Geram! Jenderal Polisi Ricky Sitohang Cecar Eggie Sudjana Pengkhianat?
Kalau kamu sudah menjelek-jelekkan tanah airmu sendiri keluar, berarti kau jiwa kebangsaannya perlu dipertanyakan. Saya harus tegas di sini ngomongnya, apalagi tanda kutip yang namanya Jos Soros kita sudah tahu kan. Apakah enggak sadar bahwa tindakan-tindakan ini akan membuat ya carut-marut, membuat wajah bangsa Indonesia jadi tercemar? Loh, sekarang kalau saudara sudah laporan ke amnesti internasional, mau berbuat apa amnesti internasional kepada negara Republik Indonesia? Jangan sampai dibiarkan orang-orang kayak gini melakukan tindakan-tindakan blunder. Ada apa kamu? Siapa di belakang kamu? Kenapa kamu lakukan ini? Ini yang perlu betul-betul diteliti cermati. Ini betul-betul ada ketegasan bagi negara Republik Indonesia tentang ini. Seorang peneliti dikala sudah mengangkat ke pokok permasalahan, mencemarkan nama baik orang lain, tidak ada alasan kerasnya peneliti tetap ada sanksi hukumnya. [Musik] Kemarin nih Pak Egi Sujana. Pak Egi Sujana kan 12 salah satu juga ya dari 12 yang tersangka dan beliau akhirnya ke luar negeri lagi Pak. sebelumnya sempat ke luar negeri katanya sakit gitu sakit dan ini tapi kali ini perjalanan beliau ini dipertanyakan ke London ya bertemu e katanya ke Amnesti ya Amnesti Internasional menelalisik dari sebelumnya itu bahwa Ibu drter Tifa ya pernah mengatakan ingin mengadukan ini sampai ke level internasional dan bahkan di salah satu podcast di Refli Pak Refli Harun beliau mengatakan terima kasih kepada orang-orang yang memfasilitasi dan menyebut namanya itu dan orang-orang orang itu sepertinya ada di luar negeri juga dan itu yang menjadi tanda tanya juga karena mungkin ekstensi mereka tidak berada di Indonesia jadi tidak bisa dibuktikan. Tapi dengan kepergian Pak Egi Sujana keberangkatan beliau ke London ini yang menjadi tanda-tanya besar karena dilihat dari sejarahnya Amnesti ini, Open Open Society Foundation ini ada hubungannya dengan Juar Soros. I ya dan itu fakta. Itu fakta. dan organisasi ini yang melakukan pekerjaan yang tanda kutip ada imiking-nya, pekerja seks dan sebagainya. Emang bing itu kriminal gitu. Faktanya seperti itu. Kira-kira menurut Bapak gimana melihat? Jadi begini kalau dibilang ee masalah Pak Egi Sujana ini, Bang Sujana ini abang saya nih ya. Saya sudah kenal sampai 15 tahun lebih lah. Iya. Tapi ya secara jujur saya katakan kemarin juga saya sudah berkoordinasi, saya sangat sayangkan tindakannya ini ya. Yang perlu dipertanyakan kau ini masih NKRI atau enggak sih? Kan ini permasalahan yang menyangkut harkat martabat wibawah integritas daripada negara Republik Indonesia. Jadi seolah-olah bahwa negara Republik Indonesia ini tidak mampu mengatas situasionalnya. Padahal kita biasa-biasa saja. Karena ini kan menurut alam pikiran kalian. Itu yang pertama dulu. Yang kedua, yang mau k laporkan kepada amnesti internasional ini apa sih? Hal yang sangat-sangat tidak mendasar ya. Sampai mengatakan bahwa sudah bagus, Dr. Tifa sudah bagus segala macam gini untuk menyuarakan apa e keluhan-keluhan masyarakat. Loh, sekarang kalau saor ke amnesti internasional, mau berbuat apa amnesti internasional kepada negara Republik Indonesia? Kita negara yang berdaulat ya, negara yang berpancasila ya, negara kesatuan yang diakui dunia. Lu mau apa ngurusin negara Republik Indonesia? Ini urusan pribadi tidak ada menyangkut negara lain, menyangkut negara Republik Indonesia. Apa hubungannya dengan kamu? Kan gitu kan. sangat disayangkan. Kita berpikir yang waras-swara saja. Yang perlu dipertanyakan orang-orang yang tiba di kau masih merasa bahwa kau sebagai warga negara yang cinta dengan negara Republik Indonesia. Enggak. Masih sebagai warga negara yang cinta tanah air? Enggak. Iya. Sejelek-jeleknya tanah air kita tetap adalah tanah airku Indonesia. Kalau kamu sudah menjelek-jelekkan tanah airmu sendiri keluar, berarti kau jiwa kebangsaannya perlu dipertanyakan. Saya harus tegas di sini ngomong nih ya. Kita makan, lahir, hidup di negara Republik Indonesia. Jangan kau rusak ke dunia luar tentang apapun isi perut daripada negara Republik Indonesia. Ini yang paling utama. Saya agak keras di sini ngomong. Jadi kalau orang-orang tertun mengatakan kayak gini, itu yang perlu dipertanyakan ya. Apakah kau betul-betul masih layak enggak hidup di Indonesia? Kalau kau sudah tidak berterima di sini ya sudah kau pindah. Jangan kau berada di Indonesia lagi. Kenapa? Kau sudah tidak percaya dengan hukum Indonesia. Laksananya K di hukum mana kau berada di luar negeri silakan saja. Selama kau berada di Indonesia patuh dan taat kepada akidah hukum yang ada di Indonesia. Ini yang betul-betul sangat saya sayangkan. Apalagi tanda kutip yang namanya Jos Soros kita sudah tahu kan. Iya. Apakah enggak sadar bahwa tindakan-tindakan ini akan membuat ya carut-marut, membuat wajah bangsa Indonesia jadi tercemar? Yang kedua, apakah kalian enggak sadar dengan cara-cara seperti kayak gini banyak orang akan berpikir melihat, meneropong Indonesia yang tadinya memberikan investasi ya ternyata seperti gini presidennya