KISAH MENGERIKAN SEBUAH KELUARGA DI JEPANG…. Ep.家族
Selamat malam teman-teman sekalian. Kembali lagi bersama aku Brando di channel Winda Basudara. Dan pada kali kesempatan ini akan bermain sebuah game yang direquest oleh salah satu viewer lama di Instagram yang bernama Josep Bremanta Samuel. Game ini bertajuk App Family. Kalian bisa lihat di kiri bawah. Dan yes, ini adalah game Jepang, Guys. Ya, si ada bahasa Jepang, ada bahasa Inggris. Gua belum membaca sinopsisnya yang jelas tentang game ini. Tapi dari yang gua tangkap adalah ini berceritakan tentang kisah, mungkin lebih tepatnya kisah mengerikan tentang sebuah keluarga yang ada di Jepang. Apakah ini kisah nyata? I don’t know. It could be. It could be. Mungkin saja, Teman-teman, ya. So, tanpa berlama-lama, Teman-teman, langsung aja kita mulai. Apa lagi? 6 years later. Letter L T-nya satu aja, ya. Oke, tanpa berlama-lama, Teman-teman, langsung aja kita mulai sebuah game horor. Dan ini horor di atas jam 09.00 malam. Udah pasti horor. Serius anak kecil di bawah 15 tahun jangan nonton ya. Ya, anak kecil di 15 tahun jangan putar sound juga ya. Oke, sebelum kita mulai kita ups. Bang, besok aku sekolah loh. Kamu biasanya main horor jam 09.00 malam. Kenapa sampai jam 10.00 malam baru mulai, Bang? Buruan start aja. Aku udah enggak sabar keburu. Aku enggak bisa tidur cepat buat besok sekolah, kata Ilham. Ya udah, ya udah kita langsung mulai aja, Teman-teman, ya. Kita langsung start family app. Let’s go. Aku cinta keluargaku. OMG. Oh, udah main, Guys. Udah main, Guys. Uh, headbob. Headbob mau matiin apa nyalain? Kok kok book? Bug back book sih apa sih? Eh, headb matiin aja biar enggak pusing ya. Nih emang emang hening gini game-nya, Guys. Ih, rumah Jepang. Mother, is that you? Mother. Mama lagi masak ya, Ma? Oh, iya benar, Mama. Hari ini Ibu memasak kari spesial. Bisakah kamu bawa bantuin karinya? Ih, jadi lapar, Guys. Kayaknya enak banget, Guys. Di sini ada yang bisa masakin kari enggak? Hmm, masih panas. Hm, baunya enak banget loh. Itu ada apa tuh? Ada telurnya ya? Telurnya di toppingnya ya. Ada sayur-sayur. Ih, enak banget. Kari Jepang cuy. Lu jadi lapar ya. Kita taruh. Oh, sini nih. Oh, taruh di me. Oh, kita anak. Kita bantuin ibu kita nyiapin karinya. Nah, bisa bisa masukin gua. Ya, Mama Ak bisa sih sebenarnya. Dahah, gua minta Aknas aja lah. Oke, Mama aku akan jadi anak baik. Aku taruh di meja ya. Yumi. Uh. Berdoa. Mereka tidak lupa berdoa. Ayo makan. Let’s eat. Uh, Mama, you look so hot from the side, Mama. Tapi kenapa, Guys? Kenapa matanya hitam, Guys? [Musik] Ayah, kenapa matamu juga hitam, Ayah? That’s so creepy. Kok matanya pada hitam? Kenapa, ya? Ini. Oke. Kamu suka makanannya, Nak? Ayo kita e hah let’s go to the Oke, besok pergi ke taman sama ibu ya besok. Ih, gua demen banget game horor tema keluarga gini, Guys. Lagi meta kah? Jadi kamu tidur cepat ya hari ini. Tuh kayak kalian tidur cepat, besok sekolah. Kocak. Ngapain nonton horor malam-malam? Ya, aku enjoy, aku enjoy. Oke, oke. Ini ngomong papa. Papa ayah, kenapa kamu sombong sekali tidak mau diajak ngobrol? Pikiranmu bekerja, bekerja, dan bekerja. Mau ngobrol sama katanya enggak mau. Kayak Batman ya ayanya ya. Matanya hitam gitu kayak Batman ya. Oke oke let’s go to sleep ya. Ibu kamarku di mana sih Ibu? Ah go to bed now. Gameennya emang hening gini ya? Enggak ada musik atau apa gitu. Is it my Ih Jepang banget ya guys ya. Jepang kan tempat tidurnya emang di matras gitu. Tapi rumahnya bagus juga ya. Rumahnya minimalis gitu. Gua suka sih. Oh, tuh lampu, Guys. Kira-kira anak Jepang ini perintis atau pewaris, Guys? Mau tidur malam ini? Ayo. Nobar sama anak saya, Bang. Loh. Oh, udah di taman. Dari taman, Guys. Tapi vi-nya hunting banget, ya. Ah, taman adalah tempat yang menyenangkan. Maukah kita ke rumah? Jangan dulu, entar dulu. Main dulu. Mama mau main dulu. Mau main pocotan nih, Mah. Ayo, Mama tolongin aku, Mama. Sini dong. Tolong adik. Ayo. Mau main pocotan. Mac bentar banget. Udah, Mama mau main pacir dulu. Cu cui cui. Bocil soimet benerang ini apa itu WC, guys. Ya udah, ya. Pulang, pulang, pulang, pulang, pulang pulang. Cukup cukup cukup celi dengarnya. Oke. Eh, anjir, nge-bug lagi sini, Guys. Nge-bug anjir game-nya. Kenapa kita jalan persis di layar ibu kita, cok? Is it bug? Gah game-nya emang hening banget, Bro. Unsettling game-nya, Guys. Oh, digendong, digendong kita. Kita bocil kita digendong, Guys. Digendong. Iya, digendong sama ibu-ibu kita baik banget dah. Bang, mana sound horek? Sound horek. Aku sayang kamu. Aku cinta tuh, Guys. Dah, ya. Sorex