KITA BERTAHAN HIDUP 7 HARI TERDAMPAR DI DALAM KONTAINER TERSERET OMBAK
Hari ini Tegu Sugianto dan istri tercinta terdampar di tengah laut di atas kontainer. Bisakah kita bertahan hidup, menunggu bantuan atau kita harus pergi dari kontainer ini agar kita bisa kembali hidup bahagia seperti semula? Wah, hari ini kita ada di mana ini? Buset. Tapi, tapi kedengarannya kita ada di atas air kok, kok kita terjebak di dalam kontainer? Terus apakah kita harus keluar dari kontainer ini? Gak tahu. Tuh, tuh lihat cuman ada awan doang di atas. Gimana caranya biar kita bisa naik ke atas sana? Ini apa ini? Oh, ini barrel. Hah? Ini kotak kardus. Ada batu. Ada batu. Oke, coba kita ambil dulu. Apa yang perlu kita ambil? Kok rata-rata semuanya rongsokan ya? Oke, ya udah bawa aja bawa. Ada air minum buat kita minum nantinya. Hah. Oke. Nice. Ini apa ini? Lampu. Wei, ada lampu. Tapi di sini ada lampunya ya. Aneh bisa nyala. Wah, hujan kah? Hah? Hah? Wow, hujan itu kalau kalau kebuka nanti ininya banjir. Hah, emang iya? Terus kita bakal tenggelam di dalam kontainer ini. Hah? Lah, ini harusnya jangan biarin airnya masuk. Terus kita tutup aja. Tapi kalau kita tutup, kita gak tahu apa yang ada di luar. Kita ada di mana? Kita harus lihat di luar ada apa. Emang ini tangga bukan yang putih ini bukan ya? Bukan. Kalau gitu kayaknya kita bakal pakai kotak-kotak kardus ini untuk ngebuat sebuah tangga biar kita bisa naik ke atas dan kita bakal lihat apa yang ada di luar. Oke, sudah kita hancurkan dan kita sudah ngebuat sebuah tangga kita susun dari kardus. Let’s go. Kita bakal lihat. Wow. Yang wah kita beneran di tengah laut. Kita ada di tengah laut dan dan kita terdampar dong. Gimana caranya kita pulang kalau kayak gini? Hah? Oh no. Kita gak bisa pulang kayaknya. Kita udah terdampar di sini. Mening goelah kita di sini kawan. Apalagi ini kalau malam pastinya sangat-sangat dingin. Berarti berarti kita harus bikin api unggun. Kita harus makan setidaknya karena kita butuh makan. Kita harus bertahan hidup. Terus kita harus mancing di sini. Terus kita minum air apa? Air laut. Emang gak bisa diminum? Bisa sih, tapi kayaknya bakal sakit perut deh. Nanti kayaknya kita harus ngebuat air yang udah dimasak. Itu kok ada lampunya ya? Itu water monumen bukan yang tuh yang mana itu? Iya kayaknya. Hah? Kenapa kok kita malah terdampar di atas watermon? Hah? Waduh. Eh, bentar. Aku punya spy glass. Kita coba lihat dengan menggunakan teropong. Apakah ada pulau terdekat di antara lautan? Ini gak ada deh. Help tolong. Tuh yang ngambil tuh kayaknya gak ada deh. Oke. Ada kapal di sini. Duduk dulu coba. Sekarang kita bakal lihat apa aja yang kita dapetin dari kardus-kardus. Tadi aku dapat tali, dapat batu, dapat pasir, dapat minum. Nah, ini minum nih. Nah, ini buat A yang minum ya. Nanti nanti dulu tapi ya. Loh, kok yang nangis? Ay, jangan nangis woy. Aku mau di sini. Di sini serem. Lihat tuh ombaknya. Tenang, bersama-sama kita akan mencari cara untuk pulang. Oke. Oke. Ada kaleng, ada sarang laba-laba, dan ada kayu. Ini kayu buat apa, ya? W yang kayu ini ternyata bisa kita crafting. Nah, jadilah kayu-kayu. Oke, oke, oke. Kayaknya aku bakal bikin di bawah aja ya. Khawatirnya nanti kalau ombaknya tinggi terjadi tsunami gitu ya kan. Oke. Oke. Uh, mantap