Farhat Abbas Ditantang Penonton Bersumpah dengan Al-Qur’an Soal Ijazah Jokowi | Rakyat Bersuara

Ya itu udah salah kan? Ya udah stop dulu Pak saya mauini udah kamu stop aja. Enggak enggak ini ini kalifikasi Pak Suryo B saya ngajak sumpah Al-Qur’an yang namanya Farat Abbas itu salah salah. Nah saya tantang lagi para Abbas sumpah jatah Alquran. Eh untuk apa? Sumpah untuk apa? Untuk menyatakan kebenaran kalau kita katanya di dana dana besar dan ada orang di belakang kita. Saya enggak saya enggak kenal kamu. Enggak ada urusan sama kamu. Enggak ada urusan sama dia. Mana Alquran? Saya enggak kenal ini orang minta sumpah Alquran. Ayo sumpah Alquran untuk karena bahasa sekarang. I buat apa sumpah Alquran? untuk bicara kebenaran. Far harus gimana? Oke, Zoners. Seru kan episode rakyat bersuara kali ini? Sebelum lanjut nonton, jangan lupa like, comment, dan subscribe. Kalau udah, yuk kita lanjut nonton lagi. Bapak, Pak Farhad, silakan Bu Farat. Kita memaklumi, menyadari bahwa kondisi begini kalau menghadapi Pak Pro Suryo ini kan doktor gitu. Biasa kalau orang-orang yang enggak sekolah kan ngejek atau bawel aja nyebelin. Apalagi kalau dokternya betul-betul menusuk di hati gitu. Makanya kita lapor ke pidana. Kemudian gugat perdata. Oke. Pada kesempatan ini kami bertemu dengan tiga orang ini yang memang oleh Pak Profesor Paiman Bapak sebagai tergugat. Masroy digugat 1,5 miliar kalau tidak sal iya semuanya kira-kira 1,5 miliar R50 juta untuk material 750 imaterial. Oke. Total 1, seteng lah. I. Kemudian ee mereka ini kita anggap adalah orang-orang yang sangat berani dan nekad tapi enggak tahu tinggalnya di mana. Ketika dilarikan ke tim ada TPUA ke tim lawyer mereka juga mereka semua pada enggak ada yang mau memberitahu alamat. Nah, bahkan Egi Sujana pun kantornya juga sudah pindah katanya ke Bogor. Akhirnya kami sudah menemukan alamatnya melalui data. Memang kita anggap ini mereka adalah orang-orang ahli IT yang tidak susah ditembus untuk hacker alamatnya. Saya enggak tahu bagaimana tekniknya ya. Itu menurut diskusi kami agak sulit. Mungkin sengaja pernah punya KTP alamatnya di kompleks DPR tapi belum ada perubahan. Ee mungkin juga ada di Jogja kalau data rekamnya kita sudah dapatkan. Misalnya abang ini ee ngajar di Medan tapi rumahnya mungkin di Klaten. Oke. Nah, tapi itu enggak masalah. Tapi pada kesempatan ini saya minta apakah bersedia untuk hadir walaupun nanti alamat surat lambat untuk supaya orang lihat nih kalian berani menginap. Kita tunggu Mas Aiman. Jangan sampai jangan sampai kesalahan atau kebodohan lawyer yang tidak menuliskan nama dan alamat dengan tepat ya itu ditimpakan ke kita yang salah siapa bukan kita kalian berani enggak? Kalian kan menghina orang loh. Enggak. Yang salah siapa? Enggak ada masalah. Kalau masalah keselamat masih bisa kita pakai diumumkan ya di koran. Silakan umumkan sekarang kalian fair dong. Kalian menghina Pak Jokowi, kalian menghina di mana? Menghina Pak ya menghina Pak Profesor Rahman. Ya udah nanti aja mana. Menghinanya di mana? Sudah baca SPDP kan? Menghinanya di mana? Ini Pak Suryo aneh saking ngeyelnya sudah masuk SPDP masih menanyakan menghinanya di mana. Lah iya ini orang seperti ini contoh ini aneh saya tanya aja enggak bisa jawab lawyer aneh ini. Mas Farhad. Iya. Anda pernah enggak ini saya