🔴SAMPAI TERKEJUT !! Pelatih Vietnam U23 NGOMONG GINI Usai Timnas U23 Kalahkan Thailand 8-7 Piala AFF

R kita lihat dan baik sekali baik sekali pemirsa. [Tepuk tangan] [Musik] Begini pernyataan pelatih Vietnam U-23 yaitu Kim Sangsik calon lawan timnas Indonesia U23 di babak final Piala AFF U-23 tahun 2025. Pelatih Vietnam U-23 mengaku terkejut usai timnas Indonesia U23 berhasil kalahkan Thailand. U23 di babak semifinal Piala AFF. U-23 dengan skor 87. Namun sebelum laga puncak yang dinanti tersebut digelar, pernyataan mengejutkan datang dari pelatih Vietnam U-23 Kim Sangsik. Pelatih asal Korea Selatan itu secara terbuka mengakui kekagumannya bahkan ketakutannya terhadap performa luar biasa. Timnas Indonesia U-23 usai mereka menyingkirkan Thailand U23 lewat drama adu penalti. Dalam sebuah konferensi persai menyaksikan langsung laga semifinal antara Indonesia U-23 versus Thailand U23, Vietnam U23 tak bisa menyembunyikan keterkejutannya terhadap kualitas permainan anak asuh Gerald Vanenberg. Ia menyebut Indonesia U-23 tak hanya menunjukkan kemampuan teknik tinggi, namun juga memperlihatkan mentalitas juara yang sangat jarang terlihat di level usia muda. Saya benar-benar terkejut bukan hanya karena mereka berhasil menang atas Thailand, tapi karena cara mereka bangkit. Pada menit ke-60 mereka tertinggal satu gol. Tapi mereka tidak panik, mereka tidak menyerah, mereka justru semakin percaya diri, semakin menekan. Ini adalah ciri khas tim yang punya mental juara. Gol pembuka dari Thailand sempat membuat suasana pertandingan memanas. Namun, timnas Indonesia U-23 berhasil membalikkan keadaan. James Raven, striker andalan Indonesia U23 yang menyamakan kedudukan lewat sundulan mematikan di menit ke-84. Gol tersebut menjadi titik balik yang membakar semangat seluruh pemain Garuda Muda hingga akhirnya mereka menutup pertandingan lewat kemenangan dramatis di babak adu penalti. Pelatih Vietnam U23 secara khusus memuji dua pemain bertahan timnas Indonesia U23 yang menurutnya tampil luar biasa dan bisa menjadi momok menakutkan bagi lini serang tim manapun. Bek Indonesia, Kadek Arel dan Kakang Rudianto benar-benar mimpi buruk bagi para striker. Mereka tak hanya kuat secara fisik, tapi juga sangat cerdas dalam membaca permainan. Saya sampai berkali-kali mencatat pergerakan mereka selama pertandingan dan itu membuat saya semakin khawatir. Selain lini pertahanan yang kokoh, pelatih Vietnam U23 juga menyoroti penampilan heroik kiper Indonesia U23 Muhammad Ardiansyah. Dalam laga semifinal tersebut, Ardiansyah tampil bak tembok kokoh di bawah Mistar. Ia beberapa kali menggagalkan peluang emas Thailand, termasuk momen krusial di babak penalti. Saya benar-benar terkejut dengan penampilan kiper mereka. Dia menyelamatkan penalti dan melakukan penyelamatan yang saya rasa hanya bisa dilakukan oleh penjaga gawang kelas dunia. Jika dia tampil seperti itu di final, maka tugas kami akan sangat berat. Pelatih Vietnam U-23 tak ragu menyebut Indonesia U-23 sebagai tim paling berbahaya di turnamen kali ini. Bahkan ia mengaku sedikit ketakutan menghadapi mereka di partai final. Tidak mudah melawan tim dengan semangat juang seperti itu. Mereka bisa bangkit dari tekanan. Mereka tidak gentar saat tertinggal dan justru makin berbahaya. Jujur saja saya harus mulai memikirkan strategi yang sangat matang. Karena menghadapi Indonesia di final akan seperti menghadapi badai yang tidak bisa diprediksi. Begini jalan pertandingannya. Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Thailand pada laga semifinal Piala ASEAN U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno SUGBK Jakarta, Jumat 25 Juli tahun 2025. Pada kesempatan ini, timnas U-23 Indonesia langsung mendapat peluang pertama pada menit kedua melalui lemparan jauh Robi Darwis pada menit kedua. Namun bola hasil lemparan Robi Darwis masih bisa diantisipasi dan dibuang pemain Thailand. Timnas U-23 Indonesia kembali menebar ancaman pada menit keempat. Doni Tri melepaskan tendangan dari sudut sempit, tetapi laju bola masih bisa diamankan kiper Thailand, Sorawat Fosaman. Bola hasil tendangan Doniri masih melebar tipis di sisi kanan gawang Thailand pada menit keet7uh. Bola hasil tandukan Patara Ponsuk Sakit pada menit ke-11 membentur tiang gawang timnas U-23 Indonesia. Peluang emas lagi-lagi diperoleh Thailand pada menit ke-12. Bola hasil tandukan James Raven membentur tiang gawang Thailand pada menit ke-30. Tak ada gol yang tercipta, duel timnas U-23 Indonesia versus Thailand berakhir 0-0 pada babak pertama. Di babak kedua, Robi Darwis melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-55. Sayang, bola hasil tendangan Robi Darwis masih bisa dihadang oleh kiper Thailand, Shorawat Fosaman. Thailand berhasil mencetak gol pada menit ke-60. Gol tersebut bermula dari aksi Seksan Ratre di sisi kanan. Seksan Ratre lalu mengirimkan umpan terobos ke arah Yotsakon Burava. Thailand memimpin 1-0 atas timnas U-23 Indonesia. Penyelamatan gemilang di Kalkuan Ardiansyah pada menit ke-71. Ardiansyah mampu menepis bola hasil tendangan siraf Wandi. Timnas U-23 Indonesia berhasil menyamakan skor pada menit ke-83. Gol tersebut bermula dari sepakan pojok Raihan Hanan. Bola yang datang mampu ditanduk oleh James Raven dan terciptalah gol. Skor berubah menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. Ardiansyah tampil gemilang pada menit ke-115. Ardiansyah mampu menepis bola hasil tendangan pemain Thailand dua kali berturut-turut. Tak ada gol tercipta. Pertandingan harus berlanjut ke babak adu penalti. Dan alhasil timnas Indonesia U-23 berhasil mengalahkan Thailand U23 di babak final dengan skor 87. [Musik] Berita kedua. Begini pernyataan media Thailand yaitu Siam Sport yang mengaku terkejut dengan permainan timnas Indonesia U-23 vs Thailand U-23 di babak semifinal Piala AFF U-23 tahun 2025. Media olahraga paling berpengaruh di Thailand, Siam Sport melontarkan pernyataan yang mengejutkan dan penuh kekaguman usai laga semifinal Piala AFFU 232025 yang mempertemukan dua rival klasik Asia Tenggara tersebut. Dalam laga penuh gengsi tersebut, Garuda Muda tampil memukau membuat publik negeri Gajah Putih terguncang dan media mereka tak bisa menyembunyikan rasa terkejut. Dalam analisis paskal laga yang dipublikasikan Siam Sport, mereka tak hanya mengakui keunggulan Indonesia dalam segi teknis dan taktik, tetapi juga secara terbuka memuji kejenian pelatih timnas Indonesia U-23 yaitu Gerald Vanenberg yang dinilai mampu membongkar sistem permainan Thailand secara menyeluruh. Strategi zona marking yang diterapkan Indonesia menjadi titik fokus utama perhatian media tersebut karena dianggap sebagai kunci yang menghancurkan pola agresif khas permainan Thailand. Kami belum pernah melihat Thailand U-23 begitu kesulitan menembus pertahanan seperti malam ini. Strategi yang digunakan oleh Indonesia kombinasi zona marking dan man to maning seolah menjebak pemain kami dalam kandang tak bertuan. Dalam artikel yang mereka tulis, Siam Sport menilai bahwa strategi yang dipasang Grut Vanenburg bukan hanya cermat, tetapi juga sangat berani. Alih-alih bermain terbuka seperti biasanya, Vanenburg menerapkan zona marking ketat yang dirancang khusus untuk menghentikan aliran bola Thailand dari tengah ke depan. Tak hanya itu, strategi tersebut kemudian dikombinasikan dengan man to maning yang intens terhadap pemain-pemain kunci Thailand. Pelatih Timnas Indonesia U-23 jelas sudah mempelajari permainan kami secara detail. Ia tahu titik lemah kami adalah ketergantungan pada ruang kosong dan pergerakan cepat. Namun Indonesia menutup semua itu seolah tahu ke mana bola akan diarahkan sebelum dikirim. Pelatih Timnas Indonesia U23 dianggap bukan sekadar pelatih asing biasa. Dengan