BEATHOR SURYADI: GIBRAN KALAU GA MUNDUR KULAWAN! IJAZAH JOKOWI, BUNKER TRILIUNAN, DAN KONSORSIUM 303

Bawa ke pengadilan hakim enggak ditanggoken masuk penjara. Ini akan diulang lagi dengan 12 orang ini. Efek Rudi itu menyatakan persiapan administrasi Jokowi di Solo bukan dilakukan oleh kader partai. Kau jadi 15 kau bangun kau naikkan dong jadi R miliar. 12 orang yang sekarang itu adalah akibat daripada KPU tidak bekerja dengan benar. Tiga orang ini. Ini juga masuk mau dipenjarakan juga coba sama si Jokowi yang jadi ada dua yang menyatakan bahwa Jokowi itu tidak punya dokumen. Harusnya itu tanggung jawab itu menggugat tulang kan. Tanggung jawab itu adalah KPU Bawaslu anggota DPR Komisi 2. Iya. Gid besar politik di balik kedua polemik ini di mana tanggapan Panj Bang Bitor ingin m-donrade Pak Jokowi ingin grrade saya keluarga dia dia melakukan itu dengan sadar kok. Seharusnya kalau sekiranya negara ini negara hukum, Jokowi ditangkap dong. Kira-kira dari kejadian kebakaran Pasar Pramuka Desember tahun kemarin, boleh enggak kita kesimpulan ini ada kaitannya? Kau tanya nanti kalau kau paiman, kau bawa kemari tanya sama Paiman, Pak Paiman kenal enggak yang namanya Jimmy? Nah, sekarang kita membiarkan si Gibran diatur oleh oligarki itu tidak cukup umur dipaksakan negara ini dipimpin Gibran dengan umur yang kurang tanggung jawabnya siapa? MK lah. Aku kan ketemu sama si Aiman. Eh, hei, kau tuntaskan dong. Aku bilang, “Uang triliunaner yang diambil dari rumahnya si Sabo itu dibawa ke mana?” “Oh, nanti, Bang. Nanti, Bang, nanti ada waktunya aku akan uraikan uang itu ke mana.” “Iya Jokowi bawa ke mana?” Dia ke Solo lah. Waktu dia di gubernur ada yang menyaksikan waktu Jokowi punya uang terus malam-malam tuh bergerak tuh Innova item dia Solo di dalamnya cover-cover dos-dos duit. Welcome back to podcast Ken TV. Kedatangan tamu spesialnya dooror. Darderdor meledak-meletuk bam ini luar biasa. Iya itu dia seorang aktivis pengacara dan juga politisi PDI Perjuangan. Ini sosok lagi belakangannya lagi viral, Bang. Siap. lagi yang bicara tentang di basem-nya rumah Pak Joko itu ada triliunan rupiah katanya. Nah, boleh juga kita ambil selembar ya kan kalau dolar gitulah. Bang Vitor Suryadi. Siap. Mereka Bang. Mereka terima kasih waktu ini Bang. Sehat Bang? Siap. Alhamdulillah Bang Izin nih Abang viral banget nih kita lihat dan terima kasih atas waktunya udah datang di Keadilan TV. Ee sebenarnya langsunglah kita nanya Bang ya. Bang Bitor ini apa sih yang memotivasi dan keberanian Abang ini? Apa tujuannya, Bang? Nih belakangan ini kok viral banget bicara soal pemaksulan Gibran, ijazah Jokowi. Saya enggak ikut pemakzulan. Saya minta Gibran disuruh mundur sama bapaknya. Oh, itu beda tuh, Bang. Ya, beda. Kalau kalau pemakzulan tuh bertahun-tahun itu karena kan harus dapat dukungan dari DPR 2/3 segala macam. Kalau mundur dia seperti Bung Hatta. Mundur ya, mundur bikin surat pengunduran diri selesai. Oke. Besoknya pelantikan wakil presiden yang baru enggak pakai berhari-hari. Oke. Nah, dari semua keberanian Abang ini bicara di berbagai media sampai detik ini, motivasi Abang itu sebenarnya apa, Bang? Apalah tujuannya, Bang? Kan Ibu Mega diserang kan Ibu Mega ikut mengkomentarin kalau punya ijazah tunjukin aja. Nah, pernyataan Ibu Mega itu kan dibully oleh baser-basernya mereka bahwa Bu jangan omon-omon dong katanya. Ibu kan yang ketua partainya kan itu waktunya masih Jokowi kan. Baik tanggung jawab dong. Nah itu waktu kita diminta tanggung jawab Ibu Mega dibully. Nah, terus kita cari jaljak. Mencari jejak itu ya semua kader yang pernah paham kasus apa ijazah palsu yang punya Jokowi itu muncul semua. Maka saya ketemu si ketemu ini, ketemu sini. Saya mempertemu mencari jejak timnya Jokowi Solo. Ketemu delan orang gitu. Kalau mungkin pernah baca di pernah melihat di video ada Anggit, ada apa David, Widodo, Eko termasuk Pakiman. Oke, itu selesai di situ. Jadi ada tim yang menyelesaikan peristiwa di Solo pada waktu pada waktu Jokowi 2005. Iya. itu membikin dokumennya siapa? Terus dari Pak apa Rudi menyatakan itu bukan dari partai, bukan dari kader partai, berarti dari orang timnya Jokowi. Heh. Terus di KPUD Solo sendiri tidak ada dokumen, cuman dibawa dua lembar. satunya dres, satunya insinyur. Tapi kita enggak tahu nih dua-dua ini dari kampus mana. Karena itu 10 tahun kemudian enggak terkutik, enggak terbayak. Kalau sekiranya memang Jokowi itu lulusannya UGM terus dia masuk kan pasti bangga dong di UGM kan pasti disebutlah satu di antara lulusan UGM menjadi walikota. Ini enggak ada kan? Semua enggak ada. Waktu dia menjadi walikota 10 tahun juga dia enggak ngundang-ngundang teman-temannya yang tadinya dia bangga-banggakan sebagai tim pendaki gunung kan enggak ada juga. Jadi hilang di situ gelap. Jadi 1985 ke 2005 itu 20 tahun tuh. Iya 20 tahun. Enggak ngapa-ngapain si Jokowi oke dengan UGM-nya. Terus 10 tahun dia menjadi walikota. Dia juga enggak ngundang-ngundang orang, enggak ngapa-ngapain. Nah, yang dia menjadi perlawanan dia itu kan Bambang Tri sama Gus Nor itu karena itu yang mengganggu Jokowi karena ternyata memang enggak ada. Jadi hari ini kita bisa mengklopkan apa yang dibilang Babang Tri itu benar tidak ada. Jadi 2005 atau 2010 yang kedua menjadi walikota itu Bambang Tri muncul menyatakan bahwa tidak ada dokumen selama 20 tahun kita jajakan ini sampai Pasar Pramuka itu memang enggak ada enggak ada dokumen sampai sekarang dia enggak berani menunjukkan dia datang ke Baris Krim bawa bawa balik lagi dia bawa balik lagi. Itu kan menunjukkan orang yang enggak jujur. Tapi kuasa hukumnya Pak Jokowi kan sudah menjanjikan nanti saat proses persidangan ini akan ditunjukkan, Bang. Gimana, Bang? Itu kan Pak Kasusnya Bambang Tri sama masuk penjara tanpa tanpa melihat barang bukti. Polisi tidak kasih, Kejaksaan tidak tadi dibawa ke pengadilan hakim enggak ditanggokin masuk penjara. Ini akan diulang lagi dengan 12 orang ini akan diulang lagi. Pastilahnya begitu format atau langkah jejak langkahnya begitu dia masih begitu juga. Iya. Iya. Maaf akhirnya mundur, Bang. Tadi yang delan orang itu meyakini bahwa Pak Jokowi juga enggak punya, Bang. Yang tim delan orang tadi yang dari Solo. KGA. Iya. Jadi, kan yang tahu itu kan cuma sedikit orang. Jadi macam kita nih, Pras pernah pegang ee Andi Wijanto pernah tapi enggak tahu itu asli apa tidak. Bahwa mereka terima berkas dokumen. Iya, di situ ada ini ada ini sekarang buka buka