KASUS TOM LEMBONG HINGGA PSI NYARIS GAK LOLOS DI KPU | TERUS TERANG MAHFUD MD

Baik, Mahfud. Em khusus untuk tanggapan terhadap eh netizen pada kali ini, ini agak istimewa, Pakud, karena kami mencoba memilih tanggapan, masukan atau pertanyaan yang bernada kritikan kepada Pak Mahfuz. Jadi, sebagian besar itu memang tentang Tong Membong, Pak. Ini saya bacakan lagi di Instagram nih dari Hi Hidayat. Tolong, Pak, klarifikasi pernyataan Bapak tentang kasus Tom Lembong karena sekarang banyak digunakan buzer. Loh, kalau tidak ada MSR kenapa dihukum? Tidak boleh. Dalilnya yang paling dasar itu adalah khinstraf zonder schi bahasa Belanda. Tidak boleh ada pemedan kalau tidak ada kesalahan. Kesalahan itu mensrea itu kesalahan pemilu tahun 2000 24 sebenarnya dia gak lolos PSI ini gak lolos ikut pemilu. Pelipu terbaru kemarin saya yang turun tangan. Gimana Pak ceritanya? Jadi begini, sesudah lolos pemilu 2024, mereka ke kantor saya itu GR, Natali, Raja Juli, Diring, dan macammcamnya. Terima kasih kami gak bisa membalas. Saya gak perlu balasan saya perlu kamu menjadi virus kebaikan. Artinya KP itu sejak awal memang sudah gak karuan. Saya tidak percaya Komnasam, saya tidak percaya Kompolnas. Saya sudah panggil semua. Saya bilang ini pasti terjadi. Saya lawan di DPR. Nah, orang gak percaya tuh 390 bohong tuh. Loh, kan sudah diklarifikasi di DPR data dengan Bu Menteri Keuangan kan akhirnya clear memang ada pencucian uang 349 triliun. Loh, Pak, itu ke mana kasus sekarang? Kasus sekarang tuh jalan saat itu jalan dan itu diselesaikannya tentu terpisah-pisah. Tidak satu kasus kan ada yang di Makassar, ada yang di Jogja, ada yang di ee apa namanya sutta dan sampai sekarang jalan itu bukan omong kosong. Orang mengatakan lah, Pak Mfud dulu tuh 349 triliun. Loh, ada orangnya sekarang juga ada yang sedang jadi tersangka, ada yang juga sedang dipenjara. Termasuk si Rafael Arun, termasuk orang bernama SB itu yang soal importasi emas itu. Jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi. Selamat menyaksikan. [Musik] Halo, apa kabar Anda semua? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita berjumpa kembali di podcast Terus Terang, forum di mana saya senantiasa bicara secara terus terang dan tanpa basa-basi. Seperti sebelumnya, saya selalu menyediakan waktu untuk secara khusus menjawab komentar-komentar atau pertanyaan Anda. Para followers yang saya hormati, dalam lima episode terakhir ada banyak ya, sekitar 3.000 lebih komentar yang Anda tuliskan. Terima kasih atas respon Anda semua dan saya akan coba menjawab beberapa yang sudah dipilih dan dikelompokkan oleh tim saya. Selain itu, tentu ada isu terbaru yang akan kita bahas juga. Baiklah, mari kita mulai. Silakan mau tanya apa? Baik Mahfud. Em khusus untuk tanggapan terhadap eh netizen pada kali ini. Ini agak istimewa Pakfud karena kami mencoba memilih tanggapan masukan atau pertanyaan yang bernada kritikan kepada Pak Mahfud ya. Ada yang menyangga, ada yang mengritik dan segala macam. Nah, yang gini-gini kami rasa perlu juga kita tanggapin Pak Fud. Nah, kali ini kita membuka ruang untuk itu untuk kita memilih ya. Di antara ribuan yang Bapak sampaikan tadi kita ambil beberapa yang memang ee mengritik Bapak. Sebagian besar memuji-muji, tetapi kan itu yang sebelumnya sudah kita tayangkan, Pak. Nah, nah kali ini kita ambil itu. Terutama mereka mengatakan begini, “Loh, dulu kan Pak Mahfud di pemerintahan ada, kenapa masih ada kasus ini dulu ngapain aja dan segala macam.” Oke, ya. Tapi sebelum ke sana kita masuk dulu ke isu terbaru, Pak ya. Jadi ada beberapa pertanyaan khusus untuk isu-isu terbaru. Nah, Pak Mahfud ini dalam satu slide ada beberapa ee komentar dan tanggapan yang terkait dengan isu-isu yang lagi berkembang sekarang. Saya bacakan, Pak, ya. ini ee Okrama Repfood 6388. Pak Mahfud dan tim tolong bahas Tom Lembong. Wah, di masyarakat beredar seolah Tom Lembong ini dikriminalisasi. Apa yang sebenarnya terjadi Pak? Mohon dibahas, Pak. Terima kasih. Jadi sebagian besar itu memang tentang Tong Melembong, Pak. Ini saya bacakan lagi di Instagram nih dari Hi