pengalaman Eropa dan pemahaman mendalam terhadap sepak bola Asia Tenggara, ia dianggap mampu menyulap tim muda Indonesia menjadi satu kesatuan mesin strategi yang mematikan. Siam Sport juga menyoroti performa gemilang empat bek Indonesia dalam formasi 433 yang menjadi tameng pertahanan Garuda Muda. Ahmad Ferrari, Kadek Arel, Brandon Shoineman, dan Doni Tripamungkas tampil seperti tembok kokoh yang mustahil ditembus. Setiap serangan Thailand selalu terbentur di lini belakang memaksa mereka untuk terus kehilangan momentum. Yotsakon Burafaha yang biasanya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan hari ini tak ubahnya seperti pemain bayangan. Ia kehilangan arah, kehilangan bola, dan kehilangan harapan. Semua karena bek Indonesia tahu bagaimana mengisolasi dirinya dengan sempurna. Tak hanya Yotsakon, gelandang serang andalan Thailand, Songkram Samut yang biasanya menjadi pengatur ritme permainan tanpak kehilangan kendali. Ia kerap kehilangan bola karena terus mendapat tekanan dari gelandang Indonesia. Siam Sport menyoroti bahwa timnas Indonesia U-23 tak hanya soal pertahanan kuat, tetapi juga bagaimana mereka membangun permainan dari lini tengah. Kombinasi Tony Firmansyah, Robi Darwis, dan Arkan Fikri dianggap sebagai otoritas lini tengah dalam pertandingan tersebut. Kami tak menyangka trio gelandang Indonesia bisa begitu dominan. Mereka menekan kami saat bertahan dan saat menyerang mereka mampu mengatur tempo, menyuplai bola ke depan, dan mengendalikan ritme. Inilah definisi lini tengah modern yang ideal. Arkan Fikri dengan visi bermainnya yang luas beberapa kali mengirim umpan terobosan yang nyaris membuat lini belakang Thailand panik. Sementara Roby Darwis menjadi gelandang pemutus aliran bola Thailand yang sangat efektif. Siam Sport juga memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammad dan Ardiansyah, penjaga gawang timnas Indonesia U-23 yang menjadi tembok terakhir tak tertembus. Ardiansyah melakukan beberapa penyelamatan spektakuler yang menggagalkan peluang emas Thailand. Thailand punya peluang emas, tapi di setiap peluang itu selalu ada satu tangan Ardiansyah yang muncul entah dari mana dan menepis bola. Ia tidak hanya menjaga gawang, ia menjaga harga diri Indonesia di tengah hujan serangan. Di sisi lain lapangan, Jens Ravens menjadi figur menyeramkan bagi pertahanan Thailand. Ia tak hanya mengancam lewat kecepatan dan akurasi tembakannya, tapi juga mampu membuka ruang dan menciptakan peluang yang merepotkan back Thailand. Beberapa kali Jens Ravens berlari menembus sisi pertahanan kami dan menciptakan kekacauan. Back. Kami tidak siap menghadapi striker dengan kemampuan teknik selevel ini. Ia adalah pembeda. Indonesia bukan lagi tim pelengkap. Mereka adalah kontestan sejati. Tim ini tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga taktik modern, determinasi tinggi, dan pemain yang tahu bagaimana cara bermain sebagai satu unit. Kami kalah dari tim yang lebih siap, lebih pintar, dan lebih kuat. Pertandingan semifinal Piala AFF U-23 tahun 2025 ini menjadi panggung pembuktian bahwa timnas Indonesia U-23 telah memasuki era baru. Dengan kombinasi pelatih cerdas, pemain bertalenta, dan strategi modern, Indonesia kini bukan hanya penantang, tapi kandidat kuat juara. Media Thailand sendiri telah mengakui kehebatan Garuda Muda secara terbuka dan itu menjadi bukti bahwa transformasi sepak bola Indonesia sedang menuju ke level tertinggi. [Musik] Yeah.

———————————————————————–
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2023, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u20, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2023, hasil piala aff 2023, fifa matchday, piala aff, timnas u20, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, jadwal timnas indonesia, kualifikasi piala asia u20, piala asia u17, fifa matchday,