Yuta Buat Kolam Renang muncul Raksasa Zombie dari dalam Pasir dan Air ๐ฑ | Dunia Hara Warna Warni
Halo teman-teman semuanya. Welcome back to Dunia Hara. Hari ini kita mau main game Sakura ya. Oh, panas sekali hari ini. Segarnya segar-segar. Eh, berenang-benang. Kakak Uta ingat enggak kita mau berenang? Ayo berenang. Berenang. Kita mau berenang sama-sama. Kakak Uta udah siap belum ya? Kak Uta, Kakak Mio. Wah, Baby celing, Baby Hara, Atom dan Atom sudah datang. Eh, Kakak Uta mana? Kak Yuta dia di dalam kamar mandi. Eh, ngapain kok di kamar mandi? Kakak, Kakak semuanya sudah pada datang, Kak. Ayo, Kak. Buruan Kak, keluar, Kak Yuta. Kakak, ya ampun, Kak Yuta lama sekali sih. Oh, I ya, ya. Miu aku datang. Mereka sudah datang ya. Iya, Kak. Lagian Kakak kenapa malah mandi? Enggak, Miu. Aku cuman siram-siram badan aja soalnya panas sekali kan. sambil tunggu mereka datang. Nah, sekarang kalian semua sudah siap kan? Ayo kita berangkat, kita mau berenang. Kakak Mio dengar tempat kolam renang sekolah tutup loh, Kak. Hah, tempat kolam renang sekolah tutup. Ya udah deh kalau gitu kita ke pantai aja deh. Oke, let’s go. Ayo kita ke pantai. Lagian mobil kita kan enggak muat kan. Nah, aku sudah siapkan nih pickup sesuai dengan warna baju kita. Miu. Wow, asik. Warna purple seperti warna Kuromi. Mio kan suka Kuromi juga. Bukannya yang suka Kuromi itu adalah baby challin? Oh iya ya. Neo sukanya Cinamoro juga. Wah dasar cewek-cewek sukanya San Ro. Wow sampai. Yeay. Hah. Kak Yuta pakai jalan pintas. Yang penting kan sampai. Miu. Sekarang saatnya kita berenang. Yuhu. Wow. Aku suka sekali air laut dari dekat. Rasanya menyegarkan sekali. Cebur cbur. Yeay. Eh, tunggu dulu. Kayaknya ada yang aneh, Mio. Apa ya, Kak? Oh, aneh. Baunya aneh dan juga kayaknya agak lengket-lengkit. Kok airnya kayak gini ya? Wah, iya juga, Kak. Airnya kok kayak lengket-lengket? Sepertinya enggak enak mandinya. Oh, air pantainya aneh, Mio. Ah, padahal aku pengin sekali segar-segeran. Tapi ini kayak ada bau aneh terus agak lengket dan juga baunya enggak enak. Gimana dong, Mio? Padahal kan sudah ditunggu-tunggu sama Baby Celly dan Baby Hara buat berenang kan, Kak? Iya, kalian tunggu-tunggu saat yang seru buat berenang tapi malah kayak gini airnya. Eh, Kakak Ota, kita tak jadi berenang ya? Gimana dong, Bibi Ara? Eh, Kakak Ota coba lihat itu apa ya? Oh, itu alat berat. Kamu belum pernah lihat ya, Baby Celin? Baby Ara. Eh, alat belat. Alatnya belat ya, Kakak Ota. Bukan begitu maksudnya. Itu mah memang namanya alat berat karena bukannya berat. Tapi berat juga sih. Eh, tapi ini untuk apa ya, Kakak Ota? Itu ekavator namanya. Ekavator itu untuk gali-gali tanah. Eh, itu ada yang gambar senyum untuk gali tanah ya. Eh, Kakak Ota kita main ini aja yuk. Kakak Ota main ini. Hah? Kalian mau main ini ya? Kakak Ota ini kita main kayaknya celuh. Tapi ini bukan untuk mainan. Ekavator ini sepertinya orang letakin di sini untuk membangun sesuatu. Hah, masa bangun sesuatu di pantai, Kak? Iya ya. Mau bangun apa ya dia? Wow, ekskavatornya warna kuning dan ini ada ada kuncinya. Sepertinya bisa