Blok Ambalat Bergejolak! Bagaimana TNI Tanggapi Arogansi Malaysia? 4 KRI Langsung Dikerahkan

Api di Ambalat, arogansi Malaysia usir nelayan RI dikepung marinir dan 4 KRI. PM Anwar temui Prabowo. PM Anwar Ibrahim menggerta parlemen Malaysia yang memprotes keras soal wilayah ambalat. Ia menilai konflik seperti antara Thailand dan Kamboja seharusnya menjadi pelajaran. Menurutnya, berkonflik dengan Indonesia justru akan merugikan Malaysia. Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan dua pejabat eksekutif Malaysia pada 30 Juli lalu, yakni Wakil Kepala Menteri Datuk Seri Jefri Kitingan dan Wakil Menteri Luar Negeri Datuk Muhammad. Jika keputusan ini dibuat tanpa berkonsultasi dengan Sabah, itu merupakan bentuk pengabaian terhadap hak-hak kami,” ujar Kitingan dikutip Minggu, 3 Agustus 2025. Sementara itu, Datuk Muhammad menuduh bahwa klaim Indonesia atas blok ND6 dan ND7 tidak berdasar. Wilayah itu milik Indonesia di Laut Sulawesi, bukan di Ambalat,” ujarnya tegas. Anwar Ibrahim mengingatkan para pejabat tersebut bahwa perang tidak akan menguntungkan siapapun. “Pilihannya adalah bertempur atau berunding. Malaysia memilih berunding,” tegasnya. Anwar menyebut bahwa berkonfrontasi dengan Indonesia yang ia sebut sebagai tetangga dan saudara hanya akan membawa kerugian. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam. Fakta 56 tahun sila mencatat bahwa TNI Angkatan Laut, Darat, dan udara Indonesia pernah bersikap keras dan siaga tempur atas konflik ambalan. Sengketa ini selalu dipicu oleh Malaysia dan seringkiali berujung pada kekalahan diplomatik maupun militer pihak Malaysia. Insiden pada 2007 cukup menegangkan. Kapal perang Malaysia memasuki wilayah perairan RI dan mengusir kapal nelayan Indonesia di sekitar Blok Ambal. TNI Al merespons dengan menyagakan empat kapal perangnya KRI, yaitu KRI Ki Hajar Duantara, KRI Keris, KRI Untung Suropati, dan KRI Welling. Pada Maret 2008, Indonesia dan Malaysia bahkan nyaris terlibat konflik bersenjata setelah insiden senggolan antara KRI Tedong Naga dan kapal perang Diraja Malaysia Rencong di perairan Ambalan. Aksi berani KRI Tedong Naga yang menabrak kapal Malaysia hingga membuatnya mundur dari perairan Karang Unarang menjadi catatan sejarah. Karena itu, PM Anwar kini memilih sikap damai dan menawarkan skema pengelolaan bersama. Itu sudah disepakati dengan Presiden Prabowo Subianto, jelasnya. Anwar menambahkan bahwa kunjungannya ke Indonesia pada 28 Juli lalu turut membawa perwakilan dari negara bagian Sabah sebagai upaya mengakhiri sengketa dan konflik berkepanjangan. Sebagai informasi, Indonesia memasukkan ambalat ke dalam wilayah J berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005. Blok ini dikelola sebagai wilayah eksplorasi migas dengan kerja sama dari perusahaan asing seperti Eni dan Unochal. Sebaliknya, Malaysia mengklaim sebagian ambalat sejak 1979 melalui peta nasional sepihak yang ditolak komunitas internasional termasuk PBB dan negara-negara tetangga termasuk Indonesia. Download Tribun X sekarang menghadirkan lokal menjadi Indonesia. Ah.

PM Anwar Ibrahim menggertak Parlemen Malaysia yang memprotes keras soal wilayah Ambalat. Ia menilai konflik seperti antara Thailand dan Kamboja seharusnya menjadi pelajaran. Menurutnya, berkonflik dengan Indonesia justru akan merugikan Malaysia.

Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan dua pejabat eksekutif Malaysia pada 30 Juli lalu, yakni Wakil Kepala Menteri Datuk Seri Jeffrey Kitingan dan Wakil Menteri Luar Negeri Datuk Mohamad.

“Jika keputusan ini dibuat tanpa berkonsultasi dengan Sabah, itu merupakan bentuk pengabaian terhadap hak-hak kami,” ujar Kitingan, dikutip Minggu, 3 Agustus 2025.

#Ambalat #Malaysia #PMAnwarIbrahim

Berita Selengkapnya :

===

Yuk lihat informasi terkini bersama kami, di:

Website Sripoku.com :
Palembang.tribunnews.com

Facebook Sriwijaya Post:
https://www.facebook.com/sripoku

Twitter Sriwijaya Post :
https://twitter.com/sripoku

Instagram Sriwijaya Post :
https://www.instagram.com/sriwijayapost/

Sumber: @tribunnews
Editor: IkaYI (Rika Yulianti Ismiani)
Penulis: Hendra Kusuma
Produser: Hendra Kusuma
Host: