BOS SURVEY & BUZZER BARU JADI KOMISARIS BUMN, SELURUH FASILITAS DIHAPUS. DENNY JA LANGSUNG PROTES

[Musik] Halo, halo, apa kabar? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang sekali saya Herp Arif bisa kembali menjumpai Anda semua dalam beberapa hari terakhir ini, pekan-pekan ini ee kita betul betul hiruk pikuk ya. Jadi sampai akhir ini akhir pekan pun ini hari Sabtu, hari Ahad masih banyak berita-berita yang ee sangat hot dan salah satunya itu sebenarnya ini ada juga berita yang sangat hot tapi kemarin ketutup ya kasus eh abuisi dan amnesti yang diberikan kepada Thomas Lembong dan eh Hasto Kristianto. ini soal langkah atau kebijakan baru dari badan pelaksana dan yang baru saja menerbitkan SK penghapusan insentif tunjangan dan tantiem. Tanti itu bonus tahunan untuk dewan komisaris e itu di BUMN dan anak-anak usaha BUMN. Surat keputusan yang ditandatangani Kepala Badan Pelaksana dan Antara Indonesia itu Rosan Roslani ini sangat mengejutkan ya kalau meminjam istilah anak-anak sekarang ini seperti plot twist gitu. sebuah alur cerita tidak terduga tiba-tiba berubah dan kemudian tidak diantisipasi oleh pembacaannya gitu. Tapi kali ini tampaknya yang tidak mengantisipasi dan tidak menduga adalah mereka-mereka yang jadi komisaris utama maupun komisaris di BUMN terutama yang baru saja diangkat menjadi e komisaris utama maupun e komisaris di BUMN. Keputusan ini membuat ee mereka-mereka yang tadinya itu bakal hidup nyaman, tenang, karena bisa mendapatkan penghasilan sampai miliaran per bulan. Anda enggak salah kalau saya nyebutnya per bulan itu miliaran. Kalau apes-apesnya ratusan juta gitu. Ini enggak bakal sampai seperti enggak segede itu. E karena yang gede kan bukan gajinya, tapi fasilitas dan sebagainya gitu. Dan tentu saja ini yang sangat tidak menduga itu adalah komisaris utama maupun komisaris yang baru diangkat dan banyak di antara mereka itu adalah relawan buzer bahkan ee belakang ada tukang survei di eranya Jokowi. Coba kalau Anda peraktikan bacaan-bacaan di di apa di media sosial kan dan juga media-media online banyak sekali loh orang-orangnya Joko Wiiodo itu yang baru saja masuk menjadi komisaris. Salah satunya paling pasti yang paling kontroversial adalah eh Silver Matutina yang jadi komisaris di eh di Food ID. Kemudian Adik Armando. Wah keren ini dia di komisaris di eh di PLN ya ini di Indonesia Power kalau tidak salah jabatannya. Dan yang terbaru itu yang baru bulan ini ya bulan e oh sekarang sudah Agustus ya. bulan kemarin, bulan Juli itu yang ee ada dua pemilik survei atau ee penitizen nyebutnya tukang survei, yakni Denny JA yang ee dia itu adalah LRIS Deni JA itu diangkat menjadi komisaris utama PT Pertamina Hulu. Dan kemudian eh ada Khodari dari Indobarometer ee yang juga dia di situ diangkat sebagai komisaris di PT Pertamina Hulu. Dan ee kalau Kodari ini sekarang kan jadi wakil kepala KSP ya, kepala staf kepresidenan di situ. Jadi bayangkan ada orang yang biasa melakukan survei-survei tiba-tiba urusan ditempatkan di Pertamina Hulu. Pertamina Hulu ini kan bagian dari eksplorasi ya dan duit yang paling gede di Pertamina itu di sini di ee di Pertamina Hulu itu. Jadi mereka pasti sangat kaget melihat keputusan dari Rosan Roslani ini. Sementara kalau kita menggunakan plot twist eh itu ya para pembaca atau rakyat biasa itu yang yang tidak menduga tapi mereka pasti tidak marah-marah. Mereka malah menyambutnya ee apa dengan sukacita karena selama ini mereka hanya bisa mengelus dada. negara katanya sedang melakukan efisiensi, tapi ratusan miliar duit negara itu dihambur-hamburkan melalui ee BUMN dan anak