Kasus Menghilangnya 1 Keluarga – What Happened To Lily Indonesia

Apa yang terjadi dengan Lily? Kali ini kita akan mengungkap sebuah misteri yang terjadi di sebuah perkebunan jagung milik keluarga Miller. Dan selamat datang di YouTube channel Miaw A. Let’s go, mari kita mulai untuk bermain game horor yang judulnya adalah What happen to Lily. Di episode kali ini gua pengen ngajakin kalian semua untuk mengungkap sebuah misteri yang terjadi di perkebunan keluarga Miller. Dan katanya mereka semua menghilang, Guys. Tidak ada jejaknya. Ada yang bilang mereka dibikin meningsoy. Ada yang bilang mereka diculik. Ada juga yang bilang kalau mereka benar-benar menghilang tanpa jejak. Nah, sebenarnya apa yang terjadi? Langsung saja kita mainkan gameennya. Let’s go. Kebetulan game kali ini ada bahasa Indonesianya, jadi mungkin saja akan lebih gampang kita untuk membaca dokumen-dokumennya ya. Tepat di luar kota convei, Kansas, keluarga Miller, ibu Margaret, ayah Edward, dan putrinya mereka yang berusia 11 tahun bernama Lily tiba-tiba saja menghilang pada suatu malam dari rumah pertanian tua mereka. Pihak berwerenang tidak menemukan jejak, tanda, atau bukti perampokan saat menyelidiki daerah tersebut. Tidak lama setelah kejadian, desas-desus aneh mulai menyebar. Laporan muncul tentang seorang gadis yang mirip dengan Lili terlihat di sekitar rumah pertanian pada malam hari disertai dengan suara-suara mengganggu dari dalam rumah. Michael Wolf, seorang jurnalis muda yang bekerja untuk surat kabar lokal kota, memutuskan untuk menyelidiki kasus ini setelah mendengar rumor-rumor tersebut. Klaim tentang kemunculan seorang gadis mirip Lili di sekitar rumah pada malam hari membuat ia terdorong untuk mengungkap kebenaran di balik hilangnya keluarga tersebut secara misterius. Dan demikianlah Michael berangkat menuju rumah pertanian yang telah lama ditinggalkan tersebut. Waduh, Michael. Michael. Hah. Antara dia seorang yang pemberani, Teman-teman, atau mungkin heutan hilang. Dan selamat datang, Teman-temanku sekalian di dalam game What’s Happen to Lily. Ini dia The Miller Farm. Welcome. Sayangnya tempat ini sudah lama ditinggalkan ya, Teman-teman. dan gua bisa menyalakan e center. Dan ini adalah mobil gua kayaknya ya, seorang jurnalis muda. Apakah kita langsung bisa pergi dari sini? Enggak jadi, Bro. Cari berita yang lain aja, Bro. Ini terlalu deg-degan ini. Hah? Enggak, ya? Yo. Wes kalau begitu kayaknya ada catatan. Coba gua cek terlebih dahulu. E, gimana cara ambilnya? Oh, pencet e. Buku harian yang terhormat. Hari ini sangat indah di peternakan. Ibu dan aku membuat kue dan menambahkan selai ceri di atasnya. Ayah menyalakan perapian sebelum badai datang. Lalu kami semua duduk bersama dan bermain games. Oke, games apa itu, Guys? Ibu membuatkan aku pita merah yang baru. Rumah kami sangat tenang, tetapi aku suka ketenangannya. Kadang-kadang ibu menatap keluar jedera dalam waktu yang lama. Tetapi saat aku duduk di sampingnya, dia tersenyum. Ayah kadang berteriak. Lalu dia datang dan meminta maaf. Mereka berdua sangat mencintaiku. Oke. Oh. Tetapi teman-teman harusnya kalau misalnya kertas ini sudah bertahun-tahun ya sudah tidak