KEHANCURAN MARKAS DOBRAK !! BOS RED DEVIL ADALAH MANTAN KELUARGA JOHAN ?! GTA 5 ROLEPLAY

Halo semuanya, kembali lagi sama gua Joan Kamek dan di video kali ini itu kita bakal bermain lagi GTA 5 Role Play ya guys ya. Dan di video kali ini itu kita bakalan melanjutkan lagi investigasi tentang karakter si Dut ya guys ya. Nah, rencananya hari ini tuh gua bakalan mencarikan informasi karena gua pengen langsung aja cepat-cepat untuk menyelamatkan Hinata yaitu Putri Bali ya, Guys ya. Karena apa gua pengen nyelamatin dia? Karena ee dalam cerita selanjutnya itu bakalan banyak banget hal-hal yang bakalan terjadi mulai dari Ruby Hinata, dan juga keluarga Kek ya, Guys, ya. Dan sebelum kita memulai video ini, gua harap kalian jangan lupa apa? Jangan lupa kalian tekan tombol like. komen dan juga subscribe video ini. Tembusin dulu like-nya 15.000 like dan komennya 2000 komen ya, Guys ya. Biar apa? Biar gua semakin semangat bikin konten-konten kayak gini lagi dan biar gua semakin termotivasi untuk mengeluarkan ide-ide yang baru lagi ya, Guys, ya. Dan untuk cerita selanjutnya, gua mau cerita doang ke kalian kalau semisalnya lagi dalam tahap pembuatan ya, Guys ya. Jadi banyak banget nih yang heboh banget yang katanya dobrak itu settingan bro. Bedakan yang manakan story of Dobrak sama RP Rise Role Play Geng. Karena di Rise Role Play itu berbeda ya, Guys ya. Dan di Story of the Brack itu juga sangat-sangat berbeda dikarenakan apa? Gua tujuan Story of Dobrak itu untuk memberikan sebuah tontonan biar kalian itu Evan dan Enjoy melihat posisi e dari story dari GTA 5 gitu, Guys, ya. Tetap RP tapi judulnya itu story of dobrak dan dalam ceritanya itu bisa menjadi apapun dan siapapun. Oke, dan sebelum kita menonton video ini, gua harap kalian jangan lupa like dulu seperti biasa 15.000 like dan komennya 2.000 komen ya, guys ya. Nih, gua lihat-lihat nih sebentar lagi kita udah 900K subscriber, Guys. Makanya kalian jangan lupa subscribe dong yang baru nonton. Coba absen dulu adik-adik siapa yang nonton gua udah lebih dari 2 bulan yang lalu dan absen juga yang baru nonton seminggu atau 2 minggu ini ya, Guys, ya. Loh, kok anak-anak enggak ada? Coba coba kalian absenabsen dulu adik-adik karena gua kepo banget nih sama penonton baru gua dan penonton lama ya sebenarnya enggak ada yang lama enggak ada yang baru asalkan kalian tetap support Dobrak. Welcome ya guys ya welcome to komunitas Dobrak Solid. Semoga kalian tetap solid anti drama. Walaupun banyak orang yang menghina walaupun banyak orang yang menggunakan akun palsu untuk menghina kita, tapi ya it’s ok not ya guys ya. Karena apa, Guys? Karena semakin tinggi pohon itu semakin banyak angin yang akan menggoncangnya mau what the hell sendiri berdiri tanpamu aku mau kau tak usah ragu tinggalkan akui kenapa guys walau memang aku begini Ini happy berhenti boy itu kok soalnya gua lu enggak ngasih lu enggak ngerestun gua sama adik lu sama siapa? Hah? Adik gua bukan adiknya si full RP. Loh, Pul kok jipul itu kan P. Oh iya Pimang Cik. Lu punya ad cik. Lah mana dia? Kalian di mana sih? Wi di bawah, di bawah, di bawah, di bawah. Turun lagi ke bawah. Turun lagi. Lu punya adik, kata Toni. Lu punya adik dan lu enggak ngerestuin Toni. What the hell? Tidak, bukan saya tidak restui, Kakak Anton. Wi kayak kucing saya takut sekali. Mana ada anjing. Saya takut baju kalian kapal-kap putih. Masa enggak direstuin sih? Aduh cukim. Tidak bukan begitu kakak Anton kau jangan terlalu negative thinking. Kau jangan set boy. Cuma ya kok bagaimana ya? Eh saya ini sebenarnya sama sekitar satu satu sle begitu kau kirim-kirim link dan saya sama dan kau gitu. Kalau kalau semisalnya di lu komennya sampai 1000 komen untuk ketik setuju lu berarti setujuin gimana? Eh, bagaimana ya, Bu? Benar ya, benar ya, Guys. Guys, guys, kalian komen sekarang juga di YouTube-nya Cipul 1000 orang untuk komen setujuin Tony dan Ad ya, Guys. Ini oci, Guys. Ini oce ini oce guys. Sumpah kakakul kan kita masalahnya ini sering kirim-kirim link biar bagi biar sama begitu toh. Eh, saya tobat. What the hell? E mobil baru biasa kijang bapak kau jangan kasih meledak lagi sumpah please alah ini l sumpah kau mau kasih habis HP ini kau terada gaji-gaji saya terus kau mau kasih lagi sepu mobil ei ini adik kakek memang we T jangan Tun Tun Wu kan supa jangan kau tekan itu sup mending kau