digerakin. Aku coba deh, Kakak, gimana kalau kita buat kolam renang aja di sini? Wah, mau bikin kolam renang, Mio. Iya, Kak. Wow, ide yang bagus. Kita buat kolam renang kecil yuk di sini. Nanti kan kita bisa tutup lagi pasirnya, kan. Iya, Kak. Lagian di situ kan enggak bisa berenang, jadi kita berenang di sini aja, ya. Wuhu, sudah selesai kolam renang buatan Yuta. Yey. Eh, Kakak Ota kolam renangnya cantik kali ya. Iya dong. Sekaligus kita taruh perosotan nih warna-warni. Eh, cantik cantik. Baby Hal mau coba. Eh, iya Baby Cell juga mau coba. Ayo kita coba naik sama-sama yuk. Di sini ada tangganya loh. Kita bisa naik-naik. Ada empat plocotannya. Kita mau macuk yang mana ya? Tapi kan baju hala biru. Hala maju yang warna biru aja. Luncul luncur. Hh. Luncur. Wow. Baby Ara sudah sampai meluncur tuh. Eh, Baby Cell juga. Yuk sama-sama baby challenge. Ya, kita berenang sama-sama ya. Iya, belenang sama-sama. Wah. Airnya lengket enggak? Enggak, Mio. Soalnya kan sudah tersaring sama tanah-tanah Mio. Yey, kalau gitu Mio mau berjemur dulu ah. Oh, mau berjemur. Iya, Kak. Biar sehat. Soalnya sekarang kan masih pagi. Mio mau kena matahari pagi. No, sekarang giliranku. Masa yang sudah buat tapi tidak coba. Aku juga mau coba. Mana? Mana? Sebelah sini coba. Airnya benar-benar enggak lengket kan? Eh, gak lengket, Kakak Ota. Airnya juga gak bau. Oh, iya gak ada baunya. Wow, gak lengket. Nah, segar ini. Ini seperti mata air di pegunungan. Mata air pegunungan berarti bisa diminum dong. Iya, Mio, bisa diminum. Wah, Kakak gimana kalau kita berjemur matahari pagi, Kak? Katanya sehat untuk kesehatan loh. Aku mau coba sekali seluncur dulu, habis itu aku mau ikut kamu berjemur Mio. Wow. Wow. Aku mau naik dulu. Eh, Atom-atom, ayo ikutan. Iya, Yuta. Ayo ikutan. Wi, cepat buruan. Kita mau pilih nih, mau warna yang mana. Oh, iya. Aku kok lupa buat warnaku ya, yang warna purple. Aku ikut, Duta. Ada warnaku. Warna kuning. I ada warna kuning tapi enggak ada yang warna pink. Kamu mau coba yang warna kuning ini kan, Tam? Iya, Yuta. Nah, Atam yang sebelah sini nih. Aku lempar kamu, Bru. Kamu duduk sini ya. Kita sama-sama ya. Aku coba yang merah aja deh. Nah, aku coba yang sebelah sini. Ayo meluncur sama-sama. Wuhu! Asiknya. Hei Ata buruan. Aku nyangkut. Nyangkut-nyangkut. Oh iya karena pakai ban ya? Iah nyangkut-nyangkut. Biarin aja deh si Atom kalau gitu. Wuhu. Ya aku mau. Aku mau. Atom berenang aja si Atom kita biarkan nyangkut di atas. Loh lo L lo l l lo l lo l l l. Kakak ayo berjemur Kak. Oh iya, aku mau berjemur juga. Tapi aku jemurnya di sebelah sini. Ah, di kursi ini, Mio. Aku di kursi yang warna kuning. Wow, asiknya matahari pagi. Wah, indahnya langit hari ini ya, Mio. Langitnya cerah sekali. Oh, iya kunci ekavatornya udah K letakkan belum ya kuncinya? Eh, eh, Mio, lihat itu. Ada apa, Kak? Di situ kok ada tumpukan-tumpukan pasir di dekat mobil kita loh. Tadi sepertinya gak ada. Masa iya, Kak? Iya, aku enggak ada buat sebelah sana. Eh, iya, Kakak Ota, ada pacil-pacil. Kita main pacil aja yuk sebelah sini. Kamu mau main pasir ini ya? Wow, empuk-empuk. Ih, sepertinya