buka buka. Ini kan ini kan produksinya di Pramuka itu. Oke. Izin, Bang. bukan punya bukan produknya UGM. Terkait pasar pramuka ini kan kalau kita runut ikutin ini kan babak demi babak nih Bang. Iya mulai dari TPUA. Iya kita harus juga ee Bang Roy, Bang Rismon, Dr. Tifa itu kan lama ini. Iya sudah yang jadi pertanyaan kenapa Bang Mitor baru muncul belakangan ngangkat soal Pasar Pramok ini motifnya gimana? Bukan motif kita kan mencari jawaban UGM enggak bisa ini enggak bisa kan mereka melawan terus ini pertanyaan sederhana. Kalau ini enggak di sana enggak di sini langsung di mana? Ih, pramuka itu jawaban pramuka itu. Jadi, Abang Murni tergerak aja untuk meluruskan yang bengkok-bengkok ini. Aku ini ikut ke Solo, ikut ke Jogja. Di mobil bus itu. Kami berdiskusi setelah kecewa di UGM tidak dapat jawaban. Kecewa lagi di Solo tidak jawaban dari si Jokowi kan di jalan kami berjalan. Kalau gitu ini di mana dibikin? UGM enggak berani menunjukkan. Jadi kalau sekiranya Oh berarti UGM sendiri enggak berani waktu abang ke sana kan mereka ketemu sama wakil rektor nih di Jogja itu mereka ketemu dengan pimpinan-pimpinan UGM kan berani jawab. Nah kalau kita mau cari jalan lain karena Jokowi tidak mau menunjukkan segala macam adalah verifikasi itu perintah negara. KPU itu harus melakukan harus melakukan. Jadi KPU datang membawa dokumen yang diserahkan oleh kandidat kepada partai. Partai menyerahkannya kepada KPU. KPU dalam melaksanakan perintahnya, ya KPU dalam melaksanakan perintahnya membawa dokumen itu ke UGM. Disandingkan ini berkas dokumennya UGM, ini yang dari KPU. Cocok berarti asli, tidak cocok berarti palsu. Nah, ini enggak dilakukan. Ini tidak dilakukan di KPU Solo dua kali, 0510, DKI sekali, RI dua kali. Padahal itu wajib mereka itu melaksanakan undang-undang, melaksanakan peraturan dengan anggaran. Mau nginp di seminggu 10 hari di Jogja dibiayain sama negara. Dibiayain sama negara untuk verifikasi. Verifikasi enggak ada. Jadi verifikasi itu kami dari KPU 1 2 3 orang nama ini melaksanakan tugas negara melakukan verifikasi staf KPU, staf UGM. Iya. Iya. Ini enggak ada. Iya. Nah, orang-orang yang ribut dari pihaknya Jokowi ini yang membantah, membantah, membantah itu kan harusnya mereka datang aja ke KPU. Nah, sekarang respon di sana. Respon sekarang sedang di ruangannya KPU D KPUD S mau cari datanya. Kalau enggak ada berarti memang bodong. Kita belum tahu jawabannya. Tapi dia sekarang lagi di sana dan harusnya harusnya maupun di UGM maupun di KPUD ada berita acara atau apapun harusnya ada kan. Ada dong. Itu namanya dokumen negara. Iya. Dan itu kan merupakan rangkaian Bang. Iya. Maksudnya kalau saya pengin nyalon itu si KPU wajib memverifikasi. Iya. Iya. Mau di Singapura pun sekalian harus datangin datangin enggak ada anggaran ya. Betul. Betul. atau lulusannya Harvard atau lulusannya Inggris. Oke, artinya, Bang, kalau ternyata ini Lost semua, KPU juga enggak memverifikasi dong. Iya. Jadi, inilah yang disebut tim Solo itu, tim Jokowi itu. Hm. Hm. Yang beredar videonya siapa-siapa Anggit ini on itu pemainnya FX FX Rudi itu menyatakan bahwa persiapan administrasi Jokowi di Solo bukan dilakukan oleh kader partai, bukan partai. Delapan orang itu bukan PD perjuangan bukan PD perjuangan mereka selesaikan sendiri. Ini yang disebut mal administrasi berarti seharusnya ada surat dari ketua DPC. Iya. Kami PDI Perjuangan mengajukan kandidat nomornya ini nih kan kandidat dengan berkas kan bawa ke sana kantor yang bawa harusnya ini enggak tapi kan ketua DPC-nya jadi wakil ya Bang itu dia makanya pada waktu itu ada kepentingan lain tapi kan sekarang kita mau ungkap nih jadi kita mau ngelihat ternyata kan seperti itu enggak ada berarti reaksi masyarakat beberapa merespon menuding PDIP juga melakukan pembiaran dalam proses verifikasi iniak enggak paham itu abang enggak paham Yang paham cuma tiga orang. Sudah itu aja enggak paham. Andi yang pegang juga enggak paham. Pras yang pegang juga enggak paham. Enggak tahu. Orang percaya aja ya bahwa ini bukan percaya. Ini kan memang perjalanan yang namanya partai besar itu kan ada sekretariat. Heeh. Kandidat kan masukkan ke sekretariat ada tim pemenangan itu kan diproses dilihat diproses prosedur. Setelah dilihat oleh para pimpinan itu elit itu di sini Pras di sini Wijajanto dibawa ke KPU kan disetor KPU tanda terima kan bahwa kami sudah memasukkan dokumen-dokumen tidak tanda terima asli apa tidak enggak tahu yang tahu itu cuma tiga orang satu ya itulah si Pak Iman itu ya itulah rombongan itulah delapan orang itu. Tapi gimana tanggapannya Bang Bitor? Kan dari polisi kan udah menutup penyelidikan ini tentang keaslian bahwa itu asli tapi laporannya penc pencerman pencemaran baik yang lanjut penyelidikan tanggapannya gimana Pak? K dua kali beda ini yang satu urusannya sarjana itu karena menyerang Jokowi ditutup dengan bares krim. Proses yang berikutnya adalah Metro Jaya Polda. I itu kasus yang lain lagi enggak ada urusannya ini beda yang ini urusannya ya penghinaanlah merendahkanlah apa baik ya itu beda. Dan Abang kan juga dilaporkan Abang kan juga dilaporkan oleh Pak Paiman ya. Iya saya lain lagi. Gimana tanggapannya itu, Bang? Enggak ada ditangkap biasa aja gitu kan saya butuh uang kan laporannya cuman masalah uang. Kalau nanti dia minta kembaliin balikin sudah selesai enggak ada urusannya. Saya butuh uang karena besoknya kan saya mau bikin acara, bikin pertemuan. Iya. Saya minta sama teman saya karena yang kenal teman saya kan bukan saya. Saya enggak kenal Pak Iman. Yang kenal kan teman. Nah, saya minta sama dia karena dia sudah makmur. Saya minta minta 20 dikasih 15. Terus dibilang pemerasan. Kalau meres itu kan miliar kan artinya dari 20 eh kau jadi 15 kau bangun kau naikkan dong jadi R miliar. Enggak. Itu perasaan tuh kalau begitu ya kan kita terima aja namanya orang bantu, orang ikhlas bantu. Dia kan ikhlas bantu ya bantu sudah aku enggak ada masalah cuman dia menganggap bahwa untuk dia mempermainkan aku bahwa aku meres meres kok cuman 15 juta gitu loh. Iya iya iya. Kalau minta kan kalau dan juga aku kan enggak punya kuasa. Aku bukan jaksa, aku bukan polisi, aku bukan preman, aku bukan aparat aparat hukum yang nakal. Dia juga aku enggak tahu dia salah apa kan dia enggak punya salah. Kenapa bisa kupas? Enggak bisa dong. Dia bukan koruptor enggak ada bukti korupsinya segala macam. Masa aku persia di situ. Iya iya iya iya iya. Bang kalau ternyata seandainya ee