Hidayat. Tolong, Pak, klarifikasi pernyataan Bapak tentang kasus Tom Lembong karena sekarang banyak digunakan buzer. Jadi ini kayaknya dulu Pak Mahfud pernah memberikan pernyataan tentang Tom lalu itu dimunculkan sekarang. Kemudian dari Okinisme. Komentarin dong soal Tom Lembong Prof gitu ya. Lalu dari Fahreeza, “Pak Mahfud, kenapa kok belum dibahas kasus Tom Lembong? Padahal sudah jadi pembicaraan ramai dan terang benderang kejanggalan atau kriminalisasinya. Saya mengamati dari awal-awal Pak Mahfud kok agak menghindar dari ee membahas kasus Tom Lembong ini. Bahkan cenderung sangat normatif tanpa mencoba melihat substansi janggalnya apa. Ayo, Pak. Atau memang wajar kami mengira apa-apa dengan Tom Lembong. Itu tentang Tom, Pak. Lalu ada juga dari Subanul Yaum. Heeh. Itu tanyakan dong Pak Kiai Mahfud. Eh, tanya dong Pak Kiai Mahfud, bagaimana dengan PSI yang kembali dipimpin oleh Kaisang dan jadi partai super Tbk? Hah? Ini juga ada tentang PSI. Lalu Pak ee dari Rajoange 618, Pak, nanya dong soal aktivis NENI yang diduga di Doxing Pemprov Jabar. Diduga ya, Pak ya didxing Pemprov Jabar AK Deadmullah ini maksudnya Dedi Mulani. Ini lagi ramai nih, Pak. Memang nih. Pak Mahfud B dari mana? Tom Lembong dulu, Pak. Ya. I Tom Lembong. Jadi biasanya saya itu tidak pernah ee apa namanya memberikan pembelaan atau kritikan terhadap pengadilan dan jaksa jika menghukum seseorang dalam kasus korupsi. Saya selalu mendorong pokoknya kalau kasus korupsi ee terbukti ya ee dihukum. Tapi yang untuk kasus Tom Lembong ini saya ee sesudah melihat prosesnya, proses pengadilan ya. Iya. Proses peradilan dan vonisnya. Kemudian saya harus mengitik kejaksaan maupun pengadilan dengan kata bahwa putusan itu ee salah. Putusan itu salah. Salah. H salah dalam pengertian ee kalau dalam hukum putusan yang salah itu harus dilawan dengan banding gitu. Orang melakukan banding itu karena putusannya dianggap salah. Menurut saya memang salah. Ee karena apa? Karena Tom Lembong itu ah sebelum itu dulu ketika Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka pada bulan November tahun lalu, saya membela kejaksaan. Ketika kejaksaan disudutkan, tidak boleh dong menjadikan seseorang sebagai tersangka itu kalau yang bersangkutan ee tidak apa menerima aliran dana dari korupsi yang dituduhkan. Nah, waktu itu saya katakan penasangkaan Tom Lembong kalau hanya karena dia tidak menerima aliran dana maka dia ee bisa ditersangkakan. Jadi waktu itu menanggapi penersangkaannya ya belum ada vonis ni waktu. Iya. Karena katanya kalau tidak ada dana mengalir masa dituduh korupsi itu hukum apa gitu. Sehingga Pak Mud menjelaskan saya katakan korupsi itu dana nyata satu mengalir ke diri sendiri atau mengalir ke orang lain atau mengalir ke korporasi. Tomak ada bukti memperkaya sendiri sehingga ada mengalir ke situ menurut saya tepat pada waktu itu ditetapkan sebagai tersangka pada waktu konteksnya ketersangkaan bukan vonis. Bukan vonis. Oke. Nah, sekarang vonisnya itu ah nih karena dalam hukum pidana itu ada dua unsur utama yang harus sama-sama terbukti. Satu namanya aktus serius. jenis perbuatan yang bisa dihitung, bisa didengar, bisa disaksikan oleh logika-logika biasa. Ada barangnya gitu. Itu aktu serius namanya. Aku serius. Iya. Aku serius itu ya ada perbuatannya. Kalau di pidana itu perbuatannya satu, memperkaya diri sendiri atau orang lain. Caranya melawan hukum. Lalu yang ketiga merugikan keuangan negara. Itu aktu seriusnya untuk korupsi. Nah, yang kedua ada unsur lain yang lebih penting dari itu namanya mensrea. Mensrea itu artinya niat jahat. Niat jahat. Iya. Ee guilty mind. Iya. E niat jahat itu artinya itu terjadi kalau dia melakukan itu karena ada niat. Apa ukurannya niat itu? Pertama tujuan. Ada tujuan purpose gitu ya. Tujuan. Yang kedua tahu dia. Yang satu memang bertujuan melakukan itu. Maksud yang kedua tahu dia bahwa itu tidak benar dan dia tahu bahwa itu ee tidak boleh terjadi. Yang ketiga karena lalai. Yang keempat karena sembrono. Lalai itu berarti termasuk unsur dari mensrea ya. Lalai termasuk unsur mensrea. Iya. Karena kemarin ada profesor mantan hakim agung mengatakan bahwa ini enggak apa-apa karena dia lala itu tidak termasuk mainstri gitu. W ee Lala itu main seri ya di dalam ilmu hukum pidana jelas itu diajarkan di awal-awal semester orang kuliah Fakultas Hukum. Jadi kalau ada wah iya betul saya dengar juga tuh gak bisa katanya orang ee dihukum tuh bukan meskipun gak punya minsrea kalau lalai bisa katanya loh lalai itu padahal min iya min itu lalai itu empat kelompok lalai itu gitu tapi okelah itu gak gak apa-apa loh kalau tidak ada mens kenapa dihukum tidak boleh dalilnya yang paling dasar itu adalah khinstraf zonder scut ini bahasa Belanda tidak Boleh ada pemedan kalau tidak ada kesalahan. Kesalahan itu mensrea itu kesalahan aktu seriusnya oke dibuktikan. Aktu seriusnya pun kan tidak terbukti toh. Karena pertama dia tidak melanggar hukum. Dia melaksanakan perintah. Iya kan? Dana yang mengalir betul menguntungkan tapi dia kan melaksanakan perintah tidak melanggar hukum. ada dokumen-dokumen bahwa diperintahkan untuk apa namanya menakal kelangkaan gula kan pada waktu itu dan ada rapat-rapatnya, ada perintahnya yang tidak dibantah di dalam persidangan gitu. Nah, oleh sebab itu pun sudah salah aktu seriusnya apalagi mensreanya apalagi kemudian menyebut ee karena melakukan ekonomi kapitalistik. Nah, itu dia. Nah, kapitalistik itu apa gitu? Kapitalistik itu sebenarnya adalah ide tentang perekonomian, bukan norma. Bukan norma ya, Pak ya. Kalau apa yang ada di ide itu belum ada normanya, tidak boleh dijadikan hukum. Seperti misalnya saya selalu memberi contoh yang paling mudah. Ada ee ee ide di dalam Pancasila itu harus berlaku kemanusiaan yang adil dan beradab. Oke. Berarti Anda gak boleh menghina manusia. Tapi Anda menghina manusia gak apa-apa sebelum ada norma. Lah kenapa sekarang orang dihukum kalau e ee apa namanya membully manusia? Ada yang membunuh dihukum karena sudah ada normanya. Barang siapa membunuh hukumannya sekian. Itu sudah ada norma di dalam KUHP. Sepanjang sepanjang belum ada enggak bisa orang belum ada normanya. Seperti sekarang nih Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya rakyat Indonesia bertuhan tapi itu baru ide belum ada normanya. Iya kan? Misalnya saya tidak bertuhan tuh banyak tuh sekarang orang saya gak percaya Tuhan apa itu ateis agnostik gak ada tuh Tuhan gak bisa dihukum karena tidak ada barang siapa ateis diancam hukuman sekian barang agnostik gak bisa dihukum gitu. Nah, oleh sebab itu ee harus ada norma. Nah, ini kapitalistik ini apa gitu ee normanya tuh apa gitu. Dia kan tidak paham tuh. Seharusnya tuh orang belajar hukum tahu tahu bedanya filosofi. Filosofi itu turun ke asas. Asas itu turun ke norma gitu. Norma itu sudah ada. Barang siapa melakakan ini akibatnya ini itu norma namanya. Ini yang kapitalistik apa normanya? Gak ada. Itu ide aja yang harus nanti mendasari norma gitu. Maksud kaget dengan ada pertimbangan itu ada kapitalisme segala macam. Oh, ini iya ya. Itulah ee makanya saya katakan ini salah dan harus dilawan dengan banding. Dengan banding bukan dilawan dengan apa gitu. Dilawan dengan banding karena salah. Kesalahan itu harus dibanding. Kalau bandingnya ada kesalahan lagi kasasi kan gitu. Oke. Iya. Oke, Pak. Kita lanjut ya, Pak ya. Iya. Yang tentang PSI, Pak. Yang tadi ee terpilih Kaisang sebagai PSI dan menjadi partai super Tbk. Apa pendapat Pak Mahmud? Ya, menurut saya bagus saja. Kenapa tidak? Silakan. Ee negara ini negara demokrasi. Orang boleh berkreasi membentuk partai, ikut partai, tidak suka partai. Itu bagus gitu ya. Semuanya kan untuk ee apa me ee ee mengekspresikan apa yang dia inginkan. Jadi menurut saya selamatlah kepada PSI. Tapi saya punya kenangan tuh. Iya. Kan saya dengar Bapak juga dulu awal-awal diminta membantu waktu P bukannya awal-awal pemilu tahun 2000 24 sebenarnya dia gak lolos PSI ini gak lolos ikut pemilu peliput terbaru kemarin saya yang turun tangan gimana Pak ceritanya jadi begini gak lolos itu artinya tidak diloloskan tidak diloloskan oleh KPU iya oleh KPU pada 10 November gitu sekitar hari pahlawan gitu Raja Juli Antoni datang ke saya Sekjennya Waktu