mungkin bisa dibaca itu. Apalagi kertasnya di luar. Belum apa-apa kita udah diteriakin sama gagak. Aduh gagak. Gagak. Uh. Ada catatan lagi. Seakan-akan catatan-catatan ini mau diungkap banget ya. Hm. Buku harian yang terkasih. WS. Hari ini aku ingin pergi ke luar tetapi ibu tidak mengizinkanku. Katanya di luar itu berbahaya. Aku melihat ayam-ayam dari jendela. Lalu aku menggambar. Waktu terasa lebih cepat saat aku menggambar. Ayah minum sepanjang hari dan dia mabuk. Dia mulai berteriak kepadaku lagi. Lalu ibu membawakanku kue stroberi. Kadang aku merasa kesepian. Aku berharap bisa pergi ke sekolah. Oh, aduh. Lagi-lagi ya ada hubungannya dengan minum-minum. Hah. Kenapa? Kenapa, Guys? Kenapa kalau laki-laki itu mau lari dari masalah hidupnya dia, Guys? Cenderung maunya minum-minum ya? Kalau gua main game kayaknya, Guys. Mengalihkan pikiran gua ke game dan kita menambah masalah baru. Karena kalau misalnya kalian kalah atau kalian enggak suka dengan gameennya, kan jadi masalah baru lagi ya. Oke, aku adalah ketakutan. Ibuku mulai masuk ke kamarku di malam hari. Dia terus membaca sesuatu dari selebaran kertas yang dia pegang. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan tadi malam. Dia berkata, “Iblis, keluarlah dari rumah ini.” Apa artinya itu? Dia menempelkan kertas-kertas dengan simbol aneh di semua pintu rumah. Oke. Katanya itu supaya iblis tidak bisa masuk ke kamar. Ayahku bahkan tidak berbicara lagi padaku. Dia hanya berteriak atau tidur sepanjang waktu. Aku mulai berbicara sendiri. Aku mendengar beberapa suara di kepalaku. Wah. Oh, oke. Kasihan ya, Teman-teman, seorang anak kecil yang tidak bersalah. Tapi ayah dan ibunya mungkin ibunya ketakutan, ayahnya stres, terus kadang-kadang ya amarah atau emosi tersebut dilampiaskan kepada anaknya. [Musik] Ada yang lewat. Apa tuh? Rakun, kucing, dogi. Apaan tuh yang lewat? Warna putih lagi, Guys. Astaga. Yuk, mari coba kita maju ke depan sana. Sebentar lagi kita akan sampai di rumahnya keluarga Miller. Dan kalau kalian lihat, ini listriknya masih menyala. Wow. Siapa yang bayarin listriknya, Guys? Oh, Ibu berkata kepadaku, “Jangan berkedip. Mereka sedang mengawasimu. Mataku sakit, tapi aku tidak berkedip.” Lalu aku melihat ke cermin dan penampilanku sangat menyeramkan. Rasanya seperti ada orang lain di dalam tubuhku. Sekarang aku ketakutan. Aku mendengarkan suara-suara dari kamar ibu bisik-bisikan. Terdengar seperti dia sedang berbicara dengan seseorang. Padahal tidak ada siapa-siapa di rumah. Aku tidak bisa tidur. Ibu tidak memanggilku dengan namaku lagi. Dia bilang, “Putri dari bayangan. Ibuku sendiri. Terakhir kali aku melihat ayah 3 hari yang lalu. Aku merasa ada yang tidak beres, tetapi aku terlalu takut untuk bertanya. Dari malam aku mendengarkan suara cakaran di balik dinding. Suara di kepalaku berkata, “Ibu akan bikin aku meningsoi.” Kesurupan kah? Waduh, Guys. Berarti ada hubungannya dengan demon. Lampunya pecah, Guys. Kayaknya ada berhubungan dengan demon deh. Oh, no way. Mama Mia Pizzaria, selamat datang di rumah keluarga Miller. Pas gua dekatin, ada yang matiin lampu. Berarti ada orang di dalam. Wah, ada sumur juga, Guys. Seram