Sujana ini sebagai pihak yang dilaporkan, pihak terlapor gitu loh. Ada pilah dengan jantan gitu loh. Jangan berkeluar-keluar begitu gitu loh. sebelumnya kan Abang waktu di Polda ya sebelumnya itu waktu itu jadi beliau ee menggunakan kursi roda saat itu ee beliau dengan jelas ya mengatakan waktu itu bahwa tidak ingin terlibat lagi terlibat langsung lagi dengan TPUA di mana beliau sendiri adalah mereka adan dari Dumas dan beliau juga adalah koordinator dari TPU dan ingin melepaskan diri daripada itu. Itulah saya bilang ini orang pengecut i kan kalau enggak salah dia kasih ke Alkatiri ya. Iya. Pengacaranya pengacara yang pengacaranya Tifa enggak salah sudah melangkahi lebih dahulu e Polri ya polisi baca nama 12 tersangka ini. Iya. Artinya begini dia gon kosir roda enggak tahunya di UK lari-lari ya ya. Oh iya benar jalan seperti orang sehat gimana? Iya iya. Di Malaysia. Di Malaysia katanya di Asaki terbaring. He. Kita lihat iya apa yang dia lakukan di sana. Ini kan plan viktim yang dilakukan sama seperti Ros ya. Kursi roda juga sama. Nah, samalah dulu kursi roda dulu pakai penopang ini kan dia bilang sakit begini-gini. Jangan-jangan mereka ini pasukan kursi roda juga itu dapat mungkin dapat advice dari Sury dari Roy Suryo. Bang kalau menghadapi pakai ini Bang ya itulah. Tapi biar bagaimanapun ya kebenaran itu akan terungkap gitu satu persatu gitu. Iya iya satu persatu akan terungkap. Heeh. Karena ada apa ini? Ini kan skenario kan pasti ada pihak luar. Betul. Ada pihak luar yang terlibat. Iya. Heeh. He. Kalau dikatakan Dinda Irjan OSF itu kalau kita tahu kan Open Society Foundation ini kan George Soros di belakang itu kita tahu bagaimana tahun 8 siapa yang memulai yang namanya ee krisis moneter itu yang dari Thailand bergulir sekay bola salju sampai Indonesia i i ya siapa pemainnya yaitu George Soros oke ya kan apakah ini akan ditarik kembali gitu loh ya ingin menjatuhkan pemerintahan Prabowo dan Gibran ini. Iya kan yang sudah kita on the track dalam kita membangun negara ini ke depan. Bisa saja itu jika dilakukan lagi oleh mereka. Berarti keterkaitan agenda politik ini. Agenda politik ini enggak jauh-jauh dari ini yang dilakukan oleh Pak Egi ini ya. Ya, mungkin kelihatan soft tapi dampaknya tuh sangat strong gitu ya. Dia mencoba selling our country gitu, ingin menjual negara kita gitu. Seperti kayak gitulah mereka itu ya. Tapi yang jelas ya kita ini bangsa Indonesia ini sudah biasa diterpa oleh badai dan sebagainya ya kan. Kita ini biasa ee berjuang apa ibaratnya sebuah perahu di tengah badai diombang-ambing tapi kita tetap berlayar sampai ke tujuan kan gitu. Artinya apapun yang kau akan lakukan kita akan hadapi bersama di bawah bendera merah putih, di bawah kepak ee bur apa sayap burung garuda dengan dibawahnya bineka tunggal ika itulah kekuatan dari bangsa Indonesia. Jangan main-main dengan bangsa Indonesia. Nah, Abang, ketika kita melihat dari 12 nama tersangka ini setelah Egi Sujiana bahkan ee ada lagi Pak Abraham Samad yang sedikit e memberi klarifikasi bahkan ketika namanya dicatut di dalam itu beliau merasa terganggu bahwa kok namanya dibawah-bawah gitu. Menurut Abang