Blak-blakan! Waketum Projo Ungkap Roy Suryo Sebut Nama di Balik Kasus Ijazah Jokowi

Perkataan Rosuryo, ada beberapa orang waktu itu di situ. Walaupun itu offline, saya enggak akan sebut nama di sini. Masyarakat tahu, publik tahu ini tokoh besar. Seluruh anak bangsa saling tuduh, saling klaim dan ini adalah e berpotensi menjadikan Indonesia pecah belah. Salah satunya adalah motif ee rakyat Indonesia yang sangat suka dengan gosip politik. Kan enggak enggak mungkin itu. Ya susah membangun negara dengan suudon tidak saling percaya. Ya sudah kalau gitu berangkat saja kita tarung sampai pengadilan, sampai kasasi, sampai PK, sampai laporan lagi, sampai bikin bukti baru, sampai ramai negara kita ini. Saudara polem kasus ijazah palsu Jokowi kian tak ada ujungnya terbaru. Kasus ini disebut-sebut didalangi oleh tokoh besar berbaju biru. Siapakah yang dimaksud? Lalu benarkah kasus ijazah palsu kini bergeser ke rana politik? Kita akan bahas bersama sejumlah narasumber yang hadir melalui sambungan daring. Ada kuasa hukum terlapor Roy Suryo CS Ahmad Kozinudin. Selamat pagi. Pagi, Pakin ya. Siap, Pak. Oke. Dan juga ada eh wakil ketua umum Projo, Fredy Dar Manik. Bang Fredy, selamat pagi. Pagi. Pagi. Serta pakar komunikasi politik Universitas Pajajaran Kunto Adi Wibowo. Selamat pagi, Mas Kunto. Selamat pagi, Mas. Terima kasih Bapak-bapak sudah bergabung di Dialog SAP Indonesia pagi pada hari ini. Saya ke ee Bang Fredy terlebih dahulu. Bang Fredy siapa sebenarnya ini? Kita langsung to the poin aja. Siapa sebenarnya berbaju biru? Politisi berbaju biru ini siapa? Ya gini sebelum saya ee menanggapin itu kan memang saya sering katakan bahwa memang ee kasus atau isu ijazah palsu ini kan ada dua hal. yang pertama memang hukum dan ini sedang berjalan dalam ee di Polda Metro Jaya sebagaimana ee Bung Ahmad hari ini mendampingi para saksi kan begitu. Nah, yang kedua memang ya ini ee jelas politik ya sebagaimana sudah disampaikan Pak Jokowi kan sangat ee kita harus ee memberikan ee pencerahan kepada publik bahwa ini kan kami melihatnya begini seorang Rosuru dan kawan-kawan modal ee bahasa saya modal apa namanya dokumen yang dipungut dari ee pinggir jalan entah di-download dari mana kemudian berani mengatakan ijajah palsu dan terus mencari-cari mencari mencari mencari cari-mencari dan terus. Artinya semata-mata ini bukan hanya bicara tentang benar, salah, hitam, putih. Bukan. Memang ini politik. Kalau bicara politik berarti memang ada target seperti yang saya Oke. Ana mau bilang bahwa ini bukan soal ijazah, ini bukan soal skripsi yang baru-baru, tapi ini politis. Iya. Yang pertama tadi hukum jelas karena Pak Jokowi sudah merasa difitnah, lapor itu jelas. Kemudian ini kan terus bergulir, dimainkan terus. Yang penting serang, yang penting serang. targetnya tentu ya sudah Pak Jogi sudah katakan untuk men-downgrade, untuk mendelegitimasi, untuk membuat masyarakat ragu semakin ragu, ragu-ragu terus bahkan mungkin partai-partai politik lain semakin ragu sehingga ee katakanlah tidak mau ee mendekat atau semakin menjauh dengan Pak Jokowi karena Pak Jokowi dianggap sebagai beban misalnya karena ramai terus, ramai terus kan begitu. Nah, tentu kalau bicara ee orang besar, bicara politik ini kan organisasi ya. Enggak mungkin politik itu enggak enggak main sendiri. Ini organisasi ya. Ya, tadi pertanyaannya siapa? ee saya tidak tidak akan menyebut nama seseorang atau lembaga lembaga tertentu, tetapi saya pernah pernah itu di dalam suatu media walaupun offline ee Mas Roy pernah katakan ee kepada saya seorang tokoh besar, dia bilang, “Saya sudah e ketemu dengan ee seorang ee orang besar, tokoh besar. Beliau mengatakan, “Saya dukung, Mas. Lanjutkan.” Nah, dari situ saya ee percaya memang itu ini perkataan Rosio kepada Anda. Kenapa ini perkataan Rosurio kepada Anda waktu itu? Perkataan Rosurio ada beberapa orang waktu itu di situ. Walaupun itu offline saya enggak akan sebut nama di sini tetapi itu beliau yang katakan di situ. Saya dukung, Mas. Lanjutkan. Kanit Bang Fredy sor saya tegaskan lagi. Dikatakan secara offline waktu itu Rosyo menyebutkan nama. Ya, beliau menyebutkan nama, tapi saya tidak akan sebutkan nama itu di sini. Ya, beliau sekali lagi saya katakan, “Saya dukung, Mas. Lanjutkan.” Kan begitu. Itu Mas Roy. Ada ee teman yang lain waktu itu di situ. Kita kan biasalah kalau di ruang ee kopi itu ngobrol-ngobrol biasa begitu. Oke. Bang Roy. Eh, Bang Fredy sor Fredy. Saya tegaskan sekali lagi. Oke. Bang Roy tidak menyebutkan nama tapi ini kan sudah sebutkan nama. Oke, sori Bang Roy. Bang Roy sebutkan nama. Tapi ini kan sudah beredar luas ee menjadi pertanyaan juga semua pihak takutnya menjadi bola liar. Nah, saya ingin tegaskan sekali lagi dengan Bang Fredy. Kalau memang disebutkan nama memang Bang Fredy tidak bisa menyebutkan. Tapi apakah betul ini adalah politisi yang kita kenal selama ini dan juga memang selama ini menduga ke satu orang yang mungkin Pak Jokowi bilang sebenarnya kita semua sudah tahu. Apakah betul seperti itu? Ini politisi