Ketindihan Dan Hampir Menyerah – Silent Still 2 Indonesia
Kalian pernah enggak sih ketika tidur kesadaran kalian mulai ada, tetapi badan kalian itu sama sekali tidak bisa digerakkan? Nah, mungkin saja kalian terkena sleep paralyze. Dan kali ini kita akan bermain sebuah game horor yang menceritakan seorang yang lagi sleep paralyze. Dan selamat datang di YouTube channel Miaw A W. Let’s go. Mari kita bermain game horor yang judulnya adalah Silent Steel Kedua. Sebenarnya game yang satu ini tuh ada yang pertamanya ya, Teman-teman. Tetapi banyak banget dari kalian yang merequest untuk gua mainin Silent Steel yang kedua. Jadi gak usah banyak basa-basi. Langsung saja teman-teman kita akan memulai untuk bermain game Silent Steel kedua yang satu ini. Dan semoga saja jalan ceritanya tidak nyambung ya dari yang pertama. Kalau enggak pusing nih, Guys. Tidak tahu background jalan ceritanya yang pertama itu seperti apa. Oke, ini ada warning. Hati-hati. Ini adalah game horor. Jadi, persiapkan headset kalian dan juga mental kalian. Hmm, apa nih yang kita tunggu? Wow, selamat datang di dalam game Silent Steel Kedua. Alright, this is it. I have seen other people explore this place. Can’t wait to check out myself. Jadi dia mau explore di tempat ini. Nah, yang sebenarnya tempat ini tuh apa? Dongker. Waduh. Waduh. Ini mah grafiknya yang bikin agak pusing ya, Teman-teman. Tetapi kalau dari grafiknya ini bagus nih. Detail-detail dari bloknya bagus, Guys. Halo. Oh, aku bisa ngomong. Halo, ada suara gua, Guys. Oke, pencet E untuk interaksi. Aduh, gua gak sempat baca semuanya lagi. Coba ya. Halo, ada orang di sini? Kayaknya enggak ada orang, Guys. Ini apa nih? Sekolah kah? Oh, go upstairs. Tunggu belum siap gua turun dulu bentar. Kita jelajahin lantai satu dulu, Guys. Tiba-tiba aja udah go upstair. MF emang ada apa di sini? Kaget gua. Ya ampun, toilet. Uh, grafiknya sendiri bikin merinding ya, Teman-teman. Astaga, toilet ini sudah ditinggalkan. Toilet apa ini? Gedung apa sih? Kalau tebakan gua ya, Teman-teman. Kayaknya ini gedung sekolah sih. Dan udah dicoret sana, coret sini. Benar, benar, benar, benar. Mentang-mentang, mentang-mentang apa nih? Geography room. Tuh kan sekolah ini, Guys. Siapa yang suka dengan pelajaran geografi? Aku sukanya dulu matematika, Guys, dan juga olahraga. Siap kali ada olahraga, ayo kita keluar. Rajin banget ya, Teman-teman. Tapi matematika juga dulu. Dulu salah satu yang gua suka. Cuma memang pelajaran zaman now dan juga pelajaran zaman dulu itu beda ya. Sekarang tuh kayak ada shortcut-shortcut hax-hx-nya tersendiri kalau ketika kalian mau menghitung matematika. Kalau dulu hax-nya itu kayak sempoa doang, Guys. Kalau sekarang mah banyak trik-triknya yang belum kita ketahui. Ya sudahlah kalau begitu. Sepertinya ruan geografi ini tidak bisa kita jelajahin lebih lama lagi. Huh, Guys. Ini sampai ada hantu sih. Menyeramkan ya. Astaga. Tempat ini katanya lebih menakutkan dibandingkan apa? Orang atau penjara? Kayaknya dia bilang penjara deh. Halo, ada orang di sini. Aku datang untuk