ya. seperti kayak gini segala macam. Padahal tindakanmu tuh enggak benar gitu loh. Ingat loh, Pak Prabowo sudah terbang ke luar negeri, terbang ke sana dengan usianya yang seperti itu. Tapi demi bangsa Indonesia dia ikhlas rela terbang ke sana untuk berkoordinasi agar investasi datang ke sini terbang ke luar negeri ini agar investasi apa enggak capek tuh? Apa sih yang mau dicari Pak Prabowo? Enggak ada. Pak Prawo sudah cukup kenyang dari republik ini, cukup piawai dan betul-betul dia sudah mendarma baktikan ya karyanya kepada bangsa Indonesia. Sebenarnya enggak ada yang dikejarnya sama beliau. Tapi demi bangsa Indonesia dia lakukan ini. Itulah dharma baktinya selama beliau masih diberikan kesempatan oleh maha kuasa untuk hidup di negara kita ini. Nah, jangan rusak dong. Jangan rusak apa yang sudah dilakukan yang terbaik oleh beliau sebagai presiden. Nah, tujuan kamu laporkan apalagi kau laporkan hal-hal yang sangat tidak mendasar. Ini yang sangat saya sesalkan yang menurut hemat saya perlu untuk dicermati pokok permasalahan ini. Jangan sampai dibiarkan orang-orang kayak gini melakukan tindakan-tindakan blunder. Ada apa kamu? Siapa di belakang kamu? Kenapa kamu lakukan ini? Ini yang perlu betul-betul diteliti, cermati. Jadi betul-betul ada ketegasan bagi negara Republik Indonesia tentang ini ya. Jangan hal-hal yang ada di Indonesia ini kita jual belikan untuk demi kepentingan pribadi dan kelompok. Ya, sekali lagi pribadi dan kelompok. Terus apa yang kau dapatkan dari hasil yang kau lakukan ini? Adakah kau dapatkan hasil manfaatnya dengan menjatuhkan harkat martabat bangsa Indonesia ke negara lain? Itu kira-kira media. Jadi saya sangat menyesalkan tindakan ini gitu ya. Berarti ada potensi jika ini terjadi kan saya melihat banyak netizen juga melisik bahwa ternyata Pak Egi kabur, Pak kabur dan sebagainya dan itu berpotensi tidak pulang karena kan nama beliau masuk di dalam daftar 12 tersangka. Nah, hal yang mengejutkan juga ini kan Pak Abraham Samad juga masuk dalam salah satu daftar ee yang akan menjadi calon tersangka lah gitu. dan beliau sempat speak up kemarin. Tapi kalau menulis lagi lebih belakang bahwa awal mulanya itu ada beliau bersama Betor sampai terjadi adanya e ya hal yang dilihat itu bahwa Pak Abraham Samad ini kan orang hukum. Ketika Pak Betor berbicara sesuatu yang tidak punya bukti tapi beliau paksa untuk ditayangkan. Ini bagaimana R Bapak? I saya sudah pernah bahas ini. I itu yang sangat saya sayangkan dari seorang Abraham Samad. Dia mengerti, memahami masalah hukum. Kalau tidak berlandaskan hukum seharusnya beliau langsung mengkat. Tapi di apa dipancing, diarahkan seolah-olah mengerti tentang situasional, tentang Pak Betor. Akhirnya keluar ilmu katanya katanya, katanya itu ya. Yang jadi pokok permas perlu saya sampaikan di sini kok kalian sudah merasa saya sebagai tersangka. Salah satu 12 tersangka kata siapa? Saya belum berani mengatakan Pak Abraham Samad, Pak EG Sujana atau siapapun itu jadi calon tersangka sebelum ada bukti tertulis dari penyidik menyatakan mereka tersangka. Ini tolong ini bahasa hukum loh. Sebelum ada akta data tertulis satu surat keputusan, surat ketetapan dari penyidik menyatakan mereka tersangka, mereka belum ada disebutkan statusnya tersangka. Jangan mendahului hukum. Kay kalau kalau seandainya apa ee kepanasan kebakaran jenggot, kenapa kau kebakaran jenggot dengan masalah ini? Kalau kau tidak melakukan hal-hal yang blunder, ngapain tenang-tenang saja? Ngapain harus pick apa yang macam-macam, marah segala macam. Ngapain marah? Pada saat kau itu mewawancarai orang, kenapa enggak berpikir dulu? Siapa yang kau wawancarai? Kita orang hukum harus berdasarkan hukum, berlandasan hukum, bukan berlandaskan katanya. Yang ditanya ini kan jawabannya saya sudah ikuti tuh. tanya katanya katanya ini di pramuka katanya dipancing lagi katanya ini, katanya ini. Loh, saya hanya berpikir loh ini Pak Abraham Samerti dan memahami hukum. Kok membiarkan itu blunder berkembang menjadi bias. Padahal itu sudah tidak bisa dibuktikan secara faktual data dan fakta. Jadi enggak usah marah-marah, enggak usah ribut. Nanti aja lihat kalau memang penyidikan mengarahkan ke sana ya nanti aja. Iya. Iya. Ya kan toh kan nanti ada saatnya untuk pemeriksaan. Jadi pada saat penyidikan seketika belum ada ketetapan dari penyidik ya sudah tenang-tenang aja nanti aja ikuti aja aturan main hukum gitu loh kira-kira ya. Nah kalau kita melihat lagi ini Pak ee mengenai Pak IG Sujana lagi ini ya. Nah, beliau ini kan sekarang sudah melepaskan dirinya dari TPU mengatakan kemarin ee beber minggu lalu kalau enggak salah itu beliau mengatakan iya setelah itu setelah gelar perkara I setelah gelar perkara itu beliau mengatakan bahwa melimpahkan TPUA kepada teman-temannya lain. Artinya kan beliau ya orang pertama yang menggembor-gembor tentang ijazah Pak Jokowi lalu kabur ke sana. Tapi bagaimana Bapak melihat ini e permainan dari Pak IG Sujana ini yang sebagai seorang karwa sidik ini saya pikir cara berpikir pola pikirnya ini kan pasti lebih sedikit berbeda dengan dari orang-orang