besar. masyarakat, masyarakat tahu, publik tahu ini tokoh besar, kan begitu dia sebut nama itu. Oke. Dan betul ada unsur birunya. Ah, kalau itu saya enggak mau terjebak di dalam ee apa ya clue clue seperti itu. Tetapi saya yakinkan bahwa masyarakat sangat mengenal tokoh ini. Gini, gini loh, sangat mengenal maksudnya seperti apa? Sangat mengenal karena kan semua orang kita kenal. L Pak Joko itu tokoh politik, politisi ee ulung lah kan begitu. Jadi pasti dia menyebut itu ee bukan omong kosong kan begitu. Bukan omong kosong. Dia tahu dia juga masih punya kaki-kaki. Dia bisa cari siapa itu orang kan begitu. Karena dia sudah dapat itu maka dia sebut iya ee tokoh besar tokoh besar sangat besar. Tokoh ini besar. Nah tokoh besar ini apa? Dalam arti bahwa seorang ee politisi biasa, seorang pejabat politisi besar. A bagaimana menggambarkan seorang politisi besar ini? Karena saya juga saya juga tidak bisa menebak-debak juga. Bang Fredy, bagaimana kita menggambarkan seorang politisi besar? Apakah memang dia pernah menjabat sebuah jabatan penting paling tinggi politisi besar itu adalah presiden sebenarnya? Iya. Yang pasti dia di partai politik ya, dia punya ee apa namanya? Dia memang ee berkuasa kan begitu ya. Saya enggak bisa menyebut lebih ini lagiah ya. Tetapi memang ee sebetulnya di medsos sudah banyaklah. Di publik sudah beredar ya. Di publik sudah beredar. Jadi ee saya rasa itu ee benar itu adanya gitu. Oke. Oke, Bang. Kalau dari eh apa yang ter apa yang dikatakan kemarin itu di salah satu dialog di Kompas eh mengatakan bahwa memang ini merujuk kepada politisi biru dan ini memang sudah tersebar pun juga ini beredar liar bola liar dan sudah langsung ditanyakan ke orang yang bersangkutan yakni seperti yang berita tadi ketua umum Partai Demokrat Agus Sarurti Yudono benar ini tuduhan mengarah ke situ atau tidak sebagai konfirmasi saja. Ini siapa? Bang Fredi. Bang masih Bang Fredy. Oh eh sekali lagi saya mohon maaf saya tidak bisa menyebut ee langsung ya ke clue-nya. Tetapi kan begini ini politik. Politik tidak harus disebut ya jelas seterang benderang tetapi ini sekali lagi politik bisa langsung bisa tidak langsung. Itu bisa disangkal nanti ada momentumnya saatnya adalah itu. Heeh. ya. Ya. Ee di apa namanya? Disanggah ya karena memang belum ada yang menyebut langsung ee nama misalnya ya. Wajar saja ee Mas Aye menyangkal itu karena memang bukan disebut dia atau siapapun yang berkaitan dengan dia ataupun partainya. Wajarlah dia menyangkal itu. Tetapi ya sekali lagi ini politik Pak Jokowi punya ya punya target tertentu, punya tujuan untuk menyampaikan itu. Bisa jadi supaya mengirim pesan eh kira-kira tanda kutip lu jangan macam-macam gua tahu siapa lu kan gitu. Sudah kalau kita mau main politik jadi nanti akan diselesaikan secara politik. Hukum kan sudah berjalan. Politik pasti Pak Jokowi akan selesaikan secara politik. itu sebetulnya biasa aja lah politik seperti ini biasa aja cuma memang ini terlalu cepat menurut saya terlalu cepat ini masih 2029 masih terlalu jauh tetapi sah-sah saj lah cuman pasti Pak Jokowi punya pesan untuk itu aja oke sebelum saya ke Mas Kozin Bang Fredi saya tegaskan singkat saja berarti yang kemarin disebutkan oleh Bang Roi itu bukan hanya dukungan secara verbal tapi juga ada pendanaan untuk mendukung ini atau bagaimana ee kita percaya itu. Kita percaya itu apa? namanya karena ee bisa secara langsung bisa pun ee tidak langsung karena memang ini kan kita lihat enggak ada berhentinya ya terusmenerus terusmenerus kan begitu. Oke saya ke Mas Kosin. Mas Kosin bagaimana Anda menanggapi terkait dengan pernyataan Pak Jokowi ini? Ada sosok besar pun juga seperti yang dikatakan oleh Bang Fredy tadi itu terlontar langsung secara verbal dari Roy Suryo. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Yang pertama saya ingin ingatkan kepada kita semua sepertinya terjadi permasalahan komunikasi. Bang Kin saya siapa lagi? Bang Kin bisa mendengar suara saya? Suara Joko Widodo selain melaporkan klien kami dengan PAS melaporkan dengan pasal 311 KP tentang fitnah. Nah, hari ini justru ahli-ahli saudara Joko Widodo membuktikan apa yang dituduhkan terhadap klien kami yang mengedarkan fitnah. Hari ini justru Saudara Joko Widodo secara telanjang terbuka di hadapan publik mengedarkan fitnah. Jadi fitnah itu tidak hanya ditujukan kepada tokoh besar tersebut, tetapi juga merujuk kepada klien kami. Seolah-olah klien kami ada di bawah kendali tokoh, tidak menjalankan agenda konstitusional secara mandiri sehingga klien kami bisa saja dianggap sebagai ee pion politik dalam sengkarut persoalan ijazah palsu. perlu kami tegaskan ya bahwa kalian kami sedang menjalankan agenda konstitusional sebagai warga negara diberi kemerdekaan menyampaikan pendapat dan mengajukan kritik terhadap ijazah saudara Joko Widodo dan hari ini bergulir di dua ee kepolisian institusi di Polda Metro Jaya dan ada di Bares Kembabes Polri. Jadi menurut kami apa yang dilakukan saudara Jokowi ahli-alih fokus terhadap laporan ya masalah hukum yang