banget ada sumur. Jangan-jangan kasus sumur lagi. Iya enggak sih, Guys? Kalian tahu enggak sih kasus sumur di mana ada orang yang bikin meningsoy orang lain dan semuanya dibuangnya di sumur? Oh no, ini gelap banget, Guys. Gua gak bisa lihat apa-apa. Ya udahlah ya, kita coba masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Hah. Ah, doakan aku, Guys. Ee bisa enggak pencet? Bisa dong dipencet, Guys. Permisi. Oh, ini tanda-tanda yang ditaruh sama ibunya kah? Oh, iya dong. Banyak banget tanda-tandanya, Guys. Punten, ada orang di sini. Yah, gak bisa nyala, Guys. Oh no. Kalau enggak bisa nyala begini, gimana dong? Ini kenapa ada tanda X? Kenapa ada tanda X, Guys? Wah, rekaman yang sangat mengerikan. Pertama-tama, gua akan coba explore terlebih dahulu di lantai satu baru nanti kita ke lantai du. Ya, ada piano. Halo. Enggak ada orang kan? Bisa enggak gua mainin? Siap. Bisa dimainin, Guys, pianonya. Uh, ada game konsol. Siapa nih yang suka main game konsol? Dogs Club. Oh, apa ini, Guys? Atari. Buset, zaman kapan tuh Miawa Aug? Kayaknya 30 tahun yang lalu tuh. 25 tahun yang lalu lah mungkin, ya. Yo weso weso wes yes. Aku keluar terlebih dahulu, Teman-teman. E ini apa nih? Lambang-lambang ini harus kita hafalkan kah? Oh, ini enggak bisa dibuka, Guys. Oke, sabar ya. Ini kenapa ada banyak tanda X? Ini rumahnya enggak bisa dinyalain apa lampunya? Aduh, toilet lagi, Guys. Ini kayak sio. Eh, bintang gak sih, Guys? Bintang gak sih? Kayak Leo, Sagitarius, Gemini. Ya enggak sih? Ah, ini foto keluarganya dia itu Emily, Guys. Dan juga ayahnya dan ibunya Emily, Guys. Senyumnya masih happy banget dia pastinya. Oh no. Oh no. Oke, kita berada di dapur dan aku melihat ada sebuah catatan. Lili ulang tahun yang ke-10. Oh, dia happy banget, Guys. Siapa yang enggak suka ulang tahunnya dirayakan? Ya enggak sih, Guys? Waktu gua kecil juga itu hari yang selalu gua tantikan ya. Kita bisa mendapatkan kado yang banyak, mendapatkan teman-teman yang datang ke rumah kita atau ke tempat perayaan kita. Tapi sayangnya enggak setiap tahun lah ulang tahun gua dirayain dulu, Guys. Oke. Aduh, gua gak tahu lagi apa yang gua harus cari di sini, Guys. Gua cuma melihat ada foto doang dan ada banyak tanda X. Yang gua enggak ngerti adalah tanda X tersebut, ya. Kenapa? Oke, ini ada dekat-dekan jendela. Setiap kali kita setiap kali kita menginjak tanda X tersebut ada bunyi ngek ngek. Mungkin saja itu yang harus diperbaiki kali. Miaok. Mungkin mungkin mungkin. Nih akan bunyi ya. Tuh kan bunyi. What is this? Oke ini perapian ya. Khusus di luar negeri tuh banyak perapian. Kalau di Indonesia mah buat apa perapian? Panas bro. Oh, Lili dengan ayam-ayamku. [Musik] Oke, lantai satu sudah selesai. Sekarang saatnya kita akan coba ke lantai dua ya, Teman-teman. Ada satu ruangan saja yang tidak bisa dibuka, yaitu ruangan yang ini nih. Oke, kita berada di lantai dua yang di mana tiba-tiba saja lampunya pada mati. Apa yang harus gua cari? Aduh, ini kalau gerak sendiri sih nyebelin ya. Kita bakal ngelihat sesuatu enggak, Guys, dari sini? Serem. Jadi, konsep dari game yang satu ini tuh kita membawa camcord corder dan ini adalah hasil rekamannya ya. Jadi ingat Outlast. Outlast juga salah satu game yang konsep pertama horor dan kayak megang-megang camcord corder kan, Guys. Dan itu the best, Guys. Kalau kalian mau mencari game horor yang beneran horor, coba kalian mainin Outless dari Outlast 1, 2, terus ada DLCDLC-nya, ya kan? Whistle blower dan masih banyak lagi. Lah, ada painting. Banyak banget paintingnya. Ini enggak bisa dibuka, Guys. Enggak bisa diapa-apain. Oke, ada dua ruangan lagi. Cap cip cup gumpang kuncup. Oke, sebelah kiri. Aduh, toilet. Permisi, tidak ada bayanganku. Enggak ada apa-apa di sini. Ow. Oh, logonya jatuh, Guys. Ini ruangannya si Lily kah? Kayaknya ini ruangannya Lily deh. Lily, kalau kamu ada di sini, komunikasilah denganu. Langsung dikasih, Guys. Find me. Temukan aku. Emang kamu di mana, Lili? Ada yang ngetok-ngetok. Si paling punya rumahnya gua. [Musik] Oh, kaset-kaset zaman dahulu. Sabar. Oh, Lily suka melukis ya. Ini gambarnya apakah gambar dierate pakai AI, Guys? Gak tahu ya. Gua gak tahu ya. Oke. Iya, sabar. Udah kayak gue yang punya rumah ini, Guys. Iya, ya. Sebentar [Tepuk tangan] entar, Guys. Turun dulu ke bawah ya. Ada apa? Hilang dong. Huh. Hidup lampu di sini hidup. Tadi gelap banget, Guys. Oke, guys. Ada kaki. Oh no. Tapi itu kakinya anak kecil. Apakah itu Lily? Lili. Kalau itu kamu berikan aku sinyal apapun itu. Lili. Ih, Li. Apa? Apa? Apa? Kok dia tulis-tulis? Oh, ada catatan, Guys. Hai, apakah kamu datang mencariku? Kurasa kamu ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, kan? Aku bisa memberitahumu. Tapi pertama-tama aku butuh sesuatu. Aku sangat lapar. Sudah sangat lama aku tidak makan apapun. Bisakah kamu membawakan sebuah apel merah di rumah? Aku tidak bisa masuk ke sana. Tempat itu sangat menakutkan. Wow, guys. Dia meminta sesuatu ini. Ya, kalau gua jadi reporternya pulang pulang enggak mau tahu. Tetapi karena ini adalah game, Guys, ya sudah mari kita masuk lagi ke rumah ya. Sabar dia. Wah, apa itu? Apa itu? Apa itu? Apa itu? Apa itu? [Musik] Kalian lihat enggak, Guys? Gua gak lihat apa-apa. Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Oh. Aha. Aha. Kayaknya kita harus ke dapur apel. Karena tadi gua ngelihat ada apel ya ini. Oke. Udah, udah, udah, udah. Apa cuk? Apa cuk? Apa cuk? Apa cuk? Ayo ambil. Nice. Kita udah ambil apelnya. Gak lihat gua, Guys, tadi. Astaga. Oke, aman-aman saja. Ternyata tidak ada yang menggangguku. Aku akan kasih ini apel ke kamu, tetapi kamu harus kasih tahu kamu siapa. Ya. Eya. Eya. Oke, kita udah kasih apel. Kita lihat. Terima kasih. Aku sangat suka makan apel. Tetapi ibuku tidak mengizinkanku. Ibu sering memarahi karena diam-diam makan apel. Aku sangat kedinginan. Bisakah kamu membawakanku selimut merah? Aku sangat menyukai selimut merahku. Wah, sekarang dia butuh selimut merah di lantai du, Teman-teman. Kayaknya di kamarnya dia. Wah. Oke. Kenapa enggak sekalian aja? Lu mau minta apa lagi? Kasih tahu sekarang dah. Wah, jangan-jangan itu laki-laki lagi, Guys. Bukan cewek lagi. Bukan Lili lagi. Duh, apaagi nih? Entar, entar, entar. Gua harus siap-siaga nih. Punten. [Musik] Oke. Harusnya aman. Terlihat aman. Siapa bahasa apa tuh? Kuloten ngertos ngomong yang