PERANG PECAH DI BERBAGAI TITIK & GUGURKAN PULUHAN TENTARA! Perang Thailand vs Kamboja Semakin Brutal
[Musik] Jai [Musik] membentang sepanjang 800 km. Perbatasan darat yang memisahkan Thailand dan Kamboja tak lagi menjadi kawasan aman sejak hari Kamis. Pasalnya, tidak ada titik terang untuk perundingan dan ratusan ribu warga sipil kini terpaksa meninggalkan rumah. Amerika dan China serta Malaysia yang mengemban amanah ketua ASEAN telah menawarkan diri untuk menengahi. Tetapi Thailand menolak bersi keras agar konflik sebaiknya diselesaikan dengan cara mereka sendiri. Pertanyaannya, apakah warga sipil yang menjadi korban bisa menunggu lebih lama sedangkan perang makin meluas dengan pertempuran pecah di berbagai titik di perbatasan? Peluncur roket Kamboja hangus terbakar. Sementara pertikaian perbatasan yang memanas dan krisis diplomatik dengan cepat memicu eskalasi, jet tempur F16 Thailand telah mengebom sejumlah sasaran di Kamboja. Sebelumnya dua provinsi di Thailand menjadi sasaran roket BM21 yang menurut sumber militer serangan tersebut terarah terhadap warga sipil. Tapi sebagai balasan, laporan terbaru di perbatasan menyebut giliran peluncur roket Kamboja yang jadi sasaran. Memasuki hari kedua perang, baik Thailand maupun Kamboja saling jual beli tembakan artileri berat termasuk meriam dan roket. Hawitzer Swagerak beroda M758 ATMJ 155 mm Thailand kemudian memasuki arena pertempuran untuk mendukung tembakan. Menargetkan dan menghancurkan sistem roket peluncur ganda BM21 Kamboja yang berlokasi di distrik Chom Krasam. Sebuah rekaman yang beredar memperlihatkan peluncur roket milik Kamboja hangus tak tersisa. Sebenarnya jika dibandingkan, orang-orang percaya bahwa sistem persenjataan Thailand jauh lebih canggih. Karena itu, elemen serangan kejutan Kamboja terhadap warga sipil dianggap hanya unggul secara kuantitas. Tapi dengan adanya balasan yang jauh lebih menghancurkan, apakah sudah waktunya perang menampilkan pertunjukan kualitas senjata milik Thailand atau ini hanya sebagian kecil dari babak perang yang berkelanjutan? Tembak jatuh jet tempur Thailand. Kamboja pada gilirannya juga mengklaim kerugian di pihak lawan. Merujuk pada bentrokan pada hari Kamis, pihak militer mengumumkan keberhasilan dalam menembak jatuh salah satu jet tempur F16 milik Thailand. Jurnalis veteran Kamboja Soy Sofiap melaporkan dari lokasi bahwa Thailand menggunakan en jet tempur F16 untuk menjatuhkan bom ke medan pertempuran dan membenarkan klaim militer. Sebuah sumber juga mengkonfirmasi lewat K Times bahwa sebuah jet tempur berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Kamboja pada pukul 10.58 pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi di wilayah Chong Anma, Provinsi Ubon Rachani menyusul pertempuran darat dan penghancuran salah satu pangkalan militer Kamboja. Keterangan serupa juga dirilis oleh media Thailand Tirath. Tetapi terdapat keanehan dalam kronologi waktu yang dirilis kedua media ini. Sebab Tirat menyebut jet ditembak jatuh pada pukul 10.51 pagi dan bahwa ledakan terjadi pukul 10.58. Sementara di sisi lain, laporan Care Times pada rilis berbeda. Menyebut serangan udara F16 ke posisi seberang perbatasan baru dimulai pukul 11.30 pagi. Artinya, jet Thailand dilaporkan jatuh sebelum serangan udara dilaksanakan menimbulkan pertanyaan serius mengenai urutan dari peristiwa yang sebenarnya. Sebagai tanggapan, Angkatan Udara Thailand membantah laporan media Kamboja. Menyebut kabar jatuhnya F16 adalah berita palsu yang disebarkan oleh Kamboja dan sama sekali tidak benar. Sebaliknya, seluruh pesawat dilaporkan kembali dengan selamat usai menjalankan misi pengeboman terhadap militer Kamboja. [Musik] Peta pertempuran di 8 titik. Perang kali ini kembali meletus di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja. tepatnya di wilayah distrik Kapoweng, Provinsi Surin, Thailand yang berbatasan langsung dengan Provinsi Oarmeanci di Kamboja. Selain itu, serangan juga terjadi di provinsi lain di Thailand, yakni Sisaket, Provinsi Ubon, dan Provinsi Buriram. Angkatan darat Kerajaan Thailand kemudian merinci delapan titik yang menjadi medan baku tembak dalam bentrokan dengan pasukan Kamboja. Titik pertama berada di Distrik Kantaralak, Provinsi Sisaket yang menjadi lokasi serangan terhadap pom bensin dan supermarket pada hari Kamis. Lokasi kedua adalah distrik Kap Cooeng yang tak lain merupakan sasaran roket BM21 di