tekan kau sapu batang ini ini ini Nih nih nih nih. Oke kalau lu ngestuin gimana Joy? Iya enggak sih J? Uh uh ini bagus. Ihuh bagus banget cok mobilnya baguslah jam bapak gimana Jo? Kita apa dikasih izin Jo. Ini udah masuk garasi lu belum? Bisa lu panggil lagi enggak? T bisa yah. Ini mobil belum ada BPKB. Ini mobil bodong sumpah. Jangan meledak dong bentar lagi nih. Iyalah tapi jangan kau kas meledak ya. Oke oke enggak meledak. Jangan meledak. Oke. Aman aman. Saya ini jual baju semua. Jual baju kakak Jo. Ini buat kayaknya kalau ini mesti bagus sih cocok sih sama lu sih. Iyalah kan saya ini muka tua umur muda. Muka tua umur muda. Cukar deleng ini kita su rasa di neraka ini begini lubang. Aman guys lah. Terus gimana cuk mobilnya cuk? Kaj kaj ka koku kau potong saya saya kau potong kau potong saya kau banting kayak aspal saya langsung tu ini nanti kita PTPT nanti kita PTPT 6 jam saya ini modif-modif mobil ini sumpah tuang ini susah sekali mobil ini modif ya Allah tuang dah cuki memangnya kan enak udah empat mobil cuk dia baru pai empat mobil itu kita ledakin [Musik] Bisa, bisa diperbaiki langsung kok. Bisa diperbaiki langsung. Aman. Bisa, bisa, bisa. Enggak bisa. Ini sudah hangus. Kalian hararus saja. Bisa-bisa enggak ada bisa bisa mau kayak kalian itu punya mobil kencang begitu. Ada ada mobil masing-masing. Terus ya udah tinggal ambil lagi coba. Ya udah kita asuransi deh. Asans bisa ini mobil belum masuk asuransi ya. Salah siapa dong? Aku udah cuk saya juga biar ada yang tahu saya kalau saya itu pakai kijang bapak kalian pakai kita pingping kita pingping bagaimana toh pingping itu mobil hilang nanti saya belikan yang baru toh betul ini betul betul udah itu udah cocok bagi di buat di entar dimodif lagi aja biar lebih kencang lebih kencang itu mobil sudah jadi Eh, kalian sudah masuk radio? Eh, belum [Musik] jelas gini. Gua tuh ada kepikiran gini loh. Kan kemarin kan kalian lihat kan kalau semisalnya pasukan Red Devil tuh rame banget. Nah, gua tuh rencananya hari ini mau nyari informasi di HP-nya Jerry dan Dut gitu loh di tempat yang kemarin. Mana orang mati? Kok mau ngambil bagaimana, Kak? Ya, seenggaknya HP-nya ini kan belum beberapa hari, cok. Seharusnya HP dia masih ada di sana. Mungkin saja kalau tidak jadi batu karang ya. Sanggala misalnya rusak kan bisa kita perbaiki. Iya, ada dan HP-nya iPhone lah. Enggak mungkin kan HP-nya ini Nokia lipat daput itu pakai HP mito. Tolong. Lu tahu dari mana? Kok lu tahu? Saya tahu. Saya tukar Facebook dengan dia. Dia dia kamera itu burik sekali. Aduh siang-siang gini enaknya apa? Papino, guys. Haloj radio. Diamin diamin diamin diamin diamin diamin. Ada diamin diamin. Botak asu. Dia telat bangun. Dia telat bangun. Naik satu enggak sih? Naik satu enggak sih? Naik satu. Ayo naik satu. Naik satu. Naik satu. Naik satu. Naik satu. Naik satu. Satu. Naik satu. Naik satu. Serius? Serius. Serius. Serius. Serius. Cek cek. Naik satu. Naik satu. Naik satu. Cek cek cek. Ah, masuk masuk. Cek cek cek cek cek. Masuk masuk [Musik] lagiang tiba-tiba hidup. Jadi tadi itu ada sementara kocok-kocok gitu toh. Potong kita di sini. Kemarin di mana ya kita eksekusinya ya? [Musik] Pelabuhan. Pelabuhan. Ada pelabuhan. Tuh mobil lu berisik banget dah. [Musik] Ini ini [Musik] eh tapi [Musik] mobil bisa dibikin meledak-meledak. Wah keren ya. Bisa, bisa kayak gini. Eh, kita balik ke radio awal enggak sih? Entar ngambek, cok. Entar ngambek, cuk. Oh, i boleh boleh. Dia dia ngambek itu kakak Jo. Kita diam aja. Kalau dia ngomong kita enggak usah heroin, kita aja ngobrol. I ya, ya, ya. [Musik] Halo. Ada orang kah? Ayo, Ton, ayo, Ton. Di mana? Di mana? Di mana? Ini kita ke tempat yang dapat waktu itu lah. Kita muternya jauh banget ya berarti ya. Uh, gila sekali. Lu di mana? Anjay gua salah tempat cok. Kita muter-muter anjir. Di mana lu? Di mana ini? Di mana ini? Kita di belakang. Orok mana ya? Orok sama botak mana ya? C engak bangun-bangun ya. 9165. Bang Jo, Bang Jo. Halo. E, Kakak Sumbing dia ini ada lagi dia cari dia bu pasangan dia cari dia mau kawin dia kata iya emang iya sudah terlalu tua untuk diajak ke GH enggak mau kahin kah di mana? Sini rapetin 10.097. Oke oke oke oke. Gua otw. di pelabuhan ini kakak Anton tak tahu kenapa ini galau eh gi sini GC barengan eh gua otw otw mah mana dia lah where are you geng kamu geng ada sabar