itu ya waktu itu Sekjen itu seperti adik saya L dekat. Iya. Iya. Iya. Minta tolong, Pak. Kenapa saya bilang ini partai PSI ini tidak lolos lah. Kenapa tidak lolos? Kalau memang tidak lolos gak menuh syarat kan tidak apa-apa. Gak Pak ini tidak adil. Kenapa? Itu Partai Gelora sama situasinya. Di sini kabupaten ini tak terpenuhi, provinsi ini begini. Kami sama. Tapi Partai Gelora lolos. kami tidak lulos loh. Kok kamu tahu udah ini ada ee apanya sudah beredar nih ee apa naskah naskah ininya. Terus oke saya bilang saya telepon ke KPU. Ketua KPU atau e saya ketemu ketua KPU-nya. Kemudian sejennya Ren Ren apalah pokoknya yang nama-nama gitu Renhard atau siapa ee ada di HP saya sampai sekarang masih terekam. Saya tanya, “Pak, saya tidak ikut campur ya, saya ini pemerintah.” Tapi kalau KPU itu gak benar, yang dituduh pemerintah. Kenapa, Pak? Itu PSI kok lolos, Partai Gelola lolos gitu. Ee iya, Pak. Itu pimpinan. Coba saya minta datanya dikirim. Betul. Kata Sekjen itu. Iya, kata Sekjennya. Pokoknya sampai sekarang masih seken KP ya, Pak. itu tanggal 10 dikirim ke saya terus, oh iya ini Gelora masuk, PSI gak masuk terus saya analisis dengan Raja Juli apa sih masalahnya? Begini katanya kalau Gelora itu ada yang mengoperasi agar dia lolos analisisnya analisis kalau kami katanya karena mengganggu partai lain suara kami sama gitu ada yang operasi gitu. Oh begitu. Oke, habis itu saya bilang ke Hasyim ketemu di pesawat dua kali. Mas Hasyim ini Hasyim ketua KPU ya? Iya. Rupanya dia sudah dengar tuh bahwa bahwa ada keributan. Mas Hasim ini kok ada begini KPU. Iya Pak, saya sudah dengar nanti kita selesaikan. Saya sudah mesan Pak ke anak-anak itu. Jadi diakui oleh Hasim itu. Iya. Iya. Saya sudah pesan Pak ke anak-anak agar tidak diintervensi oleh orang luar. orang luar tidak boleh masuk ke ke poin-poin itu ke ke ceklis itu enggak boleh masuk ke situ. Tapi Pak sudah sudah ee keluar gitu. Nah, habis itu saya ketemu lagi dengan Hasyim di peresmian ee TV One Pemilu. Oh, ingat ingat peluncuran TV pemilunya TV1. Ingat saya waktu itu adaat Bapak dengan Pak Hasim. Iya dulu. Mas Hasim itu sudah beres belum? Sudah, Pak. Wah, ini anak-anak ini memang ngacau ini katanya. Sudah, sudah. ee e PSI masuk gitu. Dari situ juga saya telepon si Joni, si Raja Juli. Raja Juli Juli ini ini ada orangnya ya. Dia bisa menyaksikan sendiri, Pak ya. Dia bisa mengomentar kalau mengatakan bisa Raj Juli ini saya sedang sama si ketua ketua kamu amanlah partaimu gitu. Nah, habis itu kan memang masuk. Kalau gak habis dia Pak kebayang itu Pak. Kalau Pak AFD enggak turun tangan selesai umurnya hanya sampai di situ. Kenapa? Karena apa? He. Karena dulu saya ikut habis-habisan mendorong lahirnya PSI. Saya bukan pendiri. Tapi mereka itu waktu mendirikan datang ke saya juga ke Gunawan Muhammad, saya Tuti Herati, Nurhadi banyaklah tokoh-tokoh yang mendukung Saiful Mujani, Saiful Mujani apa itu pokoknya mendukung. Saya kenal baik juga dengan Jefri. Saya dukung ini apa pesan saya waktu itu? Saya mendukung PSI ini meskipun masa di depannya seperti apa karena mungkin pemilihnya belum banyak dan sebung bahkan saya ikut menyeleksi calon anggotanya. Iya, Pak. Saya dengar Bapak menyeleksi muwancara calonaloncara saya seleksi karena pesan saya hanya satu. Saya ingin PS ini menjadi virus kebaikan karena sekarang semua partai itu sudah korup. Anda tanya ke saya partai apa yang tidak ada koruptornya? Saya hafal satu-satu. Saya bilang, “Nah, PSI harus menjadi partai baru yang menjadi virus kebaikan.” Siap, Pak. Gitu. Si Gres Natali itu sering sekali ketemu saya. Iya. Siap. Minta itu. Iya. Terus iya, Pak. Siap. Waktu juga sesudah lolos Pemilu 2024, mereka ke kantor saya itu Gres, Natali, Raja Juli, Diring, dan macam-macam yang cantik-cantik itu. Iya. I ya. I iya. Terima kasih, Pak. Terima kasih. Kami gak bisa membalas. Saya gak perlu balasan, saya perlu kamu menjadi virus kebaikan. Saya bilang, “Siap, Pak. Kami menjadi virus biasa dong.” Tanya aja mereka. Jadi wajar dong. Kalau misalnya tanya Bangfud, kecewa enggak melihat perkembangan dengan sekarang menjadi partai katanya