benar. Oke, Ungker. Oke, Ungker. Oke, kita sudah mendapatkan blangket warna merah. Saatnya kita keluar dari sini. Gua takut banget, Guys, ending-nya kita kita ditarik ke dalam sumur terus kita meningsoy. Kamu mau enggak selimutnya? Ayo, mau enggak? Mau enggak? Hm. Kamu menantang kamu, Miaok, ya? menantang kamu. Oke, masih ada di situ dia. Mari kita lihat. Terima kasih. Aku merasa sedikit lebih baik sekarang. Aku punya satu permintaan lagi. Aku sangat merindukkan boneka beruangku. Ibu menyuruh menyembunyikannya sebagai hukuman. Bisakah kamu menemukan boneka beruang merahku untukku? Boneka beruang merah? Oke, kita gak tahu ya, Teman-teman, lokasi boneka beruang merahnya ada di mana. Jadi, kayaknya gua akan coba keliling-keliling lagi. Oke, kita lihat. Kita lihat. Wah, jadi jump scare, Guys, ya. Tumben sini enggak ada. Kayaknya sih antara di lantai satu atau lantai du ya. Ya iyalah, rumahnya cuma punya dua lantai. Sor sor. Boneka beruang warna merah. Check and recheck ya, Teman-teman. Kita cek-cek semuanya. Enggak ada lagi. Oke, apakah ini sudah bisa dibuka? Tidak bisa. Cek lagi di sini. Apa tuh? Oh, paintingnya jatuh. Paintingnya jatuh, Guys. Paintingnya jatuh. Kaget. Ya ampun. Sabar. Ini sensivity-nya juga terlalu banyak ya. Jadi micr movement gua tuh didetect semua sama [Musik] Nah itu dia. Apakah itu, Teman-teman? Boneka berwarna merah. Yuk, mari kita coba ambil. Heus you. Apa itu? Gua diapain? Gua diapain? Gak tahu. Gak tahu. Gak tahu. Gak tahu. Kita ambil aja teman-teman bonekanya. Terus kita langsung lari keluar lagi. Itu apaan tadi? Astaga banyak banget yang gua lewatkan, Guys. E, ini ember. Oh no. Tempatnya udah ditutup. Gua gak bisa pulang, Guys. Oh no. Gua takut, Guys. Kita sudah mengikuti semua kemauan dia. Terus tiba-tiba saja nanti dia akan jahat sama kita. Oke, dia catat-catat lagi nih. Catat-catat lagi. Sebentar ya, aku cek dulu nih. Terima kasih. Ibuku punya sebuah buku catatan. Dia sering menulis di dalam sepanjang waktu. Mungkin kamu akan menemukan beberapa catatan di buku itu. Sepertinya buku itu ada di kamar Ibu. Mungkin itu bisa membantumu memahami apa yang sebenarnya terjadi di rumah pertanian ini. Ada tiga lukisan di dinding di kamar ibuku. Lukisan-lukisan itu memiliki simbol-simbol aneh. Aku tidak pernah mengerti artinya. Dia biasanya memutar lukisan itu untuk membuka pintu. Saat aku bertanya kepada dia melakukan apa, dia hanya berkata supaya iblis tidak bisa masuk dan membuka pintu ini pada malam hari. Oke, baiklah kalau begitu. Jadi kayaknya kita harus membuka di lantai dua ya. Kita cek dulu ya, Teman-teman. Entar. Masuk lantai du nih. Oke. Ah, ini dia. Oh, bisa diputar-putar ya, Teman-teman. Wow. Tapi berarti gua harus mencari ini dong. Ini kayak ekor. Ini kayak ee apa? Scar ini kayak God of War. Oke, coba coba coba kita cari terlebih dahulu ya. Enggak ada. Entar siapa tahu di sekitar sini mungkin ada petunjuknya. Halo. Enggak ada di kamar entar ya. Sekalian, Guys. Sekalian, Guys. Kita cari sekalian. Mana gelap. Eh, oh Ding. He, sabar. Biarkan aku mencari sesuatu terlebih dahulu, Teman-teman. Ruangan ini enggak ada apa-apanya. Eh, nah itu dia. Oke, kayak Oh, gua harus menemukan