sekali. Semuanya jadi kayu ya. Siapa yang mau mancing nih? Nah, kita dapat pancingan. Yey. Ayo, ada yang mancing. Aku gak bisa mancing. Harusnya ayah yang mancing lah. Aku mencari cara mengcrafting-crafting menggunakan akal sehat yang sangat-sangat terbatas ini untuk membuat sesuatu biar kita pulang. Ya udah, sini aku yang mancing. Bisa ya? Pokoknya kalau umpannya udah tenggelam itu Ayang klik kanan, Ayang tarik. Tuh, aku punya 12 batu. Gimana kalau batu ini kita buat jadi kompor? Nah, dia bakal jadi kompor buat kita nanti masak ikan. Ya, sebetulnya kita bisa sih bikin api unggun, tapi api unggun itu gimana cara bikinnya? Ee kayaknya kita butuh charcoal ya atau kalau enggak koal ya untuk ngebuat sebuah api unggun. Tapi bentar, gimana kalau kita bikin dari setiap batang kayunya? Kita coba kumpulkan beberapa stik kayu. Kemudian kita bakal gabungkan. Nah, dia jadi yang namanya kayu bakar. Butuh empat kan kalau enggak salah kan. Kayu bakar kita taruh di dalam kontainer ini atau kita taruh di luar? Yang di luar. Buset. A udah sambil rebahan santui ya. Awas kecemplung. Awas. Aku tadi dapat gurita. Gurita. Masa gurita nih? Eh itu ya cumi-cumi bukan. Wih. Bukan gurita, Ubur-ubur. Yah. Ubur-ubur mah enggak bisa dimakan entar lengket semua. Tuh tadi dapat tulang ikan. Ya udah deh, api unggun aku taruh di dalam kontainer ya. Kali kalau lagi malam hari dingin gitu kan ya kan yang. Oke. Oke guys, kita bakal bikin mungkin di sini aja gitu ya. Enggak kebakar kan dekat kardus harusnya sih enggak ya guys ya. Oke aku bakal mungkin bikin pojok aja deh. Nah di sini kali gitu ya. Wuh nice sekali. Tapi ini butuh dibakar, butuh dinyalakan. Bagaimana kita cara menyalakannya? Kalau kita gak punya korek, aku cuman punya flintnya. Hah? [Musik] Aku tahu apakah kita perlu menggesek-gesek kayu ala zaman nenek moyang, Guys? Kayaknya enggak deh. Oh, aku tahu gimana kalau kita bakar ini kaleng-kaleng. Nah, oke. Kita coba bakar ya, Guys, ya. Apakah apakah bisa? Harusnya sih bisa ya. Jadi besi gitu ya, kan? Uh, nice. Jadi besi. Oh, oke oke oke. Dia udah jadi besi. Mantap. Aku dapat besinya 14, kawan. Beh, langsung kita bakal crafting di sebelah sini jadilah iron inget. Dan kita bakal crafting untuk mendapatkan korek. Yeay yang, aku udah bikin api unggun. Mantap. Kerja bagus. Eh, aku masih mancing. Hah, itu bunyi apa? Itu bunyi apa? Astagfirullahalazim. Hah, kenapa ada orang di sini? Enggak tahu tadi dia ta, muncul di atas kapan dia dari laut. Ya ampun, jangan bilang dia terdampar juga dan akhirnya dia di sini. Ini kayaknya udah malam hari deh. Tuh kan ke atas. Udah malam, Sian. Dan matahari pun sudah tenggelam. Mana ini apinya? Kok gak nyala? Yang belum kuyalain. Tut. Oke. Bakar ikan. Kok enggak bisa? Yang bisa ya bakar ikan ya? Berarti kayaknya itu ikan emang enggak bisa dibakar. Bisanya cuma dimasak di sini. Ikannya harus ikan Minecraft. Yang tuh ikan tuh. Oh, ini nih. Ini yang bisa kita masak nih. Alhamdulillah kita masak ikan, Guys. Alhamdulillah. Be daging ini aja. Hei, jangan yang kayaknya dia bakal ngeluda-ngeluda enggak sih ke kita? Enggak ya? Enggak tahu. Tapi itu orangnya enggak ada. Seramu. Tuh kan. Tuh kan dia ngejigong-jigong kan. Yah. Dia enggak ngejatuhin daging. Dia cuma ngejatuhin kulit. Kulit? Kulit. Kulit. Lumayan