Dalang di Balik Kasus Ijazah Jokowi? Rismon Vs Relawan Ungkap Fakta Mengejutkan!

Saudara, meski Jokowi sudah dua kali diperiksa Polda Metro Jaya, bahkan penyidik juga sudah menyita ijazah SMA dan S1 Jokowi. Pihak Roy Suryo CS masih kukuh meraku meragukan hal tersebut. Karenanya relawan Jokowi menyebut upaya Roy CS adalah balas dendam politik yang disokong oleh tokoh besar. Sejauh mana kebenarannya dan siapa tokoh yang dimaksud? Kita bahas sore hari ini bersama terlapor kasus dugaan pencamaran nama baik Jokowi Rismon Sianipar melalui sambungan Zoom. Bang Risman, selamat sore. Dan ada juga pelapor Roy Suryo CS dari Pradi Bersatu, Ade Darmawan. Selamat sore, Mas Ade. Selamat sore, Mbak Aldri. Sore, Mbak. Saya mau ke Mas Ade dulu. Mas Ade, dalam konferensi pers Anda di Polda kemarin bersama Bang Silvester usah diperiksa penyidikan. Ini Bang Silvester bilang nih, ada tiga clue-ya. Yang pertama dendam politik Pilpres 2024. Berikutnya ada kemudian tokoh besar ee politik di balik ini. Dan yang terakhir adalah mau adu domba pemerintahan saat ini alias Prabowo Gibran saat ini pemerintahannya. Jadi sebenarnya ini mengarah ke siapa sih yang dimaksud? Ya. Jadi gini, Mbodri. Kalau kita berbicara isu-isu yang dikelola, jadi kalau saya melihat ya ini pengelolaan isu yang ada saat ini. Artinya ee kalau dia berjalan sendiri enggak sampai segininya sebenarnya sih. Ee kita juga secara ee nalar berpikir bahwa ada yang memanfaatkan isu-isu tersebut. Dengan cara apa? Dengan cara bergabungnya kelompok-kelompok ini menjadi satu. Itu yang pertama kita melihat dari segitu. Terus kemudian isu-isu ini dikemas benar. Dikemas betul menjadi sesuatu yang ee saya rasa bahwa ini tidak masuk akal. Dikemas artinya berarti ada ketidak ada kesengajaan. Kesengajaan. Ada upaya-upaya kesengajaan yang saya sendiri nalar saya itu tidak bisa menerima. Kenapa? Karena gini, kalau terkait ijazah dan ataupun skripsi itu sangat mudah membuktikannya ee Baudri ya. Ee gampang banget. Jadi di UGM itu ada badan ee Tata Kelola Akademik dan Kemahasiswaan. Nah, di situ UGM itu memiliki itu. Jadi kalau kita ee orang-orang ee kelompok mereka ini tidak percaya kan bisa ngecek ke sana. Oke. Ngecek ada apa enggak. Terus kemudian dibarengin dengan keterangan-keterangan UGM. Saat ini di Jogja ini lagi pemeriksaan nih, Mbak. Saya barusan tadi dapat komunikasi dari ee beberapa penyidik di sana ini lagi maraton ee memeriksa PAUGM itu. Jadi artinya tentu e bagian badan tata kelola akademik dan e kemahasiswaan itu juga ikut diperiksa itu. Nah, itu mudahnya di situ tuh. Tetapi kenapa dikemas gitu? Oke. Kenapa dikemas? Apakah ada unsur kesengajaan dan tadi ya ada tokoh besar di baliknya siapa akan ikut masuk bermain ini. Nah, kalau gitu apakah benar pernyataan tersebut Bang Rismon? Nanti usai jeda ya Bang Rismon akan menjawab tetap bersama kami. Menyambung pertanyaan saya sebelumnya Bang Rismon. Mas Ade dan kawan-kawan ini menduga bahwa ada tokoh besar di balik isu ijazah Jokowi ini. Siapa sebenarnya tokoh besar? Apakah benar hal tersebut? Ah, macam mananya Bung AD dan Pak Jokowi nih? Manalah ada ya. Kalau ada toko besar berarti saya ada yang rancang katanya, “Bang, menerima dana dong ya. Rp1 pun saya tidak menerima apapun. Kan bisa dicek PPATK atau ee BIN atau Badan Intelijen yang lain itu hal yang gampang. Saya saya penulis programmer, penulis buku di Amazon. Ratusan buku enggak ada. Saya memang hidup dari royalti. Tetapi kalau dituduh seperti itu silakan aja diperiksa. Kalau saya sendiri sih enggak ada kaitannya dengan ormas atau organisasi politik atau apapun atau tokoh politik apapun. Ini memang independen tanpa. Jadi artinya tudingan ijazah Pak Jokowi yang ee Anda layangkan bersama kawan-kawan ini adalah murni karena keresahan bukan ada yang menggerakkan. Iya, memang independen dan nanti pada saat pemeriksaan panggilan akan