kayak beginian nih. Jadi kayak air mancur ya, Teman-teman. ke air mancur. Sip. Coba dulu air mancur kanan atas yang ini ya. Kayak gini kan. Nah, kayaknya begitu deh. Coba coba coba make sure lagi. Make sure lagi. Kotak air mancur kanan atas. Y. Betul sekali. Kotak air mancur kanan atas. Nah, sekarang kita harus cari yang lain. Yuk cari yuk cari. Yuk. Kita turun ke bawah dulu. Terus cari sini. Cari di ruang tamu kah? Apakah ini? Yap, betul sekali. Jadi ada ee buletannya di bawah terus dia miring ya. Buletannya di bawah dia miring. Dua aja udah cukup belum? Harusnya udah cukup sih. Coba dulu ya. Coba dulu ya teman-teman. Bultan di bawah miring yang ini kan. Nah, kayak gini kan. Terus yang ini kita random aja. Terbuka, Guys. Let’s go. Tidak perlu mencari satu clue lagi. Langsung terbuka. Wah, ini dia nih. Misterinya katanya ada di sini, Guys. Ada dua catatan yang bisa gua baca. Mari coba kita baca. Ah, dia suka warna merah. Aduh, yang kita kasih semuanya warna merah lagi, Guys. Apel warna merah, selimut warna merah, beruang warna merah. Aduh, setiap kali dia melihat sesuatu yang merah, matanya berbinar. Awalnya kukira itu hanya kebetulan. Tetapi kemudian segalanya mulai berubah menjadi merah. Selimut yang kuberikan kepadanya, boneka beruang, bahkan apel kami, semuanya menjadi merah. Dan setiap kali itu terjadi, dia menjadi lebih kuat. Rasanya seperti aku sedang memberi semua yang dia inginkan. Seolah bahkan aku melakukan persis apa yang dia harapkan. Tolong jika kamu belum meninggalkan rumah ini, jauhilah warna merah. Margaret. Margaret ini kayaknya ibu kita. Bukan ibu kita, maksudnya ibu di dalam game ini ya. Ow. Kalau udah kita kasih gimana? Ow. Pintar ya. Dia minta dulu baru dia kasih tahu tentang kamar ini. Pintar ya. Kalau dia kasih tahu tentang kamar ini, mungkin gua udah pergi duluan. Nih, ada sesuatu di rumah ini dan itu ada di dalam Lili. Oh, aku tidak tahu itu apa, tapi aku tahu bahwa dia bukan putriku lagi. Dia hanya menampakkan dirinya di malam hari. Kadang ia menangis pelan, kadang ia berbicara sendiri. Tetapi suara itu bukan suara Lili. Aku tidak bisa melindunginya, tetapi aku masih berusaha melindungi rumah ini. Akulah yang menempelkan kertas-kertas di pintu. Aku yang menggambar simbol-simbol yang kulihat di atasnya. Mungkin itu akan menjaga tetap menjaganya tetap di luar. Mungkin setidaknya ia tidak bisa masuk ke kamar ini. Jika seseorang membaca catatan ini, tolong tinggalkan rumah pertanden ini sekarang juga. Margaret telat, Bro. Oke, kayaknya aman, Guys. Catatan-catatan itu tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sih. Iya, enggak, Guys? Oke, kalau begitu kita akan coba untuk ngapain lagi nih? Gua udah dapat tuh clue-ya. Pulang kah? Coba pulang kali ya, Teman-teman. Tinggalkan tempat ini. Let’s go, my friend. Mari kita tinggalkan tempat ini. Oh no, dia udah pergi. Merinding gua langsung, guys. Mamaamia. Tapi tempatnya masih ditutup. Dia udah makin kuat makanya dia pergi. Oh no guys. Apel, boneka, dan selimut yang kita kasih ke dia. Uh, apa tuh? Oh no, oh no, oh. What happen? Lampunya mati. What happen? Belum belum bisa pulang ya, Teman-teman. [Musik] Oke, gua kirain