dihadapi. Dia memperlebar persoalan ini dan menambah musuh terhadap saudara Joko Widodo. Harusnya sebut saja tokoh besar itu siapa. Apa Aguan Antoni Salim SBY, siapa lagi? Sebut saja tidak perlu ragu-ragu. Atau selama ini Pak Jokowi apa selalu menghindari menyebut nama tetapi pada akhirnya rakyat menjadi korban. Contoh dalam kasus laporan pencemaran, Saudara Joko Widodo menyebutkan tidak pernah sebut nama hanya peristiwa, tetapi akhirnya ada 12 nama yang menjadi terlapor. Persoalannya sederhana. Dalam delik aduan itu harus spesifik definitif siapa yang dia cemarkan, namanya siapa. Tapi itu tidak dikatakan oleh Saudara Joko Widodo menyerahkan kepada penyidik dan akhirnya melalui penyelidikan penyidik ada 12 nama orang terlapor termasuk di dalamnya Abraham Samad. Ini kan mengkonfirmasi saudara Joko Widodo itu gemar mengadu domba anak bangsa dengan narasi-narasi umum tetapi tidak spesifik yang akhirnya seluruh anak bangsa saling tuduh, saling klaim dan ini adalah ee berpotensi menjadikan Indonesia pecah belah. Oke. Sama saja seperti kemarin Saudara Joko Widodo menyatakan ada masalah kesehatan, tidak bisa keluar kota. Dan kemarin juga kita ketahui ternyata untuk urusan politik Saudara Joko Widodo bisa ya hadir di kongres partai PSI untuk urusan politik memframing bahwa ijazahnya asli. Saudara Joko Widodo bisa hadir di reuni-reunian di UGM. Tetapi untuk ya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Saudara Jokowi Mangkir tidak datang ke Polda Metro Jaya bahkan meminta penyidik Polda Metro Jaya melayani kepentingan Jokowi datang ke Surakarta untuk memeriksa Jokowi di Surakarta. Oke, Bang. Ee tadi kan Bang Fredy sudah mengatakan bahwa ada pembicaraan langsung dari Bang Roy Suryo ke Bang Fredy. Apakah Bang Kosin juga diberitahu soal ee sosok besar ini oleh Bang Roy atau selama ini yang Anda tahu mungkin pendanaannya dilakukan secara mandiri untuk perkara kasus ijazah ini ya. Ee pendukung saudara Jokowi itu hampir sama dengan Jokowi. Mengedarkan fitnah tidak berani tunjuk hidung. sebut saja namanya siapa nanti bisa dikonfirmasi oleh Roy Suryo. Yang kedua berkaitan dengan pendanaan ini emak-emak kemarin ada yang iuran untuk beli nasi bungkus untuk persiapan ee pemberitaan apa namanya pemeriksaan saksi ini makannya nasi bungkus ini. Kita ini menolong juga probono pendanaan dari mana ini kami sudah dituduh ya difitnah mencemarkan saudara Joko Widoro. Sekarang difitnah lagi. Seolah-olah kami pion politik, ada yang menjalankan agenda besar. Seolah-olah kami itu tidak punya kemandirian untuk menjalankan agenda konstitusional untuk menyelamatkan bangsa negara dari masalah ijazah palsu. Ingat, soalan yang sedang diperjuangkan klien kami ini tidak sekedar persoalan klien kami, tapi ini persoalan konstitusional tentang masa depan negara kita yang kita cintai. Ini berkaitan dengan legasi berbangsa. Apakah kita rela negara kita menggoreskan sejarah pernah dipimpin oleh presiden dua periode yang tertuduh ijazahnya palsu? Karena itulah perlu dibuktikan secara hukum. Tidak perlu lagi bermain politik, bermanuver politik bahwa benar ada aktor-aktor politik memanfaatkan agenda ini. Itu urusan mereka. Tetapi ketika agenda politik itu dikaitkan dengan kami, aktivitas konstitusional kami, perjuangan klien kami, itu sungguh sangat menyakitkan bagi klien kami. nya R sur ini sungguh terlalu oke Bang Kim ya Bang Fredy Anda dibilang ee melakukan fitnah terkait dengan ini padahal ini dilakukan secara mandiri menurut Anda ya seperti saya sampaikan tadi ya ini kan sederhana ya sangat sederhana ya Bung Roy dan kawan-kawan terus-menerus memainkan isu ini ya ee ini apa namanya saya sampaikan tadi ada dokumen yang didownload entah dari mana kemudian berani mengatakan ijazah itu palsu. Kemudian mencari-cari ke mana-mana agar ya agar isu ini terus naik agar isu padahal kan ee kemarin juga ya teman-teman Rioni sudah ee apa namanya sudah menyatakan bahwa mereka benar bersama Pak Jokowi tapi narasi yang dibangun tetap negatif. Apapun yang terjadi dengan kasus ini, apapun yang dibuktikan oleh Pak Jokowi dan kata dan kawan-kawan ya dalam hal ini sebagai pihak yang difitnah, dicemarkan nama baiknya itu tidak akan membuat orang-orang ini berhenti. Walaupun sudah ada putusan pengadilan. Percaya mereka ini tidak akan berhenti karena memang targetnya adalah target politik. Kalau bicara misalnya penelitian, kapan sih RO itu ada penelitian? Emang dia ada penelitian apaagi kan begitu. Kemudian kalau bicara misalnya kalau dia seorang peneliti, apa hubungannya dengan TPUA? Tiba-tiba dia mendukung TPUA, gabung dengan TP TPU. Ini kan semua gerakan politik. Itu yang mau kami sampaikan kepada publik. Begitu loh. Oke. Kunto. Oke. Saya ke Mas Kunto. Mas Kunto, bagaimana Anda melihat ini perdebatan ini? Satu sisi bola liar. Pak Jokowi bilang sosok besar satu sisi merasa difitnah. Menurut Anda seperti apa? Kalau melihat timeline seperti kata Mang Fredy tadi, ini timeline panjang. tadi kata eh Bang Kozin ini kami relawan loh pendanaan dan segala macam. Tapi