melihat-lihat. Jangan ganggu aku, ya. Loh, L loh, suaranya kok jadi error. Sabar, gua matikan terlebih dahulu. Itu kenapa suara gua jadi error? Tangga. Wah, guys, apa yang sebenarnya kita cari di sini? Hmm. Ada yang punya ide? Kita mau mencari apa di sini? Apakah kita cuma mau jurit aja nih? Jurit malam. Jadi teringat jurit malamku yang dulu pernah pergi teman-teman ke Ranca Upas untuk camping. Nah, di sana gua kan ikut komunitas gitulah guys di kampus. Terus ada jurit malamnya. Ternyata menyeramkan ya jurit malam di hutan kanan kiri kalian cuma melihat pohon-pohon yang gelap dan kita dilarang untuk menyenter di bagian atas. Kira-kira kenapa tuh, Guys? H. Apakah jangan-jangan kita bisa melihat sesuatu kalau kita senterin ke atas? Bisa jadi. Oke, gua bisa jembil ke sana tuh. Oh, jadi ini entrance-nya. Nah, why I did come through the back? Kenapa gua datangnya dari belakang? Ya, mana gua tahu mungkin pintunya yang terbuka dari belakang, sedangkan pintu depan itu tertutup. Ya, oke. Wah, ini penjelajahan yang sangat seram. Dan pertanyaan gua ya, Teman-teman, sekolah ini masih ada listriknya padahal udah diabandon, udah ditinggalkan. Ada beberapa ruangan yang bisa dibuka pintunya. Tapi ada beberapa ruangan yang tidak bisa dibuka. Ini aneh sekali. Tuh kan dia aja bertanya-tanya, Guys. Kenapa masih ada lampu yang menyala di tempat ini? Jangan-jangan ada orang yang masih tinggal di sini lagi. Betul juga, Guys. Apa itu? Lapangan basket. Wah, gelap banget, Guys. Main office. Gila. Lapangan basket. Kaget gua. Suara langkah kaki gua ternyata, Guys. Astaga. Masih adakah yang main basket di sini? Bola basketnya aja masih ada di sini, Guys. Hallnya gede banget. Kapan punya rumah yang ada lapangan basket? Teman gua, Guys. Dulu gua punya teman di dalam rumahnya dia, dia ada haall lapangan basket untuk dia main basket. Ya, GG Gaming ya. Wajarlah dia punya apotek ternyata ya. Makanya rumahnya besar dan juga mempunyai lapangan basket. Jadi punya cita-cita. Cuma kayaknya kalau di Jakarta jadi kayak terlalu jauh cita-citaku tercapai ya, Teman-teman. Wah, ini ditutup. Yup, enggak bisa. Jadi, ya sudahlah kita harus bersyukur dengan keadaan yang apa yang sudah kup punya sekarang, ya. Halo, kita ke mana sih? Gua bisa ke lantai du. Ingat baik-baik, tapi kita udah terlalu jauh, Teman-teman. Br. Ini apa nih? Locker. Oke, ini locker room. Ini ada tim basket yang namanya Win Knight. Widih, pasukan angin. Oke, sepertinya ini adalah tempat spot yang bagus untuk gua duduk sebentar untuk mendengarkan dan juga untuk ngapain? Coba kita duduk ya. Oke, hantu, kalau memang kamu ada di sini, keluarlah. Aku cuma duduk-duduk aja di sini. Aku tidak ada tempat untuk aku lari. Berani banget. Berani banget dia, Guys. Berani banget dipanggil enggak tuh? emang mencari hantu dia ini, Guys. Ada suara tuh kan? Bentar ada suara guys. Ada suara suara yang lagi berjalan. Siapa di sana? Tunjukkan dirimu. Jangan di bercanda. Bercanda. Jangan tunjukkan dirimu ya. Siapa di sana? Keluarlah. Aku bisa mendengarkanmu. Loh, Mana? Di sebelah