sesuatu ini. Ini gua harus ngapain lagi sekarang? Masuk lagi. Ada catatan. Huh, apa tuh? No, kita dikunci. Gua gak bisa keluar lagi, Guys. [Musik] Ibu berbohong. Jangan percaya padanya. Kamu harus turun ke ruangan bawah tanah. Pintunya terkunci. Tetapi ada caranya. Ayah membuat sebuah kode untuk membukanya. Saat kamu berjalan di sekitar rumah, oke beberapa papan lantai berbunyi create. Oke. Kamu harus menginjak empat titik yang berbunyi itu. Jika kamu menginjak semuanya, pintu ruangan bawah tanah akan terbuka. Oke, ada empat ya, Teman-teman. Ada empat. Yang pertama kan ada di mana tuh? Tunggu ya, gua cari terlebih dahulu kayaknya di sini. Nah, itu dia satu. Kita cek dulu situ. Bukannya ada. Yes, betul sekali. Dua sini satu lagi. Nice. Sini enggak ada apa-apa ya, Teman-teman. Satu lagi kayaknya di sini nih. Nah, itu dia. Ada yang terbuka. Pintu ini juga kebuka enggak sih? Itu catatan. Oh, udah udah udah udah. Ih. Ternyata basement. Aduh, kita mau ke basement kah? Okelah kalau begitu. Apa yang harus kita cari di basement ini? Heh, gua kirain bisa gua buka. Ternyata bukan pintu, Guys. Sabar. Apa nih? Tanggal lahir Lili. Hm. Si paling tahu gua tanggal lahir Lili. Buat apa tuh? Tanggal lahir Lili. Tanggal lahir Lili. Oh. Ah. Buat masukin di sini kayaknya, Guys. Tanggal lahir Lili ya. Wah, panjang banget tuh. Astaga. Tanggal lahir Lili. Di mana kita bisa menemukan tanggal lahir Lili? Good idea. Coba gua ke atas terlebih dahulu ya. Hah. Kita cari. Kita cari terlebih dahulu tanggal lahir Lili. Di mana kita bisa menemukan tanggal lahir Lili? Guys, gua punya foto. Ih, ada yang baru nih. Nah, itu dia tanggal lahir Lili. Oke. Wow, tiba-tiba saja siapa yang taruh di sini? Mei. Mei itu berarti 05 ya, Teman-teman. 26 1986. Mari kita coba tanggal lahir Lili berarti 26051986 gitu mungkin. Coba dulu tanggal lahir Lili [Musik] gua lihat ke bawah aja ya teman-teman. Seram. Seram seram. Cek lagi cek lagi. Lily. Day date of birth. Date of birth. Tanggal lahir. Iya benar. Tanggal lahir Lil. Coba [Musik] eh coba 26 05 1 986 incorrect password berarti coba dibalik 05 eh salah 05261 986 enter. Enggak juga. Tanggal coba. Ee 260 2605 bukan 052 eh salah 0526 bukan. Ya ampun tahun 1986. Jangan tanggal dong tahun. Year. Yeah. My friend. Astaga. Eh eh eh sor. Apa tuh yang kebuka tuh? Wow, ada sebuah ruangan rahasia yang terbuka nih, Teman-teman. Apakah isinya? Uh, tengkorik. Ada tengkorik di Woi, [Musik] dari tadi gak ada jump scare begitu sekarang ada, Guys. Oh, mama mia. Oh no. Oh no. Ada dua tengkorik di sini, Guys. Apakah ini adalah ayah dan ibunya? Lilinya hilang. Putriku, tolong maafkan kami. Kami sudah mencoba segala cara untuk mengusir kegelapan di dalam dirimu. Malam itu kami membawamu masuk ke sumur di depan rumah. Andai saja semua ini hanya mimpi buruk. Kami pikir air itu bisa menyucikan kamu. Bahkan air itu akan mengusir iblis dari tubuhmu. Tetapi tatapan terakhir di matamu, teriakanmu, Ibu. Cara dirimu menghilangkan ke dalam air. Hah? Cara dirimu menghilang ke dalam air. Itu semua karena iblis yang itu. Lalu ia mengurung kami di ruangan ini. Tidak ada pengampunan atas apa yang telah kami lakukan. Kami selalu