kata Bang Fredy ini tidak mungkin ini kalau sudah lama begini pasti ada sosok besar. Menurut Anda analisisnya bagaimana? Saya akan memulai analisis saya dari budaya politik di Indonesia. Sejak zaman Pak Harto kan ada istilah mikul duwur mendem jeruk gitu. Jadi setelah Pak Harto turun pun tidak ada tuntutan hukum terhadap beliau. Kalaupun ada kesepakatan politiklah bahwa ya enggak mungkin divonis bersalah, kan gitu. Jadi salah satu bentuk penghormatan kita terhadap presiden-presiden atau mantan presiden kita adalah dengan memikul duhur ya, menjunjung tinggi apa yang prestasi mereka dan mengubur dalam-dalam semua kesalahan dan ee aib dan apapun itu. Dan menurut saya sampai hari ini itu masih dipegang oleh semua elit politik di Indonesia gitu. Karena Pak Prabowo pun nanti ketika turun dia juga enggak mau aib-aibnya juga akan jadi tersebar, jadi bau bangkai dan segala macam gitu. Dan menurut saya itu kultur politik yang sangat susah diubah, Mas. Oke. Kita punya kultur politik yang berbeda dengan Amerika Serikat atau dengan Inggris atau dengan negara-negara lain bahkan Thailand sekalipun, gitu. Jadi ini ee kalau saya boleh mengomentari ya soal tuduh-menuduh ini ya pada akhirnya saya akan memprediksikan enggak akan ada putusan yang bulat sehingga Pak Jokowi terhukum atau tadi aktor yang dituduh oleh Mas Fredy ataupun teman-teman di Projo soal ee yang mendukung sosok besar itu juga enggak akan ke mana-mana gitu. itu kalau menurut saya gitu. Tapi kalau analisa Anda, apakah mungkin betul ada sosok besar dari analisa Anda melihat kasus ini sudah berjalan ee begitu ya lama 2 3 bulan ini? Enggak, Pak. Kalau sosok besar atau tidak itu perkara lain ya kan bisa sadar bisa tidak. Tapi kalau kenapa ini menjadi besar dan lama energinya seakan-akan ee luar biasa. Betul. Karena ini salah satunya adalah motif ee rakyat Indonesia yang sangat suka dengan gosip politik kan ini ini gosip politik untuk melampiaskan kemarahan atas penderitaan kita sehari-hari dengan ekonomi yang semakin wow gitu kan atau dengan ee kondisi kehidupan kita yang secara politik juga tidak membaik ini kan akhirnya butuh saluran pelepasan dan saluran pelepasannya yang paling gampang, paling enak ya yang receh-receh ini gitu kan. Misalnya tahun 2000 isu Megawati hanya lulusan SMA itu juga cepat besar kan gitu ya ya kan ee sama seperti sekarang. Oke Mas Kuto berarti Anda mau lihat bahwa ini bukan di substansinya siapa orangnya tetapi lebih ke gosipnya aja lempar aja lempar sana sini menjadi pembicaraan begitu maksud Anda ya. Betul. Betul. Dan pada akhirnya ketika itu bisa jadi komoditas politik akan dilakukan oleh aktor siapapun kan gitu. Ee dan apakah ini akan ke 2029 tembakannya atau kepentingan-kepentingan jangka dekat? Ya, sangat mungkin kan gitu. Apalagi Pak Jokowi juga masih aktif kan di politik walaupun melalui putra-putranya kan gitu. Nah, ini kan juga apa yang harus kita perhatikan. Saya sih terus terang salah satu yang tidak terlalu mengikuti isu ijazah palsu. Oh ya. Saya pakai baju UNPAT ini karena supaya enggak dituduh dosen palsu kan gitu. Oke. Oke, Mas Kuto saya ke Bang Gosin. Bang Gosin, apakah dengan tuduhan seperti ini teman-teman Anda dan juga teman-teman Roy Suryo CS akan tetap fokus di persoalan hukumnya dan juga pertanyaannya dengan ada tuduhan seperti ini? Siapa yang untung? Apakah pihak Roy Suryo ataukah pihak Jokowi? Tapi sebelum Anda menjawab, kita saksikan usai jedah. Terima kasih. Masih di Sapa Indonesia pagi bersama saya Mario Sarong dan sejumlah narasumber saya ada kuasa hukum terlapor Roy Suryo Ces Ahmad Kozinuddin serta wakil ketua umum Projo Fredy Damanik dan pakar komunikasi politik Universitas Pajajaran Kunt Adi Wibowo. Saya ke Mang Kozin. Bang Kosin, bagaimana Anda menanggapi terkait dengan tuduhan ini? Apakah Anda tetap fokus untuk nantinya proses hukum ini tetap berlanjut atau seperti apa dengan adanya pernyataan dari Pak Jokowi? Baik. Soalan tentang syarat konstitusional untuk menjadi kepala negara itu syarat yang berkaitan dengan kelangsungan hidup bernegara. Jadi bukan gosip politik recehan. Jadi saya kecewa jika hanya mengamati dari jauh lalu menyimpulkan ini hanya gosip ee politik belaka sehingga seolah-olah yang terlibat dalam perjuangan ini adalah perjuangan yang tidak penting. Itu yang mau saya koreksi. Yang kedua, kalau berkaitan dengan masalah konstitusional ini kaitannya adalah dengan keberlangsungan masa depan. sehingga kita harus fokus juga dengan agenda konstitusi. Jangan kemudian memalingkan agenda konstitusi ini menjadi agenda politik, lalu meminjam saran hukum. saran hukum sudah diproses melalui Polda Metroaya, Saudara Joko masih melakukan agenda politiknya melalui framingframing misalkan reuni-reunian kemudian mengedarkan tuduhan ada orang politik besar kemudian merasa ada perasaan politiknya di downgrade kemudian feelingnya menyatakan in itu itu menurut saya satu tindakan yang justru tidak negarawan yang justru makin mengkonfirmasi ini orang memang bermasalah yang kedua kalau kita bicara mikul dur