publik itu kan hari ini publik sudah mungkin sudah tergiring bahwa oh iya ternyata Pak Jokowi kok berat banget untuk membuktikan ijazahnya misalkan. Iya. Ee siapa aja yang sebenarnya kena kena hukum seharusnya Bang? KPU harus KPU harus dari mulai di Solo. Iya harus KPU KPU KPU KPU sampai KPU hari ini kena jadi 12 orang yang sekarang itu adalah akibat daripada KPU tidak bekerja dengan benar sehingga mereka memprotes karena ada dua orang di penjara. Jadi Bambang Tri sama Gus Nur itu di penjara tanpa barang bukti dibela sama TPUA. TPOA terus membawa para ahli yang paham forensiklah, paham inilah ahli ahli apalah tahu kertasnya, pintanya hurufnya bawa tiga orang ini. juga masuk mau dipenjarakan juga coba sama si Jokowi yang jadi kita melihatnya kalau enggak ada ini sebenarnya 2002 itu pada waktu Jokowi sudah membikin ee apa ee berita POS lah atau public expos selesai saya Jokowi saya bawa keluarga saya saya partainya PDI kan tunjukin ini jasa saya sudah enggak ada lagi itu urusan hukum karena kan dia setelah itu. Nah, kalau enggak ya dia bawa ke UGM itu. Jadi ini bodong benar bodong gelap. Tapi kan rektor menganggap bahwa Pak Jokowi itu memang lulusan di situ, Bang. Nah, itu masih diuji coba sama mereka itu. Maka kemarin mereka dapat dukungan kan dari Pak Sofyan Effendi kan bahwa itu tidak ada berkas. Jadi ada dua yang menyatakan bahwa Jokowi itu tidak punya dokumen. Satu Bambang Tri, satu profesor itu sepend. Nah, sekarang mereka berangkat ke Solo, ke KPU Solo mau cari itu berkas yang namanya verifikasi. Kalau hari ini dapat akan kelihatan jelas. He. Karena itu dokumen negara. Pada praktik pada praktiknya memang KPU itu kadang berat untuk memeriksa, Bang. Karena ah itu urusan lain. Urusan lain lah. Itu urusan lain. Bukan urusan tugas negara. Tugas negara itu apapun yang terjadi harus dilakukan. Enggak ngelihat partai. Enggak dong. Enggak bisa dong. dan tercatat dan itu konsekuensinya ketua KPO-nya dong. Kan mereka digaji besar dari rakyat, dari rakyat untuk melaksanakan demokrasi. Ya kan kita tahu bersama bahwa KPU itu jadi di posisi itu juga berkat partai partai juga, Bang. Pada waktu itu belum. Kalau yang sekarang ini kelihatannya orang mau jadi KPU itu harus ada melalui apa penita seleksi segala macam. Terus ada gorong-gorong HMI-nya berapa, PMI-nya berapa orang. Terus dari ini dari format sekarang ini yang sekarang ini yang ketuanya panselnya kemarin juri Ardeantoro itu dia yang melakukan seleksi itu. Jadi anak PMI-nya berapa, HMI-nya berapa, dari organisasi lain berapa dia yang lakukan. Dan Abang melihat di sini ada dugaan titipan-titipan kepentingan enggak? Paling paling penting itu jud itu verifikasi itu aja karena itu jelas. KPU membawa apa saja, dokumen apa saja, arsif yang ada dari UGM itu apa saja, penilaian dia, IPK dia apa semester dia kan di situ selesai. Simpel Bang ya? Simpel aja enggak. Yang paling simpel tuh kalau menunjukkan jasannya itu paling simpel. Itu paling simpel itu. Nah, karena dia enggak berani karena itu palsu. Bang, kalau via bawa bisa enggak, Bang? Harusnya itu tanggung jawab itu menggugat tulang kan tanggung jawab itu adalah KPU Bawaslu anggota DPR Komisi 2. Iya. Merdeka PPP pengawasannya kan pengawasannya pengawasannya di komisi dua. Jadi kalau sekirnya ada rapat dengar pendapat antara DPR ya kan dengan KPU dan sekali harus mempertanyakannya itu harusnya saudara KPU coba bawa kemari ya kan ee berita acara verifikasi waktu ke UGM bawa dong ke depan tunjukkan kepada ketua komisi dua kan dia lihat komisi dua kan bar biasa duknya tiga orang kan i dilihatin enggak ada nah 20 tahun ini kita enggak tahu apa yang mereka lakukan. Tapi pada detik itu dari pernyataannya Eko tidak ada. Eko langsung menyatakan tidak melakukan verifikasi, tidak melakukan ee apa open expos tadi. Ee public expos. Public expos enggak ada. Dan biar clear Bung Eko ini dari KPUD Solo kali itu, Bang. Ya, Solo ya. Memang di Solo kan ini. KPUD Solo ya. I. Oke. Berapa lalu kan Pak Jokowi kan menanggapi, Bang. Ini saya minta tanggapannya ke Bang Bitor. Mengungkap kecurigaan beliau terkait polemik ijazah palsu hingga pemakzulan Gibran bahwa curiga Pak Jokowi ada agenda besar politik di balik kedua polemik ini. Gimana tanggapannya? Bang Bitor ingin m-donrade Pak Jokowi. Ingin-drade saya keluarga. Dia dia melakukan itu dengan sadar kok. Dia sendiri kan paham dia berkuasa 10 tahun. Yang berkuasa siapa? Kan orang lain. Iya. Bikin tambang sana, tambang sini, bikin sana, bikin sini. Kan bukan bukan dia. Nah, sekarang kita membiarkan si Gibran diatur oleh oligarki itu tidak cukup umur dipaksakan. Tidak pendidikannya kurang, ininya kurang dipaksakan. Sehingga orang-orang di di MK itu didesak, dipaksa. Kelak enggak lolos. Nah, kita mau membatalkan itu. Jadi, kita lihat orang-orang di MK tuh profesor, doktor, SH, MA takut dalam dalam intimidasi. Waktunya mereka berani melakukan perombakan itu bukan hak mereka. Perubahan konstitusi itu dilakukan oleh Presiden bersama DPR bukan bukan MK. Nah, kenapa mereka lakukan? Katanya ada peran si ini peran mereka diterorlah, mau digantilah apa segala. Nah, itu kan urusan dia lain. Sekarang kan sudah agak tenang nih. Sudah mulai sudah mulai kita katakan bahwa Jokowi sudah selesailah ya. Iya. Nah, mereka harus menyadari bahwa kami kemarin keliru, kami minta maaf, kami didesak pada waktu itu. Kan dia seilan orang. Nah, sembilan orang ini mencari cara bagaimana Gibran itu bisa walaupun dia bilang kalau sudah diputuskan apa istilahnya itu enggak bisa digugat segala macam. Ini rusak negara. Jadi kalau kita nanti itu negara ini dipimpin Gibran dengan umur yang kurang tanggung jawabnya siapa? MK lah MK yang meloloskan dia umurnya belum cukup karena ada serombongan orang yang mendesak supaya Gibran. Ada ada orang berkepentinganlah dengan Gibran. Kita bisa bayangkan enggak Gibran 5 tahun jadi wapres, jadi presiden, jadi presiden, jadi presiden kan bisa dia terus itu orang duitnya semakin banyak dan didukung para oligarki-oligasi siapa yang bisa melawan dia ke depan? Enggak bisa. Nah, jadi kita dengan sadar membiarkan memberi kesempatan negara ini rusak seharusnya kita berhentikan dong. Caranya itu tadi ramai-ramai kita datang ke MK duduk-duduk di depan itu tiap hari mulai dari jam .00 sampai jam . Kalau lebih dari jam 5. Kan diserbo primop. Sebelum diserbo kita cuma sedikit aja tarik batalkan apalah si Gibran itu. Oke. Bisa bayangkan enggak itu? Gibran itu kan nanti