PLOT: Misteri Teror Mengerikan Lamu | Hungry Lamu COMPLETE TIMELINE Hungry Lamu 1 & 2
Hello guys kembali lagi di channel Droomp dan selamat datang di plot Hungry Lamu Universe Sekitar 3 tahun yang lalu kita kedatangan sebuah game lucu dan menggemaskan bernama Hungry Lamu- Lupakan – lupakan. Kemudian, baru – baru ini sang developer bernama Kulu merilis seri kedua Hungry Lamu yang sekaligus berperan sebagai cerita penutup. Bagi yang masih belum tahu, sejak Hungry Lamu 1 menjadi begitu populer, Kulu sebenarnya telah melakukan ekspansi cerita secara besar – besaran melalui berbagai jenis game yang ia kembangkan, diantaranya ada Porkbound, Seamongrel, dan Santy is Home. Untuk itu, disini kami akan membahas keseluruhan universe Hungry Lamu. Kita mulai dari Hungry Lamu 1. Pada tanggal 19 Februari tahun 2002, Seekor Llama bernama Lamu sedang berada di dalam sebuah goa yang dipenuhi dengan sisa buah – buahan. Seperti hari – hari biasa, setelah bangun dari tidur Lamu langsung merasa lapar, sehingga atas dorongan suara narator yang ia dengar, Lamu beranjak keluar goa dan melahap buah – buah ceri yang ada sekitarnya. Buah ceri saja tidak cukup untuk memenuhi rasa lapar Lamu, dan kebetulan sebuah pisang berada di dekat sana. Berpikir pisang pasti bersedia untuk membantu, Lamupun menghampirinya. Namun di luar dugaan, pisang malah menggonggong, tidak memberikan Lamu pilihan lain selain membuatnya tidur. Lamu mengambil sebuah batu yang kemudian ia gunakan untuk menidurkan pisang, pada akhirnya memungkinkannya untuk melahap pisang lezat tersebut. Perut Lamu yang besar masih belum terisi penuh, tapi tenang saja, tidak jauh darinya terdapat tiga makhluk buah, masing – masing apel, pear, dan jeruk, yang tampak sedang asik berkemah. Tanpa pikir panjang Lamu langsung menghampiri mereka, seketika membuat mereka bertiga kabur. Oh, mungkin saja mereka hanya ingin bermain petak umpet, sama seperti teman – teman buah di masa lalu. Sekarang Lamu hanya perlu mencari mereka agar bisa disantap. Lamu mengambil sebuah stik berapi dan menggunakannya untuk membakar semak – semak tempat buah pear bersembunyi. Di saat itu juga, pear langsung berlari keluar dari tempat persembunyiannya, mengeluhkan rasa sakit yang ia rasakan. Setelah menyayangkan keadaan tubuhnya yang terbakar, pear menyerahkan diri untuk dimakan oleh Lamu… Meneruskan pencarian, kini Lamu mengambil sarang lebah dan meletakkannya di dekat sebuah tumpukan batu, seketika membuat apel berlari keluar karena tersengat lebah. Apel mendapat pelajaran berharga untuk lebih berhati – hati dan menyerahkan diri untuk menjadi santapan Lamu… Dan terakhir, Lamu mengambil kapak untuk menumbangkan sebuah pohon, membuat Jeruk jatuh dari ketinggian. Si Jeruk kemudian memberitahu bahwa buah jeruk memberikan banyak energi, menyarankan Lamu untuk melahapnya agar bisa memanjat pohon sama seperti yang ia lakukan… Lamu merasa sangat bahagia bisa melahap 3 jenis buah sekaligus. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, tapi… Ia masih lapar. Kisah berlanjut dalam sudut pandang seseorang tanpa nama, kita sebut saja sebagai Peter. Saat sedang pipis, ia tiba – tiba mendengar suara teriakan seorang wanita yang segera ia kenali sebagai suara temannya bernama Tasha. Begitu mendengar suara ini, Peter langsung bergegas kembali ke area kemah, tempat ia mendapati teman – temannya sudah tidak ada disana. Lebih mengejutkannya lagi, ia menemukan anjingnya bernama Mochi dalam keadaan tak bernyawa dengan bagian tubuh terlepas. Kengerian ini membuatnya sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres, sehingga ia segera berteriak memanggil ketiga temannya, masing – masing bernama Ken, Leon, dan Tasha.
Tidak mendapat respon apapun, Peter mulai mengitari area sekitar hanya dengan berbekalkan sebuah senter sebagai sumber penerangan. Disinilah mimpi buruknya dimulai. Baik Ken, Leon, maupun Tasha ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Tubuh Ken ditemukan di dekat bebatuan dengan beberapa lebah beterbangan di sekitarnya, tubuh Leon di dekat semak dalam keadaan hangus terbakar, dan tubuh Tasha di dekat pohon tumbang dengan keadaan mengalami patah tulang kaki. Mereka bertiga memiliki 1 kesamaan, yaitu tidak memiliki kepala.