Tbk lalu dipimpin anak mantan presiden. Gimana Bapak melihat? Kalau dipimpin siapapun saya gak kecewa. Mau menjadi Tbk saya gak bisa menilai karena Tbk itu apa belum tahu. Nanti kita lihat. Jadi pokoknya kita ucapan selamat saja dan ingat bahwa Anda juga mau sudah berjanji mau menjadi virus virus kebaikan. Saya masih ee anulah ee perlulah partai-partai begitu itu. Tapi ini fakta semua yang saya katakan tadi ini orangnya masih ada semua ni. Masih ada semua nih dan menyaksikan Bapak menjelaskan ini Pak Amin Rais kemudian kan gak lolos karena gak ada yang bela dia tiba-tiba gak lolos. Loh, kok itu yang tadinya gak lolos? Lolos gugat dia. Gugat ke Bawaslu. Iya, Bawaslu. Partai Umat. Partai Umat. Woh, ngamuk-ngamuk. Amin Ris main-main lolos. Artinya KPU itu sejak awal memang sudah gak karuan tapi okelah. I lepas dari kasus-kasus kriminel dan moralnya kan itu yang kemudian mendukung itu. Kita lanjut Pak ya. Pertanyaan berikutnya tentang ee diduga di doksing, Pak. ini ada ada peristiwa doxing terhadap ee Ibu Neni, Mbak Neni yang aktif di medsos. Apa tanggapan Pak AFud? Ya menurut saya itu ya ee itu ee menudai mencederai ee prinsip-prinsip demokrasi di mana orang itu mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat dan melancarkan kritik. Mungkin nenek itu menyampaikan kritik dan saya ya dan dia termasuk yang rajin mengritik memang dan saya baca kritiknya bagus-bagus aja gak nyebut nama hanya menyebut hai kepala daerah dan itu mengingatkan buat semua ya. Iya. Kalau Anda mau apa namanya promosi diri misalnya, mau kampanye, mau apa, mau bermedsos, harap jangan gunakan anggaran negara, anggaran pemerintah. Itu kan tidak apa mengingatkan gitu kan tidak jelek juga, tidak kasar. Tapi kemudian orang ini didoksing oleh ee tokoh politik tertentu. Iya, gitu. Katanya rombolannya apa? Pendukungnya. Tokoh politik tertentu. Pendukungnya. Iya. ee didoksing oleh rombongan ee ee pendukung politik apa rombongan pendukung politisi tertentu. Iya. Ya, sebenarnya gak apa-apa dia menjawab juga bahwa saya tidak menggunakan anggaran negara gitu tetapi lalu diserang habis-habisan apalagi fotonya dipasang di satu situs sehingga juga terkesan bahwa dia menyerang satu orang di akun resmi Pemprov Jabar Pak. Iya. Itu kan ditaruh orang lalu menduga ini yang kena ni pasti ee gubernur Jawa Barat yang tersinggung. Kenapa orang di Indonesia ada 400 ee 550 bupati walikota dan 38 gubernur? Kok kok dia yang masang fotonya dia atas itu kan orang jadi bertanya-tanya. Iya. Oleh sebab itu ya saya menghimbau mari ee demokrasi ini kita rawat dengan ee sebaik-baiknya. Kalau kriminel ya kriminalkan aja. Tapi kalau orang cuma begitu masa kriminel. orang bilang jangan main-main anggaran itu gitu dan tidak tertuju kepada siapapun. Mungkin ada yang terkena mungkin maksudnya menyindir tapi kan ee tidak ada secara ee jelas secara nyata dia menuduh orang tertentu dan itu him tidak menyebut nama juga himbuahnya himbuahnya kan baik gitu ya. Mari kita jaga terutama para tokoh-tokoh agar kalau merasa oh itu anak buah saya keliru, itu pendukung saya keliru. Ee jangan sampai dituju tuh baser bayaran gitu kan gak gak enak. Iya. Iya. Itu aja. Mari jaga demokrasi ini semuanya. Saya lanjut ya, Pak. He. Oke, lanjut. Nah, pertanyaan berikutnya di slide coba kita lihat. Nah, ini, Pak. Ada pertanyaan dari anak abah. Haha-nya banyak banget nih, Pak. Bahas soal niat DPR mau ngubah Undang-Undang MK. Bukannya itu terjadi waktu Bapak di kabinet? Nah, ini Pak soal undang-undang MK yang setelah putusan MK kemarin lalu DPR bereaksi. Lalu pertanyaannya bukannya terjadi masalah itu muncul sejak di kabinet Pak Mahfud. Ada lagi dari eh Hosnov. Hosnov itu Prof. Bahas dong mengenai kenapa politik Indonesia sekarang antara eksekutif dan legislatif seakan-akan menjadi saudara. Apakah pengalaman Pak Mahfud dulu bermesraan terus dengan pemerintah atau bagaimana? Monggo, Pak. Dijawab mungkin yang MK dulu. Itu memang terjadi di zaman saya rancangan undang-undang MK itu di zaman Mahfud memang tapi justru saya tolak. Justru ditolak lalu dimunculkan sekarang lagi. Jadi ceritanya begini