tuh, Guys, ya. Eh, udah dah. Fokus game, Guys. Fokus game, fokus game, cuk. Hari ini mengunjungi taman sangat menyenangkan ya. Jadi kita nanti ee cari taman lagi yang lebih menyenangkan ya, Dek. Sepertinya ayah akan membawa kita ke taman besok. Agak jauh sih. Kamu pasti lelah habis main tadi di taman main ayunan sama main pasir. Hah? Kita udah makan malam tadi. Yuk kita tidur aja sekarang. Oke, tidur lagi, Guys. Eh, gameennya, Guys. Sumpah, Guys, ini musiknya udah penuh loh. Emang gitu, Guys. Emang gameennya hening, ya. Ini menjual keheningan game ini, Guys. It’s time to sleep. Oke, it’s time to sleep. To bad. Kenapa ini, cuy? Mati lampunya. Nah, tutup pintu duluah. Dah, going to bedonight. Yes. Ke taman lagi, Kak kita? Hmm. Di mana ibu dan ayah? Kok pagi hari belum suapin adik? Apa nih? Anjay, Nintendo, Guys. Nendo. Why? Anjing, kaget gua. Sorry. Toxic. Ibu, Ibu. Ayah, kalian menakutkan aku. Ayah tidak bisa tidur karena dia mencari jalan keluar. Hah? Maksudnya? Karena be careful, not get injured. Hati-hati jangan sampai terluka ya. Maksud, nak, kamu siap pergi? Oh, ayahnya ngajak ke taman. Iya, sekarang kita sama ayah. Siap, ayah. Oh, taman yang lain, cuy. Oh, oh, oh. Sekarang sama ayah. Kemarin sama ibu, sekarang sama ayah. Nih keseharian anak perintis ya. Diantterin ayah ibu terus ya. Ya, main perosotan lah. Yeay. Ayah lihat aku. Aku meluncur. Ayah lihat aku. Ayah lihat. Dedek hebat nih. Berani Dedek. Yuhu. Ayah main ini yuk. Goncat-gancit yuk. Aduh ayah lebih belat. Badanku kan enteng. Gimana aku mau terbangin badan ayah yang 100 kg. Oh udah sore ayah. Ayah kita pulang aja yuk. Saatnya pulang nak emang emang mau ngajak pulang ya. Ayo. It’s time to go home soon. Oh oke. Main terakhir kali deh Ayah main e goncot-goncotan sekali lagi ya. Yuhu yihi yuhu. Sok banget gak mau baca chat tuh. Sabar guys. Gua lagi main sama ayah gua. Kalian nih banyak ngatur-ngatur banget nih. Entar dulu. Ini lagi seru main sama bokap. Kamu mau bermain? Oke, kita main perutan lagi. Bang, diamin aja bocil-bocil caper yang haus akan perhatian pengen chatnya dibaca. Mereka itu biasa anak-anak anak-anak perintis yang caper. Oh, iya. Ilham siap. Ya udah. Oke oke oke. It’s time to go home soon. Oke, let’s go. Let’s go [ __ ] home, D. How many times do we have to play? Ini kali pulangnya sini kali. Oh, benar. Sini, Guys. Tuh, udah 6 tahun kemudian. Hah, kok ayah ayah kita dorong kita? Ayah kita nolong kita ya. Ah, 6 tahun kemudian. Ini siapa lagi nih? Cewek dengan baju sekolah Jepang. Saki. Ah, ex schol hari ini melelahkan ya. Ayo kita keluar dan have fun di liburan selanjutnya. Aku akan meyakinkan ibu juga. Hah? What just happened, bro? No daddy. Ke mana nih? 6 tahun kemudian, cuy. Kayak yang di menu tadi ya. Itu kakak kita. Hah? Sister Hong. Oh, ini kali rumah kita. Iya, tadi rumah kita kalau enggak salah ini, Guys. Kenapa kakak kita di situ? Oke. What? What should I do now? Hm. Eh, eh, ke sini mungkin. Ini minum minim sound effect anjing nih game. Oh, ini masuk ke rumah. Oke, rumah kita yang ini, Guys. Dah, itu siapa cuk? Cewek itu. Lalu ayah kita ke mana? Oh, benar. Ini rumah lama kita, Guys. Ini tempat ayah. Ah, itu mam. Ibu, kamu mau keluar untuk bermain, Nak? Lebih penting lagi. Bisakah kamu masukkan amplop di meja ke Melbok untukku? Oke, oke, oke. Iniah. Oh, ya. Ini, Guys. Apa itu? Ini semacam invoice. Semacam invoice tagihan, Guys. Oke, oke, oke. Kita masukin ke mailbox, ya. Melbxnya di mana, Bu? Eh, Mama di mana Melbok-nya? Melbok. Eh, orang Jepang mailbxnya di mana, Guys? Tadi kata ibu di mana? Gua cek dulu ini apa sih? Bocil sound caper-caper banget. More importantly, could you put the envelope on the desk into the mailbox? Mail box ya. Mail box. Mailbox. Is it mailbox? Mom, where is the mailbox? Mom. Ini tempat sampah. Melbok di mana, Bro? Ini apa? Melbok lah. Yang cewek tadi hilang. Ini kah melok? Bukan. Bukan melbok rumah kita, Guys. Aduh, bocil samping pintu menyerang kah? Kotak surat di luar. Iya tahu di luar tapi kagak ada dekat rumah gua. Mana itu? Mana bocil dekat rumah? Anjing kalian semua enggak ada bocil itu kah? Bocil itu menyerang kah? Iya biasanya sih depan rumah. I know. Biasanya depan rumah. I don’t see anything. Is it mailbox? No. Apa di dalam rumah kali mailboxnya ya? Ibunya enggak kasih tahu lagi Melbxnya di mana. Bakal rumah ini. That’s weird. Lantai dua tahu. Itu itu mana? Woi. Bu di mana Bu Mboxnya Bu? Saya enggak tahu Bu. Lantai dua kali. Coba kita cek lantai dua ya. Apa ini nih? Nah itu lemari. Oh, bisa ke lantai dua, Guys. Apa? The door is locked. Gak bisa. The