mendem jero itu bisa kita lakukan kepada saudara Presiden Soeharto, tapi tidak kepada Saudara Joko Widodo. Gak mungkin kita itu mempermaklumkan terhadap kebohongan-kebohongan. Coba bayangkan ijazah palsu untuk mencalonkan sebagai presiden dan menjadi presiden 2 periode. Kalau itu terbukti, enggak mungkin bangkai seperti ini mau dipendem jero. Enggak bisa. Kita harus tuntaskan ya bangkai ini di periode kita dan kita akan mewariskan legasi bangsa kita kepada generasi selanjutnya dengan kejujuran. Tidak boleh ada lagi bohong-bohongan. Kalau kebohongan ini dipermaklumkan kemudian dipendem jero, dipikul duwurnya anak yang baik-baik saja, maka negara kita tidak bisa belajar tentang bahaya dari kebohongan. Negara kita tidak belajar bagaimana menjadi sikap bagi seorang yang negarawan. Dan kita tidak boleh mensimplikasi persoalan ini seolah-olah hanya repetisi sejarah. Setiap masa ada zamannya, setiap zaman ada sejarahnya sendiri. Oke. Mungkin kitaalan ini dengan simplifikasi peristiwa Soearto yang memang banyak hal dari sikap kenegarawan. Oke. Saya seperti permasalahan komunikasi saya ke Bang Fredy. Bang Fredy, bagaimana Anda melihat bahwa ini tuduhan ini sepertinya mau mengaburkan dalam sisi kebangsaan kita dan Widodo tidak menjadi presiden, tapi saja ya melakukan suatu tindakan yang seolah-olah menjadi penguasa. Begitu. Mohon maaf ini punya saya batis mungkin nanti enggak bisa lanjut ya. Oke. Oke, tidak apa-apa. Sambil kita terus berlanjut, saya ke Bang Fredy dulu. Ke Bang Fredy. Ee bagaimana Anda melihat bahwa ini sepertinya Pak Jokowi dengan melempar pernyataan ini mau sedikit mengaburkan kasus hukum yang sedang berjalan terkait dengan ijazah ee dugaan ijazah palsu. Menurut Anda seperti itu atau bagaimana? Ah, seperti saya katakan tadi, kalau hukum ini sudah berjalan, kami yakin 100% ini akan bergulir ee akan ada tersangkanya dan bergulir ke pengadilan. Jadi, ngapain Pak Joko harus mengaburkan? dia sudah serahkan ee bukti ijazah aslinya ya. Kemudian juga UGM sudah ee diperiksa, sudah menyatakan juga teman-temannya sudah selesai seharusnya kan begitu dari pihak pelapor Pak Jokowi kan begitu. Nah, bicara apa namanya yang disampaikan oleh Pak Joko itu sekali lagi tadi saya bilang di samping hukum memang ada politik ya, Pak. Pak Joko itu sebagai aktor politik ya, dia enggak mungkin diam saja kalau diserang terus terus-menerus pakai isu ijah palsu ya, pemajuhan Gibran dan lain-lain. Tentu dia juga harus ya bermain politik juga ya. Jadi ee publik kita juga harus dikasih ee pencerahan bukan ee saya sepakat sebetulnya tadi ee enggak perlu kita apa ya kepala negara siapapun ya kalau ada kasus hukumnya harus diproses. Cuma dalam hal ini itu tidak berlaku untuk Pak Jokowi. Memang dia bersih selama ini tidak ada kasus hukum termasuk ijazah palsu ini. Ini clear. Jadi gini yang mau saya katakan adalah apapun ya sekali lagi apapun yang disampaikan oleh Pak Jokowi dan orang-orang yang bisa membuktikan tentang kebenaran dan ijazah palsu ini termasuk kemarin reuni akan disampaikan reuni-reunian. Ijazah asli diita mereka juga tidak percaya. UGM bila ee ijazahnya asli mereka juga tidak percaya. Jadi mereka ini hanya percaya terhadap kebenaran mereka saja dan orang-orang yang mendukung mereka saja. Nah, jadi memang menurut Anda selesainya. Oke. Menurut Anda kalau misalkan pada akhirnya Pak Jokowi terus merasa risi dengan ini, apakah perlu Pak Jokowi mengungkapkan siapa sosok besar itu ataupun siapa dalangnya? Menurut Anda seperti itu? Ee ini politik ya, ini politik. Jadi kalau memang semakin diserang, semakin diserang, semakin diserang, tentu akan Pak Jokowi juga akan semakin progresif. Apakah itu bisa menyebutkan dia yang langsung menyebutkan atau melalui orang-orangnya dia? Itu bisa saja namanya politik kemungkinan apapun bisa terjadi. Yang pasti Pak Jokowi jika diserang dia akan bertahan bahkan menyerang balik. Itu dalam politik kan begitu. karena targetnya memang men-download ya, membuat masyarakat e semakin ragu, semakin ragu dengan kredibilitas Pak Jokowi sehingga dia harus ya memberikan juga narasi positif ya, harus menyerang balik agar ya itu tadi target mereka tidak tercapai. Oke, sebelum saya ke Mas Kunto, saya ingin e klarifikasi dari Mas Kozin. Bang Kozin, bagaimana Anda melihat bahwa kalau kalau ini terus berlanjut, Pak Jokowi juga akan terus bermain politis ee menghadapi ini. Menurut Anda sampai kapan ini sudah selesai? Apakah memang Jokowi bermain politik? I sejak awal Saudara Jokowi bermain politik menggunakan sarana hukum untuk membungkam kebebasan kemerdekaan berpendapat rakyat yang sedang meneliti ijazahnya. Yang kedua yang membuat eh John Great itu bukan kita, bukan rakyat, tapi saudara Jokowi sendiri dan menikmati ya peristiwa ini dengan cara apa? Tidak kunjung menunjukkan ijazah aslinya. Jadi kalau ingin meyakinkan publik dan mengembalikan marwah wibawa saudara Jokowi itu bukan dengan reuni tapi dengan menunjukkan bukti. Bukti yang dimaksud adalah ijazah asli. Dan kalau ya katakanlah ini sudah diserahkan