mencintaimu. Kami akan mencintaimu. Gadis cantikku. Tolong maafkan kami. Aduh. Jadi memang pelakunya si Lili. Lili kayaknya kesurupan, Teman-teman. Ini ayah dan ibunya meningsoy. Hah. Tuh. Udah puas, udah dapat, udah tahu nih reporter kamu sudah mendapatkan rekaman ini. Apa? Apa? Mau ngagetin gua lagi? Hah? Apa? Ngagetin gua lagi. Kagetin lagi. Beneran aja. Ya ampun, beneran aja dikagetin, Guys. Guys. Huh. Oh, gua tahu. Berarti Lily di dalam sumur, arwahnya Lili naik ke atas, Guys. Sesuai dengan dugaan gua yang awal. Jadi, Lily dimasukin ke dalam sumur, kayaknya dia tenggelam, meningsoy. Dan habis itu ada iblis yang mengurung mereka di sana. Oh no, ada catatan. My soul is free now. Thank you very much, Lily. Terima kasih sudah membantuku. Jadi, tunggu dulu apa yang sebenarnya terjadi nih, Teman-teman? Apakah enggak mungkin dong hantu mau ngurung dia itu [Musik] di tempat yang berkode? Si Lili suka main game. Si Lili suka dengan ayam. Ayam-ayamku. Oh, si Lili suka dengan apel juga ya, Teman-teman. [Musik] Dia juga suka bermain piano. Hah. Arwahnya Lily emang sudah ke surga. Tetapi arwahnya orang tuanya gimana? Ulang tahun yang ke-10. [Musik] Berarti Lily baru umur 10an tahun lah ya. Apa nih kesimpulannya yang bisa kita ambil dari game ini, Guys? Oke, sudah selesai. Saya sebagai jurnalis sudah menyelesaikan teka-teki apa yang terjadi di keluarga Miller. Ya, Teman-teman. Ternyata aku menemukan dua tengkorik yang terbaring di sana dan kayaknya kita harus membongkar sumur tersebut untuk menemukan tengkoriknya si Lily. Ternyata mereka tidak menghilang, tidak diculik. Ternyata mereka meningsoi. Lily ditenggelamkan dan kedua orang tuanya meningsoy kelaparan di suatu tempat yang gua gak tahu kenapa mereka bersembunyi di situ atau dikurung di situ. Soalnya enggak masuk akal, Guys. Kalau emang itu hantu, ngapain itu hantu pakai teknologi? Ya kan dia pakai pascot, Guys, untuk mengurung orang tuanya. Wow, teknologi. Oke, ya udahlah, Teman-temanku sekalian sampai di sini terlebih dahulu untuk game What happen Happen Toily. Game yang cukup singkat. Semoga aja ini bukan kejadian nyata. Ini cuma sebuah game saja ya, Teman-teman. E jump scare-nya agak sedikit ya ya gitulah. Kurang kurang bagus. Tetapi ya udah. Terima kasih banyak buat kalian semua yang udah nontonin gua bermain game yang satu ini dan nanti kita akan bertemu lagi di next video. Thank you so much. Bye bye pa. [Musik] Yeah.

Kali ini kita akan melihat game What Happened to Lily, dimana ada kasus 1 keluarga menghilang dan gw sebagai jurnalis akan datang kerumah mereka dan mencari tau apa yang sebenernya terjadi, let’s go
#MiawAug #horrorgame

Subscribe : http://www.youtube.com/user/miawaug?sub_confirmation=1
Be a Member : https://www.youtube.com/miawaug/join

Kumpulan Horror Game : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR8beT9oJqBWikBhfnEDezVt

Game : https://store.steampowered.com/app/3645700/What_Happened_to_Lily/

Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt

Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com

Thanks Guys….

Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo

https://www.instagram.com/markgtheartist