tengurokan kakak Anton hilang oi binatang Ang dia pakai ilmu tiba-tiba hilang. Mana sih kalian? Aduh ya Allah tuangalah. Ini apa ini? Macam apa ini? Tiba-tiba di sana enggak kita tadi nungguin di situ Jo. Ternyata kita Oh lu nungguin dia pakai suka-suka Anton nih. Seharusnya masih ada nih. C. Ayo diam diam diam. Suara satu suara satu. [Musik] What the? Apa itu, cuk? Woi, woi, woi. Apa? Eh, mobil gua mati. Keluar, keluar, keluar, keluar, keluar, keluar, keluar, keluar. Ditembak, ditembak. Ditembak. Di mana? Di mana? Tidak bisa keluar. Gua kebalik, gua kebalik, gua kebalik. Gua gua di depan. Gua di depan. Mati lu, Joski. What the Cabut, cabut, cabut, cabut, cabut. Autiper, autoard. Oke, nice. Cabut, cabut, cabut. What the C. Kok mereka tahu, ya? Anjing sekali. Sumpah. Sumpah. Ini apa, Kak? Ini kita jebak atau bimana lagi? Gantian, gantian, gantian, gantian, Gan. Sini turunin, turunin. Perangin, perangin, perangin. Oke, oke, oke, oke, oke. Buka segel saya. Buka segel. Kasih habis saya rata. Hah? Bang Jo dari tadi. L. Oh, ada botra kah? Gua dari tadi ngomong loh di radio. Halo. Mereka mereka radio rusak kan gak ada perasaan. Naik lagi. Naik lagi aja katon. Sudah habis aja. Sudah waktunya ini mereka buat penghabisan ini. [Musik] Sit. Ayo. K. Naik lagi. Naik. Ayo yo. Jangan jangan sampai lolos lagi ayo. Ini apa kayak bed suara itu kata ada omfut di depan kita depan offut. Cabut cabut cabut cabut cabut dulu cabut dulu, cabut dulu. Rame banget cok. Wei mereka ada komando. Iya senarnya bukan Joski doang Jo. Ada suara berbeda gitu loh. Ya itu siapa ya? Gua baru dengar juga itu suara dia komando. Dia komando. Dia bukan orang biasa itu. Ya dia komandonya ya. Berarti kita harus nginter dia itu gimana? Kita mauembaliki atau kita hantem di onefot. Sabar, sabar, sabar. Kita enggak enggak tahu itu seberapa banyak mereka. Di belakang ada mereka ya. Oke oke oke. [Musik] Ting tengah kota enggak sih? E tengah kota. [Musik] Buset. Eh, Kajo. Kenapa mereka tidak bubar? Enggak tahu. Kayaknya mereka udah tahu dah rencana kita. Kok dia bisa tahu ya? Apa jangan-jangan el ya? C ya yang berianat ya. Heartele saja. Saya ini setia setia. Enggak, enggak. Dia enggak beranat kok Jo. Aman, aman, aman, aman. Enggak banyak. C k muka saya ada di wallpaper hp-ku ini. Aman ya. Dia enggak boleh banas c mereka langsung udah udah set up gitu loh. Lu mentang-mentang lu mau dekatin adiknya lu gitu lu ya. Oh begitu kan. Wei banku pecah. Ban gua pecah. Oke oke oke. Ada dogi. Wi rame banget cuk. Ban gua pecah satu ya. Kita rapat. Kita rapat. Kita rapat. Bisa mainit hampir pakai pakai lu gak akan lolos kali ini ya lu mau ngapain lagi lu pintar juga lu ya lolos tidak akan menyerang lolos ini siapa sih kata gua lu gak akan lolos kali ini lu bisa berlari tapi gak bisa lolos hari in gua yakin ni orang penting eh gua rasa ini orang penting dari mereka deh lu lihat cuk cara ngomongnya beda cuk kaj Jo, pergi pergi. Ini orang beda. Ini orang beda. Pergi-pergi. Apa sih lu? Ikutin gua lu. Pergi pergi pergi. Oh iya. Sapu masuk jauh-jauh begitu. Mereka cepat banget cuk punya pengganti barunya cuk. Oke coba coba coba. Kita mau coba lawan enggak? Mau coba tes enggak? [Musik] Tes. Boleh boleh boleh. Ini masih pada nempel sama gua juga nih. Di depan di depan di depan di depan di depan. Follow me. Follow me. Follow me. Follow me. Follow me. Bit Yeah. Yeah. Boy. This is Doblak, bro. This is Dobl get Understand, Pak. Teman kita masuk masuk sungai itu namanya freestyle, Bro. Nanti biarin buset, ram banget, cok. Tapi bap freest. Mereka rapat banget, cuk. Ah, kita masuk jurang. [Musik] Jamin lu hari ini binasa. Gua hari ini binasa. Buset, pedi banget tuh orang ngomong. Lu bakal binasa hari ini. Gua jam eh di pom tol eh di pomalian tahu kan pal me base. Nah, kita onp di sana. Will itu ada hyper car kejar. Iya. Eh, kita di cuekin cuk dia. Wah, gila dia fokus ke Johan. Dia fokus ke Johan. Lu mau fokus ke gua? Let’s go baby. Let’s go. Sabar, sabar, sabar. Diam, diam dulu. Diam dulu. Lu siapa sih? Hah? Kayak gua tahu cara permainannya, Geng. Siapa? Lu bakalan tahu gua. Lu tahi lu, ya. Gua sakit. Maaf, maaf, maaf. Gimana seorang palima dadanya sakit apaan? Hati-hati, hati-hati meledak. Hati-hati meledak. Ada yang udah on dua orang di ujung. Bos di mana, Bos? Wih, kena kepalanya cuk. Headsot anjing. One hit, one