usahanya untuk membayar gaji, fasilitas dan alias bonus tahunan untuk para komisaris BUMN yang kompetensi maupun pekerjaannya kan enggak jelas dan itu layak dipertanyakan. Nah, tiba-tiba ketika Roslan eh Rosan Rosani itu menerbitkan SK menghapus semua fasilitas melimpah para komisaris itu ya publik ini menyambutnya dengan sukacita. Ini semacam hadiah kedua yang beruntun dari pemerintahan Prabowo setelah sebelumnya memberikan abolisi dan amnesti kepada Thomas Lebong dan Hasto. Sebaliknya jelas yang kelimpungan dan kecewa berat adalah para komisaris utama maupun komisaris. Apalagi kalau baru bulan lalu diangkat ya, baru Juli yang lalu diangkat dan belum sempat menikmati fasilitas yang berlimpah. Gaji mungkin sudah ya 1 bulan tapi fasilitas saya kira belum ya sekarang ini ya kan itu kalau untuk fasilitas-fasilitas yang lain kendaraan dan sebagainya itu kan pasti ada proses ee pengadaannya dulu. Jadi masih masih belumlah itu ya apalagi Tantiem. Tantiem ini kan biasanya dibayar pada akhir tahun dihitung berdasarkan dari laba perusahaan. Tapi memang ee apanya ini ee jumlahnya enggak kira-kira gedenya itu. Makanya kalau kemudian di dikonversi atau dibentuk dalam bulanan itu ee mereka benar-benar ee itu ee basah kuyub ya karena sampai miliaran kan. Padahal banyak di antara mereka ini ya para apakah itu relawan ee Bzer atau ee tukang survei yang sudah menunggu lama menjadi ee komisaris itu dan ee mereka itu sudah berjuang gitu ya kita nyebutnya begitu atau sudah membantu Pak Jokowi begitu tapi belum dapat jatah dan kemudian dapat jatahnya di setelah eranya Prabowo eh baru sebulan kemudian ternyata sudah dipangkas semua. Ya wajar kalau kemudian mereka nyap-nyapan, tapi enggak semua berani bicara. Yang bicara itu paling sekarang sejauh ini saya baca adalah Denny JA. Dia itu langsung speak up dan membuat tulisan cukup panjang dan dia mempertanyakan rasionalisasi mengapa komut dan komisaris itu layak digaji dengan ee gaji besar dan juga fasilitas yang melimpah ruah. Sekali lagi jumlahnya miliaran rupiah loh. Anda enggak salah dengar. komut BUMN itu imbalannya memang bisa sampai kalau di kemudian digabung-gabungkan semuanya itu per bulan bisa miliaran. Paling kecil itu juga ee sekitar ratusan juta. Tapi kalau ada juga sih yang ya ini paling kluster lah ya kalau cuma dapat puluhan juta itu dia anak cucu perusahaan BUMN. Tapi itu pun kalau dibandingkan dengan para pekerja biasa gitu ya, kelas manajer bahkan kelas direktur utama pun ini gaji mereka masih lebih gede gitu. Apalagi untuk para pengangguran ini pasti bikin bikin ngiler enggak kan bukan bikin ngiler sih malah bikin marah ya karena mereka masih mtanyakan apa sih ee kerjanya sebagai seorang direksi dan kemudian kalau ditanyakan kompetensinya apa urusannya survei dengan ee Pertamina Hulu yang bagian dari ee dari eksplorasi minyak itu dan kemudian atau ID food dengan BSER seperti yang di ee didirikan jabatannya oleh Silver Matutina misalnya yang kuliahnya pun enggak jelas ya kalau kuliahnya pun di ruko gitu. Keputusan itu ditandatangani oleh Rosan Rosrani pada tanggal 31 Juli. Jadi, timeline-nya bersamaan dengan keputusan abolisi dan amnesti hanya beda hari ini. Saya bacakan untuk Anda ya keputusannya kenapa kemudian menjadi geger ini di sini suratnya tertanggal 30 Juli. Oh ya, tanggal 30 Juli. Jadi hampir samalah ya dengan waktu proses pemberian amnesti dan abolisi itu. Dan perihalnya adalah pemberian tantim, insentif dan atau penghasilan dalam bentuk lainnya kepada direksi dan dewan komisaris BUMN dan anak usaha BUMN. Jadi suratnya itu kepada direksi dan komisaris BUMN dan