pakar hukum karena punya taktik ini saya yakin punya taktik gimana B jadi gini ya saya juga bingung lihat abang saya nih bingung saya dia katakan saya sudah terlepas dari TPUA tapi langkah dan tindakanmu tetap aja tentang masalah itu. Nah, sekarang kau kok kena bermain dua kaki kan gitu. Aduh, jadi batut saya jadi melimpahkan kepada tim-timnya seolah lepas dari barikada ini. Tapi kau bermain sendiri. Bermain sendiri berarti kan bermain dua kaki dong. Kalau memang sudah melepaskan enggak usah campuri lagi. Ini bahkan muncul ke internasional menunjukkan datanya. Saya aduh abangku ini gimana sih? Apa mungkin dia sebagai apa ya? Ee justice collaborator gitu ya. Justice kolaborator apa? Dasar justice kolaborator adalah orang-orang yang mengerti, mengetahui, memahami, dan mengalami peristiwa itu. Kemudian diungkapkan permasalahannya itu justice kolaborator dengan peristiwa yang ada yang dia lihat sendiri, dia alami terjadi berada di arena dia. Nah, sekarang komposisi dia jadi justice kolaborator apa? Wong statusnya enggak ada kok. Eh, kembali lagi legal standing enggak ada. Kok J kolaborator. Emang pernah kamu lihat, pernah kau alami, pernah merasakan peristiwa itu? Atau kau punya bukti data fakta secara faktual loh ya, bukan katanya-katanya atau salinansalinansan salinan. Enggak benar, enggak cocok. Ya, ini yang saya sangat sayangkan tindakan beliau ini. Jadi, ini dekat saya dekat sama dia. Pernah datang ke sini, Pak. Iya. Iya. Bersama saya. Dan seketika dia saya pernah ngomong juga, “Abang, enggak usah, udah pikirkan kesehatanmu aja, Bang. Enggak usah pikir yang macam-macam gitu loh.” Nah, itu saya sampaikan juga. Jadi, ya maka saya bilang, saya berharap iya segera aja dipercepat supaya jangan blunder. Jadi, penyidikan percepat saja, periksa secara maraton. Kalau memang menemukan benang merahnya nanti segera saja tingkatkan, naikkan statusnya untuk menentukan siapa tersangka-sangka yang terlibat dalamnya. Sehingga kepastian hukum berjalan. Silakan masing-masing pihak untuk mempertahankan argumentasinya berdasarkan data fakta hukum, bukan katanya. Itu kira-kira ya. Iya. Satu lagi ini Pak eh mengenai ini kan soal amnesti ini kan kalau ditingkatkan sampai dengan tersangka kemudian terdakwa berarti langkah yang diambil oleh Pak Egi Sujana itu di amnesti itu enggak ada artinya lagi. Urusan negara Republik Indonesia yang berdaulat. Ingat loh ya. yang berdaulat tidak ada urusan dunia luar mencampuri urusan dalam negeri. Ini langkah bodoh sebenarnya menurut saya enggak ada artinya. Kecuali kalau seandainya langkah-langkah yang dilakukan oleh Republik Indonesia ada relevansinya dengan negara yang lain itu barulah berlakulah hukum internasional, hubungan bilateral tadi atau mungkin hubungan antarnegara dan lain sebagainya. La ini kan berlaku untuk Republik Indonesia yang berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. tidak ada hubungannya dengan negara lain. Mau apun yang kita atur di negara kita ini tidak boleh dicampuri oleh negara lain. Jadi jangan nget salah makan obat gitu loh. Jadi enggak ada hubungannya, enggak ada relevansinya ya ngacau gitu loh. Jadi gimana sih pola pikir kayak gini? Iya. Iya. Waktu seperti duh kacau ni benar-benar ni melihat perkembangan kasus ini e pihak Paris Suryuria CS ini mereka terus ingin meminta pihak kepolisian sepertinya dengan adanya gelar perkara khusus sebelumnya semulanya di TPDUM ya sudah sudah menyatakan dengan SP2 le dan sebagainya lalu kemarin di Barisori ada gelar perkara khusus lagi dilayanin sekarang minta lagi ini gimana nih Pak sebagai kar jadi gini Jadi ya saya enggak habis pikir sebenarnya gitu ya. Apa sih maunya beliau-beliau ini gitu? Apakah terus menggiring suasana untuk membuat rakyat, masyarakat jadi berpikiran, benar enggak, benar enggak, benar enggak? Makanya kita perlu cerdaskan mas. Nah, saya bermula dulu sebelum saya menungkik kepada pokok masalah ya. Baik. dari Rektorat UGM kemarin sudah ngomong jelas-jelas tegas ya, bahwa Pak Jokowi adalah alumni yang masuk tahun 1980 sampai 1985 dan dikeluarkan jasanya November 1985. Sampai saya hafal loh ya. Ini yang ngomong nih seorang profesor loh konjor. Jadi di rektorat UGM sendiri terus kumasnya sendiri sudah ngomong. Iya. Nah, kenapa enggak kau gruduk saja ke UGM sana yang sudah menyatakan secara syah, secara hukum? Kenapa kok kejar-kejar ke sini terus? Heeh. Ini yang pertama dulu. Yang kedua, beliau sudah ngomong, “Apa sih yang mau kau buktikan? Yang kau tunjukkan salinan, salinan, salinan, salinan.” Salinan itu bukan bukti. Salinan itu bisa saja nanti ditempel, dikurangi, dilebihkan kena salinan. bukan asli. Iya. I yang ketiga, legal standingmu tuh apa? Kepentinganmu tuh apa? Yang kau kejar tuh tentang masalah ijazah. Kalau dikatakan tuh apa sih hubungannya? Beliau ini sekarang sudah jadi rakyat biasa yang tidak berdampak kepada apapun yang dilakukan oleh beliau. Yang ketiga tuh. Iya. Yang keempat ya, ini saya harus runtut gitu ya. I pada saat jadi walikat e walikota Solo dua kali ya, lu pada ke mana semua? Saat jadi gubernur lu pada ke mana semua? Dua kali