shot, guys. Jangan terlalu dekat, mundur dulu. Aduh, ngalah di belakang ada empat orang ya. Fokus yang belakang. Fokus yang belakang. Sikat. Eh, tuh lihat yang muter, lihat yang muter. Sit, sabar. F di belakang, di belakang. Perlindungan. Eh, lubang di belakang. Satu. Udah fokus yang ini aja. Udah fokus ini dulu. Oke, oke, oke, oke, oke. K lihat di belakang rameai sekali. Lebih rame di belakang. Gak bakal lolos. Ambil gunungnya, ambil gunungnya. Chill, chill, chill. Buset mereka rapat banget cuk. Keputputerin kita. Wah, kita juga. Chill, chill, chill, chill, chill. Mereka ada yang pakai laras juga ya. Gini gini gini gini. Ambil mobil kita cabut lagi. Riset permainan. Alright alright alright. Wah ini kita dilingkerin Bang Jo. Kita harus usir dulu ini mobil mereka merapat. Eh rambut brokoli. Bapak kau brokoli. Wah anjing. Siap. Siap. Siap. Sit. Woi. Bapak kau air laut warna biru. Bapak kau k lumping. Bapak kau k eh muter muter muter muter muter muter muter muter muter muter muter. Jangan dilawan. Kurang orang, kurang orang. Ayo. Ih, buset. Sakit banget cuk mereka cuk. Buset rapat banget, Bro. Apa kayak kejar gila rame banget cuk. Chill, chill, chill. Ton, Tun, Ton, Tun. Jangan terlalu lawan Tun. Enggak enggak gua mundur, gua mundur nih. Pukim, Bukim. Rame banget ya Allah. Lepaskan saya. Apa sih? Oh, muter muter ke mobil muter ke mobil. Anjir cuk, lu lihat cuk. Ini minion minion si 3 atau bagaimana kah? Mereka rame banget cuma pak kasih sisa. Ambil mobil kita. Ambil mobil kita. Ambil mobil kita. Jangan ambil mobil mereka. Manusia kita harus gila siang luang binatang. K pikir saya setan. Dakdak. Jangan lawan badak. Ambil mobil. Oke. Oke. Wih, kau lihat ke belakang botak. K lihat. Uh, ya Allah. Tuang kacir kan. Cabut, cabut, cabut, cabut, cabut. Cabut, cabut, cabut. Udah, woi naik. Minggir, minggir lu. Minggir, minggir minggir minggir minggir. Bobi. Thank you, Bang Jo. Thank you, Bang Jo. Minggir lu bodoh. Cabut lagi, cabut lagi. Wih, lu lihat cuk. Rapat banget cok. Gila. Gila ini sumpah kalau misalnya kita ini dikejar terus begini kaju tidak tidak habis-habis ini. Makanya ini kuat. Wah ini kuat banget bro ini. Ah lebih kuat dari yang pada kemarin-kemarin nih. Ini ini lebih banyak daripada penonton sound kemarin. Wa w wa ah hah hah hah a gimana gimana gimana Pak C? Iya tidak lanjut saja serang. Mobilku dilewatin cok. Kayaknya mereka benar-benar fokus ke el, Bang Jo. Kayaknya ini dendam. Ini dendam fix. Kita harus cari setupan. Sedikit setupan sih. Enggak bisa kalau misalnya kita lawan kayak gini. [Musik] Nih nih nih nih. Ambil atas ini nih. [Musik] Eh jadi jadi jadi. Tapi pikir ini kita harus dekat sih. Sama dulu aja gua mau dekatnya. Ah binatang mana? Sabar rileks rileks rileks rileks bro. Chill. Busit tu orang pintar cok sumpah lihat tuh dia nunggu temannya dulu tuh. Aduh bensin gua lupa gua isi onf di sini toh sit. Alah dia sembunyi di situ. Cukimai. Ih sakit banget cok. Awas itu piton. Depan depan depan belakang belakang belakang belakang belakang. Lihat, lihat. Dia enggak turun. Dia enggak turun. Jangan sampai yang di yang di belakang tadi maju. Buset, rame banget cok. Sakit, sakit. Ya Allah, ya Allah. Tuan, apa ini? [Musik] Buset, ini kayaknya enggak bakalan bisa dah kita ngelawan. Sikat sikat sikat sikat sikat sikat sikat sikat. Coba coba coba. Ayo, ayo, ayo. Mau stay turun atau bagaimana, Kajo. Di belakang kita ada yang naik. Ya udah, naik mobil. Naik naik mobil. Buset, mereka muterin cuk. Gila anjing pintar banget cok. Kok permainan mereka berubah ya, Guys? Naik naik naik naik naik guys naik guys naik guys. Naik naik naik katon mundur woi. A naik naik cabut cabut. Bareng, bareng, bareng. Cabutan bisa mundur. Cabut kaju, kajo. Ayo, ayo. Nih, nih, nih. Ikutin gua. Cabut, cabut, cabut, cabut, cab, cabut. Udah, enggak bisa cuk. Gila itu apaan, cuk? Kita dilingkerin beda komando kan sekarang. Sumpah gua akuin itu permainannya. Gua dulu pernah ingat cara permainan kayak gitu. Dia selalu sabar. Aduh. Du kita di pojok. Siapa siapa yang cara mainnya kayak gitu? Bang Jo gila banget cuk. Itu bukan orang sembarangannya Bang Jo. Tapi entar lah ya. Gua takut juga tapi kayak masa anak-anak itu. Kita cabut guys. Kita cabut guys. Gak ngerti maksud anak-anak itu siapa di mana? Dapatin dong. Federal. Federal sini kanan. On the way gua dibambam