door is locked. Ini apa nih? Kotak sepatu. Lampu ini kah? Milbok-nya ini? Janganjan ini. Is it melbok? No. Ini bener guys. Ayah kita udah meninggal. No mendiang ay guys. Anjir sedih banget cuy. A kita ngelindungin kita dari tabrakan. Oke back to mailbox guys. Back to the goddamn mailbox. Ini apa, Bu? Melbxnya di mana dah, Bu? Is it Melbox? Mailbox tuh kotak surat, Guys. Harusnya sih di luar, ya. Tapi gini deh, kita explore dulu deh. Kita explore dulu, ya. Mungkin emang jauh. Mungkin melbok-nya tuh kantor pos maksudnya, Guys. Wih. Oh, itu bener kan? Melb-nya di situ cuk. Ini siapa, coy? Loh, mailbox-nya. Milboxnya terpusat di satu komplek. Sendi dicari-cari enggak ada dah masukinnya dah. Sip. Di luar jauh. Kocak. Enggak ada yang bilang di di luar jauh nih. Mana nih bocil yang bilang dekat rumah, depan rumah, samping rumah sampai pintu gua pandemin nih. Tendemin depan muka kalian. Soundx segede segede galactus. Ya, Isida. Selamat malam. Oh, kita cewek. Kamu anaknya Mister Uchikawa ya? Aku Isida dan aku adalah pensiunan. Oh, enggak salah. I’m renting. Aku menyewa lantai du kamarmu. Hah? What the [ __ ] is that mean? Bro, aku Isida. Aku menyewa kamar lantai du sebagai tempat gudang. What? Lantai dua kita disewa, Pak? What? What? What does that mean, bro? Aku ingin mengutarakan rasa terima kasihku. Jadi datanglah ke rumahku beserta dengan ibumu dan kita akan have funan. Wait what? Dia ngajak kita ke datang ke kamar dia bareng ibu kita. Oke, kita laporan dulu ke ibu kita deh ya. Kita laporan dulu ke ibu kita, Guys. Karena kita udah nganterin surat, ya. ngobrol tunggu. Gua gak ngerti, Guys. Emang di Jepang konsepnya gitu. Ini kan rumah terus lantai duanya katanya disewa sama dia. Emang bisa gitu, ya? Tapi bu Oh, disewa buat gudang. Iya. Wait, wait. Where’s mom? Mom, kamu Aduh, enggak kebaca lagi tadi yang sebelumnya. Kamu punya sekolah besok jangan larut malam ya bangunnya. Eh, tidurnya. Dan ada orang yang baru pindah dekat rumah kita. Jadi, say hello sama dia ya. Aku rasa ee dia tinggal di rumah putih besar di belakang kita maksudnya lantai du bu ini. Oh, ini maksudnya itu kali tuh. Coba gua ke lantai du dulu. Iya terkunci guys. Ini kali maksudnya ya. Iya ini, cuy. Hah? Enggak nih mah kamar kita, Bro. Oh, kamar kita udah di-upgrade ya. Udah enggak tidur di matras. Ah, whatever lah. Gua tidur aja, ya. Going to bed tonight. Yes. Oke, tidur. Tidur. Oh, ini teman sekolah kita deh kayaknya. Kamu bilang ibumu agak complicated ya. Please kasih tahu aku saat kamu punya hari untuk kita hang out dan nongkrong. Aku selalu ada di sisimu. Kasih tahu aja kalau kamu free. Enggak, ini bukan kakak kita, Guys. Ini kayak teman kita, teman sekolah kita, ya. Itu kayak teman sekolah kita, Bre. Bocil sister Hong. Nah, ayah kita udah meninggal dan dan ada orang yang tinggal bareng kita gitu kurang lebih gitu ya. Tapi oh, nih ibu kita lagi nonton nih. Oh, ibu kita lagi nonton, Guys. Bu, kasihan Ibu matanya Ibu itu TV-nya berapa? Burik banget, Ibu. Ini laporan cuaca nih kayaknya, Guys. Kamu sudah bertemu dengan Mr. Isida kemarin? Sudah. Sudah. Dia benar-benar baik akhir-akhir ini. Dia berbicara sangat tinggi tentang Manami. Semenjak aku mendapatkan ajakan dari Mr. Isida hari ini, kita akan pergi bersama. Mother, what do you mean? Mother, how about that? Kita akan bertemu di sisi taman. Gila, ini game penuh dengan keeningan dan keanehan, cuy. Oke, ya udah kita ke taman nih berarti kita ke taman. Ya udah kita ke taman ya. Kita jalan masing-masing nih. Sebentar ya, kita langsung ke taman aja deh. Enggak usah ngomong sama si Saki lagi ya. Wis kencangkan sabuk kemengaman. Bocil chat nge-bug menyerang kah? Oh itu dah. Kencangkan sabuk kemengaman. Chatnya stak bentar lagi bocil chatnya stak. Bocil bug. Bocil bug menyerang. Selamat malam Manam. Oh Manam tuh kita ya. Jadi si Mister Isida tuh katanya muji-muji kita ya. Baiklah ayo masuk ke mobil noh. Ibu kamu sudah duluan Ibu. bersama Mister Isida. Maukah kamu masuk ke dalam mobil? Yes. Enggak ada pilihan lain. Sudah lama kita ngobrol, tapi syukurnya semuanya masih butone lives alone. Semuanya masih hidup sendiri. Maksudnya kita semua butuh keluarga untuk memenuhi ekspektasi sosial dan menemukan kebahagiaan. Namun ada beberapa orang di dunia ini yang tidak bisa membentuk sebuah keluarga setelah kehilangan anggota keluarga mereka. Ya, maksudnya itu lebih tepatnya kayak udah susah gitu mendapatkan sosok keluarga yang tepat atau pengganti. Maksudnya tujuan kita adalah untuk memberikan support secara individual kepada orang-orang tersebut. Kalau masih