kiri ada jendela lagi, Guys. Lagi lihat-lihat kanan enggak tahunya dari jendela lagi yang muncul, ya kan? Hm. Apakah suaranya semakin mendekat, Guys? Apakah ada tanda-tanda? Oke, aku harus pergi dari sini sekarang. Aku harus pergi. Oke, ya udah. Ayo get up. Ini dia nih. Ini dia nih. Leave the place. Oke, kita akan pergi dari tempat ini. Wah, kok jadi tegang, Guys? Ini tadi lockernya pada kebuka atau ketutup, Guys? Ini kalau ada yang ngejar gua sih. Suara bayi. Ada suara bayi, Guys. Ada suara e bro. Kamu di situ enggak ada ya? Aku pamit dulu ya. Mohon maaf udah mengganggu. Oke guys, kita pergi dari sini. Kita pergi dari sini. Gua mau lari. Gua mau lari. Ada catatan? Enggak. Enggak enggak enggak bisa dibaca. Kita pergi dari sini. Kita pergi dari sini. Apakah aku akan selamat dari pintu depan? Please. Enggak bisa, Guys. Seram. Serem. Wah, gua merinding. Gua merinding. Ada suara anak kecil kayak lagi mau main-main. Terus lu mau samperin tengok aja dike. Ih, lari. Mau ke lantai du dulu ggak ya, Guys? Enggak, enggak, enggak. Oke. Oke. Sudahkah? Pulangkah gua? Kamu berani sekali, Bung. Bung. Helo. Helo. Oh, udah gak bisa gua ngomong. Wah, enak sekali nih, Guys. Ada roti, ada pizza. Suara apa tuh? Oh, suara kipas. Wow, realistis sekali gameennya. Cuma enggak ada bayangan gua aja, jadi kurang realistis ya. Tuh TV tabungnya keren loh. Uh, good idea juga ini guys. Keren ya art-art. Buset ada telur. Buset rotinya gede banget, Guys. Jadi lapar pengen makan roti. Emm. Etone, aku ke mana ini? Apakah aku ke sini? Aduh, aku haus banget. Tunggu. Kayaknya ada sesuatu deh yang bisa aku minum di kulkas. Kayaknya ada soda kulkas. Oke, open. Uh, suaranya aja keren banget. Drink. Nah. Oke. Eh, buang yang benar dong. Oke, sekarang aku mau mandi terlebih dahulu sebelum aku tidur. Oke, mandi ya. Mandi. Mana toilet? Ini toilet open. Yap, betul sekali. Tadi tidak bisa dibuka, sekarang bisa dibuka, Teman-teman. Wow, toiletnya sendiri HD banget dan bagus banget tuh. Enggak ada, Guys. Bayangan gua mana ini bayanganku? Aduh, clean toot. Oke. Eh, gimana? Interact. Oke, kita interact mandi dulu, Guys. Sebelum tidur gosok gigi dan juga mandi dulu. Oke, kita lihat nih apa yang terjadi nih. Boleh lihat ke kanan gak? Aduh, kenapa pintunya lupa gua tutup, Guys. Hah, ini aneh sekali. Aku sudah explore beberapa tempat yang ditinggalkan. Aku tidak merasa takut dan juga dalam bahaya. Tetapi akhir-akhir ini kenapa ada perasaan yang sangat berat ya? seperti ketakutan di dalam diriku dan membuat aku tuh kayak cuma mau pergi aja, enggak mau tinggal di rumah. Makanya jangan cari perkara, Bro. Eh, boleh enggak tutup dulu, ya? Kan biar gua enggak was-was nih. Tutup dulu boleh enggak? Hm. Ada suara dogi, Guys. Suara Dogi bertanda mungkin aja ada orang yang lewat ya kan? Hah? Kenapa sih Dogi itu gonggong mulu? Benar-benar menjengkelkan katanya gitu, Guys. Kaget gua. Ya ampun. Karena pintunya dibuka, Guys. Gua jadi was-was. Hm. Hm. Kenapa tuh? Oh, dia ngantuk. Ngantuk gara-gara berendam dia ngantuk, Guys. Udah mau ketiduran