buka aja. Anda pernah enggak mengajukan diri ke TPUA untuk menjadi lawyer kami tapi ditolak? Tidak pernah. Ini tidak pernah bohong. Tidak pernah. Bohong. Buktinya mana? Tuh tuh tuh. Ada ini baru kenal saya ini. Pak Rustam. Pak Rustam silakan. Eh Rustam saya tidak pernah ketemu kau barusan kemarin. Enggak Pak enggak usah enggak usah macet pakai mikrofon aja. Saya kasih mikrofon. Pakai makan pakai mic. Ada. Jadi karena ditolak terus kemudian sekarang ini orang baru ketemu kemarin. Dengar dulu. Ini orang baru ketemu kemarin. Katanya dia orang dari Ternate kenal saya. Enggak pernah ya. Tapi saya enggak pernah minta kerjaan sama dia. Minta kerjaan emang lu siapa? Minta kerjaan sama gua. Ya itu udah salah kan. Ya udah stop dulu Pak. Saya mauini udah kamu stop aja. Enggak enggak ini ini kalifikasi Pak Suryo bahwa saya ngajak sumpah Al-Quran yang namanya Farad Abbas itu salah. Salah. Nah saya tantang lagi para Abbas. Sumpah jatah Alquran. Eh untuk apa? Sumpah untuk apa? Untuk menyatakan kebenaran. Kalau kita katanya di dana besar dan ada orang di belakang kita, saya enggak, saya enggak kenal kamu. Enggak ada urusan sama kamu. Enggak ada urusan sama dia. Mana Alquran? Saya enggak kenal ini orang minta sumpah Al-Qur’an. Ayo sumpah Alquran untuk karena bahasa sekarang ya. Buat apa sumpah Al-Quran? Untuk bicara kebenaran. Farhan itu urusan kamu. Kok urusan saya? Urusan kamu juga. Jadi mereka ini dilaporin polisi. Anda mau ngomong, Anda mau ngomong mau ngomong apa? Enggak malu kamu kan tadi kamu kan tadi pernyataan Pak Ro ingin ikut di minta kerjaan sama untuk ijazah ikut di TPUA enggak pernah enggak pernah oke anda mau anda mau nyampaikan mau menyatakan bahwasanya Ibu Kurnia pernah bicara itu juga Rustam itu Farat Abbas pernah mau ikut-ikutan jadi pengacara di TPUA tapi kita tolak Ibu Kurnia ngomong begitu dengan saya Kurnia saya enggak kenal Ibu Kurnia mana eh oke oke kali mulut jangan ngarang-ngarang malu kamu sana sana kau yang malu udah udah Enggak ada kaitan itu enggak ada enggak ada enggak ada enggak ada itu itu ngarang aja eh pekerjaan apa itu ngarang aja itu. Dia pengin masuk TV tuh. Oke. Oke. Silakan. Kalian mau hadir enggak menghadapi sidangnya Pak Paiman? Nanti tunggu saja tanggalnya. Nah, kalau dipanggil polisi datang enggak? Oke, datang ya. Clear ya. Nanti tunggu saja. Bayangkan kalian lihat nih orang bertiga ini yang di tengah ngina Pak Jokowi teriak yang udah kayak pendemo sendiri. Demonya enggak tahu. Malu gua ngelihatnya. Terus Pak Suryo yang mana? Itu yang mana? Ini masalah mobil SMK ini. Mobil SMK ini jasa atau SMK? Hah? SMK 6000 kan? Jelas ini. Iya iya. SMK itu saya yang nyopir. Saya tahu pasti sejarah SMK. Kamu bohong ini. Wah, orang ini bohong terus ini. Cara-cara menghinanya Pak Joko itu yang satu nih, Ibu yang pakai jilbab nih, Pak Jokowo. Jelas kalau bagi saya Pak Joko itu sakitnya mungkin karena pakai obat skinc [Tepuk tangan] mungkin ya kan? Mungkin. Dengar lu dulu. Gak usah lu ngomong ini bukan debat sama dia. Bisanya dia ngomong ini kutukan Allah karena pemimpin masalah. Oh fitnah fitnah fitnah fitnah. Iya. Coba kita lihat ya. Fitnah ada beritanya. fitnah. Saya tidak pernah bilang begitu. Saya sebagai dokter ya yang profesional memberikan saran secara kedokteran karena saya khawatir dengan kesehatan Pak