ada orang seperti itu di luar sana, kita akan me-welcome mereka. Mister Uchikawa. Ah, Mr. Uchikawa bukan suami kita. Untuk keluarga kita. Hah, gimana? Kayaknya translate-nya banyak yang ngacau deh. Intinya dia itu kayak memberikan layanan anjing nih aneh banget kita di ruangan begini sama ibu kita, Guys. Dan kita dikasih pidato, ya tentang per eh tentang apa? tentang-tentang orang yang kehilangan keluarga itu mereka open gitu. Manami, terima kasih sudah mendengarkanku. Ayo main lagi kapan-kapan. Kita mendengar banyak cerita bagus hari ini. Kata Ibu, aku harus berterima kasih kepada Mister Isida. Pulang duluan, ya. Dan tidurlah. Hah, Bu, kita harus pulang bareng-bareng, Bu. Kamu kan. Terima kasih. Bisa langsung nih saya. Ya udah, Ibu saya tungguin Ibu. Ibu silakan ucapkan terima kasih kepada Mister Isida Bu ya. Saya tungguin mama. Saya tungguin Mama ya. Silakan berdiri berterima kasih kepada Mister Isida. Harus kita pulang bareng. Tetap disuruh pulang duluan, Guys. Mom, are you sure you ok? Ya udah, aku tunggu di rumah Ibu ya. Aneh Mama kenapa enggak mau bareng ya pulangnya ya? Terus gua jalan kaki gitu. Yes, gua yang outside. Yes. Hah, hati-hati ya pulangnya. Oh, maksudnya duluan sampai depan ruangan tadi, Guys. Entar, Guys. Ini chatnya kenapa lagi nih? Bo Cilebak menyerang ya. Oke, oke, oke. Ibu udah sampai rumah kali, ya, Ibu, ya? Oh, Isaki udah hilang tuh. Oke, yuk masuk ke rumah yuk. Go to bed now. Mommy. Mommy, where are you, Mommy? Mam, kenapa tidak matiin TV, Mom? Ayah udah enggak ada nanti tagihan listrik makin membengkak loh. Apalagi sudah tidak ada penopang keluarga yang cowok. Ya udah deh, terserah Ibu. Aku tidur dulu deh, Bu ya. Yes. Gua yang to back. Manami. Kamu enggak khawatir akhir-akhir ini? Kalau kamu punya kekhawatiran, kasih tahu aku aja ya. Aku ada di sisimu, Manami. Gila, Saki teman yang baik banget ya. W Saki in the chat. Coba masuk lagi kata Ramat. Oh, itu chat yang lama ya. Ini chatnya stuck. Udah berapa jam nih chatnya stuck, Guys? Entar chatnya udah stuck berapa berapa lama ini, Bro? By the way, Bro, entar dulu ya gua cek YouTube dulu, ya. Chatnya kayaknya udah stuck 20 jam, Guys. Ini bocil udah kepanasan kah? Kebakaran jengkot kah? Bocil-bocil kan pengin chatnya dibaca, Guys. Kalau udah stuck begini, apa yang mereka lakukan kira-kira ya bocil-bocil itu ya? Di aku enggak stuck. Oh, ada yang enggak stuck juga. Ada yang stuck, ada yang enggak stuck, Guys. Di aku stuck sih di aku, ya. Kita masuk ke rumah aja ya. Hah? Oh, nge-lag. Nge-lag. Ibu, aku pulang. Aku habis main sama Saki. Saki, CH. Selamat datang kembali, Nak. Bisakah kamu bawakan bawakan buku ini ke apartemen across the street later? Oke, Bu. Baik, baik, baik. Apartemen across the street later. Aku udah naruh, Ibu udah naruh di paper bag. By the way, haruskah Ibu memperkenalkan temannya Manami Siis Sakia sama Mr. Isida? Kalau aku ingat temanmu juga tidak punya ayah kan anjir. Mister Isida itu mengincar anak-anak dan keluarga enggak punya ayah guys. Oke kita ngantar barang dulu ya. Kamera gua sini aja deh. Oke. Apartement across the apartment. Street later across the apart. Street later across the apart. Apa itu maksudnya, Guys? treat later pouse kali ya maksudnya pause lagi kali ya kayaknya post sih kayaknya masih sama nih soalnya situ buntu keling gua sih masih ngantar ke pos nih gila gua penasaran sih kalian penasaran enggak sih jujur gua penasaran ceritanya guys misnya sus banget cok misida udah enggak ada guys where isida enggak bukan Guys, beda nih tempat apa? Beda. Beda. Street later across the apartment. Ini apa? Oh, kepolisian. Oke, kepolisian bukan ya? Enggak bisa ya berarti beda. Ini bukan bukan pos. Beda, beda, beda. Beda. Street latter. Street letter di seberang apartemen. Street letter ke apartemennya kali maksudnya. Oh iya benar kayaknya. Iya deh. Tuh ada bunyi tuh. Lu ke atas. Oh iya, diantar ke semua apartemen itu. Iya iya benar-benar kayaknya kerjaan ibu kita. Ibu kita pengarang mang kali teman-teman ya. Iya iya iya. Udah udah udah. Nice nice nice. Benar. Diantarin dianterin, Guys. Dah sip. Udah, Bu. Hah. Ibunya jualan buku grafur. Eh, buku grafur apa, Guys? Buku Graf, Guys. Bang, cepetan tamatin aku besok mau sekolah. Oke, oke. Sebentar, entar. Wait, wait. Kenapa tiba-tiba Mrter Isida ada di rumah kita, cok? Selamat malam, Ibu. Setelah kamu selesai mendistribusikan buku, kamu bisa tidur, ya? Lalu, ibu sama ada urusan apa ibu sama Mr. Isida? Ibu rumahnya Nobita. Ya udah, go to bed now. M ngerjain per ya udah kita tidur ya, Teman-teman ya. Gua gak tahu, Guys, ada