nih. Aduh. Aduh, ngantuk nih, Bro. [Musik] Kaget dia. Iya. Ketiduran, ketiduran. Ketiduran. Astaga. Aku terasa seperti aku dicekek. Benar-benar menakutkan sekali. Makanya yang tidur. Ayo mandi. Mandi aja, Bro. Yah, tidur di tempat tidur. Oke, akhirnya kita bisa berdiri. Hah, itu diunplug dulu enggak sih? Hah, kayaknya aku capek banget deh. Ya udah deh, aku mau tidur terlebih dahulu. Ganti baju kali ya. Ganti bajunya di mana? Jadi ini aku lagi tidak pakai baju nih. Iya, kosong. Tidak ada apa-apa. Wow, dia jalan-jalan di rumah tidak pakai baju gitu. Wow. Ini kah bajunya dia? Oh, kayaknya enak bajunya. Eh, bukan. Bukan ini. Ini nih harusnya. Yes, betul sekali. Yuk, pakai Pajamas dulu ya. Baju bobo nih, Teman-teman. Supaya bobok makin nyenyak. Jangan pakai jeans. Susah nanti boboknya. Tapi dulu mau pakai apa aja gua tidur sih, Guys. Alright, sudah selesai. Turn off room ceiling light. Jadi kita harus mematikan lampu yang ada di sini. Ceiling light. Apakah ini? Bukan ya? Ini. Oh no. Gelap banget. Turn off bad lamp. Aduh, Guys. Ini boleh ditutup dulu enggak? Enggak bisa ditutup. Gimana ini, Guys? Tidak. Siapa yang tim kalau mau bobo matiin lampu gua lagi. Aduh, semoga aja ya kalian tidak terbayang-bayang. Hm. Terus ngapain? Oke, saatnya aku tidur. Tidur, Guys. Mana pilihannya? Oke, udah udah dah. Hah. Aduh. I sih kalau tidur kita ngelihat ke bawah begini ya, akhirnya aku capek banget. Ini akan menjadi tidur yang panjang buat aku. Panjang kah? Boleh enggak kalau tidur tuh tutup pintu dulu gitu loh biar kita tuh enggak dan menurut gua ya teman-teman, menurut gua aja ya kita kalau tidur kakinya tidak boleh menghadap ke pintu. Karena apa? Karena katanya betlck. Atau bisa jadi teman-teman kita melihat sesuatu yang tidak kita inginkan. Jadi biasanya kita itu ee menghadap ke suatu tempat yang mungkin bukan pintu gitu loh. Selain pintu lah. Lah itu kayak masalah-masalah apa namanya? Fengui-fenguian lah. Ya udah kita bobok yuk. Kalau bisa kalau bisa guys selama ini sih gua menghindari tidur yang di mana kaki gua langsung berhadapan atau enggak kepala gua langsung berhadapan dengan e pintu. Entah itu pintu keluar atau pintu toilet. Kalau bisa kalau bisa. Chapter 1, The first experience. Oke. [Musik] Wah, enggak tidur nyinyak dia, Guys. Dia terbangun, Guys. Ada sesuatu yang mengganggu dia kayaknya. Hah? Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa bergerak? Bahkan aku tidak bisa berbicara. Apaan ini? Wah, slip paralyze. Gua pernah sih dan itu enggak enak. Tapi ada teorinya. Katanya badan kita emang capek, Guys. Makanya enggak bisa gerak aja. Cuma otak kita bekerja. Hm. Suara dogi lagi tuh. Terus kayaknya ada suara langkah kaki. Langkah kakinya siapa itu, Guys? Duk duk duk duk duk gitu loh. Kalian dengar kan ada suara kayak orang buka laci. Ngek ngek ngek. Gua ngelihat sesuatu tadi. Gua ngelihat sesuatu dekat kursi. Cuma gua enggak lihat itu apa. Ada orang yang lagi mar-mandir dia matiin lampu. Lampu dapur. Dinyalain lagi lampunya. Hmm. Sekarang dia matiin living room-nya. Apaan yang