jadi presiden dan catat baik-baik. Selalu saya nyatakan lawan daripada Pak Jokowi itu enggak tanggung-tanggung loh. Iya. Ya. Yang sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia. I yang terhormat Bapak Prabowo enggak protes bahkan masuk di pemerintahan jadi menhand. Iya. Nah, sekarang menggandeng putranya beliau. I berarti kan di Grindra ini banyak orang-orang pintar loh, banyak orang-orang kredibel loh. Kalau seandainya Pak Jokowi ini salah di dalam akidah hukum pasti mereka akan menyoroti, saya yakin mereka akan menyoroti persyaratan-persyaratan kontestan yang ada di KPU. Oke. Ya. Iya. Faktanya lolos butuh semua. Jadi konten stun kemudian main di lapangan menang. Itu yang keempat tadi. Baru kita masuk kepada pokok permasalahan. Dari TPIDUM sudah menyampaikan bahwa menghentikan SP2 penelitian karena ini Dumas. Oke. Dumas ya. Bukan LP. masih enggak punya legal standing. Enggak punya legal standing. Namanya yang betul-betul punya legal standing. Kau merasakan kau mengalami peristiwa itu dan kau menanggung kerugian akibat daripada peristiwa itu. Sehingga kau melaporkan ke pihak kepolisian, dimunculkanlah LP itu. Tapi kalau seandainya kau tidak punya legal standing ya Dumas itu. Namanya Duma, setiap warga negara punya hak untuk melaporkan segala suatu peristiwa kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Tapi dia tidak merasakan peristiwa itu. Hanya melihat contoh, “Pak, polisi ada di sana kasus pembunuhan, Pak. Orangnya begini gini gini gini kan gitu.” Informasi terbatas. Informasi terbatas. Nah, untuk selanjutnya pihak kepolisianlah menindaklanjuti melakukan lidik. Kalau seandainya betul apa yang dilaporkan oleh masyarakat ini, itu akan dibuatkan LP model A. Model A itu yang ditemukan oleh pihak kepolisian. Model B itu yang dilaporkan oleh pencari keadilan yang merasakan bahwa dirinya dirugikan. Dirugikan. Jadi biar masyarakat paham berarti mengenai diri dirinya dirugikan itu kan Pak Jokowi sudah melakukan ya pencemaran nama baik melakukan. Iya betul. Makanya karena sudah terus digiring-giring situasional ini ya kita manusia biasa ya Pak Jokowi juga manusia biasa, bukan malaikat. Dia punya rasa juga, dia juga punya hati dan dia juga punya harga diri. Akhirnya melalui kuasa hukumnya dilaporkanlah ke Polda. dengan kepolda dilaporkan ditindaklanjuti. Makanya kemarin di dalam klarifikasi memanggil, ingat loh, pada saat dipanggil klarifikasi kamu boleh datang, boleh tidak silakan saja, tapi catat baik-baik. Seketika kau tidak datang, berarti kau tuh ee istilahnya tidak memanfaatkan situasional itu untuk memberikan suatu tanggapan jawaban. Berarti melawan hukum juga itu enggak, Pak? Ee silakan saja, enggak apa-apa kau untuk sementara itu enggak apa-apa. Makanya nanti penyidik jangan salahkan meningkatkan itu menjadi penyidikan karena kau tidak konter. Heeh. Tidak kau berikan bukti-buktinya. Eh salah sendiri. Oh iya. Jadi panggilan klarifikasi itu untuk melengkapi, mengenapi, kan ada laporan tentang kamu gini-gini. Nah diklarifikasi betul enggak laporan ini. Nah kamu tidak manfaatkan semaksimal mungkin. Ya sudah kalau gitu kamu memang merasa harus kita naikkan ke penyidikan. hak daripada penyidik untuk meningkatkan kepenyidikan. Nah, sekarang kan diperiksa ni kasus penyidikan, belum ada menang merah untuk menetapkan siapa tersangkanya. Walaupun banyak bunyi bunyi-bunyi itu. Iya. Kemarin kan sudah tersebar ee Pak Alkatiri ya di salah satu stasiun TV itu kebetulan saya ada di lokasi juga menyaksikan. Saya juga langsung kaget lah kok dibacakan 12 nama tersangka ini. Saya kan bertanya dari pihak kepolisian saya kan ikut ikut terus apa update di sana tapi kok enggak ada ini kalaupun sebatas tembusan apa harus harus dipublikasikan begitu. Jadi gini maka saya bilang saya bingung nih. Ini kok lebih hebat dari penyidik sudah mempublikasikan lak seseorang itu diperiksa jadi tersangka belum kok dia sudah ngomong ada 12. Dari mana kamu tahu? pakai ilmu dukun dia. Ya, saya harus ngomong kayak gitu karena seketika seseorang ditetap tersangka pasti akan terpublikasi karena akan dipanggil dia jadi tersangka muncullah. Heeh. Loh, kalau sama saya dalam hal ini masih diduga diduga beda loh ya. Diduga kemungkinan jadi tersangka tapi kan belum tersangka. Nah, sampai di sini dulu calon tersangka tapi kan kita belum nyebutkan siapa-siapa orangnya. Kenapa kau mendahului hukum? Lebih hebat kau mendahului hukum. Kan gitu. Kok seolah-olah sudah betul-betul lebih apa lebih cermat daripada penyidik untuk menetapkannya. Ya sudah kau tetapkannya sendiri. Kenapa enggak dirimu sendiri kau tetapkan? Berarti kecemasan yang mereka bangun tuh dari diri mereka sendiri. Iya. Mereka yang bangun opini sendiri kok yang apesnya. Iya yang disebut-sebutkan ini semua kan bisa saja enggak terima. Iya. Loh saya kan belum tahu kan kenapa kau sebutin saya jadi calonnya. Bisa saja framing terbalik Pak. Betul. Bahwa dividnam bahwa oh ternyata belum dirilis dari sana. seolah-olah membawa mau atas namakan pihak kepolisian. Tapi kalau orang pintar, orang bijak pasti akan tahu. Pasti itu bodong. Iya. Karena