sih kulit. Cepat ini baju kalian. Oke oke oke. Kalau gitu kayaknya aku bakal bikin pedang ya, Guys, ya. Daripada dicubit-cubit kagak jelas nih. Oke, yah. Ayo. Satu lagi. Yang jangan jigong-jigong istriku. Kusate l ya kau. Nah, udah nih. Oh, pengen makan gak? Kita istirahat dulu enggak sih di malam ini? Karena kita sudah sangat-sangat lelah, kawan. Tuh dagingnya tuh. Aduh, capeknya ini dagingnya udah matang. He, makan daging ikan goy ikan bakar lezat. Aku airnya habis. Itu a yang minum air yang belum dimasak. Semakin diminum semakin aing keracunan. Sakit perut mencret. Terus harus dimasak di mana? Aku aus. Nah, itu dia. Sini kasih ke aku botolnya. Aku bakal cari sesuatu cara atau bikin gimana caranya biar air-air laut yang ada sebanyak ini bisa kita masak. Oke. Cihuy. Coba aku lihat. Ah, keluar kali ada cracken. Oh. Terus mau dipancing sama Ayang Kennya. Putuslah pancingan itu. Kocak. Hari sudah mulai malam kayaknya kita perlu bikin kasur deh ya kan? Iya udah ngantuk. Biarkan besok pagi baru kita lanjut untuk mencoba segala cara ya guys ya. Bertahan hidup dan mencoba untuk kembali pulang. Oke, bisakah dengan string-string ini aku membuat yang namanya wall ya? Bisa, bisa, bisa. Mantap, Guys. Mat, Guys. Nah, oke. Aku dapat 3 wall dan jadilah kasur. Yeay. Kita tidur yang alhamdulillah. Hah, aku lagi mancing nih. Udah tidur besok lagi baru mancing tuh. Ah, tidur dulu lah. Hah, cepat amat Ayang turunnya lewat mana? Kocak, kau gak lihat Ayang? Hah? Yah. Hah? Lewat sana tadi. Lewat tangga. Kok bangun lagi? Ngapain bangun lagi? Hah? Iya kan A ngajak ngomong mulu. Oke oke maaf maaf maaf. Ini aku baru bikin kasur yang kedua ya. Kasur yang kedua. Alhamdulillah guys. Kita tidur dulu. Biarkan tukang mie ayam itu nungguin kita, ngejagain kita. Hah. Aku mancing lagi yang buat makan kita nih. Nanti malam ya. Nanti malam ya. Makan daging lagi guys. Mantap. Ganti ah sebelah sini biar aku dapat ikannya yang bagus-bagus. Karena gimana caranya aku ngebuat sebuah alat biar kita bisa masak air. Hujan. Wow. Oke, dadah Pakang jadi tumbal si Bapak jadi tumbal laut ya, Guys ya. Bye bye, Bapak. Bapak gak guna ya, Guys ya. Oh, kalau hujan gini enggak kelihatan pancingannya. Udah agak gelap ya. Ini aku bikinin a yang sepatu nih. Tadi kan dapat kulit. Eh, bentar. Bukannya dengan kulit ini kita bisa bikin sebuah tempat minum? Alhamdulillah bikin tempat minum yang nih [Musik] bisa ngambil engak nih? Wah, pemandangannya indah banget tuh yang lihat ada cahaya-cahaya ilahi. Hah? Apakah cahaya ini akan menjemput kita? Hah? Enggak dong. Alah, bukanlah. Coba lihat bapak-bapak itu. Dia mencoba untuk pulang dengan menggunakan Akhirnya aku berhasil ngebuat alat yang bisa memasak air mentah menjadi air yang bisa kita minum. Cihuy! Ye! Oh, mantap. Eh, tapi kayaknya dia butuh suatu bahan bakar deh. Yang mana bahan bakar ini butuh charco ya. Karena uapnya dari charcoal itu bisa mengubah air laut menjadi air tawar. Yah, gimana dong? Kita gak ada charco yang emang di sini gak ada kayu atau aku harus perlu untuk menyelam melihat di bawah kontainer ini, di bawah laut ini, apakah ada sebuah yang namanya kapal karam yang hah? Kaliang harus ke sana tuh ke tempat itu yang ada lampunya. Buset, buset. Ngapain ke sono? Minta