Respons Roy Suryo dan Silfester Soal Ijazah Jokowi Disita
Polda Metro Jaya telah memeriksa Presiden ketujuh Republik Indonesia Jokowi dan menyita ijazah SMA dan S1 milik Jokowi. Hari ini penyidik juga memeriksa sejumlah relawan Jokowi yang juga pelapor Roy Suryo CS di kasus ijazah palsu Jokowi. Lalu apakah polisi akan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini? Kita bahas bersama dua narasumber di studio. Ada penduduk ijazah Jokowi Roy Suryo. Selamat petang Bung Roy. Petang. Sehat-sehat. Dan juga ada Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Bapak Silvester Matina. Selamat sore. Petang sore, Bang. Sehat-sehat. Nah, sebelum tadi masuk ke 11 triliunnya ngutip dari Bang Mas Suryo. Apa saja pemeriksaan yang tadi dilakukan oleh ee penyidik di Polda Metro Jaya Jakarta, Pak Silter? I ee terima kasih. Jadi tadi pagi jam 10. Saya keluar jam .00 sore. He 6 jam ya? Hampir 5 jam. hampir 5 jam saya kurang lebih hampir 46 ee pertanyaan ya ee kebanyakan ee ee pertanyaan sama waktu saya diminta jadi saksi pelapor oleh Pradi Bersatu di Polres Jakarta Selatan. Intinya penyidik menanyakan kejadian yang waktu itu saya ada bersama Mas Roi di beberapa ee apa namanya ee syuting di media ya. He. Terus ee video-videonya ini bagaimana? Jadi saya menjawab apa yang saya ketahui termasuk apa yang saya alami dan saya lihat ya. intinya bahwa saya tidak melebih-lebihan tidak mengurangi apa yang saya tahu. Ee saya ee jawab he tadi waktu ee apa penyelidikan oleh Polda Metro Jaya lah gitu. Penyidikan. Maaf. Dari 46 pertanyaan apa yang paling krusial dari pertanyaan penyidik? Ya, intinya bahwa ee para apa penuntut ijazah palsu Pak Jokowi ini kan mengatakan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu. Ada yang mengatakan 99,9%, ada yang 11 triliun, ada yang 100% asli. Ya, saya yang ditanyakan itu ya saya jawab ee kejadiannya kapan gitu, waktunya kapan, jamnya kapan, ya kan? Jadi bahwa saya mendengar langsung gitu loh. Itu yang saya jawab. Baik. Klarifikasi atas ee temuan dan juga ee apa yang diteliti atau dilihat oleh pihak pelapor. Baik, kita ke Mas Roy. Mas Roy ya, Pak Jokowi sudah diperiksa kemudian ijazahnya juga sudah disita. Emang sudah disita? Benar. Mana berita acara penyitaan? Oke. Belum. Nah, artinya ini kan menuju tahap penyidikan tadi yang dibilang bahwa nanti juga akan ada penetapan tersangka dan juga saat ini seperti apa? Apakah Mas Roy Suryo dan kawan-kawan akan menuntut adanya gelar perkara khusus? Gini, yang pertama he katanya sudah disita. Kalau disita biasanya kalau orang biasa ya kan katanya dia mengaku sudah orang biasa. Biasanya polisi itu kerecep mengeluarkan ini loh berita acara penyitaannya. Nah sampai dengan area ini belum ada. Katanya kan menyita dua ijazah. Ijazah SMA sama ijazah ee S1 UGM. Kalaupun tidak berani menunjukkan ijazahnya yang SMA ataupun yang apa universitas UGM, tunjukkan berita acara penyitaannya itu baru jujur dan polisi akan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kalau hanya begitu kan enggak ada. Apalagi kemarin di Polesta Solo ya ketika diperiksa di ruangan yang sangat mewah itu ya judulnya aja launch ya. Jadi ini loh sekali lagi publik harus tahu pemeriksaannya itu bukan di ruang penyidikan, tapi di launch launch yang sangat mewah ya gitu. Jadi ada sofa kemudian itu kan pertanyaan masyarakat ini komentar saya hanya baca komentar saja masyarakat tuh ih gila pemeriksaannya kayak gitu itu pemeriksaan atau apa ee pijat gitu ya gitu. Jadi artinya kan baru sa baru saja diperiksa mungkin kita tanya langsung ke Pak kalau kalau Pak Silvester diperiksa lain gitu sejasanya tentu pasti ditanya oleh ruang yang sempit ya dan saya pikir saya juga pernah diperiksa di ruang yang bagus juga dengan kasus-kasus lain dan bukan hanya Pak Jokowi itu sekedar teknis tapi kan kita kembali lagi marilah substansinya apa yang yang memang menurut saya sampai saat ini apa yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Baras krim itu sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. So, ijazah tadi sudah juga dikonfirmasi ulang juga oleh sudah disita tapi intinya memang belum ditunjukin karena tidak