dunia yang hidup itu anak kita, cucu kita bukan kita lagi orang itu masanya. Nah, tiap-tiap hari kita lihat di TV Gibran begitu penampilannya. Baru 6 bulan jadi wapres kepalanya begini begini bagi ini ngomongnya enggak keruan itu mau kita artinya dia akan dikendalikan oleh orang lain seperti Jokowi Rocky Gerung bilang Jokowi Presiden enggak ada yang ada otaknya kan orang-orang ini dan itu kita bukti kan yang kita bukti nah sekarang itu diloloskan lagi Gibran nah untuk urusan ijazah saya ijazah ini saya sudah selesai yang Saya rintis dari kader PDI Perjuangan dari Solo sudah menemukan titik yang namanya Pramuka. Di Pramuka tiba-tiba muncul namanya Pak Iman. Pak Iman ini menelepon Roy. “Hei, Mas Roy, kita kawan-kawan. Kamu enggak boleh begini-begini. Saya orang Jokowi. Saya punya punya kios di situ.” Ya, dari situ kan jelas Tuhan yang bikin yang bikin dia bergerak seperti itu Tuhan. Saya sendiri pada waktu itu sudah menemukan pramuka karena mendapatkan informasi dari beberapa kader kan pramuka. Tapi di kios siapa? Pemiliknya siapa? I kan enggak punya. Sampai saya kejar Ahok Hok waktu itu kebakar atau itu waktu ditertibkan ada enggak ini nama-naman? Enggak ada katanya HWK lupalah. Nah kan gitu. Ya. Nah, tapi dengan Pak Iiman ini merasa dia bagian dari Jokowi melihat Roy sama si Rismon menghajar terus begitu enggak kuat dia. Dia telepon, dia hajar itu si Roy Suryo itu sampai dia saya saya. Nah, keluarlah kalimat saya punya kios, saya orang Jokowi, saya ketua relawan segala macam. Roy langsung ambil kesimpulan ini orangnya muncul. Ini hampir sama dengan peristiwanya Zambo. Zambo itu satgas itu menguasai 303 judi. Sudah punya uang triliunan. Ngapain dia tembak si Yosua kalau bukan disuruh Tuhan? Siapa di Bang? Dia tembak Yosua itu. Dia tembak Yosua muncul semua orang berpendapat kan. Padahal dia kepala Propam. Bintangnya dua di sini. Bintangnya dua sini. Tapi bukan bintang empat tetap bintang dua. Bikin surat aja. Hei kau Yosua. Kupindahkan kau ke Sleman, kau apa ke Bantul. Selesai kan? Berangkat siosanya besok pakai kereta enggak perlu ditembak mati kan sampai sekarang enggak jelas. Tapi konsorsium 303 ini kan enggak clear Bang. Masih simpang siur ini. Belum tahu kebenarannya kita sampai sekarang kan ada uang kata si Aiman itu. Aiman yang news itu kan dia melacak itu ada rumah yang disewa Sambo enggak jauh dari rumahnya ada uang triliunan. Nah uang itu balik ke mana? Ke negara. Enggak mungkin. Jadi baliknya ke mana? Solo. Masuklah itu ke dalam lubang tadi. Lubang banker tadi. Tapi Abang meyakini itu haruslah. Haruskan ke mana? Bawa di Solo itu aku kan ketemu sama si Aiman. Ah. Hei kau tuntaskan dong. Aku bilang uang triliunaner yang diambil dari rumahnya si Sambo itu dibawa ke mana? Oh nanti, Bang. Nanti, Pak, nanti ada waktunya aku akan uraikan uang itu ke mana. Iya kan aku ketemu dia waktu aku di TV itu aku datang ke dia itu untuk menanya itu aja tuh nanti katanya ya nanti dia akan buka. Wah, berarti asumsi yang di abang abang bilang ini barang dibawa ke Solo itu, itu asumsi abang tuh. Kan gini, kau harus lihat dong orang-orang korupsi uangnya kan enggak bisa masuk bank. Enggak bisa kan? Ada yang 920 miliar yang Mahkamah Agung taruhnya di mana? Kontainer freal. Ada yang kasus ini kasus lah yang kemarin WIMAR 11 triliun. Apa itu dibawa ke bank? Enggak kan taruh di rumah sampai kantor kejaksaan itu penuh uang semua. Iya kan? Terus alam-alam satu lagi itu enggak bisa. Jokowi bawa ke mana? Ya bawa ke Solo lah. Waktu dia di gubernur ada yang menyaksikan waktu Jokowi punya uang terus malam-malam tuh bergerak tuh Innova item dia Solo di dalamnya koper-kover dos-dus duit. Karena waktu itu kan kasus namanya reklamasi. Reklamasin luar biasa itu itu berapa masuk penjara kan si adiknya Taufik Sanusi kan itu kasusnya itu. Nah si aguannya segala macam dan kawan-kawannya kan terus dilarang ke luar negeri itu apa namanya itu pencekalan pencekalan oleh KPK bebas lagi selesai aja tanpa urusan ya kan. Nah, uang tuh ke mana? Bawa ke Solo. Jelas mobil itu bergerak dari balai kota ke Solo. Berarti kalau kita berpikiran simpel nih, Bang Bitor, dengan dugaan aku kita bilang dugaan ada uang triliunan di bankernya kediaman Pak Jokowi atau di mana pun itu, kita harus mengejar pembuktian itu harus dibongkar. Rubang kau enggak baca yang namanya OCCRP itu ratusan triliun uang yang dikorupsi Jokowi dari bangsa ini. ORP. Makanya mereka berani menyatakan Jokowi adalah presiden terkorun. terkorup nomor nomornya ada nomornya lagi padahal kita enggak perlu nomor ya pokoknya dia pelaku. Nah, ke mana duit itu kan bisa gitu. Nah, kalau ini kita punya kekuatan ada dana kita berangkat ke Belanda, kita tanya mana data kalian menuduh-nuduh presiden kami korup kan dia bikan, dia kan harus cerita kasusnya ini uangnya sekian ini sekian ini. Jadi presiden kau itu korupsi terbesar di antara presiden lain. Jelas. Kamu mau ikut enggak? Kalau kamu ikut boleh ke Belanda. Kita ke Belanda demi kebenaran. Lah iya dong. Jadi kita enggak mungkinlah seperti kita dengan pasar pramuka kan kita enggak asal-asal ngomong dong karena kan kita temu dulu kader partai segala macam kita urut dari Solo segala macam baru menemukan di Nah kalau yang sekarang oh CCR itu sudah kita temukan tinggal datangin ya kan kantornya ada internasional masa dibikin pernyataan Jokowi korupsi kalau enggak punya data minta baru kita cocokkan ini uang sebanyak ini ditaruhnya di mana baru kita taruh Apakah rumah yang baru, apa yang di sini, apa yang di sini. Rumah Jokowi kan banyak. Dan servi bertanggung jawab untuk membuka data itu, Bang. Iya dong. Mak kita harus datang. Iya. Iya. Iya. Bang, orang-orang yang menikmati terhadap apa yang dilakukan ini oleh Pak Jokowi ya, dugaannya misalkan korupsi dan sebagainya itu gimana, Bang, tanggapan AB? Kan banyak tuh orang-orang yang menikmati tuh. Yang enggak tahu siapa? Apa yang kau tahu siapa? Abang aja tahu tahunya siapa kan orang tu kan jadi menteri terus bahkan ada satu orang yang menterinya jabatan sampai 20 kali kan paham itu. Dan orang itu sekarang kekayaannya meningkat jadi 10 triliun. Gimana dapat dari hasil ini? Siapa, Bang? Nah itu kan gak tahu orangnya itu itu aja. Jadi dilakukan Jokowi 201415 masuk lagi ke 2019 sekarang masuk ke Gibran kan orangnya itu aja. Jadi bangsa sebesar ini 280 juta banyak profesor doktor jenderal segala macam bego kalau enggak melawan. Masa kita membiarkan Gibran yang enggak punya