gimana ini? Bang Abraham Samad ini kan mantan ketua KPK setidak-tidaknya dia apalagi dia doktornya bidang hukum. Ya, ya, ya. Dia bisa menafsirkan sendirilah di mana sih kesalahannya gitu loh. He he. Ya kan bisa menafsirkan sendiri. Ini banyak rata-rata ini kan kayak G Sujana juga orang hukum kan bisa mengertikan sendiri gitu loh apa yang telah dilakukan oleh kepolisian Republik Indonesia ini sesuai dengan pasal 184 KUHP yang di mana dikatakan ada dua alat bukti yang cukup menunjuk tindak pidana gitu loh. Iya. Iya. Benar. Sebagai contoh apa ya? Kan ada kesaksian dari teman-temannya Pak Jokowi yang selama berkuliah di sana ada foto-foto kegiatan-kegiatan Pak Jokowi, ada ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas Gajah Mada ya kan ada bukti-bukti ya dokumen-dokumen yang mendukung perkuliahan Pak Jokowi di sana. Iya. Ya. Ya, mungkin aja kali ada satu yang ditunggu-tunggu mereka itu karcis bis-nya Pak Jokiah gitu. Karcis Bis. Iya. Karena semua data itu sudah komplit. Ada 20 bundel menuk waktu di Bares Krim itu. Itu diperiksa semua satu persatu. Itu dokumen asli gitu loh. He ya. Kan selama ini kan kalau di podcastnya Rly Harut. Iya. ini ni kita kita bilang Abraham Samad. Yang jelas Abraham Sammad itu pasti mengetahui apa sih dia punya yang menjadi permasalahan dia sehingga dia dilibatkan dalam status iya ee statusnya sebagai calon tersangka seperti itu. Karena ini kan sudah penyidikan ya, sudah mau projustisi ya gitu. Benar ya tinggal ya bagaimana beli e Pak Abraham Samad bisa meyakinkan penyidik bahwa dia tidak bersalah. Kan Pak Abraham Samad kan enggak jauh-jauh juga dengan Pak Refli kan tadi bahwa ee menyangkut dengan surat dari mantan direktur UGM ini Pak Sofian Effendi mereka bahkan nekad untuk menganalisis ela surat itu di dalam live. Tapi apa yang kira-kira kok sampai begitu niatnya mereka ya? Sampai surat seorang ee surat asli dari Pak Sofyan Effendi yang sudah melarifikasi mereka harus bisa mengatakan palsu di muka publik ini nih. Ya itulah apalagi saya kenal dan Refli Harun beberapa saat kita jadi apa namanya? Heeh. Ee perdapat perdebatan-pendapatan di stasiun TV. Iya. Iya. itu memang tipenya beliau itu adalah tipe yang tidak suka dengan pemerintah kita gitu. Oke. Pemerintah yang sekarang maupun yang kemarin. Hm. Ya. Memposisikan ya sebagai kritik quote unquot gitu ya. He. Tapi kan ya kok enggak pintar juga gitu loh. Iya. Mestinya kan beliau ini juga harus pintar-pintar juga. Mana sih yang he yang hoax itu. Iya ya. Enggak usahlah demi konten ya. Yo bisa membuat live streaming mengundang anak kecil yang katanya jago di bidang ela yang dan mengatakan 99% buah palsu kemudian diralat oleh dia. Ternyata itu asli. Ya sama aja lu makan pecelele ya e pecelennya dua e dibayarnya satu. Oh jangan itu seperti parusur ya. Enggak bayar semua makanan waktu. Iya makanya saya bilang saya enggak kenal. Yang saya kenal tuh lele. Iya. Mac lele gitu. Tapi kan kita belum mengetahu persis ya siapa sih topi miring. Ee topi miring ya kalau enggak salah ya. Ya. Topi merah katanya. Oh topi merah ya. Ah itu kan kita enggak tahu seperti apa yang tiba-tiba dilibatkan di dalam tim itu. Bisa-bisa calon tersangka juga. Ada dua bahkan terjadi dua penarikan yang bersama. Penarikan perkataan dari Pak Sofyan terjadi juga penarikan perkataan dari si topi merah ini. Kalau saya melihat begini Pak Sofan kan 2000 berapa dia? tahun 2000 sampai ee 2 sampai 2007. 