terjadi nih? Siapa di sana? Emang kamu bisa ngomong sekarang? Gua kayaknya tadi tidak bisa menggerakkan bahkan tidak bisa berbicara. Wah, ini enggak beres sih. Ini enggak beres sih. Ini enggak beres sih, Guys. Aduh, gua gak bisa lihat apa-apa. Saatnya nyalain lampu enggak sih kalau lagi kayak begini? Ya, tapi gua gak bisa bergerak ya? Gimana caranya mau nyalain lampu? Siapa di sana? Sepertinya ada seseorang. Oh, iya. Di kaca, Guys. Di kaca dapur itu ada sosok. Gua baru ngeh. Mungkin gua akan zoom sedikit untuk kalian semua. Astaga. Hm. Mati semuanya. Hm. Nyala lagi. Sosoknya langsung menghilang ya. Dia ngintip terlebih dahulu. Ada orang enggak ya? Wah, ada orang nih yang lagi tidur. A e ada bunyi tadi dari sebelah kanan, Guys. Ha, ada yang ngintip. Ngintip, ngintip, ngintip, ngintip. Jangan please, please. Apakah kamu yang tadi dari sekolah mohon maaf punten tidak bermaksud untuk mengganggu. Ternyata kayaknya dia mengikuti kita sampai pulang, teman-teman. Haduh. Please, please jangan ganggu ya. Oh no. Siapa kamu? Tapi terlihat bukan anak kecil sih, dia kayak lumayan dewasa ya, Teman-teman. Tingginya itu 150 sampai 160. Weh, sotoy. Bia sotoy. Mati lampu sekarang. Mama ya. Ah, no. Ayo dong, please. Aduh, degdegan, Guys. Masih ada suara gerasa grusuk. Gerasa gerusuk. Hm. Ada yang ngetok. Ada yang ngetok, Guys. Mana gelap? H. Pintunya gerak. Pintunya gerak. Itu ruangan apa ya? Ruangan baju ya? Gua rasanya kayak mau berlindung pakai selimut, tapi gak bisa, Guys. Gak ada selimut. Keheningan ini benar-benar bikin gua was-was. Ada yang lewat tadi. Ada lewat tadi, Guys. Kepalanya begini-begini. Oh no. Berarti dia udah di bawah kaki gua. Ada yang pcepet. Pacpet. Jangan dong. Enggak kelihatan, Guys. Enggak kelihatan. Hm. Perasaan enggak ada begitu tonjolan deh, Guys. Itu kepala kayaknya ya. Itu kepala itu, Guys. Ada suara dari sebelah kiri. Kalian pakai headset deh, Guys. Nonton ini pakai headset. Jadi ketahuan tuh ada suara kanan atau kiri. Sekarang ada badan gua. Oke, kalau semua lampu menyala seperti ini aku sedikit merasa aman ya, Teman-teman. sedikit aja cuma masih tetap. Siapa yang tidur di samping gua tadi? Perasaan enggak ada siapa-siapa, Guys. Ini sekarang ada orang yang tidur di samping gua. A permisi. E ini tempat tidurku. Tolong tidur tempat lain, Bro. Dia enggak pergi. Masih ada suara-suara yang tidak enak ya. Kayak ada orang yang selalu berlari-lari di sini. hilang dia, guys. Dia menghilang ke mana? Dia menghilang ke mana nih ya? Kalau kalau kalian punya kejadian seperti ini udah pasti kalian berdoa kan? Hm. Dia lari ke arah gua. Mukanya dia penuh darah. Udah kah? Belum kah? Jiwa ini tersiksa, Guys. Wah, [Musik] kaget gua. Kaget, Guys. Kaget. Astaga. Oke, cuma mimpi kan. Oke, aku bangun lagi. Aku harus bagaimana? Hah? Apa-apaan itu? Apakah itu adalah mimpi? Itu benar-benar menakutkan. Kayaknya bukan deh, Bro. Oh, ini bantal ini, Guys. Wah, penderitaan kita belum berakhir. Dia harus ke mana ini, Guys? Dia harus ngapain? Tempatnya berantakan juga ya kalau dilihat-lihat. Bro, halo. Gua