saya jelaskan semua secara teknis apa yang tapi saya kaji secara ilmiah dan itu sudah saya presentasikan pada saat gelar perkara khusus. Sayangnya pihak UGM tidak datang apa hadir di pertemuan itu untuk mendengarkan kami kan gitu Mbak. Jadi ini mutni ilmiah. Oke Bang. Tapi ini yang dipertanyakan juga adalah bahwa Anda pergi ke desanya Kakak e desa KKN Jokowi kemudian juga menemui ee dosen Pak Kasmujo. Apakah benar ini menggerakkan sendiri dana-dananya nih? Loh, saya kan menerima royalti dari buku-buku saya, Mbak. Jadi Rupiah pun tidak ada pendanaan dari toko politik atau agenda politik apapun. Ya, saya keek Ketoyan ya. saya naik mobil sendiri, nyetir sendiri bersama istri, ee menginvestigasi sendiri dan kami temukan bahwa tidak ada dokumen apapun yang membuktikan Pak Jokowi ee KKN di Ketoyan dan bahkan kami tanyakan ke kepala dusun 1 dan 2 di sana mereka takut justru tidak justru bangga bahwa pernah ada masuk Bang kenapa gak nanyain ke itu aja Bang Rismon ke apa ee Badan Tata Kelola Akademik Kemahasiswaan UGM tanyain di sana aja kan di sana jelas tuh ters simpan database dah lah kan mahasiswa UGM pasti tahulah bahwa ada sistem tata kelola kemahasiswaan ee UGM kan to kelola akademik itu. Nah, di situ kan jelas sebenarnya. Terus kemarin saya dapat kabar Bang Rismon ke sana cari cari sangkatan yang 85 juga ya kan. Ah terus terputus tuh pertanyaannya ee Bismkan juga yang tidak ada tanda tangannya loh ya. Kemarin ada skripsi juga yang ditemukan gitu loh. Jadi jangan jangan sepotong-sepotong lah. Ini buntu terus nih Bang Krismon nih. Buntu nih. Iya kan? Nah terus Desa Ketoyan kemarin sudah dijawab juga kan ada. Oke kita coba dengarkan dulu jawabannya Bang Rismon. Gimana Bang? Iya kami kan kemarin apa mendapati bahwa ee Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM itu sedang direnovasi ternyata. Jadi ee Fakultas Kehutanan UGM itu sedang direnovasi. He. Oleh karena itu kami bergeser ke fakultas terdekat yaitu Visipol dan Fakultas Hukum. Nah, apa yang dinyatakan Bung AD itu dinyatakan bahwa tahun ‘4 itu ee skripsinya itu memang belum ee masih dalam revisi itu kata petugasnya yang tidak ada tanda tangan ee apa namanya ee tanda tangan ketua penguji maupun ee anggota dewan penguji. Nah berarti ada kan berarti ada kan berarti ada kan Bang Disbon ada juga yang tidak ada dosen pengujinya kan gitu L Bung Ad itu belum final itu belum dalam bentuk skripsi itu masih manuskrip itu pun tahun ’82 dan 4 yang kami dapati dan manuskrip yang tidak ada tanda tangan itu itu masih direvisi belum dalam bentuk skripsi gitu loh Bung Adik iya tapi kan sudah dijawab sama wakil rektornya abang abang abang ini nih saya bilangin Bang ya saya ambilkan Kan ilustrasi Bang ya, Bang Rismon ini ya adalah cucu. Nah, ada dua cucu nih ya kan Mbak Rismo selalu bilang asli loh UGM. Nah, ini ada dua cucu nih berantem nih. Satu nenek. Neneknya itu adalah UGM melahirkan anak namanya fakultas fakultas apa di UGM Bang Rismon. Bang Rism fakultas apa? Oke. Ah, fakultasnya Bang Rismon. Fakultasan. Oke. Ini apa, Mas Ade? Nah, bahwa saya mau menyampaikan di sini ini ada anak nakal yang lahir satu ibu sama-sama anak UGM meributkan kakaknya, tantenya yang di sebelah karena sama-sama ini cuman beda fakultas saja sama-sama game satu kehutanan Bapak Inst Joko Widodo dan Mbak Rismun mungkin universitas apa di situ fakultas apa Bang Dism saya enggak terlalu tahu di gitu loh. Nah, ini dia meributkan sama-sama anak UGM. Jadi bingung kita bahwa sebenarnya kalau kita mau melihat secara adil ya nanya aja ke UGM-nya karena tidak ada konfirmasi yang paling valid selain UGM. Karena ahli juga, Mbak, bentar dikit lagi bahwa ahli juga itu nanti nanyanya ke sana. Oke. Setelah di pengadilan nanti gitu lohnya di situ. Oke. Bentar, Mas. Kita balik lagi ke tema yang hari ini adalah bahwa berdasarkan pernyataannya Bang Silvester kemarin