nih. Di bam ini kering gua diam di bum b. Wah ini orang gila sih. Tembak tembak tembak lepas gua lepas lewat federal di Cak bisa lolos hari ini. Camkan itu lu siapa sih? Hah? Penasaran gua siapa? What the bannya? Nice, nice, D. Nice, nice, nice. Eh, kalian berdua di mana? B, koordinat B di belakang, di belakang. Koordinat A. Udah, udah, udah, udah. Pecahin ban mereka semuanya biar kita bisa kabur. Buset, komandonya ngeri juga. Peca satu, PCO. Itu ada hyper car yang ngejar. Ya, gua tahu, gua tahu, gua tahu, gua tahu. Asik, asik, asik. Motherf. Aduh, aduh. Ya Allah. Kita mulai pertunjukan ini, boy. Let’s go. Motherf lompat deh. Eh, dobrak gedor, Bro. Bro, udah lu gak bakal bisa ngelawan gua. Mau sampai kapan? Mau sampai kapan lu ngelawan gua? Mau sampai kapan lu melawan gua? Ngapain lagi? Cabut, cabut, cabut, cabut belakangnya. Buset banget, banget, banget. Gua nal, Bro. Sini lu. Enggak geter gua. Cabut, cabut, cabut, cabut. Bannya udah banyak yang pecah. A ya. Mereka, mereka mau lawan do. Dek, de dek dek dek dek dek, dek. Aman bos. Aman. Mulet doang lu mulet doang lu. Tukim kok banyak mimpi mau bunuh doak. Mulet doang bukan tukang pelet, C. L mulet doang suka melet-melet. I bannya udah pecah. Cabut, cabut, cabut, cabut, cabut, cabut. Eu di kita. Udah rapetin gua, rapetin gua. Kita harus ke sini enggak sih, Bang J? [Musik] God dam it. Ambil gorong-gorong, ambil gorong-gorong. Ayo, ayo. Buset, cara permainan mereka tuh dia ngelingkerin musuh, cok. Ngeri banget. Oh, gua penasaran si komandonya siapa itu, cok? Pen lihatnya. Buset dah, nempel banget, Jet. Teman kita jauh lagi. Tailah dia zigzak-zigak. Yata juga dia montek montek. Adakah monek kartun mon mana tu? Mana ton? Sini ton. Ini kami mau kapal ini. Sabarlah. Lihat terlihat. Kita aman tapi toni belum cuk. Lagi bang. Makanya kita gak bisa sih kalau perangin gini terus cuk. Apa sih lu? Cacu caco caco an lu apa sih? Eh kalian aman enggak? Gua apa aman-aman cok? Enggak ada aman-aman di bawah ni. Aman ini. Teraman aman. Oh ini ni ni terbang nih. Sabar sabar. Nice bang. Ini dia ini dia ini yang kita tunggu-tunggu. Sekarang lu kabur lu, ya bodoh. Sini woi. Sekarang lu kabur lu ya. Eh mereka cabut. Ayo cabut cabut cabut cabut cabut. Sudah kasih swit saja. Kasih L space. Kasih L space. Eh langsung masuk markas ya. Tet mereka masih terlalu dekat, Bang Jo. Yakin, Bang Jo. Mereka terlalu dekat, Geng. Sumpah. Sabar, sabar. Kita muterin dulu dulu. Iya. Aduh, Kajo. Ini kita putar-putar dulu. Kaj ini belum aman ini. Sabar, sabar, sabar. Sini, sini, sini. Masih diikutin enggak? Masih. Ini belakang ini ada. Aman. Aman sekarang. Sekarang. Aman sekarang. Aman. Ya. Ya. Wah, sumpah. Sumpah lu lihat cara permainan dia cok. Kayak ahli banget dalam pertempuran. Sumpah itu orang tenang sekali. Kaj beda. Dan dia kenapa bisa tahu C? Langsung set up di sana. [Musik] Yakin aman kan? Enggak ada yang ngikutin kan? Aman aman aman aman aman. Alhamdulillah ya Allah. Aduh, tapi mobil gua ketinggalan lagi. Ya Allah, saya lihat bangai sapu mobil. Eh, lu lu bisa lihat kan cara permainan dia itu kayak gua pernah tahu. Ih, itu gila sekali. Sumpah lu lihat kita fokus yang di depan, di belakang kita udah pada banyak yang ready. Gila, itu orang beda. Dia sedikit itu kayak yang the real suangi kah? Ah, itu itu sudah mereka itu sedikit tapi kayak kelihatan ramei cok. Sumpah ramei banget kelihatannya jadinya. Karena apa? Karena rapat kah? Cah rapat banget mereka. Memang sih soalnya itu orang salah lihat-lihat itu kayak dia main bawah itu tenang sekali begitu. Iya kan? Dan gua enggak enggak pernah dengar itu suara yang ngekomandoin mereka sumpah. Tuangalah hampir lagi mati lu. Lu ngapain Bang Jo? Mau nyari HP-nya si Dut. Intinya gua butuh kalau semisalnya si DAUT sama si J tahu siapa bosnya, otomatis dia punya nomornya juga. Dan chat-chat grup mereka tuh bisa kita lacak apa aja yang mereka lakukan. Masalah lu lihat aja. Oh iya benar. Eh, beda banget sama kita ngelawan 30 orang kemarin. Kayak itu cuma pancingan si Dogi deh. Pintar juga tuh orang. Tapi lu lu lihat enggak di kasino, Jo? Lu lihat enggak di kasino? Depan di kita ada di tengah. Depan kita ada, kiri kita ada sama belakang kita. Makanya mati cok. Gua ngelihat banget tadi di posisi itu kan kayak gila gua tuh ngerasa strategi mereka tuh dia tuh ngirim 30 orang yang enggak