seketika penyidik mengeluarkan statementnya dan orang-orang tersebut diperiksa statusnya dinaikkan jadi tersangka baru bunyi. Enggak usah dibunyikan pun media pasti tahu. Iya iya iya. Ini kan dia bunyikan sendiri. Heeh. Heeh. Nah ini yang ini yang apa saya bilang keblunderan daripada manusia-manusia di sini. Nah kita meningkat kepada masalah penyidikan. minta. Oh, meminta. Ah, meminta gelar perkara. Loh, kok kamu ngatur-ngatur kepolisian minta gelar perkara? Orang ini masih tingkat penyidikan, kamu kan belum diapa-apain kok sudah minta gelar perkara. Nanti tunggu saja. Kalau statusmu orang-orang tersebut ditingkatkan jadi tersangka, diperiksa apalagi ditahan. Saya tekankan dulu ini. Apalagi ditahan. Nah, silakan saja bahwa kau tidak berterima dengan peristiwa ini dalam BAP segala macam. Nah, tingkatkan saja minta untuk gelar perkara khusus untuk ada keseimbangan hukum itu baru berlaku. Nanti penyidik nanti akan berkoordinasi dengan wasidiknya dan laporkan kepada Bapak Kapolda melalui Dir Krim umumnya. Nah, baru mungkin diagendakanlah gelar perkara khusus itu. Di situlah ajang pembuktian, ajang saksi dan lain sebagainya gitu kira-kira ya. Tapi bagaimana e Bapak ketika seperti yang tadi Bapak katakan e di poin kedua atau berapa tadi ee mengatakan apa yang mereka analisis itu adalah cuman salinan, salinan salinan salinan. Nah, ketika masuk gelar perkara apa yang mau dibuktikan itu? Justru saya juga waktu di bar es krim sudah senyum-senyuman saya bilang senyum-senyum saya lah yang kamu buktikan di sana yang kau bawa salinan-salinan lah. Terus kau paksakan untuk kuasa hukum Pak Jokowi bahwa yang asli hadirkan. Emang kamu siapa lah? Kamu salinan-salinan aja kok. Wah, analisis saya, penelitian saya, ingat seorang peneliti di kalahan, mencemarkan nama baik orang lain, tidak ada alasan keras saya peneliti tetap ada sanksi hukumnya. Oke. Harus disumpah dulu di bukan harus disumpah karena diteliti tidak sesuai dengan fakta. Heeh. Heeh. Ingat yang ada di Bareskim pada saat gelar perkara itu. Heeh. yang diminta oleh pihak penyidik atau birowa siddiq jadi saksi ahli. Mungkin ahli forensik, mungkin ahli pidana, ahli bahasa, itu orang-orang yang independen. Oh. Dan menguasai keilmuannya dan mempunyai sertifikasi. sertifikasi boleh-boleh saja yang namanya Pak punya sertifikasi tapi saat itu posisinya sebagai pelapor dari pihak pelapor. Jadi tidak berlaku bahwa dia jadi memberikan keterangan ahlinya karena statusnya berbeda. Dua statusnya dia sandang tapi yang lebih berat sebagai terlapor ini. Nah, ya iya. Nah, itu yang jadi masalah aja kembali kepada pokok ini. Ya sudahlah ikuti aturan hukum. Jangan kamu ngerti hukum tapi tidak mau melaksanakan hukum itu. Kau paksakan selalu negara untuk berbuat sesuai dengan keinginanmu. Nanti aja kita lihat perkembangan dalam penyidikan. Nah, kalau penyidikan sudah mengangkat ini ke permukaan menyatakan bahwa orang-orang tertentu jadi tersangka, ya siap kau lakukan saja apa yang kau minta nanti uji pembuktian gitu kira-kira. Mengenai uji pembuktian Bapak ini kan kita masih belum jauh-jauh dengan soal salinan ini. Artinya yang mereka teliti adalah salinan. Lalu di sisi lain mereka memaksa Pak Jokowi untuk e meminta pihak kepolisian untuk menyita untuk menyita terus meminta Pak Jokowi juga untuk menunjukkan gitu. Ini bagaimana Pak Jenderal melihat korelasi dari ketiga ini? Ya, ya saya paling senyum dan ketawa aja. Apa hakmu memaksa Pak Jokowi untuk menunjukkan di hadapanmu itu nanti yang meminta itu penyidik. Ingat tiga pilar yang punya kewenangan untuk meminta kapsan seseorang. Oke. Penyidik dari kepolisian, JPU dari kejaksaan, hakim dari pengadilan. Orang-orang tersebut tidak mempunyai hak untuk minta apalagi tidak punya legal standing. Dan yang kau tunjukkan salinan. Kau aja enggak bisa nunjukkan asli kok. Kau nunjukkan salinan-salinan kau paksa orang tunjukkan asli. Ini kan namanya apa? Babaliut, baba tongseng. Kalau orang bilang gitu salah makan urat gitu loh. Jadi tolong berpikir waraslah gitu. Kalau saya melihat nih sebenarnya mereka ngerti gitu loh. Tap pura-pura bego gitu loh. Pura-pura seolah enggak ngerti padahal ngerti gitu loh. Mereka tuh paham gitu. Paham. Saya yakinlah mereka punya sampai memaksa ee kepolisian untuk menyita itu lagi gimana itu terbalik konstruksinya itu. Iya. Emang ada apa hubungan apa kok minta-minta untuk maksa-maksa polisi? He kan ada aturan hukumnya. Heeh. He. Ada undang-undang mengatur itu. Udah kau tunggu saja enggak usah bikin ngatur-ngatur pihak polisi untuk melakukan ini, melakukan ini. Enggak bisa ya. Apalagi ada relevansi dan kaitannya dengan peristiwa itu. Enggak bisa gitu loh. Jadi tolonglah waras sedikitlah berpikir gitu loh ya. Nah, di tengah pergolakan ini kan ketika nama mereka yang artinya muncul permukaan lalu dikatakan bahwa calon tersangka ya atau orang yang bakal nanti ya mengikuti proses nanti seterusnya. Ini malah melihat kesibukan mereka ini jauh lebih hektik daripada sebelumnya. bertemu bertemu ee mantan rektor sekarang malah pergi melaporkan Pak Jokowi pencemaran nama baik di DIY ini kesibukannya