loh. Ini gak apa-apa ini bukan rahasia negara ini peristiwa politik yang biasa saja. Jadi waktu saya jadi Menkopol Hukam di tahun 2019 itu ee sudah ada sebuah rancangan undang-undang perubahan MK yang isinya tuh menurut saya ini gak bagus nih bagi MK gitu. Orang bisa dipecat di tengah jalan, orang apa gitu. MK itu kan harus independen menurut Pak Mahfud ya. Menurut saya waktu itu ya menurut saya waktu itu terus saya bilang saya gak setuju ini. Terus ee Minumham waktu itu Pak Yason Pak Menko ini sudah trade off katanya. Trade off apa? Sudah kesepakatan antara MK presiden, DWR gitu loh. Kok ada kesepakatan gitu? Iya Bapak belum jadi menteri dulu katanya kan kata Pak Menkum. Iya kata Pak Menkum Ham tanya aja Bapak jadi menteri dulu. Bambang Eko Cahyana juga diranya begitu, Pak. Ini sudah ter off, Pak. Katanya kesepakatan antara MK dan DPR. Iya, kesepakatan. Kesepakatan. Wih, iya dong. Saya sebagai mentir gak boleh dong mendestruksi apa yang sudah diputuskan. Kalau disepakati saya gak setuju. Tapi tapi pemerintah sudah memutuskan. setuju. Oke. Nah, lahirlah Undang-Undang MK yang terakhir itu saya ya sudah gitu kan karena itu sudah disahkan sudah tinggal pembacaan anu di paripurna. Oke, baru 2 tahun ini 2020 ya. 2022 tiba-tiba pemerintah mendapat surat dari DPR rancangan perubahan undang-undang MK sudah ada suratnya agar pemerintah segera membuat DIM dalam waktu 60 hari. Nah, isinya itu ya ancaman terhadap independen MK menurut saya. Hm. Karena apa isinya itu ee masa perpanjangan masa jabatan hakim MK itu gini nih, masa jabatan hakim MK 70 tahun pensiun atau kalau lebih dari itu 10 tahun itu ya 10 tahun lebih dulu. Jadi masa jabatan yang dipilih itu Oh. Apakah usianya 70 tahun pensiun atau masa kerjanya sebagai hakim? Masa 10 tahun. Oke. Oke. Itu berhenti. Coba. Oke. Ah. Jadi untuk yang 10 tahun itu setiap 5 tahun dimintakan konfirmasi dulu kepada institusi yang ngirim apakah DPR apa presiden apa MA kan ini menurut draf revisinya menurut draf revisinya sudah okelah 70 tahun setiap 5 tahun dimintakan revisi. Tapi aturan peraliannya untuk MK yang sekarang aturan peralihannya begini. Nah, satu mereka yang sudah ee 10 tahun ee yang sudah lebih dari 5 tahun dan belum 10 tahun harus segera dimintakan konfirmasi. Artinya kan bisa langsung dipecat itu. Oh, iya. Nah, kalau itu iya pada waktu itu di tahun 2022 dan 2023 itu kalau itu begitu rumusannya maka yang terkena pada waktu itu hakim-hakim yang oleh publik dinilai bagus. Saldi Isra Soehartoyo dan en hakim-hakim progresif lah ya integritasnya bagus langsung kena waktu itu. Adapun hakim yang sudah ee lebih dari 10 tahun dalam hal ini Anwar Utsman kan yang lebih dari 10 tahun itu memilih apakah itu ee pensiun di tahun ke-15 ya ya atau usia atau 70 tahun 70 tahun. Hm. Dia kalau begitu dia bisa dapat tambahan lagi dari 15 kalau milih 70 tahun. Kalau 15 tahun kan besok deh. Iya iya iya. Besok tahun depan di pensiun. Tapi dengan undang-undang ini dia diperpanjang. Dia bebas memilih yang bebas memilih menjadi 1 tahun 2 bulan tambah dia lagi justru lebih panjang dipanjang lebih panjang lagi gitu. Itu yang Pak Mahfud enggak kekebatan. Oh saya enggak setuju sampai saya akhir jabatan saya bilang saya menolak. Ada yang ngancam ini sudah persetujuan presiden gak. Saya mau lapor ke presiden, dia bilang justru saya gak setuju ini saya lapor presiden. Bilang jadi justru Bapak pending itu ya pending karena tahuan bahwa itu untuk keuntungan orang-orang di MK. Iya pending. Sudah saya gak mau hadir lagi gak mau saya. Nah berarti sudah selamat nih tiga orang. Tetapi begitu saya pensiun, saya mengundurkan diri di bulan Februari itu 2 bulan kemudian paling lama ini sudah muncul lagi. Menteri yang baru, Menko Polukam yang baru diundang ke DPR lalu setuju tanda tangan. Tapi kan ribut tuh ribut dipending sampai sekarang. Nah, sehingga pengesahannya katanya mau gunakan sekarang menurut saya ya itu tidak baguslah bagi MK. Jadi untuk menjawab ini justru di masa Pak Mahfud, Pak Mahfud itu menolak itu menolak ini. Lalu sekarang dihidupkan ini untuk mengancam hakim mengancam independensi ee