bisa apaapa ngapa-ngapain untuk ngelawan kita biar kita tuh over PD. Jadi sekarang mereka tuh benar-benar lihat komandonya. Betul betul betul lagi. Itu benar-benar kayak ngebantai banget cok. Kayak orang dar perang begitu. Heeh. Padahal senjata mereka enggak terlalu gimana-gimana sama kita loh. Rapat banget. Dan wah enggak habis pikri sih gua. Itu orang siapa, cok? Eh, kita baru kali ini kita tarik mundur, paksa dan lari ke markas, Bang Jo. Kita enggak pernah ngelakuin hal ini kan sebelumnya. Kalau emang kita perang, kata guaang mereka tuh siapa ya komandonya? Tapi gua kayak pernah ngelihat strategi itu kau pemusuh lama kah atau bagaimana? Kayaknya gua pernah di dalam itu deh, tapi gua lupa. [Musik] Ah, kau yang betul saya kajo. Janganjangan kau bilang ini apa. Tapi gua lupa di mana tempatnya. Lu lihat aja cara permainan mereka tuh kayak benar-benar orang yang udah terlatih perang. Jauh cok cara permainan mereka sama kita tadi. Komandonya tenang mereka rapat banget ya. Itu tenang sekali. Apa itu kayak ini ya? Dia tuh kayak tentara-tentara bayaran gitu ya. Enggak enggak enggak enggak. atau jangan-jangan dia agen. Intinya gua pernah di dalam satu kelompok tapi gua lupa. Dan satu lagi strategi yang mereka lakuin itu kayak cara perangnya, cara komandonya itu benar-benar kayak gua tahu caranya itu. The man. God damn it, bro. Ya, intinya untuk hari ini kita aman lah. Dan gua enggak tahu untuk ke depannya kita kayak gimana sama mereka, cok. Kalau semisalnya mereka kayak gini, wah bencana mati kita. Sumpah tuh alas. Saya pikir kemarin itu kita sudah aman. Ya udah, ini gua harus ke kamar dulu deh. Lu mau ngapain? Lu mau ngapain? Ada bahan bentar lah malah makin perkara sumpah kita kasih makan anjing dulu e lu mau indomi bang jo oi dobrak wi eh jangan teriak jangan teriak jangan teriak jangan teriak jangan teriak jangan teriak nyebar nyebar nyebar nyebarak ini. Hm kok dia bisa tahu ini markas mereka ini, Guys. Udah positif. Duh. Mana yang namanya Johan Kek? Wah kasus man ada suara bom kit enggak bisa. Ayo lawan lawan lawan. [Musik] Let’s go, motherfer. Mana yang namanya Johan? Silakan keluar. Ayo. Lu pengen tahu gua siapa kan? Sabar, sabar, sabar. What the What the hell? Tahan tembakan. [Musik] Lu udah pasti mati di sini. Lu ingat siapa gua? Siapa? Hm. Lu bos. Lu lupa dengan wajah gua. [Musik] Siapa ya? Kok lu dengan detail wajah gua ini. Gua ngat lu siapa. Jangan bertele-tele lu sama gua. Dan ngapain lu di sini? Jangan nodong-nodong botak. Lu ninggalin gua, Johan. Hah? Lu ingat hari di mana lu ninggalin teman-teman lu? Teman-teman gua ya. Lu siapa? Gua enggak kenal lu. Gua enggak tahu lu siapa ya? L lu keterlaluan, Johan. Lu keterlaluan. Lu enggak tahu gua salah satu orang penting juga bagi lu. Lu gak tahu. Oyagci cu. What the hell? Oya guci. What the Lu ninggalin Oya Guci demi teman-teman baru lu ini. Hah? Teman-teman brengsek lu ini. Gua gak habis pikir sama wait. Sabar sabar [Musik] lu kecap. Kira siapa gua Johan? I gua kecap. Tangan kanan gua di Oya Guuchi. Iya. Apa yang lu lakuin di sini? Hah? What the Geng? Lu enggak tahu rasa rasanya dibuang. Lu gak tahu rasanya ditinggal, Johan. Ini semua harga yang lu harus bayar. Harga yang gua hari ini bakalan ngasih penderitaan yang enggak pernah terbayangkan oleh kepala lu dan teman-teman lu itu. Teman-teman branksek lu itu. Gua enggak pernah ninggalin kalian. Gua udah bilang, “Oh, ya, Guci udah bisa berdiri sendiri.” Tapi teman-teman lu butuh lu, Johan. Itu mangkanya lu bikin kelompok berwarna merah juga di sini. Hah? Bukan itu alasannya. Apa alasan? Bullshit lu. Oh, diam. Ini karena rasa ketidakterimaan. Gua dan teman-teman yang istilahnya udah meninggalkan Oya gara-gara lu semuanya meninggalkan Oya. Johan, apa yang harus gua pertahankan? Jadi semenjak gue cabut dari Oya Guci, iya semua anggotanya juga cabut ninggalin Oy Guci. Iya. Dan makanya lu datang ke sini untuk ngebalas dendam itu. Hah? Ya, karena gua jujur, Johan. Oh ya, Gucci itu bagian dari belahan jiwa gua, bagian dari hidup gua. Gua ngabisin nyawa gua buat Oya Gucci. Harusnya lu familiar dengan warna merah ini, Johan. Bukankah lu pernah pakai pakai baju dan atribut berwarna merah ini? Gua rasa lu sangat familiar, Johan. Pantasan cara permainannya sama ya. Rapat, komandonya, tenang. ngabisin dengan cara tidak diduga. Gakora kuci