Yakin ada sesuatu yang sangat berbahaya di sekitar hutan bernama Lamu Forest Park ini, Peter langsung hendak mencari mobilnya, mengakhiri game Hungry Lamu dengan 3 ending berbeda. Peter berlari sekuat tenaga menuju tempat ia memarkirkan mobilnya tanpa menghiraukan suara langkah kaki yang ia dengar di sekitarnya. Begitu mencapai mobil, ia langsung masuk dan meninggalkan Lamu Forest Park secepat mungkin. Namun secara mengejutkan… Lamu menghalang di depan. Ending Road Kill diakhiri dengan artikel koran mengenai tragedi yang menewaskan Tasha, Ken dan Leon pada malam hari tanggal 19 Februari. Ini bukanlah kali pertamanya peristiwa serupa terjadi. Nyatanya, Lamu Forest Park memang dikenal sebagai hutan berbahaya karena telah merenggut sekian banyak nyawa. Satu hal yang masih menimbulkan pertanyaan adalah adanya bekas gigitan menyerupai gigi manusia pada leher korban. Apapun itu, bagian akhir artikel menjelaskan bahwa teror Lamu Forest Park sudah berakhir. Sang pembunuh sudah ditangkap dan tidak akan bisa kembali meneror. Namun pihak berwenang memutuskan untuk menyembunyikan informasi tentang sang pembunuh tanpa alasan yang jelas. Peter di sisi lain mengalami trauma berat melihat kematian 3 temannya, sampai – sampai ia menolak untuk diwawancarai. Untuk mendapat ending 2, kita harus terlebih dahulu merusak mobil Peter menggunakan Lamu. Dengan begitu, nanti saat Peter berusaha melarikan diri, ia akan mendapati mobilnya dalam keadaan rusak. Berbalik ke belakang… Lamu sudah menunggunya, menjadikan Peter sebagai santapan keempat Lamu. Dan yang terakhir, ending 3, bisa didapatkan saat Peter hendak mencari tahu apa yang terjadi pada ketiga temannya. Disini alih – alih pergi mencari teman, ikuti arahan peta ke sebuah goa terkutuk. Goa terkutuk tidak lain dan tidak bukan adalah tempat Lamu berdiam. Di dalam, Peter menemukan sejumlah tengkorak manusia dan beberapa halaman dari buku cerita anak yang dilengkapi dengan coretan – coretan merah bertuliskan “hanya buah” yang ditulis berulang kali. Selain itu, ada juga ungkapan rasa rindu seorang anak terhadap ibunya dan rasa bencinya terhadap sang ayah.
Sebuah buku cerita anak berjudul The Llama is Hungry bercerita tentang seekor Llama yang mencari makan di pagi hari dan pulang di malam hari, namun semua halaman dipenuhi dengan coretan. Sang anak tampak sangat merindukan rumahnya, dan pada satu titik, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa santapan yang ia dapatkan adalah buah, bukan yang lain. Di tengah buku, diselipkan artikel koran mengenai kebohongan seorang ilmuwan bernama Dr. Bronze, dan tepat di baliknya tertulis ungkapan kemarahan, menyalahkan seseorang atas apa yang terjadi pada dirinya. Pada halaman terakhir, seseorang mengaku ia masih lapar. Tentu semua penemuan ini membuat Peter kebingungan, namun belum sempat mencerna apa yang terjadi… Lamu menyerangnya, menjadikannya sebagai santapan keempat. Ending Old Stories diakhiri dengan sebuah artikel koran mengenai insiden mengerikan yang terjadi di dalam kediaman Dr. Bronze. Kami akan membahasnya lebih lanjut pada babak penjelasan. Nah berdasarkan cerita dan ketiga ending yang dihadirkan pada seri pertama Hungry Lamu, terungkap bahwa di mata Lamu dunia di sekitarnya tampak sangat berwarna, sedangkan semua makanan yang ia santap adalah buah – buahan yang dengan senang hati membiarkan diri mereka dilahap. Padahal pada kenyataannya, kejadian tersebut terjadi di malam hari, dan semua makanan yang ia lihat sebagai buah adalah manusia dan hewan. Pisang adalah anjing Peter bernama Mochi, Apel adalah Ken, Pear adalah Leon, dan Jeruk adalah Tasha.
Hal ini terbukti dari bagaimana Peter menemukan anjing dan teman – temannya dalam keadaan yang sama dengan buah – buahan. Tubuh mochi terpisah sama seperti pisang yang dilahap bagian tengahnya sampai rusak, tubuh Ken tersengat lebah sama seperti si apel yang harus berlari keluar dari bebatuan karena tersengat lebah, tubuh Leon hangus terbakar sama seperti pear yang dibakar saat bersembunyi di semak – semak, dan Tasha mengalami patah tulang sama seperti jeruk yang jatuh dari pohon.
Satu – satunya bagian manusia yang disukai Lamu adalah kepalanya, karena sekali lagi, Lamu melihat kepala manusia sebagai buah – buahan.
Nasib Peter sang tokoh utama tergantung dari ending mana yang kita dapatkan. Tapi dari ketiga ending yang ada, ending yang canon adalah ending pertama. Peter menabrak Lamu dan berhasil bertahan hidup. Kisah berlanjut melalui game berjudul Porkbound yang terjadi pada Bulan Mei tahun 2002. Sebelumnya melalui Hungry Lamu 1, disebutkan bahwa satu dari tiga teman Peter yang menjadi korban adalah Leon Dean. Nah game Porkbound akan mengambil sudut pandang keluarga Dean yang mengelola peternakan babi. Kematian Leon yang begitu tragis meninggalkan luka mendalam terhadap ayah, ibu, dan adik Leon bernama Aaron. Aaron adalah tokoh utama dalam game Porkbound. Suatu pagi, ia mendapati ayahnya bernama Ron sedang memarahi pengantar barang mereka karena ketahuan menggunakan truk untuk melakukan hal lain, bukan melakukan pengiriman sesuai tugasnya. Melihat tanggapan sang pengantar barang yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali dan sadar ini bukanlah kali pertamanya sang pengantar barang menggunakan truk mereka untuk bepergian, Ronpun memecatnya, seketika membuat sang pengantar barang menjadi sangat marah dan mengancam seolah sesuatu akan terjadi pada keluarga Dean.