kepada penyidik, itu belum selesai. Karena ini harus sampai ke pengadilan, sampai putusan yang ingkrah. Dan persoalannya kalau hari ini rakyat minta ya ijazah itu ditunjukkan tidak ditunjukkan kepada penyidik ditunjukkan katanya hanya kepada pengadilan. Lalu apa susahnya sih kalau pada akhirnya akan ditunjukkan ke pengadilan? Tunjukkan saja sekarang biar sudahi segara polemik ini. Sehingga tidak perlu lagi ada orang yang merasa terdongrade, tidak ada feeling merasa orang itu ada orang besar di baliknya. Dan klien kami tidak perlu lagi terfitnah dengan agenda besar orang besar kami hanya pion politik. Oke, Bang Kosin, kalau sudah ditunjukkan ijazah berarti selesai semua ini ya permasalahan ini. Ijazah selesai. Kalau ijazah itu asli selesai. Cuman karena ijazah itu bermasalah tidak kunjung ditunjukkan begitu. Oke, saya ke Mas Kunto. Mas Kunto, bagaimana Anda lihat gini sebenarnya siapa dari pendapatan ini yang untung ruginya ini siapa sebenarnya? Pak Jokowi kah atau Rosurio CS sebenarnya? Ya, semua diuntungkan kan, Mas, karena wacana itu sifatnya produktif gitu. I ya ee saya mohon maaf ke Maszin. Saya tidak mengecilkan perjuangan Maszin dan teman-teman, tapi ee bagi saya ini sesuatu yang mungkin secara prioritas jauh di bawah urusan bagaimana data pribadi saya akan dipakai oleh Amerika Serikat, bagaimana kemudian angka pengangguran naik, gimana BPS kemudian menetapkan ee angka kemiskinan di penghasilan atau pengeluaran yang cuma 20.000 perak sehari itu menurut saya lebih penting gitu. Jadi mohon maaf kalau prioritas kita berbeda dan menurut saya ya ini akan selalu jadi isu politik yang tadi menggemaskan kan tadi soal cerita ee apa Megawati hanya lulusan SMA itu juga ee jadi besar. Lalu kemudian di Korea Selatan plagiasi oleh ibu negara itu juga besar kan gitu. Jadi ee skandal-skandal saya bilang skandal politik yang seperti ini dan saya juga tidak sedang mengecilkan usaha hukum teman-teman gitu kan. Ee menurut saya ini akan selalu jadi isu yang besar dan bergulir ya kan secara analisis komunikasi politik ya. Tapi apakah ini endingnya akan menjadi sesuatu? Kalau tadi disinggung konstitusi ya harusnya teman-teman lebih aktif mendorong ee revisi Undang-Undang Pemilu ya kan. Di mana misalnya soal kemudian konfirmasi, soal klarifikasi ijazah menjadi bagian yang sangat penting dari pendaftaran calon baik itu presiden, Kepala Daerah, DPR ataupun yang lain dan itu kalau itu dilakukan saya akan dukung kan gitu. cuman menghabiskan energi untuk kemudian sesuatu ya saya tidak mengecilkan ya untuk sesuatu yang sebagai di komunikasi politik juga penting untuk kemudian menyalurkan energi ini gitu kan energi kemarahan, energi ketidaksukaan, energi kritik ini gitu kan agar tidak kemudian meledak gitu kan dan akhirnya menjadi sebuah ee kejadian yang ongkos politik, ongkos sosialnya sangat besar gitu Dan saya memahami ini ee apa sebagai sebuah usaha ya. Ini boleh-boleh aja tapi ada usaha-usaha yang lebih produktif menurut saya. Oke. Mas Kunto menurut Anda kapan ini akan selesai? Kalau dari prediksi Anda tadi Bang Kozin bilang ijazah ditunjukkan selesai. Menurut Anda sampai di situ atau bagaimana? Ya karena dua-duanya diuntungkan, Mas. Gitu. Pak Jokowi juga diuntungkan dengan pemberitaan ini. Walaupun sisinya negatif, tapi kan pemberitaan apapun akan menguntungkan bagi Pak Jokowi. Lalu kemudian buat teman-teman yang juga menuntut ini juga diuntungkan karena ya Bang Kosin jadi sering tampil di TV. Mas Fredy juga sering tampil saya juga gitu kan juga menguntungkan. Tapi produksi wacana ini menurut saya harusnya didorong ke produktif seperti undang. Oke Tan sebentar saya Mas Kunto. Iya. Oke. Iya. Oke. Bang Kosin ada yang mau disampaikan? I saya kira keliru loh. Saya tidak sama sekali menikmati hal ini dan semua yang terlibat dalam agenda menguak ijazah palsu ini sebenarnya ingin segera terungkap dengan cara apa? diperlihatkan ijazah asli itu sehingga seluruh anak bangsa bisa rukun kembali dan bisa fokus hal-hal yang disebut lebih produktif lagi. Jadi keliru kalau dianggap kami memanfaatkan atau mencari keuntungan dari peristiwa ini. Justru kami ingin segera selesai. Nah, karena agendanya sekarang agenda hukum harusnya fokus kepada hukum. Nah, ketika agenda ini ditarik ke unsur politik berarti Saudara Joko Widodo yang memang tidak mau cepat menyelesaikan persoalan ini. Begitu. Oke. Oke, Bang. Saya ke Bang Fredi. Bang Fredy kalau kata Bang Kozin ini selesai tunjukin ijazah. selesai semua dia jamin itu. Menurut Anda apakah seperti itu atau bagaimana? Enggak mungkin itu. Bahkan putusan pengadilan saja tidak akan membuat isu ini selesai. Iya. I itu loh. Jadi gini itu Anda tidak percaya berarti dengan pernyataan Bang Kosin tadi itu ya. Enggak enggak mungkin itu. Ya susah membangun negara dengan suudon tidak saling percaya. Ya sudah kalau gitu berangkat saja kita tarung sampai pengadilan, sampai kasasi, sampai PK, sampai laporan lagi, sampai bikin bukti baru, sampai ramai negara kita ini. Jadi kan nanti kan pengadilan ee akan