sudah ada orang yang buat pasir di sini. Emangnya kamu ada nampak? Eh, tak nampak. Tak nampak. Mungkin tadi ada yang main kan, Mio. Iya, Kak. Mungkin tadi ada yang main kita enggak nampak. Tapi gimana kalau kita loncat-loncat pasir aja? Yuk, ayo kita loncat-loncat pasir. Eh, Kakak Ota halah yang duluan ya. Loncat-loncat tapi kok gak kayak trampolin tak bisa terbang Kakak eta Ota pacilnya. Iya, soalnya ini kan bukan trampolin beneran. Gak bisa terbang tinggi-tinggi bibiara. Tapi hala mau tinggi-tinggi bisa loncat-loncat. Oh, ada apa ini, Mio? Sepertinya ada batu-batu yang muncul. Wah, iya, Kak. Sepertinya ada batu-batu. Eh, loncat. Eh, kok tinggi loncatnya, Kakak? Hah, kok loncatnya bisa tinggi kali? Kok jadi seperti trampolin? Wah, iya loncatnya kok tinggi ya? Aku juga mau coba. Oh, loncat loncat. Wow, iya bisa loncat tinggi. Mio. Wuhu. Seru seru. Yeay. Kakak kena batu-batunya enggak sakit kakinya, Kak? Oh, kamu jangan sampai langsung kena batunya. Tapi kok kayaknya aku ngerasa batunya itu bergerak, Mio. Hah? Masa iya, Kak? Iya, batunya kayak bergerak. Oh, batunya makin naik. Kakak ini bukan batu. Apa itu? Eh, ini ini patung, Kak. Seperti patung manusia. Oh, patung manusia. Mio bergerak, Mio. Dia dia menatapku. Mereka semua seakan-akan melihatku. Ada apa ini? Oh, langitnya langitnya berubah menjadi mendung. Langitnya jadi gelap sekali, Kak. Eh, jadi warna abu-abu, Kakak Uta bukan warna hitam. Bukan begitu, tapi memang sih warnanya jadi abu-abu. Tapi itu namanya mendung. Eh, ayo kita main loncat-loncat lagi kok Kak Uta. Wah, Baby Hara kenapa malah terus loncat-loncat? Baby Hara, eh loncatloncat. Eh, itu ada yang lihat kita. Kakak Ota siapa ya? Oh, ada yang lihat kita. Iya, tapi Hala tak kenal. Itu bukan dari dunia tempat Hala Titan. Kakak Ota coba lihat. Oh, ada ada Titan. Masa iya? Kakak di belakang. Oh, apa itu? Dia warnanya sama seperti pasir. Jangan-jangan itu adalah monster. Wah, raksasanya besar sekali. Iya ya, ya. Ya. Kenapa bisa ada di sini? Terus patung ini gimana? Aduh, kenapa K malah loncat-loncat terus? Mau lari aja loncat-loncat terus. Wow. Siapa yang sudah mengganggu tidurku? Siapa yang sudah mengaduk-aduk perutku? Wah, ternyata kalian. Ya, ini adalah rumahku. Kalian telah mengganggu tidurku. E apa? Rumah rumahmu. Tapi ini kan kota Sakura, tempat kami bisa main-main. Tidak, ini adalah rumahku. Kalian sudah mengganggu tidurku. Sekarang aku akan menelan kalian semua di dalam badai pasir. Apa? Oh, tidak. Wah, Kakak dia mau makan kita. Oh, Baby Hara, sini sini. Oh, dia hilang. Hah, iya raksasanya hilang. Tapi patung-patungnya semua bergerak, Kak. Iya, patung-patung ini sekarang semuanya berubah menjadi zombie pasir Mio. Ayo, ayo sebelah sini, Kakak. Ayo, cepat buruan kita sembunyi. Mereka enggak mengikuti kita kan, Mio. Tidak, Kak. Tidak. Oh, kita sembunyi di balik ekavator ini aja deh. Waduh. Waduh, Mio. Mereka semua jadi zombie pasir. Gawat sekali. Eh, Kakak Ota, zombie pacir itu apa? Bisa main pacil? Yuk kita main. Bukan, bukan. Gak bisa, gak bisa Baby Ara. Takutnya nanti kalau digigit kita