Dengan tidak adanya pengantar barang, kini mereka sendiri yang harus melakukan pengiriman. Untuk itu, Ron mengajak Aaron untuk ikut membantu pengiriman. Setibanya di tujuan, Ron langsung bersiap memindahkan beberapa box, menyuruh Aaron untuk jalan – jalan di sekitar sana. Aaron mengisi kebosanan dengan berkeliling, namun di tengah perjalanan, 4 orang tiba – tiba menghampiri dan meledekinya dengan sebutan “pig boy”, menghina pekerjaan keluarga Dean sebagai peternak babi. Awalnya Aaron masih bisa menahan diri, paling tidak sebelum salah satu dari mereka bernama Max menjadikan kematian Leon sebagai bahan lelucon. Di saat itu juga, Aaron langsung menjadi sangat marah dan mengalahkan Max dalam sebuah duel… Max tidak bisa menerima kekalahannya, namun karena mereka telah menimbulkan kegaduhan yang menarik perhatian Ron, Max dan teman – temannya segera melarikan diri. Kalau kita perhatikan, di seberang jalan kita bisa melihat pengantar barang keluarga Dean sedang mengintip di balik pohon, dan ia juga ikut pergi begitu Ron datang.
Apapun itu, mendengar pengakuan sang anak mengenai ucapan Max yang tidak mengenakkan, Ron meminta Aaron untuk lebih menahan diri, mereka tidak akan bisa membayar kerugian yang terjadi bila Max mengajukan tuntutan. Lebih lanjut, Ron juga mengingatkan Aaron untuk tetap meneruskan hidup meski semuanya terasa berat. Pulang di sore hari, mereka segera menyantap makan malam bersama, tempat sang ibu kemudian sadar ada sesuatu yang terjadi. Setelah terdiam begitu lama, Aaron akhirnya menyampaikan perasaannya, ia tidak mau bekerja di peternakan, sebuah pengakuan yang membuat kedua orang tuanya menjadi sangat terkejut. Ron bahkan sampai marah besar saat mendengar keinginan Aaron untuk berkuliah, menyebut anaknya itu hanya ingin mengikuti jejak Leon yang sudah tidak ada. Aaron sudah menduga ayahnya akan mengatakan hal seperti itu, sehingga iapun segera beranjak pergi untuk tidur… Suara berisik di luar membangunkan Aaron di malam hari. Mendapati kedua orang tuanya juga tidak ada di kamar, Aaron memutuskan untuk keluar mencari tahu apa yang terjadi. Secara mengejutkan… Kelompok pembully tiba – tiba datang mengejutkannya, hendak membalas dendam atas perbuatan Aaron terhadap Max. Namun di tengah perbincangan, mereka menyadari adanya sosok misterius yang mengintip di belakang. Sosok itu hanya diam, tidak memberikan respon apapun, paling tidak sebelum ia menampakkan diri di hadapan Aaron, mengungkap bahwa sosok misterius tersebut adalah monster mutasi babi manusia bernama Yorkshire. Kondisi ini tidak memberikan Aaron pilihan lain selain menggunakan tinjunya untuk menaklukkan sang monster. Berhasil menaklukkan Yorkshire, para pembully yang sama terkejutnya dengan Aaron langsung berlari ketakutan, mengharuskan Aaron untuk meneruskan pencarian seorang diri. Salah seorang anggota kelompok pembully bernama Becky tampak sedang bersembunyi di dalam area peternakan, mengaku ia juga tidak tahu apa yang terjadi disana. Alasan mereka bisa menyelinap masuk adalah karena mereka dibantu oleh seorang pria dewasa yang mengklaim dapat membantu Max dalam melakukan balas dendam. Max tanpa pikir panjang langsung menerima penawaran sang pria dewasa, tidak tahu mereka akan terjebak dalam situasi seperti ini. Memasuki kandang babi, Aaron akhirnya bertemu dengan sang ibu. Namun sebelum itu, makhluk mutasi babi bernama Berkshire menghalang jalan, lagi – lagi mengharuskan Aaron untuk menghadapinya dengan tinju. Barulah setelah menaklukkan Berkshire, ia bisa mencapai keberadaan sang ibu dan saling melepas rindu. Sang ibu menyinggung kembali soal makan malam, memberitahu bahwa Ron juga masih tidak bisa melupakan kematian Leon dan sangat mencintai Aaron. Aaron memahaminya, namun ia meminta agar pembicaraan ini dilanjutkan di lain waktu, sekarang mereka harus fokus mencari cara untuk keluar dari area peternakan terlebih dahulu. Sang ibu pergi ke truk, sementara itu, Aaron pergi mencari sang ayah.
Tidak jauh dari tempatnya berada terdapat secarik kertas berisi ungkapan kemarahan seseorang yang menyebut tentang sebuah penelitian yang sedang ia lakukan. Bagian ini akan kami bahas lebih lanjut pada babak penjelasan. Aaron sempat bertemu dengan seorang pembully bernama Gary yang juga menyebut soal seorang pria dewasa. Tidak mendapat kejelasan apapun terkait sang pia dewasa, ia masuk ke dalam gudang penyimpanan daging, tempat ia bertemu dengan Ron ayahnya. Saat Aaron meminta sang ayah untuk segera meninggalkan area peternakan, Ron yang tidak tahu apa – apa soal mutasi babi malah mengungkapkan kekecewaannya melihat Aaron yang tampak sangat tidak menyukai peternakan mereka. Kesal, Aaron langsung membentak sang ayah dan menyebut soal kematian Leon yang masih meninggalkan luka mendalam baginya. Menanggapi hal ini, Ron mengaku ia juga masih merasa sakit hati dan terus dihantui oleh perasaan bersalah, terlebih karena dirinyalah yang membiarkan Leon pergi berkuliah di tempat yang jauh. Itulah kenapa kini ia tidak memperbolehkan Aaron untuk berkuliah.
Setelah mencurahkan isi hati masing – masing, keduanya memutuskan untuk pergi ke truk mencari sang ibu. Kedatangan makhluk mutasi babi bernama Gloucester Old Spot membuat Ron sadar hal buruk telah terjadi di area peternakan miliknya, sehingga setelah meminta maaf pada Aaron, ia bergegas menuju truk.
Aaron menyusul di belakang, yang dimana dalam perjalanannya menuju truk, ia menyempatkan diri untuk memasuki sebuah ruangan kecil dan bertemu dengan seorang pria dewasa bertopi yang tidak lain adalah pengantar barang keluarganya. Pertemuan ini sekaligus mengungkap bahwa pria dewasa yang membawa para pembully masuk ke area peternakan keluarga Dean adalah sang pengantar barang. Aaron berhasil mengalahkannya dalam sebuah duel, tidak memberikannya pilihan lain selain kabur. Kertas yang tertinggal di atas meja berisi informasi soal penelitian dan sampel yang tidak bisa dimengerti sama sekali.
Apapun itu, Aaron harus cepat – cepat kabur. Begitu ia mencapai truk dan bertemu dengan ayah ibunya, mereka langsung bersiap – siap. Namun saat kedua orang tuanya masuk mobil, makhluk mutasi babi bernama Meishan Pig datang menyerang Aaron. Meishan Pig terbukti sebagai lawan yang tangguh, ia masih tetap berdiri tegak setelah Aaron menghajarnya berulang kali. Beruntung di saat – saat genting ini, Ron ayahnya menabrak Meishan Pig menggunakan truk, sebelum kemudian menyuruh Aaron untuk masuk ke dalam truk dan bergegas pergi meninggalkan rumah lama dan peternakan mereka… Bagian post credit scene menunjukkan kejadian 3 bulan lalu di Lamu Forest Park, hari peristiwa kematian Leon, Ken,n Leon, Ken dan Tasha. Saat itu, truk Keluarga Dean sempat berhenti di dekat sana… Post credit scene mengungkap bahwa si pria bertopi pernah mengunjungi Lamu Forest Park menggunakan truk peternakan keluarga Dean. Kisah berlanjut pada Bulan Agustus tahun 2002 di tempat wisata Aquarium bernama Sea Ecosystem Adventure Park. Kisah ini diceritakan melalui game berjudul Seamongrel, mengambil sudut pandang seorang pria bernama Theo dan wanita bernama Kim yang sedang merayakan hari jadi mereka. Meski datang 30 menit sebelum tutup, mereka tetap membeli tiket dan mulai mengitari area aquarium sembari menikmati pemandangan ikan. Namun semuanya berubah saat lampu tiba – tiba padam. Berpikir mungkin aquarium tutup lebih cepat, Theo dan Kim mau tidak mau harus mencari jalan keluar, dan disinilah mereka melihat sosok bayang – bayang dari kejauhan. Tidak memberi respon apapun, sosok itu tiba – tiba saja menyerang, mengungkap dirinya sebagai makhluk mutasi ikan raksasa. Beruntung, Theo dan Kim berhasil menaklukkannya.
Sadar ada sesuatu yang [AQUARIUM INCIDENT]
tidak beres, Kim mengambil kapak untuk berjaga – jaga. Mereka bukanlah 2 pengunjung yang tersisa, melainkan masih ada seorang wanita bernama Mia yang sedang bersembunyi di dalam kamar mandi, menunggu kedatangan pacarnya. Sayang, Theo dan Kim mendapati pacar Mia dalam keadaan tak bernyawa, tanpa kepala. Mereka juga menemukan secarik kertas berisi ungkapan marah seseorang yang lagi – lagi menyinggung soal sebuah penelitian. Bagaimanapun juga, saat mereka menyalakan daya listrik menggunakan kotak sekring… Mutasi Ikan hiu raksasa menyerang dari belakang, memaksa Kim dan Theo untuk menaklukkan hiu tersebut. memberitahu bahwa satu – satunya jalan keluar adalah melalui jalan masuk. Saat Theo dan Kim mengajaknya untuk pergi bersama, Sally menolak dengan alasan ingin membimbing pengunjung lain yang masih terjebak. Mendengar ini, Theo dan Kimpun meneruskan perjalanan mencari jalan keluar, namun karena jalan tertutup oleh pintu shutter yang hanya bisa dibuka menggunakan keycard staff, mereka hendak menanyakannya pada Sally. Di luar dugaan, mereka tidak bisa menemukan Sally dimana – mana dan secara mengejutkan… Makhluk mutasi ubur – ubur menyerang mereka dari atas. Berhasil memenangkan pertarungan, Theo dan Kim segera mengambil keycard Sally dan menggunakannya untuk membuka pintu shutter, memungkinkan mereka untuk mencapai area lobi. Sayang, sebelum mereka bisa mencapai pintu keluar, makhluk mutasi lumba – lumba datang menyerang. Theo dan Kim berusaha mati – matian melawan makhluk yang satu ini. Begitu mereka berhasil membunuh sang lumba – lumba, keduanya langsung berlari ke arah pintu keluar bersamaan dengan datangnya bus. Dalam perjalanan pulang, Theo menyebut hari itu sebagai perayaan hari jadi yang sangat meriah, mengingat mereka menghadapi berbagai jenis monster dan hampir mati. Kisah Seamongrel berakhir disini. Untuk cerita yang satu ini sebenarnya tidak begitu terkait dengan kisah Hungry Lamu, hanya sekadar berada dalam satu universe yang sama. Dikisahkan melalui game Santy is Home, cerita bermula pada Bulan Desember tahun 2002. Saat itu, seorang ibu bernama Talya terbangun pada pukul 1 pagi karena mendengar suara ketukan pintu. Mengira itu adalah anak perempuannya bernama Zoey, Talya beranjak dari kasur, tempat ia menemukan sebuah pesan tulisan Zoey berisi tentang bagaimana ada makhluk bernama Santy yang sedang membawanya pergi. Bila Talya memanggil polisi, Zoey tidak akan kembali.
Tulisan ini membuat Talya menjadi khawatir, terlebih setelah ia menemukan secarik kertas berisi list barang yang diinginkan oleh Santy, diantaranya adalah biskuit, susu hangat, tongkat permen, bel, dan kaos kaki. Tugas Talya adalah meletakkan kelima barang ini ke dalam sebuah kotak untuk kemudian dikirimkan pada Santy. Pintu depan rumah menunjukkan tanda – tanda terjadinya pembobolan, dan pada kesempatan – kesempatan tertentu, Santy akan terlihat sedang mengintip. Di atas meja kita bisa menemukan artikel koran mengenai insiden Lamu Forest Park, satu – satunya penghubung antara game Santy is Home dengan universe Hungry Lamu. Bagaimanapun juga, tergantung dengan tindakan Talya, game akan diakhiri dengan 2 ending. Bila Talya memasukkan semua barang sesuai list keinginan yang ada, nantinya pada pukul 3 pagi ia akan mendengar suara ketukan pintu. Tepat di depan kamar terdapat sebuah kado besar, dan saat dibuka, Talya terkejut tidak main mendapati kepala Zoey di dalam kado… Sedangkan untuk mendapat ending kedua, Talya harus mengambil sebotol racun tikus dari dalam kabinet kamar mandi. Campurkan racun ke dalam biskuit dan masukkan semua barang keperluan ke dalam box yang tersedia. Nantinya pada pukul
3 pagi, Zoey akan berada di depan kamarnya, tampak baik – baik saja. Menurut pengakuan Zoey, Santy langsung tertidur begitu ia melahap biskuit. Identitas Santy masih belum diketahui, namun pada akhirnya ia ditahan oleh pihak berwenang. Nah setelah membahas berbagai insiden yang terjadi, setelah ini kita akan memasuki pembahasan cerita Hungry Lamu 2 yang berperan sebagai babak penjelasan sekaligus penutup kisah. Hungry Lamu 2 akhirnya memberikan kejelasan mengenai asal usul Lamu. Semuanya bermula dari tanggal 15 April tahun 1977, dimana saat itu ada 2 ilmuwan, yaitu Dr. Eric Bronze dan anak didiknya bernama Dr. Terry Orgullo yang berhasil menciptakan penemuan baru, penemuan yang memungkinkan mereka untuk melakukan penggabungan DNA hewan dan manusia. Sebagai contoh, bila mereka mengambil DNA hewan Axolotl dan menggabungkannya ke dalam DNA manusia, manusia akan memiliki kemampuan regenerasi tubuh seperti Axolotl, atau bila menggunakan DNA unta, manusia bisa saja menyimpan lebih banyak air seperti punuk unta.
Dr. Bronze mengklaim dapat menyembuhkan pasien yang mengalami distrofi otot dengan memanfaatkan penggunaan DNA gajah atau Llama yang dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan yang tidak main – main. Atas penemuan ini, mereka berduapun dipuja – puja sebagai ilmuwan yang sangat jenius. Bahkan Dr. Terry Orgullo mendapat julukan sebagai Isaac Newton kedua. Sayang, ketenaran mereka tidak bertahan lama. Hanya berkisar 2 bulan, lebih tepatnya pada tanggal 23 Juni tahun 1977, Dr. Eric Bronze dinyatakan sebagai seorang penipu. Saat para ilmuwan melakukan evaluasi terhadap penemuan – penemuan Dr. Bronze, terungkap bahwa semua penemuannya masih bersifat hipotesis dan belum ada satupun eksperimen yang dilakukan. Lebih lanjut, para ilmuwan juga menganggap teori Dr. Bronze sebagai hal yang tidak masuk akal, seolah semua studinya hanya merupakan hasil imajinasi bocah berumur 3 tahun. Sejak hari itu, karir Dr. Bronze dan Dr. Orgullo mengalami kemerosotan tajam. Lalu kita masuk ke kehidupan keluarga Dr. Bronze yang digambarkan dalam wujud boneka Llama. Dr. Bronze memiliki seorang istri bernama Tina dan anak laki – laki bernama Larry, namun mereka tidak pernah membiarkan Larry keluar bermain bersama anak – anak sepantarannya karena Larry mengalami distrofi otot, sekelompok penyakit genetik yang menyebabkan otot melemah dan mengecil seiring berjalannya waktu. Hal ini terbukti dari 3 gambar yang muncul saat Larry menyikat gigi, meletakkan buku dongeng, dan minum susu. Kondisi wajah, kaki, dan tangannya benar – benar kurus. Saat Larry bertanya kapan ia akan diperbolehkan untuk bermain di luar bersama teman – teman, Tina menyuruh anaknya itu untuk fokus pada penyembuhan diri dulu, yaitu dengan rutin meminum obat pemberian ayah. Tidak lupa, Tina juga mengingatkan Larry untuk tetap menjadi orang yang baik, sebelum akhirnya membiarkan sang anak tidur… Malam itu, Larry terbangun oleh suara
percakapan kedua orang tuanya. Tina mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi Larry yang tidak kunjung membaik, sedangkan di sisi lain, Dr. Eric Bronze memberitahu bahwa dirinya dan Dr. Terry Orgullo sedang meracik formula obat baru yang ia yakini sebagai dosis terakhir yang akan menyembuhkan kondisi Larry. Tina kesal melihat sang suami seolah menjadikan putra mereka sebagai tikus percobaan, namun Dr. Eric Bronze kembali mengingatkan bahwa ia hanya berusaha mengobati Larry. Kalau saja posisinya sebagai ilmuwan tidak ditangguhkan, mereka pasti sudah menemukan obat yang diperlukan… Pada tanggal 23 Oktober tahun 1977, Larry merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8. Saat kue ulang tahun dan makan malam sudah siap di atas meja, Dr. Eric Bronze masih sibuk bekerja bersama rekannya, Dr. Terry Orgullo. Untuk itu, sembari menunggu kepulangan Dr. Eric Bronze, Tina menyuruh Larry untuk mengumpulkan 8 lilin terlebih dahulu. Larry mengumpulkan kedelapan lilin dengan penuh semangat, dan bertepatan dengan terkumpulnya semua lilin, Dr. Eric Bronze akhirnya pulang, sehingga merekapun mulai merayakan perayaan ulang tahun sederhana.
Tina memberikan kalung hewan sebagai hadiah, seketika membuat Larry menjadi kegirangan menyadari bahwa kedua orang tuanya telah menyiapkan seekor Llama kecil untuk menjadi temannya. Namun di luar dugaan, Dr. Eric Bronze lupa membawa anak Llama yang sudah ia siapkan bersama sang istri. Di saat itu juga, Tina menjadi marah besar, memulai sebuah pertengkaran yang segera coba ditenangkan oleh Larry. Mendengar keinginan sang anak untuk bermain di luar, Dr. Eric Bronze tiba – tiba bertanya, apakah Larry mau bermain di
luar? Pertanyaan yang membuat Tina bingung tapi langsung disaut oleh Larry yang sangat kegirangan. Dr. Eric Bronze kemudian mengeluarkan dosis terakhir yang ia ciptakan bersama Dr. Terry Orgullo, yakin obat itu akan menyembuhkan kondisi Larry. Tanpa mendengarkan keinginan Tina untuk mendiskusikan penggunaan obat tersebut terlebih dahulu, ia langsung memberikannya pada Larry, tidak sadar bahwa ia baru saja melakukan kesalahan fatal. Tubuh Larry yang kurus mengalami pembengkakan luar biasa, sebelum akhirnya ia berubah menjadi monster Llama ganas dan melahap kedua orang tuanya sendiri… Teriakan keras Tina dan Dr. Eric Bronze membuat para tetangga khawatir, sehingga
mereka segera menelepon polisi. Saat diselidiki, para petugas polisi mendapati kondisi rumah dalam keadaan sangat berantakan dengan tubuh Tina dan Dr. Eric Bronze yang sudah tidak bernyawa. Larry anak mereka menghilangmenghilang entah kemana. Di sisi lain, kehidupan Dr. Terry Orgullo menjadi semakin berantakan setelah ia kehilangan sang mentor, sampai – sampai 10 tahun kemudian pada tanggal 29 Agustus tahun 1987, Dr. Terry Orgullo ditangkap karena ketahuan mencuri dari sebuah toko. Setelah ditahan selama 3 jam dan diberi peringatan, ia dibiarkan bebas. Larry yang telah berubah menjadi makhluk mutasi Llama bernama Lamu, berusaha bertahan hidup dengan memakan buah beri dan sejenisnya. Namun sebagai akibat dari kurang nutrisi, belum lagi beberapa buah beri juga mengandung zat halusinogen, iapun mulai melihat manusia sebagai buah – buahan, seketika merubahnya menjadi makhluk Llama ganas pemakan kepala manusia. Ia hidup di dalam sebuah goa yang berlokasi di Lamu Forest Park dan kerap kali mendengar suara di dalam kepala yang terus menghasutnya untuk memakan lebih banyak manusia. Di matanya, semua makanan yang ia lahap adalah buah – buahan, bukan manusia. Meski terkadang ia sadar makanannya adalah manusia, Lamu akan selalu berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia hanya memakan buah – buahan. Dengan kata lain, masih ada sedikit kesadaran Larry yang bertahan di dalam diri Lamu. Ia bahkan menganggap sang ayah sebagai orang jahat yang telah menghancurkan kehidupannya dan masih merindukan sang ibu. Kondisi perutnya yang begitu besar membuatnya mudah merasa kelaparan. Barulah setelah seluruh peristiwa ini, kisah Hungry Lamu 1 dimulai pada tanggal 19 Februari tahun 2002. Lamu membunuh 3 orang, masing – masing bernama Ken, Leon, dan Tasha, meninggalkan satu orang, yaitu Peter, yang berhasil bertahan hidup. Begitu ia sadar ada sesuatu yang tidakk beres, Peter langsung menggunakan mobil untuk kabur, namun Lamu tiba – tiba muncul di tengah jalan, membuat mobilnya berakhir menabrak. Dalam keadaan setengah sadar, Peter melihat Lamu jatuh di tengah jalan, dan tidak lama kemudian, seorang pria dewasa bertopi keluar dari truk ternak Keluarga Dean dan membawa Lamu pergi darisana. Pria dewasa bertopi tidak lain adalah Dr. Terry Orgullo yang saat itu sedang bekerja sebagai pengantar barang di peternakan keluarga Dean.
Dr. Terry Orgullo mengurung Lamu di dalam sebuah basement, tempat ia melakukan berbagai tes dan eksperimen dengan harapan dapat membuktikan pada dunia bahwa ia adalah ilmuwan jenius yang sesungguhnya. Tidak memiliki subjek hewan lain, Dr. Terry Orgullopun menggunakan babi ternak
keluarga Dean sebagai subjek eksperimen, berakhir pada terciptanya makhluk mutasi babi ganas seperti yang diceritakan pada game Porkbound. Belum puas, ia lagi – lagi mengulangi kesalahan yang sama di tempat wisata Aquarium bernama Ecosystem Adventure Park, menciptakan makhluk ikan ganas seperti yang diceritakan pada game Seamongrel. Kini semua seri game sudah terhubung, kecuali untuk Santy is Home yang memang tidak ada kaitan langsung dengan cerita Hungry Lamu. Untuk itu, mari kita masuk ke babak penutup kisah yang diceritakan pada game Hungry Lamu 2. Bulan Februari tahun 2003. Sudah satu tahun penuh sejak terjadinya insiden di Lamu Forest Park yang menewaskan ketiga temannya, namun Peter masih belum bisa melupakan insiden tersebut dan bahkan mengalami mimpi buruk tiap malam. Dalam mimpinya, ia seolah dibawa kembali ke malam kematian teman – temannya, saat dimana ia meninggalkan area kemah untuk pipis. Disana ia tiba – tiba mendengar suara satu per satu temannya mempertanyakan alasan ia meninggalkan mereka. Balik badan, Peter mendapati ketiga temannya dalam keadaan terakhir mereka, sebelum kemudian berubah menjadi sosok bayang – bayang yang menghantui dan dikejutkan oleh kedatangan Lamu… Di saat itu juga mimpi buruk berakhir. Peter mengalami Survivor Guilt, kondisi psikologis dimana seseorang merasa bersalah karena selamat dari suatu kejadian yang traumatis. Tidak kuasa mengalami penderitaan serupa, Peter bertekad untuk mengakhiri teror Lamu, yaitu dengan cara mencari seorang pria bertopi yang sempat ia lihat sesaat setelah menabrak Lamu. Ia yakin pria bertopi bernama Dr. Terry Orgullo itu mengetahui keberadaan Lamu.
Berdasarkan berbagai artikel koran yang ia kumpulkan, terdapat sebuah informasi yang menunjukkan bahwa Dr. Terry Orgullo sempat bekerja sebagai pengantar barang di peternakan Keluaga Dean. Untuk itu
tanpa membuang banyak waktu, Peter langsung bergegas mengunjungi kediaman Keluarga Dean yang sudah lama terbengkalai sejak babi ternak mereka berubah menjadi makhluk mutasi ganas.
Di dalam rumah, Peter sempat mengenang Leon dan menemukan sebuah catatan berisi ungkapan kemarahan seseorang yang menyebut soal penelitian yang sedang ia lakukan. Ini adalah catatan sama yang ditemukan Aaron pada game Porkbound, catatan yang ditulis oleh Dr. Terry Orgullo. Melalui tulisan – tulisan serupalah kita jadi tahu bahwa Dr. Terry Orgullo diam – diam menggunakan babi ternak Keluarga Dean sebagai subjek eksperimen. Bagaimanapun juga, saat Peter membuka kamar Leon, rasa trauma membuatnya melihat api melahap seisi ruangan. Sosok Leon yang masih dalam keadaan terbakar berdiri di tengah ruangan, sebelum kemudian Peter tiba – tiba berpindah ke area luar dan mendengar ungkapan kekecewaan Leon yang bertanya, kenapa dulu Peter mengajaknya pergi kesana?
Setelah mengungkapkan rasa kecewa, Leon langsung mengejar, tidak memberikan Peter pilihan lain selain berlari sekuat tenaga sampai mencapai sebuah pintu yang seketika membuat keadaan sekitar normal kembali. Peter bertemu dengan Aaron adik Leon sekaligus tokoh utama dalam game Porkbound yang kebetulan sedang mengunjungi rumah lamanya, sehingga ia langsung bertanya soal pengantar barang Keluarga Dean. Menurut Aaron, setelah dipecat oleh ayahnya, sang pengantar barang sempat terlihat mengambil pekerjaan di tempat wisata aquarium, tapi itu sudah beberapa bulan yang lalu.
Peter berterima kasih atas informasi tambahan ini dan juga turut bersedih atas apa yang menimpa Leon. Aaron sendiri mengaku masih merasa sakit hati, namun ia dan keluarganya tidak bisa melakukan apa – apa selain meneruskan hidup. Hari ini adalah hari ulang tahun Leon. Peter mengucapkan selamat ulang tahun pada teman lamanya itu sebelum
meneruskan pengejaran terhadap Dr. Terry Orgullo. Setibanya di Sea Ecosystem Adventure, Peter langsung menelusuri tempat yang sudah terbengkalai itu hanya dengan menggunakan senter. Pada beberapa kesempatan ia akan melihat sosok Lamu mengintip sebagai akibat dari pengalaman traumatis yang ia alami satu tahun lalu. Catatan Dr. Terry Orgullo juga ada disana, menunjukkan bahwa ia adalah dalang di balik berubahnya ikan – ikan aquarium menjadi makhluk mutasi mengerikan. Selain itu, Peter menyadari kapak yang sudah diambil, tidak lain diambil oleh Kim, tokoh pada game Seamongrel.
Saat menelusuri sebuah lorong panjang, ia bertemu dengan sosok Tasha dan berpindah ke lorong lain yang serasa tidak berujung. Sembari mencari jalan keluar, Peter kerap kali mendengar percakapannya di masa lalu, mengungkap bahwa Peter adalah orang yang pertama kali mengajak Ken, Leon, dan Tasha untuk berkemah bersama sebagai selebrasi sebelum mereka berpisah dengan Tasha. Itulah kenapa kini Peter benar – benar merasa bersalah, seolah kematian teman – temannyannya diakibatkan oleh dirinya. Pada akhirnya ia berhasil menemukanenemukan jalan keluar, namun tidak lama menelusuri area tersebut, ia lagi – lagi dihantui oleh sosok bayang – bayang dan kali ini mendengar ungkapan kekecewaan Ken yang mengatakan bahwa dulu Peter menganggap keberadaan Lamu sebagai mitos belaka. Peter tidak bisa melakukan apa – apa selain melewati sosok bayang – bayang yang terus mengusik pikirannya, sampai akhirnya iapun menemukan sebuah dokumen berisi informasi alamat apartemen milik Dr. Terry Orgullo dan kartu identitas yang tertinggal. Kisah berlanjut dalam sudut pandang Lamu. Pintu kurungan sel terbuka, memungkinkannya untuk berkeliaran di sekitar sana. Tepat saat Lamu mendekati pintu keluar, ia menyadari kedatangan seseorang, sehingga ia langsung
bersembunyi di balik tumpukan box. Sosok yang datang adalah buah stroberi yang sedang membawa kapak… Kembali ke beberapa saat sebelumnya, Peter baru saja tiba di lokasi apartemen yang dijadikan sebagai area Lab oleh Dr.
Terry Orgullo. Ia mengambil sebuah kapak dan menggunakannya untuk membuka paksa sebuah pintu, membawanya turun ke tempat Dr. Terry Orgullo mengurung Lamu selama ini. Sosok buah stroberi yang dilihat Lamu tidak lain adalah Peter sendiri, menandakan bahwa ia sudah sangat dekat.
Sayang di tengah penelusuran, keberadaannya diketahui oleh Dr. Terry Orgullo yang kebetulan baru pulang. Sadar sang ilmuwan adalah orang yang menangkap Lamu, Peter langsung menanyakan keberadaan Lamu sembari mengungkapkan keinginannya dalam membunuh makhluk itu. Dr. Terry Orgullo menolak untuk memberitahu, menyebut Lamu sebagai aset berharga dalam penelitian yang sedang ia lakukan. Kapak tidak bisa membuat Dr.
Terry Orgullo ketakutan. Justru ia terus membanggakan kejeniusannya tanpa henti, sampai – sampai tidak sadar bahwa Lamu sudah berdiri di belakangnya. Di saat itu juga… Lamu melahap kepala Dr. Terry Orgullo, seketika menjatuhkan remote kendali alat kejut milik sang ilmuwan yang segera digunakan oleh Peter untuk menyengat Lamu. Sadar ia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, Lamu terpaksa harus kabur, tempat ia kemudian melihat kedua orang tuanya dan puluhan korban yang disebabkan oleh kelaparannya. Penglihatan ini membuat kesadaran Larry muncul kembali, sehingga di tengah pelarian, Larry menghentikan pergerakan Lamu. Lamu berbalik badan, bertemu dengan sosok Larry kecil yang mengungkapkan rasa lelah. Lamu juga merasakan hal yang sama, dan sembari menangis, ia mengungkapkan isi hatinya, dimana ia tidak mau menyakiti siapapun dan hanya ingin menjadi orang baik seperti keinginan ibu. Lamu benar – benar merindukan sang ibu, ia ingin merasakan kehidupan normal. Dalam perasaan sedih, Lamu lagi – lagi merasa lapar, namun sebelum sisi monsternya mengambil alih, Peter segera menancapkan kapak tepat mengenai wajahnya… Dengan begitu, berakhirlah teror Lamu. Jadi begitulah keseluruhan kisah universe Hungry Lamu yang meliputi total 5 game berbeda. Gimana menurut pendapat kalian? Silakan tulis di kolom komentar di bawah. Request bisa dengan reply komen yang kami pin atau DM ke instagram kami di @droomp1. Jangan lupa untuk kasi like kalau kalian suka dengan konten – konten kami dan ternunya terima kasih banyak kepada kalian semua yang telah merequest dan menonton video kali ini. And see you guys in the next video. Stay Romp
Seluruh Alur Cerita Game Hungry Lamu Universe (Hungry Lamu, Porkbound, Seamongrel, Santy is Home)
Pembahasan lengkap cerita Hungry Lamu Series, mulai dari asal usulnya, teror mengerikan yang terjadi dari waktu ke waktu, sampai ke babak penutup.
Game:
Hungry Lamu 1
https://kulurc.itch.io/hungry-lamu
Hungry Lamu 2
https://kulurc.itch.io/hungry-lamu-2
CHAPTERS
00:00 Opening
00:48 Lamu Forest Park Incident
04:39 Ending 1
05:49 Ending 2
06:15 Ending 3
07:54 Hungry Lamu 1 Conclusion
09:11 Pig Farm Incident
16:53 Aqyuarium Incident
19:38 Barnes Family Incident
22:02 Explanation
30:41 Aftermath
38:55 Closing
Subscribe – https://www.youtube.com/channel/UC1cu3C3XRmGee8b1jifMQWA?sub_confirmation=1
Dukung kami melalui link dibawah ini (Jangan Pakai Duit Ortu)
https://saweria.co/droomp
Channel banner by @dzikrighoul
Follow us:
Twitter – https://twitter.com/Droomp1
Instagram – https://www.instagram.com/droomp1/
MUSIC USED
Ice Demon oleh Kevin MacLeod dilisensikan berdasarkan lisensi Creative Commons Attribution 4.0. https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Sumber: http://incompetech.com/music/royalty-free/index.html?isrc=USUAN1200061
Artis: http://incompetech.com/
FOOTAGE USED
[Droomp Plays] “Hungry Lamu 2, Kembalinya Teror Llama Pemakan Manusia”
VO: R
Editor: Armaguddien
Stay Romp!
#hungrylamu #droomp #plot