tolong, minta duit tanyain cari kayu. Oke, guys. Sabar, Guys. Aku bakal mencoba mencari cara ya. Ang tadi dapat pancingan lagi dari mancing. Iya, tadi dapat. Oh, aing dapat ikan langka loh. Ikan tengkora. Wow. Oke, aku ambil dulu. Aku enggak perlu mancing kan? Aku enggak perlu mancing kan. Mancingan aku tadi ketaruh. Hah. Oke. Oke. Kayaknya aku perlu ngebakar satu kaleng ini lagi untuk ngebuat yang namanya kapak besi ya, Guys, ya. Biar aku bisa mendapatkan kayu gelondong yang ada di bawah. Semoga aja di bawah laut kita bisa menemukan kapal yang karam. Semoga aja yang ya. Oke, yang di sana ada ikan hiu. Apa kita pancing ikan hiu aja ya? Oh. Emang bisa ikan hiu? Jangan bilang daging ikan hiu lebih banyak loh. Wah, biar kita bisa makannya buat seminggu. Seminggu? Oke, mantap. Berarti dari mancing A bisa dapetin kaleng bekas dan juga beberapa kayu-kayu gitu juga ya ternyata ya. Iya. Tadi aku juga dapat pancingan. Itu apaan tuh yang itu tuh hitam-hitam itu. Hah? Tuh, gua gak tahu apa kayak barang gitu deh yang apa sisik ikan. Gimana kalau aku bikin kapal biar aku bisa jalan-jalan setidaknya? Setuju enggak? Ya udah. Oke, guys. Kita bakal bikin perahu dulu ya, guys, ya. Oke, ini perahunya udah jadi. Terus nanti kalau buat naik seenggaknya aku butuh yang namanya leather. Saatnya jebur. Let’s go. Wow. Loh. Heh. Hah. Yang, ini perahu macam apa? Kok kayak gini, woi perahunya, woi. Hah? Yang di sebelah sana. Oh, di sana. Oke. Kok beda perahunya? Kok rada comppang-camping gini punya aku? Hah? Kenapa ini? Enggak kok sama di aku perahunya. Emang iya kok aku lihatnya rada-rada bolong-bolong ya. Tapi ya udahlah ya, yang penting dia bisa kita pakai, Guys. Dah, aku mau mencoba untuk menyelam. Aku udah siapin pintu. Moga aja di bawah atau di sekitar bawah laut ini, Guys, kita bisa menemukan kapal yang karam. Oke. Astagfirullahalazim. Banyak ikan hiu yang dilaser sama itu bunyi apa yang sama itu yang itu bunyi apa yang apaak ada bunyi apa-apa kok ada kayak bunyi ikan paus ya? Hah? Oke. Enggak ada kok perasaan ayang doang itu. Oke, guys. Kita coba untuk menyelam lebih dalam. Buset. Oke. Oke. Santais-santai. Jangan sampai kau ketahuan sama mereka kawan. Bentar bentar. Aduh, napasku habis. Tidak, Bang. Aku meningi. Hah. Hah. Haduh. Haduh. Oh no. Buset, langsung kena mining fatik ya, Guys, ya. Mana ini udah gelap banget. Aku bahkan gak bisa lihat apapun yang ada di dalam sini. Yang buruan naik hujan. Ya, ya. Sabar dulu ya. Aku mencoba di tengah laut seperti ini. Barangkali ada sesuatu chest. Gimana chest-nya? Wah, gak kelihatan apa-apa aku, Guys. Bentar ya, ambil napas dulu soalnya. Enggak kelihatan apa-apa. Kocak. W. Oke. Eh, baret treasure. Iya. Terus, terus. Sabar, sabar. Ambil nafas dulu. Aku menemukan peta. Katanya dengan menggunakan peta ini kita bisa menemukan harta karun yang Wow. Oke. Eh, mati aku. Woi, kayaknya di sini. Woi, woi, gelapnya, woi. Aku enggak kelihatan apa-apa. Pintu, pintu. Ah, napas, napas. Biasanya di dalam kapal itu ada. Nah, itu dia. Wow. Oke, guys. Aku menemukan diamond dan juga emas. Mantap. Mantap. Huh. Huh. Oke. Hah. Dah, aku pulang. Aku pulang. Aku pulang. Aku sudah dapat emas dan aku sudah dapat besi. Ya, meskipun aku gak dapat kayu. Sabar deh. Entar lagi aku bakal turun lagi