anak usaha BUMN. Daftar terlampir ini panjang banget daftarnya. Merujuk pada perihal sebagaimana di atas, kami dengan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut. Satu, dengan telah diundangkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang badan usaha milik negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Pengelolaan terhadap BUMN, investasi dividen yang berasal dari BUMN dan operasional BUMN sepenuhnya merupakan kewenangan BPI dan antara holding operasional dan holding investasi. Dua, dalam rangka menerapkan standar tata kelola perusahaan yang baik dan berilaku level nasional maupun internasional untuk menjaga kepentingan BUMN dan semua ee pemangkuan kepentingan pemangkuan ya maksudnya pemangku kepentingan saya kira harusnya ya kami menetapkan bahwa a untuk anggota direksi BUMN dan anak usaha BUMN pemberian t insentif baik dalam bentuk insentif kerja, insentif khusus dan atau insentif jangka panjang dan atau penghasilan dalam bentuk lainnya. yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan harus didasarkan pada laporan keuangan yang sebenar-benarnya dari hasil operasi perusahaan yang merefleksikan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta bukan ee merupakan hasil aktivitas semu pencatatan akuntansi laporan keuangan seperti ee namun tidak terbatas pada pengakuan pendapatan sebelum waktu dan garis miring atau tidak mencatatkan beban untuk memperbesar laba perusahaan. Ini apa? financial engineering dong ini ya itu jadi financial statement fraud maupun manipulation dalam hal terdapat hasil usaha yang sifatnya oneof sebagai contoh revalue aset penjualan aset kemudian kuasi reorganisasi dan sejenisnya atau winfall maka harus dikeluarkan dari perhitungan. Sedangkan untuk anggota dewan komisaris, nah ini yang penting ini dan e BUMN dan anak usaha BUMN tidak diperkenankan mendapatkan tantien insentif baik dalam bentuk insentif kerja, insentif khusus dan atau insentif jangka panjang dan atau penghasilan dalam bentuk lainnya yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan. Hal C, hal sebagaimana dimaksud huruf A dan B berlaku sejak tahun buku 2025 ya. Ditandatangani oleh eh Rosan eh Perkasa Roslani, Kepala Badan Pelaksana. Tembusannya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dewan Pengawas BPI Danantara dan Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN. Ya, ini berarti vonis mati ini ya kalau untuk e keputusan ini ya. Apa konsekuensinya? konsekuensinya mereka hanya menerima gaji sementara fasilitas dan lainnya dan dan timnya itu hilang nih. Padahal kan yang bikin penghasilan para komisaris dan komisaris utama itu membengkak sampai mirip ee logo gajahnya PSI itu gedenya begitu ya. ya fasilitas-fasilitas dan tantim itu JN kan baru diangkat ya bulan awal bulan Juli lalu sebagai komisaris utama di PT Pertamina Hulu Energi. Selain dia nama-nama yang banyak disorot itu adalah eh tadi yang saya sebut eh Muhammad Qodari ini bos survei Indobarometer. Dan ada juga Wakil Menteri Pendidikan eh Tinggi ya Stella. Di situ ada nama-nama lain tapi kelihatannya enggak banyak disebut sebagai kontroversi. dia ini kalau saya baca SK-nya itu baru 10 Juli. Berarti ee ini akhir bulan lalu e bulan Juli kemarin dia baru terima gaji 1 bulan ya. Nah, berapa penghasilan mereka ini? Ini saya cari-cari datanya belum sampai detail. Tapi kira-kira beginilah hitungannya ya. Kalau untuk ee ee imbalan untuk seorang komisaris, komisaris utama itu ya gajinya itu sebesar 45% dari gaji direktur utama ya. Kemudian honorarium wakil komisaris utama sebesar 42,5% dari gaji direktur utama dan