menurut gua enggak ada hutang yang harus gua bayar. Silakan pergi lu dari kota ini. [Musik] Setelah apa yang sudah lu lakuin dengan teman-teman gue yang sekarang, gua enggak akan pernah ninggalin kota ini. Gua ingin binasakan lu dan teman-teman lu ini. Gua ingin binasakan dobrak-dobrak lu ini. Gua ingin binasakan baju. Tembak, tembak, tembak. Keluar. Keluar. Keluar. Keluar. Masuk. Keluar. Keluar masuk. Gimana ni? Ke bawah, ke bawah, ke bawah, ke bawah, ke bawah. lagi. Rapatin rapatin. Tembak tembak tembak tembak C. Duh pasnya ke santet. Sabar sabar tahan tahan. Yang lu lakuin cuma bisa lari kan Johan hari ini emangnya mereka siapa yang guitu apa gua jelasin lakuin cuma lari kan hari ini Johan Tan Hall. Hm. Udah lu cabut dari tempat ini lu ngapain lagi? Maju, maju, maju, maju, maju, maju, maju guys. Maju, guys, maju guys, maju guys, maju guys. Mereka nahan bos. Gila tahan tahan tahan tahan tahan guys. Tahan guys. Jangan jangan bunuh diri guys. Ini markas mereka. Mereka yang lebih tahu guys. Emang ni orang masih pintar kayak yang dulu geng. Ini salah satu tangan kanan gua. Dia termasuk keluarga gua juga di Oya Guci dulu. Tunggu pak cik, tunggu pak cik. Kita cabut dari nih. Kalian percuma lari. Pergi kalian semua bodoh. Wah, yang bakal buat lu pergi. Ini keharga yang lu harus bayar, Johan. H setelah lu meninggalkan teman-teman lu. Gua gak bisa berkata-kata apa lagi, Geng. Jangan lupa cek senjata kalian cuk. Buildi senjata kalian. Sumpah ini persis banget ton kayak gusit on. Percuma gak bakalan bisa menang kita ngelawan dia. Ini ini gua teman kecil bos. Eh tak tak tak. Smoke. Smoke. Eh, ini smoke. Wah, gila nih orang. Johan, lu bisa lari sejauh mungkin. Tapi gua udah bilang ke lu enggak ada hutang yang harus gua bayar. Lu sampai kapan kayak gini? Ha, lu bikin kelompok lu tinggalin. Lu juga tinggalin. Oyo guci lu ngapain? Gua ninggalin karena gak ada yang harus dipertahanin lagi dari wayah kucing. Spam. Eh, lagi gua sendiri, Johan. Itu semua karena lu. Itu semua karena lu. Masuk, masuk, Mas. Ngambil ke atas gak sih? Iya. Karena go apa yang lu tanam lu tua, Johan. Habis, habis, habis, habis. Di atas semua persidannya. Cek radio, cek radio, cek radio. Jangan hari ini. Gua agak mau. Kajo, Kajo, barang Kajo. Dokumen heli, heli, heli, heli. Kiri mereka mau, mau nyari dokumen mereka. Nah, n sini sini kanan kanan lagi guys. Ayo, guys. Udah tinggalin aja, tinggalin, tinggalin. Cuk masuk mereka. Kelip mereka. Kelip. Tutup. Tutup. Tutup. Tutup. Ayo. Let’s go, let’s go, let’s go. Tidak aman. Ini tidak aman. Markas kita, Ton. What the Kok udah tahu ya? Kita jaga baik-baik. Makanya gua bingung tu orang masih pintar aja dari dulu. Cabut, K. Kita cabut, K. Kita cabut. Baton, Baton. Tidak aman K Jo. Dia sudah mulai naik ini. Eh, gak bisa naik. Eh, bisa naik. Gak bisa naik? Bisa, bisa. Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, Ton. Pindah sancang tiga kali. Sudah, sudah, sudah. Cepat, cepat. Dia sudah naik cab naik dia naik GC. Eh, naik kiri. Nah, cabut cabut cabut cabut cabut. Dia kabur, Bos. Lari ke mana? Let’s go. Wah gila sih itu orang tuh beringas banget sumpah. [Musik] Wah sumpah tapi, tapi gua masih ingat banget cara permainan tuh orang. Dia enggak bakalan biarin kita hidup tenang. Itu gua yakin ini cara kita untuk nyelamatin si bocil kecil itu kayaknya makin susah deh, Ton. Ke markas lama, Ton. Markas itu bagaimana, K? Y kita terus tinggal bisa lagi markas itu udah enggak bisa kita pakai lagi. Oh otomatis dia udah tahu caranya dan data-data kita bakalan diakses semua sama mereka dan gimana caranya kita harus nemuin orok secepatnya ini. Kita butuh orok untuk ngematiin server di sana. Aduh ini orok di mana lagi? Sumpah gua enggak. Eh tapi kalian tadi masuk ke markas enggak ada ngikutin kan? Benar cuma enggak ada ada. Makanya gua bingung dia tahu dari mana. Gila gua gua gua baru pertama kali ketemu orangnya yang kayak gitu. Bang Jo, ini tempat apa ini? kayaknya jiwa gua amati kita masih di sini deh. Lu ngerasain enggak sih di markas baru itu kita enggak ngerasain apa-apa? Benar. Bukan dobrak. Tu pun ngerasa kayak gitu. Bang, gua kangen deh sama Mark ini. Gudang ini kah? Kayaknya kita bakalan ngebangun, kita bakalan bangun lagi deh markas kita di sini tapi dengan interior yang berbeda dan beberapa hal kita perbaiki di dalamnya. Mungkin kita