urusan apa ibu kita dengan Mr. Isid. Oke. Saki saki saki. Kemarin ada buku aneh yang datang ke rumahku. Ibuku sedikit kagum. Hah? Sebentar. Buku itu ibu kita yang nyuruh kirim dan kita kirim ke apartemen-apartemen ini, Guys. Buku apa itu, Guys? Aku akhirnya mengkonak penulisnya yaitu Mr. Isida dan rupanya Mr. Isida mengajakku untuk bertemu. Yah, ini agak aneh kan? Well then, sampai jumpa besok. Wah, Guys. Mis Isida aneh banget, Guys. Jangan-jangan Mister Isida nabrak ayah. Anjir, teori konspirasi bisa jadi, Bro. Barusan tadi gak ada foto ini dah. Anjay, tadi gak ada foto ini. Seram banget, Sus. Ada akok. Hah. Hah. Mom, what the [ __ ] just happened? Mom, Mom, kenapa kamu menaruh karton kerdus di dpur? Ibu, Ibu mendiang ayah di mana? Ibu, Ibu foto mendiang ayah. Selamat datang kembali, Nak. Kita akan segera pindah segera di masa depan. Mungkin aku pikir tempat ini cukup besar untuk kita berdua. Dan sepertinya kita harus menemukan seseorang yang bisa membelikan kita rumah, rumah baru yang lebih besar maksudnya, Bu. Kalau Manami, Manami itu kita ya. Kalau Manami punya tempat yang Manami pengen tinggal, kasih tahu Ibu ya. No, mom. I want to stay here. Ini adalah memori tempat ayah tinggal dan ayah membesarkan aku. Hah? Siapa itu? Ada yang ngebel rumah. Ibu is that, mom. Eh, tapi kayak kalian main game ini keheningannya tuh bikin seram enggak sih? Saking heningnya jadi takut, Guys. Bu, go back to your room and go to sleep. Siapa itu, Bu? Itu siapa? Ibu, Ibu mau ngapain, Bu? Kenapa Ibu selalu mau nyuruh aku tidur? Itu siapa, Bu? Mister Isida. Ibu jangan bilang Ibu dengan Mister Isida. Oh my God. No, I’m not going to sleep. Oke, kita bohongin dia, Guys. Enggak, belum dibuka. Belum dibuka, cuy. Ya udah, gua tidur dah. Hah? Ini lagi akhir-akhir ini ibuku berakting aneh, Guys. Ibunya Saki juga acting aneh kayak ibu kita, Guys. She’s been mutering something. Dia menutupi sesuatu. Hari ini ibuku menyuruh aku untuk pulang segera. Jadi, aku langsung pulang. Wah, Guys. Enggak cuma kita, Guys. Ibunya Saki juga memperlihatkan gelagat-gelagat aneh, coy. Berakting aneh, Guys. Semua ibu-ibu jadi berakting aneh. Eh, Ibu. Hah? Anjing, ini game seram cuk, bro. What the [ __ ] is that? What? What is she doing? Is this is that, mom? Ibu. Ibu jangan melukai dirimu, Ibu. Ibu ini bukan salah ibu ayah meninggal. Ibu stop Ibu ibu kenapa ibu jadi gini? Mana mi maafkan aku. Aku kayaknya harus segela tinggalkan rumah ini. Ibu please stop hurting yourself. Katakan selamat tinggal kepada temanmu, ya. Anjir, kepanya bocor itu, Guys. Lihat, Guys. Ibu go to bed. K I go out, please can I speak with saki? Saki. Hah? Hah? Mister Sida, kamu apain ibuku? Selamat malam. Kamu harus dengar apa yang ibumu katakan. [ __ ] you, Mr. Isida. Kamu apain ibuku dan ibunya Saki? Anjir, gila ini horor seram kali cuk. Ya udah, yaudah. Gua tidur. Gua tidur. Gua tidur. Gua tidur. Ibu please stop jodin kepala ya. Iida kamu guys. Jangan ngelawak guys. Serius guys. Ah, tidur. Tidur. Going to bit. Going to bed. L is de. L is dah. L is dah. Hah. Hah. Saki enggak masuk kelas. What? Saki. No. Saki. C. Sakit cang. Pemburu janda anjing. Isina pemburu janda, Guys. Wait, Ibu, please. Ibu jangan lakukan hal-hal yang aneh, Ibu. Stop doing something weird, Ibu. Aku ngecek ibu dulu, ya. Ibu, Ibu. Ibu kenapa gelap, Ibu? Ibu kyalain. Hah? Ah. Kenapa rumah kita kotor, Ibu? Ibu, itu cairan hitam apa, Ibu? Ibu. Ibu where are you, Mom? Mom. Oh, senter. Senter. I got senter, bro. Mam, Ibu is apain, Ibu? Ibu lantai atas Ibu. The door is locked. Ini kenapa jadi seram gini itunya? Hah? Apa tadi tulisannya? Apa tadi tulisannya, Bro? Gua gak lihat. I apa, I? Apa tadi? I look for Oke. Look for mother. Yes. Yes. That’s what I’m looking for. I’m looking for mom. But where is mom? Gak ada. Keluar kali ya? Iya, kayaknya keluar ya. Di luar ya? Di luar. Mam di luar, Guys. Mam di luar, Guys. Going outside. Yes. Why not? Mom. Mom, where are you? Mom, please. Mommy. Mom. Hah? Enggak bisa ke situ. Mom. Mom. Di mana kira-kira, Guys? Oh, belakang rumah ya. Bisa jadi belakang rumah benar. Nanti nanti kita cek, ya. Kita cek semua tempat, Guys. Bisa jadi di belakang rumah. I’ll check her. I’ll check here first. Oke. Gak ada di sini kantor kepolisian, bro. Baru nyadar gua. Oke. Oke. Belakang belakang ya. Coba cek belakang rumah, Guys. Ada kertas di kulkas apa? Kayak Iya. Enggak bisa dibaca. Tadi gua udah lihat juga. Oke, gua akan cek bagian belakang rumah. Hah, iya. Ini bisa masuk sini, cok. Hah, itu siapa, Guys? Hah? Tetangga. Kalau if we’re looking kalau kami