ya. Nice, aku dapat spruce lock. Oke, apakah ada lagi spruce locknya? Ada. Lumayan. Lumayan. Ah, oke. Ambil nafas dulu. Sepus lock lagi. Yang kedua mana? Yang kedua. Eh, bukan kocak. Bukan. Itu yang ini. Nah, yuk. Dah, cukup tiga. Mantap. Ambil napas. Huh. Huh. Hampir saja udah cukup aku kembali daripada aku nanti diserang sama ikan-ikan dajal yang Ya. Ya, pulang aja. Udah. Alhamdulillah akhirnya sekarang kita udah bisa masak air. Yey. Ye. Hah. Iya. Tuh, airnya sekarang udah jadi murni. Apakah yang ingin minum? Tuh, minum. Wow. itu sangat-sangat segar. Oke. Oke. Kok awannya kayak gitu yang mau terjadi badai enggak nih? Enggak kan? Mana hujan es ya? Hujan es bukan sih? Iya. Kok hujannya gini ya? Makin aneh. Dingin, dingin dingin, dingin. Untungnya kita punya api unggun, jadi kita udah gak kedinginan lagi. Oke. Wow. Yang hujan bad kah? Hujan bade, Guys. Iya. Waduh, kapal kita aman kan? Aman ya harusnya ya. Oke, Guys. Kita bakal masak terus. Minum ya. Uh, segar. Langsung kita nge-heal loh. Sekedar kita minum kita langsung nge-heal loh. Yang tuh gak sakit perut minum air ini mah. Minta ikan dong. Botol-botol kasih ke aku. Aku isiin lagi air minumnya. Aku cang yang aku kena tornado. Ah a jangan keluar. Jangan keluar. Ah. Oh no. Oh tidak. Apakah ini akhir dari semuanya? A terbang juga ya. Jangan keluar. Kita ada di langit. Tadi ayah manggil aku. K kira ada apa. Buset. Let’s go yang. Kita harus berenang yang. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Menuju ke kontainer. Tidak. Yang aku juga lagi berenang. Ya ampun. ikan-ikan di laut. Aku terbang lagi. Ya udah deh. Kena sambar petir. Kena sambar petir nih. Yok aku malah terbang lagi sih? Kayaknya paling aman kalau kita ada di dalam air deh. Kita mah udah kena tornado ini. Untungnya kalau kita jatuh ke bawah itu masih air ya, Guys ya. Itu ayam yang jauh banget. Tidak, aku sangat-sangat jauh. Apakah yang bisa menjemputku dengan kapal? Aku melihat pelangi. Apakah ini akhir dari segalanya? Aku jauh sayang. No. Kontainer tercinta. Aku akan tinggal dalam kontainer deh. Enggak mau keluar lagi deh aku. Aku udah mau sampai kontainer. Aku enggak mau keluar lagi. Takut kena. Awas awas awas nyelem dulu, nyelem dulu. Buruan, buruan. Oke guys, masukin. Cepat masuk, cepat masuk. Hah. Aduh. Kocak ada bada. Kita tidur aja kah? Enggak bisa tidur. Air kok enggak ada air? Ini air. Tadi aku keluar mau ngambil air malah kena tornado. Ya ampun. Ya ampun. Dah dekat api unggun dulu deh biar enggak kedinginan. Ya, benar. [Musik] Setelah kupikir-pikir, kayaknya kita gak bisa tinggal di kontainer ini selamanya deh. Yang tu coba lihat kenapa memang kan kita emang mau pulang juga. Siapa yang mau tinggal di sini? Maksudnya kita enggak bisa lama-lama tinggal di sini tuh. Alamnya sangat-sangat mencekam, woi. Seakan-akan kita emang enggak boleh tinggal di dalam sini. Iya, ini juga soalnya hujan ini. Lama-lama kontainernya masuk air kita gimana? Kita enggak bisa diam terus kita harus mencari jalan keluar. Ya udah deh, mau enggak mau besok pagi kita harus bikin kapal yang seenggaknya lumayan gede. Enggak seperti rakit yang tadi siang kita bikin. Kalau kita pulang pakai rakit yang tadi siang kita bikin, ya auto hancur waktu di perjalanan. Lihatlah lautan yang sangat ganas