Merinding ❗Langsung Di Angkat Hari Ini, Aksi Jen Reven Di Notice pak Presiden Begini❓
Congratulation. Oh, congratulation. How do you feel you made the only go for Indonesia? Semoga Tuhan Maha Besar Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberi kesehatan. Tak peduli kaki sakit sampai jalan pincang-pincang di laga Indonesia vs Thailand, Zan Raven langsung dapat pujian dari Bapak Presiden Indonesia Prabowo Subianto hingga memberinya hadiah istimewa ini yang sampai membuat John Raven seketika meneteskan derai air mata. Namun sebelum kita lanjut, alangkah baiknya bagi kalian untuk menekan tombol like terlebih dahulu dan yang belum subscribe tolong subscribe channel ini karena satu like dan satu subscribe dari kalian itu bisa membuat pemerintah untuk mengurangi satu pengangguran yang berada di Indonesia. Dan kalau sudah langsung saja kita gas ke pembahasannya. Jakarta, 25 Juli 2025 di malam penuh sorak dan harap di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ratusan ribu pasang mata menyaksikan kisah heroik yang tak hanya ditulis dengan keringat dan gol, tetapi juga dengan rasa sakit, darah yang nyaris mengering, dan cinta terhadap negeri yang bahkan bukan tempat kelahiran. namanya JZ Raven. Laga panas antara timnasu 23 Indonesia melawan Thailand bagian dari semifinal ASEAN cupu 2325 menyisakan cerita yang lebih besar daripada sekadar kemenangan. Laga itu berakhir imbang satu sama satu dalam waktu normal. Thailand mencetak gol lebih dahulu melalui kaki Otsakon Burapa pada menit ke-60. Indonesia membalas di menit ke-83 melalui Jav pria kelahiran Belanda yang kini jadi milik Indonesia. Bukan sekadar di atas kertas tetapi dalam detak jantung dan pilihan hidup. Gol itu menyelamatkan Indonesia dari tepi jurang. Dan ketika drama adu penalti yang menegangkan hadir, Raven sudah tak berada di lapangan. Ia harus dibopong keluar dengan kaki pincang. Tapi sebelum itu, sebelum tubuhnya menyerah pada rasa sakit, Raven telah memberikan semuanya, tubuhnya, tenaganya, dan mungkin sebagian dari jiwanya. Aku bukan lahir di sini, tapi aku mati untuk merah putih. Rasa sakit yang dirasakannya di menit-menit akhir pertandingan tak membuatnya menyerah. Ketika banyak yang akan meminta diganti, Jans justru menggeleng pelan menahan air mata bukan karena cedera, melainkan karena ia tahu negara ini lebih membutuhkan semangat daripada kenyamanan. Ia terus bertahan, bahkan berjalan pincang, menutup ruang lawan, melompat setengah tertati untuk duel udara, menendang bola dengan otot yang nyari sobek. Ada adegan memelukan ketika dia terjatuh dan menolak tandu. Dia mencoba berdiri, kaki kirinya gemetar. Sorot matanya hanya satu. Ayo kita masuk final dan mereka masuk. Indonesia menang 7 banding 6 lewat adu penalti. Meski satu penendang Robi Darwis gagal, tapi malam itu yang dikenang bukan hanya skor, melainkan Raven yang tetap berdiri di ujung lapangan sambil berpegangan pada tiang gawang. Air mata berlinang, bendera merah putih di dadanya basah oleh peluh darah dan cinta Prabowo. Dia anak Indonesia dan ia akan dikenang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang hadir di tribun kehormatan berdiri dari kursinya ketika Raven dibopong keluar. tangannya mengepal, wajahnya haru. Dalam wawancara usai pertandingan, Prabowo berkata dengan suara berat, “Lihatlah anak itu. Dia bukan hanya mencetak gol, dia mewakili jiwa Indonesia. Jiwa yang tak kenal menyerah, yang memilih mati berdiri daripada hidup berlutut. Prabowo tak hanya memberi pujian kosong, ia memberikan sebuah kehormatan yang tak biasa undangan terbuka kepada Jans Raven untuk bergabung ke dalam korps militer Indonesia. Sebuah ajakan yang dulu pernah diberikan kepada pemain-pemain seperti Hamka Hamzah dan Boas Solosa. Namun kini ditawarkan kepada seorang naturalisasi. Jika ia bersedia, maka pintu militer terbuka lebar untuknya. Saya akan senang menerimanya menjadi prajurit republik karena perjuangannya di lapangan itu itu sudah bentuk militer sejati,” kata Prabowo sambil mengangkat topinya dengan hormat. Hadiah yang menggetarkan jiwa, namun kejutan tak berhenti di situ. Di ruang ganti pasca pertandingan, sebuah paket khusus dikirim ke Jens Raven. Isinya sederhana, namun dalam. sebuah jaket militer hijau tua, bordir nama Raven di dada kanan dan sebuah surat tulisan tangan dari Presiden Prabuo. Tulisan itu berbunyi, “Jes, kamu telah menunjukkan apa arti menjadi bagian dari Indonesia. Luka dan pincangmu adalah kehormatan bagi kami. Jika suatu hari kamu ingin berdiri di sisi kami bukan sebagai pemain sepak bola tetapi sebagai pembelah tanah air, maka anggaplah ini tanda bahwa kamu sudah menjadi bagian dari keluarga besar bangsa ini.” Prabowo Subianto. Jans membaca surat itu sambil duduk dengan es batu menempel di kakinya yang bengkak. Kamera sempat menangkap air matanya mengalir. Ia memeluk jaket itu lalu mencium Bordira namanya. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya bukan orang yang lahir di sini. Tapi setiap kali saya mendengar Indonesia Raya, dada saya selalu bergetar. Saya mencintai negara ini dan jika suatu saat saya harus mati demi negeri ini, maka saya siap. Tapi untuk sekarang izinkan saya berjuang lewat sepak bola. James Raven membelah hati yang sinis. Tidak semua menyambut Raven dengan tangan terbuka di awal kariernya bersama Indonesia. Banyak yang menganggap kehadiran pemain naturalisasi hanya sebagai solusi instan atau bahkan pengkhianatan terhadap bibit lokal. Namun malam itu segala keraguan dipatahkan oleh satu gol, satu kaki pincang, dan satu peluh yang jatuh ke rumput subk. Raven bukan hanya menutup mulut para sinis, tetapi membuka hati banyak orang. Warga Twitter ramai menyebut namanya. Trending topik muncul. Raven untuk Garuda. Terima kasih, Jens. Dan bahkan anak Indonesia asli. Komentar-komentar pun mengalir. Dia mungkin bukan lahir di sini, tapi cintanya lebih tulus dari banyak yang mengaku asli. Jav bukan naturalisasi, dia sudah nasionalisasi jiwanya. Kalau semua anak muda Indonesia punya semangat, Jens, kita pasti juara dunia. Gerald Vanenberg, saya kehabisan suara. Tapi bangga pelatih Kepala Indonesia U-23, Jarold Venenberg tampak kelelahan saat konferensi pers. Wajahnya merah, suaranya serak. Ia mengaku berteriak terlalu keras sepanjang laga. Khususnya saat melihat Raven kesakitan tapi tak mau keluar. Saya tahu dia sakit, tapi saya juga tahu dia lebih ingin menang daripada pulih. Ia adalah contoh apa itu semangat. Saya kehilangan suara malam ini, tapi saya tak kehilangan harapan. Anak ini, Raven, adalah pemimpin sejati. Final menanti, doa mengalir. Indonesia kini menanti babak final. Lawan belum pasti, tapi satu yang jelas, semangat Jav telah menyulut bar api di dada para garuda muda. Meski kemungkinan besar ia tak akan bisa tampil karena cedera, Raven tetap akan ada di pinggir lapangan. Membawa energi, doa, dan cinta yang sudah tak perlu lagi diragukan. Drk tim menyatakan bahwa Raven mengalami cedera otot hamstring derajat du yang memerlukan pemulihan dua sampai 3 pekan. Tapi publik tak kecewa. Mereka hanya ingin dia pulih. Mereka ingin dia tahu apa yang ia lakukan lebih besar dari sekadar final. Akhir kata, karena cinta itu tak selalui soal darah, Jav telah mengorehkan cerita yang akan diceritakan dari generasi ke generasi. Seorang pria dari negeri jauh yang memilih berjuang untuk bendera yang awalnya asing baginya. Kini bendera itu adalah napasnya. Dan kepada Presiden yang memberi hadiah kehormatan itu, Raven menjawab dengan air mata. Dalam sunyi stadion yang perlahan kosong, satu suara terdengar lirih dari ruang ganti. Saya tak peduli kaki saya sakit. Selama saya bisa berjalan walau pincang, saya akan terus berjalan untuk Indonesia. Catatan tersebut sekaligus meneruskan apa yang berhasil dilakukan Indonesia dalam setiap keikut sertaan di Piala EV U23. Pasalnya, dalam tiga kali menjadi peserta turnamen ini, tiga kali pula Indonesia selalu bisa lolos ke final. Edisi 2019 sila menjadi yang paling berarti bagi timnas. Pada saat itu wakil Merah Putih berhasil menjadi juara turnamen di babak final Indonesia mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Keikut serta kedua terjadi di tahun 2023. Kala itu, Indonesia mengawali langkah dari grup B. Ternyata Merah Putih sukses melenggang ke babak final setelah mengalahkan Thailand dengan skor 3-1. Skuad Garuda kalah dari Vietnam lewat babak adu penalti dengan skor 6. Beranjak edisi 2025 kali ini, timnas kembali melangkah ke final. Nantinya timnas Indonesia U-23 bakal berhadapan dengan Vietnam di laga puncak. Pertandingan final Piala EFF 2025 antara timnas Indonesia VS Vietnam akan digelar pada hari Selasa tanggal 29 Juli 2025 pukul .00 malam WD. Dan bagaimana tanggapan kalian? Terima kasih telah menyaksikan video ini. Kami segenap admin kru tetangga Pak Desa, Pak Camat, Pak Bupati, Pak Gubernur, Pak Presiden yang bertugas mengucapkan undur diri. Terima kasih telah menonton video ini. Jangan lupa untuk mampir dan me-like serta men-subscribe channel ini. Karena satu like dan satu subscribe dari kalian itu ternyata bisa mengurangi sedikitnya satu orang pengangguran yang berada di Indonesia. Dan terima kasih. M.
#beritatimnasindonesia#jenrevenpincangvathailand#updateberitatimnasindonesia#beritatimnasindonesiahariini#updateberitatimnasindonesiaterbaru#pialaaffu232025
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo