ATUN & MOMON MENEMUKAN PINTU PANJANG BERBENTUK MAZE YANG ANEH !! Feat @sapipurba Minecraft
[Musik] Mon, Mon. Woi, cepat. I ya ampun, lama kali kau ini. Habis dari mana sih? Aku udah tunggu dari sini loh. Aduh, kita udah mau makan sarapan entar kiaunya habis gimana dong? Iya iya. Ayo ayah. Oke oke oke oke. Ayo kita makan sarapan dulu. Oke. Loh, eh, tunggu Mon. Kok ada suara ibu-ibu menangis, Mon? Oh, iya loh. Y di sebelah sana. Eh, maaf, Bu. Kalau enggak punya uang, rumah sakit tidak bisa menerima. Kak, tolonglah, Pak. Aku hanya punya anak ini satu-satunya. Tolong dibantu. Kencil bayar. Tidak bisa, Bu. Ini adalah peraturan dari rumah sakit. Kalau semuanya itu harus bayar pakai cash. Tunai, tidak boleh cicil. Eh, Mon, Mon, Mon. Bukannya itu sibuk ST, Mon? Ayo, yuk. Kita samperin yuk. Ayo. Let’s go. Let’s go. Iya, iya. Beh, Bu Siti, Bu Siti kenapa kamunya? Atun, anakku tiba-tiba sakit keras hari ini. Dan saat aku bawa ke rumah sakit, ternyata biaya rawatnya terlalu mahal. Duit aku enggak cukup untuk bayar. Dan tiba-tiba aku diusir dari rumah sakit. Oh, ternyata begitu. Ya ampun. Bu, Bu, Bu, emang Ibu butuh berapa untuk biaya pengobatannya? Dokter bilang harganya bisa mencapai Rp100 juta. Aku cepat menjual sayur. Mana ada duit segitu. Tapi anakku harus cepat-cepat diobati. Gimana ini atun? Waduh juta. Wah mahal kali ya. Eh Mon M. Kamu punya enggak, Mon? Mana ada aku. Tun kita paling cuma punya R juta. Em, Bu Siti yang tabah ya. Eh, entar aku sama Momon akan pikirkan caranya gimana bisa membantu Ibu. Aku yakin segala sesuatu pasti ada jalannya, Bu. Ibu pura istirahat dulu deh. E, mungkin bisa temenin anaknya dulu. Iya, makasih ya, Tundon. Hah. Hah. Wah, Mon. Itu biaya rumah sakit apaan sampai R juta, Mon? Sekarang mahal banget ya, Mon ya? Iya, Tun. Makanya semua orang udah pakai asuransi sekarang. Ya ampun. Terus kenapa mereka enggak bayar asuransi aja, Mon? Ya, gimana ya? Mungkin biaya asuransi mahal, Tun. Hmm, iya juga sih. Ya udah deh, kita coba lihat breaking news deh. Mana tahu ada sesuatu kan. Let’s go. Breaking news, pemirsa-pemirsa. Barusan aku mendapatkan informasi kalau pintu panjang aneh kembali muncul di dunia Minecraft. Kali ini pintu panjangnya berbentuk miss yang sangat aneh banget. Ada kabar burung yang mengatakan kalau di dalam pintu M itu terdapat harta karun yang sangat banyak. Sekian breaking news hari ini. Wah, Mon. Kamu lihat enggak itu, Mon? Itu pintu Messi itu katanya banyak harta karun, Mon. Wah. Eh, eh, tun tun tun. Gimana kalau kita masuk ke dalam situ dan kita ambil uangnya untuk kasih Bu Siti? Nah, itu dia, Mon. Dan kalau lihat dari tempatnya itu dekat tempat kita enggak sih, Mon? Iya, benar sekali. Ayo, yo. Kita ke sana, Mo, Mon. Kayaknya cuma di daerah dekat-dekat sini deh. Ayo, coba coba coba coba. Ayo, ayo, ayo, Mon. Kayaknya aku pernah lihat tempat dia kalau enggak salah, ya ampun. Ah, dekat-dekat sini nih, Mon. Coba coba coba kita lihat kita lihat di mana ya. Nah, ini dia Mon. Ini dia Mon. Oke, coba coba coba coba. Nah, iya kan betul kan, Mon? Kan? Wah, W ini. Asik nih, Mon. Kita bisa langsung masuk. Let’s go, let’s go, let’s go, let’s go. Oke, oke, oke, oke, oke. Kita masuk. Hei, ei, ei. Kalian siapa berani-beraninya masuk ke dalam properti aku? Hah? Properti kamu? Gimana ceritanya, Pak? Ini kan siapapun boleh masuk. Ya iyalah ini properti aku. Jelas-jelas nih awalnya adalah tanah aku. Tiba-tiba ada muncul pintu panjang seperti begini. Enggak boleh karena gak boleh masuk. Ya ampun, Mon. Gak boleh masuk, Mon. Aduh. Du du. Aduh, sayang banget nih. Eh, Pak, pak, Pak. Janganlah kau kayak gitu. Kita mau tolong orang ini. K masuk kita. Iya, betul. Kita mau tolong orang. Aneh anaknya sakit keras. Enggak bisa enggak bisa. Kalau kalian mau masuk ke dalam sini, kalian harus bayar. Minimal satu orang itu R5 juta. Waduh, Mon. R5 juta mahal kali, Mon. R00 juta katanya. R5 juta 500 ya? Oh, ya iya. Eh, Pak, kok jangan maru kali lah, Pak. Enggak ada. Aduh. Eh, eh, kita ada itu uangnya. Eh, kamu gimana sih? Kan R5 juta itu kamu yang punya, aku tak punya. Berarti kamu yang masuk sendiri. Emangnya kamu bisa? Oh, iya juga ya. Makanya. Aduh, gimana ya? P eh siapa tuh? Tunggu, tunggu, tunggu. Emm. Ya, ya, ya, ya. Bang, kenapa, Bang? Eh, eh, eh. Kalian butuh uang, ya? Eh, I, I, iya sih, betul sih. Emang Abang bisa bantu kita? Oh, bisa dong. Tapi kalian harus bagi 20% dari harta karunnya ke aku. Hah? 20% berarti aku dapat 80% nih. Wah untung besar nih. Eh, Mon. Ini ada orang yang mau bantu kita bayar, Mon. Tapi kita harus kasih dia 20% kita 80%. Untung besar nih, Mon. Gimana, Mon? Iya, iya boleh ini, Tun. Oke, oke, oke. I, iya, boleh, boleh, Bang. Boleh, Bang. Oke, bolehlah kalau begitu. No uangnya kasih mereka masuk ya. Oke. Iya. Nih Pak, ini nih uangnya, Pak. Nah, nah, nah, nah. Tuh, aku sudah bayar semua uangnya ya, Pak ya. Wah, oke oke oke. Total udah R10 juta. Boleh kalian berdua boleh masuk. Silakan. Wah, ayo ayo ayo Mon. Wih, beruntung banget Mon ada orang yang mau bantuin kita. Memang orang baik banyak di dunia ini, Mon. Ayo masuk, masuk, masuk, masuk. Ao, ayo. Ayo. Oke, oke, oke. Wah, ini mesya seperti gini ya, Mon ya. Panjang banget, Mon. Coba coba coba kita lewat, kita lewat. Ih. Oh, ya. Ini panjang banget ya, Mon ya? Coba-coba kita lewat, Mon. Kira-kira di dalam ini ada rintangan seperti apa ya, Mon ya? Iya, panjang kali L ini. Iya, aku seram-seram, Mon. Kalau ternyata kayak squid game gitu kan mening kita Monak apa-apa tuh, yang penting kita ada niat untuk membantu. Kita harus semangat. Oke, oke, oke. Semoga kita sampai pada tujuan dengan selamat, Teman-teman, ya. Karena katanya ini M, ya, Teman-teman. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Oke, oke, oke, oke, oke. Coba kita lihat. Mon, ada pintu di sini, Mon. Akhirnya kita mencapai pada pintunya. Baiklah, Mon. Siap-siap, Amon. Ya, kita masuk. 1 2 3 let’s go. Wah loh loh loh loh loh. Kalau lihat dari luar kayaknya kecil ya mesinnya ya. Tapi dalam itu gede banget Mon. Benar sekali ternyata benar ya, Guys ya. Di sini penuh dengan tantangan. Jadi untuk bisa menolong anaknya Bu Siti, kita harus melewati tantangan ini untuk dapat uang ya, Guys, ya. Oke, di sini ada checkpoin. Kita check poin dulu, Mon. Tunggu. Ini apa tantangannya nih? Oh, gampang-gampang nih, Mon. Ini Mon cuma loncak-loncak gitu doang, ya. Oke, pertama-tama kamu dulu, Mon, silakan. Oke, oke, oke, oke, oke. Wis, wis me, my friend. Ya ampun, ternyata si Momo lumayan jago ya, Teman-teman, ya. Baiklah kalau begitu sekarang aku tep sep. Ye, ya ampun jangan kau ya. E, mau jatuhin aku pula lagi. Ayo sini cepat jalan. Ayo, ayo. Eh, gak bisa, gak bisa. Tunggu ini apa lagi nih? Ada duri-duri banyak nih. Oke, guys. Untuk next challenge-nya ini ternyata ada maze, guys, ya. Di sini, ya. Dan aku udah melihat di sini banyak sekali magma blok. Hati-hati, Mon. Jangan sampai kebakar, Mon. Let’s go. Kau maju duluan karena serius, Yoi, Mon. Karena sapi-sapi itu lebih enak kalau dimasak pakai panggang, ya. Elah, tunggu. Nyam nyam nyam dulu. Oke, siap. Ayolah, jangan lama-lama. Eh, jangan pukul. Aduh, aduh, aduh, aduh. Oke, sekarang aku aw. Ah, cepat. Kau lama sekali loh. Itu anak Bu Siti udah menunggu kita. Ma, aduh, kau di depan. Ya udah, ya udah. Aku di depan lah. A, aku di depan. Udah aku dulu. Nih nih nih nih. Oke, sip. Oke, ah. Lihat aku jago kan tuh. Oh, ini gimana nih, Guys? Kena damage. L. S adw. Aw aw ah. Gimana? Oke, pastikan fokus saja dan kita kelar, Teman-teman. Yes, let’s go. Tunggu dulu. Ada dua pintu, biru sama pink, Mon. Sepertinya ini aku biru, kamu pink, ya, Mon. Ya, kita gak boleh masuk barang. Cewek. Oke, sip. Kita akan masuk. Loh, gak ada apa-apa di sini. Aneh banget. Ya, udahlah yang gara tantangan kita jalan dulu deh. Hmm. Deh, si Momo di mana, Mon? Momo enggak ada sih? Aneh banget. Ini kan pintu dia kan. Apa jangan-jangan pintu aku yang enggak ada tantangan punya dia ada tantangan? Aduh, ketunggu dia dulu dah. Eh, Mon. Halo, Tun. Kamu ngapain lama banget? Hah? Emang susah banget punya kamu itu? Ah, enggak sih. Cumanya tadi aku agak melamun aja masuk dalam. Alah, agak melamun. Ah. Eh, aku duluan loh. Ayo, ayo kita loncat lagi di depan, Tun. Kok dia agak aneh? Biasanya kalau habis aku kerjain gitu, dia pasti marah-marah. Tuh, coba tes. Eh, jatuh. Kenapa, Tun? Aneh banget. Ay, sudahlah ya. Enggak gak gak gak apa-apa. Gak asik jadinya. Ayo kita naik ke atas. Tinggi banget, Mon. Hati-hati ya, Mon. Oke. M oke. Ah. Ah. Ah. Oke. Dia masih di sini. Sebentar. Kita siapin dulu tenaga kita di perut kita. Oke. Udah ditahan. Ayo, ayo, ayo. Monik, Mon. Oke, oke, oke, oke. Ayo, ayo, ayo. Sini, sini, sini. Kita kentut. Gimana, Moni? E agak bau sih, tapi enggak apa-apa kok. Hah? Emm, sejak kapan sih Momong jadi begini, Guys? Aneh banget. Ya sudahlah, masa bodoh lah. Ibu Siti anaknya udah nunggu. Ayo, ayo. Cepelah, cepelah, Mon. Oke, kita akan lihat dulu. Wih, tinggi banget di bawah sana. Oke, oke, oke. Kita akan loncat. Ih, eh, aduh. D loh. Monon, Kakak, kamu ngapain dekat-dekat? E, enggak kok, aku cuma tadi mau loncat. Ya ampun, Guys. Guys, Guys. Secara enggak langsung aku kayak merasa kayak si Momo sengaja mau mendorong aku jatuh ke bawah. Enggak sih? Dia dekat banget loh tadi loh. Ya ampun itu dikit lagi aku jatuh itu. Eh, hati-hati ya. Agak di belakang ya. Iya iya. Waduh aneh banget dia. Oke, aku loncat. 1 2 3. Oke. Ah, [Musik] Mon Kamu dorong aku, ya? Enggak, aku dari tadi di ujung. Terus kenapa aku jatuh? Mungkin karena kamu kurang beruntung aja, Tun. Ayo coba lagi. Pasti bisa kok. E, biasanya dia akan ngomong skill isue, Teman-teman, ya. Kali ini agak beda ya. Oke, perhatikan baik-baik Amon ya. 1 2 3 langsung. Wih, S. Oke, sekarang Kon. Loh, kok hilang? Mana dia? O, jatuh. Gimana, Mon? Bisa, Mon. Eh, ini kenapa gak bisa, Dari tadi? Udah bisa. Eh, bikin kesal aja ya. Kok jatuh mulu, jatuh mulu. Eh, eh, kok K si M tiba-tiba jadi galak, Guys. Mon, kamu sehat, se jangan tanya-tanya lagi. Eh, y ampun. Eh, sudahlah, mungkin dia jatuh tadi, ya. Eh, sudahlah, kita mengertilah, cuma kita ini apa sih? Oh, ada musuh-musuh. Oke, baiklah, baiklah. Nah, biasanya di sini, Guys, si Momo pasti kasih aku lawan sendiri. Gak mau lawan ya. Ayo, Mon. Silakan, Mon. Kamu jalan duluan. Oke, bikin kesal aja nih mereka semua nih. Bentar, makan dulu nih. Dia mau maju duluan. Beneran ini. Ini bukan momon yang aku kenal, Guys. I sini kalian. Ya ampun. Ya ampun, Guys. Kalian lihat, Guys. Oh, iya si Momo. Oh, dia melawan, Guys. Si Momo berani. Tapi kayaknya mening dia deh. Udah diam dia. Engak bisa kayak gitu barbarnya, Mon. Aduh, kamu jangan aneh-aneh lah. Tuh, tuh, tuh, tuh, tuh. Oke, semua tantangan ini kita sudah hadapi. Sekarang kita akan masuk kepada yang selanjutnya, Mon. H. Oke, kayaknya di sini ada tombol, Mon. Oh, ini adalah miss berdua. Ini adalah parkour berdua nih, M. Kamu ambil pink, aku ambil biru, Mon. Tuh, tuh. Ah, enggak bisa ya kalau harus ada yang bantuin, Mon, berarti intinya adalah di sini harus berdua masuk. Kalau sendirian gak bisa, Mon. Oke, oke, masuk. Ayolah, cepat. Y, pentol. Ya ampun, melamun pula dia. Nah, oke. Ayo, ada apa di sana? Ada tombol. Oke. Oh, terbuka tombolnya. Benar. Ternyata ini adalah parkour berdua. Harus kerja sama, Mon. Aduh, ya ampun, tolong. Memalukan Anda, ya. Oke. 1 2 3. Oh, iya betul sekali, Mon. Ternyata cuma segampang itu ya, Mon ya. Oke, sip. Apa segampang itu? Enam kali kau ngulang. Em, udah enggak usah marah-marah. Biasanya adem. Sekarang marah-marah. Tadi waktu masuk bayi. Eh, gimana sih? Capet kau loncat. Jangan kau panjang emeng itu. Ambil itu barang di sana itu ada chest. Udah ku ambil kau enggak tengok di tanganku ini. Ah, ya udah, ya udah, ya udah. Tuh, tuh, tuh, tuh, tuh, tuh, tuh, tuh, tuh. Loncatlah. A, cepat buka pintu. Oke. Wow, ini harta karunya banyak sekali. Yes, kita kaya raya. Kita bisa pakai uang ini untuk membayar si Siti eh tunggu, tunggu, tunggu, tungung. Mon, Mon, Mon. Kenapa kamu? Eh, eh, ei. Kenapa, kamu? Mon, kenapa Mon? [Musik] Sayang sekali. Kalian masuk ke dalam jebakanku. Terima kasih sudah membantu aku untuk mendapatkan harta karon ini. Hah, keterlaluan. Pantas dari awal aku merasa dia enggak beres dengan si Momon. Ternyata dia si cowok kayak itu. Kita sudah masuk ke dalam jebakan. Sekarang meninggoilah kalian semua. Aduh, ya ampun. Waduh. Aduh, kepalaku sakit banget. Heh, aku belum meninggi. Aduh, hah. Wah, untung gua pakai armor ini ya. Jadi, pukulan terakhir dia itu enggak berasa di aku. Cuma bikin pingsan doang. Baiklah. Wah, semua uangnya udah dibawa pergi. Tidak. Ah, ternyata kita ditipu sama orang kaya itu. Tunggu, tunggu, tunggu. Berarti si Momo di mana? E, oh, aku, aku kayaknya tahu deh, Guys. Awal mulanya dia berubah itu adalah di tangga-tangga itu, Teman-teman. Oke, oke, aku udah tahu. Aku udah tahu yang ada dua pintu itu, Guys. Kita akan kembali ke sana untuk menolong si Momon ya, Guys, ya. Let’s go, let’s go, let’s go. Kita sudah di bawah, Teman-teman. Tadi si Momon dari sini tuh lama ya, dia hilang di sini ya? Hah? Di mana dia ya? Cuma begini doang. Eh, ada suara Momon. Momo di mana? Eh, di sini ada blok yang berbeda warnanya. Coba kita bantu. Tunggu, tunggu, tunggu, tolong. Ya ampun, beneran. Emon. Ya ampun, kamu kenapa bisa di sini? Tadi aku masuk kan, tiba-tiba ada yang toko dari samping tupak gitu terus bangun-bangun dari di sini. Ih, oh iya okelah kamu begitu. Tapi kan ini kan kayu Mon. Tinggal kamu garuk kan udah langsung hancur dia. Mon aku kan baru ped mini. Nanti kuku kurusnya gimana? Betul ya. Eh gara-gara kau pedimeni. Peredimeni sekarang uangnya udah habis semua. Mau kamu tahu tuh siapa yang tadi kok tokok kamu itu? Itu si kaya itu. M bener. Oh iya ya kita keluar ya. Ya ampun kamu tahu ggak Mon? Ternyata iya si kaya itu ma dia ngebohongin kita. Beneran dia ya. Eh, kita balik ke sana. Kita cari dia dan kita balas dendam. Ayo sini. Iya iya. Oke. Oke. Let’s go, Guys. Kita ke depan sekarang, Guys. Let’s go. Ayo, ayo, ayo. Mur. Oke, ini udah jalan keluarnya. Siap-siap. Oh, i ini kita tanya Bapak ini deh. Pak, Pak, Pak, ngomong-ngomong tadi itu ada cowok yang masuk ke dalam juga ya. Oh, iya betul sekali. Setelah kalian masuk, dia juga ikut masuk. Tapi dia tadi duluan keluar deh bawa kayak sebanyak banget tuh goni-goninya gitu. Oh, no. Oh, iya. Hm. Keterlaluan tuh orang tuh. E ngomong, “Pak, dia ke arah mana ya, Pak ya?” Mmm, aku juga kurang tahu ya. Sepertinya tadi itu dia kayaknya ke arah ke arah desa kayaknya. Oh, oke, Pak. Oke, Pak. Makasih ya, Pak. Eh, Mon. Sepertinya dia mau kabur, Mon. Aku gak tahu ya udah berapa lama apakah dia udah sempat kabur atau enggak. Kamu sekarang kamu ke kiri, entar aku ke kanan, Mon. Oke. Aku tadi di desa, Mon. Eh, eh, eh, Mon. Sini dulu, Mon. Eh, eh. Apa? Kiri itu di sana, ini kanan. Eh, oh pikir dari sini kiri kagak kiri tuh sana tuh. Ya ampun. Eh, ya. Ya, ya. Oke, oke. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Hah. Hah. Hah. Hah. Oke, guys. Kita udah sampai ke desa ini ya. Kita harus cari kira-kira dia ada di mana, Teman-teman. Kita gak boleh biarkan dia pergi begitu gampang. Tapi kok enggak ada orang sih? Ini gimana sih? Eh, tunggu dulu. Hei, kamu itu dia. Oh, iya benar. Kita harus kejar. Sini kamu. Eh, berhenti. Jangan kamu pergi. Terlaluan. Ah, kamu jangan ambil uangnya, woi. Aku pakai itu. Ayo kejar kalau bisa. Ayo sini. Aduh. Duuh. Apa sih ini? Kok ada banyak tentangan-tantangan begitu sih? Hei, berhenti. Ya ampun ya. Sini kejar aku. Kalau bisa itu uang benar-benar mau dipakai loh. Iya. Tuh, tuh, tuh, tuh. Oke, oke. Sini, sini, sini, sini, sini kamu, sini kamu. Sini kamu, sini kamu. Ah, kamu gak bisa apa-apa ya sekarang ya. Oke. Oh, ya ampun, malah jalan pula dia. Sini kamu. Ih, ih, gak mau dia. Aduh, duh. Aduh, duh. Seram banget. Seram banget. Seram banget. Aduh, duh. Mana laapanya? Oh, lavanya masih di belakang. Hei, cepat berant. Waduh. Aduh, ada banyak tongtong tongtong begitu ah. Ayo sini kamul. Ah, du du. Eah, lava di belakang, Guys. No, no, no. Eh, jangan main-main. Di sini ada lava, woi. Aduh. Duh. Eh, wah dia mau langsung ke sana. Ah. Ah, apa kamu? Eh, ya ampun ini punyaku. Bye bye. Oke okeu. Oke. Eh, nah, nah, nah. Buntu kamu, ya. Buntu kamu, ya. Rasakan. Ah, ampun, ampun, ampun, ampun, ampun, ampun, ampun, ampun, ampun. Mau kabur enggak boleh ya? Kembalikan uangnya sekarang juga. Oh no. Iya, ya, iya, iya, iya. Ampuni aku. Yang penting aku selamat dah. Ini nih ku kembalikan dah nih. Hah, keterlaluan ya. Oke, jangan macam-macam yang lain kali ya. E, minta maaf dulu. Iya, iya. Maaf, maaf, maaf. Nah, ini buat nolong orang. Ya udah, ya udah, ya udah. Wah, kita harus cepat-cepat nih untuk nolong anaknya Bu Siti, ya. Ayo, let’s go, let’s go, let’s go. Wah, makasih ya, Atun. Berkat kalian, akhirnya anakku bisa diobati. Iya, enggak apa-apa, Bu. Maaf ya agak lama. Tapi yang paling penting anak Ibu itu sehat. Iya, Bu. Cepat sembuh, ya anaknya. Iya, makasih ya. Okelah, Teman-teman. Karena kita sudah berhasil untuk menyelamatkan anaknya Bu Sity. Jadi kita sudah video kita pada hari ini guys. Kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Kita bertemu lagi di next video berikutnya, guys. Bye.
ATUN & MOMON MENEMUKAN PINTU PANJANG BERBENTUK MAZE YANG ANEH !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X