bisa jadi kayak mereka. Woi, Baby Ara kenapa malah ke sana baby? Eh, tapi kita bisa langsung hanculin kan Kakak Ota bisa gak bisa seperti itu. Ayo Bara sini sini. Ya ampun dia malah mendekat. Eh, tak bisa dihancurin ya? Tak bisa itu kan bukan patung. Bukan patung beneran. Eh, Kakak Ota, itu ada laksaca lagi. Itu ada laksaca air. Titan air, Kakak Ota. Oh, Mi Mio. Wah, Kakak raksasa airnya datang, Kak. Tadi ada raksasa pasir dan sekarang ada raksasa air. Dia juga bawa zombie-zombie airnya, Kak. Waduh, waduh, waduh. Gaw nih. Gimana dong? Kita dikepung. Kita dikepung sama zombie pasir dan juga zombie air bersama dengan raksasa air. Eh, ini temannya raksaca pacil ya. Kalian berdua berteman ya? Oh, berteman. Eh, monsternya kayaknya malah Kakak Ota. Hal sama Cin sembunyi aja ya. Oh, I ya. Kalian sembunyi aja. Eh, Celin, ayo kita sembunyi. Kita cau-cau aja. Aku ikut aku ikut. Sembunyi yangin jauh ya, Bibi Ara dan baby cilin ya, Kakak Ota. Kita cembunyi tinggi-tinggi ya. Kita cembunyinya naik tangga ini terus naik lagi. Naik lagi terus kita macuk dalam cini terus mereka enggak nampak kita lagi kan. Kita pandai cembunyi kan. Kita cini aja ya. Wah, cobi airnya banyak sekali Mio. Iya, Kak banyak sekali dan tinggi sekali raksasanya. Raksasanya malah menginjak zombie-zombie airnya. Apa harus kita lakukan nih, Mio? Kita dikepung, Kak. Gimana kalau kita kabur aja, Kak? Oh, apa, Mio? Kita kita kabur. Aku akan menelan kalian hidup-hidup. Kakak, ayo buruan, Kak. Mio bawa mobilnya, ya, Kak. Tunggu, Kak. Wah, Mio tunggu. Itu kan dekat sama zombie pasirnya Mio. Waduh. E, iya, zombie pasirnya dekat sekali ya. Tapi Mio mau ambil dulu. Mana kuncinya ya, Kak? Oh, Miu Miu hati-hati Miu. Ah, Mio dikepung, Kakak. Jangan sampai kena gigit. Iya, Kak. Mio belum kena gigit. Wah, untung aja Mio bawa senjata sihir Mio. Kalau gitu Mio sihir aja deh mereka, Kakak. Biar Mio aja yang hadapi mereka, Kak. Mio, kenapa kamu malah kecobi airnya? Ya ampun, si Mio. Kamu malah dikepung dua-duanya Mio, rasakan ini jurus sihir Mio. Kalian pasti kaget. Yey, salah tuh, Mio. Salah. itu heal. Ya ampun malah salah. Nah ini dia yang benar. Uh dikeroyok. Wow sekali kak. Iyuko. Ayo Titan besar kamu yang hadapi aku. Wow. Ya ampun Mio. Banyak sekali ya. Mio. Ayo tembak terus tembak. Miu. Miu. Miu jangan sampai kalah. Ayo maju. Iya Kak kita harus bersama Miu supaya kita menang. Wah mereka banyak sekali. Ayo yang besar sini hadapi aku. Kakak lawan yang besar ya? Iya. Kamu lawan yang kecil-kecil aja Mio. Biar yang besar ini untuk aku. Rasakan ini. Rasakan. Jangan sampai Kakak kena injak ya, Kak. Iya, Mio. Wah, dia kuat sekali, Mio. Aduh, sakit-sakit. Aku ditendang-tendang seperti bola nih sama dia. Ayo sebelah sini. Kamu kira gajah sama semut yang menang itu gajah? Salah. Yang menang adalah semut. Ah, ya udah kalau gitu sisanya serahkan sama Mio. Rasakan ini. Yey, kena. Sekarang giliran zombie air dan zombie pasirnya sudah meningisoi semua. Ah, mereka hidup lagi. Tapi Mio kan terbang. Mio bisa tembak-tembak dari atas. Tembakan Mio kena juga loh sama monster yang jauh itu. Monster