sekolahan, enggak punya pendidikan enggak punya pengalaman kan dia lulusan Singapur Bang. Enggak itu adiknya si Kaisang ya kan waktu Kaisang wisuda ada foto videonya si Jokowi kan Gibran enggak ada Gibran. Siapa yang bisa membuktikan? Aku pengin lihat Gibran sekolah di mana dan kalau Gibran pernah nunjukin kalau enggak salah ijazahnya. Per. Tapi, Bang izin aku potong nih, Bang. Aku pengin aku pengin ngejar, Bang Bitor. Hampir rata-rata kawan-kawan yang sekolah sekolah ke luar negeri kalau dicocokkan ke direktorat jenderal enggak bisa. Enggak bisa. Enggak cocok. Artinya memang bukan sekolahan itu cuma kursus gitu loh. Kan pernyataannya jelas dari Dikti itu banyak kok orang-orang yang sekolah-sekolah ngambil master di mana-mana. Ada yang ngambil masternya juga di apa ruko segala macam di Dikti kan enggak ketemu itu enggak ketemu. Makanya kalau sekiranya Prabowo itu berkonsentrasi untuk mengangkat pendidikan sebenarnya ini diselesaikan. Jadi si kawan kita itu dia mendapat untung banyak dari ijazah-ijazah itu. Karena banyak orang mau naik pangkat, naik jabatan segala macam harus punya sarjana. Apalagi ada sarjana duanya yang bisa bikin cuman dia profesional dia. Enggak bisa. Dan itu kan enggak bisa diuji. Kalau dia lulusan luar negeri, masa orangnya berangkat ke luar negeri. Bohong-bohong semua itu. Tadi Bang Bitur bilang ee kita biar enggak sekedar omon-omon ya, perlu pembuktian kita kejar. Bang Bitor, apa buktinya Gibran itu dikendalikan oleh oligarki, Bang? Bapaknya aja dikendalikan. Di situ masih anak ada anak Lim Siong, di situ anaknya apa? Eka Cipta. Orang itu punya jutaan tanah. Ngapain mereka menguasai gitu? Seharusnya kalau Prabowo, Prabowo kembalikan kepada rakyat, jadi orang boleh punya triliunan uang bikin pabrik, bikin ini, bikin boleh, tapi jangan ambil tanah rakyat. Rakyat itu disewa. Bapak punya tanah berapa ribu meter? 1000, Pak. Saya sewa ya, Pak. Bapak nanti kerja di tanah ini, Pak. Bapak dapat upah, Pak. Nanti kalau panen panen tanah Bapak ini panen kita bagi hasil makmur. Kalau ini enggak. Dia menguasai anak HGU kena terus di dalamnya ada rakyat. Dia mengangkat saudara-saudara rakyat-rakyat yang ada di sini keluar ini tanah kami ditembakin. Kau enggak pernah baca berita rakyat ditembak masalah urusan tanah. Ah perampasan aktivis perampasan-perampasan. Perampasan. Iya. Nah sistem Pancasila itu enggak begitu. Biarin aja tanah itu untuk rakyat sesuai dengan undang-undangnya. Undang-undang tahun 60-an itu 560 itu. Nah, itu biarin aja rakyat berusaha di situ, anak bininya di situ, kerja di situ, dikasih upah, bagi hasil, tanahnya dapat disewa, makmurlah dia. Tapi masyarakat adat juga sampai sekarang belum kelar-kelar, Bang. Nah, itu makanya jadi kan Prabowo yang diaku sebagai pejuang rakyat. Semua untuk rakyat berubahlah, jangan diterusin. Bisa bayangkan enggak orang tuh 5 juta hektar, 10 juta hektar diperpanjang aja tuh HGO-nya. Dari mulai 0 tahun sebelum merdeka panjangpanjang sampai sekarang terus jadi milik di L itu orang kerjanya di mana-mana, di bawanya dari mana, penduduk di setempat enggak ikut kerja. Tapi kalau dengan sistem yang kita tawar tadi, penduduk itu kerja. Bapak punya 200 m atau bapak punya 2.000 m, tanah Bapak disewa, Bapak bekerja di tanah itu, Bapak dapat upah kan. Jadi enggak perlu diganggu gitu loh. Itu baru Pancasila. Kalau yang begini kan mana? Semua ditembakin. Mendirikan kerta jati bendara tembak sama Kapoldanya kan. Terus mendirikan pembalap-babalap motor itu di NTT. Eh, Mandalika. Mandalika. Ditembak rakyat yang enggak mau menyerahkan tanahnya. Terus di mana lagi? Mana-mana tembakin terus. Ngapain pakai begitu? Untuk apa merdeka? Merdeka. Jadi kalau kita mau jujur nih merdekanya untuk segelintir orang itu aja yang terus-terusan papan atas terus yang kaya-kaya itu ya kan paling pribuminya satu dua orang aja tuh. Yang lain kan mereka para oligarki itu. Nah makanya harus caranya J Prabowo harus rubah dong. Biarlah tanah itu untuk rakyat. Makmur. Sama dengan gini, di satu kabupaten ada tambang, ada tambang ini, ada tambang itu. Pemiliknya punya ratusan triliun keuntungan dari tambang itu. Tapi di kabupaten itu ada ribuan orang miskin. Berarti ada salah sistem, salah kelola. Bagi hasilnya gimana, CSR-nya ke mana. Begitu dong. Harusnya sudah tahu nih di sini ada 2000 rakyat miskin. bagi hasil produksi ada berapa triliun atau dibagi dong rakyat miskin itu dibeliin rumahnya, dibikin apanya, usahanya atau CSR-nya berapa bulan sekali dikirim makmur. Kalau ini kan enggak yang kaya-kaya, yang miskin-miskin skor terba termasuk poling pagar laut, Bang. Ya, itu kan disebut sama bank dunia 194,6 rakyat miskin hasil Bank Dunia itu. Iya. Laporan Bank Dunia. Coba tapi udah dibanta sama pemerintah kita, Bang. Iya. Kurang tepat katanya itu. Apapun dia banta nyata ada orang miskin jumlahnya terserah kau kau mau bikinnya berapa. Iya kan? Orang kaya nih kok pabrik-pabrik banyak, tambang banyak. Yang kaya-kaya itu terus enggak ada perobohan. Harusnya ada terobosan dong. baru anak-anak yang sekarang sejuta lebih menjadi ojek punya dong harapan itu. Itu aja kata Adian itu pemerasan kan itu e yang punya aplikasi segala macam uang ojol itu dipotong sini dipotong sini dipotong sini si ojeknya orangnya pelakunya hanya dapat sekian duit coba yang lain kan kepotong iya jadi dua dari sekali narik Rp2.000 Ibu semuanya ke sana. Iya. Nah, kita kan sebagai anak muda harus melawan dong keadaan ini. Enggak bisa kita biarin. Enggak bisa. Satu-satu caranya melawan. Enggak bisa. Penegakan hukum gimana menurut Abang sekarang? Hancur. Ya, ini aja buktinya. Punya ijazah enggak punya ijazah enggak berani nunjukin berarti kan hukum. Itu seharusnya kalau sekiranya negara ini negara hukum, Jokowi ditangkap dong. Dia tidak punya dokumen menjadi pemimpin. Dia tidak berani menunjukkan ijazahnya. Tangkap dong. Baru kita tahu yang ditangkap kasus ijazah ini di Pilkada, di pemilik banyak. Bukan sedikit orang yang pakai ijazah palsu. Monggo, Bang. Tapi ya itu bukannya membela nih, Bang. Mantan presiden kita itu Bang, bagaimanapun enggak enggak serta-merta langsung ditangkap. Gimana tanggapannya, Bang? Enggak ada tanggapanlah. Kalau kau jawab tanyaannya begitu, Mah, bagaimana aku enggak menangkapnya? Udah aku bilang tadi kita maafkan Jokowi dengan segala dosanya, enggak punya dokumen ya kan? Mau apa dia sudah selesai terus mau ramai-ramai untuk apa? Apa mau seperti John Dohwan cari pulau kecil