ini bersama Anda juga bahwa katanya ada tokoh politik yang ingin menggoyang pemerintahan untuk kemudian menempatkan anaknya. Anaknya siapa? Siapa yang paling diuntungkan? Nah, ini ee kalau ini kita tidak bisa langsung menuduh ya. Nah, mungkin di sini dugaan-dugaan saja. Nah, dugaannya siapa? Langsung mengarahnya ke siapa? Anaknya Nya ini siapa? Eh, saya tidak bisa ee langsung menjurus ke sana, tetapi dengan tampilan saya mungkin ee teman-teman Kompas TV dan teman-teman ee pemeriksa dari ee Kompas ya, seluruh Indonesia sudah melihat tampilan saya hari ini saya berbaju apa gitu ya kan. Nah, sisa menchallenge saja mencari pemikiran sendiri, berpikir masyarakat sendiri bahwa siapa sih kira-kira dalangnya gitu loh. Nah, saat ini saya berbaju apa? Ah, itu itu mungkin ee salah satu clue yang bisa saya sampaikan. Oke. Berarti antara e clue-nya ini adalah biru. Iya, saya enggak tapi saya sekarang tampilannya seperti ini. Saya coba lempar ya kalau gitu ke Bang Rism. Bang Rismon ini ada katanya ada dikasih kisi-kisi ada clue-kl. Nah, sebenarnya apakah benar tudingan-tudingan bahwa ada tokoh politik ini? ee ada yang ingin menggoyang pemerintah untuk kemudian ini menempatkan anaknya. Eh, itu Bung AD itu kan cuma narasi liar dan tidak berdasar ya. Saya bergerak independen. Tidak ada yang menyuruh-nyuruh saya harus ke Ketoyan, harus ke KPUD Solo, harus ke Perpustakaan UGM, harus ke Humas Polda. Itu semua biaya biaya sendiri saya. Iya. Tapi tidak disuruh Bang Rismon, cuman disuruh terus lanjutkan perjuangan. Kan begitu. Ini masalahnya dugaannya ini ada bukti enggak? I ya maksudnya mungkin tidak disuruh Mbak. Artinya disuruh-suruh diperintahkan itu enggak mungkin. Tetapi kalau diberikan semangat ayo dong terus dong. Nah itu pasti saya rasa itu itu sering terdengar di telinga Bang Rismon ketika dia berkumpul dengan kelompok-kelompok yang lain. Ayo dong terus terus pasti gitu sementara. Oke, di kalau saya bilang memaksakan penelitian yang minus minor gimana Bang? Gantian bicara dulu dong. Ini Bung Adi menguasai banget ya. Silakan silakan. Ketika kami saya mewawancarai Profesor ee apa namanya? Sufyan Effendi juga tidak ada yang memerintahkan, tidak ada yang mengatur apa namanya pertemuan tersebut. itu murni memang dari aktivis Tela Gama menghubungi saya dan itu pun sudah tertunda 2 hari yang seharusnya di apa diatur hari Senin jadi kami hari Rabu jadi memang tidak ada dan bahkan saya melaporkan Pak Joko Widodo ya dua laporan itu ke Polda DIY itu tidak ada yang mengatur, tidak ada yang membiayai dan tidak ada yang strukturisasi dan ya oke. Tapi kalau misalnya nih pada saat Anda kemudian ee melanjutkan memang saat ini masih berproses ya, tapi dengan Anda mempertanyakan ee ijazah ini kemudian apakah kemudian ketika Anda nanti misalnya ada di proses hukum selanjutnya apakah Anda sudah siap atau merugikan Anda atau Anda memang sudah siap dengan konsekuensinya? Ya sangat siap, Mbak. Kalau kalau enggak siap ya tidur aja di rumah, kan begitu. Saya kan sedang mengexercise ya hak kon hak konstitusional rakyat untuk mengetahui ijazah yang pernah di bukan rakyat Bang rakyat rakyat yang mana presiden tahun 2014 dan 2019 karena kami dapati bahwa di pada saat di KPUD Solo ya tidak ada berkas verifikasi ijazah Pak Jokowi tahun 2005 dan itu dinyatakan langsung oleh ketua KPUd sekarang. Oleh karena itu, maksud kami bukan untuk memenjarakan Pak Jokowi, tetapi kami mengexercise hak rakyat untuk mengetahui ijazah tersebut, gitu loh. Untuk perbaikan KPU ke depan sehingga tidak menyisakan ruang gelap untuk calon-calon pemimpin masa depan. Begitu, Pak. Oke. Jadi ini murni ya begitu ya maksud Anda ya begitu ya. Oke, kalau gitu terima kasih Bang Rismon kemudian juga Mas Ade. Terima kasih ya. Nanti kapan-kapan kita berbincang lagi ya. Siap. Siap. Saya senang sama Bang Rismon ini. Oke, selamat sore semuanya.