anggota ee honorarium anggota komisaris lain adalah sebesar 90% dari honorarium komisaris utama. Jadi kalau ee komisaris utama dan wakil komisaris dihitung dari direksi. Sementara anggota ee komisaris itu di 90% dari honorarium komisaris utama. Kemudian yang empat ada THR keagamaan. Kemudian lima, tunjangan perumahan, enam asuransi purna jabatan. Oh rupanya dapat dapat asuransi purna jabatan juga. Tujuh fasilitas kendaraan, 8 fasilitas kesehatan, fasilitas bantuan hukum. Selain itu untuk tanti insentif kerja atau insentif khusus Dewan Komisaris Pertamina itu diberikan menurut penetapan rapat umum pemegang saham atau RUPS e dalam pengesahan laporan, yakni kalau Tanti komisaris utama itu sebesar 45% dari tanti direktur utama. Sementara tantim wakil komisaris sama itu e komisaris utama 42% dari tanti direktur utama dan tadi sama juga tanti anggota komisaris lainnya 90% dari tantem komisaris utama dan itu biasanya diberikan dalam insentif jangka panjang berdasarkan persetujuan ropes dan insentif jangka panjang untuk anggota direksi dan dewan komisaris dalam bentuk saham dan atau uang tunai ni kalau lihat Pertaminannya ini ya pertaminannya itu gede banget loh untuk e komisarisnya itu ya kompensasinya itu sebesar untuk tahun 2023 saja itu sekitar 342 miliar. 342 kom ee 7 miliar lah. Ini kalau di kursnya pada waktu itu masih 15.700-an ya. Itu ee itu untuk ee untuk direksi dan personal kunci lainnya. Sementara untuk komisaris itu mencapai sekitar 800 miliar. ini dibagi berapa orang komisaris itu ya karena ada tujuh orang anggota komisaris Pertamina. Jadi kalau masing-masing itu dibagi sama aja hasilnya itu penghasilan mereka itu sekitar 115 miliar per tahunnya. Jadi tinggal Anda hitung kalau dibagi 12 bulan kompensasi bagi komisaris Pertamina tapi dibagi rata ya kan sebenarnya tapi kan beda-beda. Ada komisaris utama, wakil komisaris utama ada komisaris itu mereka 1 bulannya itu 9,6 miliar. itu bayangkan sekarang Iwan Bule ini ya dulu ini posisi yang dijabat oleh oleh Ahok ya kalau Pertamina Hulu saya kira lebih lebih rendah dari ini tapi tetap gede karena Pertamina Hulu ini salah satu andalan dari Pertamina ya. Nah sebagai pembanding begini deh. Kalau Anda mau ada juga misalnya ini komisaris e Gris Natal ya politisi e politisi PSI itu dia kan ee jadi komisaris di main ID. Jadi ee dia ini kalau apa kalau hitung-hitungan gajinya ya ini gaji ya kalau gaji direktur utamanya itu mencapai Rp325 juta per bulan ee dan kemudian komisaris utamanya 146,25 juta ee per bulan itu pendapatan gajinya saja orang seperti Gris Natal itu mencapai 131,65 juta. Itu itu baru gaji ya. Ee ini kan belum tadi yang Temm insentif dan sebagainya. Kalau enggak salah saya baca mungkin bisa sampai 1,8 miliar waktu itu angkanya. Tolong dikoreksi kalau salah saya ingatan saya seperti itu. Nah, tapi ini misalnya ada lagi orang seperti Adik Armando. Adik Armando itu eh ya kita tahulah posisinya. Dia memang seorang dosen dan sebagnya, tapi dia lebih dikenal sebagai buzer juga. Diehard-nya Pak Joko Widodo itu. Ini pada tahun tahun 2024 ini karena dia di PLN Nusantara Power Power ini ya. Jadi masing-masing itu honorariumnya saja itu disebutnya honorarium ini ya per bulannya itu Rp106.920.000. Kemudian tunjangan transportasi per bulan Rp21.384.000 tunjangan komunikasi per bulan R1 juta THR Rp106.920.000. Nah, tanti-nya yang gede Rp393.96.375 375 hingga R73 R879 juta. Jadi kalau ditotal-total ya mendekati Rp1 miliar juga penghasilannya. Itu kalau tambah macam-macam ya. Tapi kalau gaji saja tetap saja honorariumnya disebut tadi sampai 106 juta per per bulannya ya. Jadi ini kalau untuk angkat ee UMR di Jakarta itu bisa menggaji sampai berapa orang ini? sekitar ee bisa 15 sampai 20 orang. Di Jakarta berapa ya? 5,5 juta ya UMR-nya. Jadi tetap saja para komisaris ini dengan kerjaan yang tidak jelas gajinya gede banget gitu ya. Jadi kalau sekarang ini kemudian dihapus semua tunjangan-tunjangan ya mereka pasti mereka pasti jengkel marah gitu. Tapi sementara publik pasti akan sangat tenang gitu. Makanya saya sebut ini jadi kayak plot twist gitu ya. Nah sekarang ini kemudian kita masuk soal Denny JA ya. Danny JL ini kan kemudian dia protes lah begitu. Ini membuat tulisan panjang ini banyak dimuat di berbagai media dan di grup-grup workshop dimuat ini. Dia kan sekarang menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina Hulu Energi dan eh dia kata dia dia menduga kebijakan tersebut yang diambil oleh Danantara mengambil rujukan sistem tata kelola korporasi di negara-negara penganut one tier board seperti Amerika Serikat dan Inggris yang berbeda dengan sistem two tierbard yang digunakan formal di BUMN Indonesia. Dan menurut dia sistem twoerboard itu Dewan Komisaris BN tidak hanya berperan pasif tapi aktif dalam komite audit manajemen risiko, transformasi digital, ISG hingga pengendalian internal serta memikul risiko hukum setara dengan direksi. Apa iya praktiknya seperti itu. Menurut dia menilai menyamakan peran tersebut dengan noneksekutif direktor pasif dinilai sebagai penyederhanaan yang berbahaya. Ini kayaknya ada ancaman halus ini dari Deni ya. Dia menyebut, “Ada beberapa dampak negatif dari kebijakan itu di antaranya merendahkan fungsi pengawasan dan berpotensi memicu seleksi negatif. Tanpa insentif profesional kata dia, jabatan komisaris hanya akan menarik dua jenis orang kata dia, yang tak lagi dibutuhkan sektor lain atau yang datang hanya demi jabatan tanpa kontribusi.” Wah, keren juga alasannya. Dan kemudian dia juga mengingatkan potensi munculnya ini yang saya sebut tadi semacam ancaman ini ya, perlawanan pasif dari Dewan Komisaris akibat kebijakan ini. Komisaris mungkin tidak berdemonstrasi, tapi mereka bisa memilih diam, tidak bertanya, tidak menyela, tidak mengoreksi, dan dalam sistem pengawasan diam bisa lebih mematikan dari kritik terbuka. Gimana komentar Anda? Danny juga memandang kebijakan ini bisa menimbulkan diskriminasi struktural antara direksi dan komisaris serta merusak kontrak psikologis di dalam organisasi. Ee dan kata dia kan organisasi itu dibangun atas kepercayaan bahwa kerja keras akan sangat dihargai. Maka saat kepercayaan itu dicederai maka loyalitas pun perlahan mudar dan loyalitas yang hilang tidak bisa ditebus dengan regulasi. persoalannya sekarang itu justru yang kepercayaan yang hilang tuh dari publik karena melihat praktiknya orang ditempatkan sebagai komisaris dan atau apalagi komisaris utama enggak berdasarkan kompetensinya lebih berdasarkan pada kedekatan dan ee harus diakui ternyata yang banyak sekali mendapat jabatan ya orang-orang yang dekat dengan Joko Widodo. JJA misalnya ini dikenal dia sejak lama ini eh survei-surveinya ya selalu mendukung pemerintahannya e Joko Widodo. Dan ini belum lama ini baru pekan yang lalu kalau tidak salah dia itu apa mempublikasikan hasil survei yang menyatakan bahwa 72,6% kalau tidak salah katanya publik itu tidak percaya bahwa ijazah Jokowi itu palsu. Dan orang waktu itu banyak yang sinis karena data menunjukkan berbeda. Misalnya ini kalau polling tentu polling itu bukan enggak menggunakan metode ilmiah. Iwan Vales n itu dia membuat eh polling dan ternyata 72% menyatakan itu eh palsu gitu. Nah, tetapi yang saya