Mahkamah Konstitusi menurut saya dan menurut banyak penilaianlah penilaian ahli. Nah, sekarang nih karena terkait dengan ee pemilu serentak nasional dan lokal itu. Iya. Iya. Lalu ada yang lagi mulai menghidupkan ini lagi. Iya. Karena putusan MK kemarin yang dianggap tidak diterima oleh parpol gitu ya. Sehingga dihajar balik pakai ini ya. Iya. Iya. Nah, saya tidak tahu nasibnya karena apa. Saya sekarang akan pengamat akan mengamati aja seperti apa tuh nantinya. Oh, kalau dulu saya lawan dulu enggak enggak enggak bisa lolos ya di di Oh, gak bisa gak bisa lolos sampai staf saya diancam ini sudah anu loh kamu staf saya di sini gak usah hadir kalau diundang bilang saya gak setuju. Aduh. Oke oke oke. Nah gak ada yang ribut kan di ini ini jawaban nih bagi yang yang mengaitkan apa undang-undang MK dengan ee masa Pak Mahfud Jemenko. Lanjut ya Pak. Ini lagi yang soal ee apa namanya? ee kenapa politisi Indonesia itu sekarang antara eksekutif dan legislatif seakan menjadi saudara? Apa yang Bapak memang besra sekali? Demokrasi Pancasila itu mengarahkan agar kita ee rukun bersaudara sebagai satu bangsa. Tapi bersaudara dengan berkolusi itu beda. H. Jadi kalau pertanyaannya mengapa bersaudara? Bagus sekali kalau bersaudara tapi tetap proporsional. jangan bersaudara lalu berkolusi untuk membuat keputusan-keputusan kesepakatan yang menyengsarakan rakyat gitu. Nah, oleh sebab itu Anda tahu ee Menko itu tidak punya mitra di DPR tapi dua kali saya diundang DPR saya lawan karena Anda menduga ada apa-apa dengan mereka. Iya. Yang kasus Sambo itu betapa saya dilecehkan ini menteri koordinator apa menteri provokator? Sampo itu sudah bersih kan gitu diundang. Saya bilang ini harus dibuka. Saya gak percaya ini saya tidak percaya Komnasam. Saya tidak percaya Kompolnas. Saya sudah panggil semua. Saya bilang ini pasti terjadi. Saya lawan di DPR. Akhirnya kan terungkap. Iya. Akhirnya terungkap. Ketika apalagi kasus pencucian uang. Oh 349 triliun. Kementerian Bapak itu sampai disidang di DPR. di dikeroyok saya diburu gak boleh anda ikut campur kata siapa gak boleh saya bilang Pak Mahfud membentak mereka waktu itu saya lihat iya saya lawan mereka ada juga yang sampai buka baju mengemando anggota DPR agar nyerang saya gak takut kalau saya diusir dari ruang ini saya ngomong keluar saya bilang ayo saya bilang saya lawan waktu itu DPR kan waktu itu kasus pencucian uang itu di Kementerian kan meledak Karena gara-gara anak Rafel Alun, Rafael Alun. Rafael Alun 2, Salon 3 Kementerian Keuangan ya. Iya. Dianiaya gitu ya. Dianiaya lalu mau dilindungi, dikenakan pasal kelalaian. Ini bukan kelalaian saya bilang. Sementara barang-barang bukti mobil dan sebagainya itu sudah diangkutlah oleh aparat. ke mana ya? Kita tanya mobilnya mana terus balik lagi di anu saya tidak setuju pasal ini. Ini pasal pembunuhan berencana saya bilang karena orangnya dipanggil dulu lalu dihajar. Ini pasal pembunuhan berenc ee berencana. H. Jadi ketika dipanggil terus dihajar lalu katanya mau dibebaskan hanya kelalaian. Gak bisa. Saya bilang ini anaknya siapa? Ini anaknya Ralun. Wih, kenapa anaknya pejabat? Pejabat eselon berapa sih? Eselon 3 di departemen keuangan katanya. Oke, saya telepon si ee Yustia Vandana. Ivan Ytia Vandana PPATK. Mas Ivan ini pejabat eselon 3 kok seperti ugal-ugalan katanya mobilnya selalu ganti rumahnya mewah. Ini Pak Mahfud bilang ke Ivan. Ke Ivan lalu saya ingin tahu profilnya Rafael Alon siapa. Terus saya bilang Pak gitu besok laporannya. ini termasuk yang kami laporkan dalam pencucian uang sebesar 349 triliun. Surat kami dari tahun 2009 sampai sekarang ini tidak diproses nih. Padahal sudah kami laporkan bahwa dia terlibat penjujan uang gitu kan. Saya minta datanya siapa? Betul. 349 triliun itu penelitian uang yang dilaporkan oleh ee PPATK. He. Lalu ya kita bongkar kok 300 surat ini tidak bergerak gitu kan. Nah orang gak percaya tuh 390 bohong tuh. Loh kan sudah diklarifikasi di DPR data dengan Bu Menteri Keuangan kan akhirnya clear memang ada pencucian uang 349 triliun. Loh, Pak. Itu ke mana kasus sekarang? Kasus sekarang tuh jalan. Saat itu jalan karena 349 triliun itu 30 surat. Eh, 300 surat. 