Piala Dunia 1998 Yang Pahit Bagi Argentina

Salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina adalah tim Albisheleste di tahun 1998. Saat itu tim nasional Argentina dipenuhi pemain hebat seperti Veron, Ortega, Crespo, Zaneti, dan masih banyak lagi bintang lainnya. Tapi meskipun begitu, pelatih Danil Pasarela membuat keputusan kontroversial dengan tidak membawa pemain top seperti Kanigia dan Redondo ke Piala Dunia. Namun, Argentina yang dipimpin Batista menjalani fase grup dengan sangat baik. Mereka menang tipis 1-0 atas Jepang. lalu menghancurkan Jamaika dengan skor telak 5-0 dan akhirnya menang tipis lagi atas Kroasia. Semua tampak berjalan lancar karena di babak 16 besar mereka akan menghadapi lawan berat Inggris. Argentina unggul lebih dulu hanya dalam waktu 6 menit. Tapi tak lama kemudian Inggris menyamakan kedudukan. Di menit ke-16 Michael Owen mencetak gol luar biasa dan Inggris memimpin skor untuk sementara. Tapi di menit ke-45, Argentina menunjukkan strategi cemerlang lewat skema bola mati dan Zanetti mencetak gol penyama. Dengan drama seperti ini, pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah kiper Argentina, Carlos Loa menjadi pahlawan setelah menahan dua penalti dan membawa Argentina ke perempat final. Namun di babak ini mereka harus menghadapi salah satu tim Belanda yang terkuat. Hanya dalam waktu 12 menit Belanda sudah unggul, tapi Argentina tak mau kalah. 5 menit kemudian, Claudio Lopez mempermalukan Van Dersar dan menyamakan skor. Setelah itu, Belanda terus menekan. Tapi Argentina bermain semakin baik. Bahkan mereka punya dua peluang emas yang hanya membentur tiang gawang. Tampaknya Argentina akan menang. Namun saat Argentina punya momentum yang bagus, Aril Ortega justru melakukan hal tak terduga. Ia berpura-pura dijatuhkan di kotak penalti dan beberapa detik kemudian menyundul kepala Vanersar dalam situasi tanpa bola. Aksi yang tak bisa dibenarkan itu membuatnya diusir keluar lapangan. Bermain dengan 10 orang, Argentina langsung kehilangan kendali. Beberapa saat setelah itu, Denis Berkam mencetak gol luar biasa yang mengakhiri mimpi Argentina secara dramatis dan menyingkirkan tim Pasarela dari Piala Dunia.

Kegagalan menyakitkan Argentina di Piala Dunia 1998. Meski diperkuat banyak pemain hebat, pelatih Daniel Passarella membuat keputusan kontroversial dengan mencoret beberapa bintang. Argentina tampil bagus di fase grup dan berhasil menyingkirkan Inggris lewat adu penalti di babak 16 besar. Namun, di perempat final melawan Belanda, kartu merah untuk Ariel Ortega jadi titik balik, dan gol Dennis Bergkamp di akhir laga mengakhiri perjalanan dramatis Argentina.