tata semuanya ulang dan kita jaga bareng-bareng markas kita. Ya, gua kan pertama kali juga di sini nih. Datang pertama kali banyak banget kenangan di sini. S mungkin masih dalam perut. Oke, kita balik lagi deh sementara di sini bahkan untuk selamanya. Soalnya kenangan di sini enggak bakalan bisa dibayar dengan apapun ya. Buat kalian yang enggak tahu yang tadi itu, itu tangan kanan gua di Oyagci. Oyuchci. Oyuchci. Iya. Oyagci itu kelompok Yakuza. Takti mereka, cara mereka ngabisin musuh itu kejam banget. Bahkan dulu enggak ada satuun kelompok yang bisa nghabisin mereka. Uh, kok Yakuza kah? Sumpah kok kirin sekali. Gua dulu ada di Yakuza dan gua dan Tony adalah bos dari sana dan gua adalah pendirinya. Gila gila keren sekali sumpah seorang Johan cuk. Pantas kok disegani ya. Dan gua yakin pasukan pantasan dari kemarin pasukan mereka banyak. Oh ya Guuchi itu ada 100 orang lebih anggota aktif. Dan gua enggak tahu dia udah ngomong sih tadi kalau semisalnya udah banyak banget anggota Oyagci yang udah ninggalin mereka karena gua ninggalin Oyagci mungkin dia ngerasa dendam sama gua soalnya ada sumpah sumpah darah yang udah dikatakan dulu kalau misalnya meninggali keluarga dalam keadaan apapun itu Ticap sebagai pengkhianat dan gua mungkin di mata dia adalah seorang pengkhianat dan menurut dia banyak dosa yang harus gua tebus terhadap Oya Guci. Mangkanya red devil itu berwarna merah karena guci itu identiknya dengan warna merah dan menggunakan face dan itu jadi itu orang bos atau yang tadi itu keahliannya 111 dengan gua susah untuk kalian hadapi. Jalan satu-satunya kita harus men cantik. Gua yakin susah untuk ngebunuh tu orang. Enggak bakalan bisa gampang apalagi kita dia udah masuk ke sini. Ya udahlah gua mau ngubungin teman gua dulu interiornya. Nanti kita masukin di dalam. Kayak ini bakalan menjadi markas kita deh. Dan paling kita balik lagi yang kayak dulu radar yang di sini. Kalau misalnya emang ada musuh otomatis meledak aja nih sekitaran. Jadi mereka enggak bakalan bisa ngedekat ke dalam. Enggak bisa. Sekiranya lah kalau mendekat ada alarm. Sumpah tadi tuh gua benar-benar mati kutu cok. Tiba-tiba mereka di dalam. Lu lihat kan kata-kata dia aja tuh yang bosnya tadi itu kayak orang beda, cok. Orang disegani banget ya. Kayak orang lama tuh. Orang dingin banget sumpah. Tadi cuk, benar-benar enggak punya perasaan lagi. Mati perasaan. Dalam kata-katanya beda sama daput jere yang masih kayak Ai U. Ai U. Kalau dia lu lihat tadi kita harus siap sih untuk ke depannya. Otomatis itu perlengkapan senjata semuanya bakalan diambil sama mereka. Kita cuma punya senjata yang di badan kita. Ya udah kita istirahat dulu deh. Nanti gua pikirin lah gimana caranya lagi. Kak Josa mau dengar cerita kok bangun itu kayak lompok Yakuza apa gitu. Nanti gua ceritain. Iya iya iya gua mau dengar. Gua mau dengar. Iya saya mau dengar. Sumpah keren sekali lu kalau masuk nih ini ditembak dulu. Aduh. Aduh sakit. Aduh aduh duuh aduh duuh aduh du aduh duh. Masa gitu cok? Kok sadis sekali masa kayak gitu cuk. Aduh sumpah darah namanya. What the? Oke guys, thank you banget yang sudahudah nonton video ini. Thank you banget yang udah like juga subscribe janji dan i nanti gua ceritain dan thank you banget yang sudahudah nonton video ini. Thank you banget yang sudahudah like juga subscribe gue Johann Kek gue John Kek undur diri dan jangan lupa kalian tembusin dulu likeya 15.000 like dan komennya 2000 komen ya guys ya. Gue Johan kamek itu moment undur diri dulu. See you guys. Johan comek nih bos. Jangan coba terobos. Berhentinya rocos. Banyak bacot ku bikin mampus. Tembak kata Bak mariam. Coba sekarang mulutmu diam. Jangan sampai ini akan mencekam. Di kalang berkeseman ku terkam. Oh, masih dipantau belum dibantai.

KEHANCURAN MARKAS DOBRAK !! BOS RED DEVIL ADALAH MANTAN KELUARGA JOHAN ?! GTA 5 ROLEPLAY

wa ku : https://whatsapp.com/channel/0029VaWoeUFLdQefZAxmbi3F

JANGAN LUPA SUBCRIBE : https://www.youtube.com/channel/UCceGGdr9F7GnzSB79G9rdpg

Join/Follow:
discord: https://discord.gg/8GvG7bMXMs
Instagram: https://www.instagram.com/johankamek2/
Tiktok: https://www.tiktok.com/@johan_nudi_official

Email bisnis bisa ke sini
Email: krezywarnet@gmail.com

Makasih yang udah nonton

#gta5 #gtarp #funny #gtaroleplay #funnymoments #gtaonline #gtav
#gta5story #johankamek #Aksiepikgta5 #GTAV