mencari ibu, lantai du sepertinya mencurigakan. First, find the key. Kamu bisa menggunakan sepeda itu berbayar tanpa lampu. Oke. Itu tetangga pembaik, cok. Dia bantuin kita buat Oh, lantai dua yang kamar. Iya. Lantai du tempat gudangnya Isida. Berarti kita disuruh ngecek. Yes, yes, yes. Itu baik, Om. Om. Itu baik. Going to facility. Yes, guys. Kita nyari kunci di tempat isida lagi. C. Kita kenapa? Kenapa si om itu tahu ibu ada di lantai du, Bro? Pit to the second floor. Eh, gua takut zoom sekarang, nih, Guys. Ini kantornya Isida, Guys. Oh no. Ini udah makin creepy dan makin aneh dan makin seram, cuk. Hah, ada apa itu? Obat-obatan. [ __ ] The [ __ ] What the hell is this place? Hah? Apa ini? The keyhole is visible. Oke, well that’s good. Oke, the key is visible. Berarti gua kayaknya harus nyari kunci buat nyalain lampu kayaknya gitu kali ya. Oke, kita cari dulu yuk. Anjing, kaget gua. Sorry, toxic. It doesn’t open. Gila, tempat ini gede banget rupanya, Guys. Kantornya Isida. Ah, apa ini? Oh, tempat tidur biasa. Oke, aman, Guys. Aman, Guys. Gila, keheningan ini membuat kita takut, ya. Hah? Kayaknya gua belum ke sini deh. Darah itu. Is that blood? Wait, wait, wait, wait, wait, wait. Can I check here first? Ada apa-apa di sini, cok? Oh, ini tempat yang berbeda, Guys. What the hell is that? Kepala, Guys. Itu apa, anjim, Guys? Itu kalian lihat, Guys. Itu apa, Guys? Itu kayak rambut orang Jepang bangkai. What the hell is that, Guys? Langsung hilang. [Musik] Wah. Wah, ini seram. Sini seram, Guys. Ini game ini unsettling sih. Uncenny unkenny. Oh, berarti gitu-gituan bisa dibuka, ya? Makin tebal ya. Ini bisa dibuka, Guys. Ini bisa dibuka berarti. I got the key, Bro. I got the key. I got the key. Somewhere key. Key untuk Oh, bisa jadi pintu yang digedor-gedor. Bisa jadi yang tempat listrik. Ah, ini juga bisa dibuka nih. Buka buka. Anjir, itu itu disturbing banget tadi, cuy. Aduh, gua lupa lagi kayak labirin tempatnya. Gua takut di zom sekare. It doesn’t open. It doesn’t open. Oh, berarti kunci yang listrik tadi, Guys. Kayaknya bagus sekali. Iya dong. Ini ya. Ah, ini nih buka dulu nih. Anjir, Mister Isida kantornya sus banget, cok. Yes, bisa. Apakah itu bagus atau buruk, Guys? Bunyi alarm itu guys, ada pintu yang terbuka mungkin. Aduh, tetangganya bantuin kek ya. Ah, ini tempat kita meeting pertama nih. Balik lagi nih. Berarti iya deh, kayaknya ada pintu yang kebuka feeling gua deh dengan bunyi tadi, Guys. Salah, salah. Sini, sini, sini. Gua takut jump scare. Iya, jump scare-nya seram sih. Benar, Guys. Tadi ketutup pintu ini. Sumpah, sumpah, sumpah. [Musik] Suara apa itu? Oke, ruangan yang tadi nanti ya. Anjir, sumpah ruangannya bercabang gini, bre. Hah? Hah? Penjara tempat tinggal. Hah? Hah? Mommy, are you here? Mommy enggak. Tujuan kita kan mau nyari kunci, bukan nyari ibu. Gak aku cuma anak SMA. Oke, emang harus ke situ, Guys? Tadi ada ada logo WC. Logo WC lu enggak sih? Nih logo WC nih. Gak bisa dibuka. Enggak bisa dibuka. Sumpah enggak bisa dibuka, Guys. Ya udah berarti ke tempat yang ada bayangan tadi. Kamu misteri Isida ya. Ngomong kamu siapa? Kamu sepertinya tidak boleh terlibat di masalah ini. Hah? Ada duck. Ada duck. Ada selotip yang menempel di balik tembok ini. Bisakah kamu bawakan aku sesuatu yang bisa menggunting? Hah? Ada tangga ya? Ada yang lihat tangga enggak? Bring screwdriver. Oke, screwdriver gua lihat dan drop. Oh, gua lihat semua. Gua lihat semua. Gua lihat semua. Ini kenapa orang minta tolong kita, Bro? Nih screwdriver. Oke, screwdriver. Oke, screwdriver dan tangga tadi gua lihat tali gua lihat tali gua lihat guys. Itu korban. Iya, kayaknya dia baik deh. Dia pembaik deh. Ah, tali. I got the tali. I got the tali. Satu lagi tangga. Tadi gua ada tangga di mana ya? Ah, katarnya ambil. Oke, oke, oke, oke. Kan bapak kita udah mati. Kocak. Oh, ini tangga. Uh, udah gampang banget. Tiga item tuh. Terima kasih aku berterima kasih kepadamu. Izinkan aku memberitahumu sesuatu yang bagus. Lebih baik. It better to break what’s been forgotten. Lebih baik melupakan apa yang sudah terjadi. Kalau kita ketemu lagi suatu saat, aku akan mengucapkan rasa terima kasihku. Baiklah, aku akan pergi deh kalau gitu. Mana? Katanya pergi. Terus apa untungnya kita? Apa, Guys? Dia butuh tangga, butuh tali, butuh screwdriver. Kalau kita berjumpa lagi. Hah? Gimana kita mau berjumpa lagi dia rupanya? Oh [ __ ] man. Oh [ __ ] Ini udah makin dark anjing nih game cuk, Guys. Sumpah, Guys, game ini udah makin aneh, udah makin freak. Gua cuma butuh kunci kok. Hah, kebuka tadi. Ketutup, sumpah. Oh