Joko Widodo. Jadi saya memberikan salomendasi profesional karena memang ada kebencian bukan orang yang netral. Tidak ada kebencian. Jadi Anda memfitnah semapi akan menjadi kualitasnya kayak gini itu kan persepsi penilaian saya ini lawyer. Eh orang ini siapa ya? Siapa justru kamu siapa? Diam diam dulu. Diam dulu dulu. Kalau namanya dokter ahli media sosial yang terhormat dong dengan cara-caranya. Sebentar silakan dr. Tifa untuk menjelaskan apa yang dr. seperti sampaikan terkait dengan Pak Jokowi, terkait dengan apa tadi yang disebutkan Bang Farhad tadi ee penyakit penyakit. Iya, Pak Joko Widodo itu kan pejabat publik, seorang tokoh ya kan. Sehingga kita semua itu yang memiliki kompetensi itu harus memberikan pandangan kita, saran kita, itu sebagai rasa empati kita. Saya tidak melihat ada orang di sekitar beliau itu memberikan empati yang sama. Ya, kamu dengan cara-cara menghina memalukan. Masyaallah. Diam dulu. Bisa diam kan? Ya. Jadi saya cuman Bapak Ibu ini cuman gaya halus tapi jahat. Makanya jadi saya berikan kesempatan pada Badat. Silakan silakan dokter tiba karena dia motong saya Pak tadi. Maunya kamu dengar dulu omongan saya. Iya. Oke. Oke. Oke silakan. Mungkin sudah enggak sabar pengin ngomong sama saya. Sil saya kok kamu saya kok. Tadi data saya ngomong kamu potong enggak? Enggak apa-apa. Silakan nanti saya beri kesempatan. Boleh. Silakan sekarang ya. Jadi saya melihat beberapa bulan sejak tanggal 24 April 2025 orang-orang di sekitar Pak Joko Widodo itu enggak ada satuun yang benar-benar memberikan sebuah kelayakan bagi beliau yang sedang sakit berat. Saya sebagai dokter ya, Mas saya master saya dalam bidang imunologi, saya tahu persis ya, bahwa beliau itu bukan sekedar alergi kulit karena sabun. Anda bisa lihat ya, kalau orang kena alergi kulit atau kena alergi cuaca dalam 3 sampai 5 hari dokter sederhana saja bisa menyembuhkan beliau. Tapi ini sudah lama sekali ya. Kok mengejek tuh gimana? Saya bagi saya kalian mengejek. Makanya saya dengarin supaya orang tua ibu dalam keadaan mengejek orang nih. Mas Aiman saya enggak bisa bicara dengan baik kepada rakyat Indonesia. Diselesikan sedikit lagi ngejek nanti saya beri kesempatan pada Bu Farhad Bung Reli. Bisa enggak ya? Jadi saya ini sebagai dokter tuh memberikan sebuah saran yang proporsional sesuai profesi saya ya. Sampai saya saking khawatirnya saya selalu berulang-ulang saya mengatakan Pak Jokowi enggak bisa diobati di Indonesia. Beliau harus dibawa ke Rumah Sakit Guangzou karena saya sembuh kok sekarang udah sembuh. Oh, Anda dokter apa bukan? Kamu ngejek Anda dokter apa bukan? Saya bukan dokter tapi kamu enggak pantas dokter aja enggak boleh membongkar orang. Kalau bukan far itu hangat kadang bikin jangan lupa secangkir kopi hangat yang nikmat untuk menemani kebersamaan kita dalam program rakyat bersuara. Kita akan segera kembali saat lagi tap sama kami.

Baca selengkapnya klik di sini:
https://news.okezone.com/

Yuk Subscribe: https://www.youtube.com/@officialokezone
Wa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5JRZrJf05lWWpeQO3n
Facebook : https://www.facebook.com/OkezoneCom
Instagram : https://www.instagram.com/okezonecom/
Twitter : https://twitter.com/okezonenews

#RakyatBersuara #RoySuryo #RismonSianipar #Jokowi #IjazahJokowi #Debat #FarhatAbbas