ini. Iya betul. Kita bakal bikin kapal yang gede. Jangan duduk terus. Apa? Aku udah gak duduk. Aku sudah sangat bersemangat. Inilah saatnya, Guys. Kita akan pulang. Oke, yang yang airnya udah mulai masuk. Tuh kan kontainer kita jebol, kan. E kontainer kita jebol, Guys. Kita bakal tutup pakai kaca dut. Aduh, buset pakai kaca lagi seramnya kalau ada hiu ngintip gimana? Wah, berarti suatu saat kontainer ini akan jebol semua, Yang, kalau lama-lama kayak gini yang benar enggak sih? Iya, ini udah enggak kuat karatan di di dasar air. Oke, guys. Berarti mau enggak mau kita harus pulang. Kita bakal bikin yang namanya sebuah setir yang terbuat dari kayu. Mantap. Setirnya udah jadi. Kita bakal tidur. Besok pagi kita bikin perahu yang layak dan kita bakal pergi pulang mencari pulau layak untuk kita huni. Oke. Iya. Kok petirnya sangat-sangat menakutkan sekali ya. Enggak, enggak apa-apa. Lanjut aja bikin kapal. Oke, Guys. Inilah kapal kita. Karena kayu kita pun juga kekurangan. Jadi, setidaknya yang penting coba Ayang duduk di sono. Oke. Katanya apa lebih bagus? Kepal apa? Kayunya kurang. Dan kita udah gak ada waktu lagi. Tuh, tuh, tuh. Langitnya tuh awannya tuh akan Oke. Assemble. Let’s go, guys. Duduk yang aku gak bisa duduk. Nah, udah. Oke, berangkat. Kita akan melewati mengarungi lautan ini di tengah badai. Kita akan tetap berjalan terus. Maju tak gentar, kawan. Ini ombaknya gede, Pak. Buset, Guys. Ombaknya, Guys. Ini kapal kita agak oleng kan? Harusnya enggak lah ya. Oke Ayang, gimana nih kalau ada tornado lagi ke bawah? Kata Ayangnya enggak ke bawah tornado. Harusnya sih enggak ya, yang penting tekad kita aja lebih gede daripada tornado. Bismillah. Yuk, aman yuk. Yang yang aku ngelihat sebuah pulau. Aku ngelihat sebuah pulau. Udah jalan jalan terus yang alhamdulillah kita nemu pulau ya guys ya. Terharu aku. Woy, jalan terus, yang takut keburu tornado. Akhirnya kita agak di kontainer itu lagi. Kita bakal pergi dari tempat ini. Kita bisa hidup lebih layak di pulau itu. Alhamdulillah itu pulaunya. Nah, lautnya pun lebih tenang kalau enggak di tengah laut. Nah, oke. I di sini cuman ombak-ombak biasa aja. Oke, sudah sampai. Ini kita sampai di pulau. Kita enggak di tengah laut lagi. Akhirnya kita menginjakkan tanah. Eh, bentar. Ha. Ah, tidak. Aku kembali lagi dalam air. Sabar, sabar. Salah. Kocak sebelah sini. Tenang, tenang. Aku tadi lihat di dalam gua banyak koal dan juga banyak yang lain-lain. Seenggaknya kita udah nemu daratan, Guys. Dan apakah ada sapi atau domba kah? Ah. Hah. Oh, sepi. Eh, jangan bilang ini pulau yang tidak berpenghuni. Ya sudahlah ya, aku cinta bumi. Dan akhirnya kita udah sampai di sebuah pulau yang bisa untuk hidup yang lebih baik daripada kita hidup di kontainer kayak hari pertama. Di sini kita udah kecapekan, udah gak bisa ngapa-ngapain lagi. Kita bakal beristirahat sejenak untuk berikutnya melanjutkan membuat rumah dan juga hidup lebih baik. [Musik]
Jangan Lupa Bantu Like dan Subscribe ya
Join TeguhTeam : https://shorturl.at/kpzHT
Follow Instagram : https://www.instagram.com/teguhsugianto_yt
Follow Tiktok : https://www.tiktok.com/@teguhsugiantotiktok
TAGS
Minecraft
Roblox
Teguh Sugianto
Teguh Sugianto Minecraft
Teguh Sugianto Prank
Teguh Sugianto Survival
Teguh Sugianto Roblox