taruh di situ seumur hidup mati di situ kan bisa begitu. Tapi kita kepengin memaafkan dia dengan cara dia menarik anaknya. Kenapa? Kalau menarik ini cuma proses du hari. Hari ini Jokowi di Solo baca pernyataan wartawan banyak. Kami saya ya kan Joko Widodo bersama istri demi masa depan bangsa menarik mundur Gibran dari Wakil Presiden pulang ke besok proses negara. ee Prabowo akan menjelaskan dia butuh wapres apa dia butuh sendiri atau diproses di MPR atau di MK sudah selesai. Tapi kalau dia pemakzulan lama dan setiap hari itu orang magi-magi. Orang kan akan demo-demo terus tuh Jokowi tarik mau pemakzulan dia kan harus prosesnya dua per3 anggota DPR. Iya kan di situ juga bisa dibayar. Iya iya sampai sekarang belum ada DPR. Cari lagi ke sana, balik lagi ke sini. Negara kita ini, Bang. Negara kita banyak banget istilah Sandra-Sandra itu, Bang. Itu dia. Makanya kalau pakai cara itu kena. Tapi kalau cara yang ngaku enggak. Sama seperti Bung Hatta bikin surat kepada Bung Karno menyatakan dia mundur. Selesai ya fase 57 ke 57 sampai 67 tanpa wapres. Bung Karno waktu itu tanpa wapres. Iya. Kalau Prabowo mau kenapa enggak? Dan bisa bisa dong. Itu kan hak orang mundur, orang meninggal itu kan hak. Enggak. Maksudnya Pak Prabowo sanggup menjadi presiden tanpa wakil presiden, tanpa Gibran. Menkonya kan banyak. Enam apa tujuh, Menko? Tujuh. Tujuh. Tujuh. Heh. Apa? Iya iya iya iya ya. Pas. Tapi kan kita juga ada dutinya, Bang. Ada tanggung jawab juga. Ada juga kegiatan di selama ini 6 bulan sebagai WPRES. Ya bagilah bagi kau bagus itu. Kau kan pengikutnya ya. Baguslah bagus untuk kau. Enggak. Ee Bang, perjuangan Abang ini ee pengin nanya dong, didukung Bu Mega enggak? Enggak. Dalam arti kata baik tertulis maupun kalimat enggak ada. Ya aku jalan aja. Kalau aku enggak bikin salah. Kata Bang Hariman, kita itu kan punya hak politik. Kita kasih ke negara, kita kasihkan ke partai. Kan cuma 10%. 90% hak pribadi kita. Kalau kita mau menolong orang, kita mau mengugat apa sekali itu hak kita. Enggak ada masalah. Undang-undang dasar kita melindungi kita. Iya, Bang. Abang, Abang kan tahu atau kita tahu semua bahwa Pak Joko itu kuat banget, Bang, dengan oligarkinya sekarang. Iya. Iya, kan sekarang ini ya terbukti menteri-menteri banyak juga orang P Joki, Bang. 17 itu dia Bang, kok abang enggak takut? Abang masih punya anak ya kan tiba-tiba Abang dipenjarain aja. Eh, penjara kan biasa tetap makan di penjara tetap makan. Apa kata keluarga Abang, Bang? Ah, itu lain lagi. Harus kita siapin dong keluarga kita. Tapi aku sudah bilang untuk urusan Gibran ini aku siap dipenjara dan kalian harus meresmikan merelakan aku. Tapi kalau yang untuk yang ijazah ini aku bahkan harus mengucapkan terima kasih sama si Paiman. Dia kan profesor doktor mm. MSI. Dia tiba-tiba sekonyong-konyong muncul dalam pertanyaan aku, ini kiosnya siapa? Pemiliknya siapa? muncul dia. Tuhan menggerakkan dia bahwa saya orangnya Jokowi, saya yang punya kios di situ, saya punya lebih dari satu Tuhan. Iya kan? Terus saya mendapatkan keuntungan lagi kan kebaikan dia. Saya anggap bahwa dia ngajak saya makan ya, dia bantu saya uang ya kan. Karena kebetulan saya butuh waktu itu saya mau bikin kegiatan pertemuan lah kan selesai. Jadi Pak Iiman ini orang baik. Orang baik. Kalau enggak, enggak ketemu nih pasar pramuka nih. Siapa pemilik kios, siapa pemiliknya? Enggak ketemu. Ketemu tu justru itu Tuhan. Abang tetap percaya Sat Fajati itu, Bang ya. Apa? Kebenaran yang utama ya. Tetap percaya itu ya. Meyakini, Bang, ya. Kebenaran yang utama. Mau apapun ditutup-tutupin. Iya kan kita sudah sedewasi ini kan harus paham dong. Jadi kita lihat kemunculan paiman itu kan karena hati nuraninya. Dia melihat Jokowi dimarah-marahinlah sama orang-orang tiga itu. Sebagai orang Jokowi dia muncul dong. Dia muncul tapi dia apa? Sejenis menindas, mengancam. Mas saya ini ini masaya ini gitu kan. Kamu enggak boleh lagi gini kamu harus berhenti. Jangan lagi ganggu-ganggu Jokowi kalimatnya begitu. Nah, tapi dia lupa Roy kan terus tarik dia. Emang kamu siapa? Kamu punya apa di Pasar Maroko? Saya punya. Saya punya lebih dari satu. Tadinya di depan pindah ke belakang. Dia cerita sendiri. Iya. Nah, waktu ketemu saya, saya tanya, “Ya kan, Mas, itu yang Mas jelasin ke Mas Roy itu benar?” Benar, Mas. Sudah enggak di Prambok? Enggak. Saya sudah keluar tahun berapa? 2005. Karena waktu dengan Roy juga ditanya gitu kan 2002. Aku kejar, “Mas, 2002 tuh terus ke mana?” Oh, saya kan sudah menjadi pejabat di Mustopo. Tapi kan dia tiap hari tiap minggu main ke Solo. Gu tanya kenal sama enam orang itu kenal. Kenal dengan Jokowi? Kenal. Saya kan apa punya orang macam-macam gitu. Saya kejar lagi. Oh, berarti dia pembuatnya. Tapi kucetus begitu berarti Mas ya yang bikin dokumen untuk Pilkada Solo. Wah, wah, wah. Bukan saya, bukan saya. Ah, kau kan ahlinya mana? Ini kan profesional. Kira-kira dari kejadian kebakaran Pasar Pramuka Desember tahun kemarin, boleh enggak kita kesimpulan ini ada kaitan? Bang, kau tanya nanti kalau kau Pakiman kau bawa kemari tanya sama Pakiman. Pak Paiman kenal enggak yang namanya Jimmy? Jimmy siapa itu? Bang kau tanya Pak Iman. Jangan tanya aku. Oh Pak Iman tanya. Iya dong kau panggil undang Pak Iman ke sini biar dia yang jawab. Jim ada hubungannya dengan kebakaran pasar pramuka ini ya? Iya dong. Itu kan 2023 munculah kelompok Roy ini. Tadinya kan cuman TPUA. Betul. Terus muncul kelompoknya Roy. Tiga orang ini. Betul. Terus 2004 tuh semakin keras. Iya. Betul. Terbakar pasar itu. Pasar itu terbakar 2004 Desember. Betul. 2004. 