disuruh ngapain ini? Makan. Kamu mau makan? Ya udah, sini makan bareng gua yuk. Gua disuruh ngapain? Gua disuruh ngapain? Dia cuma mempertanyakan doang. Oh, pi pi pipis pipis dulu pipis dulu pipis dulu pipis dulu. Aduh, tangan gua kesemutan, Guys. Saking nahannya gitu loh. Saking kayak yuk. Udah pipis. Bobo lagi yuk. [Tepuk tangan] Cebok, cebok. Jangan lupa cebok. Aku lapar. Kayaknya aku harus makan my food earlier before it went bad. Oke, gua harus makan terlebih dahulu sebelum makanannya menjadi basi. Chapter 2. There is something wrong. Apa tuh yang salah tuh? Apa tuh yang salah tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Aha. Aha. Ini aneh sekali. Pasti ada sesuatu yang aneh. Tetapi aku tidak bisa memberitahukan apa yang aneh. Makan, guys. Makan pelan-pelan sih. Cuma kalau lagi panik begini, makan yang cepat aja lah. Suara di kamar belakang, Guys. Gua enggak bisa lihat ke belakang. Mati lampu. Makan please. Makan please. Astaga. Aku tahu ini cuma bukan mimpi. Ini bukan mimpi maksudnya ya. Ini kesunyian ini menyiksa gua, Guys. Kedip-kedip. Makan yang cepat apa? Ini benar-benar menakutkan. Astaga. Aduh. Melihat ke arah bawah. Enggak ada apa-apa di bawah. Di atas ada bunyi-bunyi di bawah. Tetapi pas kita ke bawah tidak ada apa-apa. Itu jendela kebuka enggak sih? Dia jawab, Guys. Dia jawab. Gua bertanya dia jawab. Astaga, itu apaan katanya? Cuma gua gak bisa lihat apa-apa ya, Teman-teman. Gua gak nyadar kalau ada sesuatu yang terjadi. Terlalu gelap. Tolong berhentikan penderitaan ini. Aku mau selesain game-nya. Please, jangan siksa aku seperti ini. Mau jump scare, jump scare aja. Ini kalau di acara teman-teman aku sudah begini. Ampun. Tolong siapapun itu tinggalkan aku sendiri. Aku tidak melakukan apa-apa kepada kamu. Enggak, Guys? Ampun, tolong jemput gue. Enggak, enggak kuat, enggak kuat. Mana di rumah sendiri ya kan? Apa nih? Hah? Pintu, pintu, pintu, pintu ditutup. Kita bisa tutup mata sekarang, ya. Tolong dong, tolong dong. Please, please, please, please, please, please. Apa? Kita habisin ya? Kita habisin, Guys. E meterannya kita habisin. Ya udah kalau itu yang kamu mau. Coba, ya. Kita habisin meterannya. Semoga ketika aku membuka mataku semuanya sudah berjalan dengan normal lagi. Apa nih? Kenapa gak ada yang terjadi? Berdiri aja kapa. Jangan duduk terus, Bro. Gua yang greget nih sekarang nih. Enggak ada yang bisa gua lak. Astaga. [Tepuk tangan] Astaga ini benar-benar mimpi buruk. Astaga ini sangat menakutkan. Weh, [Tepuk tangan] double kill. Kill kill. Hah, apa yang terjadi? Kepala ini bikin aku meningsoy. Kayaknya dia terjebak deh, Teman-teman. Dia belum sempat pulang. Dia terjebak di situ. Oh, semua ini cuma mimpi. Kayaknya dia lagi duduk kan terus dia ketiduran kayaknya ya. Astaga, jantung gua, Guys. Jantung gua. Astaga. Wow. Wow. Jantung berdetak kencang. kayaknya gua udah enggak kuat deh. Gua gua gua enggak kuat, Guys, untuk melanjutkan perjalanan ini. Aku tidak kuat, Guys. Iya, gua duduk di sini. Hah? Why I did pass out here? I can’t remember