Provinsi Surin. Titik ketiga meliputi tiga desa di distrik 6 UN Provinsi Ubon Racatani. Selanjutnya ada distrik Ban Kruat di Provinsi Buriram dengan titik berbeda secara spesifik mengarah pada grup tentara Desa MU 16 di Tambon Bankruat. Kembali ke Provinsi Surin, titik lain mencakup distrik Vanom Dongrak, termasuk sebuah rumah sakit yang menandai titik ketujuh dalam daftar ini. Terakhir, satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka di beberapa area juga di Provinsi Ubon Racatani. Jika ditelusuri lewat Google Maps dan Google Earth, sisa saket berbatasan langsung dengan Kamboja. Jaraknya kurang lebih sekitar 100 km. Begitupun dengan tiga provinsi lainnya. Darurat militer di sepanjang perbatasan. [Musik] Menanggapi situasi yang semakin tak kondusif, pemerintah Thailand lantas mengumumkan status darurat militer dian provinsi berbeda pada hari Jumat. Darurat militer sekarang berlaku. Komandan Komando Pertahanan Perbatasan Apichard Saprasert berkata dalam sebuah pernyataan merujuk pada tujuh distrik di Ctaburi dan satu distrik di Tat. Pernyataan tersebut lebih jauh menyebut darurat militer segera berlaku setelah Kamboja menggunakan kekuatan militernya untuk menginvasi Thailand di sepanjang perbatasan. sesuatu yang ia bahasakan sebagai deklarasi yang dibuat untuk menjaga kedaulatan nasional, integritas teritorial, serta kehidupan dan harta benda warga negara Thailand. Dewan Keamanan PBB mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas krisis yang meningkat pada hari Jumat nanti. Entah permasalahan ini akan selesai dalam waktu dekat atau tidak, yang pasti diperlukan usaha sedikit lebih keras oleh pihak ketiga jika ingin menengahi. Apalagi sengketa perbatasan antara kedua negara sudah dimulai lebih dari satu abad lalu, tepatnya setelah pendudukan Prancis berakhir di Kamboja. Korban akibat perang. Apa yang paling menyedihkan dalam perang adalah mulai dipertaruhkannya kehidupan masyarakat sipil khusus Kamboja, Thailand. Keduanya mengalami pertempuran terburuk dalam 13 tahun terakhir. Sebelumnya jumlah korban jiwa yang dilaporkan adalah 16 orang pada hari Jumat serta lebih dari 120.000 Ibu warga di perbatasan kedua negara telah mengungsikan diri. Belakangan pejabat Kamboja melaporkan 12 kematian baru sehingga total korban tewas menjadi 32 pada hari Sabtu dan lebih dari 130.000 orang mengungsi. Ratana Meying, salah seorang pengungsi yang dimintai keterangan berkata, “Bentrokan kali ini lebih parah jika dibandingkan tahun 2011 lalu. Anak-anak, orang tua tiba-tiba diserang,” katanya. Saya tidak pernah membayangkan akan sekejam ini. Vernon Matters mengutip dalam rilisnya. Ledakan berkala terdengar di Rumah Sakit Vanom Dongrak pada hari Jumat. Sedang penembakan hari Kamis menghancurkan jendela di salah satu bangunan rumah sakit dan merusak atapnya. Di Provinsi Siis lebih banyak penduduk desa mengambil barang-barang mereka dan meninggalkan rumah dengan mobil, truk, dan sepeda motor setelah mereka menerima perintah evakuasi. Sementara di seberang perbatasan Kamboja, desa-desa di pinggiran Provinsi OD Meanci sebagian besar kosong melompong. Rumah-rumah terkunci rapat sementara ayam dan anjing berkeliaran di luar. Para jurnalis Reuters di Provinsi Surin menyaksikan konvoi militer Thailand yang terdiri dari sekitar selusin truk, kendaraan lapis baja, dan tank melintasi jalan-jalan provinsi yang dikelilingi sawah saat bergerak menuju perbatasan. Hubungan antara Thailand dan Kamboja telah mencapai titik terendah dalam lebih dari satu dekade dengan kedua belah pihak saling tembak dan serang di kedua sisi perbatasan. Bagaimana pendapat kalian mengenai perang ini? Yeah.
Membentang sepanjang 800 kilometer, perbatasan darat yang memisahkan Thailand dan Kamboja tak lagi menjadi kawasan aman sejak hari Kamis. Pasalnya, tidak ada titik terang untuk perundingan, dan ratusan ribu warga sipil kini terpaksa meninggalkan rumah. Amerika dan China, serta Malaysia yang mengemban amanah ketua ASEAN telah menawarkan diri untuk menengahi. Tetapi Thailand menolak, bersikeras agar konflik sebaiknya diselesaikan dengan cara mereka sendiri. Pertanyaannya, apakah warga sipil yang menjadi korban bisa menunggu lebih lama? Sedangkan perang makin meluas dengan pertempuran pecah di berbagai titik di perbatasan.
Disclaimer: gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini
For copyright matters please contact us at: dfsosmed@gmail.com