300 surat. Iya. 300 surat ini yang ini yang besarnya sekian triliun, ada yang sekian miliar, sekian ratus juta tuh 300 surat. Nah, dan itu diselesaikannya tentu terpisah-pisah. Tidak satu kasus kan. Ada yang di Makassar, ada yang di Jogja, ada yang di ee apa namanya sutta dan sampai sekarang jalan. itu bukan omong kosong. Nah, bagus ini pertanyaan ini. Karena Iya, orang mengatakan lah, Pak Mfud dulu tuh 349 triliun loh. Ada orangnya sekarang juga ada yang sedang jadi tersangka, ada yang juga sedang dipenjara. Termasuk si Rafael Arun, termasuk orang bernama SB itu yang soal importasi emas itu. Oh iya iya, Pak. Iya. Sekarang satu satu saya ingat waktu itu satu kali transaksi 89 triliun kalau enggak salah, Pak. Iya. Iya. Iya. Itu ada semua sudah dicocokkan ada. Nah, cuma memang pada waktu itu mengagetkan karena kok besar sekali karena orang tidak berpikir bahwa 349 triliun itu satu agregat. Jadi setiap aliran ke sana tuh dicatat berpindukasian. Yang kedua itu 300 surat yang disampaikan gitu. Nah, akhirnya clear. Jadi sekarang itu jalan bukan tidak jalan. Itu yang saya tengkar dengan DPR. Gak boleh, gak boleh. Saya bilang, “Anda siapa? Saya juga pemerintah, kita mitra. Saya bilang, “Saya gak bisa disak-desak sampai ributkan.” Iya. I saya bilang, “Anda e DPR ini tahu gak marah-marah di sini sesudah itu nitip kasus.” Saya bilang, “Wah, jadi ramai, Pak.” Itu secara langsung semua orang menonton nonton. Tapi saya tahu saya punya bukti. Bukti zaman saya anggota DPR. Saya kan gak bilang gak orang mengatakan begini, orang mengatakan begini, “Ini Gus Dur hidup lagi nih.” Kata e saya bilang gitu. Tahu gak Mas Rizal? Iya, menteri-menteri itu. Wah, senang tuh banyak yang neleponi saya. Betul. Bapak itu ke DPR dituding-tuding sesudah itu nitip kasus, nitip proyek, nitip itu. Itu teman-teman menteri. Teman-teman menteri masih ada menterinya saya lawan waktu itu menarik dan waktu itu kondusif bagi saya karena Pak Jokowi mendukung. Iya. Iya. Jelaskan aja Pak Mahfud. Gitu Pak Jokowi. Waktu itu saya kan lapor juga, “Pak, ini ribut saya minta maaf ya.” Saya bilang saya tak mau bikin ribut. Tapi itu benar. Siri Mulyani dipanggil, saya dipanggil. Iya. Oleh presiden. Iya. Lalu saya tunjukkan, “Pak, ini faktanya maksudnya begini. Ya sudah jelaskan aja lawan DPR.” Ayo Pak ini kami punya beberapa file itu. Nanti kami insert ya penjelasan Bapak itu beberapa yang bertemu di DPR segala macam. Iya. Jadi ini jawaban kepada hostnof tadi yang mempertanyakan kenapa kenapa eksekutif dan legislatif itu kayak saudara? Ternyata tidak juga ya, Pakud. Beberapa kali harus bersaudara tapi jangan berkolusi. Oke oke oke. Gitu aja. Oke Pak, kita lanjut ya, Pak Fud. Oke. Nah, ini isu-isu terbaru sudah selesai ya. Kita masuk sekarang pada yang saya bilang tadi Pak Mahfud. Saya memberikan ruang. Kita memberikan ruang pada followers Pak Mahfud. Kita tidak menuduh mereka bazer apa-apa, tetapi kita anggap mereka followernya Bapak gitu dan tapi mengkritisi Pak Mahfud. Harus kita hormati. Nah, oke Pak, kita mulai ya, Pak ya. Kita bahas ini ada beberapa, Pak. Waktu menjabat sudah berbuat apa saja? Kenapa enggak memperbaiki yang menurut Anda salah? Kasus-kasus besar kan di zaman Bapak menjabat juga enggak bisa menyelesaikan masalah malah nambah persoalan. Dari Henri Prananda 6837. Mahfud MD waktu menjabat hukum di Indonesia kacau balau. Saat gak ada di pemerintahan kebanyakan kecap. Dari Gusti Andre 5, 5 tahun jadi menteri ngapain? Sama saja. Anda ini selalu mau main aman. Wow. tidak mau idealis katanya. Menurut saya, Anda ini tidak punya integritas, kejujuran, dan keberanian.

______________________________________
#mahfudmd #terusterangmedia #terusterangmahfudmd #psi #jokowi #prabowo #tomlembong
______________________________________

Info konten terbaru, saran serta masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD https://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1

Isu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/

Konten ini diterbitkan oleh: PT TERUS TERANG MEDIA