2024. Iya. Jadi terbakar itu karena keadaan semakin panas. Jimmy. Ah. Nah, kau tanya dia, kau tanya dia. Jangan aku, nanti aku dituntut pula lagi. Jadi kita harus mengucapkan terima kasih atas dikerahkan oleh Allah Pak Iman muncul. Kalau dia enggak muncul enggak selesai nih pramuka munculnya itu kenapa Pak Iman dan itu datang dari dia sendiri. Meskipun itu asumsi, Bang. Enggak asumsi dalam arti apakah di sini atau enggak itu kan asumsi, Bang. Lah inilah perlu perlu pembuktian kelompoknya Roy dan Roy dengan si mereka datang ke situ. Udah udah udah udah ke kios ya. I ke lokasi. Iya ke lokasi. Banyak orang di tempatnya Pak Iiman tuh di situ Pak itu di situ Pak kan warga banyak di situ. Ada inter lagi yang kolonel itu yang sudah tahu Pak Iiman dari tahun berapa. Tapi udah ditutup emang ya bekas lokasinya. Enggak mungkin dong. Tiba-tiba kita bilang ada sudah pengakuan kiri kanan kiri kanan itu sudah ada. Enggak bisa lari si Paiman untuk urusan ini. Enggak bisa. Jadi jasa dia itulah Jokowi lolos sana, lolos sini, lolos dia jadi wamen, lolos sana, lolos sini, dia jadi komisaris, lolos sana, lolos ini, dia jadi ini. Dia jadi komisarisnya dua kali apa tiga kali. Kok mau kau hitung dari mana coba? Ada enggak kunjung sekonyong-konyong Jokowi ngasih kita jadi wamen, Kak. Enggak ada urusannya kita sama dia. Anak ini ada urusannya dan dia kenal semua delan orang kan jadinya delapan orang tim timnya Jokowi itu enggak bisa dihindarin. Enggak bisa. Iya iya. Padahal padahal orang yang di Pramuka a jadi komisaris jadi apa gitu. Dan itu orang sekitar itu kan didatangin nih sama Risman sama Siano diwawancarain. Bapak kenal itu Pak Dosen panggilannya di mana K? Situ Pak situ Pak kiosnya Pak. sampai datangin ke dokter pembimbing juga waktu itu si semualah dia dia tukang safu dia pasar pam dia preman dia pembikin profesional dia dia bisa bikin itu kan bikin itu kan butuh kertas selembar gitu kan ada tintahnya ada hurufnya ada kan dibikin sendiri bisa di rumah enggak perlu lagi tapi kios itu untuk menunjukkan di sini menerima pengetikan skripsi di sini menerima kan gitu Loh. Nah, itu menunjukkan bahwa orang yang bisa di situ orang profesional paham kerjanya. Bisa bikin kartu nama, bisa bikin KTP apa aja bisa. Jadi enggak ada enggak ada yang perlu kita ragukan dan yang perlu kita pahamin juga, Pak. Kalau enggak apa apa pedulinya Jokowi dekat sama Pak Iman coba. Kan enggak ada apa selain itu apakah keluarga gitu kan bukan ya kan. Dia kan Kelaten ini di geng Solo kan dia kenal sama Isaini itu sama Widodo. Jadi apa yang aku sebut ada pertemuan tim Jokowi dari Solo dengan tim Jakarta dari Pras ini sekian orang namanya kan aku sebut tuh Pras langsung marah-marah aku sebut tiga. Tapi Pras sebut semua ada Islam ini sekarang ini bagus lengkap aku sebut tim Solo itu tiga Widodo, David sama Inggi dengan Widodo waktu pertemuan di Enus dia sebut semua kan. Jadi apa yang aku katakan tuh ada. Bukan aku sembarang ngomong, tapi kan enggak mungkin kucapin semua. Aku cukup bilang tiga sini, tiga sini. Pertemuannya jelas, pembahasan ya jelas kan tertutup dan itu ada Jokowinya. Iya. Ya, saya tuh masih agak ganjel tuh ini, Bang. Ini kan kasus kasus ijaz ini lama banget, Bang. Ya, sebelum akhirnya pekong, Bang. Iya, kan Bambang Tri sama itu kan dipenjara tahun 2000-an itu. Iya. Dan itu sebelum pegang PDI kan, kenapa PDI waktu Bambang Tri ini sebagainya ngusut juga itu keteledorannya di situ. Jadi mungkin sedang menikmati juga kemenangan itu kan. Senang sedang menikmati kemenangan itu sehingga ee suara-suara dari Bambang Tri dan segala macam itu enggak dibahas. Enggak dibahas. Iya. Sampai akhirnya jadi borok banget, Bang. Gitu ya kan? Mau menjelang PPRES pula. Iya. Waduh. Jadi PDI dianggap bersalah ya bersalah karena itu kadernya. Tapi memang dari aturan yang ada di KPU itu, di KPI itu kita kan pernah tiga kali jadi calek. Kandidat-kandidat ini hanya diwajibkan membawa fotokopi ijazahnya baik dari SD, SMA, SMA bawa diel legalisir oleh sekolahnya masing-masing. Jadi kalau saya maju saya pulang ke Palembang. Nah, SD SMP saya, SMA saya di sanair ada sekolah abang ke sana ya? Ada. Kalau sekiranya sarjana kan saya dari Pancasila. Iya iya iya. Itu ada itu perintahnya. Jadi yang tidak dilakukan itu cuman KPU tidak melakukan verifikasi. I salah satinya cuma di situ. Jadi sekarang ini orang-orang meributkan munculnya rektor itu ya e Fendy Sofan Effendi segala macam. Iya. Iya iya. Terus anu beginiilah analisanya. Analisa yang paling bagus tuh itu. Apakah keputusan KPU itu nanti itu klop antara dokumen yang dibawa kandidat melalui partai atau dengan arsif? Kalau dia cocok berarti asli. Iya dong. tanpa Jokowo. Pak Jokowi menunjukkan ini bisa disarat. Iya. Jadi diketemu i kan sekarang enggak cocok ya berarti ini palsu. Nah dari situ kan kita harus mempercay jangan kita percaya baris krim. Barisk krim kan bukan bukan lembaga negara untuk urusan ini. Jadi setiap urusan di negara ini ada lembaga negaranya ada kementeriannya ada kok. Tiba-tiba Pak Riskrim menyatakan saya ini ini asli kalian gak bisa dong Pak Riskrim. urusan apa kau kan gitu. Makanya tadi, makanya tadi Bang bilang penegakan hukum kita lagi hancur. Makanya di DKI itu juri kan pernah jadi ketua jurianttoro itu sekarang wamen. Sekarang nah sekarang wamen terus pernah menjadi ketua KPU juga. Dia jawab kenapa dia enggak mau jawab ya kan ada kata dia di kantor KPU. Ayo saya ambil. Kan dia ambil karena dia pernah bikin dia pernah bikin verifikasi ke Jogja. Tunjukin dong selesai. Kan enggak ribut enggak ada orang di penjara kan. Nah, di mana hati nurani dia sebagai aktivis? Saya dengan dia lama ketemu 96 karena sama-sama mendirikan KIP waktu itu komite independen pemantau pemilu. Jadi saya urusan-urusan pemilu itu paham dengan beliau juga. I jadi seharusnya kalau dia sudah melihat keadaan ini ada orang sudah terancam sama Kapolda Polda Metro akan dia muncul dong sebagai aktivis dong. Saya pernah menjadi pengurus KPU DKI. Saya pernah menjadi pengurus KPU RI. dua kali ya kan semuanya berkas ada. Kalau ingin melihat ayo remeh-remeh ke kantor-kantor KPU itu kan ada dia cari di Laci itu kan ini dari UGM tahun sekian-sekian yang tanda tangan de kan ini gak ada selesai dan itu gampang ya gampang kalau memang ada ya itu jadi menghindar itu karena tidak ada sama dengan ekop iya iya iya Bang katanya ini Bang ini kan namanya asumsi ya kan orang-orang ini ya kok enggak kelar-kelar ini cerita p apa cerita kita ijazahin nih. Iya. Konon katanya ini orang-orang dibayar memang suruh suruh ngomongin Pak Jokowi biar Pak Jokowi terus masih ada di top isu. Enggak tahu aku ya. Katanya bad news is good news katanya. Bang bisa saja kata gua enggak paham tapi aku belum. Aku minjam duit aja dimasalahin. Minta duit aja dimasalahin. Iya kan kalau memang itu bagian daripada supaya Jokowi terus populer kan. Iya iya populer engak dikasih. Tapi menurut Abang Pak Jokowi masih ada agenda politik ke depannya selain menjageng anaknya dia selesai bagi aku urusan ijazah dia sekali itu aku katakan ini podcast terakhir aku bahwa dia selesai dan kita tutup bicara ijazah iya dong oke tapi urusan dari bangker urusan menarikin anaknya urusan aku itu yang lain enggak pernah tahu cuman aku yang tahu kalau orang pemakzulan aku tarik mundur bed bed pemakzulan itu bisa bert