2 2002 sampai 2007. Iya. I ya itu selesaikan. Iya. Nih kalau kita lihat ini kan 8085 berapa jaraknya itu? I coba berapa tahun iya kan? Iya benar benar. Artinya apa? Apakah dia terlibat langsung di situ? Kan enggak apakah dia bisa melihat dari itu? Kan enggak juga. Kalau Pak Ibu Ova dia jelas mempunyai akses langsung. He gitu. Ibu Rektor ini akses langsung dia bisa melihat, dia bisa mengecek di Fakultas Kehutanan seperti apa, ya kan. Dan kalau kita lihat ya apa yang terjadi di UGM ini ya ini analisa saya memang terjadi kayaknya seperti ada kubu-kubuan, kan begitu. Ada pro kontra di sana. Kalau saya melihat Pak Sofyan itu mencabut Heeh. Apa dia punya ini kan saya bilang ini seperti settingan dia dipaksa untuk berbicara yang dia tidak sadari bahwa itu disiarkan. Oke. I kan. Heeh. Kalau tetap bertahan Pak Sofyan ini bisa masuk turut serta. Iya iya iya iya iya kan benar bisa masuk bisa masuk karena menyebarkan hox karena menyebarkan itu gitu loh. Iya iya. Nah, untungnya beliau itu sadar gitu bahwasanya saya ini saya dapat informasi beberapa guru besar dan sebagainya itu takun coro ya ya ke minggu lalu ya katanya itu diperlihatkan tuh dokumen-dokumennya Pak Jokowi Jokowi ya banyak guru besar yang yang mungkin merasa ragu atau apa di di Heeh di apa dibuka tuh karena salah satu temannya Pak Jokowi ee oke informasi inform ke saya saya ee intens juga berdiskusi dengan dia. itu menginfokan saya teman angkatannya Pak Jokowi. Angkatannya Pak Jokowi yang juga diperiksa dia sudah tiga kali diperiksa di Polda. He. Gitu loh. Jadi ee sebelumnya juga kan dikatakan oleh Pak Profesor Pak Kuncoro juga ya guru besar UGM juga yang menyatakan ijazah Pak Jokowi ini asli. Tapi melihat dengan penarikan perkataan oleh Pak Profesor Sofyan Effendi ini, apakah benar memang isu yang beredar memang ada tekanan atau pressure dari Jokowi eh Lovers dan sebagainya itu gimana, Bang? Apa? Jadi begini, makanya saya bilang beliau tuh kembali ke hidayah gitu. Jadi hidayah artinya dia tahu ini ada konsekuensi hukum. Iya. Iya. I kalau dia ini menuruti kemauan dari mereka-mereka itu si Rismen CS itu. Oke. Akhirnya dia menyadari konsekuensi hukum itu. Heeh. He ya kan? Karena itu disiarkan semua dan akhirnya geger gitu kan dia kan dan beliau bicara lepas aja bicara lepas aja dia pikir kan santai-santai aja kan apalagi itu ada ada penggiringan itu penggiringan ada pemaksaan dari Parismon ini. Nah terbaru sekarang kan mereka melaporkan Pak Jokowi ya lagi di pencamaran nama baik di ee Polda DI ya. Nah ini ini lagi yang di yang yang dilaporkan itu apa legal sting mereka tuh abang gitu ijazah eh ijazah sori apa skripsi. Skripsi ya? Iya seksual skripsi. Iya, Jokowi yang di tahun 2017 dikatakan dikait-kaitkan itu ya dikait-kaitkan Pak I kan pakasuj lah dan sebagainya. Kalau kita si udahlah Pak Kasmjo itu waktu kamu kunjungi itu pasti juga tertekan dengan