KOMPAS.TV – Kontroversi ijazah Jokowi kembali memanas!

Meski Jokowi telah dua kali diperiksa dan ijazahnya disita penyidik, pihak Roy Suryo dkk masih meragukannya.

Dalam talkshow ini, Ade Darmawan dari Pradi Bersatu dan Rismon Sianipar yang juga terlapor kasus pencemaran nama baik Jokowi mengungkap berbagai fakta, dugaan adanya tokoh politik besar di balik isu ini, serta bantahan keras soal adanya pendanaan atau arahan politik.

Rismon menegaskan bahwa langkah investigatifnya adalah murni atas inisiatif pribadi, tanpa ada campur tangan ormas maupun tokoh politik.

Ia mengklaim memiliki bukti dan analisis ilmiah mengenai kejanggalan skripsi dan riwayat akademik Jokowi.

Sementara itu, relawan Jokowi mencurigai isu ini digoreng demi kepentingan politik menjelang 2029.

📌 Saksikan perdebatan panas, fakta-fakta investigatif, dan misteri “tokoh besar” di balik kasus ijazah Jokowi dalam video ini! (Azka)

#IjazahJokowi #RismonSianipar #RoySuryo #PolitikIndonesia #Jokowi2024

Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCOuwLct59ZOFrwhDIY6tVxw/join

Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100010540572678
Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_jember/?hl=id
Tiktok: https://www.tiktok.com/@kompastv_jember
Twitter : https://twitter.com/KompasTV_Jember

KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF
Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim – 22C, Kel. Kepatihan – Kec. Kaliwates – Jember, Telpon : 0331-412763