my god, I got the [ __ ] ki, key, bro. Pengawasan selama 26 kali, rasionali belum berubah. Mental dan kesehatan fisik bagus. Jadi diperbolehkan untuk melakukan ritual di sini. Hah? Ritual. Aku akan menuliskan apa yang jadi koncern. Terkadang murmur. Ah, murmur tuh apa sih? Oh, sekadang dia bergumam. Aku ingin ketemu kamu segera. Aku ingin pergi. Yang artinya mungkin di balik gambar ini tidak jelas. Karena keinginan yang tidak jelas. Dia akan melakukan pemindahan tempat mulai besok. Aduh, gua gak ngerti, Guys. Gua gak ngerti surat ini sama sekali. Gua ngerti, Guys. But we got the key. Ini apa? Eh, ini game sumpah, ya. Ha, ada step. Serius? Wah, ini game seram parah, cuy. Game hening ini, Guys. I got the key second fl floor, guys. Gua dapat kuncinya sumpah. I got the key of the second floor, Bang Erdi. Kita tinggal ungkap second floor aja kok, Guys. Dan pergi dari Pacility ini. Jalan pulangnya sini kalau gak salah dah. Ini kan ya benar ya, Teman-teman ya. Anjay, ini game hening ini seram amat dah. Game je [Musik] gak? Itu emang gak bisa dibuka. Gak ada. Gak ada step. Kocak. Jangan bikin takut tah. Oke, oke, oke, oke. I got it, guys. Oke, oke. Kita udah di ruang TV. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. I got it. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Ungkap lantai dua. Yes. Hah. Ini tetangga, Guys. Tetangga. Aku menemukan ibumu di mana. Aku yakin dia di tempat yang aman. Nice. Jadi aku akan membandumu besok malam ya. Pulanglah dan istirahat malam ini. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Anjir, kita ditolongin sama tetangga baju putih. Sebentar kita tidur atau buka lantai du nih, Guys? Game gaje enggak, Guys? Enggak. Serius kayaknya buka lantai du dulu deh. Kok dia tahu, ya? Dia tahu ya. Coba coba ungkap lantai du. Ungkap lantai du ya. Oke, gua akan ungkap lantai dua dulu, Guys. Hah, kok nge-freeze? Oh, go to bed today. Ketutup. Oh, harus tidur sekarang, Guys. Harus tidur. Enggak bisa. Gak bisa. Gak bisa. Gak bisa, Guys. Gak bisa, Guys. Go to bed today. Hah, anjir, gambar ibu dan ayah, Bro. Oke, kita tidur ya. Matiin senter. Ah, tidur tidur tidur. Besok besok kita ungkapan lantai dua. Besok kita ungkap lantai dua. Oke. Yes. Masih ada di gua kuncinya. Hah. Isida. Hah. Isidah masuk ke rumah kita. Oh my god. [Musik] Hell no. Enggak bisa sumpah di diberikade pakai lemari. Oh my God. Ke kamar kita pun enggak bisa. Udah pasti sekarang lantai dua, Guys. Gua udah gak bisa berkata-kata lagi, Guys. Semua keanehan dan keabsuran game ini akan kita ungkap sekarang di lantai du, Teman-teman. Ya, you ready, guys? Guys, are you [ __ ] ready, guys? Guys, are you ready? Teman-teman, misteri lantai 2 akan kita ungkap. Siap? Siap, ya. In three, two, one. Mistery lantai du kamar sewaan akan diungkap sekarang. Gua yang upstir. Yes, sir. What the [ __ ] Ruangan sempit ada lantai du rumah kita selama ini. Kita bareng ayah dan ibu ada ruangan sempit gini, coy. Dan ini jendela keluar itu ke mana? What? What? The door is lock. Hah? Ada JZ. Jas Isida kah? What? Rumah tema Jepang jadul. What the hell is this? What? What is going on here? Sumpah keenan ini membuat gua merinding bulu kuduk gua, cuk. Oh my god. Where is mom? Tetangga, please. Tetangga baju putih. Keberadaanmu membuat kul kita lebih nyaman di sini. Darah hitam. Hah? Guys, ini enggak kecil, Guys. Ini gede loh, teman-teman. lantai dua. Hah. Hah. Tempat tidur. Oh. Hah. Hah. Guys, setan cewek tapi tetap hening tapi serem. [ __ ] Oh [ __ ] Oh [ __ ] Apa tuh? Sumpah unenny banget cuy ini tempat cuy. Hah guys gua dapat kunci lagi guys. Sumpah guys. K itu the back room. Is it backroom? Is it WC guys? WC hitam. WC hitam. Wah, ini mimpi buruk sih bocil-bocil nonton ini, cuy. Seram, cuy. Game gak ada suara seseram ini. Is that backroom? Yes, this is backroom. Hah? Mendiang ayah. Mendiang ayah. Hah? Iya, ini backroom, Guys. Benar. Lantas apa yang gua lakukan? Can I open this? Cannot, cannot, cannot open, man. Oh, patungnya. Hah, patungnya dihancurin. Why? Pasti terjadi sesuatu saat patung itu dihancurkan, Guys. Pintu yang ketutup tadi. Mister [Musik] Oke. Oke, Guys. Misteri di sini, Guys. Hah? Gila, tempat gede banget cuk. WC. Ngapain di WC? Aduh gelap cuy. Gua engak bisa ke mana-mana guys. Balik sini kah? Mana nih? Bingung banget jalannya nih. Yang tadi ada setan. [Musik] Noah loh. Oh checkpin, Guys. Kita harus lari ke mana, ya? Lari buntu. Kocak. Anjir serem banget cuy jump scare-nya cuk. Jump scare muka Mr. Isida. Oh dia rotasi guys. Dia rotasi di sini cuy. Itu dia. Itu dia itu dia. Itu dia. Mungkin