yang besarnya kena juga. Wah, sudah habis. Wuhu. Yeay. Menangmenang. Lihat itu, kita menang. Yang titan raksasanya sudah meningso dia. Ah, sudah kalah dia. Miu yang sebelah sini juga, Kak. Mio menang. Mana kamu, Miu? Ini loh, Mio di atas. Ah, ada Miu masih ada di bawah kamu. Masih ada. Hah, masa, Kak? Iya, coba kamu lihat paling bawah pas di bawah kamu. Kalau gitu serahkan aja nih sama aku. Rasakan. Eh, malah enggak kena. Tunggu, Mio. Jangan turun dulu, ya. Mereka melihat keamu. Ah, pas di bawah kamu makanya kamu gak lihat. Wah, iya. Rasakan ini. Rasakan. Wow, wow, wow. Berpetir-petir. Rasakan jurus petir maut Mia. Oh, si Mio ada jurus petir maut. Oh, hebat sekali jurusnya. Aku baru kali ini melihat jurus Mio. Si Mio keren sekali dia. Dia seperti dewi petir. Oh, Mio ya kan, Kak? Keren kan Mio? Seperti Dewi Petir ya, Kak? Iya, Mio. Keren sekali jurusmu. Kamu malah lebih seram daripada monsternya. Mio tidak terkalahkan. Ternyata Mio hebat sekali ya. Mio, kamu sudah menang. Ayo Mio turun Mio. Sudah Mio. Wah, langitnya sudah berubah menjadi cerah. Yey, sekarang langitnya sudah tidak mendung lagi. Kita berhasil. Wah, langitnya sudah cerah. Yeay, kita menang sekarang. Sudah enggak ada sisa zombieya lagi kan, Kak? Iya, sudah enggak ada lagi, Mio. Uh, berhasil. Sekarang kita apakan zombinya, Kak? Mereka kan zombie air dan zombie pasir. Biarin aja, Mio. Paling nanti mereka juga tertelan sama pasir dan air. Wah, iya juga ya. Nanti kalau mereka membusuk juga jadi pasir. Sekarang kita lihat tuh yang airnya. Nah, airnya juga sudah tidak bangun lagi kan? Wuhu, kita menang. Ayo, sekarang saatnya kita main lagi. Yey, kita cuci-cuci deh di sini. Mio, tadi tanganku banyak pasir. Eh, Baby Celin, Baby Hara, kalian di mana? Mereka malah sembunyi di sini. Mio, W aku suruh jauh-jauh malah sembunyi di sini. Eh, di mana ya? Kok enggak ada? Tadi aku lihat mereka sembunyi di sini. Kakak, itu dia mereka, Kak. Mana? Mana? Oh iya itu dia. Wah ternyata kalian sembunyinya agak jauh ya. Eh Kakak Uta, Kakak Mio sudah menang? Ah, menang. Sudah dong, kami sudah menang. Mereka sangat banyak sekali. Dan tadi kamu ada lihat enggak? Eh, tadi ada cahaya-cahaya dari jauh. Hal Cllengen lihat ya. Itu Mio. Keren sekali kan Mio? Sekarang ayo kita meluncur yuk. Mau yang warna apa? Aku mau meluncur yang warna kuning. Ah, ayo meluncur. Meluncur sampai tidur. Wuhu, nyebur. Yey, segarnya. Eh, cebul, cebul. Uh, Mio, kamu juga meluncur tidur ya? Iya, Kak. Seru sekali ya, Kak. Ayo, Bibi orang. Bibi celin. Eh, iya. Kakak Uta cebul. Yuk, kita meluncul. Eh, cebul, cebul. Eh, Cal. Kakak Ota. Halo teman-teman semuanya, sampai di sini dulu video horor. Sampai jumpa di video selanjutnya ya. Ingat subscribe, like, dan share ya. Dadah. Kakak kapan-kapan kita buat yang lebih besar ya, Kak. Kalau gitu kita butuh alat berat yang banyak Mio. Kita butuh ekavator yang lebih besar. Ya. Ata mana atau mana? Oh, iya. Ata mana ya? Apa jangan-jangan dia masih sembunyi.
#sakuraschoolsimulator
#idsakuraschoolsimulator
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo
youku indonesia