semakin banyak ini mungkin ada kegelisahan mereka atau sekedar untuk mau menutupi atau mau menghindar dari ee proses nanti saat penyidikan nanti ini kan ya kalau saya sebenarnya bukan bingung ya geli gitu loh bukannya kita fokus kepada substansi permasalahan mencari benang-benang merah kepada orang-orang yang tidak lain penting. Contoh aja saya sebutkan saja Pak Sofan Effendi ya. Iya. Dia cari-cari ke sana seorang mantan rektor 2002-2007 mencari keberadaan Pak Jokowi tas 1985. Sudah enggak nyambung banget nih. Kemudian bagaimana caranya Pak ee Sofyan mengerti bahwa Pak Jokowi itu bohong segala macam dengan ijazahnya. Berarti kau teliti dari mana? Dapatnya dari mana? Kan gitu. Ini sudah blunder. Siapa yang cari ya? Parismon itu karena ini sudah lari ke sana lari ke sini. Ini apa sih yang maunya yang satu ini dan kepentingannya apa? Nah, pada saat fakta Pak Sofen Effendi mencabut he kemudian tolong di-take down semua yang sudah disampaikannya. Ini kan berbahaya bagi Rism sebenarnya ya. Ketika dia melakukannya berarti ada intimidasi kepada seolah-olah ya ada intimidasi teran kepada Pak Sofyan. Sofan ini tuh supaya kita ini tanpa di sana ada itu ada dong. Jadi ya nyatanya dia berani ini kok setelah terpublikasi dia cabut kok. He he. Berarti digiring dia supaya mengungkapkan permasalahan ini. Setelah terpublikasi terus keluarlah bahasanya. Ini kan dicabut gara-gara ada tekanan dari orang-orang tertentu. Lah emang Pak Sofen itu anak kecil yang gampang dilakukan seperti kayak gitu. Tekan-tekanan dari mana? Oke. Oke. Ini sudah membuat yang membuat menggiring masyarakat untuk berpendapat. Eh, ingat masyarakat tu sudah cerdas semua, sudah banyak yang cerdas. Jangan enggak usah digiring-giring tentang masalah ini. Ya, itu semakin membuat dirimu blunder. Lari lagi ke Polda DIY melaporkan Pak Jokowi memberikan kebohongan segala macam. Yang bohong tuh kamu karena kamu tidak punya dasar. Yang kau laporkan beliau itu apa? Dasar hukumnya apa? Heeh. Nah, orang-orang yang kau minta keterangannya atau pendapatnya aja enggak ada. Kau sendiri yang datang gelundungan ke sana tuh jalan segala macam. Ya, ini yang enggak benar lah. Kalaupun kau diminta keterangannya itu mengakomodir ya masyarakat ya. Kita periksa aja nanti kan ketahuan dari Dumasnya itu Dumas loh ya. Iya. Dumas dari Dumas tidak LP Dumas sampai lebaran Hongkong juga enggak bakal jadi LP gitu loh. Karena kau tidak punya kepentingan, tidak punya legal standing, hanya cari-cari masalah aja. Berarti mengenai laporan yang di DIY itu kan berarti hanya sekedar prosedural aja mereka lakukan. Prosedural aja istilahnya dalam arti gini ee ya namanya masyarakat mau pengin tahu gimana kita periksa, “Oh, kamu laporkan tuh seperti ini rupanya nih ya. Yang kamu laporkan begini begini begini. Nanti larinya kan seperti di kayak di Mabes Pori lagi. Oh, semuanya akan muarah ke sana juga nanti. Emang Polda berani bertentangan dengan Mabes Pori? Oke. Mana berani bertentangan lah. Turun instruksi dari Mabus Pi. Bukan Polda menginstruksikan Mabes Pori. Kan terbalik-balik dunia persilatan nih. Mau kena cekek apa? Iya. Karena kan anak daripada Mabes Pori. Iya benar benar. ngomong kosonglah kalau seandainya itu berbeda pendapat antara Polda dengan Mabes. Pakai logika gitu loh, ilmu logika aja gitu loh. Benar gitu kira-kira ya. Nah, kalau kita melihat ini kan ee di tengah mereka mencari bukti terus jauh sebelumnya kan Pak Betor ada dua kebingungan juga ini kan. Bahkan I saya pun melihat jangan-jangan ijazah Pak Jokowi ini ada dua. He. Satu yang diragukan ee yang dikatanya dipalsukan dari UGM. satunya dikatakan dicetak cetak di pramuka. Jadi ada dua-dua ini. Kalau melihat lagi bagaimana awal tadi Bapak mengulas soal sejarah Pak Jokowi dalam perpolitikan ee maju dari walikota menuju gubernur ke sampai itu kan di tahun 2012 kan beliau di DKI Jakarta ya. Apa yang dikatakan oleh Pak Betor ini apa yang Pak Jenderal mau lihat nih? Apakah Pak Betor masuk ini? Seperti kata Pak Refli ya, Pak Refli bilang, Pak Refli Harun mengatakan bahwa Pak Betor ini adalah petunjuk. Kira-kira menurut Bapak tuh gimana petunjuk yang dalam konteks ini atau yang dipenyidikan ini kan harus bertentangan ini. Gimana nih? Ee kalau dibilang petunjuk dari Pak Refli itu ya. H iya penunjuk dari apa? Dari Konoha itu bagaimana dia petunjuk dengan ilmu katanya katanya katanya katanya. Ingat baik-baik hati-hati Betor ya. Seketika dia bilang ke Pasar Pramuka dicat segala macam, setelah itu pasar pramuka terbakar. Apa maksudmu? Kau sudah membuat suatu peristiwa seolah-olah ada ee aktor yang melakukan itu supaya itu terbakar supaya jangan terendus. Hati-hati kamu memfitnah. Kemudian masalah KPU juga. I ada yang mati katanya seolah-olah kan gitu kan. Ini hati. Jadi metor ini kalau boleh saya katakan ya ini adalah seorang provokator atau provokasi kepada masyarakat karena dia menggunakan ilmu katanya katanya tapi dia tidak tahu sama sekali katakan katanya katanya. Makanya sekarang dia down sarang nih kan kalau dilaporkan orang silakan kau pertanggungjawabkan apa yang kau sampaikan itu. Iya. Kenapa kau berani ini? Siapa yang nyuruh kamu melakukan tiba-tiba muncul ke permukaan ngomong tentang Pak Jokowi. Apa hubunganmu dengan Pak Jokowi? Iya. Iya. Ya. Jadi enggak benar nih orang ini. Ya. Tiba-tiba setelah ditanya, dikejar-kejar, dia tuh bingung sendiri ya. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Ya, ini bahaya. Makanya diambil orang lain minta keterangan lagi, minta keterangan lagi. Keterangannya ilmunya kembali lagi diundang sama TV katanya lagi i dikejar sama fitra tuh. Iya. Iya. Blepetan dia dikejar sama Pitra ketawa-ketawa saya. Nah, ini saya bilang karena memang tidak mengerti, tidak memahami apa yang mau disampaikannya. Karena memang menggunakan ilmu katanya seolah-olah dia ngerti tapi tidak ngerti. Tanda kutip. Ada apa kamu di belakang? Ada apa ini? Apakah beliau hanya sengaja sekedar masuk di dalam ee polemik ini untuk melakukan pemerasan? Bahkan yang laporan Pak Prof. Pak Iman terjadi seperti itu. Apa kacamata dari ee Bapak Jenderal melihat itu? Kalau kalau melihat itu saya ada dua versi ya. I dia masuk ke lingkaran ini ada kepentingan tertentu. Oke. Atau kemungkinan juga ada aktor di belakang yang menyuruh dia masuk ke arena itu. Oke. Nah, sekarang dari Farhad Abbas melaporkan i dugaan pencemaran nama baik nama baik dan dan pemerasan. Pemerasan. Nah, yang perlu dibuktikan oleh P harus terbuka Pandoranya itu kenapa kamu kasih uang itu? Oke. Untuk apa? Dalam rangka apa kepada betor ini? Karena dia lagi speak up tentang masalah Pak Jokowi. Jokowi. Wajar dong kalau tanda tanya masyarakat ada apa kamu ini. Nah, ini harus dibuktikan. Kok kamu bisa diperas? I ada apa hubungannya kamu bisa diperas? Heeh. Itu harus dibuktikan semua. I jangan kau ngomong diperas tapi kau enggak ngerti ya atau melepaskan dari titip pandora ini. Iya iya. Ada enggak kaitanmu? Ada enggak relevansimu ya antara Betor dengan Paiman dengan peristiwa ini? Itu yang perlu didalami penyidik. Saya kan mantan penyidik. Saya seketika dia ngomong saya langsung tahu ke substansi mana harus beranjak penyidiknya. Itu yang harus dikejar. Nanti akan kelihatan kau memang betul-betul aktor intelektual juga atau enggak. Nah, buktikan kenapa kau kasih tuang. Iya. Iya. Kemudian sekarang kau bilang pencemaran nama baik ya. mencemarkan bahwa namamu dibawa-bawa berarti ada hubunganmu baik voice wa dan segala macam atau ketemu langsung dengan antara Pemiman dengan Betor makanya muncullah aliran ini. Ini harus didalami betul nih hingga kelihatan siapa yang bermain di belakang ini. Itu kira-kira kemarin kan saya komunikasi langsung dengan Pak Prof. Paiman ya. Saya menanyakan ee seperti yang apa yang diragukan oleh Bapak. Jadi Pak Prof. Pak Iman mengatakan, “Pak B membutuhkan duit R juta.” Minta duit R juta. Kalau dia minta du juta untuk tidak mau bicara lagi gitu, itu yang keluar dari mulut Pak Betor. Kemudian Pak Profiman mengatakan, “Saya cuman ada 5 dari sejuta dan memberikan bahkan saya menyimpan semua rekaman itu.” Kemudian dibukti transfernya juga dikirim. Ternyata setelah saya konfirmasi lagi terbongkar baru lagi. Ini sesuatu yang mengejutkan juga. Ternyata Pak Betornya ada kegiatan salah satu komunitas duit itu dipakai untuk itu. Heeh. Sisi lain kepentingan pribadi Pak Betor meminta bantuan kep Prof. Paiman katanya Pak Pak Profiman mengatakan dia sekedar mau membantu. Mungkin karena permintaan Pak Betor itu yang memintanya lebih banyak. Minta 20 kasih 15 gitu. Mudah-mudahan ini apa yang dilakukan oleh ee Profiman itu adalah bagian dari ketulusan beliau. Kalaupun memang terjadi pemerasan di angka yang lebih besar yang seperti itu yang kita perlu dalami kan Pak Jenderal. Kalau saya berpikir yang singkat-singkat saja ya. Kok begitu hebatnya Pak Paiman heeh sampai menyerahkan uang R juta kepada Betor dengan alasan butuh uang. Terus posisi komposisi Pak Betor apa hubungannya dengan Pak Paeman? Itu satu ya. Yang kedua, apakah suatu hal yang tidak musykil? He ya ingat loh R juta kan lumayan tuh. Besok aku minta dong ada kepentingan saya sama dia. He. Karena beliau orang baik kasih sama saya. He. Terus enggak ada hubungan kepentingan apa-apa. Kira-kira bisa enggak kira-kira media menangkap ini di balik ini? Kan lebih bagus kalau saya nyong R juta daripada Pak Betur dipakai yang macam-macam. Kenapa enggak dikasih sama kaum dua Fa saja ke fakir miskin? Iya iya. Nah. H kan lebih bagus. Iya. Beramal dia kan. Nah ke Pak Betor apa hubungannya? Ya. Iya. Kenapa sampai hebat-hebatnya ngasih itu sampai sejumlah sekian tanda kutip, tanda tanya dan ada hal yang sangat aneh di balik ini. Jadi walaupun kita memberikan keterangan-keterangan itu kan rakyat sudah cerdas. Rakyat kan bisa menilai suatu hal yang impossible. Uang berpindah R juta hanya cuma-cuma. Iya. Iya. Gua juga mau dong besok gua datang ke sono. Iya. Iya. Kan ada kepentingan saya. Saya bawa-bawa aja bahwa saya sedang memelihara anak yatim piat segala macam. Bagi dong dugit. He bisa saja kan. Iya. Iya. Bisa enggak gua dikasih? Iya. Nah, itu itu apanya ya? Analoginya seperti itu. Itu pertanyaan-pertanyaan banyak juga dari netizen juga yang