ada konferensi pers waktu itu oleh ee Polda Metro Jaya dan Polres ee apa namanya? Surakarta. Jadi waktu konferensi pers kan hanya Pak Jokowi dan tim hukum. Jadi saya pikir menurut saya ini tidak usah dipersoalkan kan enggak mungkin juga itu ijazah itu enggak disita gitu loh. Tapi kalau kan ini kan sudah di-announce oleh seorang ee mantan presiden terus yang ee teman-teman di sana. Jadi menurut saya sih ee itu clear bahwa ee itu sudah disita intinya itu. Iya. Artinya sebelum ada BAP dan juga nanti perlu pembuktian apakah juga gelar perkara ini jadi jawaban. Oh iya. Karena apa? Karena selama ini yang kita lihat ya ee Polda ini mengulangi kesalahan atau mengulangi cacat yang terjadi pada bares ya. Artinya gelar perkaranya tidak terbuka sepihak kemudian tidak clear apa-apa tidak tertunjukkan pada masyarakat. Y wajarlah masyarakat bertanya. Satu soal launch tadi. Yang kedua soal pemeriksaan di Solo kemarin pun kan jadi pertanyaan pemeriksaan kalau sesuai dengan apa skap atau kepesan kapori itu boleh diperiksa di tempat yang bersangkutan kalau apa sakit tidak memungkinkan untuk berjalan, tidak memungkinkan untuk indah sehingga dia mungkin ee sakit atau mungkin tambah tapi mungkin terkait dengan domisili enggak? Enggak ada loh kalau gitu biar nanti Bang Respon juga minta. Kalau gitu saya akan minta diperiksa di Baligo. Iya. Di Balige. Kemudian saya akan minta diperiksa di Jogja aja lah gitu misalnya kan. Jadi ini menunjukkan cara-cara yang tidak bagus ya. Bukan seorang apa tidak bisa diteladani. Apalagi kemarin kalau dikatakan Mas tadi kan mengatakan itu sudah dikatakan ya. Jadi enggak mungkinlah kalau kata Bang Silves tadi e Pak Jokowi bilang kok itu enggak dipercaya. Loh wong beliau saja itu sudah dilaporkan sekarang di Polda DIY kebohongan-kebohongan Jokowi itu dilaporkan oleh Silvest gitu. Ya kan sudahmon gitu ya. Jadi artinya kan ya sudah apa yang dia omong a kan bisa juga kiri se kiri belok kanan sudah tapi belum. Nah kayak gitu tapi ialah biarkan. Tapi satu lagi yang penting kalau saya sih koreksi dikit Bang Silverka. Saya sih jarang mengucapkan sekian ribu triliun ya. Saya selalu mengatakan saya tidak boleh mendahului Tuhan ya. Kita gak boleh mendahului Allah karena apa? Saya selalu mengatakan 99,9% gitu. Nah, jadi kalau di atas itu ya mungkin Bang Silver sudah merasa di atas Tuhan tadi ya, Bang Silver bahwa untuk saat ini bahwa penyidikan atau ee polisi masih bekerja dan juga ada tuntutan untuk gelar ke perkara khusus. Lalu tanggapan Anda seperti apa? Ya, enggak ada masalah kalau memang itu dimungkinkan oleh ee penyidik di Polda Metro Jaya dan itu buat kebaikan, kenapa tidak gitu loh. Dan memang ini menurut saya memang tempat yang buat ee Mas Roy dan kawan-kawan ini ee bisa ee melakukan ee argumentasi di situ ya dengan bukti-bukti yang mereka punyai. Tapi kembali lagi Mas Roy dengan tidak mengurangi rasa hormat saya sampai saat ini he saya mengatakan bahwa bukti-bukti yang diajukan Mas Roi dan kawan-kawan ini nol atau Z. Itu yang meyakinkan bahwa Anda menyebut 11 tri Iya. Kenapa? Karena gini ee Bang, jadi intinya yang diteliti oleh Mas Roi dan kawan-kawan ini hanya satu potong foto yang ada di media sosial atau digital. digital bukan asli gitu ya, bukan asli bukan original bukan analog yang seperti diteliti oleh laboratori forensik tapi analognya enggak berani keluar kalau jadi gini dan makanya Mas Roy apabila Anda mau menuduh orang ijazah palsu, Anda harus punya bukti ini dulu artinya yang k jangan sampai suruh mabes poli yang nyari buktinya ini kan repot gitu jadiin face comparation terus kemudianak karena yang diteliti itu adalah digital gitu loh. bukan ijazah palsu yang asli atau ijazah asli yang asli. Oke, Masimana yang yang saya bilang tadi ya kan bahwa tidak dibenarkan gitu karena ee memang untuk fotokopi ya kan untuk jadi alat bukti di pengadilan bisa apabila ada pencocokan dengan yang asli itu ada. Tapi kalau dari awal diteliti ini hanya fotokopi, kita ini membohongi rakyat gitu loh. Enggak, enggak ada burung yang asli seperti apa? Inilah kemajuan teknologi ya. Kalau kemajuan teknologi itu misalnya apa? Misalnya ijazah itu belum