kira cukup terukur dan ini bisa lebih real ini berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh eh drone Empret yang memantau percakapan di media sosial itu mayoritas mereka lebih percaya kepada Roy Suryo dan kawan-kawan ketimbang kepada Joko Widodo. Jadi dari sini saja kita lihat e dia sampai titik-titik terakhir masih terus membuat narasi-narasi ya pencitraan untuk Joko Widodo yang secara ilmiah itu dipertanyakan. Jadi ya orang tidak terlalu salah kalau nganggap itu merupakan balas budi. Tapi itu pun terlambat. Karena sebenarnya pada tahun 2020 tidak lama setelah Joko Widodo itu terpilih menjadi presiden untuk periode yang kedua itu bocor ini percakapan antara percakapan antara Deni JA dengan Menko eh paling berkuasa pada waktu itu yakni Luhud Panjaahitan. Dia rupanya mau ngechat mengirim WA ke Luhud Panjaitan tapi ee salah dia mempostingnya di grup WhatsApp dan itu kemudian bocor ke mana-mana. Ini banyak sekali yang masih menyimpan ini apanya dari karena harusnya ke luhud kok dikirim ke grup WhatsApp yang bernama toko nasional dan di situ kan banyak sekali tokoh-tokoh nasional ya dan ini WhatsApp-nya begini bunyinya komandan Pak Luhud yang baik semoga tahun baru membawa berkah baru follow up yang sudah kita diskusikan tempo hari masih adakah kemungkinan dan kabar soal kemungkinan saya menjadi komisaris di Inalum sudah ada jawaban dari Erik Tohir saya cepat belajar dan get thing banyak yang bisa saya kerjakan di sana untuk mengeksplore soal tambang kita, menarik investasi termasuk menimulasi kepala daerah e menstimulasi ya kepala daerah wilayah tambang yang banyak juga sudah saya menangkan selama di LSI. Komandan dapat meyakinkan Erik Toher atau Jokowi. Saya bisa membantu komandan soal investasi, soal tambang di posisi komisaris. Terbukti pula saya sudah berhasil membantu komandan ikut memenangkan Jokowi dua kali. Nah, ini menarik. 2014 sangat ditunggu arahan Pak Luhud berikutnya, Deni. Ini e terus di sini ditambahin ini karena diambilnya dari grup tokoh Denny JA di grup tokoh nasional jam. WB tanggal 14 Januari tahun 2020. Pada waktu itu katanya dia malah tidak menjawab, malah menjawabnya dengan puisi. Kalau enggak salah seperti itu. Jadi kalau lihat jejaknya ya memang ee Denny JA ini dipilih menjadi komisaris. itu ini hutang lama dari Jokowi kah kira-kira yang baru bayar dibayar sekarang di eranya Pak Prabowo ya karena memang di eranya Pak Prabowo kan Pak Jokowi itu masih terus bisa cawe-cawi menempatkan orang-orangnya di di posisi komisaris dengan tanpa memperhatikan soal kompetensinya dan sebagainya. Eh tiba-tiba sekarang ini baru 1 bulan diangkat menjadi komisaris utama malah sudah dihapuskan berbagai tunjangannya. Mungkin kalau buat Anda lihat gaji ratusan juta ya itu masih tetap ngiler. Tapi buat seorang DNI saya kira angka seperti itu sangat kecil buat dia makanya dia langsung protes tuh. Tapi saya kira kalau ini, nah saya saran saya ini melakukan lagi survei ini. Apakah publik setuju tidak renumerasi insentif dan tunjangan lain dari para komisaris utama dan komisaris BUMN itu tetap dihapuskan atau tidak. Saya kira tanpa mendahului hasil survei itu pasti mayoritas akan menyatakan setuju. Saya Arif. Sampai jumpa lagi. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan]

Subscribe juga akun:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ

F&F
https://www.youtube.com/@FREEDOMANDFAIRNESS

MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A

Forum Tanah Air
https://www.youtube.com/channel/UCMJYWPTw-RqrBqmZMnusvXw

2025

#hersubenopoint
#hersubenoarief
#hersubeno
#fufufafa #gibran #kaesang