anything before this. This is weird. Yah, kenapa gua pingsan di sini? Aku tidak eh mengingat apapun. Ini aneh. Ya udah, keluar. Oh, itu tadi double kill sih. Nyebelin ya? Enggak, gak, gak, gak, gak, gak, gak. Fokus gua sekarang keluar. Gak mau eksplorasi lagi. Kapok, kapok, kapok, Guys. Kapok, ya. Kapok, kapok. Yuk, pulang yuk, yuk, yuk. I ya, ya, ya. Gua gua gua kapok kapok kapok kapok. Nanti nanti nanti nanti nanti. Hah mikrofone. Halo. Maaf ya. I’m sorry. I’m sorry if I come here. So sorry my friend. Halo. Maaf ya. I’m sorry. I’m sorry if I come here. So sorry my friend. Halo. Kok ngulang terus sih? Kok ng-repeat terus sih? Dan sekarang, Teman-teman, ini tempat tertutup. Gua gak bisa pulang. Engak bisa pulang. Akunya mau pulang. Gak bisa pulang. Akunya mau pulang. Pulangkan aku. Jangan di sini. Jangan di sini. Pulangkan aku. Pulang. Pulang. Pulang. Pulang. Pulang. Gimana caranya aku bisa pulang? Hah? Enggak usah pulang, Guys. Halo. Maaf, ya. Sorry. I’m sorry if I disturb you. Kalau aku mengganggu kamu. Halo. Kita harus mencari jalan keluar lain sih. Kalau begitu ya, Teman-teman. Gua gua gua gua gua gua gua jantung gua udah terlalu spike. Oh no. Siapa di sana? Ada suara, Guys. Dari sebelah kanan tuh pasti tuh dari sebelah kanan, Guys. Yap, dari sini nih. Halo. Tinggalkan aku. Tinggalkan aku, tinggalkan aku. Jangan ke sini kamu. Escape the building. Ya, I know, I know. Mohon maaf ya kalau udah ke sini. Tapi gimana caranya gua keluar dari sini, Guys? Kan ini kan gak ada jalan keluarnya. Kamu mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, ya. Makanya lain kali jangan begini, Bro. Dobrak gak sih? Dobrak ggak sih? Tidak. [Musik] Udah gua pencet e enggak kelar-kelar e-nya, Guys. Udah gua dobrak-dobrak. Gua kurang kuat lah. Balik lagi ke sini. Oh, itu ceweknya. Gimana, Bro? Lanjutkah kita, Guys? Boleh udahan enggak khusus game yang satu ini? Boleh udahan enggak? Aku udah 3 hari nih tanpa tidur. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa menahan ini semua. Dia udah 3 hari enggak tidur. Cari teman enggak sih? Nginap dulu di tempat teman enggak sih? Hah. Tuh, ngantuk dia, Guys. Ngantuk dia, Guys. Jangan tidur, Bro. Jangan tidur, Bro. Jangan tidur, Bro. Tapi kalau enggak tidur meningsoy juga. Tidak, tidak, tidak. Aku harus menahan ini. Aku tidak bisa tidur. Atau enggak kita pasrah aja kali ya, Teman-teman. Sudahlah, sudahlah. Apa yang terjadi? Ya udahlah terjadilah. Bagaimana nih? Sudah, sudah dihantuin ya. Apa boleh buat? Jantungku sudah tidak kuat ini guys. Aku udah tiap hari latihan. Tapi yang kali ini khusus kali ini kayaknya aku tidak kuat, Guys. M hm. Enggak naik, Guys. Udah ketiduran ini. Udah ketiduran ini. Hm. GG. Stay silent and still, Bro. Sampai chapter 3. Ini game panjang juga ya, Teman-teman. Katanya stay silent and still. Jadi kita harus tetap diam dan tidak bergerak. No, no, no, no. Ini benar-benar buruk. Ini benar-benar buruk. Boleh minum dulu enggak, Guys? ataskah kipasnya mati. Oh no. Tidak, tidak katanya. E, terima kasih teman-teman. Aku pergi dulu