ini WC enggak guna. Ke sana, ke sana. Sabar sabar sabar. Mekanik nih. Mekanik, guys. Mekanik, mekanik. Fix mekanik, cuy. Fixing mekanik, Guys. Fixing mekanik, Guys. Kita harus keluar. Kita simply harus keluar, Guys. Kita harus ke sana, Guys. Kita harus ke sana, Guys. Anjing, kaget babi. Sor toxic. Sor toxic. [Musik] Oke, gua tahu caranya. Gua tahu caranya. Kita harus keluar ya. Kita harus keluar, Guys. [Musik] W masih seram langsung. Yol y yolo y yolo lah. Nah. Kok ada tangan? Hah? Mr. Nehbor. Mr. Neighbor. Kamu terbaik-baik, Said. Kamu terbaik-baik. Kamu terluka. Aku urus ya orang di atas itu. Ibumu ada di fasility sekarang. Aku akan menyetir dari sini. Maukah kamu? Right in the car. Yes. Where’s mom? Where’s mom? Mr. Neighbor, where is my mom? Where is it? Where is it? Where is Mr. Mr. Mom? Eh, Mr. Mom. Where’s my mom? Di mana? Yang jelas facility-nya? Kasih tahu di mana. Kan facility gede, Mr. Neighbor. Where’s my mom? Ibu. Hah? Ibu. Ibu maafkan aku. Manami. Maukah kamu maafkan ibu? Ya, masa gua bilang no, guys ya. Yes lah. Yes lah. Yes. Hah. Semenjak waktu itu aku tidak bisa bertanya kepada ibuku apa yang terjadi atau apa yang terjadi. Dia sudah melalui banyak hal. Aku mengerti apa yang terjadi kepada dan aku mengerti apa yang terjadi kepadaku yang ibuku gimana sih? Intinya now I understand that what happened to my mother wasn’t unusual. Oke. Aku mengerti apa yang terjadi kepada ibuku. tidaklah biasa. Aku tidak tahu apakah pilihan ibuku benar atau salah. Namun, salah satu pilihanku salah. Hah? Have you decided on the apakah kamu sudah memutuskan rumah yang kamu kamu tinggali? Yap, aku ingin tinggal di apartemen di sebelah. Hah? What the [ __ ] is that? Bro, wait. En year later. En later yang tadi, Guys. Kocak tuh. Enter tuh ngulang lagi. Aneh ya continue-nya di sini ya. Start tuh. Start enggak ada continue guys. Enggak mungkin gua. Emang ada ending dua, Guys? Emang iya ada ending dua, Guys. Bocil ending du menyerang, Guys. Kencangkan sabbu kemauan. Kalau pilino, ya. Kalau pilino, ya. Coba, coba gua lihat YouTube dulu. Gua lihat YouTube dulu, Guys. Kayaknya enggak ada deh ending du emang. Masa gua gak maafin ibu gua sendiri, cok. Enggak deh, Guys. Kayaknya, Guys. Sama tuhya sama guys. [Musik] Lah kok dia beda sih? Nah, ini kan di mobil guys. tetangga dia. Wah, itu diculik anjing sama misteri wacata ya. Wat ya gim. Oh, kayaknya pilino ya. Pilino mungkin. Oh, enggak dong. Berarti dia gak ini guys. Dia gak dibantuin tetangga. Dia gak dibantuin tetangga teman-teman. Kalau gua good ending kocak gua good ending gua dibantuin tetangga contoh mati contoh mati contoh matay contoh matai contoh matai ending 3 guys gila gameennya bagus bro tapi ada agak aneh enggak jelas ya guys coba tulis di kolom komentar isida tuh ngapain kenapa ada setan tadi setan muka merah dan kenapa kita ngancurin patung con mati contoh mati kuda saya contoh mati kuda saya contoh mati kuda saya contoh mati Mati con mati. Cotisan cotomatis. Ending dua, Guys. Ending du dari bank YouTuber Bank Jepang tadi, ya. Ending satu gua. Ending 3, ya. Ending 3 nih feeling gua. Kita tekan kredit. Nah, terus kita tekan autogic. Kita tekan ini yang tengah. Kita tekan ini. Terus kita tekan ini. Oke, thank you buat teman-teman yang sudah nonton. Game-nya seru dan aneh ya. Jadi sampai jumpa di game horor-horor Jepang lainnya dan juga horor horor-horor aneh lainnya. Sampai jumpa di next video ya. Gak ada ending 3, gak ada cuma dua ending dan selamat sekolah buat teman-teman yang besok sekolah. Randinda bye bye.
Yuk Join Discord paling rame se-Indonesia buat cari temen!: https://discord.com/invite/motionime
Join Server GTA Roleplay ku MotionlifeRP: https://discord.com/invite/motionliferoleplay
Top up semua game di windahtopupstore!: https://www.instagram.com/windahtopupstore/
Festival Motionimefest: https://www.instagram.com/motionimefest/
Toko top up game ku Windah Topup: https://windahtopupstore.com/
Follow Instagram ku: https://www.instagram.com/windahbasudara/?hl=en
———————————————————————————————–
Sebut nama oleh nightbot langsung aja ketik !sebutnama
Terima kasih buat yang sudah mampir, dan yang sudah like, share, dan subscribe!
Stream ini tidak membuka donasi teman- teman 😊. Donasi-kan lah ke anak yatim piatu atau orang- orang yang lebih me mbutuhkan, hal tersebut sudah menjadi bentuk donasi ke stream ini, terima kasih. Atau kalian bisa donasi ke sesama yang membutuhkan di https://kitabisa.com/
————————————————————————————————
nightbot commands:
!discord
!topupstore
!sebutnamaku
!instagram
#WindahBasudara