memutuskan di pengadilan pada saat pembuktian akan ditunjukkan ya dari situ juga enggak akan berhenti. Tadi sudah disampaikan akan tarung terus. Jadi memang begitu targetnya memang supaya masyarakat ya terus ragu-ragu ragu ya itu politiknya agar yakin itu tunjukkan saja ijazahnya biar rakyat yakin bukan dengan reuni-reunian tunjukkan bukti ijazah asli rakyat yakin selesai bukan dengan reuni yang statement orang-orang ikut reuni makin kacau balau begitu ya ini sudah dalam proses hukum ya jadi itu sudah menjadi alat bukti sudah kewenangan nanti penyidik ee bisa saja misalnya dia menggelar ee perkara seperti yang kemarin bisa saja itu tidak ee tidak ada menjadi keberatan kepada Pak Jokowi. Tetapi tentu ee itu akan dikaji oleh penyidik apakah ee melihatkan alat bukti jajah itu akan ee baik untuk proses pembuktian atau tidak baik karena akan terus itu di di dikatakan ee palsu. dikatakan palsu, akan dikaji terus, akan diteliti terus yang enggak ada ujungnya. Jadi lebih bagus memang diputus di pengadilan saja biar paling tidak ada kepastian hukum untuk Pak Jokowi. Walaupun terus digugat, digugat, digugat, dibanding, dikasasi silakan saja. Tetapi putusan pengadilan memberikan kepastian kepada Pak Jokowi. Itu saja. Oke. Berarti dari Pak ee pihak Pak Jokowi, Projo, dan juga ee dari Pak Jokowi sendiri sudah siap ya. Bagaimana ini arahnya akan ke mana akan terus diikuti? Ya, siap. Dari sisi hukum sudah saya katakan tadi jelas ya ini akan berujung di pengadilan, putusan pengadilan dan kami yakin pros dan kawan-kawan akan divonis fitnah dan pencemaran nama baik dari sisi politik ya Pak Jokowi juga bukan aktor politik yang kemarin sore aktor kawakan. Jadi yang disampaikan dia itu adalah pesan politik. Ayo kalau lu mau masih main terus ayo kita tarung. Kan kira-kira gitu aja enggak ada masalah sebetulnya. Oke. Oke. Lanjut. Oke, Bang Kozin. Bagaimana Anda melihatnya ini terus nih, baik hukum maupun politik pihak Jokowi siap untuk menghadapinya dari Resul CS. Ya, yang jelas tidak ada aktor politik sekawakan apapun dia bisa menang melawan rakyat. Nah, ketika Saudara Joko Widodo tidak kunjung menunjukkan ijazahnya berarti dia tidak sedang mengabaikan Roy Suryo dan kawan-kawan, tetapi sedang mengabaikan seluruh atensi rakyat. Dan silakan saja kalau memilih pilihan jalan yang lebih panjang dan melelahkan serta resiko yang lebih besar berhadapan dengan rakyat ketimbang menunjukkan ujasah asli yang itu lebih simpel, sederhana dan kami terus akan m-backup dan komitmen dari klien kami termasuk Abraham Samad itu sudah siap bukan hanya untuk 2029 siap berjuang sampai titik darah penghabisan. Jadi tidak ada kaitannya dengan politik 202 dan seterusnya. Dan tentu saja dalam konteks membela diri. Jadi ketika Jokowi terus ya membuat bukti baru dengan bikin reoni dan sebagainya, jadi jangan halangi kalian kami juga untuk membela diri terus melakukan penelitian, pendalaman terhadap dugaan ijazah palsu ini hingga seluruh rakyat paham tahu siapa sebenarnya yang jujur, siapa sebenarnya pembohong. Begitu. Oke, saya terakhir ke Mas Gunto. Mas Gunto, ini sudah menurut Anda ini fokus saja ke ranah hukum ataukah bolehlah ini sedikit-sedikit matu politis tapi menurut Anda sebaiknya harus menghentikannya seperti apa? Ee enggak bisa dihentikan, Mas. Kan gitu. ee ini kan apa ya energi politik yang memang harus disalurkan dan menurut saya ee masing-masing punya ee apa ya eh conviction itu atau kepercayaan yang sangat tinggi bahwa mereka benar kan gitu. Soal bohong dan kebenaran di politik itu kan selalu diabu-abu ya Mas ya. Enggak ada kebenaran yang mutlak dalam politik. Kalau mau ya ayo kita ke ranah akademis gitu. Di situ kebenarannya bisa mutlak kan gitu. hukum sekalipun kan gitu ya. Makanya kita mari kita hentikan trialess gitu kan. Mari kita hentikan ee apa oke ee drama-drama atau gosip-gosip politik ini kalau memang mau energi kita memang ee lebih baik untuk membangun negara dan menurut saya ya saya juga bagian dari rakyat yang tadi diklaim oleh Bang Kosin kan gitu. Oke. Oke. Saya terima kasih Bapak-bapak atas apa yang disampaikan. Sebelum saya tutup, saya ingin tanya dulu ke Bang Kosing. Bang Kosin tadi bilang ee saat ini berada di ee Polda Metro Jaya. Agendanya apa hari ini, Bang? Kalau boleh tahu? Agendanya mendampingi tiga saksi yang akan diambil keterangan yang sehubungan dengan adanya laporan Saudara Joko Widodo, baik berkaitan dengan fitnah, pencemaran, serta sejumlah laporan dari pendukung Joko Widodo tiga laporan di Polda Metro Jaya. Baik terkait dengan penghasutan, pidana sara juga kabar bohong begitu. Oke. Jam berapa, Bang? Nanti laporannya akan di rencana pemeriksaan jam 10. Tetapi kami jam .30 sudah berkumpul untuk konferensi media dulu. Begitu. Oke. Oke. Terima kasih Bapak-bapak. Terima kasih atas apa yang disampaikan kuasa hukum terlapor RO Suryo CS Ahmad Kinudin. Wakil Ketua Umum Projo Fredy Damanik dan pakar komunikasi politik Universitas Pajajar Kunto AD Wibowo atas apa yang disampaikan. Terima kasih Bapak-bapak. sehat selalu.