berani dikeluarkan yang asli kan selama ini enggak berani keluarkan. Sampai gelar perkara khusus pun ini masyarakat harus tahu ijazah asli itu tidak pernah ditunjukkan ya, tidak pernah keluar. Alasannya nanti bersidangan. Alasannya nanti persidangan. Persidangan yang mana? Nah, kalau persidangannya yang ada di Bares Krim itu naik ke persidangan itu baru akan keluar. Tapi kalau yang ini, ini sudah ada cara pemeriksaan harusnya di Jakarta saja di Polda Metro. Ee takut pemeriksaannya kemudian di Polresta Solo enggak kelihatan kan seperti contoh di Polda Metro tuh Mas dilipat-lipat kan kelihatan ijazahnya. Kalau ini enggak gitu loh. Jadi kita lanjutkan kembali di jeda Kompas Petang untuk Mas Roso dan Bahan Silvester hanya di Kompasang. Anda masih menyaksikan Kompas Petang terkait dengan pembahasan tudingan ijazah palsu Jokowi dan saat ini kami masih bersama dengan Bang Silvester Matutina dan juga Mas Rosurio. Kami menuju ke Mas Bang Silverter terlebih dahulu terkait dengan tadi pertanyaan dari pihak penyidik ada 46 pertanyaan dan salah satunya ee berdasarkan ee laporan adanya nama Abraham Samad juga masuk di sana. Apakah itu juga masuk dalam bagian pelaporan Anda, Mas? Kalau yang Bang Abraham Samad enggak, kebetulan yang itu kan Bang Roy. He. Yang intinya waktu itu menjadi narasumber di berbagai apa ee media lah. He he. Dan itu kita langsung berhadapan dan kebetulan yang melapor itu ada di tempat juga. Oke. Jadi mereka jadi saksi melihat langsung bukan lagi dari tayangan di video. He. He. Jadi intinya bahwa ya saya menjawab apa yang terjadi yang saya lihat dan ee bukan saya rasakanlah intinya yang saya lihat, saya dengar gitu. He. Oke. Untuk Mas Yooo bahwa ini ada nama-nama, ada 12 nama yang kemungkinan besar juga akan ee menjadi masuk dalam tahap penyidikan dari pihak kepolisian. Apa ini juga bagian yang seperti Anda bilangkriminalisasi? Ini betul. Jadi ini akan menjadi catatan yang sangat tidak bagus ya untuk pemerintahan ini. Kalau saja apa seperti Bang Abraham Samad, kemudian juga Bang Michael Sinaga, kemudian ada juga satu Bang Ian ya panggilannya Ian itu. Terus satu lagi yang saya juga malah enggak ngerti itu kok bisa masuk karena saya enggak pernah ketemu. Jarang Bang apa ee Aldo ya, Babe Aldo itu juga masuk. Jadi di antara apa eh 12 nama itu itu ada tiga kluster kalau menurut saya. Kluster untuk peneliti saya apa eh RRT ya saya dr. Esmon dan dr. Tifa. Kemudian ada dari kelompok TPUA ya kemudian ada media. Kalau sampai media itu kemudian dikriminalisasi di tahun ini, ini baru sejarah bagi Indonesia ya, karena media saja bisa dikriminalisasi gitu loh. Kemudian kalau sampai kami para peneliti itu dikriminalisasi, waduh itu juga catatan buruk bagi pemerintahan ini. Jadi ini harus hati-hati sebenarnya polisi itu harus disadari atau tidak dia justru akan memperburuk citra republik ini. Apalagi kalau sampai para ulama itu juga dikriminalisasi. Jadi artinya itu yang terjadi itu Mas Roy sudah terlalu jauh dan terlalu ngawur ya menurut saya karena gini enggak mungkin juga ada kriminalisasi terhadap ulama termasuk kepada insan pers dan media belum ada ya yang yang apa namanya kayak Kompas atau TV One atau apapunlah ee teman-teman wartawan itu yang dikriminalisasi di kasus ini atau yang lainnya. Baik. Baik ya. Itu YouTuber. Jadi mungkin gini ee kayak Abraham sama terus sama si siapa si Naga itu ya kan itu kan sudah jelas-jelas bagaimana mereka podcast menyerang ya kan memutar balik ya kan memfitnah dan kita lihat itu kan terjadi juga waktu Bambang Tri dan Gus Nur protesnya akhirnya masuk penjaraatan buruk republik ini karena pelaporan-pelaporan yang enggak jelas. Oke. Baik. Kita nantikan bagaimana polisi dapat menemukan bukti dan juga mengakhiri dari kasus tudingan ijazah Jokowi. Terima kasih Bapak-bapak Matutina Mas. Terima kasih. Terima kasih. Selamat petang.
Sahabat Kompas TV ! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Merauke, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
KOMPAS MERAUKE
Sajian Berita Lokal Terkini
Jalan Kampung Timur, Kelurahan Seringgu, Merauke, Papua Selatan.
layanan informasi :
kompastvmerauke@gmail.com