tahun-tahun dan si Gibrannya tetap menjadi wakil presiden kan itu proses itu. Tapi kalau saya satu hari ini dia bacakan mundur mundur enggak ada hari besok tiada hari besok kan gitu Bang dihukum itu ada pembuktian Bang bahwa apa yang apa misalkan kita ngucapin oh di situ ada laptop tuh mana laptopnya itu ada barangnya gitu abang ngomong di sana ada bangker triliunan kan abang belum perang belum pernah lihat kan nanti aku pulang dari Belanda aja kau aku ajak kau ya kan kita ada kawan-kawan kenalan orang-orang ekskavator bangun bongkar-bongkar Iya dong, harus dong. Jangan sampai kita hanya asal ngomong. Iya dong, iya dong. Kita bertanggung jawab. Jadi aku ngomong itu di pramuka karena aku punya data kan dan itu terbukti kan ada pengakuan-pengakuan itu. Aku katakan bongkar karena ada uang banyak uangnya kan dari OCCPR itu loh yang menteri ini bilang kirim ke Solo Menteri ini kan ada tinggal kita bongkar. Nah tapi aku khawatir karena kita ngomong sudah dipindahin lagi kan. Enggak di Solo lagi ya? Dan enggak di Solo lagi karena dia punya rumah lagi di apa ee sebelah sana Sul itu apa namanya? Boyolali bukan ke sana yang arah ke timur. W lagi rumah K Bapak itu loh yang nanti kita lacak lacak e apa daerah sejuk itu Rawang e Rawam itulah dia yang dia dapat perumahan bagus kan dapat perumahan dari negara kan di sana. Iya iya iya iya iya iya. Benar, benar, benar. Yang 12 hektar itu, Ben. Iya, iya, iya. Benar, benar. Terakhir, Bang Bitor. 12 hektar itu kalau masing-masing digali 5 m itu betul berapa miliar? Kita kluster aja kali, Bang. Kita jual habis itu ya kan. Terakhir, Bang Bitor. Eh, jika Abang diberi 5 menit bicara langsung di depan Presiden Prabowo hari ini, apa yang mau Abang ucapkan tanpa sensor? Aku masalah tanah aja karena aku dibekalin ilmu ilmu pertanahan. Jadi hak milik rakyat itu dalam pidatonya Bung Karno itu yang kupahamin itu tanah. Makanya Bung Karno ketemu marhen itu yang di Bandung yang mereka terus jadi marhainis itu. Marhainis itu kan bekalnya adalah tanah. Rakyat harus punya tanah. Iya. Aku waktu kampanye di Jawa Barat tanah untuk rakyat bikin spanduk-sepanduk begitu kalah. Ternyata tanah untuk merat. itu startnya kan banyak kasus-kasus di Jawa Barat itu yang tanah HGU-nya habis terutama yang NRI N RNI yang tanah-tanah tanam tanam tebuh yang untuk gula kan sekarang pabrik gula kita kalah kan habis kan Pabrik gula. Nah tanah-tanah HGO yang ditanam ee apa tebu tadi itu kan dengan rakyat dimasukin dikuasain sama rakyat sampai tempur-tempur antara Indramayu sama Majalengka mati berebutan tanah. H. Jadi tanah HGU itu setelah dia tidak dikerjakan lagi oleh para pihak BUMN rakyat masuk. Jadi harapannya kepada Presiden sekarang untuk segera harus itu harus dibenerin. Terkait Gibran ke Pak Prabowo enggak ada mau bil cara Bang. Jangan Prabowo. E terkait Gibran. Hah? Gibran. Terkait Gibran. Aku hanya meneset ini Gibran aja. Kau sekolah lagi umur kau cukupin dulu 40. Tambah pengetahuan kau baca banyak-banyak buku. Jangan baca apa baca buku komik komik komik komik Chensin apa tahu komik? Iya. Komik itu apa namanya? Yang boneka yang lucu itu yang Jepang itu. Enggak tahu. Labubu. Labubu enggak tahu aku, Bang. Ada Kensin. Ah, itu. Oh, terus, Bang. Ya, itu kan dia bacanya itu aja. Satu keluarga cuman baca buku itu. Kan dia bikin pernyataan kan ditanya ditanya sama ditanya sama peran Najwa Najwa itu berarti kau kau pernah lihat. Jimak. Iya. di ditanya kamu baca buku apa enggak enggak ada baca buku ya tapi satu keluarga cuma baca ini kita bilang apa siap dia ketemu Rocky kan waktu dia pernah ke rumah Rocky kan Rocky sarannya sama iya kamu berajin belajar kamu itu sudah sudah digaris depan kamu mau jadi apa aja kan gampang tapi pengetahuan kamu harus ditingkatin dong nah dia pengetahuan kurang pengalaman kurang ini kurang ee ijazah kurang dia mundur dia siapin dulu 2029 kita dukung dia. Dia sudah punya syarat. Siapa yang berani melarang dia maju 202 mau jadi presiden, jadi wakil presiden. Umur cukup, umur cukup punya ijazah, punya istana kan inginnya mundurlah. Kalau enggak mundur k lawan. Abang lawan dulu. Lawan. Iya dong. Aku aku membiarkan negara ini dirobek-robek sama keluarga mereka. Enggak bisa dong. Enggak bisa aku lawan apapun resikonya. Tapi kalau yang ijazah ini aku selesai, aku enggak mau ngambil risiko ini. Karena ini kan sesuatu kejadian yang waras nih. Wajar semuanya KPU enggak melakukan kerja negaranya, tidak melakukan kerja negaranya. Abang enggak mau ngambil resiko. Resiko apa, Bang? Ya kalau ini yang yang ini kan seperti mereka kan dilaporin ke ke sama Kapolda kan. Aku enggak mau itu. Dan ini tadi Abang sudah ngeklaim podcast terakhir bicara suar. Iya. Tapi kalau urusan Gibran, aku lawan apapun itu Gibran dan bangker, Bang. Ya. Ah, kalau bangker itu kalau Gibran dari mundur bangker biar orang lain yang nyari. Ya kan? Kan tuntutan aku Gibran mundur. Iya. Kalau dia enggak mundur bangkarnya k bongkar. Tapi kalau sekirnya dia mundur bangkarnya k biarin biar orang lain yang bongkar dengan tuntutan yang lain. Luar biasa. Oke, Bang. Terima kasih, terima kasih banyak Bang Suryadi. Luar biasa ini. Terima kasih. Sampaikan salam. Salam untuk Pak Iman dia sekarang Bang ini kalau nonton podcast dapat salam langsung dari Bang Vitor. Iya. Dia pendampingnya kan si anu Abbas Parad Barat Abas. Barat Abas pengacara papan atas kan top tadi kita Bang sudah bilang dengan kemunculan Piman ini hal yang baik sebenarnya. Iya mesti kita paham. Saya bilang terima kasih Pak Paim. Pertanyaan saya ini di kios mana? Pemiliknya siapa? Sudah kau jawab demi kebenaran. Iya. Dan kau ajak aku makan enak ya kan? Kau kasih aku uang. Jangan kau tuntut-tuntut supaya itu ikhlas. Supaya ikhlas. Iya dong. Kalau masa ngasih enggak ikhlas itu terima kasih banyak lancar segala agenda. Sehat selalu. Luar biasa. Demikian podcast bersama Bang Bitor Suryadi. Silakan kirim komentar dan jangan lupa ikutin berita kami di keadilan.id. Terakhir salam persatuan. Indonesia merdeka merdeka

Aktivis dan Politisi PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi, dengan tegas meminta agar Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka agar mundur dari jabatannya dengan sejumlah alasan. Dia juga mengungkap sejumlah informasi terkait kasus ijazah Jokowi, keterkaitan antara Pasar Pramuka, pemilik kios paiman, dan KPUD Solo serta KPU Pusat.

Eksklusif hanya di Youtube KEADILAN TV.
#ijazahjokowi #gibran #beathorsuryadi