ya. Bye. Aku pergi dulu ya. Gimana nih? Oh. Hm. Apalagi, Bro. Up. Lu mau nyiksa gua kayak gimana lagi? Enggak kelihatan. Iya dibuka pelan-pelan. Hmm. Mati. hidup terus ada bayangan nih. TV-nya nyala. Oke, lagi nonton. Ya udah deh, gak apa-apa. Kalau kamu mau nonton, nonton aja dulu ya. Aku mau tidur. Jangan ganggu aku. Oke, Deal. Gadal, Guys. Dia udah kelar nonton. Dia bosan, Guys, dengan tontonannya. Sesuai dengan judulnya ya. Still silent, don’t move. [Musik] Udah dong, please. Udah dong. Please, please, please. Udah cukup cukup cukup. Gua tahu ini game seram, Guys. Gini, drink something in the kitchen. Oke. Oke, gua sudah cukup menenangkan diri gua, Teman-teman. Kita coba, ya. Kita disuruh untuk meminum sesuatu yang berada di dapur. Mungkin. Iya, mungkin enggak. Apakah di kulkas? drink. Oke, minum soda lagi ya. Gimana menurut kalian tentang game yang satu ini? Rating, guys. Rating, ya. Apakah kalian suka atau tidak? Berapa lama aku akan experience mimpi buruk ini? Ya, aku pun tak tahu, Bro. Perasaan tadi pintunya gua enggak tutup deh, Guys. Tadi perasaan pintunya dibuka deh. Oh no. Tunggu dulu. Kenapa ini bisa terjadi? Itu bukannya badan gua, Guys? Aku tidak mengerti bagaimana caranya aku bisa melihat diriku sendiri. Jangan bilang dia apa namanya, Guys, yang bisa pindah-pindah. Aduh, gua lupa lagi. Apakah aku meningsoy? Do not worry. [Musik] Akhirnya baru kali ini teman-teman ya gua senang selesai gameennya. We hope you enjoy the sleep paralyze experience. This game means to means a lot to us as it is the first one we develop after a fire destroy our home. Ah, kasihan banget ada kebakaran. Dan ini adalah project pertamanya mereka dan good game. GG. GG guys. Silence steel kedua GG banget. GG banget. Salah satu game horor yang gua tunggu-tunggu ya yang di mana bisa benar-benar mengagetin gua sampai jantung gua mau copot. Wow. Semoga aja kalian semua terhibur dan juga kalian semua suka dengan game yang satu ini ya. Karena gua sendiri hampir gak kuat, Guys. GG. Ya, udah. Thank you, guys, buat kalian semua yang udah nontonin gua bermain game Silent Steel yang satu ini. Dan nanti kita akan bertemu lagi di game-game horor selanjutnya. Thank you so much and bye bye pa. [Musik]
Akhirnya ketemu game Horror yang beneran serem, gw hampir menyerah bermain game horror ini yaitu Silent Still 2 yang berceritakan karakter kita akan ketindihan atau sleep paralyze, ternyata dia diikuti oleh hantu guys, serem banget sih ini game
#MiawAug #horrorgame #SilentStill2
Subscribe : http://www.youtube.com/user/miawaug?sub_confirmation=1
Be a Member : https://www.youtube.com/miawaug/join
Kumpulan Horror Game : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR8beT9oJqBWikBhfnEDezVt
Game : https://store.steampowered.com/app/3869680/Silent_Still_2/
Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt
Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com
Thanks Guys….
Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo
https://www.twitter.com/markgmusic
https://www.instagram.com/markgtheartist