gaya kamu seperti itu Rismon ya. Ini orang Jawa Solo ya yang dalam k tua renta kamu datangi hanya di balik pintu bicara itu. Itu kan dibuktikan juga apakah beliau ini merasa tertekan atau bicara untuk menghindari apa memupus biar tidak lama ketemu kamu kan bisa saja itu terjadi seperti itu. Yang penting itu nanti akan dibuktikan di pengadilan. He pertanyaan saya melaporkan ke Polda DG apakah ini buying time? Heeh. Heeh. He kan. Iya. Jadi ada suatu problem dia buat lagi problem gitu loh. Nanti lagi dibuat lagi problem di lagi laporanlaporan laporan dan sebagainya kan seperti itu. Jadi enggak selesai-selesai. Tapi tanpa ada legal standing-nya itu sebenarnya enggak ada legal standingnya apa dia mau legal standingnya. Apa gunanya mereka untuk melakukan itu gampang dipatahkan oleh UGM. Orang UGM yang ini kok institusinya kok. Bahkan mereka pernah ke humas UGM diusir ya, Bang? Lah iyalah ngapain gitu loh. Mungkin Degal Standy yang tak terlihat itu dari perkataan Paros Suryo ya, Bang dan Rismon bahwa kami atas nama UGM. Apakah benar seperti itu yang terlihat bahwa keterwakilan atau representatif mereka atas nama UGM gitu? Inilah dia selalu berlindung dengan satu He dan ee Mas apa? Keterbukaan informasi publik. Iya. Oke. Kip. Undang-undang Kip. Kip itu kan undang KIP satu. Kedua, bahwa dia merasa adalah orang paling hebat di UGM. Oke. Ya kan begitu kan. Iya. Iya. Iya. Ketiga ini dia minta artinya dia merasa berlindung dari penelitian ilmiah yang dia lakukan. Iya. Dalil penelitian ya. Dalil penelitian itu yang dilakukan dan merasa bahwa mereka ini bukan dalam satu kelompok ataupun yang di bantu secara finansial oleh pihak ketiga misalnya kan begitu. J bicara kan begitu terus. Iya ya. Dan yang lucunya ini sistem yang dilakukan dia menuduh dulu baru mencari bukti. Udah gitu menuduh dulu baru mencari bukti. Kemudian suruh kita yang membuktikan. Iya. Kebalik-balik dunia ini gitu loh. Konstruksi hukumnya. Bilangnya mereka paham hukum, Bang. Ya terserah whatever lah. Tapi malah konstruksinya terbalik ini kan. Iya konstruksinya jadi terbalik. Bingung juga kita melihatnya. Memang kita dibuat bingung gitu loh. Benar. kita dibuat bingung oleh tindakan mereka. Hektik di lapangan cari bukti. Hektik di lapangan cari bukti. Terus dari situ kan saya bilang setiap dilakukan pasti ada press conference. Iya. Iya. Karena itulah senjatanya. Heeh. Untuk bisa menggiring opini publik negatif gitu loh. Iya. Iya. Iya. Dan dia kan selalu menyalahkan kita punya bazer. Justru bazer dia yang luar biasa. Iya. Keyboardnya coba lihat. He. Waduh. Luar biasa itu mereka. Iya. Kolam bazarnya mereka kita sudah temukan juga. Ada yang ngelihat juga. Nah, tapi yang dituduh adalah kita. Heeh. Heeh. Kita ini selama di fan gitu loh. Iya. Iya. Ya, tapi kan kita dengan santun kita membahas itu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan apa? Dengan data dan fakta hukum. Dakta dan fakta hukum. Artinya kita secara langsung ya memang menyatakan bahwa kita negara hukum. Jadi kita menghormati hukum dan mempercayai hukum. Ya, sama tidak seperti Bang Egi Sujana yang harus keluar mencari perlindungan hukum secara internasional ataupun mereka Rosio dan Rism sendiri ingin menelanjangi hukum lagi minta gelar perkara berkali-kali. Ini enggak percaya APH nih. Gimana sekarang kamu lu itu siapa gitu? Iya. Saya pertanyaan gampang aja. Kamu itu siapa? Heeh. Polisi itu enggak punya hak sebetulnya kalau kalau dibilang udahlah ngapain gelar perkara. Sebetulnya dengan dari institusi-institusi yang mengeluarkan ijazah itu mengatakan itu asli sudah cukup sebetulnya. Heeh. Heeh. Iya. Iya. Iya. Cukup sebetulnya. Tapi ya untuk memuaskan mereka itu Heeh. Diceklah di lapor. Iya. Iya. Yang dicek lapor itu apa? Ijazah asli yang dipinjamkan oleh Pak Jokowi. Kok iya kok dia bilang mengatakan tidak ada ijazah asli yang dicek. Itu hanya fotokopi. Heeh. Dalil dari mana itu? Iya. Begitu mereka punya dalilnya kan ke mana-mana kan bawa salinan semua mereka tu. Oh iya kan bawa salitu mereka bahkan meminta ini ya Bang meminta pihak kepolisian untuk menyita ijazah Pak Jokowi. Saya akan tertawa. Aduh saya bilang kamu itu siapa gitu loh. Dia selalu mengatakan equality before the law dan sebaga ya. Iya. He kan seperti itu. Tapi kamu pengin diistimewakan malah iya menanyakan itu kamu pengin diistimewakan. Nah coba tadi saya masalah berdebat mengenai pemeriksaan di Surakarta. Iya. Iya. Pasal 113 KUHP itu dimungkinkan orang itu untuk diperiksa di daerah asalnya. Oke. Dengan syarat-syarat kan begitu ya. Salah satunya ya kalau di beliau sakit dengan ada surat keterangan dari dokternya gitu, boleh tidak boleh meninggalkan tempat misalnya. Iya iya. Heeh. He hukumnya jangan dipersulit gitu loh. Iya iya kan sudah ada semua di KU HP itu. Oke. Mereka kan protes bilang, “Oh, Pak Jokowi enggak bisa hadir karena ini karena alasan sakit mereka banding-bandingkan yang lain.” Iya. Coba gampang aja kalau menurut saya ya. Waktu proses penyelidikan dimintai keterangan ya. Iya. Masih penyelidikan nih. Heeh. Heeh. Dia kan sudah ngatakan 11 triliun saya akan hadir. Iya. Katanya belok tuh. Oh i iya. Enggak hadir di pemakzulan dia. Ada pemakzulan. Benar. Ah belok tuh ada pemakzulan. Kemudian ini yang jelas-jelas sakit lu sudah tahu sendiri itu sakit. Iya. Iya. Hah? tiba-tiba dibilang bahwa dia mangkir. Mangkir buktinya ada pasal yang mendukung. Iya. Boleh diperiksa di di daerah asal. Iya. Seharusnya kalau waktu itu dia hadir dia bisa memberikan banyak informasi kan. Justru karena tidak ada itu langsung naik penyidikan. Sekarang kan dia langsung penyidikan. Langsungnya penyidikan. Nah sekarang ya oke tinggal saja nanti kalau dipanggil sebagai saksi terlapor itu bisa meyakinkan penyidik. Oke. Dengan bukti-bukti yang kamu pegang kan. Dia mengatakan, “Saya punya ijazah dari angkatannya Pak Jokowi yang diberikan saya itu asli menurutnya.” I tinggal itu aja. ya kan dibuktikanlah itu seperti apa
Mengejutkan! Ternyata Eggie Sudjana Kabur Cari Perlindungan di George Soros?
#eggiesudjana #andiazwan #ijazahjokowi #georgesoros #amnestyinternational
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCTzdePHDV5DDefPUnuWOFjQ/join
Mosato TV – Lebih dari sekadar berita
================================
Subscribe my channel : https://www.youtube.com/@MosatoTV