seperti analisis Bapak artinya hubungan antara Pak Betor dengan Pak Prof. Pak Iman bagaimana transaksi itu terjadi di tengah bagaimana di saat mereka berdua sedang konflik gitu. tadi satu kutip saya kutip tadi ya supaya jangan ngomong lagi kan itu iya supaya ngomong kasus ini ditutup kayak su supaya ngomong lagi untuk apa supaya ngomong lagi kau he kan gitu apa kepentingan jenengan kalau dia ngomong Heeh he kita cari ya hubungan-hubungan hukumnya ya i kita harus cermat melihat menganalisa pokok permasalahan supaya betul-betul bisa menyentuh kepada aspek ya ya itu kira-kira jadi tapi itu pun silakan kita serahkan kepada penyidik nantinya apabila diangkat laporan polisi ini nah didalami oleh pihak penyidik nanti saya hanya apa menyarankan dari vektor ini harus diteliti betor iya ya oke betor dengan uang itu. Iya, iya, iya. Karena ada dugaan pemerasan. Iya, iya. Betul, betul enggak diperas atau gimana dan lain sebagainya. Menurut hemat saya, ayolah kita sama-sama berjalan. Jangan sampai internasional mencampuri urusan dalam negeri kita gara-gara ulah-ulah kita juga di dalam negeri. Ya, kalaupun kita umpamanya kita merasa ee seolah-olah bahwa saya mau dizalimi atau karena ada agenda tertentu, enggak usahlah hal-hal yang belum berdasar itu dipublikasikan. Iya. Kenapa demi kesatuan persatuan negara Republik Indonesia? Cintailah Indonesia itu. Karena kita hidup berdiri di tanah tumpah darah Indonesia. Enggak usah gara-gara kepentingan pribadi, kelompok, kau tabiskan negara kesatuan itu. Ingat dari Sabang sampai Merauke semuanya tuh cinta Indonesia. Jangan kau cabik-cabik. He. Jangan jadi membuat dualisme pemikiran daripada rakyat Indonesia. Nah, dari ula-ulah segelintir oknum. I. Iya. Nah, ini yang saya sangat sayangkan ya. Contoh, saya kasih contoh satu aja ya. Saya sayaat suka juga tentang masalah langkah yang dilakukan oleh ee negara kita tentang masalah mengusut kasus daripada Cidahu tuh. I ini kan salah satu contoh embrio. Kalau ini tidak segera dituntaskan ini bisa membuat instabilitas. Iya kan saya sudah berkali-kali bilang ingat loh di negara timur kita daerah timur tuh banyak yang berbeda. Yang mayoritas juga Kristen di Papua, di Sulut, kemudian ada juga di Bali juga. Dengan langkah-langkah yang diambil negara itu ada langkah yang bagus. E jangan terhenti di situ. Tunjukkan secara transparan bahwa pembuktian hukum terhadap orang-orang yang menzalimi yang sedang melaksanakan ibadah. Ini salah satu contoh saja. Sama juga dengan negara kita kan gitu. Saya tahu bahwa di negara apa negara timur sana apalagi tempat saya waktu kapol banyak yang teriak-teriak, banyak telepon saya tuh. Iya. Nah, tapi saya bilang sudah k sabar sudah ingat aja pesan saya. Iya. Baik sondai baik Pulau Bamora lebih baik itu aja ingat. Masih ingat luar biasa ya. Itu khusus untuk teman-teman dari NTT ya. Ini masih teringat kuat ya. Oh kental saya tuh. Iya masih kental ya. Sonde beta masih sonde beta sonde ada itu katanya kan. Oh masih hafal saya tuh makan saya rajin Bapak rajin. Iya. Apalagi yang dari apa dari itu eh baun. Nah baun tuh kan. Waduh itu mantap toh. Oke ya inilah situasi ya dinamika politik ya. Berbalut dengan kepentingan dan sebagainya. Apa yang dikatakan oleh Pak Jenderal ini ya menjadi satu pencerahan ya. ya beliau melihat secara netral independen ee penilaian beliau ini netral dan independen dan juga sebagai pejuang in ya penjaga merah putih juga saya pikir mengenai kasus ijazah Pak Jokowi dan kasus-kasus yang lain kita ikuti terus ya terkhususnya untuk kasus ijazah Pak Jokowi yang sekarang sedang di penyidikan ada gelelar perkara khusus dan sebagainya Mosato akan update terus untuk kalian semua ada closing mungkin dari Bapak yang mau disampaikan. Silakan. Baik, terima kasih. Jadi closing terakhir kepada kita seluruh Indonesia ya. Saat sekarang ini yang terhormat Bapak Prabowo dan Pak Gibran sedang menjadi nahoda di negara Republik Indonesia ini. Ayo sama-sama kita dukung. Jangan membuat suatu pokok permasalahan yang merusak pola pemikiran daripada beliau-beliau yang terhormat. Catat. saya ikuti bukan gara-gara sekarang beliau jadi Presiden Republik Indonesia atau mungkin wajah saya agak mirip dengan beliau gitu ya. Tapi saya tahu pasti bahwa beliau ini adalah patriotor sejati. I ya. Beliau adalah prajurit sejati dan beliau merasakan dampak daripada perkembangan negara tapi beliau tetap kekeh kemudian maju di dalam kontestan hanya satu yaitu untuk membuat Indonesia sejahtera. Sama-sama kita dukung pola pemerintahan yang ada sekarang. Mudah-mudahan bangsa Indonesia tetap bersatu. Jangan terpengaruh dengan orang-orang tertentu. Ingat NKRI harga mati. NKRI harga mati. Iya. Kita merah putih, kita penjaga NKRI.
Geram! Jenderal Polisi Ricky Sitohang Cecar Eggie Sudjana Pengkhianat?
#eggiesudjana #rickysitohang #polisi #jenderalpolisirickysitohang #mosatotv #ijazahjokowi #ijazah
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCTzdePHDV5DDefPUnuWOFjQ/join
Mosato TV – Lebih dari sekadar berita
================================
Subscribe my channel : https://www.youtube.com/@MosatoTV