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkap ada orang besar di balik kasus tudingan ijazah palsu.

Sekjen Peradi Bersatu, sekaligus pelapor Roy CS, Ade Darmawan bilang tokoh yang terlibat dalam kasus ini disebut berbaju biru.

Tudingan warna biru itu langsung dibantah oleh Roy Suryo. Roy menegaskan jika tak ada unsur politis, apalagi melibatkan tokoh politik di balik tudingan ijazah palsu milik Jokowi.

Sementara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono membantah partainya di balik polemik ijazah palsu Jokowi.

AHY bilang tudingan itu fitnah besar yang ditujukan ke Partai Demokrat.

Polemik ijazah Jokowi kini seakan bergeser ke aroma politik.

Hingga kini polisi belum menetapkan satu pun tersangka. Polemik kasus ijazah palsu Jokowi kian tak ada ujungnya. Terbaru, kasus ini disebut-sebut didalangi oleh tokoh besar “berbaju biru”.

Siapakah yang dimaksud? Lalu benarkah kasus ijazah palsu kini bergeser ke ranah politik?

Kita akan bahas bersama sejumlah narasumber yang hadir melalui sambungan daring. Kuasa hukum terlapor Roy Suryo C-S, Ahmad Khozinudin, Wakil Ketua Umum Projo Freddy Damanik, dan Pakar Komunikasi Politik Universitas Pajajaran, Kunto Adi Wibowo.

#ijazahjokowi #ahy #roysuryo

Terima kasih sudah menonton, mohon memberi Like, Komentar, Share, dan Subscribe.

SUBSCRIBE: https://www.youtube.com/channel/UCUVrUZlvvm3WJ_Vz4VsOMEw?sub_confirmation=1

VIDEOS: https://www.youtube.com/channel/UCUVrUZlvvm3WJ_Vz4VsOMEw/videos

Kompas Tv Dewata official YouTube channel.

Tune in to our TV Channel:
| Bali – 23 UHF | Setiap hari di jam 05.30 WITA – 08.00 WITA
KompasTV Dewata – Inspirasi Bali

Ikuti juga akun Sosial media kami di
Facebook : https://www.facebook.com/Kompastvdewata/
Instagram : https://www.instagram.com/kompastvbalidewata/